Cara Menilai, Menentukan Kesehatan Bank

Kesehatan bank dapat dilihat dari beberapa aspek dengan kriteria dan tata cara penilaian sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Penilaian dilakukan satu kali per tahun untuk melihat apakah ada peningkatan, atau sebaliknya malah terjadi penurunan.

Bank Indonesia dapat saja menyarankan untuk melakukan beberapa perubahan terhadap bank- bank yang dinilai tidak sehat.

Penilaian untuk menentukan kondisi kesehatan suatu bank biasanya menggunakan analisis CAMELS.

  1. Aspek Permodalan.

Aspek Permodalan bank yang dinilai adalah kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penilaiannya didasarkan pada Capital Adequaci Ratio (CAR) yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Capital Adequaci Ratio merupakan rasio Modal terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Resiko (AMTR). Berdasarkan ketentuan pemerintah tahun 1999, bank harus memiliki nilai CAR minimal delapan persen.

  1. Aspek Kualitas Aset.

Penilaian kualitas aset mengacu pada peraturan yang ditentukan oleh Bank Indonesia. Penilaian terhadap kualitas aset bank dilakukan dengan membandingkan antara Aktiva Produktif yang diklasifikasikan dengan Aktiva Produktif. Dan dinilai dari rasio Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif yang diklasifikasikan.

Rasio- rasio ini terdapat dalam necara keuangan yang dilaporkan secara berkala kepada Bank Indonesia.

  1. Aspek Kulaitas Manjemen.

Kualitas manajemen dinilai dari aspek kualitas sumber daya manusia.  Yang dinilai adalah kemampuan karyawan dalam melakukan pekerjaan, pendidikan, dan pengalaman karyawan dalam menangani berbagai kasus yang terjadi.

Aspek manajemen yang dinilai ada seratus aspek, yang  diantaranya meliputi manajemen pemodalan, manajemen kualitas aktiva, manajemen umum, manajemen rentabilitas, dan manajemen likuiditas.

  1. Aspek Likuiditas.

Likuiditas menunjukkan kemampuan bank untuk membayar semua utangnya terutama simpanan tabungan, giro dan deposito pada saat ditagih. Selain itu, likuiditas juga menunjukkan kemampuan bank dalam memenuhi permohonan kredit yang layak dibiayai.

Aspek likuiditas dinilai dari rasio kewajiban bersih Call Money terhadap aktiva. Kemudian dinilai juga dari rasio kredit terhadap dana yang diterima bank seperti giro, tabungan, deposito dan lainnya.

  1. Aspek Rentabilitas

Aspek ini menilai kemampuan bank dalam meningkatkan laba, tingkat efisiensi usaha, dan profitabilitas yang dicapai bank. Rasio lainnya yang juga menunjukkan aspek rentabilitas adalah rasio laba terhadap total aset (ROA) dan rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi (BOPO).

  1. Aspek Sensitivitas.

Aspek yang dinilai dari sensitivitas adalah tingkat perolehan laba yang harus dicapai dengan tingkat resiko yang akan dihadapi. Seberapa sensitf laba yang akan diperoleh terhadap resiko yang akan terjadi.

Semakin sensitif terhadap resiko maka tingkat perolehan laba akan sulit diperoleh.

Cara Menilai, Menentukan Kesehatan Bank

Kesehatan bank dapat dilihat dari beberapa aspek dengan kriteria dan tata cara penilaian sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia....

Faktor Penyebab, Cara Penyelesaian, Penyelamatan Kredit Macet

Faktor Penyebab Terjadinya Kredit Macet Kredit macet dapat ditimbulkan oleh dua kemungkinan yaitu disebabkan oleh pihak perbankan dan atau disebabkan...

Fungsi Peran Bank Perkreditan Rakyat BPR.

Pengertian Bank Perkreditan Rakyat Walaupun Pada prinsipnya kegiatan Bank Perkreditan Rakyat adalah sama dengan kegiatan Bank Umum. Namun yang membedakan...

Jenis Instrumen Pasar Modal

Pengertian Instrumen Pasar Modal Instrumen pasar modal adalah sekuritas yang memiliki waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun. Instrumen utamanya adalah...

Jenis Instrumen Pasar Uang

Pengertian Instrumen Pasar Uang Instrumen yang diperdagangkan pada pasar uang merupakan surat berharga jangka pendek yang memiliki jatuh tempo kurang...

Jenis Jenis Kredit Bank

Secara umum jenis- jenis kredit yang disalurkan oleh bank umum maupun bank perkreditan rakyat dapat dikelompokan berdasarkan kegunaannya, tujuan, jangka...

Jenis Jenis Letter Of Credit, Penjelasan L/C.

Pengertian Letter Of Credit. Letter of credit merupakan suatu pernyataan dari bank atas permintaan nasabah yaitu importir untuk menyediakan dan membayar...

Jenis Jenis Manfaat Asuransi Jiwa.

Pengertian Asuransi. Permintaan asuransi muncul oleh karena pada dasarnya manusia bersifat risk averse (tidak suka resiko), sehingga mereka memiliki...

Pengertian dan Fungsi Bank Umum Pada Perekonomian Negara

Pengertian, Definisi Bank Umum Bank umum disebut juga sebagai bank komersial. Bank umum pada dasarnya melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional...

Pengertian Jenis Jenis Bank Garansi

Pengertian Bank Garansi Bank garansi dapat diartikan sebagai jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada suatu pihak, baik perusahaan, perorangan,...

Pengertian Mekanisme Penciptaan Uang Kartal Giral Bank

Pengertian Penciptaan Uang. Salah satu fungsi dari bank adalah sebagai pencipta uang. Bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia menciptakan uang kartal...

Pengertian, Contoh Perhitungan Deposit On Call

Pengertian Deposit On Call Deposit on call dapat diartikan sebagai simpanan yang  berjangka waktu  antara  3 hari sampai 30 hari atau satu bulan.  Jadi...

Pengertian, Fungsi Letter Of Credit, Tujuan L/C

Pengertian Definisi Letter of Credit Letter of credit adalah suatu surat pernyataan yang dikeluarkan oleh issuing bank atas permintaan pembeli/importer...

Pengertian, Jenis-Jenis Bank.

Pengertian Bank. Bank merupakan suatu perusahaan atau lembaga yang dipercaya masyarakat untuk mengamankan yang mengelola uangnya dengan memberi imbala...

Pengertian, Manfaat, Proses Bank Garansi

Pengertian Bank Garansi Bank Garansi merupakan jaminan pembayaran yang diberikan kepada pihak penerima jaminan, apabila pihak yang dijamin tidak memenuhi...