Dampak Mobilitas Terhadap Konflik di Masyarakat

Pengertian Mobilitas

Mobilitas sosial adalah perpindahan individu ataupun sekelompok warga masyarakat dari status sosial yang satu ke status sosial yang lainnya. Mobilitas sosial juga meliputi struktur sosial yang bersifat hubungan antara individu dengan individu dan hubungan antara individu dengan kelompoknya atau masyarakat.

Setiap gerakan mobilitas sosial cenderung mengakibatkan terjadinya perubahan, baik perubahan fungsi maupun perubahan posisi. Sebagai contoh yang terjadi pada individu adalah adanya perpindahan profesi yang semula pegawai negeri berpindah menjadi wiraswasta.

Proses mobilitas sosial akan membawa dampak yaitu timbulnya konflik dan penyesuaian pasca konflik.

Timbulnya Konflik

Mobilitas sosial merupakan pola – pola  tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Adanya kelompok social dalam suatu masyarakat memungkinkan terjadinya sebuah konflik, seperti konflik antar kelas sosial, kelompok sosial, dan kemungkinan terjadinya penyesuaian.

Konflik merupakan proses sosial yang terjadi akibat individu atau kelompok masyarakat berusaha untuk memenuhi tujuan hidupnya menggunakan cara yang berseberangan dengan pihak lain (atau lawan) disertai ancaman atau tindak kekerasan. Perselisihan dapat terjadi kerena adanya perbedaan pendirian atau perasaan, kebudayaan, kepentingan, atau bentuk social lainnya.

Konflik Antarsosial

Adanya perbedaan ciri – ciri fisik dan kebudayaan akan memicu terjadinya konflik antarsosial. Dalam konflik ini masing – masing pihak yang terlibat akan saling menjatuhkan atau mengalahkan. Disini konflik cenderung menjadi sebuah kompetisi yang tidak menguntungkan.

Konflik Kelompok Sosial

Konflik kelompok sosial dipengaruhi juga oleh struktur social seperti tujuan dan nilai – nilai kepentingan. Pertentangan yang timbul akan bersifat positif ketika kelompok sosial tersebut tidak saling berlawanan dalam pola – pola  struktur sosialnya. Sebaliknya, konflik akan menjadi bersifat negatif ketika tidak ada toleransi antara kedua pihak.

Konflik dalam kelompok social dapat menjadi alat yang mampu menghidupkan dan menggerakan norma sosial. Di samping itu, konflik dalam kelompok sosial juga dapat menjadi media untuk mencapai keseimbangan dan kekuatan dalam masyarakat. Disini konflik dapat memberikan dampak yang positif atau negative.

Konflik Antargenerasi

Konflik antar generasi, antara lain adalah konflik yang terjadi dalam hubungan antara orang tua dengan anak. Dimana Anak dan orang tua tidak sama dalam pendidikan atau pengalamannya. Anak yang berpendidikan lebih tinggi cenderung akan merasa lebih benar jika berdialoh dengan orang tuanya. Orang tua yang lebih berpengalaman akan merasa lebih benar. Hal ini akan berakibat, timbulnya pertentangan antara orang tua dengan anak.

Penyesuaian Pasca Konflik

Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas social dapat mendorong masyarakat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan – perubahan yang ada. Penyesuaian terhadap perubahan akibat mobilitas social tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Timbulnya perlakuan baru di masyarakat terhadap kelas sosial atau kelompok sosial atau generasi tertentu. Masyarakat mampu beradaptasi terhadap kelompok social atau generasi tertentu.
  2. Individu atau anggota masyarakat dapat menerima kehadiran kelompok warga dengan kedudukan yang barunya.
  3. Terjadinya pergantian dominasi dalam suatu kelompok sosial atau masyarakat.

Daftar Pustaka:

Cara Memilih Kartu Kredit Yang Benar

Pengertian Kartu Kredit. Kartu kredit merupakan kartu yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga non bank. Kartu kredit diberikan kepada nasabah untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran di berbagai tempat seperti supermarket, hotel, restoran, pasar swalayan, dan tempat lainnya.

Pihak Yang Terlibat

Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit melibatkan berbagai pihak. Masing – masing pihak terikat dengan perjanjian mengenai hak dan kewajibanya. Dalam system kerja kartu kredit ada tiga pihak yang terlibat yaitu bank atau perusahaan yang menerbitkan kartu kredit, pedagang atau merchant tempat belanja dimana kartu kredit dapat digunakan, dan pemegang kartu itu sendiri.

cara-memilih-kartu-kredit-yang-benar-agar-terhindar-dari-kerugian
cara-memilih-kartu-kredit-yang-benar-agar-terhindar-dari-kerugian

Untung Rugi Kartu Kredit

Nasabah pemegang atau pemilik kartu kredit selalu berharap mendapatkan beragam kemudahan dan keuntungan selama memegang kartunya. Hal ini sesuai dengan tujuan penggunaan kartu kredit tersebut. Untuk menghindari berbagai masalah yang bisa ditimbulkan akibat memegang kartu kredit, maka pemilihan untuk memegang kartu kredit perlu berhati – hati.

Untuk mendapatkan jenis kartu kredit yang baik dapat dilihat dari berbagai hal. Ada beberapa cara untuk memilih kartu kredit yang baik. Tentu saja hal ini lebih banyak disesuaikan dengan keinginan dan tujuan nasabah. Setiap jenis kartu memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing.

Memilih Kartu Kredit

Secara umum kartu kredit dikatakan baik apabila memenuhi kreteria berikut:

  • Persyaratan untuk memperoleh kartu kredit harus relative ringan.
  • Proses mendapatkan harus cepat dan mudah, tidak berbelit atau bertele – tele
  • Mempunyai jaringan yang luas, sehingga dengan mudah dapat digunakan diberbagai tempat yang diinginkan
  • Biaya penggunaan yang relative rendah seperti biaya iuran tahunan, bunga yang dibebankan ke kartu kredit, dan biaya lainnya.
  • Kartu harus dapat digunakan dengan multi fungsi.
  • Penggunaan kartu kredit harus memberikan rasa bangga kepada pemakainya

Daftar Pustaka.

Fungsi Tata Nilai Dan Norma Bagi Kehidupan Masyarakat

Pengertian Nilai   

Dalam Kamus Bahasa Indonesia Nilai diartikan sebagai taksiran, sifat-sifat (hal-hal) penting yang dianggap penting atau yang berguna bagi kemanusiaan yang dapat mendorong manusia mencapai tujuannya. Nilai merupakan gambaran yang mereprentasikan apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial orang yang memiliki nilai itu.

Dalam pemahaman secara sosiologis, nilai dapat diartikan sebagai ukuran yang sangat penting dalam kehidupan manusia yaitu sebagai tuntunan pola perilaku setiap manusia di masyarakat. Nilai diyakini sebagai sesuatu yang dianggap benar dan baik, dan nilai juga menjadi batasan pembeda antara yang baik dan yang buruk, yang benar dan salah atau yang pantas dan tidak pantas.

Nilai yang dimiliki oleh masyarakat disebut dengan nilai sosial. Setiap masyarakat memiliki nilai sosial yang menjadi ciri identitas masyarakat tersebut. Nilai tersebut dianut dan diyakini kebenarannya. Hal itu ditunjukkan dengan cara menjunjung tinggi keberadaannya. Dalam pandangan sosiologi, nilai merupakan bagian dari sistem sosial masyarakat.

fungsi-tata-nilai-dan-normal-masyarakat-desa-kota-indonesia-pengertian-pembahasan-contoh-soal
fungsi-tata-nilai-dan-normal-masyarakat-desa-kota-indonesia-pengertian-pembahasan-contoh-soal

Pengertian Norma.

Norma merupakan kaidah atau ketentuan yang mengatur tata kelakuan seluruh anggota masyarakat. Norma sangat berkaitan dengan nilai, karena norma adalah bentuk nyata dari nilai. Norma merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh nilai.

Fungsi Nilai Sosial Masyarakat

Nilai sosial pada hakekatnya untuk memberikan ketentraman kepada seluruh anggota masyarakat sehingga dapat bertingkah laku sesuai dengan aturan yang diyakini oleh masyarakat agar mencapai tujuan bersama di masyarakat. Adapun fungsi nilai sosial secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

  1. Nilai sebagai pedoman berperilaku. Nilai sebagai pedoman berfungsi memberikan arahan (tuntunan atau Bahasa lainnya sebagai tata laksana) kepada seseorang atau masyarakat umumnya untuk berperilaku sebagaimana yang diinginkan. Di sini Nilai menjadi landasan dan motivasi dalam setiap langkah dan perbuatan manusia.
  2. Nilai sebagai kontrol social. Nilai sebagai alat kontrol atau alat kendali sosial berfungsi untuk memberikan batasan-batasan kepada manusia dalam bertingkah laku. Seseorang yang berperilaku di luar batas nilai yang dianut akan mendapatkan sanksi atau setidaknya akan memiliki perasaan bersalah.
  3. Nilai sebagai pelindung social. Nilai sebagai alat pelindung sosial berfungsi agar dapat memberikan perlindungan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jika berperilaku sesuai dengan nilai yang ada, seseorang dapat melakukan tindakan apapun tanpa harus merasa takut atau bersalah.
  4. Sarana untuk mengukur dan menimbang penghargaan social yang patut diberikan kepada seseorang atau golongan.
  5. Menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan harga social dari suatu kelompok.
  6. Memberikan harapan yang baik, sikap mandiri dan bertanggung jawab.
  7. Alat solidaritas di kalangan anggota dan alat pengawas perilaku manusia.

Fungsi Norma Sosial Masyarakat

Adapun fungsi dari norma social di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengatur perilaku manusia dalam berinteraksi antara satu dengan lainnya.
  2. Memberi sanksi terhadap anggota masyarakat yang perilaku menyimpang atau tidak patuh terhadap apa yang sudah diatur, disepakati, diberlakukan dan lainnya.

Contoh Soal Ujian dan Pembahasannya.

Di perempatan jalan biasanya dipasang lampu pengatur lalu lintas. Pemasangan lampu tersebut dimaksudkan agar lalu lintas berjalan teratur. Jika norma tersebut dilanggar oleh warga pengguna jalan, polisi dapat memberikan surat tilang. Perilaku yang dipatuhi tersebut termasuk jenis norma….

(A). Mores.   (B). Folkway.   (C). Customs.   (D). Laws.   (E). Usage.

Jawaban: D

Pembahasan:

Pemasangan lampu pengatur lalu lintas bertujuan agar lalu lintas berjalan teratur. Oleh karena itu, pelanggar tata tertib berlalu lintas akan ditilang. Aturan untuk mematuhi rambu – rambu lalu lintas termasuk jenis norma hukum (laws). Ciri – ciri utama norma hukum (laws) adalah apabila dilanggar akan mendapat sanksi tegas berupa denda atau hukuman fisik.

Daftar Pustaka:

Fungsi Bursa Efek, Pasar Modal Bagi Perekonomian

Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. Penjual dalam pasar modal merupakan perusahaan yang membutuhkan modal dan disebut emiten..

Pembeli dalam pasar modal adalah pihak atau perusahaan yang ingin membeli modal di perusahaan yang menurut mereka menguntungkan. Perusahaan yang membeli modal disebut investor.

Berdasarkan Undang – undang No 8  tahun 1995 pasar modal didefinisikan sebagai kegiatan yang berkaitan dengan penawaran umum dan perdagangan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan efek.

fungsi-pasar-modal-bursa-efek-bagi-perekonomian-negara
fungsi-pasar-modal-bursa-efek-bagi-perekonomian-negara

Pelaku Pasar Modal

Adapun para pelaku yang terlibat dalam kegiatan pasar modal adalah emiten, investor, dan lembaga penunjang pasar modal.

