Pengertian, Perhitungan Bunga Bank

Pengertian Bunga Bank

Bunga bank merupakan balas jasa yang diberikan oleh bank berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Dari sisi bank, bunga merupakan harga yang harus dibayar oleh bank kepada nasabah yang telah menyimpan uangnya dan harga yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank yang telah memberi pinjaman.

Bunga yang diberikan kepada nasabah dapat dibagi menjadi dua macam bunga yaitu bunga simpanan dan bungan pinjaman.

Bunga Simpanan:

Bunga simpanan merupakan harga beli yang harus dibayar bank kepada nasabah pemilik simpanan. Bunga ini diberikan sebagai balas jasa atau imbal jasa atau rangsangan kepada nasabah yang telah menyimpan uangnya di bank. Sebagai contoh bunga tabungan, bunga deposito, bunga giro.

Bunga Pinjaman:

Bungan pinjaman merupakan bunga yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank atas pinjaman yang diperolehnya. Bunga yang dibebankan kepada nasabah atau peminjam atau Debitur ini menjadi harga jual dari pihak bank.

Kedua bunga ini merupakan komponen utama faktor biaya dan pendapatan bagi bank. Bunga simpanan merupakan biaya dana yang harus dibayar atau dikeluarkan oleh bank, sedangkan bunga pinjaman merupakan pendapatan yang diterima oleh bank. Kedua bunga ini saling terkait. Ketika bunga simpanan naik, maka secara otomatis, bunga pinjaman juga akan naik dan demikian pula sebaliknya.

Contoh Perhitungan Bungan Bank.

Nasabah menyimpan uangnya sebesar Rp 100.000.000 dalam bentuk dengan bunga tabungan persen pertahun dan pajak atas bunga yang diterima sebesar 15 persen.

Pertanyaan:

Berapa jumlah bunga yang diterima nasabah setelah satu bulan bulan?

Jawab:

Jumlah Bunga = (1 bulan/12 bulan) Rp 100.000.000 x 12%

Jumlah Bunga = Rp 1.000.000

Pajak atas Bunga = 15% x Rp 1.000.000 = 150.000

Sehingga jumlah bunga bersih yang diterima adalah:

Jumlah Bunga Bersih = Rp 1.000.000 – Rp 150.000

Jumlah Bunga Bersih = Rp 850.000 ini adalah bunga yang diterima oleh Nasabah setiap bulan selama enam bulan.

Cara Menilai, Menentukan Kesehatan Bank

Kesehatan bank dapat dilihat dari beberapa aspek dengan kriteria dan tata cara penilaian sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia....

Faktor Penyebab, Cara Penyelesaian, Penyelamatan Kredit Macet

Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet Kredit macet dapat ditimbulkan oleh dua kemungkinan yaitu disebabkan oleh pihak perbankan dan atau disebabkan...

Fungsi Peran Bank Perkreditan Rakyat BPR.

Pengertian Bank Perkreditan Rakyat Walaupun Pada prinsipnya kegiatan Bank Perkreditan Rakyat adalah sama dengan kegiatan Bank Umum. Namun yang membedakan...

Jenis Instrumen Pasar Modal

Pengertian Instrumen Pasar Modal Instrumen pasar modal adalah sekuritas yang memiliki waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun. Instrumen utamanya adalah...

Jenis Instrumen Pasar Uang

Pengertian Instrumen Pasar Uang Instrumen yang diperdagangkan pada pasar uang merupakan surat berharga jangka pendek yang memiliki jatuh tempo kurang...

Jenis Jenis Kredit Bank

Secara umum jenis- jenis kredit yang disalurkan oleh bank umum maupun bank perkreditan rakyat dapat dikelompokan berdasarkan kegunaannya, tujuan, jangka...

Jenis Jenis Letter Of Credit, Penjelasan L/C.

Pengertian Letter Of Credit. Letter of credit merupakan suatu pernyataan dari bank atas permintaan nasabah yaitu importir untuk menyediakan dan membayar...

Jenis Jenis Manfaat Asuransi Jiwa.

Pengertian Asuransi. Permintaan asuransi muncul oleh karena pada dasarnya manusia bersifat risk averse (tidak suka resiko), sehingga mereka memiliki...

Pengertian dan Fungsi Bank Umum Pada Perekonomian Negara

Pengertian, Definisi Bank Umum Bank umum disebut juga sebagai bank komersial. Bank umum pada dasarnya melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional...

Pengertian Jenis Jenis Bank Garansi

Pengertian Bank Garansi Bank garansi dapat diartikan sebagai jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada suatu pihak, baik perusahaan, perorangan,...

Pustaka:

  1. Kasmir, 2012,”Dasar Dasar Perbankan”, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta