Dasar Metode Pemisahan Campuran

Pengertian Pemisahan Campuran.  Zat sebagian besar ditemukan di alam dalam bentuk campuran atau senyawa. Suatu campuran disusun oleh materi- materi yang memiliki sifat fisika dan sifat kimia yang berbeda.

Prinsip Pemisahan Campuran

Prinsip pemisahan campuran adalah adanya perbedaan sifat fisika dan sifat kimia yang dimiliki oleh komponen komponen yang membentuk campuran.

Berdasarkan perbedaan sifat- sifat materi yang menyusunnya, maka suatu campuran dapat dipisahkan dengan cara- cara tertentu.

Memisahkan suatu zat dari campurannya dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu ukuran partikel, titik didih, kelarutan, dan adsorbs dan lainnya.

Ada beberapa cara memisahkan zat dari campurannya, yaitu dekantasi, penyaringan, distilasi, sublimasi, penguapan, kromatografi, sentrifugasi, corong pisah, dan amalgamasi.

Pemisahan Campuran dengan Dekantasi

Prinsip pemisahan dekantasi adalah menggunakan perbedaan massa jenis zat dari komponen komponen pembentuk campuran. Semakin besar perbedaannya, maka semakin mudah pemisahannya.

Metoda dekantasi merupakan metode pemisahan yang tergolong sederhana. Dekantasi digunakan untuk memisahkan zat padat dari campuran larutannya. Contoh pemisahan dekantasi adalah pada pejernihan air yaitu memisahkan lumpur dari air kotor. Jadi, pemisahan campuran yang terdiri dari kotoran dan air. Dimana kotorannya adalah lumpur.

Untuk memudahkan pemisahan pengotor, biasanya campuran didiamkan atau diendapkan terlebih dahulu. Setelah mengendap, larutan dipisahkan secara perlahan laha agar kotoran lumpur tidak terbawa campuran larutan kembali.

Selain digunakan untuk menjernihkan air, dekantasi dapat digunakan untuk memisahkan pati singkong dari campurannya.

Pemisahan Campuran dengan Penyaringan (Filtrasi)

Prinsip pemisahan dengan penyaringan adalah adanya beda ukuran antara zat yang akan dipisahkan. Jadi, Campuran dua zat yang memiliki ukuran berbeda dapat dipisahkan dengan teknik penyaringan (filtrasi).

Teknik ini membutuhkan alat berpori (penyaring/filtrasi).  Contohnya adalah Campuran air dan kopi dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Zat yang memiliki ukuran lebih besar dari lubang atau pori akan tertinggal di atas saringan (penyaring), dan zat yang memiliki ukuran lebih kecil dari lubang atau pori penyaring akan lolos menembus penyaring.

Penyaringan akan menghasilkan dua produk. Produk yang ukurannya lebih besar dari ukuran lubang penyaring dan satu lagi produk yang ukurannya lebih kecil dari lubang penyaring.

Di Laboratorium, proses penyaringan biasanya dilakukan dengan kertas saring. Penyaringan ini akan menghasilkan produk filtrasi (atau filtrat) yang biasanya bening dan residu (atau ampas).

Produk Hasil dari penyaringan (filtrasi) disebut filtrat. Hasil penyaringan yang dapat melewati kertas saring adalah partikel yang berukuran molekul. Filtrat ditentukan oleh

  1. tingkat kerapatan alat penyaring;
  2. ukuran partikel zat yang disaring;
  3. jenis zat yang disaring.

Pemisahan zat dengan cara penyaringan dapat dilakukan pada pencampuran zat padat dalam zat padat lainnya. Misalnya, memisahkan pasir halus dari campuran pasir batu (sirtu).

Pemisahan campuran dengan cara penyaringan digunakan juga di pabrik tahu. Kedelai yang telah dihancurkan dengan penumbuk, kemudian diberi zat tambahan yang selanjutnya campuran itu disaring dengan kain putih tipis.

Pemisahan Zat dengan Cara Penyulingan (Distilasi)

Destilasi atau penyulingan adalah suatu metoda pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih dari komponen- komponen penyusun campuran.

Distilasi dapat dilakukan jika titik didih zat-zat yang bercampur berbeda. Contoh destilasi adalah penyulingan pada daun dan kayu dari tanaman minyak kayu putih yang dilakukan untuk membuat minyak kayu putih, yaitu obat gosok yang umum dijual.

Destilasi digunakan untuk memisahkan campuran dari dua atau lebih cairan yang mempunyai titik didih berbeda.

Dengan cara distilasi, komponen zat penyusun campuran yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Uap ini, kemudian dilewatkan melalui suatu pendingin dan selanjutnya keluar dari pendingin dalam bentuk cairan yang disebut destilat.

Komponen yang akan keluar sebagai destilat adalah air murni, sedangkan garam dapur sebagai residunya. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa distilasi merupakan cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponen zat penyusunnya.

Proses distilasi digunakan juga untuk memisahkan minyak bumi menjadi sejumlah fraksi minyak bumi, seperti bensin, minyak tanah, solar, aspal, dan lain sebagainya

Pemisahan Zat dengan Cara Sublimasi

Sublimisasi adalah perubahan zat dari wujud padat ke gas atau sebaliknya. Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu.

Misalnya, kapur barus yang berubah dari wujud padat menjadi gas. Teknik ini digunakan untuk dua zat yang satu menyublim, sedangkan yang lainnya tidak menyublim sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal.

Beberapa zat dapat menyublim atau dapat berubah dari wujud padat ke wujud gas atau dari wujud gas menjadi wujud padat tanpa melalui wujud cair terlebih dahulu. Contoh Zat-zat yang memiliki sifat seperti ini, di antaranya adalah kapur barus (biasa dipakai pengharum pakaian atau ruangan), kafein, kristal iod, dan padatan karbon dioksida yang biasa disebut es kering.

Pemisahan Zat dengan Kristalisasi

Kristalisasi merupakan salah satu teknik untuk memisahkan zat padat dari komponen-komponen lain penyusun campuran. Kristalisasi terdiri dari dua macam, yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.

  • Kritalisasi Penguapan

Kristalisasi penguapan dilakukan jika zat yang akan dipisahkan tahan terhadap panas dan titik bekunya lebih tinggi daripada titik didih pelarut.

Contoh kristalisasi adalah garam yang dipisahkan dari air dengan cara menguapkan airnya sampai habis sehingga yang tertinggal adalah residu sebagai garamnya.

Contoh pemisahan Kristalisasi penguapan adalah pemisahan yang dilakukan oleh para petani garam. Pada saat air laut pasang, tambak-tambak garam akan terisi air laut. Pada saat air surut maka air laut yang sudah mengisi tambak garam akan tetap berada dalam tambak.

Pengaruh panas dari sinar matahari mengakibatkan komponen air dari air laut dalam tambak akan menguap dan komponen garamnya akan tetap dalam tambak.

proses penguapan yang terus berlangsung mengakibatkan garam tersebut akan membentuk kristal- kristal garam tanpa harus menunggu sampai airnya habis.

Contoh alinnya adalah pembuatan gula pasir. Caranya, air tebu di saring agar kotorannya tidak terbawa. Larutan gula dari air tebu dipanaskan pada suhu tinggi sehingga air menguap dengan cepat. Hasilnya, gula akan mengkristal.

  • Kristalisasi Pendinginan

Kristalisasi pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan larutan. Pada saat suhu larutan turun, komponen zat yang memiliki titik beku lebih tinggi akan membeku terlebih dahulu, sementara zat lain masih larut sehingga keduanya dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Zat yang masih larut akan turun bersama pelarut sebagai filtrat, sedangkan zat padat tetap tinggal di atas saringan sebagai residu.

Pemisahan Zat dengan Cara Kromatografi.

Kromatografi merupakan cara pemisahan campuran menjadi komponen-komponen zat penyusunnya berdasarkan perbedaan kecepatan zat-zat tersebut bergerak bersama-sama dengan pelarutnya pada permukaan suatu benda penyerap.

Dengan cara ini, zat-zat terlarut akan disebarkan di sepanjang permukaan benda penyerap oleh pelarut yang bergerak di sepanjang permukaan tersebut. Campuran yang berupa cairan dapat dipisahkan menjadi komponen-komponen penyusunnya dengan cara ini.

Misalnya, dari daun suji, kunyit, bit, dan wortel. Zat pewarna makanan dan minuman tersebut dapat dihasilkan dengan cara kromatografi.

Kromatogram berbentuk pita warna pada kertas saring dengan susunan paling atas (warna yang terpisah awal) adalah xantofil (zat pewarna). Kemudian, pita karotena dan paling bawah adalah pita klorofil. Jika larutan daun dalam alcohol diganti dengan tinta maka terbentuk pita-pita warna yang berurutan sesuai warna yang dikandung tinta tersebut.

Pemisahan dengan Cara Sentrifugasi (Pemusingan)

Sentrifugasi (pemusingan) adalah pemisahan campuran zat padat dengan zat padat atau zat cair dengan zat padat dengan cara diputar.

Pada pemisahan cara ini, campuran diletakkan pada tempat yang lebar, kemudian diputar dengan cepat. Akibatnya, zat yang partikelnya besar akan terkumpul di pusat (tengah-tengah) tempat itu sehingga terpisah dari zat lainnya. Contohnya, pemisahan trombosit dari darah.

Selain pemisahan trombosit, cara ini masih sering digunakan petani untuk memisahkan gabah yang berisi dengan gabah yang kosong dan kotorannya. Caranya, gabah campuran dimasukkan ke dalam tampah, kemudian di putar. Hasilnya, gabah yang berisi berkumpul di tengah tampah

Pemisahan dengan Corong pisah

Prinsip pemisahan ini berdasarkan pada perbedaan massa jenis yang dimiliki oleh komponen yang ada dalam campuran. Umumnya metoda ini dilakukan untuk zat berbentuk cairan.

Metode ini digunakan untuk memisahkan zat cair yang tidak memiliki daya larut. Misalnya, minyak dengan air.

Caranya, campuran air dan minyak dimasukkan ke dalam corong pisah, kemudian didiamkan. Akan terbentuk dua lapisan cairan. Lapisan Zat yang memiliki massa jenis lebih besar akan berada di bawah dan lapisan zat yang masa jenisnya lebih kecil akan berada di atas. Kemudian kedua lapisan minyak dan air dapat dipisah dengan membuang airnya dan minyak akan tertinggal di corong.

Amalgamasi

Amalgamasi adalah cara pemisahan zat dengan melakukan reaksi. Misalnya, pemisahan zat untuk mendapatkan emas murni dari bijih emas

Contoh Soal Ujian Pemisahan Campuran zat.

Hasil pemisahan zat dengan penyaringan ditentukan oleh

1) tingkat kerapatan alat penyaring;

2) kerapatan zat yang dipisahkan;

3) jenis zat yang disaring;

4) ukuran partikel zat yang disaring.

Pernyataan yang benar adalah ….

  1. 1), 2), dan 3)
  2. 1), 2), dan 4)
  3. 1), 3), dan 4)
  4. 2), 3), dan 4)

Soal 1. Ekstrak adalah hasil penyaringan yang partikelnya berukuran molekul. Alat penyaring yang digunakan untuk mendapatkannya adalah ….

  1. kertas saring
  2. kertas minyak
  3. saringan teh
  4. kain belacu

Soal 2. Cara pemisahan zat dari campurannya dengan menguapkan, kemudian mengembunkan lagi disebut ….

  1. radiasi
  2. kromatografi
  3. sublimasi
  4. distilasi

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “ ==============”,

========================

Dasar Metode Pemisahan Campuran, Metode Pemisahan Campuran, Teknik Pemisahan Campuran, Pemisahan Campuran, Prinsip pemisahan campuran, Fungsi pemisahan campuran, Jenis pemisahan campuran, macam macam pemisahan campuran,

Pengertian Pemisahan Campuran dengan Dekantasi, Prinsip pemisahan dekantasi, cara kerja pemisahan dekantasi, contoh pemisahan dengan dekantasi, pemisahan dengan perbedaan massa jenis, pengertian dekantasi, Fungsi pemisahan dekantasi,

Pemisahan Campuran dengan Penyaringan (Filtrasi), Pengertian Pemisahan Campuran dengan Penyaringan (Filtrasi), Contoh Pemisahan Campuran dengan Penyaringan (Filtrasi), Pemisahan berdasarkan ukuran zat, pengertian filtrasi, contoh pemisahan dengan perbedaan ukuran zat benda partikel, Pengertian filtrat, pengertian residu, factor yang menentukan pemisahan campuran, Fungsi pemisahan filtrasi penyaringan,

Pengertian Pemisahan Zat dengan Cara Penyulingan (Distilasi), Contoh Pemisahan Zat dengan Cara Penyulingan (Distilasi),  Cara Penyulingan (Distilasi), Prinsip Pemisahan Zat dengan Cara Penyulingan (Distilasi), Fungsi pemisahan distilasi, Pengertian distilasi, Contoh pemisahan dengan beda titik didih, Pengertian Distilasi, Fungsi Distilasi, Contoh Produk Distilasi,

Pengertian Pemisahan Zat dengan Cara Sublimasi,  Pengertian  Sublimasi,  Contoh Pemisahan Zat Cara Sublimasi, Contoh Produk Pemisahan Zat Cara Sublimasi,  Fungsi Sublimasi, Contoh Produk sublimasi,

Pemisahan Zat dengan Kristalisasi, Pengertian Pemisahan Zat dengan Kristalisasi, Pengertian kristalisasi, Contoh Pemisahan Zat dengan Kristalisasi, Jenis Pemisahan Zat dengan Kristalisasi, Pengertian Kritalisasi Penguapan,Contoh  Kritalisasi Penguapan, Kritalisasi Penguapan, Contoh pemisahan dengan penguapan, Kristalisasi Pendinginan, Pengertian Kristalisasi Pendinginan, Contoh Pemisahan dengan Kristalisasi Pendinginan, Contoh pemisahan dengan cara pendinginan,

Pemisahan Zat dengan Cara Kromatografi, Pengertian Kromatografi, Pengertian Pemisahan Zat Cara Kromatografi, Contoh pemisahan kromatografi, Contoh Produk Pemisahan Zat Cara Kromatografi, Fungsi kromatografi, Pengertian xantofil, Fungsi xantofil, pengertian pita karotena, fungsi pita karotena, Pengertian pita klorofil, fungsi pita klorofil,

Pemisahan dengan Cara Sentrifugasi, Pengertian Sentrifugasi, Contoh Pemisahan Cara Sentrifugasi, Contoh Produk Pemisahan Cara Sentrifugasi,

Pemisahan dengan Corong pisah,  pengertian Corong pisah,  Contoh Pemisahan dengan Corong Pisah, Contoh Produk  Pemisahan Corong Pisah,

Tata Surya

Pengertian Tata Surya (The Solar System). Tata surya atau sistem matahari merupakan suatu sistem bintang yang terdapat di jagat raya. Tata Surya terdiri atas matahari sebagai pusatnya. Planet – planet (termasuk Planet Bumi), satelit- satelit (misalnya bulan), asteroid, komet, meteor, debu, kabut, dan benda-benda lainnya sebagai anggota dari tata surya beredar pada orbit atau garis edarnya masing- masing mengelilingi matahari sebagai pusatnya.

Anggota Tata Surya

Benda- benda angkasa yang termasuk struktur utama dari system tata surya atau the solar system adalah Matahari (the sun); Planet- planet (the planets); Bulan (the moon) dan satelit lainnya; Asteroid; dan Komet.

Matahari

Matahari merupakan salah satu bintang di dalam Galaksi Bima Sakti. Matahari merupakan pusat dari tata surya. Matahari mempunyai sejumlah anggota dan membentuk suatu susunan yang disebut Tata Surya.

Ukuran garis tengah Matahari adalah seratus kali lebih besar dari Bumi. Jarak Matahari ke Bumi sekitar 150 juta kilometer. Jarak Matahari ke Bumi disebut satu satuan astronomi (1 sa). Waktu yang dibutuhkan oleh sinar Matahari untuk sampai ke Bumi 8,33 menit.

Struktur Bagian Matahari

Matahari terdiri atas bagian inti dan lapisan kulit. Bagian kulit Matahari terdiri atas lapisan fotosfera, khromosfera, dan korona. Fotosfera merupakan gas yang dipancarkan ke segala penjuru. Di atas fotosfera terdapat lapisan khromosfera. Korona berada pada bagian terluar Matahari, berupa lidah api yang menyala-nyala.

Inti matahari Barisfer,

Inti matahari berupa gas yang memiliki tekanan dan temperature sangat tinggi. Keadaan ini   menyebabkan atom- atom hydrogen kehilangan elektron- elektronnya. Inti- inti atom tersebut bergerak sangat cepat dan saling bertumbukan.

Tumbukan inti ini menyebabkan terjadinya reaksi inti yang merubah hidrogen menjadi helium dengan karbon sebagai katalisatornya.

Reaksi yang terjadi adalah Reaksi fusi (penggabungan) inti hidrogen menjadi inti helium disertai pelepasan energi panas. Besarnya energi matahari yang dihasilkan dari reaksi fusi ini dapat dihitung dengan rumus:

E = m c2

Dengan keterangan

E = energi yang terbentuk (J)

m = massa yang hilang dan berubah menjadi energi (kg)

c = kecepatan cahaya (m/s)

Energi yang dihasilkan setiap pengurangan massa satu gram pada reaksi inti ini adalah 90 triliun Joule. Reaksi inti ini menghasilkan sinar atau cahaya matahari yang memiliki temperature sekitar 15.000.000° C.

Fotosfer

Fotosfer adalah bagian permukaan matahari bersuhu 6.000oC yang dapat dilihat dari Bumi. Fotosfera merupakan gas yang dipancarkan ke segala arah penjuru.

Fotosfer matahari merupakan lapisan berupa bulatan berwarna perak kekuning- kuningan yang terdiri atas gas padat bersuhu tinggi.

Noda Hitam Matahari

Pada temperartur mencapai 4000 derajat Celcius, noda – noda matahari tampak gelap, lebih dingin, dan kurang cerah. Bagian dari noda matahari yang berwarna gelap disebut umbra dan yang berwarna lebih terang disebut sebagai penumbra. Noda-noda hitam pada matahari secara keseluruhan dinamakan Sun spots.

Lapisan Atmosfer Matahari

Atmosfer Matahari adalah lapisan paling luar dari matahari yang berbentuk gas, yang terdiri atas dua lapisan yaitu kromosfer dan korona.

Kromosfer

Kromosfer merupakan atmosfer matahari yang terdiri atas gas yang renggang dan memancarkan sinar merah yang lemah warnanya. Pada lapisan sering muncul Tonjolon cahaya berbentuk lidah api yang memancar sampai ketinggian lebih dari 200.000 km yang disebut Prominensa (Protuberans).

Korona

Korona adalah lapisan luar atmosfer matahari yang terdiri gas yang sangat renggang berupa partikel- partikel subatomis. Korona ini berada pada bagian terluar Matahari, berupa lidah api yang menyala berwarna putih atau kuning kebiruan.

Komposisi Kandungan Matahari

Massa Matahari merupakan bola gas pijar, yang terbentuk dari Hidrogen (H) (sekitar 80%), Helium (He) (19%), dan sisanya merupakan gabungan dari unsur unsur seperti Oksigen (O2), Magnesium (Mg), Nitrogen (N), Silikon (Si), Karbon (C), Belerang (S), Besi (Fe), Natrium (Na), Kalsium (Ca), Nikel (Ni), dan beberapa unsur mikro lainnya dalam jumlah kecil.

Temperatur Matahari

Temperatur di permukaan Matahari diperkirakan mencapai 5.000°C– 6.000°C, sedangkan pada bagian intinya sekatar 15.000.000°C.

Planet dan Satelit Alam

Kata planet berasal dari bahasa Yunani yaitu planetai, yang berarti pengembara. Hal ini disebabkan kedudukan atau posisi planet terhadap bintang tidaklah tetap.

Planet merupakan benda langit angkasa dalam system Tata Surya yang bergerak mengelilingi Matahari pada lintasan orbit yang stabil.

Dalam tata surya terdapat delapan planet. Delapan planet tersebut berdasarkan urutan dari jarak terdekat terhadap matahari yang terdiri dari planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Planet Merkurius

Merkurius merupakan planet yang letaknya paling dekat ke matahari, jarak rata- ratanya sekitar 57,8 juta km.  Merkurius memiliki ukuran diameter paling kecil dalam sistem tata surya, garis tengahnya hanya 4.850 km hampir sama ukurannya dengan bulan yang memiliki diameter sekitar 3.476 km.

Planet Merkurius beredar mengelilingi matahari dalam suatu orbit eliptis (bentuk lonjong) dengan periode revolusinya sekitar 88 hari, sedangkan periode rotasinya adalah sekitar 59 hari. Atmosfer planet Merkurius sangat tipis yang tersusun dari gas Helium.

Planet Venus

Venus merupakan planet yang posisinya paling dekat ke bumi, yaitu sekitar 42 juta km.  Venus memiliki Diameter sekitar 12.140 km, dengan periode rotasinya sekitar 244 hari. Arah rotasinya sesuai jarum jam dan periode revolusinya sekitar 225 hari. Jarak rata- rata Venus ke matahari adalah sekitar 108 juta km,

Planet Venus diselimuti atmosfer berupa awan putih  yang berfungsi memantulkan cahaya matahari yang diterimanya. Atmosfer planet Venus terdiri dari gas karbon dikosida dan sulfat.

Planet Bumi

Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga dari matahari. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 150 juta km. Periode revolusinya sekitar 365,25 hari dan periode rotasinya sekitar 23 jam 56 menit dengan arah barat-timur. Bumi memiliki satu satelit yang selalu beredar mengelilingi bumi, yaitu Bulan (The Moon).

Planet Mars

Diameter planet Mars yaitu sekitar 6.790 km kira- kira separuh dari diameter bumi. Jarak rata-rata Planet Mars ke matahari sekitar 228 juta km, periode revolusinya sekitar 687 hari, sedangkan periode rotasinya sekitar 24 jam 37 menit.

Mars diselimuti oleh lapisan atmosfer yang tipis dengan suhu udara relatif lebih rendah daripada suhu udara di bumi. Planet Mars memiliki dua satelit, yakni Phobos dan Deimos.

Planet Jupiter

Yupiter merupakan planet terbesar dalam sistem tata surya di tata surya. Yupiter memiliki diameter sekitar 142.600 km. Yupiter terdiri dari materi dengan tingkat kerapatannya rendah, terutama hidrogen dan helium.

Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 778 juta km, berotasi pada sumbunya dengan sangat cepat sekitar 9 jam 50 menit, sedangkan periode revolusinya sekitar 11,9 tahun.

Planet Yupiter memiliki satelit yang jumlahnya paling banyak, yaitu sekitar 13 satelit, di antaranya terdapat beberapa satelit yang ukurannya besar, seperti Ganimedes, Calisto, Galilea, Io, dan Europa.

Planet Saturnus

Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Yupiter, diameternya sekitar 120.200 km. Periode rotasinya sekitar 10 jam 14 menit dan revolusinya sekitar 29,5 tahun. Planet ini memiliki tiga cincin tipis yang arahnya selalu sejajar dengan ekuatornya, yaitu Cincin Luar, Cincin Tengah, dan Cincin Dalam.

Planet Saturnus memiliki satelit yang jumlahnya sekitar 11 satelit, di antaranya adalah Titan, Rhea, Thetys, dan Dione. Planet Saturnus memiliki atmosfer yang sangat rapat terdiri dari hidrogen, helium, metana, dan amoniak.

Planet Uranus

Planet Uranus memiliki diameter 49.000 km, hampir empat kali lipat dari diameter bumi. Periode revolusinya sekitar 84 tahun, sedangkan rotasinya sekitar 10 jam 49 menit. Sumbu rotasi Planet Uranus searah dengan arah datangnya sinar matahari sehingga kutubnya seringkali menghadap ke arah matahari. Jarak rata- rata Planet Uranus ke matahari adalah sekitar 2.870 juta km.

Planet Uranus memiliki lima satelit yang mengelilinginya, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Atmosfer Uranus dipenuhi oleh hidrogen, helium, dan metana.

Planet Neptunus

Neptunus merupakan planet superior dengan diameter 50.200 km. Jarak rata- ratanya ke matahari sekitar 4.497 juta km. Periode revolusinya sekitar 164,8 tahun, sedangkan periode rotasinya sekitar 15 jam 48 menit.

Atmosfer Neptunus dipenuhi oleh hidrogen, helium, metana, dan amoniak yang lebih padat jika dibandingkan dengan Yupiter dan Saturnus. Planet Neptunus memiliki dua Satelit yang beredar mengelilinginya yaitu Triton dan Nereid. Planet.

Komet

Komet merupakan anggota tata surya yang terdiri atas pecahan benda angkasa, es dan gas yang membeku. Di banding planet lain, komet lebih kecil dan orbitnya miring memanjang. Adapun orbit komet ada tiga bentuk, yaitu hiperbola, parabola, dan elips.

Komet adalah kumpulan bongkah – bpngkah pecahna benda angkasa yang diselubungi oleh kabut gas. Ketika mendekat matahari akan mengeluarkan gas yang bercahaya pada bagian kepala dan semburan cahaya yang terlihat seperti ekor.

Semakin dekat dengan matahari, semakin besar tekanan cahaya matahari yang diterima komet sehingga semakin Panjang ekornya.

Struktur komet terdiri dari kepala dan ekor komet. Kepala komet mempunyai diameter lebih atas 65.000 km, meliputi inti komet dan selubung gas yang disebut koma, sedangkan ekor komet dapat mempunyai panjang sampai ribuan kilometer yang arahnya selalu menjauhi matahari.

Beberapa Contoh komet diantaranya adalah komet Halley, komet Hyakutake, Hale-Bopp, Komet Encke, dan Komet Biella, Komet Merchouse, Komet Ikeya Seki, Komet Benett dan Komet Koheutek.

Meteoroid, meteor, dan meteorit

Meteoroid adalah benda-benda langit kecil yang mengelilingi matahari dan terdapat di ruang antarplanet. Meteor adalah lintasan cahaya di langit (bintang jatuh). Meteorit adalah meteoroid yang jatuh ke permukaan Bumi.

Ketika meteor masuk ke dalam atmosfer bumi akan terjadi gesekan dengan udara. Gesekan  benda tersebut akan menimbulkan panas yang pada akhir terbakar. Meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bumi disebut meteorit. Meteor disebut juga dengan bintang beralih atau bintang jatuh.

Tumbukan meteorit berukuran besar akan menimbulkan lubang besar di permukaan bumi. Lubang bekas tumburan ini disebut kawah meteorit, Contohnya Kawah Meteorit adalah Kawah Meteorit Arizona di Amerika Serikat yang lebarnya sekitar 1.265 m.

Asteroid

Asteroid atau planetoid adalah benda- benda langit berukuran kecil yang bergerak mengelilingi matahari. Sebagian besar asteroid ditemukan antara orbit Mars dan Jupiter. Dalam orbit ini, terdapat lebih dari 1.150 asteroid yang memiliki diameter lebih dari 30 km.

Dalam tata surya,  diperkirakan terdapat 30.000 asteroid, dan 6.000 di antarnya telah diketahui dengan pasti orbitnya. Beberapa contoh asteroid adalah Trojan, Apollo, Pallas, Cerres, Yuno, dan Vesta.

Satelit

Satelit merupakan pengiring atau pengikut planet. Satelit beredar mengelilingi planet dan bersama planet mengelilingi matahari. Peredaran satelit mengelilingi planet disebut dengan gerak revolusi satelit. Selain itu satelit berotasi yaitu berputar mengelilingi sumbunya sendiri.

Pada umumnya arah rotasi dan revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planetnya yaitu dari barat ke timut kecuali planet Neptunus. Planet yang tidak mempunyai satelit adalah Merkurius dan venus. Contoh satelit adalah bulan yang mengelilingi bumi. Contoh Satelit lainnya adalah Metis, Andraste, Almathea

Bulan (The moon)

Bulan merupakan benda angkasa berbentuk bulat yang beredar mengelilingi bumi dalam suatu lintasan garis edar tertentu (orbit). Oleh karena itu, bulan disebut sebagai satelit alam bumi (satelit artinya pengikut). Selain bumi, planet -planet lain yang memiliki satelit adalah Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Bulan memiliki Diameter sekitar ± 3.476 km atau sekitar tiga perempat diameter bumi, jarak rata -rata ke bumi sekitar 384.000 km.

Contoh Soal Ujian Tata Surya

Soal 1. Sebutkan dan urutkan berdasarkan jarak terdekat pada Matahari delapan planet yang terdapat pada Tata Surya…

Soal 2. Mengapa pluto bukan sebagai planet…

Daftar Pustaka:

  1. Maynard, Christopher., 2000, “ Planet Bumi. Dalam Seri Pustaka Pengetahuan Modern”,  Terjemahan 6.A. Latuheru. Planet Earth, Penerbit, PT Widyadara Jakarta.
  2. Ruhimat, Mamat dan Bambang Utoyo., 1994, “ Geografi I”, Penerbit Ganeca Exact, Bandung
  3. Budisantoso, P, 1987, “ Panduan Mengenal Batuan Bekuan. Bandung”, Direktorat Geologi, Direktorat Jenderal Pertambangan Umum
  4. Tanudidjaja, Moh. Ma‘mur, 1995, “Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa”, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
  5. Tisnasomantri, A. 1999, “ Geologi Umum. Bandung”, Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS-IKIP Bandung.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Tata Surya (The Solar System), Anggota Tata Surya, Sistem Bintang, Sistem Matahari, Matahari bintang Galaksi Bima Sakti, Pusat Tata Surya, Ukuran Matahari, Jarak Matahari ke Bumi,
  7. Ardra.Biz, 2019, “Waktu sinar Matahari sampai ke Bumi, satuan astronomi, Struktur Bagian Komponen Matahari, Inti matahari Barisfer, kandungan inti matahari, reaksi inti matahari, temperature inti matahari, Lapisan Fotosfer, temperature Fotosfer,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Noda Hitam Matahari, pengertian penumbra umbra Sun spots, Jenis Lapisan Atmosfer Matahari, Pengertian kromosfer korona dan Prominensa, Komposisi Kandungan Matahari, Temperatur Matahari, Bagian bagian Matahari, Planet dan Satelit Alam, Jenis Planet Tata Surya,
  9. Ardra.Biz, 2019, “Nama Delapan planet Tata Surya, Ukuran revolusi dan rotasi Merkurius, Atmosfer planet Merkurius, Contoh Jumlah Satelit Merkurius, Ukuran revolusi dan rotasi Venus, Atmosfer planet Venus, Contoh Jumlah Satelit Venus, Ukuran revolusi dan rotasi Mars, Atmosfer planet Mars,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Jumlah Satelit Mars,  Ukuran revolusi dan rotasi Bumi, Atmosfer planet Bumi, Contoh Jumlah Satelit Bumi, Ukuran revolusi dan rotasi Jupiter, Atmosfer planet Jupiter, Contoh Jumlah Satelit Jupiter, Ukuran revolusi dan rotasi Saturnus, Atmosfer planet Saturnus,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Jumlah Satelit Saturnus,  Ukuran revolusi dan rotasi Uranus, Atmosfer planet Uranus, Contoh Jumlah Satelit Uranus, Ukuran revolusi dan rotasi Neptunus, Atmosfer planet Neptunus, Contoh Jumlah Satelit Neptunus, Pengertian Komet, bentuk orbit komet, kepala dan ekor komet,
  12. Ardra.Biz, 2019, “selubung gas Komet koma, Contoh Komet, Pengertian Meteoroid meteor, dan meteorit, Contoh kawah meteorit, Penegrtian Asteroid, Contoh asteroid, Pengertian satelit, Contoh Satelit, Rotasi revolusi Bulan (The moon), Ukuran Satelit Bulan,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Jenis lapisan Matahari, Bentuk orbit lintasan planet, Contoh Soal ujian Tata Surya, Orbit Matahari, Orbit Bulan, orbit Komet, orbit Asteroid, Orbit Meteor, orbit satelit, Urutan lapisan matahari,

Litosfer dan Atmosfer

Pengertian. Inti bumi dikelilingi oleh mantel yang tebalnya 2.900 km. Pada mantel bagian atas terdapat lapisan cair, seperti pasta gigi yang disebut astenosfer. Litosfer atau kerak bumi melayang atau mengapung di atas lapisan astenosfer.

Litosfer biasa disebut juga sebagai kulit bumi atau kerak bumi. Litosfer berasal dari kata Lithos dan Sphaira. Lithos yang artinya batu dan sphaira  artinya bola atau bulat. Jadi, litosfer berarti bola bumi yang berupa batuan, yang merupakan lapisan bumi paling luar.

Struktur Permukaan Bumi

Struktur permukaan bumi dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.

Litosfer terdiri atas dua bagian, yaitu litosfer daratan disebut lempeng benua dan litosfer lautan disebut lempengan samudra.

Litosfer  daratan kirakira 35 persen dari seluruh bagian kerak bumi, sedangkan litosfer lautan sekitar 65 persennya..

Ketebalan Litosfer

Ketebalan litosfer bervariasi, antara 8 km di bawah laut sampai 40 km di bawah daratan, temperatur yang paling dalam sekitar 870°C.

Litosfer adalah bagian dari daratan bumi berupa batu- batuan. Pada dasarnya, batu- batuan ini dapat digolongkan ke dalam tiga jenis, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Batuan dalam pengertian litosfer adalah batuan berupa kerikil, pasir, tanah, debu, abu vulkanik, dan lain -lain.

Kandungan Komposisi Litosfer

Kulit bumi atau litosfer tersusun oleh sekitar 90 jenis unsur kimia yang satu dengan lainnya membentuk persenyawaan yang disebut mineral.

Di dalam litosfer terdapat lebih dari 2000 mineral dan 20 mineral yang terdapat dalam batuan. Beberapa Mineral pembentuk batuan yang penting diantaranya adalah Kuarsa (SiO2), Feldspar, Piroksen, Mika Putih (K-Al-Silikat), Dolomit (CaMgCO3), Amphibol, Khlorit, Bijih Besi Hematit (Fe2O3), Limonit (Fe3OH2O), Magnetik (Fe3O2), Kalsit (CaCO3), Olivin (Mg, Fe), dan Biotit atau Mika Cokelat (K-Fe-Al-Silikat).

Jenis Batuan Pembentuk Kerak Bumi

Pada dasarnya Kerak Bumi dibentuk oleh tiga jenis batuan utama yaitu: batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.

Jenis Batuan Beku Igneous rock

Batuan beku adalah batuan yang pertama kali muncul di permukaan bumi. Batuan ini merupakan hasil letusan gunung berapi atau intrusi magma. Berdasarkan warnanya, batuan ini digolongkan menjadi dua jenis, yaitu batu basalt yang warnanya gelap, dan batu granit yang memiliki warna yang lebih terang dari batu basalt.

Berdasarkan tempat terjadinya pembekuan magma, batuan beku dibagi menjadi tiga, yaitu batuan beku dalam (plutonik), batuan beku korok (porfirik), dan batuan beku luar (leleran).

Batuan Beku Dalam Plutonik

Batuan beku dalam, terletak jauh di dalam bumi, proses pembekuannya lambat, dan bentuk kristalnya besar- besar dan penuh (holokristalin). Contoh batuan beku dalam adalah granit, biorit, dan gabbro. Granit dan diorit berstruktur rata, tetapi diorit tidak mengandung kuarsa. Gabbro adalah batuan yang di dalamnya terdapat mineral berwarna gelap.

Batuan Beku Korok Porfirik

Batuan beku korok, terletak di gang saluran keluarnya magma ke permukaan bumi, proses pembekuannya agak cepat, bentuk kristal beraneka ragam ukuran (forfris).

Batuan Beku Luar Lelehan atau Epusif

Batuan beku luar atau leleran, terletak di permukaan bumi, proses pembekuannya sangat cepat, bentuk kristalnya halus atau tidak berbentuk (alomorf). Contoh batuan beku luar adalah basalt, obsidian, dan purnice (batu apung).

Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan endapan yang berasal dari erosi dan pelapukan yang dilakukan oleh air. Contoh jenis batuan sedimen adalah batu pasir dan lempung.

Berdasarkan pada proses pengendapannya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi tiga jenis batuan, yaitu batuan sedimen klasik, organik dan kimia:

Batuan Sedimen Klasik

Batuan sedimen klastik merupakan batuan sedimen yang hanya mengalami pengangkutan dan pengendapan tanpa disertai perubahan zat penyusunnya. Contoh batuan sedimen klasik adalah batu pasir dan batu lempung (atau shale).

Batuan Sedimen Organik

Batuan sedimen organic merupakan batuan sedimen yang dalam pengendapannya dibantu oleh orgnisme. Contoh batuan sedimen organic bangkai binatang laut yang tertimbun di dasar laut, kotoran burung yang menggunung, dan humus.

Batuan Sedimen Kimia

Batuan sedimen kimia merupakan batuan sedimen yang dalam pengangkutannya terjadi proses kimia, seperti pelarutan, penguapan, oksidasi, dehidrasi, dan sebagainya. Contoh batuan sedimen kimia adalah terjadinya stalaktit dan stalagmit akibat pelarutan dan penguapan air H2O dan gas karbon dioksida CO2 pada saat air kapur menetes. Contoh lainnya garam dapur dan gips sebagai hasil penguapan air laut

Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi empat golongan yaitu Batuan sedimen aerik, glasial, aquatic, dan marin.

  1. Batuan sedimen aerik atau aeolis merupakan batuan sedimen pengangkutannya oleh angin. Contoh batuan sedimen aerik adalah tanah los, tanah tuf, dan tanah pasir di gurun.
  2. Batuan sedimen glasial merupakan batuan sedimen yang pengangkutannya oleh es. Contoh batuan sedimen glasial adalah: moraine.
  3. Batuan sedimen aquatic merupakan batuan sedimen yang pengangkutannya dibantu oleh air yang mengalir.
  4. Batuan sedimen marin merupakan batuan yang pengangkutannya oleh tenaga air laut.

Batuan Metamorf

Batuan metamorf biasa disebut batuan malihan merupakan batuan yang terkubur pada tekanan dan temperatur yang tinggi. Contoh batuan metamorf adalah batu gamping menjadi marmer, batu sabak menjadi batu tulis, dan batu bara menjadi antrasit, grafit.

Batuan beku maupun batuan sedimen karena pengaruh suhu dan tekanan dapat berubah (atau metamorfose) sehingga disebut batuan malihan.

Batuan malihan dapat dikelompokan menjadi tiga jenis batuan, yaitu sebagai berikut.

Batuan Malihan Termik

Batuan malihan termikmerupakan batuan yang terjadi atau terbentuk akibat pengaruh temperatur yang sangat tinggi. Contoh batuan mailihan termik adalah batu pualam yang umumnya disebut sebagai marmer.

Batuan Malihan Dinamik

Batuan malihan dinamik merupkan batuan yang terjadi dan terbentuk akibat pengaruh tekanan yang tinggi. Contoh batuan malihan dinamik adalah batuan sabak dan batu bara.

Batuan Malihan Fermik  Pneumatolik

Batuan malihan fermik pneumatolitik merupakan batuan yang terjadi akibat pengaruh temperatur dan masuknya zat bagian magma ke dalam batuan itu. Contoh batuan malihan fermik pneumatolik adalah azurit mineral pembawa tembaga, topas, dan turmalin sebagai batu permata.

Siklus Litosfer – Siklus Batuan

Ketiga batuan yaitu batuan beku, sedimen dan metamorf akan membentuk siklus yang disebut dengan siklus Litosfer atau siklus batuan. Magma atau lava yang dikeluarkan dari perut bumi melalui gunung berapi akan membeku dan mengeras membentuk batuan beku.

Batuan beku kemudian mengalami pelapukan dan erosi sehingga berubah menjadi batuan sedimen. Pada Proses berikutnya dengan waktu  yang cukup lama, batuan sedimen kemudian terkubur dan membentuk batuan metamorf.

Pada dasarnya semua jenis batuan yang mengisi lapisan bumi berasal dari magma. Magma adalah batuan cair pijar bertemperatur tinggi dengan berbagai mineral serta gas yang larut di dalamnya. Akibat terjadinya proses pendinginan, akhirnya magma membeku menjadi batuan beku.

Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti atau melingkupi atau menyelubungi permukaan sebuah planet, termasuk bumi,

Salah satu fungsi dari lapisan atmosfer adalah untuk melindungi manusia dari pengaruh buruk sengatan radiasi sinar ultraviolet yang datang dari Matahari dan material lain dari luar angkasa.

Fungsi Atmosfer

Adapun Beberapa manfaat dari lapisan atmosfer adalah sebagai berikut.

  1. Melindungi Bumi dari sinar ultraviolet yang datang dari Matahari.
  2. Melindungi Bumi dari hujan meteor.
  3. Memungkinkan adanya siklus air.
  4. Mengatur suhu di permukaan bumi.

Atmosfer selalu berinteraksi Bersama dengan Bumi dan berputar bersama- sama mengelilingi Matahari.

Tebal Atmosfer

Tebal atmosfer mencapai ketinggian kira kira 3.000 km dari permukaan bumi. Sekitar 97 persen udara terletak antara lapisan paling bawah sampai ketinggian 29 km.

Komposisi Kandungan Udara Atmosfer

Kandungan Atmosfer terdiri atas campuran gas, debu, dan uap air. Kandungan gas terbanyak di atmosfer adalah nitrogen 78 persen dan oksigen 21persen. Sisanya sekitar 1 persen terdiri atas gas lain Neon, Helium, Hidrogen, Metana, dan Karbon monoksida , debu, dan uap air.

Susunan Lapisan Atmosfer

Atmosfer berdasarkan temperaturnya dibagi menjadi enam lapisan, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, ionosfer, dan eksosfer.

Lapisan Troposfer

Lapisan troposfer adalah lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi. Temperatur pada lapisan troposfer akan berkurang 6,4oC setiap ketinggian naik satu km. Penurunan temperatur akan berhenti pada lapisan tropopause. Lapisan tropopause adalah lapisan batas antara troposfer dan stratosfer. Ketinggian troposfer sekitar 16 km. Lapisan ini digunakan untuk lintasan pesawat terbang.

Lapisan Stratosfer

Letak Lapisan stratosfer adalah di atas lapisan tropofer. Posisinya sekitar 48 km di atas permukaan bumi. Kondisi Pada lapisan stratosfer adalah lembap dan terdapat sedikit awan.

Pesawat udara biasanya akan terbang pada lapisan ini jika pada lapisan troposfer terjadi cuaca kurang baik.

Pada lapisan stratofer terdapat lapisan ozon. Lapisam ozon berfungsi sebagai pelindung bumi dari pengaruh buruk sengatan matahari, khususnya sinar ultraviolet.

Lapisan Mesosfer

Posisi Lapisan mesosfer adalah di atas lapisan stratofer. Jaraknya sekitar 80 km di atas permukaan bumi. Temperatur mesosfer akan turun Bersama naiknya ketinggian. Temperatur di lapisan mesosfer mencapai –109oC.

Pada lapisan mesosfer terjadi angin yang sangat kuat. Angin dingin bertiup dari barat ke timur pada musim dingin dan bergerak dari timur ke barat pada musim panas.

Temperature di lapisan mesosfer merupakan temperatur yang paling rendah dari seluruh lapisan atmosfer bumi.

Lapisan Termosfer

Termosfer merupakan lapisan paling atas dari atmosfer. Mulai dari atas mesopause hingga ke luar angkasa. Udara di termosfer sangat tipis. Komposisi kimia di termosfer berbeda dengan lapisan atmosfer lainnya.

Pada bagian dasar termosfer, terdapat banyak molekul oksigen di udara yang pecah menjadi atom- atom oksigen. Bagian di atasnya terdiri atas hidrogen dan helium.

Temperatur termosfer mencapai 6.000 derajat Celcius pada ketinggian 2.000 kilometer di atas permukaan bumi. Namun demikian, ketika terjadi badai matahari, temperatur lapisan ini dapat mencapai 20.000 derajat Celcius hanya pada ketinggian 400 km saja.

Lapisan Ionosfer

Pada lapisan termosfer terdapat lapisan yang terdiri dari ion ion yang merupakan hasil ionisasi sinar-X, sinar gamma, atau sinar ultraviolet luar angkasa. Oleh karenanya disebut lapisan ionosfer.

Lapisan ionosfer sangat bermanfaat bagi dunia komunikasi karena dapat memantulkan gelombang radio. Batu- batuan yang jatuh ke permukaan bumi akan terbakar pada lapisan ini dan terlihat di Bumi sebagai meteor.

Lapisan Eksosfer

Lapisan eksosfer adalah lapisan bumi yang terletak paling luar. Lapisan atmosfer merupakan lapisan yang terletak pada ketinggian 500-1000 km dari permukaan bumi. Lapisan ini merupakan lapisan paling panas. Lapisan ini disebut juga ruang antarplanet dan geostasioner. Kandungan gas utama pada lapisan eksosfer adalah hidrogen.

Cahaya redup yaitu cahaya zodiakal dan gegenschein muncul pada lapisan eksosfer. Cahaya ini sebenarnya merupakan pantulan sinar matahari oleh partikel debu meteorit yang jumlahnya banyak dan melayang di angkasa. Satelit-satelit buatan biasanya berada di lapisan ini.

Gejala Optik di Atmosfer

Ada beberapa gejala optik yang terjadi di atmosfer, antara lain pelangi, halo, dan aurora. gejala gejala tersebut sebenarnya bukan merupakan dinamika cuaca, melainkan sebagai akibat proses- proses alam yang terjadi di atmosfer.

Pelangi

Gejala optik pelangi terjadi akibat proses pembiasan sinar Matahari oleh titik -titik air hujan sehingga terurai menjadi berkas warna atau spektrum warna.

Halo

Halo merupakan lingkaran sinar putih yang terletak di sekeliling Matahari atau bulan, tetapi yang paling sering kita lihat adalah halo yang melingkari bulan karena pada malam hari keadaannya gelap.

Ketampakan alam ini terjadi akibat proses pembiasan sinar bulan oleh kristal-kristal es yang terkonsentrasi dalam jenis awan-awan tinggi seperti Cirrus atau Cirrocumulus. Halo pada umumnya terlihat dengan jelas ketika bulan bersinar terang, setelah sore harinya terjadi hujan.

Aurora

Gejala optik ketiga yang terjadi di atmosfer adalah aurora atau cahaya kutub, yaitu berkas cahaya yang bersinar pada malam hari dan sangat jelas terlihat di wilayah-wilayah sekitar lingkaran kutub. Posisinya antara lintang 66½o – 90o, baik lintang utara maupun lintang selatan.

Aurora yang bersinar di wilayah Kutub Utara dinamakan Aurora Borealis, sedangkan di Kutub Selatan dinamakan Aurora Australis.

Aurora terjadi akibat pemancaran atom dari sinar Matahari yang dipusatkan ke arah kutub karena berada di daerah medan magnet Bumi. Atom-atom dalam sinar Matahari ini akhirnya terurai menjadi molekul -molekul atau atom- atom gas yang bercahaya karena proses ioniasi berenergi tinggi. Pengobaran atau pemijaran partikel- partikel sinar Matahari ini terlihat dari Bumi sebagai cahaya kutub.

Contoh Soal Ujian Litosfer dan Atmosfer

Soal 1. Bagian dalam bumi yang banyak mengandung batu- batuan disebut lapisan ….

  1. stratosfer
  2. atmosfer
  3. litosfer
  4. hidrosfer

Soal 2. Endapan batuan kapur yang berada di atap goa akibat proses kimia disebut ….

  1. stalaktik
  2. stalakmit
  3. gips
  4. langit-langit

Soal 3. Kerusakan batuan karena tertembus oleh akar tumbuhan disebut pelapukan ….

  1. mekanik
  2. kimiawi
  3. fisik
  4. organic

Daftar Pustaka:

  1. Maynard, Christopher., 2000, “ Planet Bumi. Dalam Seri Pustaka Pengetahuan Modern”, Terjemahan 6.A. Latuheru. Planet Earth, Penerbit, PT Widyadara Jakarta.
  2. Ruhimat, Mamat dan Bambang Utoyo., 1994, “ Geografi I”, Penerbit Ganeca Exact, Bandung
  3. Budisantoso, P, 1987, “ Panduan Mengenal Batuan Bekuan. Bandung”, Direktorat Geologi, Direktorat Jenderal Pertambangan Umum
  4. Tanudidjaja, Moh. Ma‘mur, 1995, “Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa”, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
  5. Tisnasomantri, A. 1999, “ Geologi Umum. Bandung”, Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS-IKIP Bandung.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Litosfer dan Atmosfer,  Struktur Permukaan Bumi, litosfer daratan lempeng benua, litosfer lautan lempengan Samudra, Ketebalan Litosfer, Kandungan Komposisi Litosfer, Penyusun litosfer, Jenis Batuan Pembentuk Kerak Bumi,
  7. Ardra.Biz, 2019, “Jenis Batuan Beku Igneous rock, Pengertian Batuan beku, Batuan Beku Dalam Plutonik, Contoh Batuan Beku Dalam Plutonik, Batuan Beku Korok Porfirik, Contoh Batuan Beku Korok Porfirik, Batuan Beku Luar Lelehan atau Epusif, Contoh  Batuan Beku Luar Lelehan atau Epusif, Batuan Sedimen,
  8. Ardra.Biz, 2019, “Contoh jenis batuan sedimen, Batuan Sedimen Klasik, Contoh batuan sedimen klasik, batu lempung (shale), Batuan Sedimen Organik, Contoh batuan sedimen organic, Batuan Sedimen Kimia, Contoh batuan sedimen kimia, stalaktit dan stalagmite, Batuan sedimen aerik atau aeolis, Contoh batuan sedimen aerik, Batuan sedimen glasial.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Contoh batuan sedimen glasial, Batuan sedimen aquatic, Batuan sedimen marin, Pengertian Batuan Metamorf, jenis batuan Metamorf, Contoh batuan metamorf, Jenis Batuan malihan, Pengertian Batuan Malihan Termik, Contoh batuan mailihan, Pengertian Batuan Malihan Dinamik, Contoh batuan malihan dinamik,
  10. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Batuan Malihan Fermik  Pneumatolik,  Contoh batuan malihan fermik pneumatolik, Siklus Litosfer – Siklus Batuan, Contoh Gambar Siklus Litosfer – Siklus Batuan, Pengertian Lapisan Atmosfer, Fungsi Lapisan Atmosfer, Tebal Lapisan Atmosfer, Komposisi Kandungan Udara Atmosfer,
  11. Ardra.Biz, 2019, “Susunan Lapisan Atmosfer, Jenis Lapisan Atmosfer, Lapisan Troposfer, Temperatur lapisan Troposfer, Lapisan tropopause, lapisan batas troposfer dan stratosfer, Tebal Ketinggian troposfer, lapisan atmosfer lintasan pesawat terbang, Tebal Lapisan Stratosfer, Jarak Lapisan stratosfer, Letak Lapisan Ozon, Fungsi Lapisan Ozon, Tebal Lapisan Mesosfer, Posisi Lapisan mesosfer,
  12. Ardra.Biz, 2019, “Temperatur mesosfer, Lapisan Termosfer, Temperatur Lapisan Termosfer, Pengertian Lapisan Ionosfer, Lokasi lapisan ionosfer, Fungsi Lapisan ionosfer, Lapisan Eksosfer, Letak Lapisan eksosfer, Ketinggian Lapisan eksosfer, Cahaya redup,  cahaya zodiakal dan gegenschein,
  13. Ardra.Biz, 2019, “Contoh Soal Ujian Litosfer dan Atmosfer, Gejala Optik di Atmosfer, Pengertian Pelangi, Jenis warna pelangi, Pengertian gejala sinar Halo, Cirrus atau Cirrocumulus, Pengertian gejala optic Aurora, Letak gejala aurora,

Bentuk  Bentuk Negara

Pengertian Negara. Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati atau dipatuhi oleh rakyatnya.

Negara dapat diartikan sebagai organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang mempunyai cita cita untuk bersatu, hidup dalam Kawasan tempat tertentu dan memiliki pemerintahan yang berdaulat.

Pengertian negara mengadung nilai konstiyutif dari sebuah negara yang mensyaratkan adanya unsur dalam sebuah negara, yakni adanya masyarakat atau rakyat, adanya wilayah atau negara dan adanya pemerintah yang berdaulat.

Bentuk Bentuk  Negara

Bentuk- bentuk negara yang dikenal sampai saat ini terdiri dari tiga bentuk yaitu negara konfederasi, kesatuan, dan federal. Meskipun demikian, bentuk negara konfederasi jarang diterapkan di dalam bentuk- bentuk negara pada masa kini.

Negara Berbentuk Kesatuan

Negara kesatuan Negara yang merdeka serta berdaulat di mana di seluruh wilayah negara yang berkuasa hanyalah satu pemerintah pusat yang mengatur seluruh daerah disebut dengan negara kesatuan.

Contoh Negara Kesatuan adalah Republik Rakyat Cina. Pemerintahan di negara ini berpaham sentralistik, di mana pemerintah pusat yang dikuasai Partai Komunis Cina mengatur semua yang berkaitan dengan pemerintahan.

Pada negara kesatuan pemerintah pusat atau nasional memegang kedudukan tertinggi dan memiliki kekuasaan penuh dalam  menjalani pemerintahan sehari- hari. Tidak ada bidang kegiatan pemerintah yang diserahkan konstitusi kepada satuan- satuan pemerintahan yang lebih kecil (dalam hal ini, pemerintah daerah atau provinsi).

Dalam negara kesatuan, pemerintah pusat bisa melimpahkan banyak tugas  atau melimpahkan wewenangnya kepada kota- kota, kabupaten- kabupaten, atau satuan- satuan pemerintahan local lainnya. Akan tetapi, pelimpahan wewenang ini hanya diatur oleh undang- undang yang dibuat parlemen pusat, bukan diatur di dalam konstitusi. Pelimpahan wewenang tersebut bisa saja dibatalkan atau ditarik kembali sewaktu- waktu.

Pemerintah pusat memiliki kewenangan untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi. Hal ini selanjutnya disebut sebagai desentralisasi.

Meskipun demikian, kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat. Dengan demikian, baik kedaulatan ke dalam maupun kedaulatan ke luar berada pada pemerintah pusat.

Miriam Budiardjo menulis bahwa yang menjadi hakikat negara kesatuan adalah kedaulatannya tidak terbagi dan tidak dibatasi. Hal ini dijamin di dalam konstitusi. Meskipun daerah diberi kewenangan untuk mengatur sendiri wilayahnya, bukan berarti pemerintah daerah itu berdaulat, sebab pengawasan dan kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat.

Negara Berbentuk Konfederasi

Konfederasi adalah negara yang terdiri atas persatuan beberapa negara yang berdaulat. Persatuan tersebut di antaranya dilakukan demi mempertahankan kedaulatan dari negara-negara yang masuk ke dalam konfederasi tersebut.

Contoh Negara Konfederasi. Pada tahun 1963, Malaysia dan Singapura pernah membangun suatu konfederasi, yang salah satunya dimaksudkan untuk mengantisipasi politik luar negeri yang agresif dari Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Malaysia dan Singapura mendirikan konfederasi lebih karena alasan pertahanan .

Dalam konfederasi, aturan- aturan yang ada di dalamnya hanya berpengaruh pada tiap -tiap pemerintah, tidak mempengaruhi warga negara. Artinya, meskipun terikat dalam perjanjian pemerintah tetap berdaulat dan berdiri sendiri tanpa intervensi satu negara terhadap negara lainnya di dalam konfederasi.

Menurut Miriam Budiardjo, konfederasi pada hakikatnya bukan negara, baik ditinjau dari sudut ilmu politik maupun dari sudut hukum internasional. Keanggotaan suatu negara ke dalam suatu konfederasi tidak menghilangkan ataupun mengurangi kedaulatan setiap negara yang menjadi anggota konfederasi.

Bentuk Negara Serikat/Federasi

Negara serikat ialah negara yang susunan negaranya jamak, terdiri dari negara-negara bagian. Urusan negara dibagi menjadi dua, yaitu yang secara terperinci (limitatif) diberikan kepada pemerintah federal (delegated powers) serta sisanya menjadi urusan negara bagian.

Contoh Negara dengan bentuk serikat atau disebut juga negara federasi adalah Amerika Serikat. Pemerintah pusat di Amerika Serikat hanya mengatur masalah-masalah yang berkaitan dengan militer dan urusan- urusan yang berkaitan dengan hubungan luar negeri.Adapun kekuasaan sisanya diberikan kepada tiap- tiap negara bagian.

Dalam hal ini ada serikat negara (konfederasi) dan negara serikat (federasi). G. Jellinek membedakannya berdasarkan kriteria di manakah letak kedaulatan itu. Jika terletak pada negara-negara bagiannya, maka itu merupakan serikat negara.

Akan tetapi, jika terletak pada gabungannya, maka itu merupakan negara serikat. Sementara, Kranenburg membedakannya berdasarkan kriteria dapat atau tidaknya pemerintah gabungan itu membuat peraturan- peraturan hukum yang langsung mengikat atau berlaku terhadap warga negara dari negara- negara bagiannya. Jika ya, maka itu adalah negara serikat. Jika tidak, maka itu adalah serikat negara.

Negara Berbentuk Uni

Disebut uni apabila dua negara atau lebih yang masing- masing merdeka dan berdaulat hanya mempunyai satu kepala negara yang sama. Uni dibedakan menjadi dua kategori, yaitu uni riel dan uni peronal.

Contoh Negara Uni Riel Dan Personal

Uni riel (uni nyata), yaitu jika negara- negara tersebut mempunyai alat untuk mengurus kepentingan bersama, seperti Uni Austria- Hongaria tahun 1857–1918 dan Uni Swedia-Norwegia tahun 1815–1905;

Uni personal, yaitu jika mempunyai kepala negara yang sama seperti Uni Belanda-Luxemburg tahun 1839–1890 dan Uni Inggris- Skotlandia tahun 1603–1707.

Bentuk Negara Dominion

Negara -negara yang pada awalnya merupakan bekas jajahan Inggris, kemudian setelah negara negara tersebut merdeka dan berdaulat tetap mengakui raja atau ratu Inggris sebagai pemimpin negara dan lambang persatuan mereka, membentuk semacam organisasi yang dinamakan British Commonwealth of Nations.

Contoh Negara Dominion. Negara negara ini bebas keluar dari ikatan bersama itu serta berhak mengurus politik dalam dan luar negerinya sendiri. Termasuk dalam kelompok negara ini adalah Kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, India, Kepulauan Polynesia, dan Malaysia.

Koloni atau Jajahan

Negara koloni atau jajahan adalah suatu daerah yang dijajah oleh bangsa lain. Koloni biasanya merupakan bagian dari wilayah negara penjajah. Hampir semua hal penting negara koloni diatur oleh pemerintah negara penjajah.

Contoh Negara koloni/ Penjajahan. Oleh karena terjajah, daerah atau negara jajahan tidak berhak menentukan nasibnya sendiri. Dewasa ini tidak ada lagi koloni dalam arti sesungguhnya. Contohnya, negara Indonesia selama 350 tahun menjadi koloni Belanda.

Bentuk Negara Protektorat

Protektorat adalah negara yang berada di bawah lindungan negara lain yang lebih kuat. Dalam hal ini negara yang dilindungi tidak dianggap merdeka dan berdaulat. Oleh karena itu, hubungan luar negeri dan pertahanan negara diserahkan kepada negara yang melindunginya.

Contoh Negara Protektorat, negara Monaco dan Tunisia merupakan protektorat dari negara Prancis.

Daftar Pustaka,

Pengertian Negara dan Bentuk Bentuk Negara. Bentuk Negara Kesatuan dan Contoh bentuk Negara Kesatuan dengan Pengertian Desetralisasi atau Pelimpahan Wewenang Ke daerah. Bentuk Negara Konfederasi dengan Contoh Bentuk Negara Konfederasi. Bentuk Negara Serikat atau Federasi dan Contoh Bentuk Negara Serikat atau Federasi. Negara Berbentuk Uni dengan Contoh Negara Berbentuk Uni.

Bentuk Negara uni riel nayata dan Contoh Bentuk Negara uni riel nayata serta Bentuk Negara Uni personal dengan Contoh Bentuk negara Uni personal. Bentuk Negara Dominion dan Contoh Bentuk Negara Dominion serta Negara dalam British Commonwealth of Nations.

Bentuk Koloni atau Jajahan dengan Contoh Negara bentuk koloni penjajahan yang Bentuk Negara Protektorat dengan contoh Bentuk Negara Protektorat. Hakikat negara kesatuan dan Pemerintah federal atau delegated powers.

Fungsi Tujuan Misi Visi Negara Indonesia

Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara Republik Indonesia adalah negara kesatuan. Berdasarkan  Pasal 1 UUD RI Tahun 1945, Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Definisi tersebut diperkuat lagi oleh Pasal 18 UUD RI Tahun 1945 ayat (1) yang menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah- daerah provinsi yang dibagi lagi atas kabupaten dan kota. Tiap provinsi, kabupaten, dan kota mempunyai pemerintah daerah yang diatur oleh undang-undang.

Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia

Sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem desentralisasi. Secara etimologis, istilah tersebut berasal dari bahasa latin, de, artinya lepas, dan centrum, yang berarti pusat, sehingga dapat diartikan lepas dari pusat.

Dalam undang-undang disebutkan bahwa desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Artinya, daerah diberi kewenangan dan hak untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Kesempatan tersebut dilaksanakan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali dalam urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.

Penerapan asas desentraslisasi secara teoritis didasari oleh keinginan untuk menciptakan demokrasi, pemerataan, dan efisiensi. Melalui partisipasi masyarakat lokal diharapkan desentralisasi akan menciptakan demokrasi.

Sistem demokratis ini diharapkan mampu mendorong tercapainya pemerataan pembangunan, terutama di daerah pedesaan yang merupakan tempat terbesar masyarakat tinggal. Efisiensi kerja pemerintahan dapat meningkat karena jarak antara pemerintah lokal dengan masyarakat menjadi lebih dekat.

Fungsi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Pada dasarnya negara berfungsi mengatur tata kehidupan bernegara agar tujuan negara tercapai.

Fungsi negara merepresentasika yang dilakukan negara untuk mencapai tujuannnya. Fungsi negara dapat dikatakan sebagai tugas negara. Negara sebagai organisasi kekuasaan dibentuk untuk menjalankan tugas tugas negara.

Pada dasarnya, negara dibentuk agar dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan manusia, baik pribadi maupun kelompok. Dengan membentuk suatu negara diharapkan keinginan dan kebutuhan hidup manusia dapat lebih mudah dicapai.

Setidaknya ada lima fungsi negara yang dikenalkan oleh para
ahli kenegaraan Prancis pada abad XVI sebagai berikut.

1) Fungsi diplomatik (diplomatic), yaitu negara harus mampu mengadakan diplomasi-diplomasi dengan negara lain yang bermanfaat bagi kemajuan negara.
2) Fungsi pertahanan (defencie), yaitu negara bertugas membuat suatu pertahanan untuk menjamin kedaulatannya sendiri.
3) Fungsi penyediaan (financie), yaitu negara bertugas menyediakan segala keperluan, baik sarana maupun prasarana untuk kepentingan warga negaranya.
4) Fungsi keadilan (justicie), yaitu negara bertugas menegakkan hukum untuk mewujudkan keadilan.
5) Fungsi pengawasan (policie), yaitu negara bertugas mengawasi rakyatnya terhadap kemungkinan pelanggaran hukum. Tujuan pengawasan adalah terciptanya tatanan masyarakat yang tertib dan damai.

Adapun Fungsi mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah

  • Negara memberikan perlindungan pada para penduduk dalam wilayah tertentu.
  • Negara mendukung atau langsung menyediakan berbagai pelayanan kehidupan masyarakat dlam bidang social, ekonomi, dan kebudayaan.
  • Negara menjadi penengah yang tidak memihak antara pihak yang bersengketa di masyarakat dan menyediakan suatu system peradilan bebas da independent yang menjamin keadilan dalam hubungan social masyarakat.
  • Negara wajib Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat,
  • Negara Menegakkan keadilan dan menciptakan supremacy of law melalui badan badan peradilannya,
  • Negara Melaksanakan penertiban (law and order) sehingga terjadi kestabilan dan mencapai tujuan bersama, dan
  • Negara wajib melakukan Pertahanan untuk menjaga kemungkinan timbulnya serangan dari luar.

Tujuan Negara Replublik Indonesia

Tujuan negara secara umum adalah menyelenggarakan kesejahteraan dan kebahagiaan rakyatnya. Tujuan negara merupakan pedoman dalam menyusun dan mengendalikan alat perlengkapan negara serta mengatur kehidupan rakyatnya.

Tujuan dari tiap-tiap negara dipengaruhi oleh tempat, sejarah pembentukan, dan pengaruh dari penguasa negara yang bersangkutan.

Beberapa pendapat mengenai tujuan negara dari ahli kenegaraan sebagai berikut.

1) Menciptakan keadaan agar rakyat dapat mencapai keinginan keinginannya secara maksimal.

2) Memajukan kesusilaan manusia sebagai individu dan sebagai makhluk sosial.

3) Mencapai penghidupan dan kehidupan yang aman dan tenteram dengan taat kepada Tuhan. Pemimpin negara dalam menjalankan kekuasaannya berdasarkan kekuasaan Tuhan.

4) Mengusahakan terselenggaranya ketertiban, keamanan, dan ketenteraman agar tercapai tujuan negara yang tertinggi, yaitu kemakmuran bersama.

5) Memelihara dan menjamin terlaksananya hak-hak asasi manusia. Kekuasaan penguasa dibatasi oleh hak-hak asasi manusia.

Berdasarkan Pancasila dan UUD RI Tahun 1945, negara Indonesia bercita- cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Tujuan Negara Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD RI Tahun 1945 alinea IV adalah :

“ melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial” .

Visi Negara Replublik Indonesia

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju, dan sejahtera dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, serta berdisiplin merupakan visi bangsa Indonesia.

Misi Negara Republik Indonesia

Misi untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia di masa depan tersebut, antara lain, sebagai berikut.

  • Perwujudan kesejahteraan rakyat yang ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermanfaat serta memberi perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar, yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja.
  • Perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin, bertanggung jawab, dan
  • berketrampilan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.
  • Perwujudan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan hak asasi manusia berlandaskan keadilan dan kebenaran.
  • Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • Penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional, terutama pengusaha kecil, menengah, dan koperasi, dengan mengembangkan system ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang proaktif, mandiri, maju, berdaya saing, serta berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
  • Perwujudan aparatur negara yang berfungsi melayani masyarakat, profesional, berdaya guna, produktif, transparan, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  • Perwujudan politik luar negeri yang berdaulat, bermanfaat, bebas, dan proaktif bagi kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan global.
  • Penjaminan kondisi aman, damai, tertib, dan ketenteraman masyarakat.
  • Peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan dan mantapnya persaudaraan umat beragama yang berakhlak mulia, toleran, rukun, dan damai.
  • Perwujudan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian, dinamis, kreatif, berdaya tahan terhadap pengaruh globalisasi.
  • Perwujudan otonomi daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pemerataan pertumbuhan dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia.

Daftar Pustaka

Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia. Pengertian sistem pemerintahan desentralisasi dengan Sistem Demokratis dan Fungsi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tujuan Negara Replublik Indonesia dengan Cita cita negara republic Indonesia dan Visi Negara Replublik Indonesia beserta Misi Negara Republik Indonesia.

Prinsip Asas Seni Rupa Murni

Pengertian Seni Rupa. Seni rupa merupakan cabang seni yang bentuk perwujudannya dapat dilihat dan diraba atau biasa disebut juga dengan visual art. Seni rupa merupakan ungkapan perasaan dan pengalaman artistik dari seniman, desainer, dan pengrajin yang dapat diwujudkan melalui berbagai media, bahan, teknik, bentuk, dan sifat sehingga dapat menghasilkan sebuah karya seni.

Karya seni rupa dapat dinikmati dengan indra penglihatan (visual) dan peraba. Seni rupa biasanya memanfaatkan unsur garis, bidang, warna, tekstur, dan volume. Contoh hasil karya seni rupa adalah lukisan, kaligrafi, poster, reklame, spanduk, patung, diorama, kursi, meja, seni grafis, dan seni kerajinan.

Seni Rupa Dua Dimensi

Bentuk karya seni rupa terdiri dari bentuk dua dimensi atau dwimatra dan tiga dimensi atau trimatra. Bentuk dua dimensi memiliki ukuran panjang dan lebar atau hanya dapat dinikmati dari satu sudut pandang. Contoh seni rupa dua dimensi adalah lukisan, batik, dan ilustrasi.

Seni Rupa Tiga Dimensi

Adapun bentuk karya seni rupa tiga dimensi memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi sehingga dapat dilihat dari berbagai arah. Contoh karya seni rupa tiga dimensi adalah patung, arsitektur, wayang golek, diorama, meja, dan kursi.

Pengertian Seni Rupa Murni

Segala jenis karya seni rupa yang sengaja dibuat untuk media ekspresi atau sarana mengungkapkan perasaan disebut karya seni rupa murni.

Seni murni yaitu bentuk seni rupa yang diciptakan dengan lebih mengutamakan unsur ekspresi jiwa pembuatnya (seniman) tanpa mencampuradukannya dengan fungsi atau kegunaan tertentu. Seni murni diciptakan khusus untuk dinikmati segi estetik dan artistiknya. Kebebasan dalam berekspresi menjadi hal penting dalam berkarya seni murni. Kelompok seni ini terdiri atas seni lukis dan seni patung.

Prinsip Asas Seni Rupa Murni

Prinsip adalah asas, prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa, sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan.

Asas- asas dalam seni rupa berlaku terhadap semua cabang seni rupa. Asas -asas tersebut meliputi komposisi dan proporsi. Karya seni yang baik selalu dibuat berdasarkan pada kaidah komposisi dan proporsi tersebut.

Asas Prinsip Komposisi Seni Rupa

Komposisi adalah tata susunan yang meliputi keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa.

Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa. Susunan tersebut dikatakan harmonis, apabila tersusun sesuai prinsip- prinsip seni rupa. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik.

Asas Prinsip Keseimbangan Balance Seni Rupa

Keseimbangan atau balans adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni.

Keseimbangan atau balance merupakan kesan yang dapat memberikan rasa mapan (tidak berat di salah satu sisi) sehingga tidak ada ketimpangan dalam penempatan unsur- unsur rupa (garis, bentuk, warna, dan lain-lain).

Asas Prinsip Kesatuan Unity Seni Rupa

Kesatuan (unity) adalah hubungan keterkaitan antara unsur-unsur rupa yang mengarah pada pusat perhatian. Unsur-unsur gambar yang baik akan menyatu-padu, tidak terkesan terpencar atau berantakan.

Kesatuan atau unity adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk. Dengan kesatuan, elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis.

Asas Prinsip Irama Rhythm

Irama atau biasa disebut ritme adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur.

Irama atau rhythm adalah uraian kesan gerak yang ditimbulkan oleh unsur-unsur yang dipadukan secara berdampingan dan keseluruhan. Irama dalam seni rupa ibarat alunan lagu atau musik yang diatur sedemikian rupa sehingga tercipta suatu keindahan. Irama dalam lukisan juga bisa diwujudkan dengan pengaturan warna dan bidang.

Asas Prinsip Keselarasan Harmony Seni Rupa

Keselarasan (harmony) adalah kesan kesesuaian antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan susunan. Misalnya, gambar buah alpukat yang ukurannya lebih besar daripada buah kelapa, hal ini menunjukkan kestidak selarasan.

Asas/ Prinsip Proporsi Seni Rupa

Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni.

Proporsi adalah kesan kesebandingan yang ideal (pantas, sesuai, dan benar) antara unsur yang satu dengan unsur lainnya dalam satu kesatuan unsur rupa. Penggambaran bentuk objek yang tidak proporsi akan terlihat janggal. Misalnya, gambar kaki manusia yang ukurannya lebih pendek dari ukuran tangannya.

Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional.

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Asas Seni Rupa Murni dengan Contoh Asas Seni Rupa Murni dan Prinsip Seni Rupa Murni sebagai Contoh Prinsip Seni Rupa Murni. Pengertian Seni Rupa dengan Contoh karya seni rupa danJenis macam seni rupa.
  11. Ardra.Biz, 2019, “Seni Rupa Dua Dimensi dengan Contoh karya seni rupa dua dimensi. Seni Rupa Tiga Dimensi dengan Contoh karya Seni Rupa Tiga Dimensi. Pengertian Seni Rupa Murni dengan Contoh Karya seni rupa murni.
  12. Ardra.Biz, 2019, “Asas Komposisi seni rupa dengan contoh asas komposisi karya seni rupa dan prinsip Keseimbangan Balance seni rupa beserta Contoh asas Keseimbangan Balance seni rupa. Asas Prinsip Kesatuan Unity dengan Contoh Asas Prinsip Kesatuan Unity.
  13. Ardra.Biz 2019, “Asas prinsip Irama Rhythm seni rupa serta Contoh Asas prinsip Irama Rhythm seni rupa. Asas Keselarasan Harmony seni rupa dengan Contoh Asas Keselarasan Harmony seni rupa. Prinsip asas Proporsi seni rupa dengan Contoh Prinsip asas Proporsi seni rupa.

 

Unsur Seni Rupa

Pengertian Unsur Seni Rupa. Unsur -unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa.

Seorang perupa seperti seniman, desainer, kriyawan, perajin, dan sebagainya. mengolah unsur- unsur seni rupa fisik dan non fisik sesuai dengan keterampilan atau kemampuan atau keahlian dan kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan sebuah karya seni.

Dalam sebuah karya seni rupa, unsur fisik dapat secara langsung dilihat dan atau diraba, sedangkan unsur non fisik adalah prinsip atau kaidah- kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni.

Unsur- unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliputi semua unsur visual yang terdapat pada sebuah benda. Dengan demikian pengamatan terhadap unsur -unsur visual pada karya seni rupa ini tidak berbeda dengan pengamatan terhadap benda-  benda yang ada di sekeliling.

Unsur Unsur Seni Rupa

Unsur seni rupa adalah unsur- unsur visual yang dapat dilihat wujudnya yang digunakan untuk membentuk karya seni. Wujud atau unsur-unsur seni rupa tersebut berupa garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, nada gelapterang, dan ruang.

Penataan unsur- unsur visual pada sebuah karya seni rupa menggunakan prinsip- prinsip dasar berupa kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh seniman dan perupa pada umumnya dapat membentuk sebuah karya seni yang baik dan indah.

Kaidah atau aturan baku ini disebut komposisi, berasal dari bahasa latin compositio yang artinya menyusun atau menggabungkan menjadi satu. Komposisi dapat mencakup beberapa prinsip penataan seperti: kesatuan (unity); keseimbangan (balance) dan irama (rhythm), penekanan, proporsi dan keselarasan. Prinsip- prinsip dasar ini merupakan unsur non fisik dari karya seni rupa.

Unsur Seni Rupa Titik /Bintik

Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila berkumpul atau berwarna beda.Titik yang membesar biasa disebut bintik.

Unsur Seni Rupa Garis (Line)

Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya.

Garis terbentuk melalui goresan atau tarikan dari titik yang satu ke titik yang lain. Garis merupakan unsur fisik yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Garis memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat -sifat khusus seperti: pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak dan seterusnya.

Setiap garis tersebut dapat menimbulkan kesan yang beragam yang dinamakan sifat garis. Misalnya, garis lurus dapat mengesankan kaku, tegas, dan keras.

Garis digunakan untuk mengomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri. Garis tebal tegak lurus misalnya, dapat memberi kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tipis melengkung, memberi kesan lemah dan ringkih. Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda akan menghasilkan karakter yang berbeda pula.

Karakter garis yang dihasilkan oleh jejak spidol pada kertas dan jejak arang pada kertas, akan menghasilkan kesan karakter yang berbeda.

Unsur Seni Rupa Raut (Bidang dan Bentuk)

Bidang berupa permukaan yang datar. Suatu garis yang dipertemukan ujung pangkalnya akan membentuk bidang, baik bidang geometrik (segitiga, persegi, dan persegi panjang) maupun bidang organik (lengkung bebas). Bidang juga mempunyai sifat yang beragam sesuai bentuknya.

Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya

Raut atau bidang dan bentuk merupakan unsur yang tampak, potongan atau wujud dari suatu objek. Istilah ”bidang” umumnya digunakan untuk menunjuk wujud benda yang cenderung pipih atau datar sedangkan ”bangun” atau ”bentuk” lebih menunjukkan kepada wujud benda yang memiliki volume (mass).

Bentuk terjadi melalui penggabungan unsur bidang. Misalnya, sebuah kotak terwujud dari empat sisi bidang yang disatukan. Kesan dan sifat suatu benda lebih ditentukan oleh nada gelap-terang, warna, dan tekstur benda. Misalnya, benda bertekstur kasar memberi kesan berat daripada yang bertekstur halus.

Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi,
ornamental, tak teratur dan sebagainya.

Sedangkan bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.

Unsur Seni Rupa Ruang

Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua, yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk.

Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi menunjukan kesan dimensi dari obyek yang terdapat pada karya seni rupa tersebut. Pada karya dua dimensi kesan ruang dapat dihadirkan dalam karya dengan pengolahan unsur unsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas warna, terang gelap, atau menggunakan Teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).

Dalam seni bangunan, ruang terbentuk atas dua atau beberapa dinding yang berjarak. Ruang juga bisa berupa rongga yang terdapat dalam seni patung. Ruang di alam nyata dinamakan ruang nyata. Ruang yang diwujudkan dalam gambar dinamakan ruang khayalan (imajiner).

Unsur Seni Rupa Tekstur

Tekstur atau barik adalah unsur rupa yang menunjukan kualitas taktis dari suatu permukaan atau penggambaran struktur permukaan suatu objek pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, tekstur dapat dibedakan atas tekstur asli dan tekstur buatan.

Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu.

Tekstur asli adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba, sedangkan tekstur buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena pengolahan unsur garis, warna, ruang, dan terang-gelap.

Tekstur adalah permukaan suatu benda, ada yang halus ada yang kasar. Tekstur kasar, misalnya terdapat pada batang kayu, daun, dan batu. Tekstur halus, misalnya kaca, plastik, dan kertas. Dalam penggambaran bentuk benda, tekstur bisa mengesankan bobot ringan dan berat.

Unsur Seni Rupa Warna

Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya.

Warna adalah unsur rupa yang paling menarik perhatian. Menurut teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna pokok (primer) yaitu merah, kuning dan biru. Dalam berkarya seni rupa terdapat beberapa Teknik penggunaan warna, yaitu secara harmonis, heraldis, murni, monokromatik dan polikromatik.

Warna dapat memberikan kesan tertentu. Ada warna muda dan warna tua, warna terang dan warna gelap, serta warna redup dan warna cerah. Warna gelap cenderung memberi kesan berat, sebaliknya warna terang dapat memberi kesan ringan.

Unsur Seni Rupa Gelap-Terang

Unsur gelap terang pada karya seni rupa timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan ini menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda. Bagian yang terkena cahaya akan lebih terang dan bagian yang kurang atau terkena cahaya akan tampak lebih gelap.

Benda yang tertimpa cahaya (secara langsung atau tidak langsung), ada sisi yang gelap dan ada sisi yang terang. Penggambaran bentuk benda yang baik, salah satunya ditentukan oleh kelihaian menentukan sisi gelap dan sisi terang secara tepat

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Unsur Unsur Seni Rupa, dengan Contoh Unsur Seni Rupa dan Pengertian Seni Rupa. Unsur Fisik Seni Rupa dan Unsur Visual Benda Seni Rupa sebagai Unsur Non Fisik Seni Rupa. Jenis Unsur Seni rupa dengan Unsur Titik /Bintik Karya Seni Rupa dan Unsur Seni rupa Garis (Line).
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Unsur seni rupa beserta Kesan makna unsur garis seni rupa dan Karakter unsur seni rupa. Unsur seni rupa Raut (Bidang dan Bentuk) dengan Contoh Unsur seni rupa bidang atau bentuk dan Unsur seni rupa Ruang beserta contoh unsur seni rupa ruang.
  12. Ardra.Biz, 2019, “Unsur seni rupa Tekstur dengan contoh unsur seni rupa tekstur dan Unsur seni rupa barik sebagai contoh unsur seni rupa barik.
  13. Ardra.Biz, 2019, “Tekstur asli  dan tekstur buatan adalah Kesan permukaan objek dengan unsur seni rupa warna. contoh unsur seni rupa warna dengan Unsur seni rupa Gelap-Terang dan Contoh unsur seni rupa terang gelap.

Contoh Produk Menggunakan Baja Tahan Karat, Jenis Stainless Steel

Pengertian Baja Tahan Karat. Baja tahan karat merupakan baja paduan yang mempunyai sifat atau karakterisasi khusus. Ciri umum dari baja tahan karat adalah kandungan kromium (Cr) yang tinggi, tidak kurang dari 12 persen. Pada baja, unsur Kromium dengan besi (Fe) membentuk suatu larutan padat atau biasa disebut dengan solid solution.

Sifat paling utama dari baja tahan karat adalah memiliki ketahanan terhadap korosi yang sangat tinggi. Selain itu, baja tahan karat memiliki sifat ketangguhan yang tinggi, mudah di mesin, mudah dibentuk dan juga mampu las tinggi.

Selain unsure kromium, dan unsure unsure yang biasa ditambahkan dalam baja tahan karat seperti nikel, titanium, molybdenum, tembaga, niobium, terdapat juga unsure-unsur lain seperti karbon, silicon, alumunium, dan mangan.

Contoh Produk Menggunakan Stainless Steel, Baja Tahan Korosi
Contoh Produk Menggunakan Stainless Steel, Baja Tahan Korosi.

Mo,  W, Si, V, Al, Ti dan Nb merupakan unsur-unsur penstabil ferit. Sedangkan C, Ni, Cu, Co dan Mn merupakan unsure-unsur yang menyebabkan ferit menjadi tidak stabil. Unsure-unsur ini menghambat transformasi austenite ke martensit, sehingga baja paduan tinggi dengan karbon tinggipun dapat tetap memiliki struktur austenite pada temperature ruang.

Jenis klasifikasi-Baja-Tahan Korosi, Stainless Steel

Baja Tahan Karat Feritik

Baja Tahan Karat Feritik mempunyai paduan utama kromium antara 12 sampai dengan 30 persen. Kadar karbonnya relative rendah. Baja tahan karat ini umumnya tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas, namun dapat dikeraskan dengan pengerjaan dingin.

Baja Tahan Karat Austenitik

Baja tahan karat austenitik terjadi jika pada sistem larutan padat Fe-Cr ditambahkan unsur penstabil Austenite seperi nikel atau mangan. Kedua unsur ini berperah sebagai unsur yang menstabilkan Austenite dan menambah luas daerah fasa Austenite dan mempersempit daerah ferit.

Baja Tahan Karat Martensitik

Baja tahan karat martensitik mengandung kromium 11,5 sampai dengan 18 persen. Kadar karbon dalam baja tahan karat ini relatif tinggi, yaitu antara 0,12 sampai 1,20 persen.

Baja Tahan Karat Pengerasan Pengendapan.

Baja tahan karat pengerasan pengendapan, PH, precipitation hardening, mempunyai struktur martensit atau austenite dengan penambahan unsure Tembaga, Titanium, Alumunium, Molibdenum, Niobium, atau Nitrogen

Contoh Produk Yang Menggunakan Baja Tahan Karat,

Baja tahan karat digunakan mulai dari peralatan rumah tangga, automotif, sampai industry penerbangan. Produk – produk yang umum digunakan pada rumah tangga misalnya peralatan dapur seperti sendok, garpu, mug (cangkir besar), pisau, panci dan sebagainya. Untuk automotif biasaya digunakan pada baut dan mur, bagian asesoris grill depan, handle pintu, dan sebagainya.

Pada industry umumnya baja taham karat digunakan pada mesin atau peralatan yang operasinya menuntut ketahanan korosi dan temperature relative tinggi. Baja tahan karat Biasa digunakan untuk larutan dengan tingkat keasaman atau pH rendah. Beberapa contoh produk yang menggunakan baja tahan karat dapat dilihat pada gambar.