Ciri Klasifikasi Reproduksi Jamur Fungi

Pengertian Jamur/Fungi. Jamur adalah makhluk hidup eukariot yang mempunyai membrane nucleus, dan tidak memiliki klorofil. Jamur mempunyai dinding sel yang mengandung kitin. Jamur umumnya bersel banyak atau multiseluler, walaupu ada jenis jamur bersel satu atau uniseluler.

Ciri – Ciri Jamur.

Struktur tubuh jamur multiseluler terdiri dari miselium dan spore. Miselium merupakan kumpulan beberapa hifa. Hifat jamur ada yang ersekat dan tiap sekat mengandung satu sel. beberapa jamur yang tidak bersekat namun memiliki banyak inti sel.

klasifikasi-ciri-reproduksi-jamur-fungi
klasifikasi-ciri-reproduksi-jamur-fungi

Jamur tidak melakukan fotosintesis, sehingga bersifat heterotrof. Berdasarkan cara memperoleh makanannya, jamur dibedakan menjadi jamur saprofit dan jamur parasit. Jamur saprofit memperoleh makanannya dari senyawa organic yang telah diuraikan.

Jamur memiliki enzim – enzim tertentu yang dapat merombak senyawa – senyawa organic. Biasanya hidup di bagian organisme yang telah mati, seperti pada seresah, batang kayu yang telah lapuk dan bangkai hewan.

Sedangkan jamur parasit adalah jamur yang menyerap makanan dan organisme yang ditumpanginya, contohnya jamur panu.

Cara Reproduksi Jamur Fungi

Jamur dapat berreproduksi secara aseksual dan secara seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas pada jamur uniselular, dengan fragmentasi pada jamur multiselular, dan dengan pembentukan spora.

Spora jamur dibedakan menjadi dua, yaitu spora aseksual dan spora seksual. Spora aseksual membelah secara mitosis dan spora seksual membelah secara meiosis. Contoh spora aseksual adalah zoospora, endospora dan konidia.

Beberapa contoh tipe spora seksual adalah zigospora, askospora, dan basidiospora. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua sel inti yaitu melalui kontak gametangium dan konjugasi.

Klasifikasi Jamur Fungi

Kingdom Jamur Fungi dibagi menjadi tiga divisi, yaitu Divisi Zygomycota, Divisi Ascomycota, dan Divisi Basidiomycota. Klasifikasi ini didasarkan pada cara jamur berreproduksi seksualnya. Sedangkan jamur – jamur yang reproduksi seksualnya belum diketahui, diklasifikasikan ke dalam satu divisi, yaitu Divisi Deuteromycota.

Contoh Soal Ujian Nasional Materi Jamur

Soal No 1.

Ciri – ciri berikut merupakan ciri – ciri jamur kecuali….

A…eukariotik

B…memiliki klorofil

C…memiliki dinding sel

D…bersifat heterotrof

E…sebagai saprofit

Jawaban: B

Pembahasn:

Jamur memiliki ciri – ciri antara alain:

  • Eukariotik: memiliki membrane nekleus
  • Memiliki diding sel yang mengandung kitin
  • Tidak memiliki klorofir sehingga bersifat heterotroph sebagai saprofit maupun parasit

Soal No 2

Perbedaan jamur dengan tumbuhan adalah….

A…jamur adalah organisme prokariotikdan memiliki tubuh talus

B…jamur adalah organisme eukariotik dan memiliki tubuh talus

C…jamur memiliki dinding sel kitin dan memiliki klorofil

D…jamur memiliki dinding sel selulosa dan tidak memiliki klorofil

E…jamur memiliki dinding sel selulosa dan memiliki tubuh talus.

Jawaban: B

Pembahasan:

Bebeapa perbedaan jamur dengan tumbuhan dapat dilihat pada table di bawah

Jamur Tumbuhan
Membran Nukleus ada (eukariotik) ada (eukariotik)
Klorofil tidak ada ada
Dinding Sel kitin selulosa
Struktur akar, batang, daun berupa talus nyata

Daftar Pustaka:

  1. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  2. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  5. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Cara Reproduksi Jamur, Ciri _ciri Jamur, Contoh spora aseksual, contoh tipe spora seksual, Fungsi Jamur, jamur ascomycota, jamur deuteromycota, jamur multiselular contohnya, jamur saprofit dan parasit,
  8. Ardra.Biz, 2019, “jamur zygomycota, jamura basidiomycota, Klasifikasi Jamur, konjugasi pada jamur, kontak gametangium pada jamur, mitosis jamur, Pengertian Contoh Soal Ujian Nasional Jamur Fungi, Reproduksi aseksual jamur,
  9. Ardra.Biz, 2019, “sifat heterotrof jamur, spora aseksual dan spora seksual, spore jamur, struktur miselium jamur, Struktur Tubuh Jamur, tempat hidup jamur, contoh jamur saprofit dan parasit, temperature hidup jamur,

Ciri dan Struktur Virus

Beberapa Ciri yang Dimiliki Oleh Virus adalah:

Virus merupakan mikro-organisme subrenik yang berukuran lebih kecik daripada bakteri. Ukuran virus antara 20 sampai dengan 300 mili mikron. Oleh karenanya hanya dapat dilihat atau diamati dengan bantuan mikroskop elektron.

Virus tidak memiliki sel oleh sebab itu bersifat aseluler. Tubuh virus terdiri dari asam nukleat yang diselimuti oleh protein yang disebut kapsid. Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat yaitu DNS saja atau RNA saja.

ciri-ciri-struktur-virus-pengertian-penjelasan
ciri-ciri-struktur-virus-pengertian-penjelasan

Virus hanya memerlukan asam nukleat dalam proses reproduksinya. Virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri di luar sel – sel hidup. Hal ini menunjukkan bahwa virus merupakan makhluk hidup yang memanfaatkan sel – sel hidup dalam memperbanyak diri.

Virus bersifat parasit obligat atau hanya dapat berkembang biak dalam sel hidup. Makhluk hidup yang dapat menjadi inang virus diantaranya adalah bakteri, fungi, tumbuhan, hewan dan manusia.

Virus tidak  berbentuk sel karena tidak memiliki protoplasma, Dinding sel, sitoplasma dan tidak pula memiliki nukleus.

Sifat Virus lainnya adalah dapat dicairkan dan dapat pula dikristalkan.

Struktur Virus

Virus memiliki struktur yang sangat sederhana. Virus hanya terdiri dari asam nukleat dan kapsid. Virus memiliki bentuk yang bervariasi, antara lain oval, silider, polyhedral, dan kompleks.

Contoh virus yang memiliki bentuk kompleks adalah bakteriofag. Bakteriofak adalah virus yang yang dapat menginfeksi bakteri, memiliki struktur berupa kepala, ekor, dan serabut ekor.

Kepalanya terdiri dari asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid. Ekor menancap pada kepala dan memiliki serabut ekor sebagai perpanjangan ekor yang berfungsi untuk menempel pada bakteri.

Asam Nukleat.

Virus mengandung asam nukleat dalam bentuk DNA saja atau RNA saja.  Namun genom yaitu kumpulan gen virus tersebut mungkin berupa DNA untai – ganda, DNA untai – tunggal, RNA untai – ganda, atau RNA untai – tunggal, tergantunga tipe virusnya.

Kapsid

Kapsid merupakan kulit protein yang melindungi / menyelimuti genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut dengan kasomer. Kapsid bertanggung jawab terhadap bentuk tubuh virus.

Tubuh virus dapat berbentuk batang (kapsomer yang berulir), polyhedral (virus bersegi banyak), atau virus kompleks.

Virus kompleks memiliki struktur tambahan berupa selubung ekor dan serabut ekor. Serabut ekor berfungsi untuk melekat pada sel inang. Gabungan asam nukleat dengan kapsid disebut nukleokapsid.

Pada beberapa virus, kapsid diselubungi oleh suatu membrane pembungkus yang tersusun dari lipid dan protein yang disebut dengan sampul virus atau envelope, misalnya pada HIV dan virus influenza. Sedangkan virus yang tidak memiliki sampul disebut dengan virus telanjang.

Contoh Soal Ujian Nasional Materi Virus

Soal No 1.

Organisme tingkat molekuler ditunjukkan oleh….

A…Amoeba

B…Paramecium

C…Eschericia coli

D…Cacing

E…Virus

Jawaban: E

Pembahasan:

Virus merupakan contoh organisme tingkat molecular. Struktur virus sangat sederhana dan tersusun dari asam nukleat dan kapsid.

Soal No 2.

Virus memiliki ciri seperti makhluk hidup, yaitu…

A…mengandung asam nukleat

B…menyerang bakteri

C…memperbanyak diri dalam sel hidup

D…dapat dikristalkan

E…dapat melewati penyaring bakteri

Jawaban: A

Pembahasan:

Setiap makhluk hidup memiliki asam nukleat. Virus memiliki asam nukleat yang diselubungin oleh kapsid, yaitu DNA saja atau RNA saja.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Ardra.Biz, 2019, “Sedangkan Virus bersifat aseluler dengan Jenis asam nukleat virus dan Kandungan virus adalah Protein virus sebagai pengertian Kapsid. Cara reproduksi virus dengan cara memperbanyak virus sebagai  parasite obligat virus.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam atikel. Ciri Ciri Virus dengan Ciri Kandungan dan Struktur Virus dan Contoh Soal Virus. Sifat Sifat Virus dengan Struktur Virus atau Virus mikro-organisme subrenik dengan Ukuran Virus. Cara mengamati virus dengan mikroskop virus.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Cara berkembang biak virus dengan Sifat – sifat virus karena Virus tidak punya protoplasma. Struktur Virus dan bentuk bentuk virus sebagai Contoh virus bentuk kompleks dan Contoh virus bentuk sederhana.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Virus Bakteriofak, adalah Bentuk virus bakteriofag dengan Asam Nukleat virus dan bentuk DNA  atau RNA virus, Kapsid virus, Fungsi kapsid virus, Kandungan Kapsid virus.
  10. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  11. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian nukleokapsid sebagai Fungsi serabut virus atau sampul virus atau envelope virus dengan contoh virus diselubungi membrane lipid dan protein. Contoh Soal Ujian Nasional Materi Virus dan  Contoh soal dan pembahasan virus.

Contoh Soal Ujian Nasional Biologi Materi Metabolisme

Pengertian Metabolisme. Metabolisme adalah semua proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Metabolisme berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata metabole yang artinya berubah. Berubah di sini memiliki dua pengertian, Yaitu Anabolisme dan Katabolisme.

