Gametogenesis, Mikrosporogenesis, Megasporogenesis

Pengertian Gamet. Gamet adalah sel kelamin atau sel reproduksi. Sel gamet terdiri dari dua yaitu gamet jantan dan gamet betina. Sel kelamin jantan atau gamet jantan adalah sperma. Sel kelamin betina atau gamet betina adalah ovum.

Pengertian Gametogenesis. Gametogenesis merupakan proses pembentukan sel -sel gamet di dalam tubuh makhluk hidup. pada tumbuhan berbiji terdiri dari dua jenis yaitu microsporogenesis dan makrosporogenesis.

Pengertian Mikrosporogenesis

Mikrosporogenesis merupakan proses pembentukan gamet jantan. Pembentukan gamet jantan pada tumbuhan berbiji berlangsung dalam gametofit jantan, yaitu kepala sari (yang disebut anthera) dan menghasilkan butir serbuk sari (yang disebut polen).

Pengertian Makrosporogenesis

Sedangkan makrosporogenesis atau biasa disebut juga megasporogenesis merupakan pembentukan gamet betina. Pembentukan gamet bertina berlangsung dalam gametofit betina, yaitu di dalam bakal biji (yang disebut ovule) dan menghasilkan sel telur (yang disebut ovum).

Mikrosporogenesis, Pembentukan Gamet Jantan

Tumbuhan angiospermae jantan memiliki alat kelamin yaitu stamen atau benang sari. Pada organ ini, tepatnya pada bagian kepala sari, akan terbentuk mikrospora yang kemudian berkembang menjadi serbuk sari atau polen.

Struktur Bunga Pada Tumbuhan, Gametogenesis, Mikrosporogenesis, Megasporogenesis
Struktur Bunga Pada Tumbuhan, Gametogenesis, Mikrosporogenesis, Megasporogenesis

Benang sari terdiri atas kepala sari (anthera = antera) dan tangkai sari (filament). Kepala sari pada umumnya mempunyai empat kantung serbuk sari (sporangium). Di dalam sporangium, terdapat banyak sel induk mikrospora. Sel induk tersebut akan berkembang menjadi serbuk sari.

Mikrosporogenesis terjadi di dalam kepala sari atau antera. Di dalam antera terdapat kantong serbuk sari yang di dalamnya berisi sejumlah sel-sel induk serbuk sari atau sel induk mikrospora (mikrosporosit) yang diploid.

Tahap Proses Mikrosporogenesis

Tahap Proses Mikrosporogenesis Pembentukan gamet jantan dapat dilihat pada gambar berikut

Tahap Mikrosporogenesis, Pembentukan gamet jantan Tumbuhan
Tahap Mikrosporogenesis, Pembentukan Gamet Jantan Tumbuhan

1). Microsporogenesis Diawali dengan Sel induk serbuk sari atau sel induk mikrospora atau mikrosporosit (bersifat diploid) membelah secara meiosis I. Pembelahan meiosis I ini menghasilkan sepasang sel bersifat haploid.

2). Kemudian Sepasang sel haploid membelah secara meiosis II menghasilkan empat mikrospora haploid yang berkelompok menjadi satu. Empat mikrospora haploid yang berkelompok ini disebut tetrad.

3). Setiap mikrospora mengalami kariokinesis sehingga menghasilkan dua inti haploid. Satu inti disebut inti saluran serbuk sari (inti vegetatif), inti lain dinamakan inti generatif.

4) Inti generatif membelah secara mitosis tanpa sitokinesis sehingga terbentuk dua inti sperma. Inti saluran serbuk sari tidak membelah.

Jadi, dalam sebutir serbuk sari masak terdapat tiga inti haploid, yaitu sebuah inti saluran serbuk sari dan dua inti sperma (inti generatif). Tiap serbuk sari mempunyai dua lapisan kulit, yaitu bagian luar di sebut eksin dan bagian dalam disebut intin.

Megasporogenesis, Pembentukan Gamet Betina

sel telur tumbuhan angiospermae dibentuk di bagian bunga, yaitu pistilum. Pada organ ini terjadi pembentukan sel telur dan tempat terjadinya fertilisasi (pembuahan). Pistilum terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus), dan ovarium. Pada ovarium inilah tempat sel telur terbentuk.

Pada ovarium terdapat ovulum atau kantung embrio. Beberapa spesies tumbuhan dapat memiliki ovolum lebih dari satu sehingga dapat menghasilkan buah dengan banyak biji. Di dalam ovulum tersebut terdapat sel induk megaspora.

Megasporogenesis berlangsung dalam bakal buah atau ovarium. Di dalam ovarium terdapat bakal biji atau ovulum yang menempel pada dinding ovarium. Ovulum dilindungi oleh integumen luar dan integumen dalam. Bakal biji berhubungan dengan buluh serbuk melalui lubang mikrofil. Dalam bakal biji terdapat sel induk megaspora.

Tahap Proses Megasporogenesis pada Angiospermae.

Tahap megasporogenesis dapat dilihat pada gambar berikut.

Tahap Proses Megasporogenesis pada Angiospermae.
Tahap Proses Megasporogenesis Pembentukan Gamet Betina pada Angiospermae

1). Proses megasporogenesis diawali dengan Sebuah sel induk megaspora diploid (megasporosit) yang berada dalam ovarium mengalami pembelahan sel secara meiosis I. Pembelahan sel ini menghasilkan dua sel haploid.

2). Kemudian Kedua sel haploid mengalami pembelahan sel secara meiosis II dan dihasilkan empat megaspore bersifat haploid. Tiga di antaranya mengalami degenerasi.

3). Selanjutnya Megaspora yang masih hidup mengalami tiga kali kariokinesis tanpa sitokinesis dan dihasilkan sel besar (kandung lembaga muda) dengan delapan inti haploid.

4). Dalam megagametofit, empat inti berada pada sisi kalaza (bagian antara bakal biji dan tangkai biji) dan empat inti lainnya di dekat mikropil. Mikropil berfungsi sebagai jalan masuk saluran serbuk sari ke dalam kandung lembaga.

5). Satu inti dari tiap- tiap sisi (kelompok) bergerak menuju ke pusat dan bersatu membentuk inti kandung lembaga sekunder yang diploid (2n). Sel yang terbentuk ini biasa disebut juga sebagai sel pusat.

6). Tiga inti pada bagian kalaza dinamakan inti antipoda, inti di bagian tengah yang dekat mikropil dinamakan ovum (sel telur), dan yang di samping kiri kanannya sel telur disebut sinergid.

Pada kandung Lembaga masak terdapat: tiga inti antipoda, dua inti sinergid, satu ovum dan satu inti kandung Lembaga sekunder diploid (2n).

Pada peristiwa pembuahan inti generatif membuahi sel telur membentuk zigot diploid. Inti diploid hasil persatuan dua sel kutub yang dibuahi inti generatif menghasilkan endosperm bersifat triploid.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “==================”,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Gametogenesis Tumbuhan, Tempat Terjadinya Gametogenesis, Tempat Terjadinya Gametogenesis Jantan, Tempat Terjadinya Gametogenesis Betina, Pembentukan Gamet Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae), Tempat Pembentukan gamet jantan tumbuhan berbiji,
  9. Ardra.Biz, 2019, “gametofit jantan, Pengertian anthera, Fungsi anthera, Pengertian polen, Fungsi polen, Penegrtian gametofit betina, Fungsi gametofit betina, Pengertian ovule, Fungsi ovule,
  10. Ardra.Biz, 2019, ” Pengertian Mikrosporogenesis, Pembentukan gamet jantan, alat kelamin Tumbuhan angiospermae, Pengertian stamen atau benang sari, fungsi stamen, Fungsi benang sari, Pengertian mikrospora,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi mikrospora, Pengertian serbuk sari atau polen, Fungsi serbuk sari atau polen, Gambar Struktur Susunan Bunga,  Pengertian anthera, Fungsi antera, Fungsi kepala sari, Pengertian tangkai sari, Fungsi filament,
  12. Ardra.Biz, 2019, ” sporangium, Fungso sporangium, Tempat terjadi Mikrosporogenesis, Pengertian mikrosporosit, Fungsi mikrosporosit, Sifat sel induk mikrospora,
  13. Ardra.Biz, 2019, “induk serbuk sari diploid, Tahap Proses Mikrosporogenesis, Gambar Tahap Proses Mikrosporogenesis,
  14. Ardra.Biz, 2019, ” pada microsporogenesis, Pengertian tetrad, Fungsi tetrad mikrosporogenesis, Empat mikrospora haploid yang berkelompok, Pembelahan mikrosporosit, Pembelahan meiosis mikrosporosit,
  15. Ardra.Biz, 2019, “kariokinesis mikrospora, Pengertian kariokinesis, Fungsi kariokinesis, inti vegetative serbuk sari, inti generative serbuk sari, Pembelahan Inti generative, Pembelahan Mitosis Mikrosporogenesis, lapisan kulit luar serbuk sari,
  16. Ardra.Biz, 2019, ” kulit dalam  serbuk sari, Pengertian eksin, pengertian intin, Fungsi eksin, Fungsi intin, Pengertian Megasporogenesis, Pembentukan gamet betina, Fungsi Megasporogenesis, Fungsi Pembentukan gamet betina,
  17. Ardra.Biz, 2019, “Tempat sel telur tumbuhan angiospermae, Pengertian pistilum, Fungsi pistilum, tempat terjadinya fertilisasi tumbuhan biji, Fungsi kepala putik, Pengertian stigma, Fungsi tangkai putik, Pengertian stilus, Pengertian  ovulum, tempat sel induk megaspore, Fungsi ovulum,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi sel induk megaspore, Pengertian ovarium, Fungsi ovarium,  tempat ovulum,  tempa kantung embrio tumbuhan, Pengertian integument, Fungsi  integument, Fungsi mikrofil,
  19. Ardra.Biz, 2019, ” sel induk megaspore, Tahap Proses Megasporogenesis pada Angiospermae, Gambar Tahap megasporogenesis, Sifat sel induk megaspore,
  20. Ardra.Biz, 2019, “pembelahan sel induk megaspore, megaspore bersifat haploid, Pembelahan meiosis pada megasporogenesis,  Pengertian megagametofit, Fungsi  megagametofit, inti antipoda,
  21. Ardra.Biz, 2019, ” antipoda, Pengertian kalaza, Fungsi kalaza, Pengertian sinergid, Fungsi sinergid, tempat sinergid, jumlah inti pada kandung Lembaga, Pengertian inti kandung Lembaga sekunder, Pengertian endosperm,

Sistem Endokrin Sistem Hormon

Pengrtian Sistem Endokrin. Sistem endokrin merupakan pengaturan fisiologi tubuh oleh hormone hormon, misalnya, pengaturan kadar gula dalam darah, pembebasan energi melalui proses metabolisme, dan produksi air susu pada perempuan yang sedang hamil.

