Pengertian, Perhitungan Simpanan Deposito Berjangka

Pengertian Simpanan Deposito

Simpanan deposito dapat diartikan sebagai simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.

Deposito atau Time Deposito merupakan salah satu tempat bagi nasabah untuk melakukan investasi dalam bentuk surat-surat berharga. Pemilik deposito biasa disebut sebagai deposan. Deposan akan menerima imbal jasa atas depositonya dalam bentuk bunga.

Bunga deposito yang diberikan kepada deposan (nasabah) merupakan bunga tertinggi dibanding dengan bunga simpanan Giro atau Tabungan.   Oleh karenanya, Deposito dianggap oleh sebagian bank sebagai dana mahal.

Bank mendapatkan keuntungan dari simpanan deposito mengingat jangka waktu simpanan relatif lama, sehingga frekuensi pencairan yang jarang. Bank dapat dengan leluasa menggunakan dana tersebut untuk keperluan penyaluran kredit.

Uang yang disimpan dalam bentuk Deposito dapat dicairkan pada waktu tertentu sesuai dengan perjajiannya. Jika nasabah deposan menyimpan uangnya untuk jangka waktu tiga bulan, maka uang tersebut baru dapat ditarik atau dicairkan setelah jangka waktu tersebut berakhir yaitu setelah tiga bulan. Tanggal   pada saat Penarikan dapat dilakukan disebut dengan tanggal jatuh tempo. Penarikan deposito sebelum jatuh tempo pada bank tertentu akan dikenakan denda atau penalty rate sebagai denda akibat pembatalan perjanjian.

Pengertian Deposito Berjangka

Deposito berjangka dapat diartikan sebagai deposito yang diterbitkan menurut jangka waktu tertentu. Umumnya jangka waktu deposito adalah 1, 2, 3, 6, 12, 18 sampai dengan 24 bulan. Deposito diterbitkan bisa atas nama perorangan atau lembaga. Artinya dalam bilyet deposito (dokumen resmi yang dikeluarkan bank sebagai bukti deposito) tercantum nama indentitas seseorang atau lembaga bisa perusahaan atau lainnya.

Deposan mendapat imbalan berupa bunga yang nilainya sesuai dengan yang berlaku saat deposito berjangka dibuka. Pencairan bunga deposito dapat dilakukan setiap bulan atau setelah jatuh tempo sesuai jangka waktunya. Penarikannya dapat secara tunai maupun nontunai. Deposan akan dikenai pajak atas bunga yang diterimanya.

Contoh Soal Perhitungan Deposito Berjangka

Nasabah menyimpan uangnya sebesar Rp 100.000.000 dalam deposito berjangka untuk 6 bulan dengan bunga deposito12 persen pertahun dan pajak atas bunga yang diterima sebesar 15 persen. Pembayaran bunga secara tunai dan diambil tiap bulan.

Pertanyaan:

Berapa jumlah bunga yang diterima nasabah setiap bulan?

Jawab:

Jumlah Bunga = (1 bulan/12 bulan) Rp 100.000.000 x 12%

Jumlah Bunga = Rp 1.000.000

Pajak atas Bunga = 15% x Rp 1.000.000 = 150.000

Sehingga jumlah bunga bersih yang diterima adalah:

Jumlah Bunga Bersih = Rp 1.000.000 – Rp 150.000

Jumlah Bunga Bersih = Rp 850.000 ini adalah bunga yang diterima oleh Nasabah setiap bulan selama enam bulan.

Cara Menilai, Menentukan Kesehatan Bank

Kesehatan bank dapat dilihat dari beberapa aspek dengan kriteria dan tata cara penilaian sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia....

Faktor Penyebab, Cara Penyelesaian, Penyelamatan Kredit Macet

Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet Kredit macet dapat ditimbulkan oleh dua kemungkinan yaitu disebabkan oleh pihak perbankan dan atau disebabkan...

Fungsi Peran Bank Perkreditan Rakyat BPR.

Pengertian Bank Perkreditan Rakyat Walaupun Pada prinsipnya kegiatan Bank Perkreditan Rakyat adalah sama dengan kegiatan Bank Umum. Namun yang membedakan...

Jenis Instrumen Pasar Modal

Pengertian Instrumen Pasar Modal Instrumen pasar modal adalah sekuritas yang memiliki waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun. Instrumen utamanya adalah...

Jenis Instrumen Pasar Uang

Pengertian Instrumen Pasar Uang Instrumen yang diperdagangkan pada pasar uang merupakan surat berharga jangka pendek yang memiliki jatuh tempo kurang...

Jenis Jenis Kredit Bank

Secara umum jenis- jenis kredit yang disalurkan oleh bank umum maupun bank perkreditan rakyat dapat dikelompokan berdasarkan kegunaannya, tujuan, jangka...

Jenis Jenis Letter Of Credit, Penjelasan L/C.

Pengertian Letter Of Credit. Letter of credit merupakan suatu pernyataan dari bank atas permintaan nasabah yaitu importir untuk menyediakan dan membayar...

Jenis Jenis Manfaat Asuransi Jiwa.

Pengertian Asuransi. Permintaan asuransi muncul oleh karena pada dasarnya manusia bersifat risk averse (tidak suka resiko), sehingga mereka memiliki...

Pengertian dan Fungsi Bank Umum Pada Perekonomian Negara

Pengertian, Definisi Bank Umum Bank umum disebut juga sebagai bank komersial. Bank umum pada dasarnya melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional...

Pengertian Jenis Jenis Bank Garansi

Pengertian Bank Garansi Bank garansi dapat diartikan sebagai jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada suatu pihak, baik perusahaan, perorangan,...

Pustaka:

  1. Kasmir, 2012,”Dasar Dasar Perbankan”, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta