Bentuk  Bentuk Negara

Pengertian Negara. Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati atau dipatuhi oleh rakyatnya.

Negara dapat diartikan sebagai organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang mempunyai cita cita untuk bersatu, hidup dalam Kawasan tempat tertentu dan memiliki pemerintahan yang berdaulat.

Pengertian negara mengadung nilai konstiyutif dari sebuah negara yang mensyaratkan adanya unsur dalam sebuah negara, yakni adanya masyarakat atau rakyat, adanya wilayah atau negara dan adanya pemerintah yang berdaulat.

Bentuk Bentuk  Negara

Bentuk- bentuk negara yang dikenal sampai saat ini terdiri dari tiga bentuk yaitu negara konfederasi, kesatuan, dan federal. Meskipun demikian, bentuk negara konfederasi jarang diterapkan di dalam bentuk- bentuk negara pada masa kini.

Negara Berbentuk Kesatuan

Negara kesatuan Negara yang merdeka serta berdaulat di mana di seluruh wilayah negara yang berkuasa hanyalah satu pemerintah pusat yang mengatur seluruh daerah disebut dengan negara kesatuan.

Contoh Negara Kesatuan adalah Republik Rakyat Cina. Pemerintahan di negara ini berpaham sentralistik, di mana pemerintah pusat yang dikuasai Partai Komunis Cina mengatur semua yang berkaitan dengan pemerintahan.

Pada negara kesatuan pemerintah pusat atau nasional memegang kedudukan tertinggi dan memiliki kekuasaan penuh dalam  menjalani pemerintahan sehari- hari. Tidak ada bidang kegiatan pemerintah yang diserahkan konstitusi kepada satuan- satuan pemerintahan yang lebih kecil (dalam hal ini, pemerintah daerah atau provinsi).

Dalam negara kesatuan, pemerintah pusat bisa melimpahkan banyak tugas  atau melimpahkan wewenangnya kepada kota- kota, kabupaten- kabupaten, atau satuan- satuan pemerintahan local lainnya. Akan tetapi, pelimpahan wewenang ini hanya diatur oleh undang- undang yang dibuat parlemen pusat, bukan diatur di dalam konstitusi. Pelimpahan wewenang tersebut bisa saja dibatalkan atau ditarik kembali sewaktu- waktu.

Pemerintah pusat memiliki kewenangan untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi. Hal ini selanjutnya disebut sebagai desentralisasi.

Meskipun demikian, kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat. Dengan demikian, baik kedaulatan ke dalam maupun kedaulatan ke luar berada pada pemerintah pusat.

Miriam Budiardjo menulis bahwa yang menjadi hakikat negara kesatuan adalah kedaulatannya tidak terbagi dan tidak dibatasi. Hal ini dijamin di dalam konstitusi. Meskipun daerah diberi kewenangan untuk mengatur sendiri wilayahnya, bukan berarti pemerintah daerah itu berdaulat, sebab pengawasan dan kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat.

Negara Berbentuk Konfederasi

Konfederasi adalah negara yang terdiri atas persatuan beberapa negara yang berdaulat. Persatuan tersebut di antaranya dilakukan demi mempertahankan kedaulatan dari negara-negara yang masuk ke dalam konfederasi tersebut.

Contoh Negara Konfederasi. Pada tahun 1963, Malaysia dan Singapura pernah membangun suatu konfederasi, yang salah satunya dimaksudkan untuk mengantisipasi politik luar negeri yang agresif dari Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Malaysia dan Singapura mendirikan konfederasi lebih karena alasan pertahanan .

Dalam konfederasi, aturan- aturan yang ada di dalamnya hanya berpengaruh pada tiap -tiap pemerintah, tidak mempengaruhi warga negara. Artinya, meskipun terikat dalam perjanjian pemerintah tetap berdaulat dan berdiri sendiri tanpa intervensi satu negara terhadap negara lainnya di dalam konfederasi.

Menurut Miriam Budiardjo, konfederasi pada hakikatnya bukan negara, baik ditinjau dari sudut ilmu politik maupun dari sudut hukum internasional. Keanggotaan suatu negara ke dalam suatu konfederasi tidak menghilangkan ataupun mengurangi kedaulatan setiap negara yang menjadi anggota konfederasi.

Bentuk Negara Serikat/Federasi

Negara serikat ialah negara yang susunan negaranya jamak, terdiri dari negara-negara bagian. Urusan negara dibagi menjadi dua, yaitu yang secara terperinci (limitatif) diberikan kepada pemerintah federal (delegated powers) serta sisanya menjadi urusan negara bagian.

Contoh Negara dengan bentuk serikat atau disebut juga negara federasi adalah Amerika Serikat. Pemerintah pusat di Amerika Serikat hanya mengatur masalah-masalah yang berkaitan dengan militer dan urusan- urusan yang berkaitan dengan hubungan luar negeri.Adapun kekuasaan sisanya diberikan kepada tiap- tiap negara bagian.

Dalam hal ini ada serikat negara (konfederasi) dan negara serikat (federasi). G. Jellinek membedakannya berdasarkan kriteria di manakah letak kedaulatan itu. Jika terletak pada negara-negara bagiannya, maka itu merupakan serikat negara.

Akan tetapi, jika terletak pada gabungannya, maka itu merupakan negara serikat. Sementara, Kranenburg membedakannya berdasarkan kriteria dapat atau tidaknya pemerintah gabungan itu membuat peraturan- peraturan hukum yang langsung mengikat atau berlaku terhadap warga negara dari negara- negara bagiannya. Jika ya, maka itu adalah negara serikat. Jika tidak, maka itu adalah serikat negara.

Negara Berbentuk Uni

Disebut uni apabila dua negara atau lebih yang masing- masing merdeka dan berdaulat hanya mempunyai satu kepala negara yang sama. Uni dibedakan menjadi dua kategori, yaitu uni riel dan uni peronal.

Contoh Negara Uni Riel Dan Personal

Uni riel (uni nyata), yaitu jika negara- negara tersebut mempunyai alat untuk mengurus kepentingan bersama, seperti Uni Austria- Hongaria tahun 1857–1918 dan Uni Swedia-Norwegia tahun 1815–1905;

Uni personal, yaitu jika mempunyai kepala negara yang sama seperti Uni Belanda-Luxemburg tahun 1839–1890 dan Uni Inggris- Skotlandia tahun 1603–1707.

Bentuk Negara Dominion

Negara -negara yang pada awalnya merupakan bekas jajahan Inggris, kemudian setelah negara negara tersebut merdeka dan berdaulat tetap mengakui raja atau ratu Inggris sebagai pemimpin negara dan lambang persatuan mereka, membentuk semacam organisasi yang dinamakan British Commonwealth of Nations.

Contoh Negara Dominion. Negara negara ini bebas keluar dari ikatan bersama itu serta berhak mengurus politik dalam dan luar negerinya sendiri. Termasuk dalam kelompok negara ini adalah Kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, India, Kepulauan Polynesia, dan Malaysia.

Koloni atau Jajahan

Negara koloni atau jajahan adalah suatu daerah yang dijajah oleh bangsa lain. Koloni biasanya merupakan bagian dari wilayah negara penjajah. Hampir semua hal penting negara koloni diatur oleh pemerintah negara penjajah.

Contoh Negara koloni/ Penjajahan. Oleh karena terjajah, daerah atau negara jajahan tidak berhak menentukan nasibnya sendiri. Dewasa ini tidak ada lagi koloni dalam arti sesungguhnya. Contohnya, negara Indonesia selama 350 tahun menjadi koloni Belanda.

Bentuk Negara Protektorat

Protektorat adalah negara yang berada di bawah lindungan negara lain yang lebih kuat. Dalam hal ini negara yang dilindungi tidak dianggap merdeka dan berdaulat. Oleh karena itu, hubungan luar negeri dan pertahanan negara diserahkan kepada negara yang melindunginya.

Contoh Negara Protektorat, negara Monaco dan Tunisia merupakan protektorat dari negara Prancis.

Daftar Pustaka,

Pengertian Negara dan Bentuk Bentuk Negara. Bentuk Negara Kesatuan dan Contoh bentuk Negara Kesatuan dengan Pengertian Desetralisasi atau Pelimpahan Wewenang Ke daerah. Bentuk Negara Konfederasi dengan Contoh Bentuk Negara Konfederasi. Bentuk Negara Serikat atau Federasi dan Contoh Bentuk Negara Serikat atau Federasi. Negara Berbentuk Uni dengan Contoh Negara Berbentuk Uni.

Bentuk Negara uni riel nayata dan Contoh Bentuk Negara uni riel nayata serta Bentuk Negara Uni personal dengan Contoh Bentuk negara Uni personal. Bentuk Negara Dominion dan Contoh Bentuk Negara Dominion serta Negara dalam British Commonwealth of Nations.

Bentuk Koloni atau Jajahan dengan Contoh Negara bentuk koloni penjajahan yang Bentuk Negara Protektorat dengan contoh Bentuk Negara Protektorat. Hakikat negara kesatuan dan Pemerintah federal atau delegated powers.

Fungsi Tujuan Misi Visi Negara Indonesia

Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara Republik Indonesia adalah negara kesatuan. Berdasarkan  Pasal 1 UUD RI Tahun 1945, Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Definisi tersebut diperkuat lagi oleh Pasal 18 UUD RI Tahun 1945 ayat (1) yang menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah- daerah provinsi yang dibagi lagi atas kabupaten dan kota. Tiap provinsi, kabupaten, dan kota mempunyai pemerintah daerah yang diatur oleh undang-undang.

Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia

Sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem desentralisasi. Secara etimologis, istilah tersebut berasal dari bahasa latin, de, artinya lepas, dan centrum, yang berarti pusat, sehingga dapat diartikan lepas dari pusat.

Dalam undang-undang disebutkan bahwa desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Artinya, daerah diberi kewenangan dan hak untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Kesempatan tersebut dilaksanakan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintah daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali dalam urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.

Penerapan asas desentraslisasi secara teoritis didasari oleh keinginan untuk menciptakan demokrasi, pemerataan, dan efisiensi. Melalui partisipasi masyarakat lokal diharapkan desentralisasi akan menciptakan demokrasi.

Sistem demokratis ini diharapkan mampu mendorong tercapainya pemerataan pembangunan, terutama di daerah pedesaan yang merupakan tempat terbesar masyarakat tinggal. Efisiensi kerja pemerintahan dapat meningkat karena jarak antara pemerintah lokal dengan masyarakat menjadi lebih dekat.

Fungsi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Pada dasarnya negara berfungsi mengatur tata kehidupan bernegara agar tujuan negara tercapai.

Fungsi negara merepresentasika yang dilakukan negara untuk mencapai tujuannnya. Fungsi negara dapat dikatakan sebagai tugas negara. Negara sebagai organisasi kekuasaan dibentuk untuk menjalankan tugas tugas negara.

Pada dasarnya, negara dibentuk agar dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan manusia, baik pribadi maupun kelompok. Dengan membentuk suatu negara diharapkan keinginan dan kebutuhan hidup manusia dapat lebih mudah dicapai.

Setidaknya ada lima fungsi negara yang dikenalkan oleh para
ahli kenegaraan Prancis pada abad XVI sebagai berikut.

1) Fungsi diplomatik (diplomatic), yaitu negara harus mampu mengadakan diplomasi-diplomasi dengan negara lain yang bermanfaat bagi kemajuan negara.
2) Fungsi pertahanan (defencie), yaitu negara bertugas membuat suatu pertahanan untuk menjamin kedaulatannya sendiri.
3) Fungsi penyediaan (financie), yaitu negara bertugas menyediakan segala keperluan, baik sarana maupun prasarana untuk kepentingan warga negaranya.
4) Fungsi keadilan (justicie), yaitu negara bertugas menegakkan hukum untuk mewujudkan keadilan.
5) Fungsi pengawasan (policie), yaitu negara bertugas mengawasi rakyatnya terhadap kemungkinan pelanggaran hukum. Tujuan pengawasan adalah terciptanya tatanan masyarakat yang tertib dan damai.

Adapun Fungsi mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah

  • Negara memberikan perlindungan pada para penduduk dalam wilayah tertentu.
  • Negara mendukung atau langsung menyediakan berbagai pelayanan kehidupan masyarakat dlam bidang social, ekonomi, dan kebudayaan.
  • Negara menjadi penengah yang tidak memihak antara pihak yang bersengketa di masyarakat dan menyediakan suatu system peradilan bebas da independent yang menjamin keadilan dalam hubungan social masyarakat.
  • Negara wajib Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat,
  • Negara Menegakkan keadilan dan menciptakan supremacy of law melalui badan badan peradilannya,
  • Negara Melaksanakan penertiban (law and order) sehingga terjadi kestabilan dan mencapai tujuan bersama, dan
  • Negara wajib melakukan Pertahanan untuk menjaga kemungkinan timbulnya serangan dari luar.

Tujuan Negara Replublik Indonesia

Tujuan negara secara umum adalah menyelenggarakan kesejahteraan dan kebahagiaan rakyatnya. Tujuan negara merupakan pedoman dalam menyusun dan mengendalikan alat perlengkapan negara serta mengatur kehidupan rakyatnya.

Tujuan dari tiap-tiap negara dipengaruhi oleh tempat, sejarah pembentukan, dan pengaruh dari penguasa negara yang bersangkutan.

Beberapa pendapat mengenai tujuan negara dari ahli kenegaraan sebagai berikut.

1) Menciptakan keadaan agar rakyat dapat mencapai keinginan keinginannya secara maksimal.

2) Memajukan kesusilaan manusia sebagai individu dan sebagai makhluk sosial.

3) Mencapai penghidupan dan kehidupan yang aman dan tenteram dengan taat kepada Tuhan. Pemimpin negara dalam menjalankan kekuasaannya berdasarkan kekuasaan Tuhan.

4) Mengusahakan terselenggaranya ketertiban, keamanan, dan ketenteraman agar tercapai tujuan negara yang tertinggi, yaitu kemakmuran bersama.

5) Memelihara dan menjamin terlaksananya hak-hak asasi manusia. Kekuasaan penguasa dibatasi oleh hak-hak asasi manusia.

Berdasarkan Pancasila dan UUD RI Tahun 1945, negara Indonesia bercita- cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Tujuan Negara Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD RI Tahun 1945 alinea IV adalah :

“ melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial” .

Visi Negara Replublik Indonesia

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju, dan sejahtera dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, serta berdisiplin merupakan visi bangsa Indonesia.

Misi Negara Republik Indonesia

Misi untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia di masa depan tersebut, antara lain, sebagai berikut.

  • Perwujudan kesejahteraan rakyat yang ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermanfaat serta memberi perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar, yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja.
  • Perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin, bertanggung jawab, dan
  • berketrampilan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.
  • Perwujudan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan hak asasi manusia berlandaskan keadilan dan kebenaran.
  • Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • Penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional, terutama pengusaha kecil, menengah, dan koperasi, dengan mengembangkan system ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang proaktif, mandiri, maju, berdaya saing, serta berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
  • Perwujudan aparatur negara yang berfungsi melayani masyarakat, profesional, berdaya guna, produktif, transparan, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  • Perwujudan politik luar negeri yang berdaulat, bermanfaat, bebas, dan proaktif bagi kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan global.
  • Penjaminan kondisi aman, damai, tertib, dan ketenteraman masyarakat.
  • Peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan dan mantapnya persaudaraan umat beragama yang berakhlak mulia, toleran, rukun, dan damai.
  • Perwujudan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian, dinamis, kreatif, berdaya tahan terhadap pengaruh globalisasi.
  • Perwujudan otonomi daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pemerataan pertumbuhan dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia.

Daftar Pustaka

Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia. Pengertian sistem pemerintahan desentralisasi dengan Sistem Demokratis dan Fungsi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tujuan Negara Replublik Indonesia dengan Cita cita negara republic Indonesia dan Visi Negara Replublik Indonesia beserta Misi Negara Republik Indonesia.

Prinsip Asas Seni Rupa Murni

Pengertian Seni Rupa. Seni rupa merupakan cabang seni yang bentuk perwujudannya dapat dilihat dan diraba atau biasa disebut juga dengan visual art. Seni rupa merupakan ungkapan perasaan dan pengalaman artistik dari seniman, desainer, dan pengrajin yang dapat diwujudkan melalui berbagai media, bahan, teknik, bentuk, dan sifat sehingga dapat menghasilkan sebuah karya seni.

Karya seni rupa dapat dinikmati dengan indra penglihatan (visual) dan peraba. Seni rupa biasanya memanfaatkan unsur garis, bidang, warna, tekstur, dan volume. Contoh hasil karya seni rupa adalah lukisan, kaligrafi, poster, reklame, spanduk, patung, diorama, kursi, meja, seni grafis, dan seni kerajinan.

Seni Rupa Dua Dimensi

Bentuk karya seni rupa terdiri dari bentuk dua dimensi atau dwimatra dan tiga dimensi atau trimatra. Bentuk dua dimensi memiliki ukuran panjang dan lebar atau hanya dapat dinikmati dari satu sudut pandang. Contoh seni rupa dua dimensi adalah lukisan, batik, dan ilustrasi.

Seni Rupa Tiga Dimensi

Adapun bentuk karya seni rupa tiga dimensi memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi sehingga dapat dilihat dari berbagai arah. Contoh karya seni rupa tiga dimensi adalah patung, arsitektur, wayang golek, diorama, meja, dan kursi.

Pengertian Seni Rupa Murni

Segala jenis karya seni rupa yang sengaja dibuat untuk media ekspresi atau sarana mengungkapkan perasaan disebut karya seni rupa murni.

Seni murni yaitu bentuk seni rupa yang diciptakan dengan lebih mengutamakan unsur ekspresi jiwa pembuatnya (seniman) tanpa mencampuradukannya dengan fungsi atau kegunaan tertentu. Seni murni diciptakan khusus untuk dinikmati segi estetik dan artistiknya. Kebebasan dalam berekspresi menjadi hal penting dalam berkarya seni murni. Kelompok seni ini terdiri atas seni lukis dan seni patung.

Prinsip Asas Seni Rupa Murni

Prinsip adalah asas, prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa, sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan.

Asas- asas dalam seni rupa berlaku terhadap semua cabang seni rupa. Asas -asas tersebut meliputi komposisi dan proporsi. Karya seni yang baik selalu dibuat berdasarkan pada kaidah komposisi dan proporsi tersebut.

Asas Prinsip Komposisi Seni Rupa

Komposisi adalah tata susunan yang meliputi keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa.

Komposisi merupakan suatu susunan unsur-unsur seni rupa berdasarkan prinsip seni rupa. Susunan tersebut dikatakan harmonis, apabila tersusun sesuai prinsip- prinsip seni rupa. Susunan yang harmonis tersebut menghasilkan komposisi seni rupa yang baik.

Asas Prinsip Keseimbangan Balance Seni Rupa

Keseimbangan atau balans adalah kesan yang didapat karena adanya daya tarik yang sama antara satu bagian dengan bagian lainnya pada susunan karya seni.

Keseimbangan atau balance merupakan kesan yang dapat memberikan rasa mapan (tidak berat di salah satu sisi) sehingga tidak ada ketimpangan dalam penempatan unsur- unsur rupa (garis, bentuk, warna, dan lain-lain).

Asas Prinsip Kesatuan Unity Seni Rupa

Kesatuan (unity) adalah hubungan keterkaitan antara unsur-unsur rupa yang mengarah pada pusat perhatian. Unsur-unsur gambar yang baik akan menyatu-padu, tidak terkesan terpencar atau berantakan.

Kesatuan atau unity adalah prinsip utama dalam hal penciptaan bentuk. Dengan kesatuan, elemen seni rupa dapat disusun sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terorganisir dari setiap unsur desain hingga tercapailah suatu karya seni atau sebuah karya desain yang menarik dan harmonis.

Asas Prinsip Irama Rhythm

Irama atau biasa disebut ritme adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur.

Irama atau rhythm adalah uraian kesan gerak yang ditimbulkan oleh unsur-unsur yang dipadukan secara berdampingan dan keseluruhan. Irama dalam seni rupa ibarat alunan lagu atau musik yang diatur sedemikian rupa sehingga tercipta suatu keindahan. Irama dalam lukisan juga bisa diwujudkan dengan pengaturan warna dan bidang.

Asas Prinsip Keselarasan Harmony Seni Rupa

Keselarasan (harmony) adalah kesan kesesuaian antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan susunan. Misalnya, gambar buah alpukat yang ukurannya lebih besar daripada buah kelapa, hal ini menunjukkan kestidak selarasan.

Asas/ Prinsip Proporsi Seni Rupa

Proporsi artinya perbandingan ukuran keserasian antara satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam suatu benda atau susunan karya seni.

Proporsi adalah kesan kesebandingan yang ideal (pantas, sesuai, dan benar) antara unsur yang satu dengan unsur lainnya dalam satu kesatuan unsur rupa. Penggambaran bentuk objek yang tidak proporsi akan terlihat janggal. Misalnya, gambar kaki manusia yang ukurannya lebih pendek dari ukuran tangannya.

Karya seni yang tidak proporsional tampak tidak menarik dan kelihatan janggal. Untuk itu dalam penciptaannya harus dibuat sesuai dengan proporsi yang sebenarnya. Gambar berikut memperhatikan contoh karya seni yang proporsional dan yang tidak proporsional.

Daftar Pustaka:

  1. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  2. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  3. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  4. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  5. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  6. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  7. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  8. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Asas Seni Rupa Murni dengan Contoh Asas Seni Rupa Murni dan Prinsip Seni Rupa Murni sebagai Contoh Prinsip Seni Rupa Murni. Pengertian Seni Rupa dengan Contoh karya seni rupa danJenis macam seni rupa.
  11. Ardra.Biz, 2019, “Seni Rupa Dua Dimensi dengan Contoh karya seni rupa dua dimensi. Seni Rupa Tiga Dimensi dengan Contoh karya Seni Rupa Tiga Dimensi. Pengertian Seni Rupa Murni dengan Contoh Karya seni rupa murni.
  12. Ardra.Biz, 2019, “Asas Komposisi seni rupa dengan contoh asas komposisi karya seni rupa dan prinsip Keseimbangan Balance seni rupa beserta Contoh asas Keseimbangan Balance seni rupa. Asas Prinsip Kesatuan Unity dengan Contoh Asas Prinsip Kesatuan Unity.
  13. Ardra.Biz 2019, “Asas prinsip Irama Rhythm seni rupa serta Contoh Asas prinsip Irama Rhythm seni rupa. Asas Keselarasan Harmony seni rupa dengan Contoh Asas Keselarasan Harmony seni rupa. Prinsip asas Proporsi seni rupa dengan Contoh Prinsip asas Proporsi seni rupa.

 

Unsur Seni Rupa

Pengertian Unsur Seni Rupa. Unsur -unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa.

Seorang perupa seperti seniman, desainer, kriyawan, perajin, dan sebagainya. mengolah unsur- unsur seni rupa fisik dan non fisik sesuai dengan keterampilan atau kemampuan atau keahlian dan kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan sebuah karya seni.

Dalam sebuah karya seni rupa, unsur fisik dapat secara langsung dilihat dan atau diraba, sedangkan unsur non fisik adalah prinsip atau kaidah- kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni.

Unsur- unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliputi semua unsur visual yang terdapat pada sebuah benda. Dengan demikian pengamatan terhadap unsur -unsur visual pada karya seni rupa ini tidak berbeda dengan pengamatan terhadap benda-  benda yang ada di sekeliling.

Unsur Unsur Seni Rupa

Unsur seni rupa adalah unsur- unsur visual yang dapat dilihat wujudnya yang digunakan untuk membentuk karya seni. Wujud atau unsur-unsur seni rupa tersebut berupa garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, nada gelapterang, dan ruang.

Penataan unsur- unsur visual pada sebuah karya seni rupa menggunakan prinsip- prinsip dasar berupa kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh seniman dan perupa pada umumnya dapat membentuk sebuah karya seni yang baik dan indah.

Kaidah atau aturan baku ini disebut komposisi, berasal dari bahasa latin compositio yang artinya menyusun atau menggabungkan menjadi satu. Komposisi dapat mencakup beberapa prinsip penataan seperti: kesatuan (unity); keseimbangan (balance) dan irama (rhythm), penekanan, proporsi dan keselarasan. Prinsip- prinsip dasar ini merupakan unsur non fisik dari karya seni rupa.

Unsur Seni Rupa Titik /Bintik

Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila berkumpul atau berwarna beda.Titik yang membesar biasa disebut bintik.

Unsur Seni Rupa Garis (Line)

Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya.

Garis terbentuk melalui goresan atau tarikan dari titik yang satu ke titik yang lain. Garis merupakan unsur fisik yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Garis memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat -sifat khusus seperti: pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak dan seterusnya.

Setiap garis tersebut dapat menimbulkan kesan yang beragam yang dinamakan sifat garis. Misalnya, garis lurus dapat mengesankan kaku, tegas, dan keras.

Garis digunakan untuk mengomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri. Garis tebal tegak lurus misalnya, dapat memberi kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tipis melengkung, memberi kesan lemah dan ringkih. Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda akan menghasilkan karakter yang berbeda pula.

Karakter garis yang dihasilkan oleh jejak spidol pada kertas dan jejak arang pada kertas, akan menghasilkan kesan karakter yang berbeda.

Unsur Seni Rupa Raut (Bidang dan Bentuk)

Bidang berupa permukaan yang datar. Suatu garis yang dipertemukan ujung pangkalnya akan membentuk bidang, baik bidang geometrik (segitiga, persegi, dan persegi panjang) maupun bidang organik (lengkung bebas). Bidang juga mempunyai sifat yang beragam sesuai bentuknya.

Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya

Raut atau bidang dan bentuk merupakan unsur yang tampak, potongan atau wujud dari suatu objek. Istilah ”bidang” umumnya digunakan untuk menunjuk wujud benda yang cenderung pipih atau datar sedangkan ”bangun” atau ”bentuk” lebih menunjukkan kepada wujud benda yang memiliki volume (mass).

Bentuk terjadi melalui penggabungan unsur bidang. Misalnya, sebuah kotak terwujud dari empat sisi bidang yang disatukan. Kesan dan sifat suatu benda lebih ditentukan oleh nada gelap-terang, warna, dan tekstur benda. Misalnya, benda bertekstur kasar memberi kesan berat daripada yang bertekstur halus.

Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi,
ornamental, tak teratur dan sebagainya.

Sedangkan bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.

Unsur Seni Rupa Ruang

Ruang dalam arti yang luas adalah seluruh keluasan, termasuk di dalamnya hawa udara. Dalam pengertian yang sempit ruang dibedakan menjadi dua, yaitu ruang negatif dan ruang positif. Ruang negatif adalah ruang yang mengelilingi wujud bentuk, sedang ruang positif adalah ruang yang diisi atau ditempati wujud bentuk.

Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi menunjukan kesan dimensi dari obyek yang terdapat pada karya seni rupa tersebut. Pada karya dua dimensi kesan ruang dapat dihadirkan dalam karya dengan pengolahan unsur unsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas warna, terang gelap, atau menggunakan Teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).

Dalam seni bangunan, ruang terbentuk atas dua atau beberapa dinding yang berjarak. Ruang juga bisa berupa rongga yang terdapat dalam seni patung. Ruang di alam nyata dinamakan ruang nyata. Ruang yang diwujudkan dalam gambar dinamakan ruang khayalan (imajiner).

Unsur Seni Rupa Tekstur

Tekstur atau barik adalah unsur rupa yang menunjukan kualitas taktis dari suatu permukaan atau penggambaran struktur permukaan suatu objek pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, tekstur dapat dibedakan atas tekstur asli dan tekstur buatan.

Tekstur adalah nilai raba pada suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu.

Tekstur asli adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba, sedangkan tekstur buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena pengolahan unsur garis, warna, ruang, dan terang-gelap.

Tekstur adalah permukaan suatu benda, ada yang halus ada yang kasar. Tekstur kasar, misalnya terdapat pada batang kayu, daun, dan batu. Tekstur halus, misalnya kaca, plastik, dan kertas. Dalam penggambaran bentuk benda, tekstur bisa mengesankan bobot ringan dan berat.

Unsur Seni Rupa Warna

Warna merupakan unsur penting dan paling dominant dalam sebuah penciptaan karya desain. Melalui warna orang dapat menggambarkan suatu benda mencapai kesesuaian dengan kenyataan yang sebenarnya.

Warna adalah unsur rupa yang paling menarik perhatian. Menurut teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna pokok (primer) yaitu merah, kuning dan biru. Dalam berkarya seni rupa terdapat beberapa Teknik penggunaan warna, yaitu secara harmonis, heraldis, murni, monokromatik dan polikromatik.

Warna dapat memberikan kesan tertentu. Ada warna muda dan warna tua, warna terang dan warna gelap, serta warna redup dan warna cerah. Warna gelap cenderung memberi kesan berat, sebaliknya warna terang dapat memberi kesan ringan.

Unsur Seni Rupa Gelap-Terang

Unsur gelap terang pada karya seni rupa timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan ini menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda. Bagian yang terkena cahaya akan lebih terang dan bagian yang kurang atau terkena cahaya akan tampak lebih gelap.

Benda yang tertimpa cahaya (secara langsung atau tidak langsung), ada sisi yang gelap dan ada sisi yang terang. Penggambaran bentuk benda yang baik, salah satunya ditentukan oleh kelihaian menentukan sisi gelap dan sisi terang secara tepat

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Unsur Unsur Seni Rupa, dengan Contoh Unsur Seni Rupa dan Pengertian Seni Rupa. Unsur Fisik Seni Rupa dan Unsur Visual Benda Seni Rupa sebagai Unsur Non Fisik Seni Rupa. Jenis Unsur Seni rupa dengan Unsur Titik /Bintik Karya Seni Rupa dan Unsur Seni rupa Garis (Line).
  11. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Unsur seni rupa beserta Kesan makna unsur garis seni rupa dan Karakter unsur seni rupa. Unsur seni rupa Raut (Bidang dan Bentuk) dengan Contoh Unsur seni rupa bidang atau bentuk dan Unsur seni rupa Ruang beserta contoh unsur seni rupa ruang.
  12. Ardra.Biz, 2019, “Unsur seni rupa Tekstur dengan contoh unsur seni rupa tekstur dan Unsur seni rupa barik sebagai contoh unsur seni rupa barik.
  13. Ardra.Biz, 2019, “Tekstur asli  dan tekstur buatan adalah Kesan permukaan objek dengan unsur seni rupa warna. contoh unsur seni rupa warna dengan Unsur seni rupa Gelap-Terang dan Contoh unsur seni rupa terang gelap.

Contoh Produk Menggunakan Baja Tahan Karat, Jenis Stainless Steel

Pengertian Baja Tahan Karat. Baja tahan karat merupakan baja paduan yang mempunyai sifat atau karakterisasi khusus. Ciri umum dari baja tahan karat adalah kandungan kromium (Cr) yang tinggi, tidak kurang dari 12 persen. Pada baja, unsur Kromium dengan besi (Fe) membentuk suatu larutan padat atau biasa disebut dengan solid solution.

Sifat paling utama dari baja tahan karat adalah memiliki ketahanan terhadap korosi yang sangat tinggi. Selain itu, baja tahan karat memiliki sifat ketangguhan yang tinggi, mudah di mesin, mudah dibentuk dan juga mampu las tinggi.

Selain unsure kromium, dan unsure unsure yang biasa ditambahkan dalam baja tahan karat seperti nikel, titanium, molybdenum, tembaga, niobium, terdapat juga unsure-unsur lain seperti karbon, silicon, alumunium, dan mangan.

Contoh Produk Menggunakan Stainless Steel, Baja Tahan Korosi
Contoh Produk Menggunakan Stainless Steel, Baja Tahan Korosi.

Mo,  W, Si, V, Al, Ti dan Nb merupakan unsur-unsur penstabil ferit. Sedangkan C, Ni, Cu, Co dan Mn merupakan unsure-unsur yang menyebabkan ferit menjadi tidak stabil. Unsure-unsur ini menghambat transformasi austenite ke martensit, sehingga baja paduan tinggi dengan karbon tinggipun dapat tetap memiliki struktur austenite pada temperature ruang.

Jenis klasifikasi-Baja-Tahan Korosi, Stainless Steel

Baja Tahan Karat Feritik

Baja Tahan Karat Feritik mempunyai paduan utama kromium antara 12 sampai dengan 30 persen. Kadar karbonnya relative rendah. Baja tahan karat ini umumnya tidak dapat dikeraskan dengan perlakuan panas, namun dapat dikeraskan dengan pengerjaan dingin.

Baja Tahan Karat Austenitik

Baja tahan karat austenitik terjadi jika pada sistem larutan padat Fe-Cr ditambahkan unsur penstabil Austenite seperi nikel atau mangan. Kedua unsur ini berperah sebagai unsur yang menstabilkan Austenite dan menambah luas daerah fasa Austenite dan mempersempit daerah ferit.

Baja Tahan Karat Martensitik

Baja tahan karat martensitik mengandung kromium 11,5 sampai dengan 18 persen. Kadar karbon dalam baja tahan karat ini relatif tinggi, yaitu antara 0,12 sampai 1,20 persen.

Baja Tahan Karat Pengerasan Pengendapan.

Baja tahan karat pengerasan pengendapan, PH, precipitation hardening, mempunyai struktur martensit atau austenite dengan penambahan unsure Tembaga, Titanium, Alumunium, Molibdenum, Niobium, atau Nitrogen

Contoh Produk Yang Menggunakan Baja Tahan Karat,

Baja tahan karat digunakan mulai dari peralatan rumah tangga, automotif, sampai industry penerbangan. Produk – produk yang umum digunakan pada rumah tangga misalnya peralatan dapur seperti sendok, garpu, mug (cangkir besar), pisau, panci dan sebagainya. Untuk automotif biasaya digunakan pada baut dan mur, bagian asesoris grill depan, handle pintu, dan sebagainya.

Pada industry umumnya baja taham karat digunakan pada mesin atau peralatan yang operasinya menuntut ketahanan korosi dan temperature relative tinggi. Baja tahan karat Biasa digunakan untuk larutan dengan tingkat keasaman atau pH rendah. Beberapa contoh produk yang menggunakan baja tahan karat dapat dilihat pada gambar.