Arsip Kategori: Ilmu Biologi Materi dan Soal

Fungsi Ginjal bagi manusia, fungsi asam lambung HCL bagi manusia, Fungsi manfaat alkohol, fungsi karbohidrat bagi manusia, fungsi protein bagi tubuh manusia

Manfaat Bakteri Bagi Kehidupan

Pengertian

Bakteri merupakan organisme yang inti selnya bersifat prokariotik. Ini artinya organisme tersebut belum memiliki membrane inti atau kariotika. Inti sel organisme ini hanya berupa satu molekul ADN. Kebanyakan anggota kelompok monera ini bersifat uniseluler dan mikroskopis.

Berdasarkan klasifikasi yang dibuat oleh Carl Woese yang mengacu pada analisis variasi RNAr organisme prokariotik. Secara fundamental dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu Archaebacteria dan Eubacteria.

manfaat-bakteri-bagi-kehidupan-pengertian-ciri-bakteri

manfaat-bakteri-bagi-kehidupan-pengertian-ciri-bakteri

Ciri _ Ciri Bakteri.

Eubakteria disebut juga bakteri sejati, sama seperti archaebacteria yang bersifat prokariotik. Ciri-ciri yang dimiliki oleh bakteri ini antara lain:

Bakteri mempunyai dinding sel yang mengandung peptidoglikan

Bakteri telah memiliki organel sel yaitu berupa ribosom yang mengandung satu jenis ARN polymerase.

Bakteri memiliki membran plasma yang mengandung lipid dan ikatan ester.

Bakteri memiliki sel yang mampu mensekresikan lender ke permukaan dinding selnya, lendir ini jika terakumulasi akan dapat membentuk kapsul dan kapsul inilah sebagai pelindung untuk mempertahankan diri jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan baginya. Bakteri yang berkapsul biasanya lebih patogen dari pada yang tidak memiliki kapsul.

Sitoplasma bakteri terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, ion organik, kromatofora, juga terdapat organel sel kecil – kecil  yang disebut ribosom dan asam nukleat sebagai penyusun ADN dan ARN.

Jenis – Jenis Bakteri

Berdasarkan pada cara memperoleh makanannya, bakteri dapat dibagi mencadi dua jenis yaitu autotroph dan juga yang heterotrof.

Berdasarkan pada kebutuhan oksigennya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan anaerob.

Berdasarkan pada alat geraknya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri yang memiliki alat gerak berupa flagel dan bekteri yang tidak berflagel.

Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuknya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri yang berbentuk batang, bola, dan spiral.

Peran Bakteri Bagi Kehidupan. 

Selain merugikan bagi manusia, hewan dan tumbuhan, bakteri juga banyak memberikan keuntungan  bagi kehidupan. Berbagai bakteri yang menguntungkan antara lain:

  1. Bacillus thuringensis merupakan bakteri yang berperan sebagai agensia pengendali hayati untuk tanaman kobis, kapas, jagung, tembakau, dan pemberantasan nyamuk vektor penyakit malaria dan demam berdarah.
  2. Agrobacterium tumefaciens merupakan bakteri yang digunakan untuk pembuatan tanaman transgenik, baik untuk tujuan resistensi terhadap hama dan penyakit, daya simpan produk, maupun untuk peningkatan nutrisi.
  3. Rhizobium leguminosarum merupakan bakteri yang hidup pada bintil-bintil akar tanaman Leguminoceae. Bakteri ini mampu mengikat nitrogen bebas dari udara, sehingga dapat menyuburkan tanaman. Jenis lain yang mampu memfiksasi nitrogen adalah Azotobacter.
  4. Bakteri Nitrosococcus, Nitrosomonas, dan Nitrobacter berperan dalam menyuburkan tanaman.
  5. Lactobacillus bulgaricus merupakan bakteri yang digunakan untuk membuat youghurt.
  6. Acetobacter xylinum merupakan bakteri untuk membuat nata de coco dari air kelapa.
  7. Bacillus brevis merupakan bakteri yang berperan untuk menghasilkan antibiotic tirotrisin, Bacillus polymyxa menghasilkan polimiksin, Bacillus substilis, mengasilkan basitrasin.
  8. Methanobacterim merupakan bakteri yang berperan dalam pembuatan bio gas sebagai bahan bakar.

Daftar Pustaka.

Manfaat Peran Protozoa Dalam Kehidupan

Pengertian

Protozoa merupakan organisme uniseluler. Kata Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu protos yang artinya pertama dan zoa berarti hewan. Dengan demikian protozoa dapat diartikan sebagai hewan permulaan atau awal.

Protozoa masuk dalam klasifikasi Protista. Protista bersifat heterotroph, dapat bergerak aktif, dan tubuhnya belum terdiferensiasi secara jelas.

peran-manfaat-protozoa-bagi-kehidupan-makhluk-hidup

peran-manfaat-protozoa-bagi-kehidupan-makhluk-hidup

Ciri – Ciri Protozoa.

Protozoa mempunyai bentuk dan ukuran bervariasi. Pada umunmnya Ukuran tubuh protozoa kurang dari 10 mikro. Namun ada yang sampai berukuran 6 mm.

Bentuk tubuh Protozoa ada yang memiliki bentuk tubuh tetap, ada yang berubah ubah, dan ada yang bercabang. Jika lingkungan untuk hidupnya dianggap tidak menguntungkan, maka protozoa melindungi diri dengan membentuk sel tidak aktif yaitu kista. Setelah lingkungan membaik, dinding kista pecah, dan protozoa dapat hidup secara normal.

Struktur tubuh protozoa hanya terdiri dari satu sel atau uniseluler. Protozoa mempunyai organel – organel sel seperti membrane plasma, vakuola makanan, vakuola kontraktil, dan inti sel.

Habitat protozoa adalah di tanah, di perairan, dan di dalam organisme lain. Protozoa dapat hidup baik secara soliter maupun secara berkelompok.

Klasifikasi atau Jenis Protozoa

Berdasarkan pada alat geraknya, protozoa dibedakan menjadi

Rhizopoda atau Sarcodina

Ciliata

Flagellata atau Mastigophora

Sporozoa

Cara Berkembang Biak Protozoa

Sebagian besar protozoa bereproduksi secara aseksual melalui pembelahan biner. Sebagian lagi bereproduksi secara seksual melalui penyatuan materi genetic yang disebut konjugasi.

Dalam kehidupan protozoa memiliki peran atau manfaat yang menguntungkan dan merugikan.

Peran Menguntungkan

Adapun manfaat yang menguntungkan dari protozoa di antara adalah:

Protozoa berperan dalam mengontrol jumlah polpulasi bakteri

Protozoa sebagai komponen penyusun plankton yang merupakan sumber makanan hewan air. Protozoa merupakan konsumen tingkat pertama dalam ekosistem di perairan.

Foraminifera sebagai penunjuk adanya sumber daya minyak bumi

Radiolarian yang telah mati dan mengendap di perairan digunakan sebagai bahan penggosok dan bahan peledak.

Peran Merugikan:

Peran Protozoa yang merugikan di antaranya adalah:

Penyebab beberapa penyakit pada ternak seperti sapi, kembing dan kuda

Penyebab beberapa penyakit pada manusia seperti malaria, diare, dan kala azar.

Penyebab penyakit malaria adalah protozoa jenis plasmodium. Penyakit malaria ditularkan oleh nyamuk anopheles betina. Protozon ini menyerang sel – sel hati serta sel darah merah manusia.

Jenis – Jenis Protozoa Plasmodium Penyebab Malaria:

Plasmodium vivax dan plasmodium ovale menyebabkan penyakit malaria tertian

Plasmodium malariae menyebabkan penyakit malaria kuartana

Plasmodium falcifarum menyebabkan penyakit malaria tropikana.

Daftar Pustaka:

Fungsi Cairan Empedu Hati Pada Pencernaan Manusia

Hati.

Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh yang letaknya dibagian kanan atas rongga perut. Hati merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi dalam system pencernaan dan juga berfungsi dalam system ekskresi.

System Pencernaan.

Merupakan system yang terdiri dari saluran dan kelenjar pencernaan yang berfungsi memecah bahan – bahan makanan menjadi sari – sari makanan yang siap diserap oleh tubuh.

fungsi-empedu-pada-pencernaan-ekskresi-manusia

fungsi-empedu-pada-pencernaan-ekskresi-manusia

System Ekskresi.

System ekskresi merupakan system yang terdiri dari organ – organ tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan sisa metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh.

Fungsi Hati.

Fungsi hati dalam system ekskresi adalah menghasilkan empedu secara kontinyu terus menerus. Empedu merupakan cairan jernih kehijauan.

Hati menyerap zat racun seperti obat – obatan dan alcohol dari system peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu. Di sini hati berfungsi sebagai penetral dan pembersih tubuh dari zat – zat racun.

Empedu berasal dari penghancuran Hb eritrosit yang telah tua. Hb akan diuraikan menjadi hemin, zat besi dan globin. Zat besi dan globin akan disimpan dalam hati kemudian dikirim ke sumsum tulang merah untuk membentuk antibody atau Hb baru.

Hemin akan dikonversi menjadi zat warna empedu yang berwarna hijau biru atau bilirubin dan biliverdin. Zat warna ini dalam usus akan dioksidasi dan berubah menjadi urobilin. Urobilin memberikan warna feses dan urin menjadi kekuningan.

Kandungan Cairan Empedu.

Kandungan atau komposisi cairan empedu adalah: Garam empedu, Kalesterol, Bilirubin, dan Bakteri serta obat – obatan.

Garam empedu berfungsi untuk mereduksi tegangan permukaan lemak agar lemak dapat diubah menjadi emulsi.

Kalesterol merupakan sisa metabolisme lemak yang harus dikeluarkan dari tubuh.

Bilirubin merupakan zat warna empedu yang berasal dari perombakan eritrosit yang telah tua.

Fungsi Empedu.

Beberapa fungsi dari empedu antara lain adalah:

Absorsi lemak  pada usus halus.

Mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.

Untuk pembentukan urea.

Daftar Pustaka;

 

 

 

 

 

Fungsi Kelenjar Air Liur Ludah Pada Pencernaan.

Sistem Pencernaan.

System pencernaan berfungsi untuk memecah bahan – bahan makanan menjadi sari – sari makanan yang siap diserap oleh tubuh. System pencernaan manusia terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.

Saluran Pencernaan.

Saluran pencernaan terdiri dari organ – organ yang dilalui oleh bahan makanan dalam proses pencernaan. Salah satu saluran pencernaan adalah rongga mulut.

fungsi-kelenjar-air-liur-ludah-pada-pencernaan

fungsi-kelenjar-air-liur-ludah-pada-pencernaan

Fungsi Rongga Mulut.

Dalam mulut terjadi proses pencernaan dengan cara mekanik dan cara kimia. Pencernaan mekanik dilakukan oleh gigi. Sedangkan proses pencernaan secara kimiawi dilakukan dengan bantuan enzim. Enzim yang berfungsi dalam proses pencernaan adalah enzim ptialin.

Manusia memiliki tiga jenis gigi dengan fungsi yang berbeda.

Gigi seri atau insisivus berfungsi sebagai pemotonga makanan.

Gigi taring atau kaninus berfungsi sebagai pengoyak dan untuk merobek makanan.

Gigi geraham premolare dan molare memiliki fungsi sebagai penguyah makanan yang sudah dipotong – potong.

Kelenjar Pencernaan.

Kelenjar pencernaan merupakan organ – organ pencernaan yang berperan dalam menghasilkan enzim – enzim yang digunakan dalam proses pencernaan makanan. Salah satu organ penyusun kelenjar pencernaan tersebut adalah kelenjar ludah.

Fungsi Kelenjar Ludah.

Dalam rongga mulut terdapat tiga kelenjar ludah yaitu kelenjar parotis, kelenjar sublingualis, dan kelenjar submandibularis.

Kelenjar patotis letaknya di bawah depan telinga di antara prosesus mastoid kiri dan kanan os mandibular.

Kelenjar submandibularis terletak di bawah rongga mulut bagian belakang

Kelenjar sublingualis letaknya di bawah selaput lender dasar rongga mulut bermuara di dasar rongga mulut.

Kelenjar ludah mengeluarkan air liur yang mengandunga enzim ptyalin atau amilase. Enzim ptialin berfungsi memecah amilim menjadi maltosa. Makanan di mulut kemudian dibentuk menjadi lunak atau lembek dan bulat yang disebut bolus. Bolus kemudian didorong menuju faring gengan bantuan lidah.

Daftar Pustaka

Budidaya Tumbuhan Dengan Kultur Jaringan.

Ringkasan.

Kultur jaringan tumbuhan adalah suatu metoda menumbuh kembangkan bagian tumbuhan, baik berupa sel, jaringan atau organ dalam kondisi aseptik atau bebas dari mikro organisme. Metoda ini dilakukan secara invitro dalam tabung atau botol menjadi tumbuhan yang lengkap bagian – bagiannya. Hal ini karena sel tumbuhan bersifat autonom dan mempunyai totipotensi.

Sel bersifat autonom artinya dapat mengatur aktivitas hidupnya sendiri. Dalam hal ini, sel tumbuhan dapat melakukan metabolisma serta tumbuh dan berkembang secara independen jika diisolasi dari jaringan induknya.

Totipotensi diartikan sebagai kemampuan dari sel tumbuhan untuk beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.

Ciri dari metoda kultur jaringan ini adalah kondisi kultur yang aseptic. Selain itu teknik ini menggunakan media kultur atau media tanam dengan nutrisi yang dilengkapi oleh Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT. Metoda kultur jaringan dilakukan pada kondisi temperature dan pencahayaan yang sangat terkontrol.

budidaya-tanaman-dengan-teknik-kultur-jaringan

budidaya-tanaman-dengan-teknik-kultur-jaringan

Pengertian.

Sifat totipotensi adalah sifat sel tumbuhan yang menunjukkan kemampuan membentuk individu organisme tumbuhan secara utuh. Melalui pemanfaatan sifat totipotensi, tumbuhan baru dapat dibudidayakan dengan teknik tertentu yaitu teknik kultur jaringan.

Sifat Titopotensi Sel Tumbuhan.

Teori totipotensi sel atau total genetic potencial cell dikemukakan oleh Schleiden dan Schwann pada tahun 1838. Teori ini menyatakan bahwa setiap set tumbuhan yang hidup memiliki informasi genetic dan perangkat fisiologis yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan utuh jika kondisinya sesuai. Teori ini baru dapat dibuktikan setelah ditemukannya auksin, indol acetic acid atau IAA dan naphthalene acetic acid atau NAA pada tahun 1930.

Sifat Totipotensi Dasar Kultur Jaringa

Tumbuhan atau tanaman dapat tumbuh dan berkembang  berdasarkan pada sifat totipotensi selnya. Sifat totipontensi dapat diartikan sebagai kemampuan sel, jaringan, atau organ tumbuhan untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi suatu orgnisme yang utuh.

