Karbohidrat: Fungsi Sifat Struktur Jenis Monosakarida Disakarida Polisakarida Fungsi Uji Molisch Fehling Iodin Benedict Tollens Seliwanof

Pengertian  Karbohidrat. Karbohidrat merupakan zat gizi yang terdiri dari zat organik dengan kandungan unsur-unsur seperti karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat memiliki rumus kimia Cn(H2O)n. Rumus ini mengandung arti bahwa zat karbon diikat dengan air, atau dihidrasi, sehingga diberi nama karbohidrat.


Struktur Karbohidrat

Senyawa yang termasuk karbohidrat memiliki gugus fungsi, yaitu gugus –OH, gugus aldehida atau gugus keton.

Struktur karbohidrat mempunyai hubungan dengan sifat kimia yang ditentukan oleh gugus fungsi, dengan sifat fisika yaitu  aktivitas optik.

Rumus Fischer Karbohidrat

Secara umum rumus korbohidrat dapat dinyatakan seperti berikut

Gambar Rumus Struktur Fischer Karbohidrat
Gambar Rumus Struktur Fischer Karbohidrat

Dengan Keterangan:

  • Garis horizontal menunjukkan ikatan yang terdapat di muka bidang kertas.
  • Garis vertical menunjukkan ikatan yang terdapat di sebelah belakang bidang kertas.

Rumus Haworth Karbohidrat

Senyawa karbohidrat dapat dinyatakan dengan rumus Haworth seperti berikut

Gambar Rumus Struktur Haworth Karbohidrat
Gambar Rumus Struktur Haworth Karbohidrat

Aktivitas Optik Karbohidrat

Senyawa yang dapat menyebabkan terjadinya pemutaran cahaya terpolarisasi dikatakan mempunyai sifat aktivitas optik. Senyawa yang memutar cahaya terpolarisasi ke kanan diberi tanda positif (+) atau huruf kecil d (dekstro), sedangkan yang memutar cahaya terpolarisasi ke kiri diberi tanda negative (–) atau huruf kecil l (levo).

Konfigurasi Molekul Karbohidrat

Dengan menggunakan acuan letak OH pada atom C kedua sebelum terakhir, monosakarida diberi awalan D, jika OH terletak di kanan dan L jika OH terletak di kiri.

Konfigurasi Molekul Karbohidrat
Konfigurasi Molekul Karbohidrat

Rumus Jumlah Isomer Senyawa Karbohidrat

Menurut Van’t Hoff, untuk senyawa yang memiliki n atom C asimetris akan memiliki isomer optis sebanyak 2n.

Jumlah Isomer = 2n

n = jumlah atom C asimetris

Contoh Gliserida mempunyai sebuah atom C asimetris, maka banyaknya isomer optis adalah

21 = 2,

Isomer gliserida adalah D-gliserida dan L-gliserida.

Contoh lainnya adalah senyawa glukosa memiliki 4 atom C asimetris yaitu atom C nomor 2, 3, 4, dan 5, sehingga jumlah isomer glukosa adalah

Jumlah Isomer = 2n

n = 4

Jumlah isomer = 24 = 16.

Jenis Jenis Karbohidrat

Karbohidrat yang memiliki rasa manis, biasanya disebut gula, atau sakar. Molekul dasar dari karbohidrat disebut monosakarida atau monosa. Dua monosa dapat saling terikat membentuk disakarida atau diosa, dan tiga monosakarida yang saling terikat disebut trisakarida atau triosa.

Sedangkan ikatan yang lebih daripada tiga monosakarida disebut polysakarida atau poliosa. Polisakarida yang mengandung sedikit monosakarida disebut oligosakarida.

Penggolongan karbohidrat atau sakarida umumnya didasarkan pada jumlah atom C yang dikandungnya.

Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan polihidroksialdehid atau polihroksiketon. Berdasar reaksi hidrolisisnya karbohidrat digolongkan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida.

1). Monosakarida

Monosakarida adalah satuan unit terkecil dari karbohidrat yang paling sederhana sehingga tidak dapat dihidrolisis menjadi karbohidrat yang lebih sederhana lagi.

Berdasarkan gugusnya, monosakarida dapat digolongkan menjadi golongan aldose yang mengandung gugus aldehid dan ketosa yang mengandung gugus keton.

Golongan aldosa terdiri atas glukosa dan galaktosa sedang yang termasuk ketosa adalah fruktosa.

Struktur Fischer Monosakarida Glukosa Galaktosa Fruktosa
Struktur Fischer Monosakarida Glukosa Galaktosa Fruktosa

a). Glukosa – Gula Anggur

Monosakarida sering disebut sebagai gula darah karena terkandung dalam darah, dan sering juga disebut sebagai gula anggur karena ditemukan dalam buah anggur, atau dekstrosa karena dapat  memutar bidang polarisasi ke kanan.

Glukosa digunakan makhluk hidup sebagai sumber energi. Glukosa relatif kurang manis dibandingkan sukrosa, tetapi lebih manis daripada xilosa. Glukosa terbentuk dari hidrolisis pati, glikogen, maltosa, dan dapat diragikan menjadi etanol dan gas CO2.

Glukosa disebut juga destrosa, karena bersifat dekstro. Glukosa mempunyai putaran optik ke kanan (dekstro), ditulis D(+) glukosa (memutar bidang polarisasi ke kanan 52°).

Arah rotasi tidak dapat ditetapkan dari konfigura-sinya, tetapi dari eksperimen. Struktur terbuka α D(+) glukosa jika dilarutkan dalam air membentuk struktur melingkar disebut siklohemiasetal.

Hal ini terjadi karena reaksi gugus aldehida dengan gugus alkohol dalam 1 molekul (pada atom C nomor 5).

Rumus Haworth Struktur Glukosa – Gula Anggur
Rumus Haworth Struktur Glukosa – Gula Anggur

Sifat Sifat Glukosa

Sifat-Sifat glukosa adalah sebagai berikut.

  • Glukosa berupa zat padat berwarna putih yang mudah larut dalam air. Adanya gugus OH dalam molekul glukosa menyebabkan glukosa bersifat polar dan terjadi ikatan hoidrogen baik antar molekul glukosa maupun dengan air.
  • Glukosa bersifat optis aktif putar kanan sehingga disebut dekstrosa. Larutan glukosa yang baru memiliki daya putar 113° kemudian menjadi 52°. Peristiwa perubahan besarnya daya putar bidang polarisasi disebut mutarotasi.
  • Dapat dioksidasi (dapat mereduksi) menjadi asam glukonat.
  • Dapat mengalami fermentasi (peragian) menjadi alkohol dan gas CO2 dengan enzim zimasa.

b). Fruktosa – Levulosa – Gula buah

Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisassi ke kiri, karenanya disebut juga levulosa. Fruktosa memutar bidang polarisasi ke kiri dengan sudut 92° sehingga ditulis D (–) fruktosa.

Gambar Rumus Struktur Haworth Fruktosa – Levulosa – Gula Buah
Gambar Rumus Struktur Haworth Fruktosa – Levulosa – Gula Buah

Fruktosa merupakan ketoheksosa yang terbentuk dari hidrolisis sukrosa, insulin (pati dari dahlia).

Fruktosa terdapat dalam buah-buahan, madu, maupun dalam sukrosa. Fruktosa merupakan gula termanis dengan kadar kemanisan 173,3. Fruktosa merupakan contoh monosakarida yang mengandung keton.

Sifat Sifat Fruktosa

Sifat-sifat fruktosa adalah sebagai berikut.

– Fruktosa merupakan zat padat yang berwarna putih mudah larut dalam air.

– Bersifat optis aktif putar kiri, sehingga disebut levulosa.

– Dapat mereduksi larutan fehling dan tollens

– Dapat mengalami fermentasi menjadi alkohol dan karbondioksida.

c). Galaktosa

Galaktosa terdapat dalam disakarida laktosa dalam keadaan terikat dengan glukosa. Galaktosa mempunyai sifat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan.

Galaktosa mempunyai rasa kurang manis daripada xilosa, tetapi lebih manis daripada laktosa. Gula ini kurang larut dalam air.

d). Xilosa

Xilosa tidak terdapat bebas di alam, tetapi dapat diperoleh dari proses hidrolisis terhadap jerami atau kayu. Xilosa terdapat pada urine seseorang yang disebabkan oleh suatu kelainan pada metabolisme karbohidrat.

Kondisi seseorang yang demikian disebut pentosuria.  Xilosa mempunyai tingkat kemanisan lebih tinggi dibandingkan dengan maltosa.

e). Ribosa Dan Deoksiribosa

Ribosa adalah monosakarida yang membentuk Sebagian kerangka polimer dari asam-asam nukleat.

Gambar Rumus Haworth Struktur Ribosa Dan Deoksiribosa
Gambar Rumus Haworth Struktur Ribosa Dan Deoksiribosa

Ribosa mengandung 5 atom C atau pentosa yang sangat penting adalah aldopentosa yang disebut ribosa, terdapat dalam RNA (Ribonucleic Acid = asam deoksiribosa).

Disakarida

Disakarida merupakan karbohidrat yang tersusun atas dua satuan monosakarida dengan pelepasan air.

Dua molekul monosakarida pada disakarida dihubungkan dengan ikatan C– O–C yang disebut ikatan glikosida. Rumus molekul disakarida adalah C12H22O11.

Pada hidrolisis akan terbentuk monosakarida- monosakarida penyusunnya.  Disakarida yang penting adalah sukrosa (gula tebu), maltosa (gula pati), dan laktosa (gula susu).

a). Sukrosa

Disakarida sukrosa adalah gula pasir yang dikenal sehari hari. Sukrosa terdapat pada tebu dan bit, dan pada tumbuhan lain seperti buah nanas dan wortel.

Hidrolisis dengan enzim sukrase, sukrosa akan terpecah dan menghasilkan satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Sukrosa umumnya digunakan sebagai zat pemanis secara langsung dan untuk mengawetkan buah dalam kaleng.

Gambar Rumus Haworth Struktur Sukrosa
Gambar Rumus Haworth Struktur Sukrosa

Sukrosa terjadi karena penggabungan D(+) glukosa dengan D(–) fruktosa. Sukrosa tidak bersifat reduktor, tetapi dapat diragikan.

Pada hidrolisis sukrosa dengan pengaruh enzim invertase akan terjadi perubahan arah putaran bidang polarisasi dari positif (ke kanan) menjadi ke negative (ke kiri). Peristiwa ini disebut inversi gula tebu. Campuran yang dihasilkan disebut gula invert.

Sifat Sifat Sukrosa

Sifat-sifat sukrosa diataranya adalah:

– Sukrosa bersifat optis aktif berputar ke kanan.

– Sukrosa tidak dapat mereduksi larutan Fehling dan Tollens.

– Sukrosa dapat mengalami hidrolisis menghasilkan glukosa dan fruktosa dengan enzim invertase.

– Hidrolisis sukrosa disertai inversi, yaitu perubahan arah putar bidang polarisasi cahaya dari arah kanan ke kiri (sehingga sukrosa disebut gula invert)

– Dapat larut dalam air dan pada pemanasan yang kuat menghasilkan karamel.

b). Maltosa

Maltosa merupakan disakarida utama yang diperoleh dari hidrolisis pati. Hidrolisis maltosa dengan enzim maltase akan menghasilkan dua molekul glukosa.

Maltosa tersusun atas 2 molekul D(+) glukosa dengan melepas air. Oleh karena itu, hidrolisis maltosa dengan enzim maltase akan dihasilkan glukosa.

Gambar Rumus Haworth Struktur Maltosa
Gambar Rumus Haworth Struktur Maltosa

Maltosa mudah larut dalam air dan mempunyai rasa lebih manis daripada laktosa, tetapi kurang manis daripada sukrosa.

Maltosa digunakan dalam makanan bayi dan susu bubuk beragi (malted milk).

Sifat Sifat Maltosa

Sifat-sifat maltose diantaranya adalah

– Dapat mereduksi larutan fehling maupun tollens

– Dapat dihidrolisis menghasilkan glukosa dengan enzim maltase

– Larut dalam air

– Bersifat optis aktif putar kanan

Laktosa

Laktosa merupakan disakarida alamiah yang dijumpai hanya pada binatang menyusui. Air susu sapi dan manusia mengandung sekitar 5 % laktosa. Laktosa diperoleh secara komersial sebagai hasil samping pabrik keju.

Laktosa tersusun atas satu molekul D-glukosa dan 1 molekul D-galaktosa. Karena itu, hidrolisis laktosa menghasilkan glukosa dan galaktosa  terjadi dengan bantuan asam atau enzim laktase.

Gambar Rumus Haworth Struktur Laktosa
Gambar Rumus Haworth Struktur Laktosa

Laktosa terdapat dalam susu mamalia sebanyak 4 – 5%. Laktosa tidak manis seperti gula lain dan tak dapat diragikan. Laktosa merupakan serbuk tak berwarna dan sedikit larut dalam air.

Sifat Sifat Laktosa

Sifat-sifat laktosa adalah:

– Dapat mereduksi larutan Fehling

– Dapat dihidrolisis menghasilkan glukosa dan galaktosa dengan enzim laktase

– Senyawa laktosa sedikit larut dalam air

– Laktosa bersifat optis aktif berputar ke kanan

Polisakarida

Pada umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada monosakarida dan disakarida. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida.

Polisakarida mempunyai rumus umum: (C6H10O5)n. Polisakarida adalah karbohidrat yang disusun oleh lebih dari delapan unit monosakarida.

Senyawa-senyawa penting polisakarida: amilum (pati), glikogen, dan selulosa.

a). Amilum

Amilum atau dalam kehidupan sehari-hari disebut pati, merupakan polisakarida yang terdapat banyak di alam terutama pada sebagian besar tumbuhan. Amilum merupakan polimer glukosa dalam bentuk ikatan alfa, yang terdiri atas kurang lebih 500 unit.

Gambar Rumus Struktur Haworth Amilum
Gambar Rumus Struktur Haworth Amilum

Amilum (pati) merupakan sumber karbohidrat yang terbentuk dari proses fotosintesis tumbuhan. Amilum terdapat sebagai persediaan makanan tumbuh-tumbuhan.

Amilum terdapat pada umbi, batang, daun, dan biji-bijian. Amilum terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa, yaitu amilosa (antara 20 – 28 %) dan sisanya amilopektin.

Pada hidrolisis amilum terjadi zat antara yaitu dekstrin. Dekstrin merupakan polisakarida dan digunakan untuk perekat. Dekstrin dengan iodium memberikan warna merah. Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan bantuan enzim amilase.

Sifat Sifat Amilum

Sifat-sifat amilum (pati) adalah sebagai berikut.

  • Amilum tidak larut dalam air dan memberi warna biru dengan larutan iodium. Dengan larutan iodium memberikan warna biru karena adanya amilosa.
  •  
  • Amilum terdiri atas dua bagian, bagian yang lurus disebut amilosa dan bagian yang bercabang disebut amilopektin.
  • Tidak dapat mereduksi pereaksi Fehling.
  • Pada hidrolisis dengan asam encer mula mula terbentuk dekstrin dan akhirnya glukosa.

b). Glikogen

Glikogen terdiri atas satuan-satuan D-glukosa, kurang lebih 1.000 unit, merupakan makanan cadangan yang terdapat dalam hati dan otot, jaringan hewan menyusui, dan manusia.

Hati berfungsi sebagai tempat pembentukan glikogen dari glukosa. Jika kadar glukosa dalam darah bertambah, maka sebagian diubah menjadi glikogen sehingga kadar glukosa dalam darah normal kembali dan begitu sebaliknya.

Sedangkan glikogen yang ada dalam otot digunakan sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Di alam, glikogen terdapat pada kerang, alga, atau rumput laut.

Sifat Sifat Glikogen

Sifat-sifat glikogen diantaranya adalah

– Dengan iodium memberi warna merah.

–  Mereduksi larutan Fehling.

– Glikogen disebut juga pati hewan yang tidak larut dalam air dengan iodium memberi warna merah.

– Pada hidrolisis dengan enzim amilosa (dari pankreas) terurai menjadi maltosa dan kemudian menjadi glukosa.

c). Selulosa

Selulosa terdapat dalam tumbuhan sebagai bahan pembentuk dinding sel. Serat kapas boleh dikatakan seluruhnya adalah selulosa. Selulosa tidak dapat dicerna dalam tubuh manusia, sehingga tidak dapat digunakan sebagai bahan makanan.

Selulosa terdiri atas satuan D-glukosa yang terdiri atas 1.000 – 3.000 unit yang menyebabkan sulit  untuk dicerna oleh enzim manusia.

Gambar Rumus Struktur Haworth Selulosa
Gambar Rumus Struktur Haworth Selulosa

Akan tetapi selulosa yang terdapat sebagai serat tumbuhan, sayur-sayuran, atau buah-buahan berguna untuk memperlancar pencernaan makanan. Namun tentu saja jumlah serat yang terdapat dalam bahan makanan tidak boleh terlalu banyak.

Sifat Sifat Selulosa

Sifat-sifat selulosa:

  • Selulosa tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pereaksi Scheitzer, yaitu larutan tetramino tembaga (II) hidroksida.
  • Selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia tetapi dapat dicerna oleh sapi dan hewan lain dengan bantuan bakteri. Dengan asam encer dapat terhidrolisis menjadi glukosa.
  • Dengan HNO3 pekat dan H2SO4 pekat terjadi selulosa nitrat yang digunakan untuk pembuatan film dan cat semprot.

Manfaat  Selulosa:

  • Metil selulosa digunakan dalam pembuatan plastik film.
  • Selulosa asetat digunakan untuk membuat film tak terbakar.
  • Selulosa nitrat (kapas peledak) digunakan untuk bahan peledak.

Percobaan Uji Identifikasi Karbohidrat

Sifat- sifat kimia karbohidrat berhubungan dengan gugus fungsi yang terdapat dalam molekul, seperti gugus hidroksi, aldehid, dan keton.

Beberapa sifat kimia karbohidrat dapat digunakan untuk mengidentifikasi senyawa karbohidrat.

Monosakarida dan beberapa disakarida memiliki sifat reduktor, terutama dalam suasana basa. Sifat reduktor ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat.

1). Uji Molisch

Reagent uji Molisch terdiri atas larutan a–naftol dalam alkohol. Uji Molisch dilakukan dengan cara meneteskan larutan alfanaftol pada larutan atau suspense karbohidrat, kemudian asam sulfat pekat secukupnya.

Jika pereaksi ini ditambahkan ke dalam larutan glukosa, kemudian ditambah H2SO4 pekat maka akan terbentuk dua lapisan zat cair.

Pada batas antara kedua lapisan itu terbentuk cincin warna ungu akibat terjadi reaksi kondensasi antara a–naftol dan furfural (furfural terbentuk akibat dehidrasi glukosa oleh H2SO4).

2). Uji Fehling

Reagen atau Pereaksi Fehling terdiri atas dua macam larutan, yaitu larutan Fehling A dan Fehling B. Larutan Fehling A adalah larutan CuSO4, sedangkan Fehling B adalah larutan kalium- natrium- tartrat dan NaOH dalam air. Kedua macam larutan ini disimpan secara terpisah dan dicampur ketika akan digunakan.

Glukosa, galaktosa, maltosa mengandung gugus aldehid, sehingga dengan perekasi Fehling memberikan uji yang positif yang ditandai dengan terbentuknya endapan merah.

Fruktosa meskipun tidak mengandung gugus aldehid juga menimbulkan endapan merah dengan pereaksi Fehling karena banyak mengandung gugus hidroksil. Sehingga gula gula tersebut disebut gula pereduksi (mereduksi pereaksi fehling).

3). Uji Iodin

Uji Iodin dilakukan dengan penambahan iodium pada sampel polisakarida yang menyebabkan terbentuknya kompleks dan menghasilkan absorbsi berwarna spesifik.

Polisakarida penting, seperti amilum, glikogen, dan selulosa dapat ditunjukkan dengan cara ditetesi larutan iodin sehingga terbentuk warna biru ungu untuk amilum, cokelat merah untuk glikogen, dan cokelat untuk selulosa.

Uji Iodin dapat membedakan antar amilum, glikogen dan selulosa dari warna hasil reaksinya seperti berikut

Amilum + I2 → biru

Penambahan Iodium pada Suspensi Amilum (Pati) akan menghasilkan senyawa kompleks yang berwarna Biru

Glikogen + I2 → merah cokelat

Penambahan Iodium pada Suspensi Glikogen akan menghasilkan senyawa kompleks yang berwarna merah Kecokelatan

Selulosa + I2 → Cokelat

Penambahan Iodium pada Suspensi Selulosa akan menghasilkan senyawa kompleks yang berwarna Cokelat.

4). Uji Benedict

Pereaksi uji Benedict adalah larutan tembaga (II) sulfat, natrium karbonat dan natrium sitrat. Glukosa dapat mereduksi ion Cu2+ dari tembaga (II) sulfat menjadi ion Cu+, selanjutnya diendapkan sebagai Cu2O.

Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau, kuning atau merah bata, bergantung pada konsentrasi karbohidrat.

Pereaksi Benedict banyak digunakan untuk uji glukosa dalam urine dibandingkan pereaksi Fehling. Jika dalam urine terdapat asam urat atau kreatinin, senyawa ini dapat mereduksi Fehling, tetapi dengan pereaksi Benedict tidak terjadi reduksi.

5). Uji Tollens

Pereaksi pada uji Tollens adalah larutan Ag₂O dalam NH₄OH. Uji Tollens positif terhadap pereduksi seperti glukosa, galaktosa, dan maltosa yang ditandai dengan terbentuknya cermin perak pada dinding tabung.

6). Uji Seliwanof

Reagen pereaksi uji Seliwanoff ini terdiri dari resorsinol dan asam klorida pekat.  Uji seliwanof bertujuan untuk mengetahui adanya katosa (karbohidrat yang mengandung gugus keton).

Pada uji seliwanoff terjadi perubahan oleh HCI panas menjadi asam levulinat dan hidroksilmetil furfural. Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasilkan warna merah pada larutannya.

Fruktosa dan sukrosa merupakan dua jenis gula yang memberikan uji positif. Sukrosa menghasilkan uji positif karena ia adalah disakarida yang terdiri dari furktosa dan glukosa.

Fungsi Karbohidrat Dalam Tubuh Manusia

Karbohidrat merupakan salah satu sumber utama energi bagi tubuh manusia. Ada tiga sumber energi yang terdapat pada manusia yaitu karbohidrat, lemak dan protein. Dari sisi harga, karbohidrat merupakan sumber energi yang paling murah.

Karbohidrat yang tidak dapat dicerna akan mengisi volume atau ruang lambung dan usus, sehingga memberikan efek rasa kenyang. Karbohidrat yang tidak dapat dicerna memberikan ransangan mekanis dan melancarkan gerak peristaltic yang dapat melancarkan aliran bubur makanan atau chymus melalui saluran pencernaan dan memudahkan pembuangan tinja atau de-faekasi.

Salah satu bentuk karbohidrat adalah glikogen. Glikogen merupakan karbohidrat yang mudah digunakan jika tubuh memerlukan banyak energy. Glikogen disimpan dalam otot dan hati sebagai cadangan atau simpanan energy.

Karbohidrat juga merupakan bagian dari struktur sel dalam bentuk glycoprotein.  Glycoprotein ini merupakan reseptor selular yang  terdapat pada permukaan membrane sel. Sebagian diantaranya merupakan reseptor bagi hormone.

Makanan Sumber Karbohidrat

Sumber utama karbohidrat dalam makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan, dan hanya sedikit yang berasal dari makanan hewani.  Dalam tumbuhan, karbohidrat terdapat sebagai zat tepung atau amylum dan zat gula, atau mono dan disakarida.

Zat tepung tumbuhan terdapat pada biji, akar dan batang, sedangkan zat gula terdapat pada daging buah, atau cairan tumbuhan dalam batang seperti tebu. Pada hewan, karbohidrat terdapat pada otot, atau daging dan hati dalam bentuk glikogen. Karbohidrat dalam hewani terdapat dalam jumlah yang terbatas.

Bahan makanan pokok umumnya merupakan sumber utama karbohidrat. Di Indonesia makanan pokok adalah beras, akar dan umbi, ekstra tepung dan sagu. Sedangkan  tumbuhan lainnya yang juga banyak mengandung karbohidrat misalnya: nangka, sukun, pisang, sawo, dan kelewih.

Fungsi Manfaat Lemak Bagi Tubuh Manusia

Pengertian Definisi Lemak Lemak merupakan ikatan organic yang terdiri atas unsure-unsur karbon, hydrogen dan oksigen, dengan sifat dapat larut dalam…

Fungsi Manfaat Protein Bagi Tubuh Manusia

Pengertian Definisi Protein Protein berasal dari kata Yunani yaitu proteios, yang artinya “yang pertama” atau “yang terpenting”. Artinya protein merupak…

Asam Amino Protein: Pengertian Sifat Fungsi Contoh Jenis Struktur Uji Protein Biuret Xantoproteat Belerang Millon Hopkins-Cole Nitroprusida Sakaguchi Ninhidrin

Pengertian Asam Amino: Asam amino adalah asam karboksilat yang mengandung gugus amino (NH2 ). Semua asam amino merupakan zat padat yang bersifat optis...

Cara Virus Mempertahankan Hidup Dan Berkembang Biak.

Pengertian Definisi Virus.  Kata virus dalam bahasa latin berarti cairan berlumpur atau racun. Hal ini dikarenakan sebagian besar virus menyebabkan penyakit ...

Cara, Mekanisme Antibodi Melawan Penyakit, Virus, Bakteri, Jamur

Pengertian Antibodi.  Semua kuman penyakit seperti virus, bakteri dan jamur memiliki zat/senyawa kimia pada permukaannya yang disebut antigen . Antigen...

Fungsi Asam Lambung Bagi Tubuh Manusia

Pengertian Asam Lambung.  Lambung merupakan salah satu saluran cerna dari sistem pencernaan dalam tubuh manusia. Lambung merupakan sebuah kantong besar ...

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Karbohidrat: Sifat Struktur Jenis Monosakarida Disakarida Polisakarida Fungsi Uji Molisch Fehling Iodin Benedict Tollens Seliwanof, Jenis Polisakarida Sifat Struktur Amilum Glokogen Selulosa, Jenis Monosakarida Sifat Struktur Glukosa Fruktosa Galaktosa Xilosa, Jenis Disakarida Sifat Strukur Sukrosa Laktosa Maltosa, Fungsi Uji Molisch Fehling Iodin Benedict Tollens Seliwanof,