Khasiat-Manfaat Propolis Bagi Kesehatan

Khasiat Senyawa Yang Terkandung Dalam Propolis

Dengan berbagai zat yang terkandungnya, propolis memiliki sejumlah khasiat dan manfaat yang secara tradisional sudah sejak lama digunakan untuk pengobatan, menjaga stamina dan kebutuhan lainnya.

Flavonoid yang terkandung dalam propolis mampu mencegah terbentuknya prostaglandin yang menyebabkab rasa nyeri. Flovanoid dapat menstimulasi sel darah putih dan meningkatkan memampuannya dalam menghadapi serangan sumber penyakit.

Selain itu flavonoid bertindak sebagai antinyeri, atau anestetik, antacid, antibiotic, antijamur, antiradiasi, antiinflamasi, antialergi, antiseptic, antitumor, dan sebagai pengawet.

Sedangkan bioflavonoid digunakan untuk mengatasi radang gusi, sariawan, dan sejumlah ganguan mulut lainnya.

Senyawa ikatan fenol memiliki khasiat sebagai antibiotic, antibakteri, antijamur, dan antioksidan.

Sekarang ini, lilin lebah yang terkandung dalam propolis sudah diketahui sebagai zat yang mampu mengobati luka bakar.

Minyak esensial memiliki aroma yang khas dan bersifat volatile. Minyak ini berperan sebagai antibakteri dan antijamur.

Arginin yang terkandung dalam pollen memberi pengaruh positif terhadap proses produksi asam nukleat atau DNA sehingga dapat menstimulasi regenerasi jaringan.

Penyakit Yang Dapat Diobati Dengan Propolis

Propolis mengandung sejumlah senyawa yang berkhsiatnya sehingga dapat digunakan untuk pengobatan berbagai jenis penyakit seperti:

  • Penyakit endokrin: diabetes mellitus, hipertensi dan penyakit jantung
  • Penyakit kulit: ulkus dekubitus, luka bakar, herpes, cacar air, keriput dan psoriasis, jerawat, kutil dan luka kecil,
  • Penyakit saluran kemih dan reproduksi: infeksi saluran kemih, radang prostat, keputihan, endometriosis,
  • Penyakit saluran pernapasan: radang tenggorokan,  bronchitis, asma, influenza.
  • Penyakit otot dan tulang: regenerasi tulang, radang sendi
  • Penyakit mata: infeksi mata, iritasi dan luka di sekitar mata
  • Penyakit saluran cerna: maag, radang usus besar,
  • Penyakit gigi dan mulut
  • Penyakit inflamasi, peradangan: nyeri akibat peradangan, alergi
  • Penyakit pendengaran
  • Penyakit infeksi,
  • Penyakit kanker

Cara Pemakaian Propolis

Sebagai bahan yang digunakan untuk pengobatan ataupun terapi, dosis propolis sangat lebar, mulai dari 500 miligram sampai dengan 3 gram perhari. Untuk itu, sebelum memakai propolis sebagai obat, maka sangat dianjurkan untuk mengetahui dengan cermat penyakit dan kondisi tubuhnya. Pelajari dengan baik label yang tertera dalam kemasan propolis yang berisi tentang komposisi, dosis dan tata cara pemakaian.

Untuk menghindari keraguan, dapat dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahlinya. Sebaiknya gunakan dosis mengikuti anjuran label kemasan atau petunjuk dokter.

Tabel di bawah menunjukkan dosis pemakaian propolis sesuai dengan kebutuhan tubuh dan jenis penyakitnya.

Dosis Pemakaian Propolis

Dosis Pemakaian Propolis

Yang Terlarang Dari Propolis

Pada umumnya konsumsi propolis dapat ditoleransi baik oleh kebanyakan orang dewasa. Namun demikian, sebagian orang mendapatkan alergi akibat mengkonsumsi propolis. Alergi yang ditimbulkan dapat berupa gejala pembengkakan, kemerahan, eksim atau demam.

Kontra indikasi akibat pemakaian propolis, umumnya terjadi pada seseorang yang mempunyai riwayat alergi terhadap produk lebah. Alergi juga dapat timbul pada wanita yang sedang hamil atau pada ibu yang sedang menyusui.

Pada pemakaian luar, propolis dapat menyebabkan rasa terbakar, iritasi, gatal, atau bengkak, terutama pada seseorang yang memiliki kulit yang sensitive. Namun demikian kasus ini sangat jarang terjadi, hanya satu orang yang mengalami efek samping dari seribu orang yang mengkonsumsi propolis.

  1. Senyawa Yang Terkandung Dalam Propolis