Pertama, berubah menjadi senyawa yang lebih kompleks disebut anabolisme, asimilasi, atau sintesis. Kedua, berubah menjadi senyawa yang lebih sederhana disebut katabolisme atau disimilasi. Dengan demikian metabolisme meliputi dua macam reaksi, yaitu anabolisme dan katabolisme.

Proses metabolisme ini melibatkan berbagai reaksi kimia dengan sejumlah energi yang menyertainya. Metabolisme dalam makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua yaitu katabolisme dan anabolisme.

Contoh Soal dan Pembahasan Metabolisme

Contoh Soal Ujian 1

Proses penyusunan energy kimia melalui sintesis senyawa – senyawa organic disebut ….

A.Fotosintesis

B.Anabolisma

C.Katabolisma

D.Metabolism

E.Kemosintesis

Jawaban: B

Pembahasan:

Proses penyusunan energy kimia melalui sintesis senyawa – senyawa organic disebut proses anabolisme.

Contoh Soal Ujian 2.

contoh-soal-ujian-nasional-biologi-materi-metabolisme
contoh-soal-ujian-nasional-biologi-materi-metabolisme

Tumbuhan akan menyimpan energy dalam bentuk …

A.energi kimia

B.energi radiasi

C.energi cahaya

D.energi potensial

E.energi panas

Jawaban: A

Pembahasan:

Energy yang berasal dari cahaya matahari akan disimpan oleh tumbuhan dalam bentuk energy kimia.

Contoh Soal Ujian 3.

Enzim lengkap atau holoenzim tersusun atas ….

A.koenzim dan apoenzim

B.apoenzim dan kofaktor

C.gugus prostetik dan inhibitor

D.apoenzim dan gugus prostetik

E.gugus prostetik dan kofaktor

Jawaban: D

Pembahasan:

Holoenzim tersusun dari apoenzim bagian protein yang bersifat labil atau mudah berubah, dan gugus prostetik bagian bukan protein yang merupakan gugusan yang aktif.

Contoh Soal Ujian 4.

Pernyataan berikut yang sesuai untuk glikolisis adalah ….

A.berlangsung di sitisol secara aerob

B.berlangsung di sitisol secara anaerob

C.berlangsung di mitokondria secara aerob

D.berlangsung di mitokondria secara anaerob

E.berlangsung dalam sitoplasma secara anaerob

Jawaban: E

Pembahasan:

Glikolisis terjadi di sitoplasma secara anaerob

Daftar Pustaka:

  1. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  5. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  6. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Kata dalam artikel.

Ujian Nasional Biologi Indra Pendengaran Telinga

Contoh Soal dan Pembahasan Materi

1.. Proses Pendengaran dimulai dengan adanya gelombang bunyi yang masuk melalui lubang telinga dan menggetarkan membrane timpani, selanjutnya getaran akan dilanjutkan ke nervus auditorius melalui ….

A. inkus – malleus – koklea – stapes

B. malleus – Inkus – stapes – koklea

C. stapes – malleus – Inkus – koklea

D. koklea – Inkus – malleus – stapes

E. malleus – stapes – Inkus – koklea

Jawaban adalah: B

Pembahasan:

Urutan jalannya getaran melelui tulang – tulang pendengaran:  malleus – inkus – stapes – koklea

2.. Perhatikan tanda X yang terdapat pada gambar bagian telinga manusia, sebutkan fungsi dari bagian X tersebut ….

soal-ujian-nasional-indra-pendengaran-telinga
soal-ujian-nasional-indra-pendengaran-telinga

A. Meneruskan geteran ke jendela oval

B. Menerusakan getaran ke osikula

C. Keseimbangan tekanan udara

D. Reseptor gravitasi

E. Reseptor suara

Jawaban: B

Pembahasan:

Koklea atau biasa disebut sebagai rumah siput berfungsi untuk meneruskan getaran menuju osikula sebelum dibawa ke otak.

3.. Yang berfungsi menyeimbangkan udara pada telinga luar dan telinga tengah adalah ….

A. Koklea

B. Gendang telinga

C. Maleus

D. Saluran eustachius

E. Daun telinga

Jawaban: D

Pembahasan:

Bagian dari indra pendengaran yang berfungsi menyeimbangkan udara antara telinga bagian luar dan bagian dalam adalah saluran eustachius.

Daftar Pustaka.

Tahapan Reaksi Terang Gelap Proses Fotosintesis Tumbuhan.

Pengertian Fotosintesis. Dengan adanya energi cahaya atau matahari tumbuhan hijau dapat membuat makanannya sendiri. Pembuatan makanan ini hanya terjadi pada bagian tumbuhan yang mengandung klorofil.

Pada tumbuhan tingkat tinggi seperti tumbuhan paku dan tumbuhan biji,  klorofil terdapat pada sel batang muda, buah yang belum matang, dan pada daun.
Organ- organ tumbuhan tersebut merupakan tempat terjadinya proses fotosintesis. Karena tumbuhan mampu membuat makanan sendiri, maka tumbuhan disebut sebagai organisme autotrof.

Fotosintesis merupakan proses penyusunan atau pembentuk senyawa organic karbohidrat dengan bantuan cahaya matahari. Komponen – komponen yang terlibat selama proses fotosintesis berlangsung adalah cahaya matahari, gas karbondioksida, molekul air, dan pigmen fotosintesis.

Fotosintesis terjadi pada sel yang mempunyai klorofil atau pigmen hijau. Klorofil terdapat pada kloroplas. Reaksi yang terjadi selama proses fotosintesis adalah:

6 CO2 + 6H2O → (CH2O)6 + 6O2

Reaksi Fotosintesis
Fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan, berlangsung melalui dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.

Reaksi Terang Pada Fotosintesis

Reaksi terang, yaitu reaksi fotosintesis yang memerlukan cahaya. Reaksi terang merupakan reaksi ketika energy matahari digunakan oleh pigmen fotosintesis dan terjadi di grana atau tumpukan tilakoid. Jadi reaksi ini bergantung pada cahaya matahari.

Pada reaksi ini terjadi pemecahan molekul- molekul air menjadi hidrogen, oksigen, dan sejumlah energi. Pada reaksi terang, terjadi  pengubahan energi cahaya matahari menjadi energi kimia.

Energi yang terbentuk kemudian disimpan dan dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk reaksi gelap.

Reaksi terang merupakan tahap awal serangkaian reaksi yang mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Phosphat) dan NADP (Nicotinamida Adenin Dinucleotid Phosphat).

Jadi Reaksi terang menghasilkan ATP dan NADPH2. Untuk menangkap sinar matahari (foton), tumbuhan menggunakan seperangkat alat yaitu fotosistem. Fotosistem merupakan molekul protein yang tertanam pada membrane tilakoid.

tahapan-proses-fotosintesis
tahapan-proses-fotosintesis

Ada dua macam fotosistem yaitu fotosistem I dan fotosistem II.

Fotosistem I.

Di  dalam fotosistem I terdapat molekul klorofil yang terletak pada pusat reaksi dari fotosistem I dan dinamakan P700. Disebut dengan P700 karena sangat baik dalam menyerap energy cahaya matahari dengan panjang gelombang 700 nanometer.

Fotosistem II

Di dalam fotosistem II terdapat molekul klorofil yang terletak pada pusat reaksi fotosistem II dan dinamakan P680. Disebut P680 karena sangat baik dalam menyerap energy cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer.

Tehapan Reaksi Terang

  • Penangkapan cahaya matahari oleh fotosistem. Ketika sinar foton mengenai fotosistem, salah satu elektronnya tereksitasi keluar. Dan ketika electron kembali pada kedudukan semula, electron tersebut mangeluarkan energy.
  • Setelah fotosistem menyerap energy matahari, energy ini digunakan untuk fotolisis yaitu memecah molekul air.
  • Air akan pecah menjadi ion hydrogen (2H+), gas oksigen (O2) dan electron (e).
  • Ion hydrogen 2H+ ditangkap NaDP+ menjadi NADPH2.
  • Gas Oksigen O2 dilepas ke udara
  • Elektron bebas yang terbentuk akan mengalami pemindahan atau transfer electron melalui fosforilasi siklik dan fosforilasi nonsiklik

Reaksi Gelap Pada Fotosintesis.

Reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin Benson. Reaksi gelap adalah reaksi yang tidak tergantung atau memerlukan cahaya secara langsung. Dalam reaksi gelap berlangsung serangkaian reaksi pembentukan gula dengan menggunakan gas karbondioksida CO2 dan hidrogen dari air.

Reaksi ini berlangsung dengan bantuan ATP dan NADPH2 yang dihasilkan dari reaksi terang. Hasil dari reaksi gelap adalah molekul karbon berenergi tinggi seperti glukosa, fruktosa, dan amilum.

Tahapan Reaksi Gelap.

  • Tahap Fiksasi Karbondioksida.

Gas CO2 dari lingkungan akan berdifusi ke dalam daun dan akan difiksasi oleh RuBP (ribulose Biphosphat), suatu molekul yang mengandung ataom 5C hingga terbentuk molekul fosfogliserat (PGA)

  • Tahap Reduksi PGA

PGA direduksi oleh NADPH2 dengan tambahan ATP dari reaksi terang hingga terbentuk fruktosa-1,6 – difosfat. Senyawa ini selanjutnya berubah menjadi senyawa gula yaitu glukosa dan fruktosa.

  • Tahap Regenerasi

PGA yang dihasilkan akan membentuk kembali RuBP yang akan memfiksasi gas CO2.

Contoh Soal Ujian Reaksi Terang dan Gelap Fotosintesis

Soal 1. Di antara pernyataan di bawah ini yang benar adalah ….
a. fotosintesis merupakan proses pemecahan air
b. fotosintesis memerlukan karbohidrat dan air
c. fotosintesis dapat berlangsung tanpa adanya klorofil
d. fotosintesis membentuk

Soal 2. Pernyataan di bawah ini yang tidak berhubungan dengan reaksi gelap, yaitu ….
a. reaksi fotosintesis yang tidak memerlukan cahaya
b. reaksi yang disebut juga dengan siklus Calvin
c. reaksi fotosintesis yang memerlukan cahaya
d. serangkaian reaksi pembentukan gula dengan menggunakan CO2 dan hidrogen dari air

Soal 3. Faktor dari dalam tubuh tumbuhan yang mempengaruhi laju fotosintesis, yaitu ….
a. ketersediaan air
b. cahaya
c. suhu
d. umur daun

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel. Contoh Soal Ujian Fotosintesis Pada Tumbuhan dengan Pengertian Fotosintesis. Pengertian Fotosistem atau Pengertian Reaksi Terang dan Gelap.
  3. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  5. Ardra.Biz, 2019, “Tahapan siklus reaksi terang secara singkat. Pengertian Fotosistem I dan II dengan  Contoh Reaksi terang dan gelap Fotosintesis.  
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  7. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  8. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel. Contoh Soal Ujian Fotosintesis Pada Tumbuhan dengan Pengertian Fotosintesis. Pengertian Fotosistem atau Pengertian Reaksi Terang dan Gelap.
  10. Ardra.biz, 2019, “Pengertian Tahap Regenerasi Pada Fotosintesis dengan Tahap Reduksi PGA. Tahapan Reaksi Terang dan Gelap pada Proses Fotosintesis Tumbuhan.
  11. Ardra.Biz, 2019, “Tahapan siklus reaksi terang secara singkat. Pengertian Fotosistem I dan II dengan  Contoh Reaksi terang dan gelap Fotosintesis.  Tahap Fiksasi Karbondioksida dengan  tempat terjadinya reaksi gelap terang fotosintesis.

Fungsi Gen dan Alel. Pengertian, Contoh Soal dan Pembahasan

Pengertian Gen. Gen adalah substansi hereditas yang merupakan persenyawaan kimiawi dan penentu sifat individu.

Sifat -Sifat Gen

Adapun beberapa sifat yang dimiliki oleh gen diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Gen Mengandung informasi genetika
  • Gen Dapat menduplikasi diri pada peristiwa pembelahan sel
  • Setiap gen mempunyai tugas dan fungsi tertentu
  • Sifat gen ditentukan oleh kombinasi basa nitrogennya

Gen tersimpan pada kedudukan tertentu dalam kromosom yang disebut lokus. Manusia setidaknya memiliki 100.000 gen. Secara skematika, lokus merupakan simpul berbentuk bulat yang berderet dengan jarak yang diukur oleh satuan milimorgan, mM.

pengertian fungsi -gen-dan-alel-materi-laporan
pengertian fungsi -gen-dan-alel-materi-laporan

Pengertian Alel.

Alel adalah gen – gen yang terletak pada lokus yang bersesuaian pada kromosom homolog.

Gen terdiri dari sepasang alel yang sejenis atau berlainan. Gen pengendali sifat tertentu biasa diberi symbol dengan huruf pertama dari sifat tersebut. Lambang huruf besar merupakan karakter dominan, sedangkan huruf kecil merupakan karakter resesif.

Karakter dominan dan resesif yang dimiliki oleh gen menyebabkan penampakan organisme tidak selalu mengungkapkan komposisi genetiknya.

Contoh Soal Pembahasan dan Penjelasan :

Gen B (huruf besar) adalah symbol untuk sifat bijih bulat, sedangkan gen b (huruf kecil) untuk sifat biji keriput. Istilah dominan digunakan karena gen ini dapat mengalahkan ekspresi gen alelnya.

Jadi gen B mengalahkan ekspresi gen b, sehingga ekspresi tanaman yang bergenotip Bb adalah tanaman biji bulat. Walaupun dalam tanaman tersebut mengandung gen untuk sifat keriput.

Gen b menimbulkan karakter resesif, yang artinya ekspresi gen b ditutupi (tidak memiliki efek yang jelas pada penampakan organisme bila bersama – sama dengan gen B. Pengertian resesif adalah sifat yang ditutup oleh sifat lain sehingga tidak terlihat, tidak tampil, atau tidak tampak.

Gen B menimbulkan karakter dominan terhadap gen b karena geb B diekspresikan sepenuhnya pada penampakan fisik organisme. Dominan adalah sifat yang menutupi sifat lain.

Homozigot.

Homozigot adalah individu yang kromosom – kromosomnya memiliki gen – gen identic dari sepasang atau suatu seri alel. Individu homozigot BB hanya membentuk gamet B saja. Oleh karenanya individu homozigot selalu berkembang biak secara murni.

Heterezigot

Heterezigot adalah individu yang kromosom – kromosomnya memiliki gen – gen berlainan dari sepasang ata suati seri alel tertentu.

Misalnya individu dengan genotip Aa, Bb, AaBb adalah heterezigot. Individu heterezogot membentuk lebih dari satu macam gamet. Contohnya individu Aa membentuk gamet – gamet A dan a.

Fungsi Gen

Adapun beberapa fungsi gen diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Gen berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan atau perkembangan dan metabolism individu.
  • Gen berperan dalam Menyampaikan informasi genetic dari generasi ke generasi berikutnya
  • Gen juga berfungsi Sebagai penentu sifat yang diturunkan ke generasi berikutnya

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  2. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam artikel Pengertian Gen substansi hereditas dan penentu sifat individu. Sifat -Sifat Gen yang Mengandung informasi genetika dengan  Letak Posisi Gen. Jumlah gen manusia dan Fungsi lokus pada kromoson.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Alel dan Letak posisi alel pada Kromosom Homolog. Karakter dominan dan resesif pada gen. Lambang huruf pada karakter gen pada Contoh soal ujian Gen dan Alel. Homozigot kromosom gen – gen identic dengan Cara berkembang biak Homozigot.
  9. Ardra,Biz, 2019, “Heterezigot dan Kromosom gen – gen berlainan dengan Jumlah gamet heterezigot. Jumlah gamet homozigot dengan Fungsi Gen. Pembawa informasi genetic dan Gen pengatur pertumbuhan dan perkembangan.

 

Peran Virus Bagi Kehidupan Manusia.

Pengertian Virus.  Virus adalah partikel penginfeksi yang mengandung molekul asam nukleat yaitu berupa DNA atau RNA. Virus terbungkus  di dalam kapsid yang merupakan lapisan pelindung protein.

Virus bukan makhluk hidup jika berbentuk virion. Virion adalah Kristal berupa mineral yang merupakan bentuk virus jika hidup soliter  atau sendiri. Virus dikatakan makhluk hidup jika ada pada sel  atau jaringan hidup dan mampu berproduksi.

peran-manfaat-virus-bagi-kehidupan-makhluk-hidup
peran-manfaat-virus-bagi-kehidupan-makhluk-hidup

Peran Virus Dalam Kehidupan

Virus Yang Menguntungkan

  • Penyerang bakteri pathogen, contoh bakteri penyebab demam scarlet dan Dipteri yang sangat berbahaya akan berubah sifat menjadi tidak berbahaya jika disisipi profage dalam DNA-nya.
  • Membuat Vaksin, Sejumlah vaksin dibuat dari jenis virus tertentu yang sudah dijinakkan, dilemahkan, atau dimatikan.
  • Alat diagnosis, Fage – fage virulen dapat digunakan untuk mengenali dan mengindentifikasi bakteri – bakteri pathogen yang dimanfaatkan untuk mengetahui penyebaran penyakit di masyarakat.
  • Penghasil Antitoksin, Virus dapat Menghasilkan antitoksin untuk melawan penyakit yang diderita oleh manusia

Virus Yang Merugikan

  • Virus dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit baik pada manusia maupun pada hewan dan tumbuhan. Contohnya adalah:
  • Virus Polio (virus RNA) menyebabkan penyakit polio, virus ini menyerang susunan saraf pada system gerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan di kaki.
  • Virus trachoom virus (virus DNA). Virus ini menyerang organ mata dengan cara menularkan melalui atau lewat dan udara menyebabkan penyakit trachoma mata.

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  2. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.biz, 2019, “Kata dalam artikel Pengertian Virus dengan Virus berbentuk virion atau Virion adalah sebagai Peran Fungsi Virus Dalam Kehidupan. Contoh Virus Yang Menguntungkan dan Virus Penyerang bakteri pathogen atau contoh bakteri penyebab demam scarlet dan Dipteri.
  8. Ardra.Biz, 2019,” Fungsi profage dalam DNA dan Virus untuk Vaksin atau Virus Alat diagnosis. Fungsi Fage – fage virulen dengan Virus Penghasil Antitoksin atau  Contoh Virus Yang Merugikan.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Virus Polio (virus RNA) sebagai Virus menyebabkan penyakit polio atau virus menyerang susunan saraf pada system gerak atau Virus trachoom virus (virus DNA) dengan  Virus menyerang organ mata dan Virus penyakit trachoma mata.

Manfaat Keanekaragaman Hayati, Pengertian Penjelasan Contoh Soal

Pengertian

Sumber daya alam merupakan kekayaan yang dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk mencapai kesejahteraan umat manusia. Sumber daya alam dapat berupa biotik maupun abiotik. Tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan sumber daya alam nonhayati.

Sumber daya alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan manusia. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan dengan pengelolaan yang baik dengan pemeliharaan dan pelestarian. Pengelolaan ini menjadi sangat perlu mengingat sumber daya alam bersifat terbatas. Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia sangat bermanfaat bagi kesejahteraan manusia dan kelangsungan kehidupan. Beberapa manfaat keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut.

manfaat-keanekaragaman-hayati
manfaat-keanekaragaman-hayati

  1. Manfaat Ekonomi

Secara ekonomi keanekaragaman hayati menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan devisa negara. Misalnya untuk bahan baku industri, mebel dan peralatan rumah tangga, bahan obat, bahan makanan, rempah-rempah, tanaman hias, dan perkebunan. Bahan-bahan tersebut dapat diperdagangkan baik di dalam negeri maupun untuk ekspor sebagai bentuk kegiatan ekonomi.

  1. Manfaat Biologis

Secara biologis, keanekaragaman hayati memiliki manfaat sebagai penunjang kelangsungan kehidupan semua makhluk hidup. Tumbuhan menghasilkan gas oksigen pada proses fotosintesisnya. Gas oksigen kemudian digunakan oleh hewan dan manusia untuk bernapas. Tumbuhan merupakan produsen yang menghasilkan bahan organik seperti biji, buah, umbi, dan dedaunan sebagai bahan makanan makhluk hidup lain.

Hewan dapat dikelola dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan, sandang, dan hiburan oleh manusia. Jasad renik dapat berperan sebagai dekompser yang mengubah bahan organik menjadi bahan anorganik. Nilai biologis yang lain adalah sebagai sumber plasma nutfah untuk keperluan pemuliaan guna memperoleh jenis-jenis unggul.

  1. Manfaat Ekologis

Keanekaragaman hayati merupakan komponen ekosistem yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan alam. Setiap komponen ekosistem saling berinteraksi secara harmonis, sehingga gangguan terhadap salah satu komponen dapat menyebabkan perubahan ekosistem. Indonesia mempunyai hutan hujan tropis yang memiliki nilai ekologis yang penting bagi bumi.  Hutan hujan tropis berfungsi sebagai paru-paru bumi, menjaga kestabilan iklim global, dan membantu menurunkan tingkat pencemaran udara, serta mengurangi efek rumah kaca.

  1. Manfaat Sosial

Keanekaragaman hayati secara alami merupakan bagian sistem sosial dan budaya masyarakat setempat. Kegiatan masyarakat sangat terkait dengan keanekaragaman hayati dilingkungannya. Hal itu dapat diamati dari pola hidup suku-suku di pedalaman yang lebih mengandalkan potensi alam dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di perkotaan atau kawasan industri. Keanekaragaman hayati juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai tempat rekreasi, olah raga, hiburan, dan pendidikan.

Daftar Pustaka:

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Sumber Daya Alam dan Jenis Sumber daya alam beserta Pengertian Sumber daya alam dan Contoh sumber daya alam biotik dan abiotic. Pengertian Biotik dan Abiotik dan Contoh sumber alam hayati serta Contoh sumber alam nonhayati.
  8. Ardra.Biz, 2019, “Adapun  Pengertian sumber alam hayati dan nonhayati dan Manfaat Sumber alam secara Ekonomis dan Manfaat sumber alam secara Biologis.
  9. Ardra.Biz, 2019, “Manfaat sumber alam secara Ekologis dan Manfaat sumber alam secara Sosial beserta Contoh soal dan pembahasan sumber daya alam. Contoh soal ujian nasional sumber daya alam.

Hukum Mendel Dasar Pewarisan

Dasar – dasar Pewarisan Mendel.  Gregor Johann Mendel merupakan seorang peneliti yang cukup popular yang melakukan penelitian di bidang hereditas. Pada tahun 1842, Mendel melakukan penelitian dan menetapkan dasar- dasar hereditas.

Setiap sel gamet akan memperoleh satu gen dari pasangan tersebut. Selanjutnya Mendel membuat kesimpulan seperti berikut.

Hukum Dasar Dasar Pewarisan Mendel
Hukum Dasar Dasar Pewarisan Mendel

– Setiap sifat suatu organisme dikendalikan oleh satu pasang faktor keturunan yang dinamakan gen (pada saat itu Mendel masih belum mengenal tentang gen); yaitu satu faktor dari induk jantan dan satu faktor dari induk betina.

– Setiap pasangan faktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya, misalnya bulat atau kisut. Kedua bentuk alternatif ini disebut alel.

– Apabila pasangan faktor keturunan terdapat bersama-sama dalam satu tanaman, faktor dominan akan menutup faktor resesif.

– Pada saat pembentukan gamet, yaitu pada proses meiosis, pasangan faktor atau masing-masing alel akan memisahkan diri secara bebas.

– Individu galur murni mempunyai pasangan sifat (alel) yang sama, yaitu dominan atau resesif saja.

Mendel melakukan penelitian  mengenai penurunan sifat dengan menyilangkan tanaman ercis (Pisum sativum). Beberapa alasan penggunaan kacang ercis sebagai bahan penelitiannya adalah:

  • Ercis tanaman berumur pendek dan dengan cepat dapat menghasilkan anakan
  • Tanaman ercis mempunyai bunga yang sempurna sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri
  • Tanaman ercis mempunyai perbedaan sifat yang cukup mencolok
  • Ercis merupakan tanaman yang mudah dalam pemeliharaannya.

Sifat Tanaman Ercis

Beberapa sifat yang dimiliki oleh tanaman ercis adalah bentuk biji bulat dan keriput. Warna biji kuning dan hijau. Bentuk buah Mengembung dan keriput. Warna buah hijau dan kuning.

Hukum Mendel 1.

Hukum Mendel 1 dikenal juga sebagai hukum segregasi. Hukum Mendel 1 menyatakan bahwa pasangan alel pada proses pembentukan gamet dapat memisah secara bebas.

Mendel melakukan pembuktian dengan melakukan persilangan monohybrid dengan satu sifat yang berbeda. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pola pewarisan sifat dari tetua kepada generasi berikutnya.

Contoh Persilangan Tanaman Ercis Mendel 1.

  • Persilangan dengan menggunakan tanaman ercis berbiji bulat dan tanaman ercis berbiji kisut menghasilkan keturunan pertama yaitu F1 berbiji bulat semua (100% bulat)
  • Biji F1 disilangkan dengan sesamanya menghasilkan biji bulat dan kisut dengan perbandingan 3:1
  • Percobaan yang sama dengan perbedaan sifat yang lain, dan F2 tetap menunjukkan perbandingan 3:1

Hukum Mendel 2.

Hukum mendel 2 biasa disebut sebagai hukum asortasi atau Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas (The Law Independent Assortment of Genes). Hukum  Mendel 2 menyatakan  bahwa “Bila individu berbeda satu dengan yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maka akan diturunkan sifat yang sepasang tak tergantung dari pasangan sifat yang lain”.

Mendel melakukan persialangan dihybrid atau persilangan dengan dua sifat yang berbeda untuk membuktikan hukum ini.

Contoh Persilangan Mendel 2.

  • Persilangan dengan menggunakan tanaman ercis dengan biji bulat berwarna kuning dengan tanaman ercis berbiji keriput warna hijau akan menghasilkan keturunan F1 100% berbiji bulat berwarna kuning. Dari percobaan ini disimpulkan bahwa warna kuning dominan terhadap keriput dan hijau.
  • F1 disilangkan dengan sesamanya menghasilkan tanaman dengan biji bulat kuning, bulat hijau, keriput kunig dan keriput hijau dengan perbandingan 9:3:3:1.
  • Percobaan yang sama dengan perbedaa sifat lainnya, dan F2 tetap menunjukkan perbandingan 9:3:3:1

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  3. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  4. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  7. Ardra.Biz, 2019, ” Dasar Pewarisan Mendel atau Dasar Hereditas Gregor Johann Mendel dengan Satu sel gamet satu gen. Alel faktor keturunan bentuk alternative dengan Faktor dominan menutup faktor resesif.
  8. Ardra.Biz, 2019, ” Pembentukan gamet pada proses meiosis dan Individu galur murni.  Pasangan sifat (alel) yang sama dengan Beberapa alasan penggunaan kacang ercis. Penyilangan tanaman ercis Pisum sativum dengan Sifat Tanaman Ercis dan Hukum Mendel 1 dengan Persilangan monohybrid.
  9. Ardra.Biz, 2019, ” Contoh Persilangan Tanaman Ercis Mendel 1 dengan Hukum Mendel 2 atau Hukum asortasi. Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas atau The Law Independent Assortment of Genes dengan Contoh Persilangan Mendel 2.
  10. Ardra.Biz, 2019, ” Contoh Soal dan Pembahasan Persilangan dan Contoh Soal dan Pembahasan dasar pewarisan mendel.

Osmosis, Difusi Mekanisme Transpor Zat Melalui Membran Plasma

Pengertian Difusi dan Osmosis, Gerakan atau mekanisme transpor zat melalui membrane dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gerakan  pasif yang tidak memerlukan energy dan gerakan aktif yang melibatkan energy. Gerakan pasif meliputi difusi dan osmosis, sedangkan yang termasuk katagori gerakan aktif adalah transport aktif, endositosis dan eksositosis.

Pengertian Difusi.

Difusi adalah proses perpindahan zat dari lauratan berkonsentrasi tinggi (atau hipertonis) ke larutan yang berkonsestrasi rendah (atau hipotonis) baik melalui selaput pemisah maupun tidak. Perbedaan konsentrasi dalam suatu larutan disebut dengan gradien konsentrasi

Perpindahan zat dengan cara Difusi tidak melibatkan energy.  Dengan demikian difusi akan menghasilkan konsentrasi molekul menjadi sama pada semua bagian. Konsentrasi larutan menjadi homogeny.

proses-perpindahan-zat-dari-konsentrasi-tinggi-ke-konsestrasi-rendah
proses-perpindahan-zat-dari-konsentrasi-tinggi-ke-konsestrasi-rendah

Contoh Peristiwa Difusi

  • Maksudnya gas CO2 ke dalam tubuh tumbuhan dan keluarnya gas O2 dari tubuh tumbuhan.
  • Maksudnya air ke dalam akar, kemudian bergerak dari sel ke se, dan akhirnya meninggalkan tubuh tumbuhan dalam bentuk uap air.

Pengertian Osmosis

Osmosis adalah perpindahan molekul atau zat dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui suatu membran selektif permeable (semipermeable). Larutan berkonsentrasi rendah biasa disebut larutan encer dan larutan berkonsentrasi tinggi disebut larutan pekat.

Contoh Peristiwa Osmosis

Membrane selektif permeable adalah selaput pemisah yang hanya dilewati oleh air dan molekul tertentu yang terlarut di dalamnya. Molekul – molekul yang mampu melewati membrane semipermeable adalah molekul – molekul gliserol, asam lemak, asam amino, gula sederhana, zat – zat tertentu yang larut dalam lemak, dan air.

Molekul yang memiliki ukuran cukup besar, misalnya polisakarida atau pati dan protein tidak mampu melewati membrane semipermeable. Larutan yang memiliki konsentrasi tinggi memiliki tekanan osmosis yang tinggi, dan sebaliknya. Setiap sel hidup merupakan system osmosis yang mengatur keseimbangan air di dalamnya.

Daftar Pustaka.

  1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  3. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  4. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  7.  Pengertian Difusi dan Osmosis dengan gerakan  pasif tidak memerlukan energy dan gerakan aktif yang melibatkan energy. Gerakan pasif difusi dan osmosis dengan gerakan aktif endositosis dan eksositosis.
  8. Ardra.Biz, 2019, ” Pengertian dan comtoh Difusi dengan proses perpindahan zat berkonsentrasi tinggi (atau hipertonis) ke berkonsestrasi rendah dan Difusi perbedaan kosentarsi zat.
  9. Ardra.Biz, 2019, ” Difusi tidak perlu energi dengan Proses perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsestrasi rendah dan Contoh Peristiwa Difusi. Difusi gas CO2 ke dalam tumbuhan dan Difusi gas O2 keluar tumbuhan atau Difusi air ke dalam akar.
  10. Ardra.Biz, 2019, ” Pengertian dan Contoh Osmosis dengan perpindahan zat konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Membrane selektif permeable dengan contoh molekul yang mampu lewat membrane semipermeable dan selaput pemisah. Membrane semipermeable dan contoh peristiwa osmosis.