Spesifikasi, Komposisi Kimia Baja Karbon Rendah, Standar JIS

Jenis Baja Karbon Kendah

Pada tabel di bawah dapat dilihat komposisi baja karbon rendah berdasarkan standard dari Japan Industrial Standard, JIS G 3055 SWRM. Dari tabel tersebut terlihat bahwa JIS, Japanase Industrial Standard hanya memberikan batasan pada unsur Karbon, Mangan, Silikon, Alumunium, Phosfor dan Sulfur.

Spesifikasi Baja Karbon Rendah Menurut standar dari JIS

Spesifikasi atau batasan dari tiap kelasnya hanya ditentukan oleh unsur karbon. Unsur lainnya seperti Mangan, Silikon, Alumunium, Phosfor dan Sulfur tetap sama.

Komposisi Kimia Baja Karbon Rendah

Spec C Mn Si AL P S
SWRM 1008 0,06 – 0,10  0,6 maks  0,15 maks  –  0,040 maks  0,040 maks
SWRM 1010 0,08 – 0,12  0,30 – 0,60  0,20 maks  –  0,040 maks  0,040 maks
SWRM 1012 0,10 – 0,15   0,30 – 0,60  0,20 maks  –  0,040 maks   0,040 maks
SWRM 1015 0,12 – 0,18  0,30 – 0,60  0,20 maks  –  0,040 maks  0,040 maks
SWRM 1018 0,15 – 0,20  0,30 – 0,60  0,20 maks  –   0,040 maks   0,040 maks

Sifat Mekanik Baja Karbon Rendah

Sifat mekanik baja karbon rendah umumnya diwakili oleh kuat tarik dan elongasi atau perpanjangan. Tabel di bawah menunjukkan karakter mekanik baja karbon rendah. Secara umum dapat dikatakan, bahwa kuat tarik semakin tinggi dengan tingginya kandungan karbon.

Elongasi baja ini cenderung menurun ketika kandungan karbonnya semakin tinggi. Pada baja karbon rendah ini menunjukkan pengaruh karbon terhadap kuat tarik dan elongasi yang saling berlawanan.

Spek Kuat Tarik Perpanjangan
N/mm2 % Min
SWRM 1008 440 25
SWRM 1010 460 23
SWRM 1012 510 22
SWRM 1015 520 21
SWRM 1018 560 20

Contoh Penggunaan Baja Karbon Rendah

Baja karbon rendah ini umumnya digunakan untuk aplikasi general yang tidak memiliki persyaratan khusus. Seperti untuk wire mesh, kawat ikat, kawat pagar berduri, kawat rivet, kawat binding dan lainnya.

Diagram Continuous Cooling Transformation, CCT Diagram

Pengertian Definisi Diagram Continuous  Cooling  Transformation, atau biasa disebut CCT Diagram, merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara l...

Diagram Fasa Sistem Besi - Besi Karbida

Diagram Fasa Sistem Besi - Besi Karbida Diagram kesetimbangan besi-besi karbida dapat dijadikan sebagai dasar untuk mempelajari paduan besi baja. Diagram...

Mekanisme Pembentukan Struktur Pearlite

Pengertian Definisi Pearlite Mekanisme terjadinya perlit dapat dijelaskan dengan menggunakan  Gambar 1 di bawah. Pertumbuhan perlit meliputi pertumbuhan ...

Pembentukan Struktur Bainite

Pengertian Definisi Struktur Bainit Bainit menggambarkan struktur mikro pada baja yang dihasilkan dari dekomposisi austenit ke ferit (α)  dan sementit (...

Struktur Kristal Austenit, Ferit, Martensit, Baja

Pengertian, Istilah Dan Definisi Struktur Kristal Besi Baja Austenite Austenit mempunyai struktur sel FCC, face centered cubic, atau kubik pusat...

Jenis Baja Tahan Karat, Stainless Steel, Tipe,Klasifikasi

Pengertian Definisi Baja Tahan Karat Baja tahan karat merupakan kelompok dari baja paduan yang mempunyai sifat atau karakterisasi khusus. Ciri umum dari...

Tipe Jenis Baja Tahan Karat Duplex

Pengertian Definisi Baja tahan karat duplex merupakan baja tahan karat dengan dua fasa. Baja ini mempunyai struktur austenit dan ferit secara bersamaan....

Karakteristik Sifat Material Bahan Logam

Pengertian Definisi Sifat Material Bahan logam. Secara umum sifat atau karakteristik bahan atau material dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu: Sifat...

Kurva Tegangan Regangan Rekayasa, Nominal Logam.

Pengertian Definisi Tegangan Rekayasa/Nominal/Tekink Sifat-sifat mekanik bahan atau logam yang dikuantifikasikan dengan kuat tarik, kuat luluh, perpanjangan...

Kurva Tegangan Regangan Sejati, Sebenarnya

Kurva regangan regangan sejati atau biasa juga disebut kurva tegangan regangan sebenarnya dapat dihitung dengan menggunakan data dari kurva tegangan regangan...

Pengertian Dan Menentukan Kekuatan Luluh, Yield Strength Bahan Logam

Pengertian Kuat Luluh Bahan, Yield Strength Material Tegangan luluh adalah tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis...

Pengertian-Menentukan Kekuatan Tarik Bahan Logam, Tensile Strength

Kekuatan tarik yang dimiliki bahan logam akan menunjukkan kemampuan bahan dalam menahan gaya tarik sebelum mengalami perubahan penampang atau penciutan....

Pengertian-Menentukan Keuletan Bahan Logam, Ductility

Keuletan bahan logam adalah sifat yang menunjukkan kemampuan bahan logam untuk bertambah panjang ketika diberi beban atau gaya tarik.  Besaran ini biasa ...

Pengertian, Perhitungan Modulus Elastisitas, Modulus Young

Gradien dari bagian linear pada awal kurva tegangan-regangan merupakan modulus elastisitas, atau biasa disebut modulus Young. Modulus elastisitas adalah...

Pengujian Sifat Mekanik Bahan Logam

Pengertian Definisi Sifat Mekanik Bahan Logam Pengujian bahan atau logam bertujuan untuk mendapatkan atau mengetahui beberapa sifat bahan logam dengan...

Pengujian Sifat Mekanik, Kekerasan Bahan Logam, Baja

Pengertian Definisi Kekerasan Bahan Logam Kekerasan adalah ketahanan bahan atau logam terhadap deformasi yaitu deformasi tekan atau indentasi. Pada umumnya...

Sifat Mampu Bentuk Bahan Logam, Formability

Pengertian Definisi Sifat mampu bentuk atau formability merupakan sifat yang dimiliki oleh bahan atau logam yang menunjukkan kemampuan untuk dibentuk...

Sifat Mampu Cor Bahan Logam, Castability

Pengertian Definisi Dan Istilah Sifat mampu cor atau castability adalah sifat yang dimiliki oleh bahan yang menunjukkan kemampuan bahan logam untuk diolah...

Sifat Mampu Mesin Bahan Logam, Machinability

Pengertian Definisi Sifat mampu mesin adalah sifat yang dimiliki oleh bahan logam yang menunjukkan kemampuan untuk dibentuk dengan proses pemesinan....

Klasifikasi Baja Perkakas, Tool Steel

Pengertian Definisi Baja perkakas adalah baja khusus atau spesial atau special steel yang memiliki mutu tinggi dan digunakan sebagai bahan atau logam...