Proses Reversible, Irreversible Dan Spontan

Proses Reversible

Suatu proses dapat dikatakan reversible jika dalam proses itu fungsi – fungsi keadaan sistem tidak berbeda dengan keadaan lingkungannya dalam kurun waktu yang sangat lama dan tidak terukur.

Proses reversible dicirikan oleh fungsi keadaaan sistem seperti tekanan, temperatur, dan besaran termodinamika lain tidak berbeda dengan keadaan lingkungannya. Pada proses reversible, seolah tidak ada perubahan baik sistem maupun lingkungan. Besaran-besaran termodinamika tidak berbeda antara sistem dan lingkungannya.

Oleh karena itu, proses reversible sesungguhnya tidak pernah terjadi secara alamiah, sebab semua proses yang berlangsugdi alam adalah irreversible atau proses spontan. Proses reversible merupakan proses hipotetik yang dikembangkan oleh pada kimiawan sebagai sarana untuk mempelajari sifat- sifat sistem termodinamika yang alami.

Contoh Proses Reversible

Namun demikian, proses reversible dapat didekati dengan beberapa pertimbangan dan asimsi. Misalnya dengan membuat tahap- tahap sangat kecil dari suatu proses alamiah. Sebagai contoh, proses ekspansi gas dapat dibuat sebagai proses reversibel dengan cara meningkatkan sedikit demi sedikit tekanan sistem dengan laju yang sangat lambat.

Proses reversible dapat dilakukan melalui percobaan, misalnya pada proses perubahan volume gas. Sebanyak satu liter larutan HCL 0,1 M dimasukkan ke dalam wadah yang tutupnya dapat bergerak bebas tanpa gesekan.

Di atas tutup ditambahkan beban dengan berat tertentu, kemudian ke dalam larutan ditambahakan logam seng sedemikian sehingga pembentukan volume gas yang dihasilkan sangat lambat.

Dalam kurun waktu yang cukup lama, volume gas akan bertambah sangat lambat dan tekanan uap gas di atas permukaan cairan juga akan bertambah sangat lambat. Kenaikan tekanan uap gas ini menimbulkan keaikan tekanan sistem, yang berdampak pada kenaikan volume sistem.

Karena kenaikan tekanan sistem sangat perlahan, maka perubahan tekanan sistem tidak berbeda secara signifikan dengan tekanan beban dan tekanan udara luar.

Proses Spontan atau Irreversible

Suatu proses dikatakan spontan jika proses itu berlangsung tanpa ada intervensi dari luar. Misalnya air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Atai listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial yang lebih rendah.

Sedangkan proses sebaliknya tidak akan pernah terjadi secara alamiah. Air tidak akan pernah bisa mengalir secara spontan dari tempat rendah ke tempat tinggi tanpa bantuan dari luar. Listrik tidak dapat mengalir dari potensial rendah ke potenial tinggi.

Contoh Proses tersebut tidak dapat balik (irreversible) secara alamiah. Dengan kata lain, semua proses yang irreversible adalah proses yang berlangsug secara spontan.

Proses spontan adalah proses irreversible, maka perubahan- perubahan fungsi keadaan sistem seperti tekanan, temperatur, volume atau fungsi keadaan lain akan berbeda dari keadaan lingkungannya.

Contoh Proses Spontan atau Irreversible.

Proses spontan dapat berlangsung secara cepat atau lambat, bahkan sangat labat. Ledakan bom adalah contoh proses irreversible yang tentunya merupakan proses spontan dan berlangsung sangat cepat.

Proses korosi atau perkaratan logam besi merupakan contoh proses spontan, tetapi berlangsung sangat lambat, dan sulit untuk diamati. Contoh lainnya adalah perubahan grafit menjadi intan berlangsung spontan dalam waktu ribuan tahun, bahkan jutaan tahun.

Contoh Soal Perhitungan Entalpi Reaksi Kimia.

Perhatikan reaksi pembakaran karbon menjadi gas karbon dioksida seperti ditunjukan dengan persamaan reaksi berikut: Reaksi satu Tahap C + O2   → CO...

Contoh Soal Perhitungan Perubahan Entalpi Reaksi Pembakaran.

Penjelasan Contoh soal berikut merupakan penjelasan tentang perubahan entalpi reaksi yang hanya tergantung pada keadaan awal dan akhir. Entalpi tidak...

Elektron, Proton, Neutron. Partikel Dasar Struktur Atom. Pengertian Penjelasan Contoh.

Atom dibangun oleh partikel- partikel subatom yaitu elektron, proton dan neutron. Proton dan neutron terletak dalam inti atom, sedangkan elektron berada...

Entalpi Reaksi Kimia, Pengertian Penjelasan Contoh Soal Perhitungan.

Pengertian Entalpi. Entalpi adalah kalor yang terlibat dalam suatu reaksi kimia yang dilakukan pada kondisi tekanan tetap. Entalpi dinotasikan dengan...

Gaya van der Waals. Pengertian, Penjelasan Contohnya.

Pengetian . Gaya van der waals adalah  gaya tarik listrik yang terjadi antara partikel – partikel yang memiliki muatan. Partikel – partikel dimaksud dapa...

Hukum Avogadro. Pengertian, Penjelasan Contoh Perhitungan.

Pengertian . Hukum Avogadro menyatakan, bahwa  pada temperatur dan tekanan yang sama, gas- gas dengan volume yang sama, akan mempunyai jumlah molekul ...

Hukum Boyle – Gay Lussac. Pengertian, Penjelasan Contoh Soal Perhitungan

Hukum Boyle – Gay Lussac merupakan gabungan dari tiga hukum yang menjelaskan tentang perilaku variabel gas, yaitu hukum Boyle, Hukum Charles, dan hukum G...

Hukum Faraday Pada Reaksi Sel Elektrokimia, Elektrolisis

Pengertian Definisi Hukum Faraday Michael Faraday adalah seorang pakar Kimia-Fisika Inggris. Faraday menyatakan bahwa sel elektrolisis dapat digunakan...

Hukum Hess, Contoh Perhitungan Entalpi Reaksi Kimia.

Pengertian Hukum Hess. Hukum Hess menyatakan bahwa kalor (dalam hal ini entalpi) yang menyertai suatu reaksi kimia tidak bergantung pada jalan yang ...

Hukum Kekekalan Massa Pada Reaksi Kimia

Pengertian, Definisi Kekekalan Massa Awalnya hukum kekekalan massa diajukan oleh ilmuwann bernama Mikhail Lomonosov (1748) setelah dapat membuktikannya...

Hukum Persamaan Gas Ideal. Pengertian, Penjelasan Contoh Perhitungan

Pengertian. Persamaan gas ideal adalah persamaan yang merepresentasikan hubungan antara tekanan dan volume suatu gas dengan temperatur dan jumlah mol...

Hukum Termodinamika

Hukum Termodinamika Pertama Hukum termodinamika pertama menyatakan konservasi energi bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusahkan, tetapi dapat...

Hukum Termodinamika Kedua.

Pengertian Hukum kedua termodinamika kimia menyatakan arah suatu proses dan kespontanan suatu reaksi. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa, walaupun...

Ikatan Hidrogen. Pengertian, Penjelasan Contohnya

Pengertian. Ikatan hidrogen adalah ikatan tambahan berupa daya tarik listrik antara atom hidrogen dengan unsur elektronegtif, sedangkan kedua atom ini...

Jenis Bahan Pewarna Alami Untuk Makanan

Pengertian Definisi Bahan Pewarna Alami Untuk Makanan Berdasarkan pada fungsinya, zat aditif atau bahan yang ditambahkan pada makanan dapat digolongkan...

Jenis Sumber Bahan Pengawet Alami Untuk Makanan

Pengertian Definisi Bahan Pengawet Di negara tropis seperti Indonesia, temperatur dan kelembaban udara pada umumnya relatif tinggi. Keadaan ini dapat...

Katalis Reaksi Kimia: Fungsi, Sifat, Jenis.

Pengertian Katalis adalah suatu zat yang memiliki fungsi untuk mempercepat terjadinya suatu reaksi atau mempercepat laju reaksi. Akan tetapi katalis...

Kemolaran, Kemolalan, Kenormalan. Pengertian, Penjelasan Contoh Perhitungan

Pengertian Kemolaran. Kemolaran adalah banyaknya mol zat terlarut dalam tiap liter larutan dan dinotasikan dengan huruf  (M) besar. Harga kemolaran ...

Komposisi, Komponen Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak

Pengertian, Definisi Komponen, Komposisi Minyak Bumi. Minyak bumi adalah campuran yang terdiri dari berragam senyawa hidrokarbon, dan sedikit senyawa...

Menentukan Rumus Empiris Senyawa Kimia Molekul. Pengertian, Penjelasan Contoh Soal Perhitungan.

Metoda yang umum digunakan dalam penentuan rumus kimia molekul adalah analisis pengendapan dan analisis pembakaran. Metoda Analisis Pengendapan Metoda...