Arsip Kategori: Ilmu Ekonomi Materi Dan Soal

Fungsi Bank Sentral Indonesia, fungsi bank umum, ciri – ciri pasar monopoli, ciri – ciri pasar oligopoli

Faktor Penyebab Terjadinya Kelangkaan Sumber Daya Alam

Pada dasarnya sumber daya ekonomi yang terdapat dimuka bumi sangat beragam atau memiliki banyak jenisnya. Namun demikian, Sumber daya ekonomi tersebut bersifat langka atau terbatas. Selain itu tiap daerah mungkin memiliki jenis dan jumlah yang tidak sama.

Penyebab Terjadinya Kelangkaan Sumber Daya Alam

Penyebab Terjadinya Kelangkaan Sumber Daya Alam

Yang menjadi perhatian dalam memenuhi kebutuhan adalah bahwa manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas, sedangkan barang untuk pemenuhan kebutuhan terbatas. Keadaan ini akan menjadi sebuah keadaan yang dinamakan dengan kelangkaan.

Dari  kenyataan tersebut, munculah inti persoalan ekonomi, yaitu bagaimana sumber daya yang jumlahnya terbatas tersebut dapat memenihi  kebutuhan manusia yang beraneka ragam.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan sumber daya menjadi langka atau terbatas. Sebab – sebabnya antara lain adalah:

Perbedaan Letak Geografis

Sebenarnya, Sumber daya alam yang ada tidak tersebar secara merata di muka bumi. Ada daerah yang memiliki minyak berlimpah, namun daerah lainnya tidak. Ada daerah yang sangat subur, di daerah lainnya begitu gersang.

Perbedaan kondisi ini dapat menyebabkan kelangkaan sumber daya alam. Sehingga, masyarakat perlu pengorbanan yang lebih besar untuk mendapatkan sumber daya yang tidak terdapat di daerahnya.

Misalnya, di daerah pegunungan berkapur sumber daya air sulit ditemukan. Pada musim kemarau, penduduknya harus mencari atau membeli air. Hal ini Berbeda dengan masyarakat di dataran rendah yang dengan mudah memperoleh air dari sumur.

Pertumbuhan Penduduk Terlalu Cepat

Pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan produksi barang dan jasa akan menyebabkan terjadinya kesenjangan antara kebutuhan dibandingkan persediaan barang dan jasa.

Gejala ini sudah lama menjadi perhatian seorang ekonom bernma Thomas Robert Malthus. T. R. Malthus mengamati bahwa pertumbuhan manusia jauh lebih cepat jika dibandingkan laju pertumbuhan produksi pertanian.

Kemampuan Faktor Produksi

Kemampuan faktor produksi untuk proses pembuatan barang dan jasa memiliki beberapa hambatan dan keterbatasan. Misalnya, tenaga kerja memerlukan waktu untuk istirahat, terkadang  sakit, ataupun sesekali harus cuti.

Selain itu, kerja mesin produksi memiliki keterbatasan dari desain baik kapasitas maupun daya tahan operasionalnya.

Kemajuan Teknologi yang Tidak Sama

Kemajuan dan Perkembangan teknologi di berbagai negara tidak selalu sama. Di negara – negara maju, perkembangan teknologi terjadi cukup cepat. Sedangkan di negara berkembang, perubahan kebutuhan akan barang dan jasa jauh lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan teknologinya. Hal ini diduga akibat adanya kecenderungan masyarakat yang suka menyontek gaya hidup dari negara maju.

Terjadi Bencana Alam

Walaupun  bencana alam merupakan faktor yang berada di luar perkiraan manusia. Namun, demikian, bencana alam sering terjadi karena ulah manusia yang kurang memperhatikan keseimbangan alam.

Manusia eksploitasi kekayaan alam tanpa mengindahkan masalah kelestariannya. Bencana alam cenderung rusak sumber daya yang ada. Terjadi  korban jiwa dan rusaknya berbagai sumber daya ekonomi seperti bangunan usaha dan mesin – mesin produksi.

Untuk membangun atau mengadakan kembali sumber daya yang rusak akibat bencana alam, membutuhkan waktu yang relatif lama dengan modal yang cukup besar.

 

Sistem Ekonomi Pasar Bebas, Pengertian Contoh Keuntungan Kerugian,

Pengertian Pasar Bebas.

Pasar Bebas adalah suatu bentuk pasar yang terdiri dari pasar – pasar barang yang bersifat persaingan sempurna. Dalam pasar persaingan sempurna, setiap perusahaan akan dapat mencapai efisiensi alokatif dan efisiensi produktif.

Sistem Ekonomi Pasar Bebas

Sistem Ekonomi Pasar Bebas

Efisiensi Alokatif.

Suatu perusahaan dikatakan telah mencapai efisiensi alokatif apabila tingkat harga sama dengan biaya marginal. Pada periode jangka panjang, setiap perusahaan dalam pasar persaingan sempurna mencapai suata keadaan yaitu Harga sama dengan Biaya Marginal.

Jika efisiensi alokatit terjadi, maka kemakmuran masyarakat dalam pasar persaingan sempurna akan mencapai maksimum. Kemakmuran yang diperoleh para konsumen diukur dengan cara membandingkan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang tersebut dengan harga – harga yang ingin dibayar oleh konsumen pada berbagai tingkat harga.

Efisiensi Produktif.

Suatu perusahaan dapat dikatakan telah mencapai efisiensi produktik apabila biaya  produksinya telah mencapai nilai yang paling minimum. Biaya Operasi perusahaan akan mencapai minimum bila perusahaan berdiri dalam pasar persaingan sempurna.

Perusahaan dalam persaingan sempurna akan mendapat keuntungan normal seperti perusahaan dalam pasar persaingan monopolistic, namun biaya operasinya paling rendah dibandingkan perusahaan dalam persaingan monoplistik dan monopoli.

Keuntungan Perekonomian Pasar Bebas.

Para ekonom percaya bahwa system ekonomi pasar bebas mempunyai beberapa kelebihan dan keistimewaan jika dibandingkan dengan system – system ekonomi pasar yang lain. Beberapa keuntungan penerapan system perekonomian pasar bebas adalah:

  • Penggunaan factor – factor produksi menjadi lebih efisien.
  • Kegiatan perekonomian pasar diatur dan diselaraskan seefisien mungkin
  • Tercapainya pertumbuhan perekonomian yang lebih kuat
  • Adanya kebebasan para pelaku kegiatan ekonomi sesuai dengan yang diinginkannya.
  • Dapat menyelaraskan dan melakukan penyesuaian kegiatan ekonomi secara efisien
  • Mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam jangka panjang.
  • Pelaku ekonomi yaitu produsen dan konsumen mempunyai kebebasan dalam memilih kegiatan ekonomi yang ingin dijalaninya dan membeli barang dan jasa yang ingin dinikmatinya.

System ekonomi pasar bebas merupakan system paling mampu dalam mengatur operasi suatu ekonomi dan mewujudkan penyesuaian sebagai akibat perubahan di suatu atau beberapa pasar lainnya. Salah satu keuntungan dari pasar bebas adalah kemampuannya dalam melakukan penyesuaian dengan serta merta tanpa menunggu perintah atau pengaturan dari penguasa pusat. Dalam hal ini, system pasar bebas sangat mampu merespon berbagai perubahan ekonomi yang terjadi di banyak tempat sekalipun.

Kerugian Sistem Pasar Bebas.

Selain keuntungan yang diperoleh dari pernerapan system pasar bebas, sebenarnya ada beberapa kelemahan yang menyebabkan kegagalan dari system pasar bebas. Beberapa kelemahan dari system pasar bebas bersumber dari ketidakmampuan system pasar dalam mengatur kegiatan ekonomi, sehingga pada kenyataannya pasar bebas tidak menjadi lebih efisien. Adapun kegagalan system pasar bebas bersumber dari factor – factor sebagai berikut:

  • Akibat factor ekstern (eksternalitas) yang merugikan
  • Terjadinya kekurangan produksi barang public dan barang merit
  • Kegagalan dalam membuat penyesuaian yang efisien
  • Tidak seimbangnya distribusi pendapatan
  • Terdapatnya kekuasaan monopoli dalam pasar

Pasar perssaingan sempurna di berbagai kegiatan ekonomi adalah ciri dari ekonomi pasar bebas. Dalam prakteknya tidak satu jenis pasar barang pun dapat digolongkan sebagai pasar persaingan sempurna. Ketiadaan pasar persaingan sempurna ini menyebabkan suatu pereknomian tidak dapat mencapai efisiensi alokatif dan efisiensi produktif.

Dengan demikian system pasar bebas yang sebenarnya belum tentu mencapai keadaan yang ideal yang mcerminkan efisiensi yang tinggi dalam kegiatan – kegiatan ekonomi yang dijalankannya.

Dalam system ekonomi pasar bebas, terdapat keadaan – keadaan yang mendorong terjadinya kekuatan monopoli dari perusahaan perusahaan yang memiliki modal dan sumber daya besar. Akan terdapat perusahaan – perusahaan yang tumbuh dan berkembang lebih pesat dari yang lainnya. Pada akhirnya perusahaan ini akan memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi keadaan pasar dan menjadi monopoli

Faktor Produksi Tenaga Kerja

Pengertian Produksi.

Produksi adalah kegiatan atau usaha manusia untuk menghasilkan atau menambah nilai guna barang dan jasa. Pelaku kegiatan produksi disebut produsen.

Contoh Produksi adalah bahan galian ditambang kemudian diolah menjadi logam setengah jadi, kemudian logam ini dibentuk menjadi peralatan rumah tangga seperti peralatan dapur berupa panci, sendok dan lainnya.

Pengertian Faktor Produksi.

Faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa.  Faktor produksi terdiri dari factor asli dan factor turunan. Factor produksi asli terdiri dari alam dan tenaga kerja. Sedangkan factor turunan terdiri dari faktor modal dan pengusaha.

Faktor Produksi Tenaga Kerja.

Faktor produksi tenaga kerja, yaitu faktor produksi yang berupa tenaga kerja manusia. Berdasarkan sifatnya, faktor produksi tenaga kerja dibagi menjadi tenaga kerja jasmani dan tenaga kerja rohani. Berdasarkan kemampuannya, tenaga kerja dibagi menjadi terdidik, terlatih dan tidak terdidik dan tidak terlatih.

Tenaga Kerja Jasmani

Tenaga kerja jasmani, yaitu kegiatan kerja yang lebih banyak menggunakan kekuatan jasmani atau fisik. Dalam kesehariannya tenaga kerja ini lebih sering disebut sebagai tenaga kerja kasar atau buruh. Contohnya: tukang, buruh angkut, kuli pelabuhan, buruh bangunan, dan lain-lain.

Tenaga Kerja Rohani

Tenaga kerja rohani, yaitu kegiatan kerja yang lebih banyak menggunakan kekuatan pikiran atau otak. Tenaga kerja ini lebih sering disebut tenaga kerja professional. Contohnya adalah guru pengajar, menteri, direktur, dan lain-lain.

Berdasarkan kemampuan, faktor produksi tenaga kerja dibagi menjadi:

Tenaga Kerja Terdidik.

Tenaga kerja terdidik (skilled labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan khusus dan teratur. Tenaga kerja ini dihasilkan dari lembaga pendidikan formal dari tingkat dasar sekolah dasar (SD) sampai pendidikan tinggi seperti universitas atau institute, atau sekolah tinggi. Contoh: insinyur, dokter, guru, akuntan, hakim, pengacara, dan lain-lain.

Tenaga Kerja Terlatih.

Tenaga kerja terlatih (trained labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan latihan-latihan dan pengalaman. Tenaga terka ini disiapkan melalui lembaga pendidikan dan pelatihan atau khursus. Contohnya: montir untuk bengkel kendaraan, operator alat berat, juru masak koki,  juru las, dan lain-lain.

Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih.

Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled and untrained labour), yaitu tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan dan latihan. Tenaga kerja ini merupakan tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian dan keterampilan. Contohnya: kuli, tukang, pemulung, dan lain-lain.

Contoh Soal Ujian Faktor Produksi Tenaga Kerja

1.. Akuntan dan dokter adalah contoh tenaga kerja . . . .

A.terlatih.  B.terpenting.   C.terdidik   D.tidak terlatih.   E.tidak terdidik

2..Hasil produksi yang dibuat untuk menghasilkan barang dan jasa yang lain disebut faktor produksi. . . .

A.alam.   B.modal.   C.tenaga kerja.   D.pengusaha.   E.turunan

Daftar Pustaka.

Tujuan Produksi dan Perilaku Produsen

Pengertian Produksi

Pada prinsipnya produksi melakukan kegiatan yang menghasilkan barang dana tau jasa. Produksi adalah kegiatan menciptakan (membuat) atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa. Pelaku kegiatan produksi disebut produsen.

Contohnya Produksi adalah bahan galian ditambang kemudian diolah menjadi logam setengah jadi, logam ini dibentuk menjadi peralatan rumah tangga seperti peralatan dapur berupa panci, sendok dan lainnya.

Kegiatan produksi ini akan mempunyai tujuan dan juga memengaruhi perilaku produsen yang di antaranya adalah:

Memenuhi Kebutuhan Manusia.

Kegiatan produksi dilakukan karena Manusia memiliki beragam kebutuhan terhadap barang dan jasa yang harus dipenuhi. Jadi aktivitas produksi dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia.

Menghasilkan Barang Dan atau Jasa

Produsen melakukan Kegiatan produksi bertujuan untuk menghasilkan produk dengan menciptakan barang dan atau jasa baru yang mampu diolah melalui proses produksi. Ini artinya produksi menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan atau mengganti barang yang sudah tidak memiliki nilai guna lagi.

Meningkatkan Nilai Guna Barang atau Jasa

Sebuah perusahaan atau industri memproduksi suatu barang bertujuan untuk meningkatkan nilai guna barang itu sendiri, yang sebelumnya belum atau kurang berguna. Dengan proses produksi, nilai guna barang dapat menjadi lebih tinggi. Hal ini terkait dengan kepuasan dari konsumen sebagai pengguna atau pemakai.

Meningkatkan Kemakmuran Masyarakat

Tujuan dari proses produksi diharapkan mampu menghasilkan produk produk yang dapat menghasilkan keuntungan (profit oriented). Barang tersebut dapat memberikan keuntungan dan meningkatkan kemakmuran masyarakat. Ini artinya kegiatan produksi akan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Meningkatkan Keuntungan dan Jumlah Produk

Dengan memproduksi barang dan jasa, maka pihak perusahaan dapat meningkatkan jumlah barang atau jasa dan sekaligus meningkatkan keuntungan yang diperolehnya.

Memperluas Lapangan Usaha

Perusahaan yang memiliki skala produksi yang besar dan produknya diminati oleh pelaku pasar maka perusahaan tersebut dapat mengembangkan usahanya dan dapat menciptakan lapangan usaha baru. Kegiatan produksi ini dapat menciptakan lapangan kerja yang sekaligus mengurangi pengangguran.

Menjaga Kesinambungan Usaha Perusahaan

Tujuan jangka panjangnya, kegiatan produksi dilakukan untuk menjaga kesinambungan usaha perusahaan. Dalam hal ini kegiatan produksi dilakukan untuk kelansungan hidup perudahaan. Dengan demikian perusahaan dapat terus beroperasi dengan baik untuk memperoleh faktor-faktor produksi, memproduksi barang dan jasa serta menjualnya ke pasar untuk mendapatkan keuntungan.

Contoh Soal Ujian Materi Tujuan Produksi

Soal 1. Yang bukan merupakan kegiatan produksi adalah . . . .

  1. membuat boneka
  2. menghias baju pengantin
  3. menjahit sepatu
  4. memakai sepatu
  5. menanam padi

Soal 2. Pertanian dan perkebunan merupakan contoh bidang industri . . . .

  1. ekstraktif
  2. industri
  3. agraris
  4. perdagangan
  5. jasa.

Daftar Pustaka.

Pengaruh Inflasi Terhadap Pendapatan Masyarakat

Pengertian Inflasi,

Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan tingkat harga secara umum (price level). Dikatakan tingkat harga umum karena barang dan jasa yang ada di pasaran mempunyai jumlah dan jenis yang sangat beragam, sebagian besar dari harga-harga barang tersebut selalu meningkat dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Sedangkan inflasi murni adalah inflasi yang terjadi sebelum ada campur tangan dari pemerintah, baik berupa kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter. Adapun yang dimaksud laju inflasi adalah kenaikan atau penurunan inflasi dari periode ke periode atau dari tahun ke tahun.

Pengertian Pendapatan Perseorangan, Individu

Pendapatan perseorangan adalah semua jenis pendapatan yang diperoleh anggota masyarakat atau individu penduduk suatu negara. Pendapatan ini termasuk yang diperoleh dari bunga bank, dividen maupun subsidi atau pembayaran pindahan atau pembayaran dari pemerintah kepada masyarakat.

Pendapatan perseorangan atau biasa disebut pendapatan disposibel merupakan jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

Disposible Income adalah Personal Income (PI) setelah dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

Pengaruh Inflasi Terhadap Pendapatan Masyarakat,

Untuk masyarakat yang berpendapatan tetap, terjadinya inflasi sangat merugikan karena pendapatan riil menurun. Sedangkan bagi masyarakat yang berpendapatan tidak tetap, inflasi bisa sangat merugikan atau bisa juga tidak merugikan. Untuk masyarakat yang berpendapatan rendah dan tidak tetap, inflasi jelas sangat merugikan mereka.

Sedangkan untuk masyarakat yang berpendapatan cukup tinggi dan tidak tetap seperti para pengusaha besar, inflasi dianggap tidak terlalu merugikan. Terutama jika pendapatan pada masa inflasi mengalami kenaikan yang persentasenya lebih besar dibandingkan persentase kenaikan inflasi.

Pustaka:

  1. Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Erlanga, Jakarta.
  2. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011,”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  3. Darmawi, H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial” Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta.
  4. Ahman, E. H., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi 2, Unversitas Terbuka, Jakarta.
  5. Prasetyo, P. E., 2011,”Fundamental Makro Ekonomi” Beta Offset, Yogyakarta.

 

Pengaruh Inflasi Terhadap Perdagangan Internasional

Pengertian Inflasi,

Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian yang menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan tingkat harga secara umum (price level). Dikatakan tingkat harga umum karena barang dan jasa yang ada di pasaran mempunyai jumlah dan jenis yang sangat beragam, sebagian besar dari harga-harga barang tersebut selalu meningkat dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Sedangkan inflasi murni adalah inflasi yang terjadi sebelum ada campur tangan dari pemerintah, baik berupa kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter. Adapun yang dimaksud laju inflasi adalah kenaikan atau penurunan inflasi dari periode ke periode atau dari tahun ke tahun.

Pengertian Perdagangan Internasional,

Perdagangan internasional merupakan segala kegiatan perdagangan yang melewati batas- batas wilayah suatu negara. Pelaku kegiatan yang terlibat pada perdagangan internasional dapat perseorangan, perusahaan swasta atau pemerintah, atau campuran.

Kegiatan perdagangan atau bisnis internasinal dapat berupa kegiatan ekspor dan impor barang untuk bahan baku, barang setengan jadi, atau produk-produk akhir yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama yang tidak dimiliki atau tidak diproduksi di dalam negeri.

Kegiatan ekspor impor merupakan transkasi ekonomi yang sangat fundamental dan di sebagian negara menempati posisi sangat penting dan dominan.

Selain itu bisnis internasional dapat pula berupa perdagangan jasa, seperti asuransi, perbankan, hotel, konsultan, travel, dan transportasi. Pada kegiatan perdangan jasa ini, perorangan atau perusahaan dibayar atas pelayanan yang telah diberikan terhadap negara lain atau asing.

Pengaruh  Inflasi Terhadap Bisnis Perdagangan Internasional.

Dalam jangka pendek, kenaikan tingkat inflasi menunjukkan pertumbuhan perekonomian, namun dalam jangka panjang, tingkat inflasi yang tinggi dapat memberikan dampak yang buruk. Tingginya tingkat inflasi menyebabkan harga barang domestik relatif lebih mahal dibanding dengan harga barang impor.

Jika di dalam negeri terjadi inflasi, ini artinya harga produk dalam negeri menjadi lebih mahal. Dan jika harga produk dalam negeri lebih mahal dibandingkan dengan produk – produk dari luar negeri, maka hal ini akan menyebabkan produk domestik menjadi lebih sulit bersaing dengan produk- produk impor.

Hal ini akan mengakibatkan, nilai ekspor akan lebih kecil daripada nilai impor, sehingga neraca perdagangan mengalami defisit, dan defisit ini dapat menghabiskan cadangan devisa negara.

Masyarakat termotivasi untuk membeli barang impor yang relatif lebih murah. Selain itu, Harga yang lebih mahal menyebabkan turunya daya saing barang domestik di pasar internasional. Hal ini berdampak pada nilai ekspor cenderung turun, sebaliknya nilai impor cenderung naik.

Kurang bersaingnya harga barang dan jasa domestik menyebabkan rendahnya permintaan terhadap produk dalam negeri. Kegiatan Produksi menjadi berkurang. Sejumlah pengusaha dan perusahaan akan mengurangi total produksi. Pada akhirnya Produksi berkurang, dampak selanjutnya akan menyebabkan sejumlah pekerja kehilangan pekerjaan.

Pustaka:

  1. Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Erlanga, Jakarta.
  2. Ahman, E. H., Rohmana, Y., 2007,”Ilmu Ekonomi Dalam PIPS”, Edisi 2, Unversitas Terbuka, Jakarta.
  3. Prasetyo, P. E., 2011,”Fundamental Makro Ekonomi” Beta Offset, Yogyakarta.
  4. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011,”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
  5. Darmawi, H., 2006,”Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial” Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta.

Sumber Pendapatan Pemerintah Indonesia

Pengertian

Negara memperoleh pendapatan dari dalam negeri maupun luar negeri. Pendapatan atau penerimaan pemerintah tersebut sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seluruh proses pembangunan nasional. Adapun sumber- sumber pendapatan pemerintah di antaranya adalah:

Penerimaan Dalam Negeri

Penerimaan pemerintah yang diperoleh dari dalam negeri berasal dari minyak bumi dan gas alam (migas) dan nonmigas. Penerimaan dari sector tersebut digunakan pemerintah untuk menutup pengeluaran rutin pemerintah. Penerimaan pemerintahan dari sektor nonmigas terdiri atas pajak dan nonpajak.

Penerimaan pajak berasal dari Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Ekspor, Pajak Perdagangan Internasional, Bea Masuk dan Cukai.

Adapun penerimaan negara bukan pajak terdiri dari pengelolaan sumber daya alam, Keuntungan Badan Usaha Milik Negara, Pendapatan Badan Layanan Umum, barang sitaan, pinjaman, sumbangan ataupun dari percetakan uang. Sedangkan penerimaan dalam bentuk hibah meliputi pemberian barang atau jasa dari pihak lain.

Penerimaan Luar Negeri

Dalam melaksanakan pembangunan dan roda pemerintahan diperlukan dana yang sangat besar. Pemerintah tidak dapat mengandalkan pada hanya satu sumber pendapatan yaitu pendapatan dari dalam negeri saja. Namun demikian, membutuhkan bantuan dari masyarakat internasional. Untuk membiayai proses pembangunan nasional,

Dana Bantuan dari luar negeri ini dapat digunakan untuk pembiayaan belanja pembangunan. Penerimaan yang berasal dari luar negeri terdiri dari pinjaman program dan pinjaman proyek. Pinjaman tersebut dapat berasal dari negara donor atau lembaga keuangan internasional.

Lembaga keuangan atau negara donor yang telah memberi bantuan keuangan ke Indonesia antara lain adalah: ADB (Asean Development Bank), IMF (International Monetary Fund), dan Bank Dunia (World Bank).

Contoh Soal Ujian Sumber Dana APBN.

Sebutkan Sumber Sumber Penerimaan Negara Selain Pajak….

Jawaban:

Adapun penerimaan negara bukan pajak terdiri atas pengelolaan sumber daya alam, Minyak, gas, Keuntungan Badan Usaha Milik Negara BUMN, Pendapatan Badan Layanan Umum, barang sitaan, pinjaman, sumbangan ataupun dari percetakan uang. Sedangkan penerimaan dalam bentuk hibah meliputi pemberian barang atau jasa dari pihak lain.

Daftar Pustaka:

Tujuan dan Fungsi APBN

Pengertian.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara adalah daftar terinci yang memuat penerimaan dan pengeluaran negara dalam jangka satu tahun. APBN ditetapkan  oleh undang – undang dan menjadi pedoman pelaksanaan perekonomian dan digunakan sebesar – besar untuk kemakmuran rakyat.

Sejak  tahun 2000 pada Era Reformasi, APBN dirancang dan dilaksanakan untuk satu tahun mulai 1 Januari – 31 Desember tahun yang sama. Pada zaman Orde Baru (Orba), APBN dirancang dan dilaksanakan untuk satu tahun mulai 1 April – 31 Maret tahun berikutnya, misalnya mulai 1 April 1990 – 31 Maret 1991.

Landasan Hukum APBN

Landasan hukum yang digunakan dalam pembuatan APBN adalah:

  1. Undang – undang Dasar UUD 1945 Pasal 23 (sesudah diamandemen) yang pada intinya berisi:

. APBN ditetapkan setiap tahun dengan Undang-Undang.

. Rancangan APBN dibahas oleh DPR dengan memperhatikan pendapat dari DPD, Dewan Perwakilan Daerah.

.  Apabila DPR tidak menyetujui rancangan anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah memakai APBN tahun sebelumnya.

  1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1994 tentang Pendapatan dan Belanja Negara.
  2. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN.

Tujuan APBN

Adapun tujuan dari APBN adalah:

Memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pemerintah negara dan kemampuan menghimpun pendapatan negara dalam rangka mewujudkan perekonomian nasional berdasarkan asas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, berkeadilan, efisiensi, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan kemandirian guna mencapai Indonesia yang aman, adil, damai, dan demokratis, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjaga kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

APBN disusun dengan tujuan sebagai pedoman pendapatan dan belanja dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan negara.

Dengan APBN, pemerintah sudah mempunyai gambaran yang jelas mengenai apa saja yang akan diterima sebagai pendapatan dan pengeluaran apa saja yang harus dilakukan selama satu tahun.

Dengan APBN diharapkan kesalahan, pemborosan, dan penyelewengan yang merugikan dapat dihindari. APBN disusun untuk dilaksanakan sesuai aturan, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan kemakmuran bangsa.

Fungsi APBN

Adapun Beberapa Fungsi APBN di antaranya adalah:

Fungsi Alokasi

Fungsi alokasi adalah fungsi penyediaan barang publik (public good provision). Sumber anggaran biaya harus dikeluarkan oleh negara untuk melaksanakan pembangunan. Pemerintah dapat mengalokasikan atau membagikan pendapatan yang diterima sesuai dengan target atau sasaran yang diinginkan. Misalnya, menetapkan besarnya anggaran untuk belanja (atau gaji) pegawai, untuk belanja barang, dan besarnya anggaran untuk proyek.

Fungsi Distribusi

Fungsi distribusi pendapatan adalah fungsi APBN dalam rangka memperbaiki distribusi pendapatan. Penerimaan pemerintah disalurkan kembali kepada masyarakat. Pemerintah dapat mendistribusikan pendapatan yang diterima secara adil dan merata. Fungsi distribusi dilaksanakan dengan tujuan agar dapat memperbaiki distribusi pendapatan di masyarakat. Dengan demikian masyarakat yang kurang mampu atau miskin dapat dibantu. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan melakukan kebijakan subsidi seperti subsidi BBM dan gas LPG.

Fungsi Stabilisasi

Fungsi APBN ini bersifat kondisional artinya sesuai dengan kondisi perekonomian yang dihadapi. Sumber anggaran digunakan untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian. Pemerintah  dapat menstabilkan keadaan perekonomian agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Misalnya, pada saat inflasi (yaitu harga barang dan jasa naik), pemerintah dapat menstabilkan perekonomian dengan cara menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, jumlah uang yang beredar dapat dikurangi sehingga harga-harga dapat kembali turun.

Fungsi Otoritas

Sebagai anggaran negara yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan pendapatan dan belanja pada tahun berjalan.

Fungsi Perencanaan

Sebagai anggaran pemerintah yang menjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun berjalan.

Fungsi Pengawasan

Sebagai anggaran pemerintah yang menjadi pedoman dalam menilai kesesuaian kegiatan penyelenggaraan pemerintahan.

Contoh Soal Ujian Materi APBN

Berikut ini merupakan fungsi dan tujuan APBN sebagai berikut:

(1) Membangun sarana umum di daerah. (2) Sebagai pedoman pendapatan dan belanja negara.   (3) Meningkatkan produksi barang dan jasa.   (4) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secra nasional.   (5) Pedoman distribusi/ pembagian anggaran untuk tiap daerah/ kementerian.

Yang merupakan fungsi APBN adalah:

A. (1), (2), dan (3).   B. (1), (2), dan (4).   C. (2), (3), dan (4).   D. (2), (4), dan (5).   E. (3), (4), dan (5)

Jawaban: C

Pembahasan:

Fungsi APBN yaitu:

  • Sebagai pedoman pendapatan dan belanja negara (2)
  • Meningkatkan produksi barang dan jasa (3)
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional (4)

Daftar Pustaka:

Ciri – Ciri Negara Berkembang

Pengertian

Negara berkembang merupakan istilah yang umum diberikan kepada negara – negara yang memiliki tingkat kesejahteraan yang relative rendah. Pada umumnya pertumbuhan ekonomi di negara berkembang relative lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di negara maju.

Namun demikian, PDB (Produk Domestik Bruto) negara maju jauh lebih tinggi dibanding negara berkembang. Pada negara – negara maju perekonomiannya relative stabil dan hampir semua sumber daya sudah digunakan secara optimal.

Hal ini berbeda dengan negara berkembang, sesuai dengan namanya yaitu negara berkembang, negara-negara ini masih memiliki potensi untuk terus berkembang,. Negara berkembang memiliki banyak sumber daya yang masih belum dikelola secara optimal. sumber- sumber daya  potensial tersebut bisa dikelola dengan baik agar bisa menambah peningkatan PDB dengan mencolok.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di negara berkembang dapat menjadi lebih tinggi dibanding negara-negara maju.

Ciri – Ciri Negara Berkembang.

Adapun ciri – ciri negara berkembang adalah sebagai berikut:

  • Laju pertumbuhan penduduk relative tinggi
  • Kegiatan ekonomi cenderung agraris
  • Sebagian besar penduduk tinggal di pedesaan
  • Angka harapan hidup relative rendah
  • Angka kematian bayi relative tinggi
  • Tingkat pendidikan penduduk rata – rata relative rendah
  • Pendapatan rata – rata penduduk relative rendah.

Contoh Negara Berkembang Anatara Lain Adalah:

  • Indonesia
  • Filipina
  • Thailand
  • Mesir
  • Brazil
  • Argentina

Contoh Soal Ujian Ciri – Ciri Negara Berkembang.

Mengapa pada umumnya pertumbuhan ekonomi di negara maju lebih rendah dibanding negara berkembang……?

Daftar Pustaka:

Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Pendapatan Perseorangan.

Pendapatan Perseorangan atau Personal Income biasa dinotasikan dengan PI merupakan bagian pendapatan nasional. Personal Income adalah pendapatan yang diterima oleh setiap lapisan masyarakat dalam satu tahun. Pendapatan perseorangan adalah hak individu – individu yang terlibat dalam perekonomian. Pendapatan ini merupakan balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.

Namun demikian tidak semua pendapatan akan diterima oleh masyarakat. Hal ini disebabkan pendapatan harus dikurangi dengan laba yang ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan sosial, dan ditambah dengan pembayaran pindahan atau transfer (transfer payment) dan pendapatan bunga yang diperoleh dari pemerintah dan konsumen. Secara aljabar Pendapatan perseorangan dapat ditulis dalam rumus berikut.

PI = NNI + transfer payment + pendapatan bunga – (laba ditahan + iuran asuransi + iuran jaminan sosial)

NNI atau Net National Income adalah NNP  (Net National Product) dikurangi pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah, atau jika dihitung dari GNP (Gross National Product) dapat dirumuskan seperti berikut:

NNI = GNP – Depresiasi – Pajak tidak langsung.

Pendapatan Perseorangan Siap Konsumsi

Pendapatan Perseorangan Siap Konsumsi biasa disebut dengan Personal Income Disposable atau Disposable Income adalah pendapatan perseorangan yang siap dipakai oleh individu untuk membiayai konsumsinya maupun untuk ditabung.

Besarnya pendapatan perseorangan siap konsumsi adalah pendapatan perseorangan dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya.

Pendapatan perseorangan siap konsumsi = Pendapatan perseorangan – Pajak Langsung

Pengertian Konsumsi

Konsumsi  merupakan kegiatan yang sifatnya mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa. Pengertian mengurangi atau menghabiskan adalah secara berangsur – angsur atau sekaligus.

Secara umum pengertian konsumsi dalam ilmu ekonomi adalah semua penggunaan barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengeluaran konsumsi terdiri dari konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Konsumsi merupakan komponen yang dihitung dalam Gross Domestic Product, GDP, atau Produk Domestik Bruto, PDB.  Dalam ekonomi makro, konsumsi disebut juga sebagai pengeluaran konsumsi, atau consumption expenditure.

Pengaruh pendapatan terhadap konsumsi dapat ditinjau dari persamaan fungsi konsumsi seperti berikut:

C = a + bY

C = pengeluaran untuk konsumsi

a = besar konsumsi saat pendapatan tidak ada, atau sama dengan nol (disebut konsumsi otonom)

b = besar tambahan konsumsi yang disebabkan oleh adanya tambahan pendapatan

Y = pendapatan nasional makro, jika C adalah pengeluaran agregat untuk konsumsi.

Dari persamaannya dapat dikatakan bahwa pendapatan berkorelasi positif terhadap nilai konsumsi.

Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Pertumbuhan ekonomi pada umumnya digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan fundamental ekonomi  jangka panjang suatu Negara.

Pertumbuhan ekonomi  atau economic growth dapat diartikan sebagai pertambahan pendapatan nasional agregatif atau pertambahan output dalam periode tertentu, misal satu tahun. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa secara fisik dalam kurun waktu tertentu.

Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu besaran penting yang dapat digunakan untuk melihat pengaruh pendapatan dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah pendapatan nasional atau  Gross Domestic Product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB). GDP merupakan nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun.

GDP yang dihitung berdasarkan pengeluaran terdiri dari empat komponen utama yaitu:

C = konsumsi,

I = investasi,

G = pembelian oleh pemerintah,

(X – M) = Ekspor neto, X = ekspor dan M = impor

(X – M) adalah Ekspor neto yang menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor.

Bentuk aljabar dari GDP dapat ditulis sebagai berikut:

Y = C + I + G + (X – M)

Dimana Y = GDP

Sehingga  pertumbuhan ekonomi dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:

GDP = C + I + G + (X – M)

Untuk membahas pengaruh pendapatan terhadap pertumbuhan ekonomi dapat didekati dengan menggunakan dua persamaan yaitu persamaan fungsi konsumsi dan  persamaan GDP.

Dari fungsi konsumsi diketahui bahwa pendapatan berkorelasi positif terhadap konsumsi, ini artinya, jika pendapatan naik, maka konsumsi cenderung naik. Begitu sebaliknya, jika pendapatan turun maka, konsumsi turun juga.

Persamaan aljabar GDP menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berkorelasi positif dengan konsumsi. Artinya jika konsumsi naik maka, pertumbuhan ekonomi juga naik. Begitu sebaliknya, jika konsumsi turun, maka pertumbuhan ekonomi turun.

Dengan dua bahasan tersebut, dapat dikatakan secara sederhana, bahwa pertumbuhan ekonomi berkorelasi positif dengan pendapatan. Ini artinya, jika pendapatan masyarakat naik, maka pertumbuhan ekonomi akan naik. Sebaliknya jika pendapatan turun, maka pertumbuhan ekonomi juga turun.

Contoh Soal Ujian Pengaruh Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Daftar Pustaka: