Struktur dan Fungsi Sel Tumbuhan

Pengertian Struktur dan Fungsi Sel. Sel merupakan unit fungsional dan struktural dasar dari suatu makhluk hidup. Secara struktural, sel dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Penamaan eukariot dan prokariot ini didasari oleh ada tidaknya membran pada nukleus.

Organisme yang tidak memiliki membran nucleus disebut organisme prokariot, sedangkan organisme yang memiliki membran nucleus disebut organisme eukariot.

Kata prokariot berasal dari bahasa Yunani, yaitu pro dan karyon. Pro artinya sebelum dan karyon artinya inti sel. Demikian pula istilah eukariot berasal dari kata eu dan karyon. Eu artinya sebenarnya dan karyon artinya inti sel.

Pada sel eukariotik yang memiliki membran nukleus, cairan dalam intinya (nukleoplasma) terpisah dengan cairan yang berada di luar nukleus (sitoplasma).

Fungsi Struktur Susunan Sel
Fungsi Struktur Susunan Sel

Membran Plasma-Membran Sel

Membran sel berupa selaput tipis, disebut juga plasmalema. Tebal membran antara 5-10 nm (1nm = 1×109 m). Membran sel merupakan bagian terluar sel dan tersusun secara berlapis lapis.

Bahan penyusun membran sel yaitu lipoprotein yang merupakan gabungan antara lemak dan protein. Membran sel mengandung kira-kira 50% lipid dan 50% protein. Lipid yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol.

Fosfolipid memiliki bentuk tidak simetris dan berukuran panjang. Salah satu ujung fosfolipid bersifat mudah larut dalam air (hidrofilik), yang disebut dengan ujung polar.

Bagian sterol bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik) yang disebut dengan ujung nonpolar. Fosfolipid tersusun atas dua lapis.

Protein membrane sel dibedakan menjadi Protein Ekstrinsik (Perifer) dan Protein Intrinsik (Integral).

Protein Ekstrinsik (Perifer)

Protein ini letaknya tersembul di antara dua lapis fosfolipid. Protein ekstrinsik bergabung dengan permukaan luar membran dan bersifat hidrofilik yaitu mudah larut dalam air.

Protein Intrinsik (Integral)

Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid. Protein intrinsik bergabung dengan membran dalam dan bersifat hidrofobik yaitu tidak mudah larut dalam air.

Sifat hidrofilik pada kedua sisi membran plasma menyebabkan membran plasma bersifat selektif permeabel sehingga ada molekul-molekul yang hanya dapat melewati membran dari luar ke dalam sel, atau hanya dapat melewati membran dari dalam ke luar sel saja. Namun, ada pula molekul yang dapat melewati membran dari dalam ke luar sel maupun sebaliknya.

Jadi Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya.

Penyusun membran sel yang berupa karbohidrat berikatan dengan molekul protein yang bersifat hidrofilik sehingga disebut dengan glikoprotein.

Adapun karbohidrat yang berikatan dengan lipid yang bersifat hirofilik disebut dengan glikopolid.

Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya.

Fungsi Membran Sel Membran Plasma

Membran sel memiliki beberapa fungsi diantaranya adalah sebagai pelindung sel, mengendalikan pertukaran zat, dan tempat berlangsunya reaksi kimia.

Fungsi utama membran plasma, yaitu sebagai pengatur lalu lintas berbagai zat yang keluar dan zat yang masuk dari dan ke dalam sel secara selektif permeabel.

Membran plasma berfungsi juga sebagai pembatas yang memisahkan bagiam dalam sel dengan cairan ekstraseluler yang mengelilinginya untuk memelihara homeostatis sehingga dapat melindungi sel.

Inti Sel (Nukleus)

Nukleus merupakan organel terbesar sel, dengan ukuran diameter antara 10-20 nm. Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong. Nukleus dibatasi oleh dua lapisan membran yang disebut membrane inti.

Membran inti memiliki fungsi sebagai pelindung inti sel dan sebagai tempat pertukaran zat antara materi inti dan sitoplasma. Inti sel memiliki bagian-bagian di dalamnya, seperti berikut ini.

Fungsi Nukleus

Nukleus merupakan organel sel yang berfungsi mengendalikan atau mengatur seluruh aktivitas yang terjadi di dalam sel.

Cairan Inti (Nukleoplasma Matrik Inti)

Nukleoplsma adalah plasma yang terdapat di dalam nucleus. Nukleoplasma atau Cairan inti merupakan suatu cairan kental berbentuk jeli. Cairan inti ini mengandung senyawa kimia yang sangat kompleks.

Nukeloplasma tersusun dari asam inti yaitu DNA dan RNA, Protein inti yaitu nucleoprotein, dan enzim. Di dalam nukleoplama terdapat benang benang kromatin.

Anak Inti (Nukleolus)

Nukleolus atau Anak inti adalah suatu struktur berbentuk bulat yang tersusun atas filamen-filamen dan butiran-butiran. Nukleolus berukuran antara 3 – 5 milimikron.. Secara kimiawi, anak inti mengandung DNA, RNA, dan protein. Nukleolus berperan dalam pembentukan RNA ribosom.

Kromatin

Kromatin adalah struktur berupa benang- benang halus yang mengandung DNA (deoxyribonucleic acid) yang terikat pada protein dasar yang disebut Histon. DNA merupakan bahan atau substansi genetik dari suatu organisme. Pada saat pembelahan sel, kromatin akan memendek dan melingkar membentuk kromosom.

Sitoplasma

Sel memiliki suatu cairan yang berada di antara membran sel dan inti sel. Cairan tersebut dinamakan dengan sitoplasma. Sitoplasma merupakan cairan koloid kompleks tempat terletaknya organel- organel sel dan substansi sel yang tidak hidup.

Di dalam sitoplasma terlarut molekul-molekul kecil seperti garam, gula, asam amino, asam lemak, nukleotida, vitamin, dan gas-gas tertentu, serta ion dan sejumlah besar protein. Bahan cair sitoplasma ini, disebut sitosol. Sejumlah enzim yang diperlukan untuk metabolisme sel juga terdapat di sitoplasma.

Di dalam sitoplasma berlangsung beberapa proses metabolisme sel, seperti sintesis protein dan respirasi sel. Di dalam sitoplasma terdapat organel- organel, seperti mitokondria, ribosom, reticulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, mikrobodi, dan sentriol.

Organel Sel

Organel sel terdapat di dalam sitoplasma diantaranya adalah mitokondria, ribosom, reticulum endoplasma, badan Golgi, lisosom, mikrobodi, dan sentriol

Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma merupakan sistem yang sangat luas, membrane di dalam sel berupa saluran-saluran dan tabung pipih. Membran ini lebih tipis dari membran plasma. Retikulum endoplasma tersusun dari lipoprotein.

Retikulum endoplasma ada dua macam, yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.

Retikulum Endoplasma Kasar (REK)

Retikulum endoplasma kasar ditempeli dengan ribosom yang tersebar merata pada permukaannya. Ribosom merupakan tempat sintesis protein.

Protein yang sudah terbentuk kemudian akan diangkut ke bagian dalam retikulum endoplasma, dan kemudian disimpan di dalam membran yang berkantong yang disebut vesikula.

Retikulum Endoplasma Halus (REH)

Retikulum endoplasma halus tidak ditempeli oleh ribosom. Permukaan REH ini menghasilkan enzim yang dapat mensintesis fosfolipid, glikolipid, dan steroid.

Fungsi retikulum endoplasma antara lain:

Penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma, sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma, berfungsi sebagai Transport protein yang disintesis dalam ribosom; dan Biosintesis  fosfolipid, glikolipid, dan sterol.

Ribosom

Ribosom tersusun dari RNA (tRNA) dan protein. Ribosom merupakan butiran halus yang tersebar dalam sitoplasma atau melekat pada reticulum endoplasma kasar. Fungsi ribosom adalah untuk sintesis protein.

Lisosom

Lososom merupakan organel berbentuk kantong yang terbungkus oleh selapis membrane. Lisosom mengandung enzim hidrolitik yang disebut lisozim. Lososom banyak terdapat pada sel sel yang melakukan fagositosis, seperti leukosit, monosit, dan limfosit. Fungsi lisosom adalah mencerna materi yang diambil secara endositosis. Menghancurkam selnya sendiri dengan melepaskan semua isi lisosom dalam sel (autolisis). Menghancurkan organel sel yang sudah tidak berfungsi lagi (autofage).

Sentrosom

Sentrosom adalah suatu daerah yang agak padat di dalam protoplasma, terletak di dekat inti sel. Di bagian tengah sentrosom terdapat dua buah benda kecil seperti titik, berbentuk tongkat, atau benda-benda seperti huruf V yang disebut sentriol. Fungsi memegang peranan penting dalam pembelahan sel.

Mitokondria

Mitokondria merupakan organela penghasil energi dalam suatu sel. Mitokondria memiliki bentuk bulat tongkat dan berukuran panjang antara 0,2-5 mikrometer dengan diameter 0,5 mikrometer.

Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Mitokondria
Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Mitokondria

Mitokondria disusun oleh bahan- bahan antara lain fosfolipid dan protein. Mitokondria mempunyai dua lapisan membran, yaitu membran luar dan membran dalam. Permukaan pada membran luar halus, sedangkan pada membran dalam banyak terdapat lekukan- lekukan ke dalam yang disebut krista. Lekukan- lekukan ini akan memperluas bidang permukaannya.

Krista berfungsi dalam penyerapan oksigen untuk respirasi. Proses respirasi akan menghasilkan energi. Mitokondria berfungsi untuk tempat respirasi sel atau sebagai tempat pengahasil energi.

Di dalam krista terdapat enzim untuk sistem transmite electron yang sangat penting dalam mengubah energi potensial dari bahan makanan menjadi energi potensial yang disimpan di dalam ATP.

ATP sebagai bahan bakar yang merupakan sumber energi untuk melakukan proses kegiatan pada  makhluk  hidup.

Plastida

Salah satu organel yang khas pada tumbuhan adalah plastida. Plastida merupakan organel menyerupai kantung yang dibatasi oleh dua lapis membran. Plastida terdapat beberapa macam, yaitu kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.

Kloroplas

Kloroplas memiliki pigmen- pigmen fotosintesis, di antaranya klorofil (zat hijau daun) dan karotenoid (zat warna kuning atau oranye). Pigmen pigmen tersebut berperan penting dalam proses fotosintesis, yaitu sebagai penangkap gelombang cahaya.

Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Kloroplas
Fungsi Struktur Susunan Organel Sel Kloroplas

Klorofil beserta enzim- enzim yang berperan dalam reaksi terang (satu dari dua reaksi pada fotosintesis) berada di dalam struktur membran yang disebut grana (tunggal: granum). Granum terbentuk dari tilakoid, yang merupakan kantung- kantung pipih yang bertumpuk.

Sementara itu, stroma adalah matriks cairan di bagian luar sistem membran grana. Pada stroma terdapat enzim-enzim yang berperan dalam reaksi gelap pada fotosintesis.

Kromoplas

Kromoplas merupakan plastida yang mengandung pigmen warna selain hijau. Biasanya kromoplas berwarna kuning, merah, oranye, atau cokelat.

Sejauh ini, masih belum ditemukan fungsi yang pasti dari kromoplas, terutama pada tanaman tinggi. Diperkirakan, kromoplas yang banyak terdapat di bunga dapat menarik serangga untuk mendatangi bunga dan menyerbukinya.

Sementara itu pada tumbuhan rendah, seperti alga, pigmen pada kromoplas berfungsi sebagai pigmen fotosintetik.

Leukoplas

Leukoplas merupakan plastida yang tidak memiliki zat warna. Berbeda dengan dua tipe plastida yang lain, leukoplas tidak menyimpan pigmen, tetapi menyimpan bahan-bahan makanan cadangan.

Umumnya, berupa pati (karbohidrat) atau minyak. Leukoplas banyak terdapat di bagian tumbuhan yang tidak terkena cahaya, seperti akar dan umbi.

Vakuola.

Vakuola merupakan organel yang terdapat di tumbuhan. Vakuola berisi air yang mengandung berbagai mineral, gula, asam- asam organik dan bahan- bahan lain. Sel sel muda memiliki beberapa vakuola yang berukuran kecil.

Namun, pada sel dewasa satu vakuola yang berukuran besar terkadang mendominasi sel. Pada umumnya, sel- sel hewan tidak memiliki vakuola. Akan tetapi, protozoa dapat membentuk vakuola makanan, tempat makanan diperoleh dan dicerna. Sisa makanan ditampung dalam vakuola kontraktil untuk dibuang.

Dinding Sel

Salah satu struktur yang hanya dimiliki oleh sel tumbuhan adalah dinding sel. Dinding sel berada di bagian luar membran sel. Ketika sel menyerap air, dinding sel berfungsi mencegah sel menggembung melewati batas maksimum.

Umumnya dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan lamela tengah yang dapat terisi oleh zat- zat penguat seperti lignin, kitin, pektin, suberin, dan lain-lain.

Tidak seperti membran sel, dinding sel memiliki pori yang dapat melewatkan berbagai jenis zat. Pada beberapa jenis tumbuhan dewasa, selnya membentuk dinding sekunder.

Selain itu, pada dinding sel tumbuhan kadang- kadang terdapat celah yang disebut noktah. Pada noktah atau pit sering terdapat penjuluran sitoplasma yang disebut plasmodesma yang berfungsi menghubungkan sel satu dengan yang lain.

Mikrotubulus

Mikrotubulus adalah pipa- pipa yang panjang dan halus yang telah ditemukan pada berbagai jenis sel, baik tumbuh- tumbuhan maupun hewan. Mikrotubulus terdiri dari protein.

Fungsi Mikrotubulus untuk mempertahankan bentuk sel hewan dan mengarahkan gerakan komponen- komponen sel, selain itu juga membantu dalam pembelahan sel mitosis.

Badan Golgi

Badan golgi terdiri dari suatu jaringan tak teratur dari benda- benda seperti batang, bulat, atau berbutir- butir pada sel- sel hewan, yang sering terpusat di sekitar nucleus.

Badan golgi banyak terdapat pada sel -sel kelenjar dan saraf, tetapi hanya sedikit pada sel -sel otot.

Fungsi badan golgi adalah untuk ekskresi sel, pembentukan dinding sel, dan pembentukan lisosom.

Secara garis besar, perbedaan antara struktur hewan dengan tumbuhan bisa dilihat pada Tabel berikut.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Struktur dan Fungsi Sel, Beda sel prokariotik dan sel eukariotik, Fungsi eukariot, Fungsi prokariot, Contoh Organisme tidak punya membran nucleus, Fungsi Membran Plasma, Susunan Struktur Membran Sel, Ukuran Membran sel, Fungsi Struktur plasmalemma pada sel,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Bahan penyusun membran sel, Jenis Protein membrane sel, Protein Ekstrinsik (Perifer), Protein Intrinsik (Integral), Pengertian Membran Sel selektif permeable, Yang menyebabkan membran selektif permeable, Fungsi Protein Ekstrinsik (Perifer), Fungsi Protein Intrinsik (Integral),Pengertian Sifat Hidrofilik Hidrofobik Fosfolipid, Fungsi Membran Sel Membran Plasma, cairan ekstraseluler,
  9. Ardra.Biz, 2019, “homeostatis, Fungsi Inti Sel (Nukleus), Ukuran inti sel  Nukleus, Fungsi membrane inti, Susunan Struktur Inti Sel, Fungsi Cairan Inti (Nukleoplasma Matrik Inti), Penyusun Nukleoplasma, Anak Inti (Nukleolus), ukuran Nukleolus atau Anak inti, Penyusun Anak Inti, Kandungan anak inti,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Kromatin, Fungsi Kromatin, Struktur Penyusun kromatin, Pengertian Histon kromatin, Pengertian Sitoplasma, Fungsi sitoplasma, Struktur penyusun sitoplasma, kandungan sitoplasma, Pengertian sitosol, Fungsi sitosol, Pengertian Organel Sel, Contoh Organel sel, Retikulum Endoplasma (RE), Fungsi Retikulum endoplasma,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Susunan Retikulum Endoplasma, Jenis Retikulum Endoplasma, Fungsi retikulum endoplasma kasar, Fungsi retikulum endoplasma halus, Pengertian Retikulum Endoplasma Kasar (REK), Fungsi  vesikula, Pengertian Retikulum Endoplasma Halus (REH), Enzim Retikulum Endoplasma, Fungsi Ribosom,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Struktur Susunan Ribosom,  Fungsi Lisosom, Struktur susunan lisosom, Kandungan lisosom, Pengertian endositosis autolisis autofage, Pengertian Sentrosom, Fungsi sentrosom, penyusun sentrosom, Fungsi Mitokondria, Struktur penyusun Mitokondria, ukuran mitokrondria,
  13. Ardra.Biz, 2019, “kandungan mitokrondria, Fungsi krista mitokrondria, enzim sistem transmite electron, Pengertian Plastida,  fungsi plastida, Jenis Plastida, Fungsi kloroplas, Fungsi kromoplas, Fungsi  leukoplas, Penyusun Kloroplas, Fungsi klorofil zat hijau daun, Fungsi karotenoid (zat warna kuning atau oranye), Fungsi pigmen- pigmen kloroplas,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian dan Fungsi grana, Penyusun Granum, Fungsi tilakoid, Fungsi Granum, Fungsi stroma, Pengertian dan Fungsi Stroma, Pengertian Fungsi Kromoplas, Warna kromoplas, Pengertian dan Fungsi Leukoplas, Kandungan leukoplas, penyususn Leukoplas, Pengertian dan Fnngsi Vakuola, Kandungan Penyusun Vakuola, Pengertian dan Fungsi Dinding Sel,
  15. Ardra.Biz, 2019, “Struktur penyusun dinding sel, kandungan dinding sel, Fungsi noktah pada dinding sel, Fungsi plasmodesma, Fungsi Mikrotubulus, Fungsi Badan Golgi,

Sel Mahkluk Hidup

Struktur organ Mahkluk hidup dimulai dari unit kehidupan kecil yang disebut sebagai sel. Sel- sel yang memiliki struktur dan fungsi sama bergabung membentuk suatu jaringan. Beberapa jenis jaringan membentuk struktur yang disebut dengan organ. Dan Beberapa organ yang saling berkaitan membentuk suatu sistem organ, dan selanjutnya beberapa sistem organ itu menyusun untuk membentuk menjadi suatu organisme.

Pengertian Sel Mahkluk Hidup

Tubuh tersusun oleh bagian atau unit -unit kecil yang sangat banyak dan hanya dapat diamati dengan menggunakan alat bantu seperti mikroskop.

Bagian kecil tersebut dinamakan sel. Sel merupakan satuan (unit) kehidupan terkecil dari makhluk hidup. Satuan terkecil itu meliputi satuan struktural dan fungsional. Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665, pada abad Sembilan belas.

Di dalam sel terdapat organel -organel sel. Organel- organel beserta cairan sel disebut protoplasma. Protoplasma merupakan kunci kehidupan suatu sel. Artinya, jika protoplasma tidak ada maka seluruh aktivitas sel berhenti.

Makhluk hidup ada yang tersusun atas satu sel (uniselular) dan ada pula yang tersusun atas banyak sel (multiselular). Makhluk hidup uniselular umumnya berukuran sangat kecil dan cara hidupnya sangat sederhana.

Makhluk hidup yang tersusun oleh satu sel disebut makhluk hidup uniseluler. Contoh makhluk hidup yang termasuk bersel satu antara lain adalah bakteri, Amoeba, Paramecium, Euglena, dan ganggang hijau-biru.

Makhluk hidup yang tersusun oleh sejumlah (banyak) sel yang bergabung Bersama sama disebut makhluk hidup multiseluler di mana segala fungsi kegiatannya dilakukan oleh sel- sel khusus.

Makhluk hidup multiselular susunan selnya lebih kompleks daripada uniselular. Tumbuhan dan hewan termasuk makhluk hidup multiselular.

Berdasarkan ada tidaknya membran inti, sel dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Prokariotik yaitu sel yang tidak memiliki membran inti, contohnya sel bakteri dan alga biru. Eukariotik yaitu sel yang memiliki membrane pelindung material inti.

Sel dibedakan menjadi tiga bagian utama, yaitu membran sel/ membran plasma, sitoplasma, dan nukleus atau inti. Plasma yang terdapat di luar inti sel disebut sitoplasma, sedangkan plasma yang terdapat di dalam inti sel disebut nukleoplasma. Nukleoplasma dan sitoplasma disebut protoplasma.

Protoplasma merupakan cairan kental yang tersusun oleh air, karbohidrat, protein, lemak, garam garam mineral, dan vitamin.

Perbedaan Sel Hewan dengan Tumbuhan

Beberapa perbedaaan sel antara sel hewan dengan sel tumbuhan diantaranya adalah:

  • Sel tumbuhan memiliki organel dinding sel sedangkan sel hewan tidak punya.
  • Sel tumbuhan memiliki organel kloroplas sedangkan sel hewan tidak ada
  • Sel tumbuhan memiliki satu vakuola ukuran besar sedangan sel hewan memiliki banyak vakuola ukuran kecil
  • Sel tumbuhan tidak memiliki sentriol, sedangkan sel hewan memiliki organel sentriol

Beberapa perbedaan antara sel tembuhan dengan sel hewan dapat dilihat pada table di bawah

Fungsi Sel Hewan Tumbuhan
Perbedaan Sel Tumbuhan Hewan

Membran sel tumbuhan diselaputi oleh dinding sel yang tersusun oleh selulosa sehingga tebal dan kuat. Sementara itu, membran sel pada sel hewan tidak diselaputi oleh dinding sel. Organel sel yang hanya terdapat dalam sel tumbuhan adalah plastida.

Plastida yang berwarna hijau dan mengandung klorofil disebut kloroplas. Klorofil berperan dalam fotosintesis. Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki vakuola, namun vakuola pada sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan.

Membran Sel atau Selaput Sel Mahkluk Hidup

Membran sel biasa disebut juga dengan istilah membrane plasma atau selaput plasma. Membran sel merupakan bagian yang membungkus sel sebelah luar, atau bagian terluar dari sel. Membran plasma tersusun atas lemak dan protein.

Membran sel berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel dan melindungi seluruh isi sel (protoplasma). Membran sel bersifat semipermeabel (atau selektif permeable).

Artinya, hanya zat tertentu yang dapat masuk dengan mudah seperti air (atau zat cair)  dan zat- zat tertentu, misalnya cairan, gas, atau zat padat terlarut secara osmosis difusi, sedangkan zat tertentu lainnya tidak dapat atau sulit untuk melewatinya. Oleh karena itulah membran plasma berfungsi mengatur keluar dan masuknya zat ke dalam sel.

Sitoplasma Mahkluk Hidup

Sitoplasma adalah cairan yang mengisi ruang antara membrane sel dan inti sel. Sitoplasma tersusun atas air dan bahan-bahan kimia yang terlarut seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin.

Di dalam sitoplasma terdapat struktur- struktur (atau organ – organ) khusus yang disebut organel dan vakuola (rongga sel). Organ -organ tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga mereka disebut organel.

Organel organel inilah yang sebenarnya menjalankan fungsi- fungsi kehidupan sel, seperti mencerna makanan, menguraikan makanan, membentuk sel baru, dan membentuk energi.

Organel yang terdapat dalam sitoplasma antara lain ribosom, retikulum endoplasma, badan golgi, dan mitokondria.

Ribosom adalah partikel yang berbentuk bulat, dan memiliki fungsi sebagai tempat pembentukan protein. Retikulum endoplasma menghubungkan inti sel dengan sitoplasma, dan memiliki fungsi untuk melakukan sekresi protein dan lemak.

Badan golgi memiliki fungsi sebagai alat pengeluaran. Mitokondria memiliki peran untuk melakukan respirasi sel dan melepaskan energi yang diperlukan oleh sel- sel untuk menjalankan fungsinya. Mitokondria banyak terdapat pada sel- sel yang memerlukan energi, misalnya sel hati, otot, dan saraf.

Vakuola merupakan rongga sel yang berisi cairan. Pada sel hewan multiseluler, vakuola jarang ditemukan. Hewan uniseluler, misalnya Paramecium, mempunyai vakuola kecil yang disebut dengan vakuola berdenyut dan vakuola makanan. Vakuola berdenyut mempunyai fungsi sebagai alat pengeluaran, sedangkan vakuola makanan mempunyai fungsi sebagai tempat pencernaan makanan.

Inti Sel (Nukleus) Mahkluk Hidup

Inti sel atau nukleus adalah bagian sel yang berukuran besar. Inti sel berbentuk bulat, bulat telur, atau tak teratur, dikelilingi oleh sitoplasma, dan terletak agak di tengah sel. Umumnya hanya ada satu nukleus di dalam sebuah sel.

Inti sel merupakan bagian terpenting dari sel, karena berfungsi mengatur seluruh kegiatan/aktivitas sel terutama saat terjadi perkembangbiakan. Di dalam inti sel terdapat kromosom yang di dalamnya mengandung gen. Gen berperan sebagai pembawa sifat keturunan. Di dalam inti terdapat anak inti yang disebut nukleolus.

Contoh Soal Ujian Sel Mahkluk Hidup

Soal 1. Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki perbedaan walaupun secara umum orga nelnya sama. Perbedaannya antara lain ….

  1. sel tumbuhan memiliki kloroplas, sel hewan tidak
  2. sel tumbuhan tidak memiliki kloroplas, sel hewan punya
  3. sel hewan mengandung selulosa, sel tumbuhan tidak
  4. sel hewan tidak memiliki membrane inti, sel tumbuhan punya

Soal 2. Organel yang fungsinya untuk pernapasan sel adalah ….

  1. lisosom
  2. mitokondria
  3. badan golgi
  4. kloroplas

Soal 3. Respirasi di dalam sel terjadi pada organel sel ….

  1. mitokondria
  2. lisosom
  3. badan Golgi
  4. kloroplas

Soal 4. Ilmuwan yang pertama kali melihat sel adalah ….

  1. Carolus Linnaeus
  2. Charles R. Darwin
  3. Robert Hooke
  4. Aristoteles

Soal 5.  Organel sel yang hanya terdapat pada tumbuhan adalah ….

  1. sentrosom
  2. plastida
  3. membran sel
  4. retikulum endoplasma

Daftar Pustaka:

  1. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  2. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  3. Ardra.Biz, 2019, “Sel Mahkluk Hidup, Fungsi dan Penyusun Sel Mahkluk Hidup. Contoh Soal Ujian Sel Mahkluk Hidup, Pengertian Sel Mahkluk Hidup,
  4. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  5. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Unit Terkecil Mahkluk Hidup adalah, Alat Mengamati Sel, penemu sel mahkluk hidup, pengertian organel
  7. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  8. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Sel Mahkluk Hidup, Fungsi dan Penyusun Sel Mahkluk Hidup, Contoh Soal Ujian Sel Mahkluk Hidup, Pengertian Sel Mahkluk Hidup, Unit Terkecil Mahkluk Hidup adalah, Alat Mengamati Sel, penemu sel mahkluk hidup,
  10. Ardra.Biz, 2019, “pengertian organel, contoh organel sel, Fungsi protoplasma, Makhluk hidup satu sel (uniselular), mahkluk hidup banyak sel (multiselular), Contoh Makhluk hidup uniselular, Contoh Makhluk hidup banyak sel, prokariotik dan sel eukariotik, Contoh prokariotik dan sel eukariotik, Nukleoplasma dan sitoplasma,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Penyusun Protoplasma, Perbedaan Sel Hewan dengan Tumbuhan, Fungsi Klorofil, Fungsi Plastida, Membran Sel atau Selaput Sel Mahkluk Hidup, membrane plasma atau selaput plasma, penyusun Membran sel,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Membran sel, Fungsi membrane plasma atau selaput plasma, Membran sel bersifat semipermeable, Sitoplasma Mahkluk Hidup, Kandungan Sitoplasma, Fungsi sitoplasma, Jenis organel sitoplasma, contoh organel sitoplasma, Fungi organel sitoplasma,
  13. Ardra.Biz, 2019, “fungsi ribosom, fungsi retikulum endoplasma, fungsi badan golgi, fungsi  mitokondria. Fungsi Vakuola,  Fungsi vakuola berdenyut dan vakuola makanan, Inti Sel (Nukleus) Mahkluk Hidup, Fungsi inti sel mahkluk hidup,
  14. Ardra.Biz, 2019, “Penyusun inti sel, kandungan inti sel, sel dan kromosom inti sel, fungsi sel dan kromosom, Kandungan Sel Mahkluk Hidup, Fungsi Sel mahkluk Hidup,