Endokrin merupakan nama atau istilah sebuah kelenjar. Sistem endokrin manusia tersusun dari sejumlah kelenjar endokrin yang tersebar di tempat- tempat tertentu dalam tubuh. Sistem endokrin bekerja dengan cara menghasilkan hormon.

Selain kelenjar endokrin, terdapat kelenjar lain yang berfungsi menyekresikan senyawa kimia. Kelenjar tersebut adalah kelenjar eksokrin. Kelenjar eksokrin menyekresikan senyawa kimia yang akan dikeluarkan melalui suatu saluran menuju rongga tubuh atau kulit. Contoh kelenjar eksokrin adalah kelenjar keringat.

Kelenjar endokrin biasa disebut dengan kelenjar buntu karena tidak mempunyai saluran khusus yang menghasilkan hormon. Kelenjar ini menghasilkan satu atau beberapa hormon yang bermuara langsung ke dalam pembuluh darah.

Hormon merupakan senyawa organik yang diproduksi di dalam tubuh oleh sel- sel tertentu dan dibebaskan oleh kelenjar endokrin. Hormon hanya diperlukan dalam jumlah yang sangat kecil, namun hormon memiliki kemampuan kerja yang besar untuk memelihara fungsi normal tubuh (seperti homeostatis, reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku).

Hormon berasal dari kata homein yang artinya memacu. Pada umumnya hormon bekerja pada bagian tubuh tertentu yang disebut dengan organ sasaran.

Macam Jenis Kelenjar Endokrin Tubuh Manusia

Kelenjar Hipotalamus

Hipotalamus berperan dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan manusia. Hipotalamus terletak di bawah otak besar (cerebrum). Hipotalamus bekerja dengan cara mengeluarkan hormone yang mengontrol kerja kelenjar hipofisis (pituitari).

Hipotalamus dapat berkomunikasi dengan kelenjar hipofisis dengan dua cara, yaitu dengan impuls saraf atau dengan mengeluarkan hormon.

Misalnya, jika tekanan darah turun, hipotalamus mengirimkan implus saraf ke kelenjar hipofisis bagian depan. Akbatnya, hipofisis menyekresikan ADH (antidiuretic hormone) yang menyebabkan tekanan darah naik.

Hipotalamus juga dapat mengeluarkan hormon yang disebut releasing hormone dan inhibiting hormone. Releasing hormone merangsang kelenjar hipofisis menyekresikan hormone tertentu. Inhibiting hormone menekan kelenjar hipofisis sehingga tidak menyekresikan hormon tertentu.

Selain dengan hormon, hipotalamus bekerja sama melalui impuls saraf karena hipotalamus tersusun atas sel-sel neurosekretori.

Kelenjar Hipofisis (Kelenjar Pituitari)

Kelenjar hipofisis yang terletak di otak besar. Kelenjar hipofisis terletak di bawah hipotalamus. Kelenjar hipofisis disebut juga master of gland, karena menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian tengah, dan bagian posterior.

Kelenjar hipofisis bekerja sama dengan hipotalamus mengendalikan organ-organ tubuh. Kelenjar hipofisis terdiri atas hipofisis posterior dan hipofisis anterior.

Hipofisis Anterior

Hipofisis anterior menghasilkan beberapa hormon seperti growth hormone (GH), prolaktin (PRL), follicle stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), thyroid stimulating hormone (TSH), adrencarticotropic hormone (ACTH), melanocyte stimulating hormone (MSH), dan endorphin.

Bagian hipofisis anterior (depan) menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut

GH (growth hormone),

GH (growth hormone) merupakan hormone yang merangsang pertumbuhan tulang dan bagian tubuh lainnya dan berperan membantu penyerapan nutrisi tubuh.

LH (lutenizing hormone),

LH (lutenizing hormone) merupakan hormon yang berfungsi dalam pematangan sel gonad pada wanita.

ACTH (adrenocorticotropic hormone),

ACTH (adrenocorticotropic hormone) adalah hormon yang berperan merangsang kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon tertentu.

TSH (tyroid stimulating hormone),

TSH (tyroid stimulating hormone) adalah hormone yang memiliki fungs merangsang kelenjar tiroid mengeluarkan hormon tiroksin.

Prolaktin

Prolaktin adalah hormon yang mengaktivasi air susu pada ibu yang sedang menyusui.

FSH (folikel stimulating hormone)

FSH (folikel stimulating hormone) merupakan hormone yang berfungsi merangsang pematangan folikel de Graaf tempa t sel telur berada.

Endorfin

Endorfin merupakan hormon yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit. Beberapa narkotika menghasilkan efek yang sama dengan endorfin.

Hipofisis Bagian Tengah

Hipofisis bagian tengah menghasilkan hormon perangsang melanosit atau Melanosit Stimulating Hormon (MSH). Apabila hormon ini terlalu banyak dihasilkan, maka akan menyebabkan kulit menjadi hitam.

Hipofisis Posterior

Bagian hipofisis (belakang) ini menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut

ADH (antidiuretic hormone),

ADH (antidiuretic hormone) adalah hormone yang mengontrol keseimbangan cairan tubuh melalui mekanisme pengeluaran urine.

Oxytocin

Oxytocin merupakan hormon yang berperan dalam kontraksi otot Rahim pada saat seorang wanita melahirkan.

Kelenjar Tiroid dan Paratiroid

Kelenjar tiroid dan paratiroid berada di daerah leher. Kelenjar tirois Sering disebut sebagai kelenjar gondok dan kelenjar paratiroid disebut juga dengan kelenjar anak gondok. Kedua Kelenjar ini berfungsi mengatur kesetimbangan kadar kalsium serta laju metabolisme tubuh.

Tiroid, Kelenjar Gondok

Kelenjar tiroid berada di daerah leher bagian bawah jakun. Terdapat dua lobus menyamping dan dihubungkan oleh bagian yang disebut isthmus. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin dan kalsitonin.

Tiroksin

Hormon Tiroksin berfungsi mengendalikan kecepatan metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi. Meningkatnya jumlah hormon tiroksin di dalam darah akan meningkatkan kecepatan reaksi kimia dalam tubuh.

Kelebihan hormon tiroksin akan menyebabkan hipertiroidisme. Seseorang yang menderita hipertiroidisme akan memiliki detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh meningkat.

Fungsi penting lainnya dari hormone tiroksin adalah berperan ketika proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan menjadi faktor penting dalam proses perkembangan otak pada anak.

Adapun kekurangan hormon tiroksin menyebabkan hipotiroidisme. Apabila hal ini terjadi sejak masa kanak-kanak, akan menyebabkan penyakit kekerdilan (kretinisme).

Hormon tiroksin akan aktif ketika mendapat perintah dari TSH yang berada di hipofisis. Kerja dari hormon tiroksin ini banyak dipengaruhi oleh kadar iodin di dalam darah.

Kalsitonin

Kalsitonin berperan dalam mengatur keseimbangan kadar kalsium di dalam darah sehingga mencegah kalsium keluar dari tulang.

Paratiroid, Kelenjar Anak Gondok,

Kelenjar paratiroid berada di bagian belakang kelenjar tiroid. Terdapat empat buah kelenjar paratiroid, dua terletak di sebelah kanan dan dua lainnya terletak di sebelah kiri. Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid atau parathormon (PTH).

Parathormon adalah hormon yang bekerja sama dengan kalsitonin mengatur kadar kalsium tubuh. Unsur Kalsium diperlukan tubuh untuk kerja saraf dan otot.

Jika kadar kalsium dalam darah berkurang karena nutrisi makanan kurang kalsium, maka kebutuhan kalsium akan diambil dari tulang oleh parathormon.

Dan Jika kadar kalsium sudah cukup atau bahkan sudah terlalu tinggi, Maka hormon kalsitonin akan menghambat pelepasan kalsium dari tulang.

Kelenjar Pankreas

Pankreas merupakan kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar eksokrin maupun endokrin. Sebagai kelenjar eksokrin, pankreas menghasilkan enzim yang berperan dalam proses pencernaan makanan.

Sementara itu, sebagai kelenjar endokrin, pankreas menghasilkan hormon. Hormon tersebut diproduksi di bagian pulau Langerhans. Di dalam pulau-pulau Langerhans terdapat sel beta yang menyekresikan insulin dan sel alfa yang menyekresikan glukagon.

Insulin

Insulin berfungsi dalam mengatur kadar gula dalam darah dengan cara menyimpan kelebihan glukosa tubuh menjadi glikogen di dalam hati. Selain itu, Isnsulin juga berfungsi untuk mengatur metabolisme lemak.

Pada seseorang yang tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin akan menimbulkan penyakit diabetes mellitus. Diabetes mellitus memiliki ciri-ciri glukosa dalam urine tinggi, mudah haus, dan mudah lelah.

Glukagon

Bekerja sama dengan insulin, glukagon berfungsi mengatur kadar gula dalam darah dengan cara merombak glikogen menjadi glukosa.

Jika tubuh dalam kondisi kurang asupan nutrisi atau berpuasa atau beraktivitas berat tanpa didahului oleh asupan nutrisi, glukagon akan memecah glikogen menjadi glukosa sebagai sumber energi.

Selain itu, glukagon juga dapat memecah lemak menjadi asam lemak yang siap digunakan dalam pembentukan energi.

Kelenjar Anak Ginjal, Adrenal,

Kelenjar ini menempel pada bagian atas ginjal. Pada satu ginjal terdapat satu kelenjar adrenal yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula). Kerja medula adrenal dipengaruhi oleh sistem saraf otonom, sedangkan korteks adrenal dipengaruhi oleh hormon ACTH dari hipofisis anterior.

Korteks

Pada kortek adrenal dihasilkan tiga macam hormon, yaitu glucocorticoid, mineralocorticoid, dan Gonadocorticoid.

Glucocorticoid

Glucocorticoid berfungsi sama dengan glukagon sehingga berpengaruh dalam pengaturan kadar glukosa tubuh. Kerjanya dipengaruhi oleh sekresi ACTH di hipofisis anterior. Hormon glucocorticoid bekerja pada saat tubuh dalam kondisi stres.

Mineralocorticoid

Hormon ini mengatur kadar garam dalam darah dengan cara pengaturan ekskresi urine dan keringat.

Gonadocarticoid

Hormon ini merupkan hormon sex, terdiri atas androge, entrogen, dan progesteron. Jumlah hormon yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan hormon sex yang dihasilkan oleh testis dan ovarium. Androgen dan estrogen berperan dalam pembentukan ciri kelamin sekunder pria dan wanita.

Medula

Medulla menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) dan norephinefrin (noreadrenalin). Ketika tubuh dalam kondisi tertekan atau stres, kedua hormone tersebut akan mengakibatkan tubuh dalam keadaan siaga atau darurat, sehingga meningkatkan laju metabolisme tubuh, menaikkan detak jantung, dan menaikkan kadar glukosa tubuh.

Adrenalin merangsang perubahan glikogen menjadi glukosa sehingga banyak energi yang terbentuk. Respons tubuh terhadap adrenalin membuat seseorang dapat menghadapi bahaya atau meninggalkannya.

Ketakutan, marah, sakit, dan dingin dapat merangsang medula untuk menghasilkan adrenalin dalam jumlah banyak.

Kerja hormon ini dapat dirasakan saat sedang melakukan kegiatan- kegiatan menegangkan, seperti berdiri di ketinggian atau berada dalam kondisi ketakutan.

Kelenjar Kelamin, Kelenjar Gonad, Kelenjar Reproduksi,

Kelenjar kelamin (gonad) menghasilkan hormon kelamin. Pada wanita, gonad terletak pada ovarium, sedangkan pada pria terletak pada testis.

Testis dan ovarium mensekresikan hormon seks yang berperan dalam produksi sel-sel kelamin. Produksi hormon dari kedua kelenjar tersebut dirangsang oleh FSH dan LH yang diproduksi oleh hipofise. Hipofise memproduksi FSH dan LH yang disebabkan oleh rangsangan dari GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) yang diproduksi oleh hipotalamus.

Gonadotropin, yaitu nama umum untuk hormon yang dilepaskan oleh hipofise. Gonadotropin adalah FSH dan LH.

Ovarium

Ovarium menghasilkan hormon Estrogen dan Progesteron. Aktivitas ovarium ini berlangsung pada saat anak perempuan beranjak remaja atau pada masa pubertas. Sebelum masa tersebut, ovarium dalam keadaan inaktif.

Hormon Estrogen dan Progesteron bekerja sama mengatur ciri seks sekunder dan mengatur masa reproduksi (menstruasi) dan masa kehamilan.

Ovarium ada dua buah, masing-masing mengandung sekitar 200.000 buah bakal sel telur. Setiap bakal sel telur terdapat di dalam kantung yang disebut folikel.

Testis

Testis merupakan organ reproduksi khusus pria. Testis menghasilkan spermatozoid dan hormon androgen yaitu testosteron. Spermatozoid pembentukannya dirangsang oleh FSH, dan pembentukan hormone testosteron dirangsang oleh LH. Homon testosteron menyebabkan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder pada laki-laki. Misalnya, dada menjadi bidang, tumbuh kumis, dan suara menjadi lebih berat.

Kelenjar Kacangan (Glandula Timus)

Kelenjar kacangan terletak dalam rongga dada dan melekat di belakang tulang dada. Kelenjar timus ikut berperan dalam pengaturan pertumbuhan dengan menyekresikan hormon somatotropin.

Jika kekurangan hormon ini pada waktu muda, akan menghentikan proses pertumbuhan badan, kemudian menunjukkan gejala kretinisme (kekerdilan).

Sebaliknya, jika waktu muda kelebihan hormon ini, akan menunjukkan gejala gigantisme (tumbuh raksasa).

Selain itu Kelenjar timus juga menghasilkan hormon timosin yang berfungsi mengatur pematangan limfosit T. Limfosit T merupakan jenis sel darah putih yang berfungsi dalam kekebalan atau pertahanan tubuh.

Kelenjar Pineal

Kelenjar pineal berukuran sebesar kacang tanah.  Kelenjar pineal terletak di tengah otak. Kelenjar pineal menyekresikan hormon melatonin yang membantu mengatur ritme tubuh sehari-hari, seperti jadwal tidur di malam hari dan bangun di pagi hari. Fungsi lain  Kelenjar pineal masih belum diketahui.

Kelenjar Usus dan Lambung

Kelenjar usus menghasilkan hormon sekretin dan kolesistokinin. Sekretin merangsang pengeluaran getah pankreas, sedangkan kolesistokinin merangsang pengeluaran empedu. Hormon gastrin berperan dalam merangsang sekresi getah lambung.

Selain di usus halus, lambung juga dapat menghasilkan hormon yang membantu pencernaan makanan, yaitu hormon gastrin. Hormon ini merangsang pengeluaran getah lambung.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Sistem endokrin, Fungsi Kelenjar Endokrin, Pengertian dan Fungsi Hormon, Struktur system endokrin, Pengertian dan Fungsi kelenjar eksokrin, Contoh Kelenjar Eksokrin, Kelenjar Buntu, Contoh Kelenjar Endokrin,
  8. Ardra.biz, 2019, “Saluran Kelenjar Endokrin, Kemampuan kerja hormone, jumlah kebutuhan hormone, Macam Jenis Kelenjar Endokrin Tubuh Manusia, Kelenjar Hipotalamus, Fungsi Hipotalamus, letak kelenjar Hipotalamus, cara kerja Hipotalamus, Fungsi implus saraf pada Hipotalamus,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi releasing hormone dan inhibiting hormone, Fungsi  Hormon ADH (antidiuretic hormone), Sel  neurosekretori hipotalamus,  Kelenjar Hipofisis (Kelenjar Pituitari), Hormon master of gland, Fungsi Kelenjar hipofisis, Jenis Bagian Kelenjar hipofisis, Hipofisis Anterior, Fungsi Hipofisis anterior, Fungsi GH (growth hormone),
  10. Ardra.Biz, 2019, “Akibat Kekurangan Kelebihan GH (growth hormone), Fungsi LH (lutenizing hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan LH (lutenizing hormone), Fungsi ACTH (adrenocorticotropic hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan ACTH (adrenocorticotropic hormone), Fungsi TSH (tyroid stimulating hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan TSH (tyroid stimulating hormone),
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Hormon  Prolaktin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon  Prolaktin, Fungsi FSH (folikel stimulating hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan FSH (folikel stimulating hormone), Fungsi Hormon Endorfin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Endorfin, Fungsi Hipofisis Bagian Tengah, Akibat Kekurangan Kelebihan Hipofisis Bagian Tengah,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Melanosit Stimulating Hormon (MSH), Akibat Kekurangan Kelebihan Melanosit Stimulating Hormon (MSH), Hipofisis Posterior, Akibat Kekurangan Kelebihan Hipofisis Posterior, Fungsi ADH (antidiuretic hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan ADH (antidiuretic hormone), Fungsi Hormon Oxytocin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Oxytocin,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Kelenjar Tiroid dan Paratiroid, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Tiroid dan Paratiroid, Fungsi Tiroid atau Kelenjar Gondok, Akibat Kekurangan Kelebihan Tiroid atau Kelenjar Gondok,  Fungsi Hormon Tiroksin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Tiroksin,  Penyebab kekerdilan (kretinisme),
  14. Ardra.Biz, 2019, “Faktor yang mempengaruhi kerja hormone tiroksin,  Fungsi Hormon Kalsitonin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Kalsitonin, Fungsi Paratiroid, Akibat Kekurangan Kelebihan Paratiroid, Fungsi Kelenjar Anak Gondok, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Anak Gondok, Fungsi Hormon parathormon (PTH),
  15. Ardra.Biz, 2019, “Akibat Kekurangan Kelebihan Fungsi Kelenjar Pankreas, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Pankreas, Tempat hormone insulin diproduksi, Fungsi Hormone Insulin, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormone Insulin, Ciri glukosa dalam urine tinggi, Fungsi Hormon Glukagon, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Glukagon,
  16. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Kelenjar Anak Ginjal, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Anak Ginjal, Fungsi Hormon Adrenal, Akibat Kekurangan Kelebihan Hormon Adrenal, Fungsi Korteks, Fungsi Glucocorticoid, Akibat Kekurangan Kelebihan Glucocorticoid, Fungsi Mineralocorticoid, Akibat Kekurangan Kelebihan Mineralocorticoid,
  17. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Gonadocarticoid, Akibat Kekurangan Kelebihan Gonadocarticoid, Fungsi Medula, Fungsi hormon epinefrin (adrenalin), Fungsi norephinefrin (noreadrenalin), Akibat Kekurangan Kelebihan hormon epinefrin (adrenalin), Fungsi Kelenjar Kelamin,  Fungsi Kelenjar Gonad, Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Gonad,
  18. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Kelenjar Reproduksi, Fungsi Testis dan ovarium, Fungsi  GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone), Akibat Kekurangan Kelebihan GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone),Fungsi Ovarium, Fungsi hormon Estrogen dan Progesteron, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon Estrogen dan Progesteron, Fungsi  spermatozoid,
  19. Ardra.Biz, 2019, “Akibat Kekurangan Kelebihan spermatozoid, Fungsi hormon androgen, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon androgen, Fungsi testosterone, Akibat Kekurangan Kelebihan testosterone, Fungsi Kelenjar Kacangan (Glandula Timus), Akibat Kekurangan Kelebihan Kelenjar Kacangan (Glandula Timus),
  20. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi  hormon somatotropin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon somatotropin, Fungsi Kelenjar Pineal, Fungsi hormon melatonin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon melatonin, Fungsi Kelenjar Usus dan Lambung, Fungsi hormon sekretin dan kolesistokinin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon sekretin dan kolesistokinin, Fungsi hormon gastrin, Akibat Kekurangan Kelebihan hormon gastrin,

Sistem Reproduksi Manusia

Pengertian Gametogenesis. Gametogenesis merupakan proses pembentukan sel -sel gamet di dalam tubuh makhluk hidup. Pada hewan tingkat tinggi dan manusia terjadi proses pembentukan sel gamet pada jaringan organ reproduksinya.

Pembentukan sel kelamin jantan atau sperma yang terjadi di dalam testis disebut spermatogenesis. Sedangkan, di dalam ovarium terjadi pembentukan sel kelamin betina atau ovum yang disebut Oogenesis.

Spermatogenesis dan Oogenesis termasuk pembelahan meiosis, karena terjadi di jaringan organ reproduksi dan menghasilkan 4 sel anak yang haploid

Organ Alat Sistem Reproduski Pria

Alat kelamin atau alat reproduksi pada pria memiliki dua fungsi yaitu untuk menghasilkan sel-sel kelamin dan menyalurkan sel-sel kelamin tersebut ke saluran kelamin wanita.

Alat reproduksi pria dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu alat kelamin bagian dalam dan alat kelamin bagian luar.

Alat kelamin bagian dalam terdiri atas sepasang testis, saluran reproduksi, dan beberapa kelenjar kelamin.

Alat kelamin luar hanya terdiri dari satu bagian saja, yaitu dikenal dengan nama penis. Penis ini  berfungsi sebagai alat kopulasi atau organ persetubuhan, yaitu organ atau alat untuk memasukkan cairan semen ke dalam alat kelamin wanita.

Fungsi Organ Reproduksi – Alat  Perkembangbiakan Pria

Beberapa fungsi dari organ perkembangbiakan pria diantaranya adalah

  • Testis berfungsi sebagai Penghasil spermatozoid dan hormon kelamin pria.
  • Epididymis berfungsi sebagai Tempat pematangan sel spermatozoid.
  • Vas deferens berfungsi sebagi Saluran sperma dari testis ke kantong sperma.
  • Vesikula sminalis berfungsi untuk Menampung sel spermatozoid dari testis.
  • Kelenjar prostat berfungsi sebagai Penghasil cairan basa untuk melindungi spermadari pengaruh luar.
  • Kelenjar cowpery berfungsi sebagai Penghasil lendir untuk melumasi saluran spermake luar (bulbo uretral) tubuh.
  • Penis berfungsi untuk Memasukkan sel sperma ke dalam tubuh wanita.

Spermatogenesis Sistem Reproduksi Pria

Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel spermatozoa atau sel kimia jantan yang terjadi di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Proses spermatogenesis berlangsung sebagai berikut.

Spermatogenesis Sistem Reproduksi Pria
Spermatogenesis Sistem Reproduksi Pria

Pada manusia dan hewan tingkat tinggi, spermatogenesis terjadi di dalam testis (buah zakar). Sel- sel primordial diploid di dalam testis membelah secara mitosis berkali- kali dan membentuk spermatogonium (2n).

Testis berfungsi membentuk sperma dan androgen (hormon jantan). Sperma dibentuk dalam epitelium nutfah (Seminiferus tubules) yang terdapat dalam testis. Jaringan epitelium nutfah disusun oleh lapisan-lapisan sel yang memproduksi sperma yang tersusun berdasarkan urutan perkembangan spermatogenesis, mulai spermatogonium pada lapisan dasar sampai sperma pada lumen tubuh.

Spermatogonium tidak langsung bermeiosis membentuk gamet, tetapi melakukan mitosis terlebih dahulu untuk memperbanyak spermatogonium, kemudian membelah secara meiosis.

Spermatogonium mengandung 46 kromosom (2n = diploid), yaitu terdiri atas 44 autosom (kromosom tubuh) dan 2 kromosom sel kelamin. Spermatogonium mengalami perkembangan dan membentuk spermatosit primer (2n).

Setelah itu, membelah secara meiosis menghasilkan dua buah sel spermatosit sekunder haploid (n). Satu spermatosit sekunder mengandung 22 autosom + sebuah kromosom-X, sedangkan spermatosit sekunder satunya mengandung 22 autosom + sebuah kromosom-Y.

Selanjutnya, tiap-tiap sel spermatosit sekunder membelah secara meiosis II, menghasilkan empat spermatid (haploid = n). Dua spermatid mengandung 22 autosom + 1 kromosom-X (ditulis: 22A + X) dan dua spermatid mengandung 22 autosom + 1 kromosom-Y (ditulis: 22A + Y).

Setiap spermatid mengalami pematangan (maturasi) menjadi spermatozoa (sperma) dan terjadi pembentukan akrosom. Bagian ujung (kepala) setiap spermatozoa mengandung akrosom. Akrosom mengandung enzim proteinase dan hialuronidase yang berperan untuk menembus lapisan pelindung sel telur. Dari salah satu sentriolnya terbentuk flagel. Peristiwa ini disebut spermiogenesis.

Dalam proses perkembangan ini, spermatid akan kehilangan hampir seluruh sitoplasmanya, tetapi sperma memperoleh organ berupa ekor yang berfungsi untuk bergerak dalam proses pembuahan sperma mengandung mitokondria yang menyediakan ATP sebagai sumber energi untuk bisa beberapa minggu atau bulan (pada manusia berlangsung 74 hari).

Hormon Pada Pria

Spermatogenesis dipengaruhi oleh beberapa hormon, yaitu Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), dan hormon testosterone.

Follicle Stimulating Hormone (FSH)

Follicle Stimulating Hormone dihasilkan oleh hipofisa anterior. Hormon ini memiliki fungsi untuk memacu pertumbuhan sperma. Sedangkan pada wanita, FSH ini memiliki fungsi untuk memacu pertumbuhan sel telur.

Lutenizing Hormone (LH)

LH dihasilkan oleh hipofisa anterior. Hormon ini memiliki fungsi untuk merangsang sel- sel interstitial (sel leydig) untuk mensekresi hormon testosteron. Sedangkan pada wanita, sel ini memiliki fungsi untuk merangsang terjadinya ovulasi.

Hormon Testosteron

Hormon testosteron (androgen) dihasilkan oleh testis. Hormon ini memiliki fungsi untuk merangsang perkembangan organ seks primer pada saat embrio dan mendorong spermatogenesis.

Selain itu, hormone testosteon berfungsi untuk mempengaruhi perkembangan alat reproduksi dan ciri kelamin sekunder, seperti tumbuh bulu atau kumis, dan dada menjadi bidang.

Estrogen

Estrogen disekresi oleh sel sel Sertoli. Estrogen berperan dalam pematangan sperma.

Hormon Pertumbuhan

Hormone pertumbuhan berfugsi untuk mengatur fungsi metabolisma testis dan eningkatkan pembelahn awal pada spermatogenesis.

Organ Alat Sistem Reproduksi Wanita

alat reproduksi pada wanita juga terbagi menjadi alat reproduksi bagian dalam dan bagian luar. Alat reproduksi bagian dalam wanita terdiri atas ovarium (kandung telur), tuba fallopi atau oviduk (saluran telur), dan vagina (saluran kelamin).

Alat reproduksi bagian luar pada wanita disebut vulva, terdiri atas labia mayora, mons pubis, labia minora, organ klitoris, orificium uretra, dan himen (selaput dara).

Fungsi Organ Reproduksi – Alat  Perkembangbiakan Wanita

Beberapa fungsi dari organ perkembangbiakan wanita diantaranya adalah:

  • Ovarium berfungsi sebagai Penghasil sel telur dan hormon kelamin wanita.
  • Tuba fallopii berfungsi sebagai Saluran tempat keluarnya sel telur dari ovarium menuju ke arah rahim (uterus).
  • Uterus (rahim) berfungsi sebagai Tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio.
  • Vagina berfungsi sebagai Alat perkawinan wanita yaitu tempat masuknya sperma ke dalam tubafallopi.

Oogenesis Sistem Reproduksi Wanita

Pembentukan gamet betina atau oogenesis berlangsung di dalam ovarium organ kelamin betina. Gamet betina atau ovum dibentuk di dalam satu paket sel yang disebut folikel yang terdapat dalam ovarium.

Oogenesis Sistem Reproduksi Wanita
Oogenesis Sistem Reproduksi Wanita

Folikel disusun oleh satu sel yang dapat bermeiosis disebut oogonium (sel induk ovum) yang mempunyai kromosom diploid. Oogonium ini dikelilingi satu lapis sel folikel yang akan melindungi dan memberi nutrisi sel telur yang dewasa.

Sel telur berasal dari sel- sel primordial diploid yang terdapat dalam ovarium, yang disebut oogonium. Setelah membelah secara mitosis berkali-kali membentuk oosit primer (diploid). Oosit primer mengandung 44 autosom + 2 romosom-X (atau ditulis: 44A + XX).

Oosit primer membelah secara meiosis I menjadi sebuah sel besar disebut oosit sekunder (n) dan sebuah sel kecil disebut badan kutub (polosit) primer (n).

Badan kutub primer mengalami degenerasi (kemunduran), sedangkan oosit sekunder membelah secara meiosis II. Pembelahan oosit sekunder menghasilkan dua buah sel yang ukurannya tidak sama besar, yang besar disebut ootid dan yang kecil disebut badan kutub (polosit) sekunder.

Selanjutnya, ootid mengalami pemasakan (maturasi) membentuk ovum atau sel telur, sedangkan polosit (badan kutub sekunder) mengalami degenerasi.

Bagian luar ovum diselubungi oleh membran corona radiate dan zona pelucida. Selama pertumbuhan dan perkembangannya, ovum diatur oleh hormon wanita (estrogen dan progresteron). Oogenesis pada manusia berlangsung sejak awal hingga dewasa dan dapat berlangsung sampai usia 40 atau 50 tahun.

Contoh Soal Ujian Nasional.

Sel telur pada oogenesis berasal dari . . . .

  1. oosit primer
  2. oosit sekunder
  3. polosit primer
  4. polosit sekunder
  5. sel primordial diploid

Contoh Soal Ujian Nasional

Perbedaan antara spermatogenesis dengan oogenesis terletak pada . . . .

  1. tahap-tahap pembelahan
  2. jaringan tempat terjadinya proses
  3. jumlah sel kelamin yang fungsional
  4. pola pemisahan kromosom pada tiap fase
  5. jumlah kromosom pada sperma dan ovum

Contoh Soal Ujian Nasional.

Setelah oogonium membelah secara mitosis berkali- kali akan dihasilkan . . . .

  1. oosit sekunder diploid
  2. oosit primer haploid
  3. oosit primer diploid
  4. polosit primer
  5. polosit sekunder

Contoh Soal Ujian Nasional

Pada Proses oogenesis akan dihasilkan . . . .

  1. satu ovum dan satu polosit
  2. satu ovum dan dua polosit
  3. satu ovum dan tiga polosit
  4. dua ovum dan dua polosit
  5. tiga ovum dan satu polosit

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Gametogenesis,  Sistem Reproduksi Manusia, Pengertian sel gamet, Jenis Gametogenesis, Spermatogenesis Sistem Reproduksi Pria, Tempat Terjadi Spermatogenesis, Tempat spermatozoa,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi tubulus seminiferous, Pembelahan Sel Spermatogenesis, sel primordial diploid, spermatogonium, Fungsi epitelium nutfah, Jaringan epitelium nutfah, Pembelahan Mitosis Spermatogonium, Pembelahan Spermatosit,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Sifat dan jumlah Kromosom Spermatogonium, jumlah spermatid hasil pembelahan, sel spermatosit sekunder haploid, jumlah autosom spermatosit sekunder, jumlah autosom spermatid, Pematangan spermatid,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Maturasi spermatid, pembentukan akrosom, Fungsi Akrosom, Fungsi enzim proteinase dan hyaluronidase, Pengertian spermiogenesis, fungsi ekor sperma, fungsi mitokondria sperma, Jenis hormone pria, Fungsi Follicle Stimulating Hormone (FSH),
  11. Ardra,Biz, 2019, “Fungsi Luteinizing Hormone (LH), Fungsi hormon testosterone, Fungsi Estrogen, Fungsi Hormon Pertumbuhan, Fungsi Organ Reproduksi – Alat  Perkembangbiakan Pria, Fungsi Testis, Fungsi Epididymis, Fungsi Vas deferens,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Vesikula sminalis, Fungsi Kelenjar prostat, Fungsi Kelenjar  cowpery, Oogenesis Sistem Reproduksi Wanita, Tempat Oogenesis, Tempat Pembentukan gamet betina, Pengertian Fungsi Folikel, Jenis kromosom sel induk ovum,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Jumlah kromosom oogonium, sel primordial diploid sel telur, Jumlah Autosom Oosit primer, sifat kromosom oosit primer, Oosit primer membelah secara meiosis, oosit sekunder (n), badan kutub (polosit) primer (n),
  14. Ardra.Biz, 2019, “Badan kutub primer mengalami degenerasi (kemunduran), Fungsi hormone estrogen dan progresteron, Fungsii membran corona radiate dan zona pelucida, Fungsi Organ Reproduksi, Alat Perkembangbiakan Wanita, Fungsi Ovarium, Fungsi Tuba fallopii, Fungsi Uterus  (rahim), Fungsi Vagina,