Para ahli memanfaatkan sifat ini sebagai dasar perkembangbiakan tumbuhan dengan suatu teknik atau metoda tertentu. Salah satu teknik atau metoda yang sering digunakan adalah kultur jaringan.

Bagian Tumbuhan Untuk Kultur Jaringan.

Bagian tumbuhan yang dapat digunakan untuk teknik atau metoda kultur jaringan adalah kalus,  pucuk tunas, serbuk sari, embrio, kuncup bunga, dan suspense sel. Bagian tumbuhan yang digunakan ini disebut eksplan.

Eksplan yang dipilih harus memiliki jaringan muda yang sedang tumbuh aktif agar memiliki daya regenerasi tinggi. Eksplan harus diambil dari tumbuhan atau tanaman yang sehat dan bebas dari hama penyakit.

Tanaman yang dihasilkan dan teknik kultur jaringan ini memiliki sifat genetic yang sama dengan induknya. Teknik kultur ini sangat berguna untuk membudidayakan tanaman yang memiliki nilai keekonomian yang tinggi seperti anggrek atau tanaman – tanaman yang keberadaannya sudah semakin langka.

Jenis Teknik Kultur Jaringan.

Meristem Culture

Merupakan teknik budidaya jaringan tumbuhan dengan menggunakan eksplan dari jaringan muda atau meristem. Jaringan meristem adalah jaringan yang terdiri dari sekelompok sel yang selalu membelah diri.

Pollen Culture atau Anther Culture

Merupakan teknik budidaya jaringan tumbuhan atau tanaman yang menggunakan eksplan dari pollen atau benang sari.

Protoplas Culture

Merupakan teknik kultur jaringan tumbuhan dengan menggunakan eksplan dari protoplas.

Chloroplas Culture.

Merupakan teknik kultur jaringan tumbuhan dengan menggunakan eksplan dari  kloroplas untuk keperluan fusi protoplas.

Somatic Cross  (Silang Protoplas atau Fusi Protoplas)

Merupakan teknik kultur jaringan tumbuhan dengan menyilangkan dua macam protoplas. Hasil penyilangan dibudidayakan sampai menjadi tanaman kecil yang memiliki sifat baru.

Manfaat Teknik Kultur Jaringan.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan teknik kultur jaringan ini diantaranya adalah:

Dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat dengan sifat dan mutu sama atau lebih baik dari induknya.

Mendapatkan tanaman yang bebas dari penyakit hama, virus, dan bakteri.

Dapat digunakan untuk mendapatkan varietas dengan sifat yang baru.

Dapat digunakan untuk melestarikan jenis tanaman langka yang hampir punah

Dapat digunakan untuk mempertahankan keaslian sifat – sifat dari tumbuhan tanaman yang sudah ada, ataupun yang sudah hampir punah.

Fungsi Air Mata Pada Sistem Kerja Indra Penglihatan.

Indra penglihatan pada manusia adalah mata. Manusia dapat melihat karena adanya kerja sama antara mata dengan otak. Mata sensitive terhadap cahaya. Cahaya yang mengenai suatu objek benda akan dipantulkan ke mata, sehingga objek benda tersebut dapat dilihat.

Bagian – Bagian Mata

Kelopak mata, alis mata, bulu mata berfungsi untuk mencegah masuknya benda asing seperti debu dan kotoran dari lingkungan luar seperti udara, air atau keringat dari dahi.

Fungsi Air Mata Pada sistem-kerja-indra-penglihatan-mata

Fungsi Air Mata Pada sistem-kerja-indra-penglihatan-mata

Otot bola mata berjumlah  enam otot yang menghubungkan mata dengan tulang di sekitarnya. Otot ini dapat menggerakkan bola mata sehingga mata dapat mengerling ke atas, bawah, kanan dan ke kiri.

Bola mata terbenam pada rongga mata yang terdiri dari tiga lapisan. Lapisan rongga mata terdiri dari sklera, koroid, dan retina.

Sklera.

Sklera Merupakan lapisan dinding bola mata yang paling luar dan terdiri dari jaringan fibrosa yang kuat. Bagian depan sklera berubah menjadi bening dan tembus cahaya disebut kornea.

Kornea befungsi untuk memfokuskan bayangan benda pada retina. Konjungtiva merupakan membrane tipis dan transparan yang berfungsi melindungi kornea mata. Pada konjungtiva mengalir air mata yang dihasilkan oleh kelenjar mata.

Air mata berfungsi untuk menjaga kelembaban mata. Membersihkan mata saat berkedip. Air mata juga dapat Membunuh bakteri karena air mata mengandung enzim lisozim.

Koroid.

Koroid merupakan lapisan tengah dari bola mata. Mengandung banyak pembuluh darah dan mempunyai pigmen. Pigmen ini yang membuat bagian bola mata berwarna gelap.

Pembuluh darah berfungsi memasok makanan dan oksigen ke jaringan mata. Sedangkan pigmen berfungsi menyerap cahaya yang menyebar.

Iris merupakan bagian terdepan dari koroid berwarna gelap. Bagian tengahnya berlubang yang disebut pupil. Iris tersususn dari otot polos sirkuler dan radier yang memungkinkan pupil untuk dipersempit atau diperlebar untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata.

Pada bagian belakang iris terdapat lensa mata. Lensa mata berwarna bening dan bentuknya bikonkaf. Lensa melekat pada otot – otot bersilia melalui ligament suspensori. Otot – otot ini berfungsi mengubah bentuk lensa sehingga dapat memfokuskan cahaya pada retina.

Ruang bagian depan lensa diisi cairan aqueous humor yang berfungsi memasok makanan  ke lensa dan kornea. Lensa dan kornea tidak memiliki pembuluh darah.

Bagian belakang lensa diisi vitreous humor yang berfungsi menyumbang tekanan pada bola mata. Sehingga bola mata tidak mengempis dan retina tetap menempel pada koroid.

Aqueous humor terus menerus diproduksi aman terus menerus pula diserap oleh saluran Schlemm untuk dialirkan ke pembuluh darah.

Retina.

Retina merupakan lapisan terdalam dari bola mata. Retina mengandung fotoreseptor dan sel – sel saraf yang sensitive terhadap sinar atau cahaya. Fotoreseptor terdapat dua jenis, yaitu sel batang dan sel kerucut atau konus.

Sel batang peka terhadap cahaya, namun tidak bias membedakan warna. Sel ini diperlukan untuk melihat pada kondisi cahaya remang saat malam hari.

Sel kerucut perka terhadap cahaya dan  dapat membedakan warna. Sel ini diperlukan untuk melihat cahaya terang ketika siang hari.

Retina memiliki bagian yang disebut fovea yang merupakan tempat berkumpulnya sel kerucut dan berfungsi untuk memfokuskan cahaya.

Serat – serat saraf sensori mata membentuk optic saraf untuk mengirim impuls ke otak.

Bintik   buta merupakan bagian mata yang tidak mengandung fotoreseptor. Jika cahaya jatuh pada bintik  buta, mata tidak dapat melihat.

Cara Kerja Indra Penglihatan Mata.

Daftar Pustaka:

Fungsi Pembentukan Keluarnya Keringat

Ringkasan.

Keratin merupakan suatu protein yang tahan terhadap air. Keratin berfungsi melindungi jaringan – jaringan lebih dalam dari kehilangan air. Melamin merupakan pigmen coklat yang diproduksi oleh melanosit. Fungsi melamin adalah untuk melindungi ADN dari pengaruh sinar ultraviolet. Keringat adalah cairan yang mengandung air, garam dan sedikit urea yang keluar melalui pori – pori. Fungsi keringat adalah untuk menjaga agar temperature tubuh selalu dalam keadaan normal.

Pengertian.

Kulit merupakan organ yang paling luas. Orang dewasa bisa memiliki kulit dengan luas mencapai 19.000 cm2.

proses-pembentukan-keringat

proses-pembentukan-keringat

Fungsi Kulit

Kulit memiliki Beberapa fungsi di antaranya adalah:

Kulit memiliki fungsi sebagai melapisi jaringan di bawahnya.

Kulit memiliki peran sebagai regulator temperature tubuh

Merupakan bagian dari system ekskresi untuk urea, garam, dan air

Sebagai tempat untuk terjadinya sintesis vitamin D

Lapisan Kulit

Kulit terdiri dari lapisan epidermis dan dermis.

Lapisan Epidermis.

Lapisan epidermis terdiri dari:

  • Stratum Korneum (lapisan Bertanduk).

Tersusun dari sel – sel pipih berkeratin yang merupakan sel – sel mati. Keratin merupakan suatu protein yang tahan terhadap air. Keratin berfungsi melindungi jaringan – jaringan lebih dalam dari kehilangan air.

  • Stratum Lusidum

Nampak lebih terang karena akumulasi molekul keratin.

  • Stratum Granulosum

Merupakan daerah dimana sel – sel mulai mati karena terakumulasinya molekul bakal keratin yang memisahkan sel – sel ini dari daerah dermal.

  • Stratum Germinativum.

Tersusun dari stratum spinosum dan stratum basale. Dalam stratum basale terdapat melanin. Melamin merupakan pigmen coklat yang diproduksi oleh melanosit. Fungsi melamin adalah untuk melindungi ADN dari pengaruh sinar ultraviolet.

Lapisan Dermis.

Dermis tersusun dari jaringan ikat yang terdiri dari dua daerah utama yaitu:

  • Daerah Papilar

Daerah papilar merupakan lapisan dermal yang paling atas dan bentuknya tidak rata. Pada daerah ini terdapat reseptor sentuhan. Pada daerah papilar juga terdapat banyak jaringan kapiler yang bertanggung jawab terhadap penyediaan nutrient untuk lapisan epidermal. Daerah ini merupakan tempat merambatkan panas ke permukaan kulit.

  • Daerah Retikular.

Reticular merupakan lapisan paling dalam. Lapisan ini mengandung banyak arteri, vena, kelenjar keringat dan kelenjar minyak atau kelenjar sebaseus, serta reseptor tekanan.

Fungsi Proses Pembentukan dan Keluarnya Keringat.

Jika temperature tubuh naik atau temperature lingkungan sekitar naik menjadi lebih panas, maka pembuluh – pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini akan menyebabkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut.

Karena Pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah, maka terjadilah penyerapan zat – zat seperti garam, air, dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Selanjutnya air dengan larutannya keluar melalui pori – pori pada lapisan terluar kulit. Pori – pori merupakan ujung dari kelenjar keringat.

Keringat yang keluar membawa panas tubuh. Sehingga temperature tubuh tetap normal. Dengan demikian, Fungsi keringat adalah untuk menjaga agar temperature tubuh tetap normal.

Daftar Pustaka

 

Tahap Proses Pembentukan Urin. Menyebabkan Rasa Ingin Buang Air Kecil

Pengertian 

Pembentukan urin dalam tubuh manusia melibatkan tiga proses yaitu Filtrasi, Reabsorbsi, dan Augmentasi.

Filtrasi.

Pembentukan urin dimulai dengan proses filtrasi darah di glomerulus. Filtrasi darah adalah proses penyaringan zat – zat sisa metabolism. Zat yang masih berguna dikembalikan de dalam tubuh, sedangkan  zat yang tidak berguna selanjutnya dibuang.

tahapan-proses-pembentukan-urin-rasa-ingin-buang-air-kecil

tahapan-proses-pembentukan-urin-rasa-ingin-buang-air-kecil

Selain penyaringan, Glomerulus melakukan penyerapan kembali sel – sel darah, keeping darah, dan sebagian protein plasma.  Bahan dan zat – zat kecil yang terlarut di dalam plasma darah seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian yang diendapkan.

Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrate glomerulus atau urin primer. Urin primer mengandung zat seperti asam amino, glokosa, natrium, kalium, dan garam – garam lainnya.

Reabsorbsi.

Reabsorbsi adalah proses penyerapan kembali filtrate glomerulus yang masih mengandung bahan zat – zat yang masih bermanfaat untuk tubuh manusia.

Penyerapan kembali zat yang masih bermanfaat ini terjadi di tubulus kontortus proksimal. Sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat – zat sisa dan urea.

Penyerapan zat pada tubulus ini melalui dua acara yaitu difusi dan osmosis. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi. Sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Proses penyerapan air terjadi dalam tubulus proksimal dan tubulus distal.

Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke dalam darah. Zat ammonia, obat – obatan seperti penislin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrate dikeluarkan bersama dengan urin.

Setelah reabsorbsi, maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder yang disebut dengan filtrate tubulus. Dalam urin sekunder tidak mengandung zat – zat yang tidak berguna lagi untuk tubuh. Zat – zat ada hanya kotoran yang jumlahnya bertambah. Zat kotoran ini merupakan sisa metabolisme yang bersifat racun.

Augmentasi.

Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa yang tidak lagi berguna atau diperlukan oleh tubih. Augmentasi mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Peristiwa ini disebut sebagai sekresi tubuler. Sel – sel tubulus mengeluarkan zat – zat tertentu yang mengandung ion hydrogen dan ion kalium.

Dari tubulus – tubulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal. Selanjutnya urin menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih sudah terisi penuh oleh urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra.

Kandungan urin yang dibuang melalui uretra adalah air, urea, garam, dan sisa substansi lain. Substansi lain misalnya pigmin empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.

Contoh Soal Ujian Nasional Materi Sistem Ekskresi Manusia.

Soal No 1.

Faktor Yang Menimbulkan Rasa Ingin Buang Air Kecil

adalah….

A… adanya zat – zat sisa metabolism yang bersifat racun

B…bertambahnya zat – zat sisa pada filtrate tubulus

C…adanya pigmen empedu

D…terlalu banyak minum

E…adanya tekanan urin pada dinding kantong kemih.

Jawaban: E

Pembahasan:

Urin yang dihasilkan akan bergerak dari tubulus – tubulus ginjal menuju rongga ginjal. kemudian urin menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Ketika kantong kemih terisi penuh oleh urin, maka urin akan menekan dinding kantong kemih. Akibat tekanan inilah yang menimbulkan rasa ingin buang air kecil.

Faktor Yang Mempengaruhi Proses Pembentukan Urin

Daftar Pustaka

 

Fungsi Struktur Faktor Yang Mempengaruhi Cara Kerja Enzim

Pengertian

Enzim merupakan suatu protein berukuran cukup besar yang berfungsi untuk mempercepat reaksi metabolisme dalam sel makhluk hidup tanpa ikut bereaksi.

Enzim adalah protein yang bertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup. Sehingga  enzim disebut juga sebagai biokatalisator. Enzim dibuat di dalam sel – sel yang hidup. Sebagian besar enzim bekerja di dalam sel atau enzim intraselular sebagai contoh adalah katalase.

cara-kerja-fungsi-dan-ciri-struktur-enzim

cara-kerja-fungsi-dan-ciri-struktur-enzim

Katalase memecah senyawa berbahaya seperti H2O2 (hydrogen peroksida) di dalam sel – sel hati. Pada percobaan dengan menggunakan hati sapi, aktivitas enzim semakin tinggi jika kandungan hydrogen peroksida semakin tinggi. Tingginya aktivitas enzim ditunjukkan dengan tingginya gelembung oksigen.

Struktur Enzim.

Enzim atau holoenzim terdiri dari dua bagian yaitu:

  • Apoenzim merupakan bagian enzim sifatnya tidak tahan panas
  • Gugus Prostetik merupakan senyawa non protein, sifatnya relative tahan panas dan terdiri dari Koenzim dan Kofaktor. Koenzim merupakan molekul organic kompleks dan kebanyakan merupakan derivative dari vitamin. Contohnya NADG, FADH, Vitamin B. kofaktor terdiri dari ion organic contohnya Zn, Fe, Mn.

Cara Kerja Enzim

Substrat masuk ke dalam sisi aktif enzim. Sisi aktif adalah bagian yang berfungsi sebagai katalis. Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi. Peningkatan kecepatan reaksi dilakukan dengan menurunkan energy aktivasi.

Penurunan energy aktivasi dilakukan dengan membentuk kompleks dengan substrat. Setelah produk dihasilkan dari reaksi enzim lalu dilepaskan. Enzim bebas untuk membentuk kompleks yang baru dengan substrat yang lain.

Teori enzim dapat dijelaskan dengan teori gembok dank unci (lock dan key theory) dan teori kecocokan yang terinduksi (induced fit theory).

Sifat – sifat Enzim Sebagai Biokatalisator

Beberapa sifat yang dimiliki oleh enzim di antaranya adalah:

Enzim merupakan protein

Enzim bekerja secara spesifik, setiap enzim hanya bekerja pada satu substrat

Enzim berfungsi sebagai biokatalisator, enzim dapat mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi,

Enzim diperlukan dalam jumlah yanf terbatas

Enzim dapat bekerja secara bolak – balik, enzim tidak menentukan arah reaksi, hanya mempercepat sampai terjadi kesetimbangan reaksi.

Faktor Yang mempengaruhi Kerja Enzim

Beberapa factor yang dapat mempengaruhi  system kerja enzim di antaranya adalah:

Temperatur.

Aktivitas enzim akan meningkat dengan meningkatnya temperature sampai pada titik tertentu. Enzim bekerja optimum pada temperature 30 – 37 Celcius. Dapat bereaksi lebih cepat pada temperature lebig daripada 50 Celcius.

Pada 60 – 70 Celcius kecepatan reaksi menurun karena enzim menggumpal. Enzim mengalami denaturasi atau hilang kemampuannya sebagai katalisator.

Derajat Keasaman, pH

Enzim bekerja pada pH tertentu, umumnya pada pH netral, kecuali beberapa enzim yang bekerja pada suasana asam atau basa. Contoh enzim Ptialin hanya dapat bekerja pada pH netral. Enzim pepsin bekerja pada pH asam, sedangkan enzim tripsin bekerja pada suasana basa.

Denaturasi dan Renaturasi

Denaturasi adalah rusaknya bentuk tiga dimensi enzim. Kerusakan bentuk ini akan menyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan substratnya. Sedangkan renaturasi adalah kembalinya bentuk enzim ke bentuk semula. Sehingga enzim dapat bekerja sesuai dengan fungsinya.

Aktivator dan Inhibitor.

Activator adalah molekul yang mempermudah terjadinya ikatan antara enzim dengan subtratnya. Sedangkan inhibitor adalah molekul yang menghambat terjadinya ikatan antara enzim dengan substratnya.

Konsentrasi Enzim

Semakin tinggi konsentrasi enzim, maka waktu kerja yang dibutuhkan untuk suatu reaksi semakin cepat.  Walaupun kecepatan reaksi pada kondisi tetap.

Konsentrasi Substrat

Semakin tinggi konsentrasi substrat, semakin cepat kerja enzim. Tapi jika kerja enzim telah mencapai kondisi maksimal, maka kerja enzim selanjutnya akan konstan.

Contoh Soal Ujian Nasional Materi Enzim

Soal No 1.

Dalam proses metabolism, enzim merupakan senyawa yang bekerja mendorong laju reaksi kimia sehingga sel mampu….

A…menyerap energy dari lingkungan

B…membebaskan energy ke lingkungan

C…meningkatkan penggunaan energy aktivasi

D…menurunkan penggunaan energy aktivasi

E…meningkatkan temperature reaksi

Jawaban: D

Pembahasan:

Enzim merupakan senyawa yang bekerja mendorong laju reaksi kimia. Enzim berperan sebagai katalisator. Peningkatan kecepatan reaksi kimia tersebut menyebabkan sel mampu menurunkan penggunaan energy aktivasi.

Soal No 2.

Di bawah ini yang bukan merupakan sifat dari enzim adalah….

A…sama dengan protein

B…dapat bekerja bolak – balik

C…ikut bereaksi

D…aktivitasnya dipengaruhi temperature

E…bekerja secara spesifik.

Jawaban: C

Pembahasan.

Enzim merupakan suatu protein yang berukuran cukup besar. Enzim berfungsi untuk mempercepat reaksi metabolisma dalam sel tanpa ikut bereaksi.

Aktivitas enzim akan meningkat jika temperature dinaikkan sampai pada titik tertentu. Enzim bekerja optimum pada temperature 30 – 37 Celcius. Dapat bereaksi lebih cepat pada temperature lebig daripada 50 Celcius.

Enzim dapat bekerja secara bolak – balik, namun enzim tidak menentukan arah reaksi, hanya mempercepat sampai terjadi kesetimbangan reaksi.

Enzim bekerja secara spesifik, setiap enzim hanya dapat bekerja pada satu substrat

Daftar Pustaka:

Ciri Klasifikasi Reproduksi Jamur Fungi

Ciri – Ciri Jamur.

Jamur adalah makhluk hidup eukariot yang mempunyai membrane nucleus, dan tidak memiliki klorofil. Jamur mempunyai dinding sel yang mengandung kitin. Jamur umumnya bersel banyak atau multiseluler, walaupu ada jenis jamur bersel satu atau uniseluler.

Struktur tubuh jamur multiseluler terdiri dari miselium dan spore. Miselium merupakan kumpulan beberapa hifa. Hifat jamur ada yang ersekat dan tiap sekat mengandung satu sel. beberapa jamur yang tidak bersekat namun memiliki banyak inti sel.

klasifikasi-ciri-reproduksi-jamur-fungi

klasifikasi-ciri-reproduksi-jamur-fungi

Jamur tidak melakukan fotosintesis, sehingga bersifat heterotrof. Berdasarkan cara memperoleh makanannya, jamur dibedakan menjadi jamur saprofit dan jamur parasit. Jamur saprofit memperoleh makanannya dari senyawa organic yang telah diuraikan.

Jamur memiliki enzim – enzim tertentu yang dapat merombak senyawa – senyawa organic. Biasanya hidup di bagian organisme yang telah mati, seperti pada seresah, batang kayu yang telah lapuk dan bangkai hewan.

Sedangkan jamur parasit adalah jamur yang menyerap makanan dan organisme yang ditumpanginya, contohnya jamur panu.

Cara Reproduksi Jamur Fungi

Jamur dapat berreproduksi secara aseksual dan secara seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas pada jamur uniselular, dengan fragmentasi pada jamur multiselular, dan dengan pembentukan spora.

Spora jamur dibedakan menjadi dua, yaitu spora aseksual dan spora seksual. Spora aseksual membelah secara mitosis dan spora seksual membelah secara meiosis. Contoh spora aseksual adalah zoospora, endospora dan konidia.

Beberapa contoh tipe spora seksual adalah zigospora, askospora, dan basidiospora. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua sel inti yaitu melalui kontak gametangium dan konjugasi.

Klasifikasi Jamur Fungi

Kingdom Jamur Fungi dibagi menjadi tiga divisi, yaitu Divisi Zygomycota, Divisi Ascomycota, dan Divisi Basidiomycota. Klasifikasi ini didasarkan pada cara jamur berreproduksi seksualnya. Sedangkan jamur – jamur yang reproduksi seksualnya belum diketahui, diklasifikasikan ke dalam satu divisi, yaitu Divisi Deuteromycota.

Contoh Soal Ujian Nasional Materi Jamur

Soal No 1.

Ciri – ciri berikut merupakan ciri – ciri jamur kecuali….

A…eukariotik

B…memiliki klorofil

C…memiliki dinding sel

D…bersifat heterotrof

E…sebagai saprofit

Jawaban: B

Pembahasn:

Jamur memiliki ciri – ciri antara alain:

  • Eukariotik: memiliki membrane nekleus
  • Memiliki diding sel yang mengandung kitin
  • Tidak memiliki klorofir sehingga bersifat heterotroph sebagai saprofit maupun parasit

Soal No 2

Perbedaan jamur dengan tumbuhan adalah….

A…jamur adalah organisme prokariotikdan memiliki tubuh talus

B…jamur adalah organisme eukariotik dan memiliki tubuh talus

C…jamur memiliki dinding sel kitin dan memiliki klorofil

D…jamur memiliki dinding sel selulosa dan tidak memiliki klorofil

E…jamur memiliki dinding sel selulosa dan memiliki tubuh talus.

Jawaban: B

Pembahasan:

Bebeapa perbedaan jamur dengan tumbuhan dapat dilihat pada table di bawah

Jamur Tumbuhan
Membran Nukleus ada (eukariotik) ada (eukariotik)
Klorofil tidak ada ada
Dinding Sel kitin selulosa
Struktur akan, batang, daun berupa talus nyata

Daftar Pustaka: