Tahap Pengolahan Mineral-Bijih, Bahan Galian

Pengolahan Bijih, Mineral, Bahan Galian.

Pengolahan Bijih atau dalam pengertian yang lebih luas lagi biasa disebut dengan pengolahan bahan galian (Mineral dressing, Mineral beneficiation) adalah proses pemisahan mineral berharga (mineral bijih/ore mineral) dari mineral tak berharga (pengotor/gangue mineral) yang dilakukan secara mekanis, untuk menghasilkan produk yang kaya dengan mineral berharga (biasa disebut konsentrat) dan  tailing yaitu produk yang pada dasarnya terdiri dari mineral tak berharga.

Skematik pengolahan mineral bijih secara umum dapat ditunjukan seperti pada gambar.

diagram alir pengolahan mineral

Gambar 1. Flow Sheet Pengolahan

Proses pemisahan dilakukan secara mekanis dengan memanfaatkan perbedaan sifat-sifat fisik mineral yang akan dipisah. Adapun sifat-sifat fisik yang dimiliki oleh mineral adalah sifat kemagnetan, kelistrikan/konduktivitas, density, sifat permukaan, tekstur, dan warna.

Beberapa bahan galian dalam pemanfaatanya tidak selalu memerlukan pemisahan. Bahan galian industri dalam pemanfaatannya hanya melalui proses pengecilan ukuran dan pengayakan. Namun untuk bijih-bijih yang berkadar rendah, misal bijih besi berkadar Fe 45%. Bijih besi tersebut harus melalui proses pemisahan untuk meningkatkan kadar Fe, agar sesuai dengan persyaratan proses ekstraksi.

Berdasarkan aplikasi di industri dan pemanfaatanya, bahan galian dapat dibedakan menjadi tiga kelompok.

  1. Bijih (ore) yaitu bahan galian yang mengandung mineral tertentu dengan kadar yang cukup untuk ditambang dan diolah atau diekstrak metalnya sehingga memberikan keuntungan. Mineral yang logamnya diekstrak disebut sebagai mineral bijih (ore mineral) sedangkan mineral lainnya disebut sebagai mineral gangue (mineral tak berharga).
  2. Bahan Bakar (fuel) yaitu bahan galian yang dimanfaatkan sebagai energi seperti batu bara dan minyak bumi.
  3. Bahan galian industri (non metalic mineral), yaitu bahan galian yang dimanfaatkan karena memiliki sifat-sifat fisik/mekanik tertentu seperti kekuatan, kehalusan, keindahan.

Tujuan Pengolahan.

Pada dasarnya setiap usaha pengolahan selalu memiliki tujuan yang harus dicapai, begitu juga dengan pengolahan bahan galian/bijih/mineral. Ada dua tujuan yang ingin dicapai pada pengolahan ini, yaitu tujuan teknis dan tujuan ekonomis. Tujuan teknis lebih mengedepankan bagaimana memperoleh produk (konsentrat) yang memenuhi syarat yang diinginkan, baik untuk proses selanjutnya, atau untuk konsumen. Secara teknis persyaratan yang diperlukan untuk konsentrat adalah:

  1. Kandungan mineral berharga harus lebih besar dari nilai minimum yang ditentukan.
  2. Kandungan gangue mineral harus lebih kecil dari nilai maksimum yang ditentukan.
  3. Kandungan air harus lebih rendah dari nilai maksimum yang ditentukan.
  4. Ukuran partikel harus lebih besar dari nilai minimum yang ditentukan.

Secara ekonomis pengolahan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.  Untuk itu ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan ekonomisnya;

  1. Mengambil semua jenis mineral berharga, jika bijih mengandung lebih dari satu mineral berharga.
  2. Kehilangan mineral berharga dalam tailing harus sekecil mungkin, recovery harus besar.
  3. Mengolah bijih dengan ongkos yang rendah, dengan mengolah bijih bertonase besar.