Emiten.

Emiten adalah perusahaan yang melakukan penjualan surat – surat berharga atau perusahaan yang melakukan emisi. Emiten melakukan emisi dapat bersifat kepemilikan dalam bentuk saham atau utang dalam bentuk obligasi.

Investor.

Investor adalah pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang melakukan emisi. Sebelum membeli surat – surat berharga, investor melakukan penelitian dan analisis terlebih dahulu terhadap perusahaan penjual.

Lembaga Penunjang Pasar Modal.

Lembaga penunjang pasar modal berfungsi mendukung terlaksananya operasi pasar modal, seperti penjamin emisi efek atau underwriter, perantara perdagangan efek atau broker atau pialang, wali amanat, kantor administrasi efek, perusahaan surat berharga, dan perusahaan pengelola dana atau reksa dana.

Fungsi Pasar Modal

Beberapa fungsi dari pasar modal adalah:

  • Mempertemukan permintaan dan penawaran efek atau surat berharga.
  • Sebagai sarana penambahan modal bagi dunia usaha
  • Sarana peningkatan pendapatan negara
  • Memdorong pertumbuhan ekonomi
  • Sebagai indicator perekonomian negara

Manfaat atau Peran Bursa Efek Bagi Pemerintah.

  • Meningkatkan sumber pendapatan negara melalui penerimaan pajak
  • Mendorong peningkatan laju pertumbuhan ekonomi negara
  • Menjadi indicator utama perkembangan perekonomian suatu negara.

Manfaat atau Peran Bursa Efek Bagi Investor.

  • Mengembangkan nilai investasi sesuai dengan pertumbuhan ekonomi
  • Mendapatkan deviden bagi mereka yang memiliki atau memegang saham.
  • Menyediakan atau memberikan alternative investasi berupa instrument yang dapat mengurangi resiko.

Manfaat atau Peran Bursa Efek Bagi Emiten.

  • Memdapatkan dana dalam jumlah yang cukup besar yang bisa digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi.
  • Meningkatkan citra atau nilai perusahaan melelui tingginya solvabilitas. Perusahaan mempunyai kemampuan untuk memenuhi semua kewajibannya.
  • Mengurangi ketergantungan emiten terhadap bank.

Contoh Soal Ujian Nasional Pasar Modal atau Burssa Efek

Manfaat pasar modal adalah.

  • Meningkatkan kapastas prosuksi
  • Memperoleh tambahan modal
  • Investasi secara langsung
  • Mempertemukan penawaran jual dan beli efek
  • Alternative sumber dana

Manfaat pasar modal untuk emiten adalah:

  1. (1), (2), dan (3)
  2. (1), (2), dan (5)
  3. (2), (3), dan (5)
  4. (2), (4), dan (5)
  5. (3), (4), dan (5)

Jawaban: B

Pembahasan:

Emiten adalah perusahaan yang menerbitkan efek. Manfaat pasar modal bagi emiten yaitu:

  • Meningkatakan kapasitas produksi (1)
  • Memperoleh tambahan modal bagi perusahaan (2)
  • Sebagai jalan alternative sumber perolehan dana selain bank (5)

Daftar Pustaka:

Sistem ekonomi Suatu Negara

Pengertian Sistem Ekonomi

System ekonomi adalah seperangkat mekanisme atau tata cara dan lembaga – lembaga yang paling berkaitan agar perekonomian negara dapat berjalan.

Sistem Ekonomi Tradisional

System ekonomi tradisional adalah system ekonomi dimana kegiatan perekonomiannya dilakukan secara sederhana dan dipengaruhi oleh tradisi yang berlaku di masyarakat.

Ciri – ciri Sistem Ekonomi Tradisional

  • Hanya memiliki sedikit modal.
  • Belum mengenal pembagian kerja atau spesialisasi.
  • Teknik produksi dipelajari secara turun menurun dan bersifat sederhana.
  • Tidak mengenal alat transsksi, sehingga transaksi dilakukan secara barter yaitu barang tukar dengan barang.
  • Kegiatan perekonomian masih terkait dengan tradisi.
  • Tanah merupakan sumber daya kemakmuran.
sistem-perekonomian-suatu-negara
sistem-perekonomian-suatu-negara

Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat.

System ekonomi komando atau terpusat adalah system ekonomi dimana jalannya perekonomian negara dikelola atau diatur atau dikomandoi oleh pemerintah. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam melakukan kegiatan perekonomian. Masyarakat hanya menjalankan aturan atau kebijakan yang telah ditetapkan.

Pemerintah memegang kekuasaan mutlak dalam mengatur ekonomi negara. Semua persoalan pokok ekonomi sepenuhnya direncanakan oleh pemerintah.

Prinsip Keadilan pada system ekonomi terpusat adalah bahwa setiap individu masyarakat mendapatkan imbalan yang sama. Imbalan yang diberikan berdasarkan kebutuhan bukan berdasarkan jasa yang diberikannya.

Ciri – ciri Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat.

  • kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah. Peran pemerintahan sangat dominan sekali.
  • semua alat dan sumber daya produksi dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah sehingga hak milik perorangan tidak diakui.
  • masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk memiliki pekerjaan.
  • perekonomian berjalan teratur karena pemerintah sebagai regulator dan penentu kebijakan.

Sistem Ekonomi Liberal atau Pasar

System ekonomi liberal adalah system ekonomi dimana perekonomian diserahkan kepada masyarakat. Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam perekonomian. Pemerintah memberikan pengakuan yang sangat luas terhadap kegiatan perekonomian perorangan.

Pengaturan ekonomi didasarkan pada mekanisme pasar melalui mekanisme permintaan dan penawaran. Sehingga kedudukan pemerintah sangat minim. Pemerintah hanya sebagai pengamat atau pengawas dan pelindung dalam perekonomian.

Ciri – ciri Sistem Ekonomi Liberal atau Pasar

  • Semua sumber produksi menjadi milik masyarakat.
  • Pemerintah tidak ikut campur secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
  • Masyarakat terbagi menjadi dua golongan yaitu golongan pemberi kerja dan golongan pencari kerja.
  • Timbul persaingan untuk kemajuan perekonomian, masyarakat berlomba – lomba atau berkompetisi untuk menghasilkan produk bermutu tinggi.
  • Setiap tindakan ekonomi didasarkan pada motif mencari keuntungan.

System Ekonomi Campuran

System ekonomi campuran adalah system ekonomi dimana perekonomian menganut satu atau lebih system ekonomi yang ada. Sebuah negara dapat saja menjalankan perekonomian berdasarkan ekonomi terpusat dan ekonomi liberal secara bersamaan.

Ciri – ciri System Ekonomi Campuran

  •  Pemerintah dan masyarakat saling berinteraksi dalam menyelesaikan masalah perekonomian.
  • Kegiatan perekonomian diserahkan kepada kekuatan pasar, namun pemerintah tetap melakukan kendali dan campur tangan.
  • Sumber daya dimiliki oleh swasta dan pemerintah.

Daftar Pustaka.

Teori Sistem Pemberian Upah, Penjelasan Contoh Soal

Pengertian Teori Upah Normal. Teori ini disebut juga teori upah alami atau natural wages. Pada teori ini dinyatakan bahwa besarnya tingkat upah yang diberikan kepada pekerja didasarkan pada biaya yang dikeluarkan untuk kelangsungan hidup pekerja beserta keluarganya dan tentu saja tingkat upah ini akan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

Teori upah ini merepresentasikan bahwa besarnya tingkat upah akan selalu mengalami perubahan, baik naik maupun turun. Perubahan upah ini dipengaruhi oleh jumlah penawaran tenaga kerja.

teori-sistem-pemberian-upah
teori-sistem-pemberian-upah

Jika upah rendah, maka kesejahteraan pegawai dan keluarganya menjadi kurang terjamin. Kondisi ini akan menimbulkan pertambahan penduduk rendah. Pengaruh selanjutnya adalah jumlah penawaran tenaga kerja menjadi kurang. Sehingga mengakibatkan upah cenderung naik.

Demikian puka sebaliknya, jika upah tinggi, maka kesejahteraan pegawai dan keluarganya akan terjamin. Pertambuahan penduduk meningkat. Pengaruh selanjutnya, penawaran tenaga kerja ikut naik. Akibatnya melimpahnya tenaga kerja maka, upah cenderung turun. Teori ini dikemukakan oleh ilmuwan David Ricardo.

Teori Upah Besi

Teori upah ini menjelaskan adanya tingkat upah yang ditetapkan oleh perusahaan. Penetapan bertujuan agar tingkat upah menjadi rendah. Hal ini dilakukan agar perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Pada tingkat upah yang rendah, pekerja hanya dapat menerima kenyataan dan tidak dapat mempengaruhi tingkat upah. Konsekuensinya adalah para pekerja hanya dapat memenuhi hidupnya pada tingkat yang sangat minimal.

Pekerja terpaksa menerima pekerjaan dengan tingkat upah yang rendah karena kedudukan pekerja di mata perusahaan sangat lemah. Teori ini disampaikan oleh Ferdinand Lasalle.

Teori Upah Etika.

Teori upah ini menjelaskan tentang tingginya upah yang diterima para pekerja agar dapat menjamin kehidupan pekerja yang bersangkutan beserta keluarganya secara layak atau baik.

Tingkat upah ini merupakan upah yang seharusnya diterima olah para pekerja. Teori ini tidak semata – mata hanya memperhatikan pekerja saja, namun juga memperhatikan keluarganya.

Teori Upah Produktivitas Batas Kerja           

Teori upah ini termasuk sebagai teori upah modern. Tinggi rendahnya tingkat upah tergantung dari kemampuan atau produktivitas tenaga kerja itu sendiri. Untuk membatasi agar  produktivitas tenaga kerja tidak berlebihan, maka ditetapkan batas produktivitas tenaga kerja yang biasa disebut dengan marginal productivity.

Teori upah ini awalnya dikemukakan oleh Von Thunen dan disempurnakan oleh J.B Clark

Sistem Pemberian Upah

Pada dasarnya upah dapat dibedakan menjadi upah nominal dan upah riil.

Upah nominal adalah besarnya uang yang diterima para pekerja sebagai balas jasa atas faktor produksi tenaga kerja yang mereka serahkan.

Upah rill adalah besarnya barang dan jasa yang dapat diperoleh atau dibeli dengan jumlah upah yang mereka terima.

Jenis – Jenis sistem pemberian upah dapat dibagi sebagai berikut:

  • Sistem Pemberian upah Menurut waktu, berdasarkan lamanya waktu bekerja.
  • Sistem Pemberian upah per satuan, berdasarkan banyaknya, jumlah satuan hasil pekerjaan
  • System Pemberian upah Borongan, berdasarkan pada prestasi kerja sampai dengan selesainya pekerjaan yang diserahkan.
  • System pemberian upah Bonus, berdasarkan perpaduan antara upah menurut waktu dan upah per satuan.
  • System pemberian upah Indeks, berdasarkan indeks harga kebutuhan pokok sehari – hari.
  • System pemberian upah mitra kerja atau mitra usaha, pekerja mendapat upah dan bagian laba usaha dari perusahaan tempat pekerja bekerja.
  • System pemberian upah skala, berdasarkan pada perhitungan skala hasil penjualan perusahaan
  • System pemberian upah secara partisipasi (profit sharing), berdasarkan ketentuan perusahaan yang berlaku dan ditambah dengan bagian keuntungan perusahaan.

Contoh Soal Ujian Teori Sistem Pemberian Upah, Penjelasan Contoh Soal

Daftar Pustaka: