Jenis Jenis Bank, Pengertian Contoh

Pengertian Bank. Bank merupakan suatu perusahaan atau lembaga yang dipercaya masyarakat untuk mengamankan yang mengelola uangnya dengan memberi imbala berupa bagi hasil ataupun bunga untuk setiap periode tertentu. Namun sekarang bank juga melakukan aktivitas bisnis atuu usaha seperti lembaga trasfer dana, pembuat uang giral, jasa pemintipan barang atau uang dan lainnya.

Berdasarkan Undang-undang perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan Undang Undang RI No. 10 Tahun 1998 maka jenis perbankan dibagi menjadi Bank Sentral, Bank Umum, dan Bank Perkreditan Rakyat.

  1. Bank Sentral.

Bank Sentral adalah lembaga keuangan yang dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah dangan fungsi utamanya sebagai penerbit dan penguasa tunggal terhadap uang yang diakui sebagai alat pembayaran yang sah dan mengendalikan sistem perbankan suatu negara. Bank sentral untuk negara Indonesia adalah Bank Indonesia.

Bank sentral merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan di suatu negara. Satu negara hanya memiliki satu bank sentral yang dibantu oleh cabang-cabangnya.

Fungsi lain dari Bank Indonesia adalah sebagai bank sirkulasi yang mengatur peredaran keuangan suatu negara. Berfungsi sebagai bank to bank yang mengatur perbankan di suatu negara. Dan befungsi sebagai lender of the last resort yaitu sebagai tempat peminjaman yang terakhir.

Tujuan utama Bank Indonesia adalah mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah. Baik terhadap harga barang, maupun terhadap mata uang asing.

  1. Bank Umum.

Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Bank Umum atau lebih dikenal dengan sebutan bank komersial merupakan bank yang paling banyak berdiri di Indonesia. Bank umum memiliki kegiatan pemberian jasa atau produk keuangan yang cukup lengkap dan dapat beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.

Bank Umum merupakan bank yang bertugas melayani seuruh jasa-jasa perbankan dan melayani seluruh lapisan atau golongan masyarakat. Baik perorangan maupun lembaga-lembaga lainnya.

Bank Umum dpat dibagi menjadi dua jenis bank yaitu bank umum devisa dan bank umum non devisa. Bank umum devisa memiliki jasa atau produk yang lebih luas dibanding bank umum non devisa. Bank umum devisa dapat melaksanakan kegiatan yang terkait dengan transakdi valuta asing dan jasa keluar negeri.

  1. Bank Perkreditan Rakyat, BPR.

Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsio Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Kegiatan Bank Perkreditan Rakyat pada dasarnya sama dengan kegiatan bank umum. Yang membedakan adalah jumlah jasa bank yang dilakukan BPR lebih sedikit. Kegiatan usaha BPR dibatasi oleh berbagai persyaratan dan peraturan. Dengan demikian, BPR tidak cukup leluasa dibanding dengan bank umum. Batasan yang ada disesuaikan dengan misi dari pembentukan atau pendirian BPR itu sendiri.

Bank Perkreditan Rakyat merupakan bank khusus yang melayani masyarakat golongan bawah atau kecil di kecamatan dan pedesaan. Bank Perkreditan Rakyat berasal dari Bank Desa, Bank Pasar, Lumbung Desa, Bank Pegawai, dan bank lainnya yang kemudian dilebur atau dimerger atau disatukan menjadi BPR. Jenis produk yang ditawarkan lebih sedikit dibanding dengan produk dari bank umum.

Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya

Berdasarkan kepemilikannya, jenis bank terdiri atas bank milik pemerintah, bank milik swasta nasional, dan bank milik swasta asing.

a). Bank Milik Pemerintah

Bank pemerintah adalah bank yang akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah. Seluruh keuntungan bank dimiliki oleh pemerintah pula.

Contoh Bank Milik Pemerintah adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia 46 (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Selain itu ada juga bank milik pemerintah daerah yang terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing provinsi. Contoh BPD DKI, BPD Jateng, dan sebagainya.

b). Bank Milik Swasta Nasional

Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya juga dipertunjukkan untuk swasta pula.

Contoh Bank Milik Swasta Nasional adalah Bank Muamalat, Bank Danamon, Bank Central Asia, Bank Lippo, Bank Niaga, dan lain-lain.

c). Bank Milik Asing

Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing.Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri.

Contoh Bank Milik Asing adalah ABN AMRO bank, City Bank, Hongkong Bank, dan Standard Chartered Bank.

d). Bank Milik Campuran

Bank Milik Campuran adalah bank yang kepemilikan saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional.Kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh warga negara Indonesia.

Contoh Bank Milik Campuran adalah Inter Pacifik Bank, Mitsubishi Buana Bank, dan Bank Sakura Swadarma..

Jenis Bank Berdasarkan Statusnya

Berdasarkan kemampuannya dalam melayani masyarakat, bank umum dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu bank devisa dan bank non devisa.

a). Bank devisa

Bank devisa merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi inernasional atau  transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, Persyaratan untuk menjadi bank devisa ditentukan oleh Bank Indonesia.

Contoh Bank Devisa

Contoh bank devisa adalah Bank Bali, BCA, Bank Duta, Bank Niaga.

ContohTransaksi Bank Devisa

Contoh transaksi internasional bank devisa adalah misalnya transfer ke luar negeri, inkaso ke luar negeri, travellers cheque, pembayaran L/C, ekspor- impor, jual beli valuta asing, dan lain-lain.

b). Bank Non Devisa

Bank non devisa adalah bank yang tidak dapat mengadakan transaksi internasional. Bank non devisa ini dapat meningkatkan statusnya menjadi bank devisa setelah syarat- syaratnya terpenuhi.

Contoh Bank Non Devisa

Contoh bank non devisa adalah Bank Nusantara, Bank Arta Graha, Bank Jasa Arta, dan lain-lain.

Jenis Bank Berdasarkan Cara Menentukan Harga

a). Bank Konvensional

Bank konvensional adalah bank yang dalam operasionalnya menerapkan metode bunga, karena metode bunga sudah ada terlebih dahulu, menjadi kebiasaan dan telah dipakai secara meluas dibandingkan dengan metode bagi hasil.

Contoh Bank Konvensional adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA

Bank konvensional pada umumnya beroperasi dengan mengeluarkan produk- produk untuk menyerap dana masyarakat antara lain tabungan, simpanan deposito, simpanan giro; menyalurkan dana yang telah dihimpun dengan cara mengeluarkan kredit antara lain kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumtif, kredit jangka pendek; dan pelayanan jasa keuangan antara lain kliring, inkaso, kiriman uang, Letter of Credit, dan jasa-jasa lainnya seperti jual beli surat berharga, bank draft, wali amanat, penjamin emisi, dan perdagangan efek.

Bank konvensional dapat memperoleh dana dari pihak luar, misalnya dari nasabah berupa rekening giro, deposit on call, sertifikat deposito, dana transfer, saham, dan obligasi. Sumber ini merupakan pendapatan bank yang paling besar. Pendapatan bank tersebut, kemudian dialokasikan untuk cadangan primer, cadangan sekunder, penyaluran kredit, dan investasi.

b). Bank Syariah

Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, maksudnya adalah bank yang dalam operasinya mengikuti ketentuan-ketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam.

Contoh Bank Syariah adalah Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, Bank BCA Syariah dll.

Falsafah dasar beroperasinya bank syariah yang menjiwai seluruh hubungan transaksinya adalah efesiensi, keadilan, dan kebersamaan.

Efisiensi mengacu pada prinsip saling membantu secara sinergis untuk memperoleh keuntungan sebesar mungkin. Keadilan mengacu pada hubungan yang tidak dicurangi, ikhlas, dengan persetujuan yang matang atas proporsi masukan dan keluarannya.

Bank Garansi, Pengertian Manfaat Biaya Tujuan Proses

Pengertian Bank Garansi.  Bank Garansi merupakan jaminan pembayaran yang diberikan kepada pihak penerima jaminan, apabila pihak yang dijamin tidak memenuhi ...

Cara Menilai, Menentukan Kesehatan Bank

Pengertian Kesehtan Bank . Kesehatan bank dapat dilihat dari beberapa aspek dengan kriteria dan tata cara penilaian sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan...

Faktor Penyebab, Cara Penyelesaian, Penyelamatan Kredit Macet

Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet.  Kredit macet dapat ditimbulkan oleh dua kemungkinan yaitu disebabkan oleh pihak perbankan dan atau disebabkan ...

Faktor Yang Menentukan Bunga Kredit Bank, Pengertian Contoh Soal Perhitungan.

Pengertian Bunga Bank.  Bunga bank merupakan balas jasa yang diberikan oleh bank berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual ...

Fungsi Peran Bank Perkreditan Rakyat BPR. Pengertian Contoh

Pengertian Bank Perkreditan Rakyat BPR. Istilah Bank Perkreditan Rakyat BPR baru pertama kali diperkenalkan oleh Bank Rakyat Indonesia BRI pada akhir...

Jenis Instrumen Pasar Modal

Pengertian Instrumen Pasar Modal.  Instrumen pasar modal adalah sekuritas yang memiliki waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun. Instrumen utamanya adalah ...

Jenis Instrumen Pasar Uang, Pengertian Contoh Soal

Pengertian Instrumen Pasar Uang.  Instrumen yang diperdagangkan pada pasar uang merupakan surat berharga jangka pendek yang memiliki jatuh tempo kurang...

Jenis Jenis Bank, Pengertian Contoh

Pengertian Bank. B ank merupakan suatu perusahaan atau lembaga yang dipercaya masyarakat untuk mengamankan yang mengelola uangnya dengan memberi imbala...

Jenis Jenis Kredit Bank, Pengertian Contoh Kredit

Pengertian Kredit . Kredit berasal dari kata Italia yaitu Credere yang memiliki arti kepercayaan, yaitu kepercayaan dari kreditor bahwa debitornya akan...

Jenis Jenis Letter Of Credit, Penjelasan L/C.

Pengertian Letter Of Credit.   Letter of credit merupakan suatu pernyataan dari bank atas permintaan nasabah yaitu importir untuk menyediakan dan membayar ...

Jenis Jenis Manfaat Asuransi Jiwa.

Pengertian Asuransi.  Permintaan asuransi muncul oleh karena pada dasarnya manusia bersifat risk averse (tidak suka resiko), sehingga mereka memiliki ...

Mekanisme Penciptaan Uang Kartal Giral Bank, Pengertian Contoh Perhitungan

Pengertian Penciptaan Uang.  Salah satu fungsi dari bank adalah sebagai pencipta uang. Bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia menciptakan uang kartal ...

Pengertian dan Fungsi Bank Umum Pada Perekonomian Negara

Pengertian Bank Umum.  Bank umum disebut juga sebagai bank komersial. Bank umum pada dasarnya melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan ...

Pengertian Jenis Jenis Bank Garansi

Pengertian Bank Garansi.  Bank garansi dapat diartikan sebagai jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada suatu pihak, baik perusahaan, perorangan,...

Pengertian, Contoh Perhitungan Deposit On Call

Pengertian Deposit On Call,  Deposit on call dapat diartikan sebagai simpanan yang  berjangka waktu  antara  3 hari sampai 30 hari atau satu bulan.  Jadi ...

Daftar Pustaka:

  1. Kasmir, 2012, “Dasar Dasar Perbankan”, Edisi Revisi, Rajawali Pers, Jakarta.
  2. Djumhana, Muhamad, 2006, “Hukum Perbankan di Indonesia”, Cetakan Kelima, PT Citra Aditya Bakti,
  3. Kasmir, 2015, “Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, Edisi Revisi 2014, Rajawali Pers, Jakarta.
  4. Mangani, Silvanita, Ktut, 2009, “Bank dan Lembaga Keuangan Lain”, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
  6. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  7. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Pengertian dan contoh Jenis Bank dengan  Analisis Jenis – Jenis Bank dan Fungsi Dan Tugas Bank Sentral. Tujuan utama Bank Indonesia dan Bank sentral negara Indonesia adalah Bank Indonesia atau Jenis Jenis Bank Umum. Fungsi Bank Umum.
  8. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Tujuan Bank Umum KOmersial atau Contoh Fungsi Bank Umum Komersial yaitu Jenis Dan Contoh Bank Komersial. Prinsio Kerja Bank Umum dan Bank Umum Secara Konvensional atau Syariah dengan Tujuan Dan Fungsi Bank Umum devisa atau Tujuan dan Fungsi Bank Umum Non Devisa.
  9. Kata, Dalam, Artikel, 2019, “Contoh Bank Umum Devisa dan Non Devisa yang Bank Perkreditan Rakyat BPR. Tujuan Bank Perkreditan Rakyat BPR dan Fungsi Bank Perkreditan Rakyat BPR. Contoh Jenis Bank Perkreditan Rakyat BPR dan Prinsip Kerja Bank Perkreditan Rakyat BPR.

Pengertian dan Fungsi Bank Umum Pada Perekonomian Negara

Pengertian Bank Umum. Bank umum disebut juga sebagai bank komersial. Bank umum pada dasarnya melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang kegiatannya memberi jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Di dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 dan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2004 tentang Perbankan, bank didefinisikan sebagai badan usaha yang menghimpun atau mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan atau deposito dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan, bahwa ada dua kegiatan pokok dari bank, yaitu pertama, kegiatan pengumpulan dana atas dasar kepercayaan dari masyarakat. Kegiatan kedua adalah penyaluran dana kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.

Peran dan Fungsi Bank Umum.

Pada dasarnya, fungsi sebuah bank adalah sebagai lembaga perantara keuangan (financial intermediation). Dana yang ada di masyarakat (unit surplus) dihimpun untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat (individu dan perusahaan) yang membutuhkan (unit defisit). Di sini Bank berperan sebagai lembaga keuangan yang berfungsi menghubungkan pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (unit surplus) dengan pihak-pihak yang membutuhkan dana (unit defisit).

Fungsi mendasar dari bank umum adalah sejalan dengan pengertian bank, yaitu berperan sebagai penghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat atau sektor riil, atau dunia usaha yang memerlukan.

Adapun Peran dan fungsi bank umum yang terdiri dari  bank pemerintah, bank swasta nasional, dan bank asing atau campuran secara spesifik antara lain sebagai berikut:

1 Penciptaan Uang Giral

Bank umum mempunyai fungsi penciptaan uang dalam hal ini uang giral, yaitu alat pembayaran melalui mekanisme pemindahbukuan. Kemampuan bank umum dalam menciptakan uang giral menyebabkan posisi dan fungsi bank umum menjadi sangat penting dalam pelaksanaan kebijakan moneter.

Bank menciptakan uang giral untuk mensuplai dana- dana yang dibutuhkan masyarakat pengusaha dan masyarakat umum. Kredit dan investasi bank dapat membiayai produksi, distribusi, investasi, konsumsi, dan kebutuhan pemerintah. Dengan kredit, bank mensuplai uang ke tempat uang itu dibutuhkan dalam waktu yang tepat.

2 Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran.

Bank umum berfungsi untuk mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal tersebut dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran. Contohnya, penerimaan setoran, transfer uang, dan kliring.

3 Penghimpunan Dana Simpanan

Fungsi bank umum adalah menghimpun dana masyarakat. Dana yang paling banyak disimpan oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia, dana simpanan terdiri dari tabungan, giro, deposito berjangka, sertifikat deposito.

4 Memberikan Pinjaman (Kredit)

Fungsi utama bank umum adalah pemberian kredit kepada para nasabah atau peminjam yang membutuhan dana untuk kegiatan perekonomian. Pemberian kredit dapat meningktakan Investasi barang modal sehingga akan meningkatkan kegiatan produksi.

Jika sebuah bank membeli sebuah surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan, berarti bank tersebut menyediakan dana untuk meningkatkan kegiatan perusahaan tersebut.

5 Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional

Bank umum juga memiliki fungsi yang sangat dibutuhkan untuk memudahkan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang atau jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan dalam transaksi antarnegara akibat berbagai kendala seperti perbedaan letak geografis, budaya, dan sistem moneter akan dapat diatasi melalui kehadiran bank umum, sehingga transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Kesulitan ini dapat diatasi dengan penerbitan letter of credit (L/C). Letter of credit L/C adalah dokumen tertulis yang dikeluarkan bank untuk perorangan atau perusahaan yang menjamin bahwa bank tersebut bersedia/ menyetujui wesel dan membayarnya sampai suatu jumlah tertentu, jika diajukan pada bank yang bersangkutan sesuai dengan persyaratan yang terdapat dalam L/C.

6 Penyimpanan Surat Berharga.

Bank umum dapat berfungsi sebagai lembaga untuk menyimpan surat-surat berharga. Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.

7 Melaksanakan Kebijakan Moneter

Bank umum melaksanakan kebijaksanaan pemerintah di bidang perekonomian melalui pengendalian jumlah uang yang beredar dengan mematuhi cadangan wajib. Jika jumlah uang beredar meningkat, maka inflasi akan terjadi disertai dengan akibat-akibat buruk yang akan mengganggu perekonomian.

Sebaliknya, jika jumlah uang yang beredar berkurang, maka akan menyebabkan penurunan kegiatan perekonomian. Karena itulah Bank Sentral Indonesia bertugas mengendalikan jumlah uang yang beredar seoptimal mungkin,  dengan menerapakan cadangan wajib pada bank umum.

8 Menyediakan Jasa Trusty

Para nasabah yang mempunyai kekayaan dan keinginan untuk menentukan pembagian kekayaannya dapat menyimpan kekayaannya kepada bank dan meminta bank tersebut sebagai wali amanat untuk melaksanakan wasiatnya.

9 Pemberian Jasa-Jasa Lainnya.

Bank umum dapat memberikan beragam jasa keuangan lain yang dapat mempermudah kegiatan ekonomi masyarakat umumnya. Di Indonesia, pemberian jasa oleh bank umum antara lain penyediaan fasilitas penerbitan garansi bank, jual beli valuta asing (money changer), pembayaran telepon, transfer uang lewat ATM, Anjungan Tunai Mandiri/Automatic Teller Machine, jasa penyimpanan barang-barang berharga (custody service), jasa cek wisata (travelers check), inkaso, kartu kredit, menyelenggarakan dana pensiun, jasa pialang, dan pembayaran gaji karyawan.

Jenis Usaha Bank Umum

Beberapa usaha yang dilakukan oleh bank umum diantaranya adalah.

a). Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

b). Memberikan kredit.

c). Menerbitkan surat pengakuan utang.

d). Membeli, menjual, atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya.

e). Memindahkan uang, baik untuk kepentingan nasabah maupun untuk kepentingan bank itu sendiri.

f). Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana  kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi,  maupun dengan wesel tunjuk, cek, atau sarana lainnya.

g). Menerima pembayaran atas tagihan dari surat berharga dan melakukan perhitungan atau dengan pihak ketiga.

h). Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga.

i). Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak.

Fungsi Peran Bank Perkreditan Rakyat BPR.

Pengertian Bank Perkreditan Rakyat Walaupun Pada prinsipnya kegiatan Bank Perkreditan Rakyat adalah sama dengan kegiatan Bank Umum. Namun yang membedakan adalah jumlah jasa yang dapat dilakukannya.  Jumlah produk atau jasanya lebih sedikit dibanding ……

Pengertian Jenis Jenis Bank Garansi

Pengertian Bank Garansi Bank garansi dapat diartikan sebagai jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada suatu pihak, baik perusahaan, perorangan, atau badan atau lembaga, atau institusi lainnya apabila pihak yang dijamin tidak dapat memenuhi……

Pengertian Mekanisme Penciptaan Uang Kartal Giral Bank

Pengertian Penciptaan Uang. Salah satu fungsi dari bank adalah sebagai pencipta uang. Bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia menciptakan uang kartal dan bank umum menciptakan uang giral. Sedangkan uang kuasi dapat diciptakan oleh bank umum dan Bank…….

Pengertian, Contoh Perhitungan Deposit On Call

Pengertian Deposit On Call Deposit on call dapat diartikan sebagai simpanan yang  berjangka waktu  antara  3 hari sampai 30 hari atau satu bulan.  Jadi jangka waktu deposit terpendek adalah 3 hari, dan deposit terlama 30 hari, tergantung perjanjian antar…….

Pengertian, Contoh Perhitungan Bunga Bank

Pengertian Bunga Bank Bunga bank merupakan balas jasa yang diberikan oleh bank berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Dari sisi bank, bunga merupakan harga yang harus dibayar oleh bank kepada nasabah yang…

Pengertian, Contoh Perhitungan Simpanan Deposito

Pengertian Simpanan Deposito Simpanan deposito dapat diartikan sebagai simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank. Deposito atau Time Deposito merupakan salah satu tempat……

Bank Garansi, Pengertian Manfaat Biaya Tujuan Proses

Pengertian Bank Garansi.  Bank Garansi merupakan jaminan pembayaran yang diberikan kepada pihak penerima jaminan, apabila pihak yang dijamin tidak memenuhi ...

Cara Menilai, Menentukan Kesehatan Bank

Pengertian Kesehtan Bank . Kesehatan bank dapat dilihat dari beberapa aspek dengan kriteria dan tata cara penilaian sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan...

Faktor Penyebab, Cara Penyelesaian, Penyelamatan Kredit Macet

Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet.  Kredit macet dapat ditimbulkan oleh dua kemungkinan yaitu disebabkan oleh pihak perbankan dan atau disebabkan ...

Faktor Yang Menentukan Bunga Kredit Bank, Pengertian Contoh Soal Perhitungan.

Pengertian Bunga Bank.  Bunga bank merupakan balas jasa yang diberikan oleh bank berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual ...

Fungsi Peran Bank Perkreditan Rakyat BPR. Pengertian Contoh

Pengertian Bank Perkreditan Rakyat BPR. Istilah Bank Perkreditan Rakyat BPR baru pertama kali diperkenalkan oleh Bank Rakyat Indonesia BRI pada akhir...

Jenis Instrumen Pasar Modal

Pengertian Instrumen Pasar Modal.  Instrumen pasar modal adalah sekuritas yang memiliki waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun. Instrumen utamanya adalah ...

Jenis Instrumen Pasar Uang, Pengertian Contoh Soal

Pengertian Instrumen Pasar Uang.  Instrumen yang diperdagangkan pada pasar uang merupakan surat berharga jangka pendek yang memiliki jatuh tempo kurang...

Jenis Jenis Bank, Pengertian Contoh

Pengertian Bank. B ank merupakan suatu perusahaan atau lembaga yang dipercaya masyarakat untuk mengamankan yang mengelola uangnya dengan memberi imbala...

Jenis Jenis Kredit Bank, Pengertian Contoh Kredit

Pengertian Kredit . Kredit berasal dari kata Italia yaitu Credere yang memiliki arti kepercayaan, yaitu kepercayaan dari kreditor bahwa debitornya akan...

Jenis Jenis Letter Of Credit, Penjelasan L/C.

Pengertian Letter Of Credit.   Letter of credit merupakan suatu pernyataan dari bank atas permintaan nasabah yaitu importir untuk menyediakan dan membayar ...

Daftar Pustaka:

  1. Kasmir, 2012, “Dasar Dasar Perbankan”, Edisi Revisi, Rajawali Pers, Jakarta.
  2. Djumhana, Muhamad, 2006, “Hukum Perbankan di Indonesia”, Cetakan Kelima, PT Citra Aditya Bakti,
  3. Kasmir, 2015, “Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, Edisi Revisi 2014, Rajawali Pers, Jakarta.
  4. Mangani, Silvanita, Ktut, 2009, “Bank dan Lembaga Keuangan Lain”, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.
  6. Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta.
  7. Djamil, Fathurrakman, 2012, “Penerapan Hukum Perjanjian dalam Transaksi di Lembaga Keuangan Syariah”, Cetakan Pertama, Sinae Grafika, Jakarta.
  8. Fuady, Munir, 2004, “Hukum Perbankan Modern”, Buku Kedua, Citra Aditya Bakti, Bandung.
  9. Machmud, A. Rukmana, H., 2010, “Bank Syariah, Teori, Kebijakan, dan Studi Empiris di Indonesia”, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  10. Jusup. A. H., 2005,”Dasar Dasar Akuntansi”, Jilid 1, Edisi ke 6, Cetakan kelima, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
  11. Kasmir., 2008, “Analisis Laporan Keuangan”, PT Rajagrafindo, Jakarta
  12. Kuswadi., 2007,”Analisis Keekonomian Proyek    “,CV Andi Offset, Yogyakarta.