Klasifikasi Besi Baja, Iron Steel

Pengertian Besi dan Baja, Iron and Steel. Logam yang biasa dipergunakan untuk berbagai keperluan, pada umunya adalah logam paduan. Hanya untuk pemakaian khusus, logam yang digunakan dalam keadaan logam murni. Baja merupakan logam paduan antara logam atau unsur besi dengan unsure karbon.

Berdasarkan kandungan karbonnya, paduan tersebut dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu, baja dan besi cor. Fasa-fasa yang stabil yang terbentuk pada kondisi kesetimbangan dapat ditunjukkan dengan diagram kesetimbangan fasa besi-besi karbida atau besi-karbon.

Gambar 1 memperlihatkan hubungan antara temperatur dengan fasa-fasa yang terbentuk secara kesetimbangan oleh besi dan karbon.

Gambar Diagram Sistem Besi - Besi Karbida
Gambar 1.  Diagram Sistem Besi – Besi Karbida

Paduan besi dan karbon, dengan kandungan karbonnya di bawah dua persen, maka paduannya dikelompokan sebagai baja. Sedangkan paduan besi dan karbon, dengan kandungan karbonnya di atas dua persen hingga 6,67 persen, maka paduan logamnya disebut besi cor atau besi tuang.

Klasifikasi Jenis Baja

1. Baja klasifikasi A berdasarkan penambahan alloy

  • Baja karbon
  • Baja paduan

2. Baja klasifikasi B, berdasarkan komposisi

  • Baja hypoeutectoid
  • Baja hypereutectoid

3. Baja klasifikasi C, berdasarkan fasa matrik

  • Baja austenitic
  • Baja martensitik
  • Baja feritik

4. Baja tahan karat (stainless steel)

5. Baja structural, atau baja fabrikasi

Klasifikasi Jenis Besi Cor/Tuang

Besi cor klasifikasi A, berdasarkan warna patahan dan bentuk grafit

  • Besi cor kelabu, gray cast iron, ciri–cirri: warna patahan kelabu, bentuk grafit serpih
  • Besi cor putih, white cast iron, ciri-ciri:  warna patahan putih, fasa karbon sebagai sementit.
  • Besi cor nodular, nodular cast iron, ciri-ciri: warna patahan kelabu, bentuk grafit bulat, sifat lunak.
  • Besi cor bintik, mottled cast iron, ciri-ciri:  intermediate antara bsi cor kelabu dan putih.
  • Besi cor chill, chilled cast iron, ciri-ciri: warna patahan sebagian putih sebagian lagi kelabu.
  • Besi cor mampu tempa, malleable cast iron, cirri-ciri: hasil laku panas besi cor putih, bentuk grafit bulat dan bersifat lunak, ductile.

Dasar Pembentukan Logam, Metal Forming

Pengertian Deformasi  Pada  Logam . Prinsip dasar pembentukan logam , metal forming   adalah melakukan perubahan bentuk pada benda kerja dengan cara me...

Pengaruh Deformasi Plastis Terhadap Struktur Mikro Baja

Selain terjadi perubahan pada sifat mekanik, besarnya deformasi yang diterapkan pada bahan baja juga berpengaruh terhadap perubahan struktur mikro. Perubahan...

Pengertian Deformasi Elastis Dan Plastis

Pengertian Deformasi  Pada  Logam . Prinsip dasar pembentukan logam , metal forming   adalah melakukan perubahan bentuk pada benda kerja dengan cara me...

Pengertian, Penentuan, Pengerasan Regangan, Strain Hardening

Pengertian Strain Hardening , Pengerasan Regangan.  Proses pembentukan logam, metal forming pada temperatur rendah, dibawah temperatur rekristalisasi ...

Koefisien Pengerasan Regang, Strain Hardening Coefficient

Pengukuran  Koefisien Pengerasan Regang, n, Strain Hardening Coefficient.  Efek penguatan yang disebut sebagai efek pengerasan regang dapat direpresentasikan d...

Produk Hasil Hot Rolling, Cold Rolling, Cold Rolled Forming.

Pengertian Produk Hasil Rolling Beberapa contoh produk yang diproduksi dengan menggunakan teknologi rolling dapat dilihat pada gambar di bawah. Contoh...

Proses Ekstrusi Bahan Logam, Extrusion

Pengertian Proses Ekstrusi.  Proses ekstrusi merupakan proses pembentukan logam yang bertujuan untuk mereduksi atau mengecilkan penampang dengan cara ...

Proses Penarikan Dalam, Deep Drawing

Pengertian  Deep Drawing .  Deep drawing merupakan proses pengerjaan logam yang digunakan untuk membentuk lembaran/plat menjadi bentuk seperti mangkuk, p...

Contoh Produk Yang Menggunakan Proses Deep Drawing, Penarikan Dalam

Deep drawing  atau dalam bahasa Indonesia disebut penarikan dalam adalah proses pengerjaan logam yang digunakan untuk membetuk lembaran/plat menjadi produk ...

Sifat Mampu Bentuk Bahan Logam, Deep Drawability

Deep Drawability Baja Lembaran,  Limtting Drawing Ratio, LDR.  Sifat material yang cukup berpengaruh terhadap proses pembentukan deep drawing adalah n...

Daftar Pustaka:

  1. ASM Handbook, 1992, “ Metallography And Microstructures”, Volume 9, American Society For Metal,
  2. Thelning, K. E., 1984, “Steel And Its Heat treatment”, Second Edition, Butterworth.
  3. Ardra.biz, 2019, “Baja hypereutectoid, Baja hypoeutectoid, Beda Komposisi baja dan besi cor, Gambar diagram kesetimbangan fasa besi-besi karbida atau besi-karbon, hubungan temperatur fasa fasa besi dan karbon, Iron and Steel.
  4. Ardra.biz, 2019, “Komposisi Besi Baja, Klasifikasi Jenis Baja, Klasifikasi Jenis Besi Cor/Tuang, Pengertian Besi dan Baja, Pengertian Paduan besi dan karbon, Jenis Baja,
  5. Ardra.Biz, 2019, “Baja hypoeutectoid, Baja hypereutectoid, Ciri Besi cor kelabu, Ciri gray cast iron, warna patahan besi cor kelabu, bentuk grafit besi cor kelabu, kekerasan besi cor kelabu, Ciri Besi cor putih, Ciri white cast iron, warna patahan besi cor putih,
  6. Ardra.biz, 2019, “kekerasa besi cor putih, Ciri Besi cor nodular, Ciri nodular cast iron, warna patahan besi cor nodular, bentuk grafit cor nodular, kekuatan besi cor nodular, Ciri Besi cor bintik, Ciri mottled cast iron, Ciri Besi cor chill, Ciri chilled cast iron,
  7. Ardra.biz, 2019, “warna patahan Ciri Besi cor chill, Ciri Besi cor mampu tempa, malleable cast iron, Cara buat besi cor mampu tempa, Baja austenitic, Baja martensitic, Baja feritik, Baja tahan karat (stainless steel), Baja structural atau baja fabrikasi, Baja karbon , baja paduan,