Arsip Kategori: Ilmu Kimia Materi Dan Soal

pengertia isoton isobar isotop, contoh perhitungan energi babas gibs, manfaat proses fementasi

Jenis Sifat Senyawa Isomer Hidrokarbon

Pengertian

Isomer adalah dua senyawa atau lebih yang mempunyai rumus kimia sama namun mempunyai struktur yang berbeda.

Jenis Senyawa Isomer

Secara garis besar isomer dibagi menjadi dua, yaitu isomer struktur, dan isomer geometri.

Isomer struktur

Isomer struktur dapat dikelompokkan menjadi: isomer rangka, isomer posisi, dan isomer gugus fungsi.

Isomer Rangka

Isomer rangka adalah senyawa- senyawa yang mempunyai rumus molekul sama namun demikian kerangkanya berbeda. Contoh isomer rangka adalah senyawa – senyawa alkana, alkena, dan alkuna. seperti

Isomer pada kelompok senyawa alkana misalnya  Butana (C4H10),   isomernya yaitu n-butana dan   2-metilpropana. Butana memiliki rumus molekul C4H10. Namun demikian, ada senyawa yang rumus molekulnya sama dengan butana, tapi memiliki rumus struktur dan nama yang berbeda. Perhatikan rumus struktur pada gambar.

Kedua senyawa tersebut dapat disintesis dan memiliki titik didih maupun titik leleh yang berbeda. Senyawa n-butana memiliki titik didih dan titik leleh secara berturut – turut yaitu –0,5 Celcius dan –135Celcius. Adapun senyawa isobutana atau 2-metilpropana memiliki titik didih dan titik leleh secara berturut-turut yaitu –10 Celcius dan –145 Celcius

Isomer pada Kelompok alkena misalnya Pentena (C5H10), isomernya yaitu 1-pentena dan 3-metil-1-butena dan 2-metil-1-butena

Isomer pada Kelompok alkuna misalnya Pentuna (C5H8), isomernya yaitu  1-pentuna dan 3-metil-1-butuna.

Contoh Penjelassan Isomer Senyawa Hidrokarbon

Contoh Penjelasan Isomer Senyawa Hidrokarbon

Isomer Posisi.

Isomer posisi adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama namun posisi gugus fungsinya berbeda. Contoh isomernya adalah pada senyawa alkena dan alkuna.

Isomer pada Kelompok alkena misalnya Butena (C4H8), isomernya adalah 1-butena dan 2-butena

Isomer pada Kelompok senyawa alkuna misalnya Butuna(C4H6), isomernya adalah 1-butuna dan 2-butuna.

Isomer Gusus Fungsi

Isomer gugus fungsi adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama namun gugus fungsinya berbeda. Contoh isomernya pada senyawa – senyawa alkuna dan alkadiena.

Senyawa Propuna (C3H4), isomernya adalah propuna dan 1,2-propadiena.

Isomer Geometri

Isomer geometri adalah senyawa- senyawa yang mempunyai rumus molekul sama namun memiliki struktur ruang yang berbeda.

Contohnya pada senyawa alkena mempunyai 2 isomer geometri yaitu cis dan trans seperti berikut:

trans 3-metil-2-petena cis 3-metil-2-pentena  :

Isomer Geometri Senyawa Hidrokarbon

Isomer Geometri Senyawa Hidrokarbon

Contoh Soal Ujian Senyawa Isomer Hidrokarbon

1..Pernyataan berikut tentang isomer yang paling tepat adalah ….

A.. isomer memiliki rumus struktur sama

B.. isomer mengandung kumpulan gugus sama

C.. isomer adalah hidrokarbon

D.. isomer menghasilkan zat yang sama jika terbakar sempurna dalam oksigen

E.. isomer memiliki titik didih yang sama

Jawab.

Pembahasan

2.. Senyawa yang bukan isomer dari oktana adalah ….

A.. 2-metilheptana

B.. 2,3-dimetilheksana

C.. 2,3,4-trimetilpentana

D.. 2,2-dimetilpentana

E.. 2,2,3,3,-tetrametilbutana

Jawaban

Pembahasan

Daftar Pustaka

Fungsi Manfaat Senyawa Hidrokarbon

Pengertian Senyawa Hidrokarbon 

Senyawa organik pada umumnya memiliki kandungan unsur karbon, sehingga senyawa organik sering juga disebut sebagai senyawa karbon. Salah satu contoh senyawa karbon misalnya hidrokarbon.

Hidrokarbon adalah senyawa organic yang memiliki kandungan unsur karbon dan hydrogen. Walaupun demikian Hidrokarbon merupakan kelompok besar senyawa.

Selain Atom-atom karbon dapat membentuk rantai karbon, dapat juga membentuk ikatan kovalen. Ikatan kovalen dapat berbentuk ikatan tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga. Senyawa hidrokarbon dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu alifatik dan siklis. Hidrokarbon alifatik terdiri dari senyawa hidrokarbon jenuh dan senyawa hidrokarbon tak jenuh.

Senyawa hidrokarbon jenuh terdiri dari senyawa alkane, sedangkan senyawa hidrokarbon tak jenuh terdiri dari alkena dan alkuma. Senyawa hidrokarbon siklik terdiri dari senyawa alisiklik dan aromatic. Secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar. Secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar.

Jenis Fungsi Manfaat Senyawa Hidrokarbon

Jenis Fungsi Manfaat Senyawa Hidrokarbon

Senyawa Hidrokarbon Jenuh

Senyawa hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang ikatan rantai karbonnya jenuh (tunggal). Contoh senyawa-senyawa alkana.

Senyawa Hidrokarbon Tak Jenuh

Senyawa hidrokarbon tak jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang mengandung ikatan kovalen rangkap 2 atau 3 pada rantai karbonnya. Contoh: alkena dan alkuna.

Contoh Senyawa Hidrokarbon.

Beberapa Senyawa karbon di antaranya adalah CH4, C2H2, C2H4, C2H6, C3H4, dan sebagainya. Jumlah atom karbon dalam satu molekul hydrokarbon alami bisa mencapai lebih dari puluhan. Oleh karena itu, senyawa hidrokarbon dikelompokan berdasarkanstruktur molekul dan kejenuhan ikatan.

Fungsi Senyawa Hidrokarbon Bagi Kehidupan Sehari – Hari.

Hidrokarbon digunakan hampir di segala bidang kegiatan di antaranya:

Bidang Industri

Banyak industry memggunakan senyawa hidrokarbon sebagai pelarut dalam prosesnya. contohnya  adalah benzene. Industry sabun dan detergen memakai marlon (alkil benzene Sulfonat, ABS) sebagai pengganti sabun, dan industry las menggunakan gas asetilena (atau C2H2).

Bidang Pertanian.

Banyak produk hidrokarbon dipakai sebagai zat insektisida dan pembunuh bakteri yang lain. Insektisida digunakan untuk membasmi serangga, contohnya adalah DDT, metoksi klor, aldrien, dieldrin, endrien, baygon, sevin, dan paralion.

Bidang Tranportasi

Senyawa hidrokarbon sangat diperlukan dalam Sektor transportasi. Senyawa ini diaplikasikan dalam bentuk minyak bumi sebagai bahan bakar seperti bensin, solar minyak diesel dan aspal yang dapa digunakan sebagai pengeras jalan.

Keperluan Rumah Tangga

Senyawa Hidrokarbon juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Contohnya  untuk bahan bakar rumah tangga seperti untuk kompor dapur yang menggunakan minyak tanah dan gas alam. Gas alam terdiri atas hidrokarbon dengan atom C rendah (4 ke bawah). Gas metana dengan jumlah atom C satu digunakan untuk bahan bakar yang dapat menghasilkan api berwarna biru.

Contoh Soal Ujian Senyawa Hidrokarbon.

Pembakaran 7 gram C5H10 akan menghasilkan gas CO2 sebanyak …

A. 4,4 gram.    B. 7 gram.    C. 11 gram.    D. 22 gram.    E. 44 gram

Jawab.

Pembahasan.

Gas yang terbentuk dari reaksi kalsium karbida (CaC2) dengan air adalah ….
A. C2H2
B. C2H4
C. C2H6
D. C3H6
E. CH4

Jawab.

Pembahasan.

Ikatan Kovalen Koordinasi, Pengertian Penjelasan Contoh Soal

Ikatan Kovalen Koordinasi,

Ikatan atom secara kovalen terjadi akibat pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan. Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan electron ikatan (atau disingkat menjadi PEI). Sedangkan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas (atau disingkat menjadi PEB).

Ikatan kovalen umumnya terjadi pada atom- atom unsur nonlogam, bisa pada atom sejenis seperti: H2, N2, O2, Cl2, F2, Br2, I2 dan terjadi pada atom – atom berbeda jenis seperti: H2O, CO2, dan lain-lain.

Ciri – Ciri Senyawa Ikatan Kovalen:

Senyawa yang hanya memiliki ikatan kovalen disebut sebagai senyawa kovalen. Senyawa kovalen memiliki sifat – sifat fisi tersendiri di antaranya adalah:

  1. Pada suhu kamar berwujud gas, cair (contohnya Br2), dan ada yang padat (contohnya I2).
  2. Senyawa kovalen padatannya lunak dan tidak rapuh.
  3. Senyawa kovalen memiliki titik didih dan titik leleh rendah;
  4. Senyawa kovalen larut dalam pelarut organik namun tidak larut dalam air.
  5. Senyawa kovalen umumnya tidak menghantarkan listrik.

Ikatan Kovalen Koordinasi.

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang Pasangan Elektron Ikatannya berasal dari salah satu atom yang berikatan.

Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi

Contoh Senyawa Yang Membentuk Ikatan Kovalen Koordinasi:

NH4+

NH3 + H+ → NH4+

Pada ion amonium NH3, sepasang elektron yang digunakan secara bersama antara atom nitrogen dan ion H+ berasal dari atom nitrogen. Pada senyawa ini, ion amonium membentuk ikatan kovalen koordinasi.

Contoh Soal Ujian Ikatan Kovalen Koordinasi.

Daftar Pustaka

Hukum Proust, Hukum Perbandingan Tetap Reaksi Kimia

Pada tahun 1799 seorang ahli kimia bernama Joseph Louis Proust  telah melakukan sejumlah percobaan dalam penelitiannya terkait dengan perbandingan jumlah zat – zat yang bereaksi. Misalnya pada reaksi pembentukan senyawa natrium klorida NaCl dari unsur – unsurnya.

Perbandingan jumlah natrium dan klorida dalam suatu reaksi selalu tetap yaitu 39 % untuk natrium dan 61% untuk klor. Begitu pula untuk reaksi kimia yang lain.

hukum-proust-hukum-perbandingan-tetap-pada-reaksi-kimia

hukum-proust-hukum-perbandingan-tetap-pada-reaksi-kimia

Hukum Proust

Hukum Proust menyatakan bahwa Massa unsur – unsur yang membentuk suatu senyawa komposisinya selalu tetap. Dengan kata lain, senyawa tersusun atau terbentuk dari unsur – unsur dengan perbandingan tertentu dan tetap.

Hukum proust tidak berlaku untuk senyawa yang nonstoikiometris. Contohnya besi (II) oksida, mempunyai rumus kimia nominal FeO (dengan 22,27% berat oksigen) tergantung pada teknik pembuatannya.

Contoh Reaksi Kimia Hukum Proust

Hydrogen + Oksigen → Air

Pada reaksi kimia tersebut perbandingan atom hydrogen dan atom oksigen yang membentuk molekul air selalu tetap yaitu: Hydrogen : Oksigen = 1 : 8 atau 11,11 % hydrogen dan 88, 89 % oksigen. Contoh lainnya adalah:

Besi + Sulfur (belerang) → Besi Sulfida

Pada reaksi kimia tersebut, perbandingan jumlah besi dan sulfur dalam besi sulfide selalu bernilai tetap yaitu 7:4 atau 63,64% besi dan 36,37% sulfur. Dan contoh reaksi lainnya yang dapat menjelaskan hukum Proust adalah:

Karbon + Oksigen → Karbon Dioksida.

Pada reaksi kimia ini perbandingan jumlah karbon dan oksigen dalam karbon dioksida adalah selalu 3 : 8 atau 27,27% karbon dan 72,73% oksigen.

Contoh Soal Reaksi Kimia Hukum Proust.

Berapa gram ammonia dapat dibuat dari 12,0 gram nitrogen dan 12 gram hydrogen? Diketahui ammonia tersusun dari 82% nitrogen dan 18% hydrogen.

Jawab/ Penyelesaian dan Pembehasan.

Nitrogen + Hydrogen → Ammonia

82 % + 18 % → 100%

Persentase tersebut dapat diartikan sebagai perbandingan massa unsur – unsur yang terlibat atau bersenyawa. Sehingga dapat dikatakan bahwa 82 g nitrogen tepat bereaksi dengan 18 gram hydrogen membentuk senyawa ammonia.

Jika tersedia 12 gram nitrogen, maka hydrogen yang dibutuhkan adalah:

(12 gram/82 gram) x 18 gram Hydrogen = 2,6 gram Hydrogen.

Jadi berat senyawa Ammonia adalah:

12 gram Nitrogen + 2,6 gram Hydrogen →14,6 gram

Dengan demikian, banyaknya senyawa ammonia yang dihasilkan dari reaksi 12 gram nitrogen dan12 gram hydrogen adalah 14,6gram. Hal ini sesuai dengan hukum Proust yang menyatakan bahwa berapapun jumlah hydrogen yang ditambahkan dalam campuran itu, hydrogen yang bereaksi tetap 2,6 gram atau sebanyak 18%.

Daftar Pustaka.

Ikatan Kovalen Tunggal Dan Rangkap Dua Dan Tiga

Ikatan Kovalen Tunggal Dan Rangkap

Ikatan kovalen terjadi akibat kecenderungan atom – atom bukan logam untuk mencapai konfigurasi electron gas mulia. Senyawa yang terbentuk dinamakan sebagai senyawa kovalen.

Ikatan Kovalen Tunggal

Ikatan kovalen tunggal adalah suatu ikatan yang terbentuk dari penggunaan bersama sepasang electron. Masing – masing atom memberikan kontribusi satu electron untuk digunakan secara bersama.

contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-tunggal

contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-tunggal

Contoh Ikatan Kovalen Tunggal.

Contoh ikatan kovalen tunggal adalah ikatan antara ataom H dan atom Cl membentuk senyawa HCL.

Perhatikan konfigurasi electron atom H dan atom Cl berikut:

1H = 1s2 dan 17Cl = [Ne] 3s2 3p5

Agar electron valensi atom H (1) sama dengan atom He (2), maka diperlukan satu electron. Sedangkan atom Cl, agar electron valensinya sesuai dengan konfigurasi electron Ar: [Ne] 3s2 3p6, maka diperlukan satu electron.

Oleh karena  kedua atom tersebut masing – masing membetuhkan satu electron, maka cara yang paling sesuai adalah kesua atom saling memberikan kontribusi satu electron valensi untuk membentuk sepasang ikatan.

Pada atom klorin, selain pasangan electron yang digunakan untuk membentuk pasangan electron, terdapat juga tiga pasang electron bebas atau lone pair electron. Ketiga pasangan electron tersebut tidak digunakan untuk berikatan.

Ikatan Kovalen Rangkap, Dua.

Ikatan kovalen rangkap dua terjadi pada dua atom yang berikatan kovalen dengan menggunakan bersama dua electron valensi dalam satu paket ikatan.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Dua.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Dua adalah ikatan pada molekul gas oksigen O2 dan gas karbon dioksida CO2. Dalam molekul O2 kedua atom oksigen berikatan dengan cara masing – masing atom memberikan sumbangan dua electron valensi membentuk dua pasang electron ikatan.  Sehingga terbentuk ikatan rangkap dua.

contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-rangkap-dua-tiga

contoh-senyawa-molekul-ikatan-kovalen-rangkap-dua-tiga

Ikatan Kovalen Rangkap Tiga.

Ikatan kovalen rangkap tiga terjadi pada dua atom yang berikatan kovalen dengan menggunakan bersama tiga electron valensi dalam satu paket ikatan.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Tiga.

Contoh Ikatan Kovalen Rangkap Tiga adalah ikatan pada molekul N2. Ikatan kovalen rangkap tiga dalam molekul N2 dapat dijelaskan sebagai berikut. Konfigurasi electron atom 7N: 1s2 2s2 2p3. Untuk mencapai konfigurasi oktet diperlukan tiga electron tambahan.

Ketiga electron yang dibutuhkan ini dapat diperoleh dengan cara menggabungkan tiga electron valensi dari masing – masing atom nitrogen N membentuk tiga pasang electron (tiga rangkap electron). Dengan demikian terbentuk ikatan kovalen rangkap tiga.

Daftar Pustaka:

Ikatan Kovalen Polar dan Nonpolar, Perbedaan Sifat Pengetian

Ikatan Kovalen Polar.

Ikatan polar kovalen terjadi jika pasangan electron yang dipakai bersama, tertarik lebih kuat ke salah satu atom yang berikatan. Kepolaran suatu senyawa akan bertambah besar jika perbedaan keelektronegatifan atom – atom yang berikatan semakin besar.

Ikatan kovalen polar akan terjadi jika atom – atom yang berikatan adalah heterointi. Sebaran muatan electron di sekitar dua inti yang berikatan tidak homogen. Hal ini disebabkan oleh kemampuan menarik pasangan electron ikatan tidak sama.

ikatan-kovalen-polar-dan-nonpolar-perbedaan-sifat-pengetian-pembahasan-contoh-soal-ujian-nasional

ikatan-kovalen-polar-dan-nonpolar-perbedaan-sifat-pengetian-pembahasan-contoh-soal-ujian-nasional

Contoh Ikatan Kovalen Polar.

Senyawa HCl merupakan contoh senyawa dibentuk dengan ikatan kovalen polar. Pada ikatan ini pasangan electron ditarik oleh atom Cl.

Ikatan Kovalen Nonpolar.

Ikatan Kovalen Nonpolar terjadi jika pasangan electron yang dipakai bersama, tertarik ke semua atom yang berikatan. Ikatan ini terjadi pada atom – atom yang homointi. Kedua inti atom yang menarik electron valensi adalah sama besar. Sehingga sebaran muatan electron di antara kedua inti atom yang berikatan homogen.

Contoh Ikatan Kovalen Nonpolar.

Senyawa H2 merupakan contoh senyawa yang terbentuk melalui ikatan kovalen nonpolar. Pada ikatan kovalen ini tidak terjadi pengkutuban karena electron tidak ditarik oleh salah satu atom.

Sifat – sifat Senyawa Kovalen:

Pada temperature kamar umumnya senyawa yang dibentuk melalui ikatan kovalen adalah berupa gas, misalanya H2, O2, N2, Cl2, CO2 atau cair misalnya H2O dan HCl ataupu berupa padatan.

Titik didih dan titik leleh dari senyawa yang berikatan secara kovalen adalah rendah. Hal ini karena gaya Tarik menarik antara molekulnya tidak terlalu kuat seperti pada senyawa – senyawa yang dibentuk dengan ikatan ion.

Senyawa kovalen larut dalam pelarut nonpolar dan beberapa di antaranya dapat berintegrasi dengan pelarut polar.

Senyawa ikatan kovalen polar dapat menghantarkan arus listrik.

Daftar Pustaka

Konsep Hidrolisis Garam Asam Basa

Pengertian

Hidrolisis merupakan istilah yang yang berasal dari kata Hydro artinya air dan lysis artinya penguraian. Hidrolisis adalah reaksi kation atau anion dari suatu garam dengan molekul air. Istilah Hydrolysis digunakan untuk reaksi zat dengan air. Hidrolisis kation menghasilkan H3O+ (H+), sedangkan hidrolisis anion menghasilkan OH.

Asam Kuat dan Basa Lemah

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah akan mengalami reaksi hidrolisis kation, sehingga larutannya bersifat asam dengan pH kurang daripada tujuh. Sebagai contoh adalah Amonium klorida, NH4Cl.

Amonium klorida, NH4Cl terdiri dari kation NH4+  dan anion Cl

Ion NH4+ berasal dari basa lemah yaitu NH3

Ion Cl berasal dari asam kuat HCl

NH4Cl (aq) → NH4+ (aq)  +  Cl (aq)

Ketika ion – ion dari garam amonium ini bereaksi dengan air maka yang terjadi adalah:

NH4+ + H2O (l) → NH3(aq) + H3O+(aq)

Pada Reaksi ini terjadi hidrolisis dan menghasilkan ion H3O+, sehingga sifat larutan menjadi asam.

Cl(aq) + H2O (l) ≠ tidak terjadi reaksi.

konsep-hidrolisis-garam-dari-asam-dan-basa

konsep-hidrolisis-garam-dari-asam-dan-basa

Asam Lemah dan Basa Kuat

Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat akan mengalami hidrolisis anion, sehingga larutannya bersifat basa dengan pH lebih daripada tujuh. Sebagai contoh adalah Natrium Asetat, NaCH3COO dan KCN.

Natrium asetat terdiri dari kation Na+ dan anion CH3COO

Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH,

Ion CH3COO berasal dari asam lemah CH3COOH

NaCH3COO (aq) →Na+ (aq) + CH3COO(aq)

CH3COO(aq) + H2O (l) →CH3COOH(aq) + OH(aq)

Pada reaksi ini terjadi hidrolisis dan menghasilkan ion OH, sehingga sifat larutan menjadi basa.

Na+ + H2O (l) ≠ tidak terjadi reaksi.

Asam Kuat dan Basa Kuat

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak akan mengalami hidrolisis. Baik kation maupun anion dari garam ini tidak dapat bereaksi dengan air. Sehingga perbandingan konsentrasi ion H3O+ dan ion OH akan tetap sama. Kondisi ini menghasilkan larutan yang bersifat netral.

Sebagai contoh adalah NaCl yang terdiri dari kation Na+ dan anion Cl.

Ion Na+ berasal dari basa kuat

Ion  Cl berasal dari larutan asam kuat.

Kedua ion ini tidak mengalami hidrolisis, tidak bereaksi dengan air.

NaCl (aq) →Na+(aq) + Cl(aq)

Na+(aq) + H2O (l) ≠ tidak ada reaksi

Cl(aq) + H2O (l) ≠ tidak ada reaksi

NaCl tidak merubah perbandingan konsentrasi ion H+ dan OH dalam air, sehingga larutan NaCl bersifat netral.

Teori Sifat Fungsi Larutan Penyangga Buffer Asam Basa

Pengertian 

Larutan penyangga atau buffer solution adalah larutan yang berfungsi untuk mempertahankan pH meskipun ditambahkan sedikit asam, basa ataupun pengenceran. Larutan penyangga terdiri dari dua jenis buffer yaitu buffer asam dan buffer basa.

Buffer Asam

Buffer asam merupakan campuran asam lemah dengan garam atau basa konjugasi yang berasal dari basa kuat.

[H+] = Ka x (mol asam/ mol garam)

pH = – log[H+]

Buffer Basa

Buffer Basa  merupakan campuran antara basa lemah dengan garam atau asam konjugasi yang berasal dari asam kuat

[OH] = Kb x (mol basa/ mol garam)

pOH = – log[OH]

pH = 14 – pOH

sifat-larutan-penyangga

sifat-larutan-penyangga

Fungsi Larutan Penyangga

  • Di dalam tubuh manusia, larutan penyangga berfungsi untuk menjaga pH darah, sehingga darah memiliki keasaman yang sesuai dengan karakteristik reaksi enzim.
  • Dalam kehidupan sehari – hari, larutan penyangga digunakan untuk menjaga pH makanan yang dikemas menggunakan kaleng. Sehingga makanan tidak mudah rusak oleh serangan bakteri.

Pembahasan Contoh Soal Perhitungan

Larutan penyangga dibuat dengan mencampurkan 50 ml larutan CH3COOH 0,1 M dengan 50 ml NaCH3COO  0,1M. Dengan Ka CH3COOH = 1,8 x 10-5, maka pH larutan tersebut adalah:

Pembahasan Jawaban Soal

Hitung jumlah mol masing – masing larutan.

50 ml CH3COOH 0,1 M + 50 ml NaCH3COO  0,1M

Jumlah mol CH3COOH adalah:

mol CH3COOH = 50 ml x 0,1 mmol/ml

mol CH3COOH = 5 mmol/ml

jumlah mol NaCH3COO  adalah

mol NaCH3COO  = 50 ml x 0,1 mmol/ml

mol NaCH3COO =  5 mmol

substitusi nilai-nilai yang ada dari soal maupun dari hasil perhitungan ke persamaan berikut:

[H+] = Ka x (mol asam/ mol garam)

[H+] = 1,8 x 10-5 x (5 mmol/ 5 mmol)

[H+] = 1,8 x 10-5

pH = – log [H+]

pH = – log (1,8 x 10-5)

pH = 5 – log1,8

Daftar Pustaka

Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Reaksi Kimia

Pengertian

Hasil kali kelarutan adalah hasil kali konsentrasi ion – ion dalam larutan jenuh garam yang sukar larut dalam air. Nilai hasil kelarutan dinotasikan dengan Ksp. Untuk elektrolit sejenis, Nilai Ksp yang semakin besar menunjukkan semakin mudah larut.

Perhatikan contoh reaksi berikut:

Ax + By(s) = xAm+(aq) + yBn-(aq)

Hasil kali kelarutannya dapat ditulis

Ksp = [Am+]x  [Bn-]y

Memperkirakan Terjadinya Proses Pengendapan Zat Elektrolit

Pengendapan zat elektrolit dalam suatu larutan dapat diperkirakan dengan membandingkan nilai Ksp terhadap nilai Q. Nilai Q adalah hasil kali konsentrasi molar awal dai ion – ion dalam larutan dengan asumsi zat terionisasi sempurna.

Q < Ksp, nilai Q lebih kecil daripada Ksp ini artinya tidak terjadi pengendapan

Q = Ksp, nilai Q sama dengan nilai Ksp, maka larutan sudah jenuh, namun demikian masih belum menunjukkan terjadinya proses pengendapan

Q > Ksp, nilai Q lebih besar daripada nilai Ksp, ini artinya reaksi sudah terjadi proses pengendapan.

Pengaruh Ion Sejenis Terhadap Kelarutan.

Kehadiran ion sejenis dalam larutan akan mempengaruhi kelarutan. Ion – ion sejenis akan memperkecil atau mengurangi kelarutan suatu senyawa elektrolit.  Ini artinya, semakin tinggi konsentrasi ion sejenis, maka semakin kecil kelarutan elektrolitnya.

hasil-kali-kelarutan-reaksi-kimia

hasil-kali-kelarutan-reaksi-kimia

Pembahasan Contoh Soal Perhitungan.

Hitung berapa kelarutan Mg(OH)2 jika berada dalam NaOH 0,1 M dengan Ksp Mg(OH)2 = 1,8 x 10-11 mol3 L-3

Jawab.

Persamaan reaksinya adalah

Mg(OH)2 → Mg2+ + 2OH-1

Dengan demikian, Hasil Kali kelaruran Ksp nya dapat ditulis seperti berikut:

Ksp = [Mg2+] [OH-1]2

1,8 x 10-11 = [Mg2+] (1. 10-1)2

[Mg2+]  =  (1,8 x 10-11)/ (10-2)

[Mg2+]  = 1,8 x 10-9

Pembahasan Contoh Soal Perhitungan

Jika Dalam 100 cm3 air dapat larut 1,16 mg Mg(OH)2 dengan Mr = 58. Hitung Berapa Harga Ksp untuk Mg(OH)2 tersebut?

Jawab:

Hitung dulu konsentrasi, M untuk 1,16 mg Mg(OH)2 yang berada dalam air.

M = [massa/Mr] x [1000/V(ml)]

M = [1,16 . 10-3 gram / 58 ] x [1000/100]

M  = 2 x 10-4 M

Reaksinya dapat dituliskan seperti berikut

Mg(OH)2 →Mg2+     + 2OH-1

2 x 10-4   → 2 x 10-4 + 2 x (2 x 10-4)

Dengan demikian hasil kali kelarutan Ksp nya adalah

Ksp = [Mg2+] [OH-1]2

Ksp = [2 x 10-4] [4 x 10-4]2

Ksp = [2 x 10-4] [16 x 10-8]

Ksp = 32 x 10-12

Ksp = 3,2 x 10-11

Daftar Pustaka

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit.

Pengertian

Sifat koligatif adalah sifat – sifat fisik larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi pertikel zat terlarut, bukan karena jenisnya. Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis, yaitu sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit.

Pada konsentrasi yang sama, Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang lebih besar daripada larutan nonelektrolit. Hal ini disebabkan karena larutan elektrolit mempunyai jumlah pertikel yang lebih banyak.

sifat-koligatif-larutan-elektrolit

sifat-koligatif-larutan-elektrolit

Tekanan Uap

Tekanan uap suatu zat adalah tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh zat tersebut. Semakin tinggi temperature, maka semakin tinggi tekanan uapnya. Apabila zat terlarut tidak menguap, maka tekanan uap larutan akan menjadi lebih rendah daripada tekanan uap pelarutnya.

Selisih tekanan uap antara uap pelarut murni dengan tekanan uap larutan disebut sebagai penurunan tekanan uap larutan. Kondisi ini dapat ditulis dalam persamaan matematika sebagai berikut:

∆P = P0 – P

∆P = penurunan tekanan uap larutan

P0 = tekanan uap pelarut murni

P  = tekanan uap larutan

Berdasarkan Raoult, jika zat terlarut tidak menguap, maka penurunan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol zat terlarut. Sedangkan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut.

P = Xp . P0

∆P = Xt . P0

Xp = fraksi mol pelaarut

Xt  = fraksi mol terlarut

Adanya zat terlarut akan menurunkan tekanan uap pelarut.

Kenaikkan Titik Didih

Larutan memiliki titik didih lebih tinggi dan titik beku lebih rendah daripada pelarutnya. Selisih titik didih antara larutan dengan pelarut disebut kenaikkan titik didih.

∆Tb = Kb . m

∆Tb = Tblarutan  . Tbpelarut

∆Tb = kenaikkan titik didih larutan

Kb = tetapan kenaikkan titik didih molal

m = molalitas

Tb = titik didih

Penurunan Titik Beku

Titik beku larutan lebih rendah dibandingkan dengan titik beku pelarutnya. Penurunan titik beku dinyatakan dalam persamaan berikut:

∆Tf = Kf . m

∆Tf = Tfpelarut  . Tflarutan

∆Tf = penurunan titik beku larutan

Kf = tetapan penurunan titik beku molal

m = molalitas

Tf = titik beku

Tekanan Osmotik

Osmotic adalah perpindahan air melalui membrane semipermeable dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat

Tekanan osmotic adalah tekanan yang harus diberikan pada permukaan larutan untuk mencegah terjadinya osmosis dari pelarut murni. Besarnya tekanan osmotic dapat ditulis sebagai berikut

P = M . R . T

M = molalitas larutan (mol/L)

R = 0,082 L atm mol-1 K-1

T = temperature Kelvin

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Pada konsentrasi yang sama, jumlah partikel larutan elektrolit lebih besar dibandingkan dengan larutan nonelektrolit.

Pada larutan elektrolit terdapat perbandingan antara nilai sifat koligatif yang terukur dari suatu larutan elektrolit dengan nilai sifat koligatif yang diharapkan dari suatu larutan nonelektrolit pada konsentrasi yang sama.

Perbandingan tersebut biasa disebut dengan factor van’t hoff dan dinotasikan dengan huruf “i”. nilai dari factor van’t hoff dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

i = 1 + (n – 1). α

i = factor van’t hoff

n = jumlah total koefisien

α = derajat ionisasi

Sifat koligatif larutan elektrolit dapat dinyatakan dalam persamaan – persamaan berikut. Nilai sifat koligatif merupakan nilai sifat koligatif dikali dengan factor van’t hoff. Sehingga persamaan untuk larutan elektrolit menjadi seperti berikut:

∆P = Xt . P0 . i

∆Tb = Kb . m . i

∆Tf = Kf . m . i

P = M . R . T . I

Daftar Pustaka