Pengertian, Karakteristik, Sifat Sistem Koloid

Pengertian Definisi Sistem Koloid

Sistem koloid adalah campuran yang memiliki sifat antara campuran homogen dan campuran heterogen. Diameter partikel koloid lebih besar daripada partikel larutan sejati, tetapi lebih kecil daripada partikel suspensi kasar. Partikel koloid mempunyai diameter lebih besar daripada 10–7 cm dan lebih kecil daripada 10–5 cm atau antara 1–100 nm (1 nm = 10–9 m = 10–7 cm).

Pada dasarnya sifat koloid dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sifat optik dan sifat listrik. Yang termasuk pada Sifat-sifat optik koloid adalah efek Tyndall dan gerak Brown. Sedangkan yang termasuk pada sifat listriknya meliputi sifat elektroforesis, adsorpsi, koagulasi, koloid pelindung, dan dialisis.

1. Efek Tyndall

Efek TyndalI adalah gejala penghamburan cahaya ketika bahan dijatuhi atau disinari oleh seberkas cahaya. Berkas Cahaya akan berhamburan ketika melewati bahan koloid.

Sifat koloid ini dapat digunakan untuk membedakan larutan sejati dan sistem koloid. Larutan  sejati tidak dapat menghamburkan cahaya. Ini artinya, larutan sejati tidak memiliki efek Tyndall, sedangkan sistem koloid mampu menghamburkan cahaya, yang berarti sistem koloid memiliki sifat efek Tyndall.

Gejala efek Tyndall dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti berkas sinar dari proyektor film di bioskop dan berkas cahaya Iampu mobil ketika malam yang berkabut. Warna biru langit disebabkan oleh partikel koloid di udara yang menghamburkan cahaya matahari.

2. Gerak Brown

Partikel koloid terlalu kecil untuk dapat diamati dengan menggunakan mikroskop biasa, namun demikian, sistem koloid dapat diamati dengan menggunakan mikroskop ultra. Mikroskop ultra merupakan mikroskop yang dilengkapi sistem penyinaran khusus dan memiliki daya pisah yang cukup besar. Dengan menggunakan mikroskop ultra partikel-partikel koloid tampak selalu bergerak terus-menerus dengan arah yang tidak menentu. Gerakan partikel koloid ini disebut gerak Brown, karena yang pertama kali mengamati gerakan ini adalah Robert Brown (tahun 1827).

Robert Brown tidak dapat menjelaskan mengapa partikel koloid dapat bergerak secara acak dan berliku. Pada  tahun 1905, gerakan seperti itu dapat dijelaskan secara matematis oleh ilmuwan bernama Albert Einstein. Einstein menjelaskan bahwa partikel yang bergerak dalam suatu medium akan menunjukkan suatu gerakan acak seperti gerak Brown sebagai akibat adanya tumbukan antarpartikel yang tidak merata.

3. Elektroforesis

Zat-zat yang terdispersi dalam sistem koloid dapat memiliki muatan lisrik, sehingga zat tersebut akan terpengaruh oleh medan listrik. Zat koloid yang bermuatan tersebut akan bergerak ke arah elektrode yang muatannya berlawanan. Fenomena migrasi atau gerakan partikel koloid dalam medan listrik ini disebut peristiwa elektroforesis.

Elektroforesis banyak diaplikasikan dalam dunia industri, misalnya pada pelapisan antikarat (cat) untuk body mobil. Partikel-partikel cat yang bermuatan dioleskan/disemprotkan pada body mobil yang dialiri listrik berlawanan dengan muatan cat. Pelapisan logam dengan cat secara elektroforesis lebih kuat dibandingkan cara konvensional seperti pakai kuas atau spray.

4. Adsorpsi

Zat-zat yang terdispersi dalam sistem koloid dapat memiliki sifat listrik pada permukaannya. Sifat ini menimbulkan gaya van der waals bahkan ikatan valensi yang mampu mengikat partikel-partikel zat asing. Gejala penempelan zat asing pada permukaan partikel koloid disebut dengan adsorpsi. Zat-zat teradsorpsi dapat terikat kuat membentuk lapisan yang tebalnya tidak lebih dari satu atau dua lapisan partikel.

Daya adsorpsi partikel koloid Iebih besar dibanding daya adsorpsi partikel larutan sejati. Apabila partikel koloid menyerap ion, maka partikel koloid itu bermuatan listrik, misalnya: koloid besi (III) hidroksida dalam air menyerap ion positif dan koloid arsen (Ill) sulfida menyerap ion negatif.

Sistem koloid akan bermuatan seperti muatan ion yang diadsorpsinya. Jika permukaan partikel koloid mengadsorpsi suatu anion, maka koloid akan bermuatan negatif. Jika permukaan partikel koloid mengadsorpsi suatu kation maka koloid akan bermuatan positif. Jika yang diadsorpsi partikel netral, koloid akan bersifat netral.

5. Koagulasi

Partikel-partikel koloid memiliki kemampuan untuk mengalami penggumpalan atau koagulasi. Metoda koagulasi pada sistem koloid dapat dilakukan secara fisik/mekanik dan secara kimia. Metoda fisik/mekanik dilakukan dengan cara pemanasan, pendinginan, atau pengadukan. Sedangkan metoda kimia dilakukan dengan cara penambahan zat-zat kimia, misalnya zat elektrolit.

Contoh Soal Perhitungan Entalpi Reaksi Kimia.

Perhatikan reaksi pembakaran karbon menjadi gas karbon dioksida seperti ditunjukan dengan persamaan reaksi berikut: Reaksi satu Tahap C + O2   → CO...

Contoh Soal Perhitungan Perubahan Entalpi Reaksi Pembakaran.

Penjelasan Contoh soal berikut merupakan penjelasan tentang perubahan entalpi reaksi yang hanya tergantung pada keadaan awal dan akhir. Entalpi tidak...

Elektron, Proton, Neutron. Partikel Dasar Struktur Atom. Pengertian Penjelasan Contoh.

Atom dibangun oleh partikel- partikel subatom yaitu elektron, proton dan neutron. Proton dan neutron terletak dalam inti atom, sedangkan elektron berada...

Entalpi Reaksi Kimia, Pengertian Penjelasan Contoh Soal Perhitungan.

Pengertian Entalpi. Entalpi adalah kalor yang terlibat dalam suatu reaksi kimia yang dilakukan pada kondisi tekanan tetap. Entalpi dinotasikan dengan...

Gaya van der Waals. Pengertian, Penjelasan Contohnya.

Pengetian . Gaya van der waals adalah  gaya tarik listrik yang terjadi antara partikel – partikel yang memiliki muatan. Partikel – partikel dimaksud dapa...

Hukum Avogadro. Pengertian, Penjelasan Contoh Perhitungan.

Pengertian . Hukum Avogadro menyatakan, bahwa  pada temperatur dan tekanan yang sama, gas- gas dengan volume yang sama, akan mempunyai jumlah molekul ...

Hukum Boyle – Gay Lussac. Pengertian, Penjelasan Contoh Soal Perhitungan

Hukum Boyle – Gay Lussac merupakan gabungan dari tiga hukum yang menjelaskan tentang perilaku variabel gas, yaitu hukum Boyle, Hukum Charles, dan hukum G...

Hukum Faraday Pada Reaksi Sel Elektrokimia, Elektrolisis

Pengertian Definisi Hukum Faraday Michael Faraday adalah seorang pakar Kimia-Fisika Inggris. Faraday menyatakan bahwa sel elektrolisis dapat digunakan...

Hukum Hess, Contoh Perhitungan Entalpi Reaksi Kimia.

Pengertian Hukum Hess. Hukum Hess menyatakan bahwa kalor (dalam hal ini entalpi) yang menyertai suatu reaksi kimia tidak bergantung pada jalan yang ...

Hukum Kekekalan Massa Pada Reaksi Kimia

Pengertian, Definisi Kekekalan Massa Awalnya hukum kekekalan massa diajukan oleh ilmuwann bernama Mikhail Lomonosov (1748) setelah dapat membuktikannya...

Hukum Persamaan Gas Ideal. Pengertian, Penjelasan Contoh Perhitungan

Pengertian. Persamaan gas ideal adalah persamaan yang merepresentasikan hubungan antara tekanan dan volume suatu gas dengan temperatur dan jumlah mol...

Hukum Termodinamika

Hukum Termodinamika Pertama Hukum termodinamika pertama menyatakan konservasi energi bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusahkan, tetapi dapat...

Hukum Termodinamika Kedua.

Pengertian Hukum kedua termodinamika kimia menyatakan arah suatu proses dan kespontanan suatu reaksi. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa, walaupun...

Ikatan Hidrogen. Pengertian, Penjelasan Contohnya

Pengertian. Ikatan hidrogen adalah ikatan tambahan berupa daya tarik listrik antara atom hidrogen dengan unsur elektronegtif, sedangkan kedua atom ini...

Jenis Bahan Pewarna Alami Untuk Makanan

Pengertian Definisi Bahan Pewarna Alami Untuk Makanan Berdasarkan pada fungsinya, zat aditif atau bahan yang ditambahkan pada makanan dapat digolongkan...

Jenis Sumber Bahan Pengawet Alami Untuk Makanan

Pengertian Definisi Bahan Pengawet Di negara tropis seperti Indonesia, temperatur dan kelembaban udara pada umumnya relatif tinggi. Keadaan ini dapat...

Katalis Reaksi Kimia: Fungsi, Sifat, Jenis.

Pengertian Katalis adalah suatu zat yang memiliki fungsi untuk mempercepat terjadinya suatu reaksi atau mempercepat laju reaksi. Akan tetapi katalis...

Kemolaran, Kemolalan, Kenormalan. Pengertian, Penjelasan Contoh Perhitungan

Pengertian Kemolaran. Kemolaran adalah banyaknya mol zat terlarut dalam tiap liter larutan dan dinotasikan dengan huruf  (M) besar. Harga kemolaran ...

Komposisi, Komponen Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak

Pengertian, Definisi Komponen, Komposisi Minyak Bumi. Minyak bumi adalah campuran yang terdiri dari berragam senyawa hidrokarbon, dan sedikit senyawa...

Menentukan Rumus Empiris Senyawa Kimia Molekul. Pengertian, Penjelasan Contoh Soal Perhitungan.

Metoda yang umum digunakan dalam penentuan rumus kimia molekul adalah analisis pengendapan dan analisis pembakaran. Metoda Analisis Pengendapan Metoda...