Bukti Adanya Evolusi

Pengertian Evolusi. Evolusi berasal dari kata evolve yang artinya perubahan. Dengan demikian, evolusi dapat diartikan sebagai perubahan atau perkembangan struktur makhluk hidup menjadi lebih adaptif dalam waktu yang lama. Evolusi ini terjadi secara perlahan dan terjadi pada populasi makhluk hidup.

Walaupun Evolusi sangat sulit untuk dapat dibuktikan. Namun demikian, banyak fakta yang dapat digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi. Untuk meyakinkan adanya suatu proses perubahan dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang lebih kompleks tersebut, memerlukan beberapa bukti atau petunjuk yang dapat mendukung atau membantah fakta dari suatu teori.

Bahasan berikut akan menjelaskan beberapa petunjuk bahwa evolusi memang terjadi, di antaranya adalah variasi dalam satu spesies, adanya fosil, kesamaan kimia, perbandingan anatomi (homologi dan analogi).

Buku Darwin, origin of Species, mengandung beberapa bukti yang secara tidak langsung memperlihatkan bahwa evolusi memang terjadi. Misalnya, Darwin menjelaskan bukti dari catatan fosil untuk memperlihatkan bahwa bentuk kehidupan lain pernah ada di bumi.

Karena suatu evolusi terjadi dalam waktu yang sangat lama, sangat tidak mungkin untuk dapat melihat dan mengamati evolusi secara langsung. Teori Darwin dilanjutkan oleh para ahli biologi dan telah banyak mendapatkan informasi baru yang mendukung teori evolusi.

Fosil Sebagai Bukti Evolusi

Kata fosil berasal dari bahasa latin, fodere, artinya menggali. Oleh karena itu, fosil dapat diartikan sebagai sisa- sisa makhluk hidup yang telah membatu atau terperangkap di dalamnya. Fosil yang ditemukan dapat berupa tulang tulang dan jejak yang sangat membatu. Ilmu yang mempelajari tentang fosil disebut Paleontologi.

Sisa- sisa hewan dan atau tumbuhan yang ditemukan pada batuan sedimen memberikan informasi mengenai peristiwa yang terjadi di masa lalu. Bukti- bukti ini menunjukkan fakta bahwa telah ada variasi makhluk hidup.

Beberapa spesies yang telah punah memiliki sifat karakter transisional antarkelompok utama organisme yang masih ada. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah spesies tidak tetap, tetapi bisa berubah, bail berkurang atau bertambah dalam jangka waktu yang relative lama

Dari Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak fosil yang berasal dari makhluk hidup yang telah punah. Namun demikian, terdapat juga beberapa fosil dari makhluk hidup yang ternyata masih ada atau mirip dengan mahkluk hiduo yang masih ada pada sekarang.

Fosil biasanya ditemukan secara kebetulan atau tidak disengaja dan sangat jarang ditemukan fosil dalam keadaan yang utuh. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan jarang ditemukannya fosil dalam keadaan utuh, yaitu:

  1. pengaruh angin, aliran air, dan bakteri pembusuk;
  2. terdapat beberapa organisme atau bagiannya yang tidak dapat membatu;
  3. terjadi lipatan batuan bumi akibat gempa bumi, tanah longsor, dan letusan gunung berapi;
  4. hewan-hewan pemakan bangkai yang sering membawa bagian tubuh bangkai ke tempat lain.

Salah satu fosil yang ditemukan dalam keadaan lengkap adalah fosil kuda. Fosil kuda ini ditemukan pada hampir semua periode geologi.

Homologi Sebagi Bukti Evolusi

Struktur fisik makhluk hidup memberikan petunjuk terhadap struktur fisik nenek moyangnya. Teori evolusi Darwin menyatakan bahwa satu spesies dapat membentuk spesies yang lain.

Persamaan struktur merupakan petunjuk bahwa hewan- hewan ini memiliki nenek moyang yang sama. Ketika spesies yang berbeda berevolusi, seleksi alam menghasilkan modifikasi yang teradaptasi pada lingkungan yang berbeda.

Struktur tubuh dengan fungsi berbeda, tetapi mempunyai bentuk asal yang sama disebut struktur homolog.

Salah satu petunjuk evolusi adalah adanya organ vestigial. Organ vestigial adalah organ kecil atau organ yang tidak lengkap dan tidak memiliki fungsi tertentu. Berdasarkan teori evolusi, organ vestigial adalah organ yang dulunya mempunyai fungsi tertentu. Beberapa contoh organ organ vestigial, yakni tulang yang diduga bekas kaki pada ikan paus; usus buntu dan tulang ekor pada manusia.

Embriologi Perbandingan Sebagai Bukti Evolusi

Petunjuk evolusi dapat juga ditemukan pada perkembangan beberapa organisme. Perkembangan sel telur yang sudah dibuahi hingga dilahirkan disebut embrio.  Adapun ilmu tentang perkembangan organisme ini disebut Embriologi.

Ketika membandingkan perkembangan organisme yang dekat kekerabatannya, terkadang sulit untuk membedakan tahap awal satu spesies dengan spesies lainnya.

Awal perkembangan ikan mirip dengan perkembangan embrio hewan lain dan manusia. Meskipun bentuk dewasa setiap organisme tersebut jauh berbeda, kesamaan mereka saat awal perkembangannya merupakan hal yang menguatkan adanya kesamaan nenek moyang hewan-hewan tersebut.

Kesamaan embrio ini sering digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi. Jika dua spesies berasal dari nenek moyang yang sama, keduanya mungkin masih memiliki kesamaan dalam perkembangannya.

Biokimia dan Genetika Sebagai Bukti Evolusi

Genetika modern juga memberikan bukti kuat adanya evolusi. Semua makhluk hidup menggunakan kode genetika yang sama dalam menyintesis protein. Kode genetik yang sama menunjukkan bahwa semua makhluk hidup berevolusi dari satu organisme yang menggunakan kode genetika yang sama.

Ahli biokimia, juga telah membandingkan urutan asam amino dari protein yang ditemukan pada organisme yang berbeda. Organisme yang memiliki hubungan kekerabatan yang dekat biasanya memiliki protein dengan urutan asam amino yang sama. Pada organisme yang jauh kekerabatannya, urutan asama amino dari proteinnya memperlihatkan banyak perbedaan.

Seleksi Alam yang Teramati

Evolusi terjadi dalam ribuan hingga jutaan tahun. Oleh karena itu, sangatlah sulit untuk mengamati seleksi di alam liar. Akan tetapi, terdapat satu contoh seleksi alam di alam liar yang tercatat sangat baik. Pada kasus ini, melibatkan evolusi warna sayap pada spesies ngengat iston Betularia.

Ngengat ini umumnya terdapat di desa- desa Inggris. Pada awal tahun 1850 sebelum terjadi revolusi industri, populasi ngengat sayap putih lebih banyak ditemukan. Jarang sekali ditemukan ngengat warna hitam. Saat itu, jika ngengat putih hinggap pada batang pohon, burung dan predator lain sulit menemukan ngengat tersebut.

arna batang yang cerah menyamarkan ngengat putih. Hal ini berbeda dengan ngengat hitam sehingga ngengat hitam mudah ditemukan oleh predator.

Sekitar awal tahun 1900-an, polusi akibat revolusi industri di Inggris membuat batang pohon menghitam. Hal tersebut menyebabkan ngengat warna putih lebih mudah terlihat oleh burung dan predator lainnya.

Adapun ngengat warna hitam menjadi lebih mudah berbaur dengan warna latar batang pohon. Akibatnya, burung dapat dengan mudah menangkap ngengat warna putih dan memangsanya lebih banyak dibandingkan ngengat hitam.

Akhirnya, ngengat hitam dapat bertahan dan melakukan reproduksi. Melalui seleksi alam, frekuensi gen untuk warna hitam meningkat dalam populasi.

Daftar Pustaka

Petunjuk terjadinya evolusi dengan Bukti Adanya Evolusi disesrtai Pengertian Evolusi. Bukti terjadi Evolusi dengan Contoh adanya Evolusi serta Fosil Sebagai Bukti Evolusi. Contoh Evolusi Fosil sebagai Ilmu fosil disebut Paleontologi. Homologi Sebagi Bukti Evolusi dengan Contoh Evolusi homologi dan Teori evolusi Darwin.

Pengertian organ vestigial sebagai Petunjuk adanya evolusi dengan Contoh organ vestigial. Embriologi Perbandingan Sebagai Bukti Evolusi serta Biokimia dan Genetika Sebagai Bukti Evolusi. Contoh evolusi genetika serta Seleksi Alam yang Teramati dan Evolusi oleh seleksi alam dengan Contoh evolusi seleki alam.

Proses Replikasi DNA.

Pengertian Deoxyribonucleic acid, DNA. DNA merupakan polimer besar yang tersusun atas unit-unit nukleotida yang berulang-ulang. Setiap nukleotida tersusun atas gugus fosfat, gula pentosa, dan basa nitrogen. Gugus fosfat berfungsi menghubungkan antara molekul gula yang satu dan molekul gula yang lain.

Gula pentosa pada nukleotida merupakan gula deoksiribosa karena salah satu atom C-nya kehilangan gugus OH. Molekul gula ini terikat pada basa nitrogen.

DNA dapat menentukan sifat genetik suatu individu karena setiap makhluk hidup mempunyai urutan pasangan basa yang spesifik dan berbeda dengan yang lain. Perbedaan urutan pasangan basa antarindividu dapat dilihat pada saat sequence (proses pengurutan basa) dalam analisis DNA.

DNA dapat berfungsi sebagai heterokatalitik (mensintesis molekul lain seperti RNA) dan otokatalitik (replikasi diri).

DNA dapat berfungsi sebagai heterokatalis, artinya DNA dapat menyintesis molekul lain, membentuk RNA. Selain itu, DNA juga berfungsi sebagai autokatalitik, artinya DNA mampu membentuk dirinya sendiri.

Dengan fungsi otokatalitik, DNA dapat memperbanyak diri melalui suatu proses yang dinamakan replikasi. Proses replikasi DNA akan menghasilkan rantai DNA baru yang sama. DNA juga dapat menghasilkan rantai RNA baru melalui proses transkripsi.

Kemampuan memperbanyak diri merupakan ciri makhluk Hidup yang dapat diamati hingga tingkat molekuler, yakni perbanyakan materi genetis melalui replikasi. Proses ini memerlukan bahan baku deoksiribonukleotida, enzim, dan nukleotida.

Replikasi diawali dengan terbukanya pilinan dan pemisahan rantai oleh enzim helikase sehingga terbentuk dua pita tunggal. Kedua pita tersebut berfungsi sebagai cetakan DNA baru dengan bantuan enzim DNA polimerase.

Ada tiga hipotesis yang menjelaskan terjadinya replikasi DNA.

Teori Hipotesis Konservatif

Hipotesis pertama menyatakan bahwa bentuk double helix DNA yang lama tetap dan langsung menghasilkan double helix yang baru disebut konservatif.

Teori replikasi konservatif menjelaskan bahwa DNA induk tidak mengalami perubahan apapun, lalu urutan basa basa nitrogennya disalin sehingga terbentuk dua rantai DNA yang sama persis.

Teori Hipotesis Dispersif

Hipotesis kedua menyatakan double helix akan terputus- putus, selanjutnya segmen- segmen tersebut akan membentuk segmensegmen baru yang bergabung dengan segmen lama membentuk DNA baru.

Pada Teori replikasi dispersive dijelaskan bahwa DNA induk terpotong -potong, kemudian potongan -potongan tersebut merangkai diri menjadi dua buah DNA baru yang mempunyai urutan basa- basa nitrogen sama persis seperti urutan basa nitrogen semula.

Teori Hipotesis Semikonservatif.

Hipotesis ketiga menyatakan dua pita spiral dari double helix memisahkan diri dan setiap pita tunggal mencetak pita pasangannya disebut semikonservatif.

Teori replikasi semikonservatif menjelaskan pada saat akan mengadakan replikasi kedua, rantai polinukleotida akan memisahkan diri sehingga basa -basa nitrogen tidak berpasang pasangan.

Nukleotida bebas mengandung basa nitrogen yang bersesuaian akan menempatkan diri berpasangan dengan basa nitrogen dari kedua rantai DNA induk, sehingga terbentuk dua buah DNA yang sama persis.

Dari ketiga hipotesis tersebut, hipotesis semikonservatif lebih banyak diterima oleh para ilmuwan dalam menjelaskan replikasi DNA. Beberapa penelitian pun memperkuat hipotesis semikonservatif sebagai mekanisme replikasi DNA.

Faktor Yang Mempengaruhi Proses Replikasi DNA

Proses replikasi ini memerlukan deoksiribonukleosida fosfat dan beberapa enzim.

Enzim Nuklease

Enzim nuklease berfungsi menghidrolisis atau memecah rantai ganda polinukleotida menjadi dua rantai tunggal mononukleotida. Enzim polimerase masing masing membentuk rantai baru sebagai pasangan rantai polinukleotida yang telah terpisah sehingga terbentuk dua rantai DNA yang baru.

Enzim Helikase

Enzim Helikase ini berfungsi menghidrolisis rantai ganda polinukleotida menjadi dua rantai tunggal polinukleotida.

Enzim Polimerase

Enzim Polimerase berfungsi merangkai rantai- rantai mononukleotida membentuk DNA baru.

Enzim Ligase

Enzim Ligase berfungsi menyambung nukleotida ulir tunggal DNA yang baru terbentuk.

Daftar Pustaka

Pengertian Replikasi DNA dan Proses Replikasi DNA dengan Pengertian Deoxyribonucleic acid DNA beserta Fungsi heterokatalitik DNA dan Fungsi otokatalitik DNA. Susunan unit DNA secara Hipotesisi Replikasi DNA dari Teori Hipotesis Konservatif replikasi DNA. Teori Hipotesis Dispersif Replikasi DNA dan Teori Hipotesis Semikonservatif dengan Mekanisme replikasi DNA dan Faktor Yang Mempengaruhi Proses Replikasi DNA.

Yang Menyebabkan Terjadinya Replikasi DNA dengan Fungsi Enzim nuclease pada replikasi DNA dan Fungsi Enzim polymerase pada proses replikasi DNA. Fungsi Enzim Helikase pada replikasi DNA dan Fungsi Enzim Polimerase Pada Replikasi DNA atau Fungsi Enzim Ligase pada replikasi DNA.

Kelenjar Adrenal atau Anak Ginjal

Pengertian Kelenjar Adrenal. Manusia memiliki dua kelenjar adrenal. Kelenjar tersebut berada di atas ginjal. Setiap kelenjar adrenal tersusun atas dua bagian. Bagian dalam kelenjar adrenal disebut bagian medula dan bagian luar kelenjar adrenal  disebut bagian korteks.

Kerja medula adrenal dipengaruhi oleh sistem saraf otonom, sedangkan korteks adrenal dipengaruhi oleh hormon ACTH dari hipofisis anterior.

Korteks menghasilkan hormone jenis kortikoid, sedangkan medula menghasilkan hormon jenis adrenalin. Ketakutan, marah, sakit, dan dingin dapat merangsang medula untuk menghasilkan adrenalin dalam jumlah banyak. Adrenalin merangsang perubahan glikogen menjadi glukosa sehingga banyak energi yang terbentuk.

Korteks Adrenal

Kortek adrenal menghasilkan tiga jenis hormon, yaitu hormone glucocorticoid, mineralocorticoid, dan Gonadocorticoid yang memiliki peran sendiri sendiri.

Fungsi Korteks Adrenal Pada Tubuh Manusia

  1. Glucocorticoid

Glucocorticoid memiliki fungsi sama dengan glucagon, yang berpengaruh terhadap pengaturan kadar glukosa tubuh. Kerjanya dipengaruhi oleh sekresi ACTH di hipofisis anterior. Hormon glucocorticoid bekerja ketika tubuh dalam kondisi stres.

Fungsi glukokortikoid adalah untuk merangsang pengubahan lemak dan protein ke metabolit- metabolit intermediet yang akhirnya diubah menjadi glukosa, sehingga dapat menyebabkan naiknya kadar glukosa dalam darah.

Dalam dunia kedokteran glukokortikoid digunakan untuk mengobati radang sendi dan keracunan, karena sesuai dengan efeknya ternyata glukokortikoid dapat menekan peradangan dalam tubuh.

  1. Mineralocorticoid

Hormon ini berperan sebagai pengatur kadar garam dalam darah dengan cara pengaturan ekskresi urine dan keringat.

Hormon ini merangsang reabsopsi ion- ion Na+ dan CI dalam tubulus ginjal, dan dapat mempertahankan tekanan osmotik selalu tinggi, sehingga volume dan tekanan darah menjadi normal.

  1. Gonadocarticoid

Hormon ini merupakan hormon sex, yang terdiri dari androgen, entrogen, dan progesteron. Jumlah hormon yang dihasilkannya jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan hormon sex yang dihasilkan oleh testis dan ovarium. Androgen dan estrogen bertanggug jawab terhadap pembentukan ciri kelamin sekunder pria dan wanita.

Hormon androgen berfungsi untuk menentukan sifat kelamin sekunder pria. Fungsi ini dilakukan bersama dengan hormon dari gonad.

Medula Adrenal

Bagian medula menghasilkan hormon epinefrin atau adrenalin dan norephinefrin atau noreadrenalin. Pada saat kondisi tubuh dalam keadaan tertekan atau mendapat stres, kedua hormone tersebut akan mengkondisikan tubuh dalam posisi darurat, sehingga hormone ini bekerja dengan meningkatkan laju metabolisme tubuh, menaikkan detak jantung, dan kadar glukosa tubuh.

Adrenalin berfungsi untuk meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, meningkatkan kadar glukosa darah dan laju metabolisme. Hormon ini disekresikan ketika orang sedang marah, merasa ketakutan, dan mengalami stress. Pada keadaan tersebut kadar hormon adrenalin di dalam tubuh akan naik.

Tubuh manusia dapat merasakan kerja hormon ini pada saat tubuh melakukan kegiatan- kegiatan menegangkan, seperti berdiri di ketinggian atau berada dalam kondisi ketakutan.

Hormon Noradrenalin juga memiliki fungsi untuk meningkatkan tekanan darah.

Fungsi Medula Pada Tubuh Manusia

1) Memacu aktivitas jantung dan menyempitkan pembuluh darah kulit dan kelenjar mukosa.

2) Mengendurkan otot polos batang tenggorok sehingga melapangkan pernapasan.

3) Mempengaruhi pemecahan glikogen (glikogenolisis ) dalam hati sehingga menaikkan kadar gula darah.

Dampak Kelainan dan Gangguan Kelenjar Adrenal atau Anak Ginjal

Terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon dapat menyebabkan kelainan pada tubuh. Beberapa contoh akibat gangguan yang diakibatkan oleh hormon adalah sebagai berikut.

Dampak Defisiensi Adrenal

Beberapa orang mempunyai permasalahan dengan produksi kelenjar adrenal sehingga tubuhnya lemah, mudah lelah, sakit pada daerah perut, mual-mual, dan dehidrasi. Kondisi tersebut disebabkan berkurangnya fungsi korteks adrenal yang menyebabkan berkurangnya produksi hormon adrenal kortikosteroid.

Kerusakan pada bagian korteks kelenjar adrenal mengakibatkan penyakit Addison dengan gejala kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntah-muntah, dan terasa sakit di dalam tubuh.

Kelenjar ini juga menghasilkan hormon androgen yang berpengaruh menentukan sifat kelamin sekunder pria. Kelebihan hormon ini menyebabkan penyakit yang disebut virilisme, yaitu ciri seksual pria yang ada pada wanita.

Daftar Pustaka

Kelenjar Adrenal atau Anak Ginjal dengan Pengertian Kelenjar Adrenal dan Pengertian Anak Ginjal. Hormon dihasilkan kelenjar adrenal dengan Fungsi kelenjar adrenal dan Fungsi Kelenjar korteks. Hormon kelenjar korteks adrenal dengan  Fungsi hormon glucocorticoid dan Fungsi hormone mineralocorticoid. Fungsi Hormon Gonadocorticoid atau Fungsi Korteks Adrenal Pada Tubuh Manusia dan Fungsi Hormon androgen.

Fungsi hormon gonad dengan Fungsi Kelenjar Medula Adrenal atau Fungsi Hormon Medula. Fungsi hormon epinefrin dan Fungsi hormone norephinefrin atau noreadrenalin. Fungsi Medula Pada Tubuh Manusia dan Dampak Kelainan dan Gangguan Kelenjar Adrenal. Dampak gangguan kelenjar Anak Ginjal atau Dampak Defisiensi Adrenal.

Faktor yang Mempengaruhi Evolusi

Pengertian Evolusi. Evolusi berasal dari kata evolve yang artinya perubahan. Dengan demikian, evolusi dapat diartikan sebagai perubahan atau perkembangan struktur makhluk hidup menjadi lebih adaptif dalam waktu yang lama. Evolusi ini terjadi secara perlahan dan terjadi pada populasi makhluk hidup.

Evolusi merupakan ilmu yang mempelajari perubahan- perubahan organisme yang berangsur angsur menuju kepada kesesuaian dengan waktu dan tempat. Dari definisi tersebut, evolusi tidak akan pernah membuktikan bagaimana kera berubah menjadi manusia.

Evolusi bukan proses perubahan dari suatu organisme (spesies) ke organisme (spesies) yang lain. Evolusi merupakan perubahan frekuensi alel suatu populasi per satuan waktu. Menurut teori evolusi, kera mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat dengan manusia. Teori evolusi tidak menerangkan bahwa kera adalah nenek moyang langsung dari manusia.

Pada dasarnya, teori evolusi menjelaskan bahwa perubahan frekuensi alel dari suatu populasi merupakan proses evolusi. Dengan demikian, semua organisme berevolusi dari waktu ke waktu

Evolusi merupakan perubahan makhluk hidup dalam jangka waktu yang lama dan berlangsung perlahan-lahan. Perubahan ini terjadi dalam satu populasi dan diturunkan dari generasi ke generasi.

Dalam suatu lingkungan, sifat- sifat genetik menentukan keanekaragaman makhluk hidup, keanekaragaman ini meliputi struktur, tingkah laku, dan lain-lain. Jika terjadi perubahan materi genetik, maka terjadi perubahan sifat pada keturunan keturunannya. Hal ini menyebabkan munculnya spesies baru. Perubahan materi genetik ini disebut mutasi.

Faktor yang Mempengaruhi Evolusi

Evolusi  dapat terjadi akibat  adanya pengaruh dari beberpa faktor seperti seleksi alam, migrasi dan rekombinasi gen.

Pengaruh Seleksi Alam Terhadap Evolusi

Evolusi melalui seleksi alami terjadi pada populasi suatu spesies yang berubah dari waktu ke waktu. Seleksi alami dapat memengaruhi populasi melalui tiga macam seleksi alam, yakni seleki alami mengarah, seleksi alami stabilisasi, dan seleksi alami disruptif.

Lingkungan atau Alam secara alami melakukan seleksi terhadap makhluk hidup yang ada di dalamnya. Hanya makhluk hidup yang dapat beradaptasi atau mengikuti perubahan alamnya yang dapat mampu bertahan hidup dan berkembang biak, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan punah dan gagal melangsungkan kehidupannya.

Dengan demikian Seleksi alam sebenarnya menyatakan bahwa makhluk hidup yang lebih mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan kondisi alam habitatnya akan mendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan hidup.

Sebaliknya, makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi akan punah. Sebagai contoh sekelompok rusa yang hidup di bawah ancaman dari hewan hewan pemangsa seperti macan, harimau, singa, dan citah, secara alamiah rusa- rusa yang mampu berlari kencang dapat bertahan hidup dan dapat melanjutkan keturunannya. Sebaliknya, rusa yang lemah, dan rusa yang sakit sakitan, atau rusa tidak dapat berlari dengan kencang akan mati dan tidak dapat meneruskan keturunannya.

Pengearuh Migrasi Terhadap Evolusi

Migrasi adalah perpindahan spesies- spesies dari tempat semula ke tempat tempat baru. Perpindahan tersebut menghasilkan pola kehidupan baru yang mendukung untuk terjadinya perubahan pada spesies- spesies tersebut.

Spesies yang menghuni atau menempati suatu daerah terpisah oleh geografis tertentu, misalnya lautan. Keadaan ini tidak memungkinkan terjadinya perpindahan secara normal dari satu daerah ke daerah yang lain.

Sebagai contoh, spesies Xylocopa nobilis (kumbang kayu) yang dapat ditemukan di berbagai daerah di Pulau Sulawesi dan sekitarnya. Kumbang- kumbang tersebut menunjukkan perbedaan genetik.

Generasi generasi yang terbentuk Pada tempat yang baru akan berbeda dari spesies- spesies nenek moyang asal- usulnya.

Pengaruh Rekombinasi Gen Terhadap Evolusi

Rekombinasi gen merupakan mekanisme penting untuk terjadinya evolusi. Rekombinasi genetik berlangsung melalui perkembangan generatif. Sehingga, reproduksi seksual merupakan faktor penting dalam proses evolusi.

Rekombinasi gen terjadi melalui perkawinan yang menyebabkan perubahan frekuensi gen pada generasi berikutnya. Melalui perkawinan silang, dimungkinkan akan dihasilkan varietas baru.

Varietas baru ini terjadi akibat pembuahan atau penyerbukan dari individu lain sehingga terjadi rekombinasi gen. Rekombinasi gen- gen yang disebabkan oleh perkawinan silang merupakan dasar terjadinya evolusi, karena melalui rekombinasi memungkinkan adanya variasi baru.

Jika varietas- varietas baru yang terbentuk menempati suatu daerah yang sangat berbeda dan tidak memungkinkan terjadinya interhibridisasi, maka kedua varietas baru tersebut akan mengalami perubahan- perubahan yang pada akhirnya dapat menjadi dua spesies yang berbeda.

Pengaruh Spesiasi Pada Evolusi

Suatu spesies terbentuk melalui mekanisme tertentu. Proses pembentukan spesies disebut spesiasi. Para ilmuwan membedakan spesies berdasarkan kemampuan organisme untuk dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil (subur) atau memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.

Memiliki kemampuan berarti kedua organisme tersebut dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan fertil, meskipun hal tersebut tidak terjadi di alam.

Daftar Pustaka

Pengertian Evolusi dengan Evolusi frekuensi alel dan Teori Evolusi atau Proses Evolusi. Evolusi makhluk hidup dengan Faktor yang Mempengaruhi Evolusi atau Yang menyebabkan terjadinya evolusi.

Pengaruh Seleksi Alam Terhadap Evolusi dengan Contoh Evolusi seleksi alam dan Pengearuh Migrasi Terhadap Evolusi. Contoh Evolusi migrasi dan Pengaruh Rekombinasi Gen Terhadap Evolusi serta contoh evolusi rokombinasi gen. Evolusi perkawinan silang atau Pengaruh Spesiasi Pada Evolusi, contoh evolusi spesiasi.

Jenis Jenis Evolusi

Pengertian Evolusi. Evolusi berasal dari kata evolve yang artinya perubahan. Dengan demikian, evolusi dapat diartikan sebagai perubahan atau perkembangan struktur makhluk hidup menjadi lebih adaptif dalam waktu yang lama. Evolusi ini terjadi secara perlahan dan terjadi pada populasi makhluk hidup.

Evolusi adalah suatu perubahan pada makhluk hidup yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang lama sehingga terbentuk spesies baru.

Sedangkan, berdasarkan ilmu biologi, evolusi merupakan cabang biologi yang mempelajari sejarah asal-usul makhluk hidup dan keterkaitan genetik antara makhluk hidup satu dengan yang lain.

Evolusi Secara Biologi.

Evolusi biologi mencakup dua peristiwa, yaitu:

1) evolusi anorganik merupakan evolusi mengenai asal-usul makhluk hidup yang ada di muka bumi, berdasarkan fakta dan penalaran teoritis;

2) evolusi organik (evolusi biologis) merupakan evolusi filogenetis, yaitu mengenai asal-usul spesies dan hubungan kekerabatannya.

Kajian yang membahas tentang kejadian makhluk hidup yang bisa beraneka ragam di bumi ini disebut dengan Teori Evolusi.

Para ahli biologi telah mengakui bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk hidup pada masa lalu. Bukti adanya petunjuk kehidupan pada masa lalu yang berbeda terdapat pada tiap-tiap lapisan bumi dengan adanya perubahan yang nyata dari masa ke masa.

Jenis Jenis Evolusi.

Proses evolusi dapat dibedakan atas dasar faktor-faktor berikut.

Evolusi berdasarkan arahnya

Berdasarkan pada arahnya evolusi dapat dibedakan menjadi evolusi progresif dan evolusi regresif seperti berikut.

Evolusi Progresif

Evolusi progresif merupakan evolusi menuju pada kemungkinan yang dapat bertahan hidup (survival). Proses ini dapat dijumpai melalui peristiwa evolusi yang terjadi pada burung Finch.

Evolusi Regresif

Evolusi regresif merupakan proses menuju pada kemungkinan kepunahan. Hal ini dapat dijumpai melalui peristiwa evolusi yang terjadi pada hewan dinosaurus.

Evolusi Berdasarkan Skala Perubahan

Berdasarkan pada skala perubahannya evolusi dapat dikatagorikan menjadi makroevolusi dan mikroevolusi.

Makroevolusi

Makroevolusi adalah perubahan evolusi yang dapat mengakibatkan perubahan dalam skala besar. Adanya makroevolusi dapat mengarah kepada terbentuknya spesies baru.

MikroEvolusi

Mikroevolusi adalah proses evolusi yang hanya mengakibatkan perubahan dalam skala kecil. Mikroevolusi ini hanya mengarah kepada terjadinya perubahan pada frekuensi gen atau kromosom

Evolusi Berdasarkan Hasil Akhir

Berdasarkan hasil akhirnya evolusi dapat dibagi menjadi evolusi divergen dan evolusi konvergen.

Evolusi Divergen

Evolusi divergen merupakan proses evolusi yang perubahannya berasal dari satu spesies menjadi banyak spesies baru. Evolusi divergen ditemukan pada peristiwa terdapatnya lima jari pada vertebrata yang berasal dari nenek moyang yang sama dan sekarang dimiliki oleh bangsa primata dan manusia.

Evolusi Konvergen Evolusi konvergen adalah proses evolusi yang perubahannya didasarkan pada adanya kesamaan struktur antara dua organ atau organisme pada garis sama dari nenek moyang yang sama. Hal ini dapat ditemukan pada hiu dan lumba-lumba. Ikan hiu dan lumba-lumba terlihat sama seperti organisme yang berkerabat dekat, tetapi ternyata hiu termasuk dalam pisces, sedangkan ikan lumba-lumba termasuk dalam mamalia.

Daftar Pustaka

Jenis Jenis Evolusi dengan Pengertian Evolusi dan Pengertian Evolusi Secara Biologi atau evolusi anorganik serta evolusi organik atau evolusi biologis. Evolusi filogenetis dan Evolusi berdasarkan arahnya atau Evolusi Progresif yang peristiwa evolusi burung Finch. Evolusi Regresif dan Evolusi Berdasarkan Skala Perubahan namun Pengertian Makroevolusi dan Pengertian MikroEvolusi.

Evolusi Berdasarkan Hasil Akhir dengan Evolusi Divergen dan Evolusi Konvergen. Contoh evolusi divergen dan konvergen dan contoh makroevolusi dan mikroevolusi. Contoh evolusi organic dan anorganik atau contoh evolusi biologi.

Biotik dan Abiotik Ekosistem

Pengertian Ekosistem. Istilah ekosistem berasal dari kata oikos yang berarti rumah sendiri dan sistema yang berarti terdiri dari bagian- bagian yang utuh atau saling mempengaruhi. Sederhananya, ekosistem dapat diartikan sebagai sistem yang dibentuk di suatu daerah dan memiliki hubungan timbal balik antara komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik) atau dengan lingkungannya.

Jadi Ekosistem merupakan kesatuan komunitas yang lingkungan hidupnya saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik. Oleh karenanya, ekosistem biasa disebut sebagai sistem lingkungan.

Pengertian Ekosistem Alami dan Ekosistem Buatan

Berdasarkan pada proses terjadinya, ekosistem dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami merupakan ekosistem yang terbentuk oleh adanya pengaruh alam sekitar, bukan karena dibentuk atau dibuat oleh manusia. Contoh ekosistem alami adalah sungai, laut, danau, hutan, dan gunung, sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibentuk atau diuat oleh manusia. Contoh ekosistem buatan adalah kolam ikan, akuarium, waduk, dan sawah.

Pengertian Biosfer

Ekosistem mempunyai ukuran dan bentuk yang bervariasi. Ekosistem yang kecil akan membentuk suatu ekosistem yang lebih besar. Seluruh ekosistem di muka bumi ini akan membentuk satu ekosistem yang lebih besar yang disebut sebagai biosfer.

Komponen Ekosistem

Ekosistem tersusun dari komponen hidup atau makhluk hidup atau benda hidup yang disebut sebagai biotik dan komponen tak hidup atau makhluk tak hidup atau benda tak hidup yang disebut sebagai abiotik.

Pengertian Biotik

Komponen biotik merupakan bagian ekosistem yang terdiri atas makhluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup pengurai. Berdasarkan fungsinya di dalam ekosistem, komponen biotik dibedakan menjadi tiga macam, yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer (pengurai).

Masing-masing mempunyai fungsi yang berbedabeda. Produsen berfungsi sebagai penghasil makanan, konsumen sebagai pemakan, dan dekomposer menjadi pengurainya.

Pengertian Produsen Ekositem Biotik

Produsen merupakan makhluk hidup yang dapat menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup lainnya. Semua tumbuhan yang memiliki klorofil merupakan produsen karena dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis.

Fotosintesis dapat terjadi dengan bantuan cahaya matahari. Hasil fotosintesis berupa gula yang kemudian dapat diurai menjadi lemak, protein, karbohidrat, dan vitamin yang dapat menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya.

Pengertian Konsumen Ekosistem Biotik

Konsumen merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai pemakan bahan organik atau energi yang dihasilkan oleh produsen yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Singkatnya, konsumen adalah pemakan.

Manusia, hewan, dan tumbuhan tak berklorofil merupakan konsumen karena tidak dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik sehingga manusia, hewan, dan tumbuhan tak berklorofil disebut konsumen. Dengan demikian, kehidupan konsumen sangat bergantung kepada produsen.

Pengertian Dekomposer atau Pengurai

Mikroorganisme merupakan pengurai atau sering disebut dengan dekomposer. Sampah yang menumpuk akan diurai oleh bakteri pembusuk dan jamur. Sisa makanan, bangkai binatang, dan sisa bahan organik lainnya menjadi sumber makanan bagi bakteri pembusuk.

Setelah diurai oleh bakteri, sisa bahan organic tersebut membusuk dan menjadi komponen penyusun tanah. Tanah menjadi subur dan baik untuk ditanami. Begitu seterusnya sehingga tanaman sebagai produsen dikonsumsi oleh konsumen primer dan sampai pada akhirnya konsumen akhir mati dan diuraikan oleh dekomposer.

Berdasarkan sumber makanan makhluk hidup, komponen biotik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Makhluk Hidup Autotrof

Makhluk hidup Autotrof merupakan makhluk hidup yang mampu membuat makanan sendiri dengan cara mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik (dapat membuat makanan sendiri).

Makhluk hidup ini merupakan semua makhluk hidup yang mengandung klorofil sehingga dengan bantuan sinar matahari dapat melakukan fotosintesis. Contohnya, produsen atau tumbuhan hijau.

Organisme autotroph dibedakan menjadi dua tipe Yaitu Fotoautotrop dan Kemoautotrop

a) Fotoautotrop adalah organisme yang dapat menggunakan sumber energi cahaya untuk mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Contohnya tumbuhan hijau.

b) Kemoautotrop adalah organisme yang dapat memanfaatkan energi dari reaksi kimia untuk membuat makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya bakteri nitrit dan nitrat

2. Makhluk Hidup Heterotrof

Makhluk hidup Heterotrof adalah makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri karena tidak dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Makhluk hidup ini dapat memperoleh makanan dengan cara memakan makhluk hidup lain. Contohnya makhluk hidup herbivor, karnivor, dan omnivor.

Pengertian Komponen Abiotik

Komponen abiotik suatu ekosistem merupakan keadaan fisik dan kimia yang menyertai kehidupan organisme sebagai media dan substrat kehidupan.

Komponen abiotik terdiri dari segala sesuatu tak hidup dan secara langsung terkait pada keberadaan organisme, antara lain adalah cahaya matahari, temperature tanah, air, oksigen, udara dan sebagainya.

Komponen Abiotik Cahaya Matahari

Dalam berfotosintesis, tumbuhan hijau memerlukan cahaya matahari. Tanpa adanya cahaya matahari, tumbuhan hijau tidak dapat melakukan fotosintesis. Dengan kata lain, cahaya matahari adalah sumber energi utama dalam proses fotosintesis.

Hasil fotosintesis yang berupa bahan organik dimanfaatkan oleh hewan dan manusia sebagai sumber makanan. Secara tidak langsung, cahaya matahari merupakan sumber energi utama dalam ekosistem.

Selain itu, cahaya matahari juga berpengaruh terhadap keberadaan siang, malam, dan suhu lingkungan.

Komponen Abiotik Oksigen dan Karbon Dioksida

Oksigen diperlukan oleh hewan, tumbuhan, dan manusia dalam proses respirasi. Pada respirasi dikeluarkan gas karbon dioksida. Karbon dioksida diperlukan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis.

Dalam proses fotosintesis akan dilepaskan oksigen. Dengan demikian, terjadi siklus oksigen dan karbon dioksida dalam proses pernapasan dan fotosintesis.

Komponen Abiotik Air

Untuk mempertahankan hidupnya, setiap makhluk hidup memerlukan air. Tubuh makhluk hidup terdiri dari 90% air. Air berfungsi sebagai pelarut zat makanan yang dimakan oleh makhluk hidup.

Air juga diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Bagi hewan air, seperti ikan, katak, dan buaya, air diperlukan untuk tempat hidupnya.

Komponen Abiotik Tanah

Tanah merupakan tempat tumbuh makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Selain itu, tanah merupakan sumber makanan bagi hewan dan tumbuhan. Tanah merupakan tempat hidup berbagai makhluk hidup yang beraneka ragam.

Pada tanah gembur terdapat lebih banyak makhluk hidup daripada pada tanah tandus. Bagi tumbuhan, tanah merupakan tempat tumbuh tanaman tersebut. Dapat dikatakan bahwa secara langsung atau tidak langsung, semua makhluk hidup untuk mempertahankan hidupnya bergantung pada tanah.

Komponen Abiotik Suhu

Seperti telah disebutkan di atas bahwa adanya cahaya matahari sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya suhu. Pada saat matahari bersinar terik dengan intensitas yang tinggi, suhu udara akan meningkat sehingga udara terasa panas.

Sebaliknya, jika matahari tidak terik dan intensitas penyinarannya rendah, suhu udara akan menurun sehingga udara terasa sejuk sampai dingin. Terjadinya perubahan suhu dari panas ke dingin atau sebaliknya sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup yang ada di dalam suatu ekosistem karena perubahan suhu ini dapat mengakibatkan perubahan iklim dan curah hujan.

Komponen Abiotik Kelembapan

Daerah yang berhawa dingin seperti pegunungan lebih lembap daripada daerah yang berhawa panas seperti pantai. Tumbuhan yang hidup di dua daerah tersebut juga berbeda. Pada daerah lembap, lebih banyak terdapat tumbuhan yang memerlukan sedikit sinar matahari, seperti paku- pakuan, lumut, dan anggrek- anggrekan yang biasanya hidup secara epifit pada batu- batu lembap, batang kayu basah, dan lainnya.

Di daerah panas, misalnya pantai, lebih banyak ditumbuhi tumbuhan, seperti bakau dan pohon kelapa.

Komponen Abiotic Iklim

Iklim merupakan kombinasi berbagai komponen abiotic pada suatu tempat, seperti kelembaban udara, suhu, cahaya, curah hujan dan lain-lain. Kombinasi abiotik ini berkaitan dengan kesuburan tanah dan komunitas tumbuhan pada suatu tempat.

Komponen Abiotik Topografi

Topografi merupakan variasi letak suatu tempat di permukaan bumi ditinjau pada ketinggian dari permukaan air laut, garis bujur, dan garis lintang. Perbedaan topografi menyebabkan jatuhnya cahaya matahari menjadi berbeda, menyebabkan suhu, kelembaban, dan tekanan udara maupun pencahayaan juga berbeda. Hal ini yang mempengaruhi persebaran organisme.

Daftar Pustaka

Biotik dan Abiotik Ekosistem dengan Pengertian Ekosistem dan Contoh Ekosisem. Sistem lingkungan atau Pengertian Ekosistem Alami dan Ekosistem Buatan serta Contoh ekosistem alami dan buatan. Pengertian Biosfer dan Contoh biosfer atau Pengertian Komponen Ekosistem dengan Contoh komponen Ekosistem. Pengertian biotik dengan Pengertian abiotic dan contoh makhluk biotik dan abiotic.

Penyusun ekosistem biotik dan Penyusun ekosistem abiotic dengan Fungsi ekosistem biotik dan abiotic atau Pengertian Produsen Ekosistem Biotik. Contoh Produsen ekosistem biotik atau Fungsi Produsen ekosistem biotik tapi Pengertian Konsumen Ekosistem Biotik. Contoh makhluk Konsumen Ekosistem Biotik dengan Fungsi Konsumen Ekosistem Biotik serta Pengertian Dekomposer atau Pengurai.

Contoh makhluk Dekomposer atau Pengurai dengan Fungsi Dekomposer atau Pengurai atau Pengertian  Makhluk Hidup Autotrof dan Contoh Dekomposer atau Pengurai. Fungsi Dekomposer atau Pengurai serta Pengertian Contoh dan Fungsi Fotoautotrop dan Kemoautotrop. Pengertian Makhluk Hidup Heterotrof dan Contoh Makhluk hidup Heterotrof.

Pengertian Komponen Abiotik dan Fungsi Komponen Abiotik Cahaya Matahari serta Pengertian dan Fungsi Komponen Abiotik Oksigen dan Karbon Dioksida namun Pengertian dan Fungsi Komponen Abiotik Air. Contoh Komponen ekosistem abiotic dan Komponen Abiotik Tanah serta Komponen Abiotik Suhu. Komponen Abiotik Kelembapan Komponen Abiotic Iklim atau Komponen Abiotik Topografi.

Respirasi Aerob dan Anaerob

Pengertian Katabolisme. Katabolisme merupakan reaksi penguraian atau pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa senyawa yang lebih sederhana yang disertasi dengan pelepasan energi. Jadi pada proses katabolisme ada energi yang dihasilkan.

Proses katabolisme yang terjadi pada makhluk hidup dibedakan menjadi respirasi aerob dan respirasi anaerob.

Berdasarkan perubahan energinya, reaksi kimia dapat dibedakan menjadi reaksi eksergonik dan reaksi endergonik. Pada reaksi eksergonik, terjadi pelepasan energi. Reaksi pada Katabolisme adalah reaksi eksergonik. Jika energi yang dilepaskan berupa panas, maka reaksinya disebut sebagai  reaksi eksoterm.

Sedangkan pada reaksi endergonik, terjadi penyerapan energi dari lingkungan, atau reaksi terjadi jika ada energi. Reaksi pada Proses Anabolisme merupakan reaksi endergonik karena prosesnya memerlukan energi. Jika energi yang digunakan dalam bentuk panas, maka reaksinya disebut reaksi endoterm.

Pengertian Respirasi

Respirasi adalah proses reduksi, oksidasi, dan dekomposisi, baik menggunakan oksigen maupun tidak dari senyawa organic kompleks menjadi senyawa lebih sederhana yang disertai dengan proses pelepasan sejumlah energi dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Phosphat).

Energi yang dihasilkan dari proses respirasi berasal dari energi potensial kimia yang berupa ikatan kimia.

Respirasi pembentukan energi ini dilakukan di dalam sel. Oleh karena itu, prosesnya dinamakan respirasi sel. Organel sel yang berfungsi dalam menjalankan tugas pembentukan energi ini adalah mitokondria.

Pengertian Respirasi Aerob.

Respirasi aerob adalah respirasi yang memerlukan oksigen. Proses respirasi erat kaitannya dengan pembakaran bahan bakar (misal karbohidrat) berupa makanan menjadi energi. Kondisi optimal akan tercapai dalam kondisi aerob (reaksi dengan oksigen). Secara singkat, proses yang terjadi adalah sebagai berikut.

Contoh Reaksi Pada Respirasi Aerob

C6H12O6  + 6O2 –> 6CO2 + 6H2O + Energi

Di dalam proses respirasi sel, bahan bakarnya adalah gula heksosa. Pembakaran tersebut memerlukan oksigen bebas, sehingga reaksi keseluruhan menghasilkan energi sebesar 38 ATP.

Tahap Pembentukan Energi Pada Respirasi Aerob.

Pembentukan energi yang siap pakai dihasilkan melalui beberapa tahapan reaksi dalam sistem respirasi sel pada mitokondria. Reaksi- reaksi tersebut, adalah:

1) glikolisis, yakni proses pemecahan glukosa menjadi asam piruvat;

2) dekarboksilasi oksidatif asam piruvat, yakni perombakan asam piruvat menjadi asetil Co-A;

3) daur asam sitrat, yakni siklus perombakan asetil Ko-A menjadi akseptor elektron dan terjadi pelepasan sumber energi;

4) transfer elektron, yakni mekanisme pembentukan energi terbesar dalam proses respirasi sel yang menghasilkan produk sampingan berupa air.

Pengertian Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob adalah respirasi yang tidak memerlukan oksigen. Respirasi anaerob merupakan reaksi pemecahan bahan bakar (misal karbohidrat) untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen.

Adapun zat lain yang dapat menggantikan peran oksigen antara lain NO3 dan SO4. Sejauh ini baru diketahui bahwa yang dapat menggunakan zat pengganti oksigen merupakan golongan mikroorganisme.  Dengan demikian, organisme tingkat tinggi tidak dapat melakukan respirasi anaerob.

Respirasi anaerob dikenal juga dengan istilah fermentasi. Fermentasi adalah perubahan glukosa secara anaerob yang meliputi glikolisis dan pembentukan NAD. Fermentasi menghasilkan energi yang relatif kecil dari glukosa.

Glikolisis berlangsung dengan baik pada kondisi tanpa oksigen. Fermentasi dibedakan menjadi dua tipe reaksi, yakni fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat. Fermentasi sering pula disebut sebagai peragian alkohol atau alkoholisasi.

Fermentasi alkohol maupun fermentasi asam laktat diawali dengan proses glikolisis. Pada glikolisis, diperoleh 2 NADH + H+ + 2 ATP + asam piruvat. Pada reaksi aerob, hidrogen dari NADH akan bereaksi dengan O2 pada transfer elektron. Pada reaksi anaerob, ada akseptor hydrogen permanen berupa asetildehida atau asam piruvat.

Contoh Reaksi Pada Respirasi Anaerob

C6H12O6 –> 2 C2H5OH + 2 CO2 + Energi

Respirasi anaerob dapat berlangsung di dalam udara bebas, tetapi proses ini tidak menggunakan O2 yang tersedia di udara. Reaksi Anaerob di atas menghsilkan energi sebesar 2 ATP. Tujuan fermentasi sama dengan respirasi aerob, yaitu mendapatkan energi. Hanya saja energi yang dihasilkan dalam respirasi anaerob jauh lebih sedikit daripada respirasi aerob.

Respirasi anaerob hanya dapat dilakukan oleh kelompok mikroorganisme tertentu (bakteri), sedangkan pada organisme tingkat tinggi belum diketahui kemampuannya untuk melakukan respirasi anaerob.

Dengan demikian bila tidak tersedia oksigen, organisme tingkat tinggi tidak akan melakukan respirasi anaerob melainkan akan melakukan proses fermentasi.

Sementara itu, terdapat respirasi sempurna yang hasil akhirnya berupa COdan H2O dan respirasi tidak sempurna yang hasil akhirnya berupa senyawa organik.

Tahap Pembentukan Energi Pada Respirasi Anaerob

Peberntukan energi pada proses respirasi anaerob melibatkan tahap tahap sebagai berikut.

  1. Lintasan glikolisis.
  2. Pembentukan alkohol (fermentasi alkohol) atau pembentukan asam laktat (fermentasi asam laktat).
  3. Akseptor elektron terakhir bukan oksigen, tetapi molekul alkohol dan atau asam laktat.
  4. Energi dihasilkan adalah 2 molekul ATP untuk setiap molekul glukosa.

Daftar Pustaka

Respirasi Aerob dan Anaerob Pada Katabolisme dan Pengertian Katabolisme Karbohidrat dengan Pengertian Respirasi Aerob. Pengertian Respirasi Anaerob, Pengertian Respirasi dan Jenis jenis Respirasi Katabolisma atau Pengertian reaksi eksergonik dan reaksi endergonic. Contoh reaksi eksergonik dan reaksi endergonic beserta Reaksi eksergonik katabolisme dan Energi Respirasi aerob dan anaerob.

Pengertian respirasi sel dengan fungsi organel sel dan fungsi mitokondria pada respirasi sel selama Contoh Reaksi Respirasi Aerob. Tahap Pembentukan Energi Pada Respirasi Aerob pada Proses glikolisis pada repirsi dan Proses dekarboksilasi oksidatif asam piruvat. Proses daur asam sitrat pada perspirasi adalah siklus perombakan asetil Ko-A menjadi akseptor electron yang proses transfer electron pada respirasi. Produk hasil respirasi aerob dan anaerob dan Zat pengganti oksigen pada anaerob.

Tipe fermentasi pada respirasi anaerob dan Fermentasi alcohol tapi fermentasi asam laktat dengan  akseptor hydrogen respirasi anaerob. Contoh Reaksi Pada Respirasi Anaerob dan Tahap Pembentukan Energi Pada Respirasi Anaerob.

Hormon Kelenjar Tiroid

Pengertian Kelenjar Tiroid. Kelenjar tiroid atau biasa juga disebut sebagai kelenjar gondok merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara keduanya terdapat daerah yang tersusun berlapis seperti susunan genting pada atap rumah.

Kelenjar ini berjumlah sepasang dan terletak pada bagian leher di sebelah kiri dan kanan trakea bagian atas (pangkal tenggorok).

Hormon Kelenjar Tiroid.

Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea. Kelenjar tiroid menghasilkan hormone  Tiroksin, Triidotironin dan hormone Kalsitonin.

Fungsi Hormon Tiroksin

Hormon tiroksin berfungsi dalam proses metabolisme, pertumbuhan fisik, perkembangan mental, kematangan seks, dan mengubah glikogen menjadi gula dalam hati.

Fungsi Hormon Triidotironin

Hormon triidotironin  berperan dalam distribusi air dan garam dalam tubuh (sama dengan peran hormone tiroksin.

Fungsi Hormon Kalsitonin

Hormon Kalsitonin berfungsi untuk menjaga kesimbangan kalsium dalam darah.

Dampak Kekurangan dan Kelebihan Kelenjar Tiroid dan Hormonnya

Tiroksin mengandung banyak yodium. Kekurangan yodium pada makanan dalam waktu yang cukup panjang dapat mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin.

Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan menjadi lambat dan kecerdasan menurun.

Bila ini terjadi pada anak-anak dapat mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan yodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam yodium pada makanan.

Hiposekresi kelenjar tiroid pada orang dewasa mengakibatkan miksodema dengan ciri-ciri kegemukan (atau obesitas) dan kecerdasan menurun.

Hipersekresi kelenjar ini dapat mengakibatkan hiperaktif, tetapi badan kurus (biasa disebut morbus basedowi) dengan tanda- tanda gugup, nadi dan napas cepat serta tidak teratur, mulut ternganga, mata lebar (eksoftalmus), meningkatnya metabolisme dan emosional.

Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan kelenjar tiroid membesar.

Kelenjar Paratiroid dan Fungsinya

Kelenjar Parotiroid atau Kelenjar Anak Gondok menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan Hormon Paratiroid (HPT) atau parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah tubuh manusia. Adapun fungsi hormone ini adalah:

Fungsi Hormon Paratiroid.

Hormon ini memiliki fungsi, antara lain:

  1. menaikkan kadar kalsium di dalam darah dengan melepaskan kalsium itu dari tulang;
  2. menaikkan absorbsi kalsium dari makanan dalam usus;
  3. menaikkan reabsorbsi kalsium dalam tubulus ginjal.

Dari fungsi ini dapat diketahui bahwa hormon ini sangat erat hubungannya dengan kalsium yang ada dalam tubuh.

Dampak Kekurangan dan Kelebihan Kelenjar Paratiroid.

Apabila jumlah hormon ini berlebih, akan mengakibatkan jumlah kalsium dalam darah bertambah sehingga dapat menyebabkan pengendapan kalsium di dalam ginjal.

Kondisi seperti ini menyebabkan terjadinya pembentukan batu ginjal. Adapun kekurangan hormon ini akan menyebabkan kejang otot yang dinamakan tetanus.

Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, rasa gelisah, sukar tidur, dan sering kesemutan.

Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urine banyak mengandung kapur dan fosfor.

Orang yang terserang penyakit ini memiliki tulang yang mudah patah. Penyakit ini disebut dengan von Recklinghousen.

Agar jumlah kalsium dalam tulang tetap stabil perlu bantuan penganti vitamin D. Vitamin D dapat merangsang penyerapan kalsium dalam usus halus, dan merangsang reabsorpsi ion kalsium pada tulang.

Selain menstabilkan kadar kalsium dan fosfat dalam darah, Hormon Paratiroid, HPT juga merangsang proses osifikasi (atau pembentukan tulang) pada saat pembongkaran matriks tulang untuk menguraikan ion kalsium.

Sambil membongkar matriks tulang, HPT melakukan perubahan pembentukan tulang agar tulang tumbuh semakin panjang atau semakin besar.

Daftar Pustaka

Hormon Kelenjar Tiroid dan Pengertian Kelenjar Tiroid atau Kelenjar gondok. Letak Kelenjar tiroid gondok dan Fungsi Hormon Kelenjar Tiroid serta Jenis Hormon Kelenjar Tiroid. Fungsi Hormon Tiroksin dan Fungsi Hormon Triidotironin dan Fungsi Hormon Kalsitonin serta Dampak Kekurangan dan Kelebihan Kelenjar Tiroid dan Hormonnya.

Akibat Kekurangan yodium pada tubuh dan Akibat kekurangan Hormon tiroksin disertai Akibat Hiposekkresi kelenjar tiroid. Adapun Akibat hipersekresi kelenjar tiroid dan Penyeban Miksodema dan ciri ciri nya. Pengertian Morbus basedow dan penyebabnya dengan Pengertian eksofttalmus dan penyebabnya.

Kelenjar Paratiroid dan Fungsinya serta Kelenjar Parotiroid atau Kelenjar Anak Gondok dan  Fungsi parathormone. Fungsi Hormon Paratiroid dengan akibat kekurangan kalsium atau Dampak Kekurangan dan Kelebihan Kelenjar Paratiroid. pengertian von Recklinghousen dan penyebabnya dan akibat kekurangan hormone paratiroid.

Pengertian Bioteknologi Konvensional dan Modern

Pengertian Bioteknologi, Bioteknologi adalah ilmu terapan yang mempelajari prinsip- prinsip ilmu biologi yang digunakan oleh manusia untuk tujuan tertentu.

Secara umum bioteknologi dapat dikatagorikan menjadi bioteknologi konvensional atau tradisional dan bioteknologi modern. Bioteknologi konvensional umumnya dilakukan denga cara sederhana. Diptoduksi dalam jumlah kecil atau tidak diproduksi secara terbatas. Selain itu tidak menggunakan prinsip -prinsip keilmiahan.

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dengan Bioteknologi Modern

Pengertian Bioteknologi Konvensional,

Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang mengandalkan jasa mikroba untuk menghasilkan produk baru lain, yang sesuai dengan kebutuhan manusia melalui proses fermentasi.

Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang dalam pelaksanaannya memanfaatkan organisme atau mikroba untuk menghasilkan suatu produk seperti senyawa kimia atau produk lainnya dengan memanfaatkan aktivitas- aktivitas mikroba dan belum menggunakan enzim.

Adapun Ciri -ciri bioteknologi konvensional adalah:

  1. Sudah Dikenal sejak awal peradaban manusia.
  2. Menggunakan secara langsung hasil yang diproduksi organisme atau mikroorganisme berupa senyawa kimia atau bahan pangan tertentu yang bermanfaat bagi manusia.
  3. Peralatan yang digunakan relative sederhana.
  4. Mikroorganisme yang digunakan relative terbatas.

Contoh Produk Bioteknologi Konvensional

Contoh produk bioteknologi konvensional yang telah lama ada diantaranya pembuatan tempe, oncom, tape, tuak, dan kecap. Dalam bioteknologi konvensional biasanya hanya memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.

Pengertian Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern umumnya dilakukan dengan menggunakan peralatan yang lebih modern atau canggih. Diproduksi dalam jumlah besar dan menggunakan prinsip- prinsip ilmiah.

Selain menggunakan mikroorganisme, Bioteknologi modern juga dapat menggunakan bagian- bagian tubuh organisme seperti tumbuhan dan hewan.

Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang menggunakan biologi molekuler dan sel untuk menghasilkan produk yang berguna bagi manusia. Penerapan bioteknologi modern berlandaskan pada rekayasa genetika dan rekayasa biokimia.

Rekayasa genetika adalah metoda atau teknik pengambilan gen tertentu untuk menghasilkan organisme yang mempunyai keunggulan atau kelebihan secara genetik. Sedangkan, rekayasa biokimia seperti penggunaan tangki reaktor untuk pertumbuhan mikroorganisme untuk proses biologis tertentu agar tidak terpengaruh atau terkontaminasi oleh mikroorganisme lain.

Adapun Ciri -ciri bioteknologi modern adalah:

  1. Bioteknologi modern Mulai berkembang sejak ditemukan DNA.
  2. Mikroorganisme atau Organisme digunakan dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja genetik suatu organisme yang berguna bagi manusia
  3. Peralatan – peralatan yang digunakan lebih modern.
  4. Pemanfaatan mikroorganisme menggunakan teknologi yang modern.

Contoh Produk Bioteknologi Modern

Contoh produk bioteknologi modern misalnya produksi vaksin, asam amino, obat, pengolahan limbah, pembasmian hama tanaman, dan penghasil logam.

Bioteknologi dalam Bidang Peternakan

Bioteknologi dapat digunakan untuk memproduks dan mengembangkan produk -produk yang digunakan dalam bidang peternakan, seperti vaksin dan antibodi. Selain itu, dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit hewan dan hormone pertumbuhan untuk merangsang pertumbuhan hewan ternak melalui rekombinasi DNA.

Rekayasa genetika merupakan kegiatan manipulasi sifat makhluk hidup agar menghasilkan makhluk hidup dengan sifat yang diinginkan. Manipulasi sifat genetik ini dilakukan dengan menambah atau mengurangi DNA. DNA rekombinan merupakan proses menggabungkan dua DNA dari sumber yang berbeda.

Dikembangkan juga organisme transgenetik, yaitu organisme yang mengandung gen dari spesies lain. Organisme transgenetik dilakukan dengan cara menyuntikkan DNA asing ke dalam sel -sel telur atau sel- sel embrio awal sehingga dihasilkan organisme yang baru dengan kualitas sesuai yang  diharapkan.

Bioteknologi dalam Bidang Pertanian

Bioteknologi yang dikembangankan dan diterapkan di bidang pertanian diantaranya adalah kultur jaringan yang dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman tahan hama dan pengembangan tanaman denganmenggunakan media selain tanah yang dikenal dengan nama hidroponik.

Kultur jaringan tumbuhan dilakukan dengan mengambil beberapa milimeter pucuk tumbuhan yang mengandung jaringan muda atau jaringan lain yang bersifat meristematik. Bagian tumbuhan yang dikultur ini disebut sebagai eksplan.

Dalam bidang pertanian, bioteknologi dilakukan dengan cara menanam tanaman dalam media selain tanah, yang disebut hidroponik. Hidroponik adalah teknik menanam tanaman dalam media selain tanah. Penerapannya dilakukan dengan menggunakan media air atau pasir.

Hidroponik dengan media air. Tumbuhan ditanam di dalam air dan ditambah unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan tersebut.

Hidroponik dengan media pasir. Media yang digunakan dapat juga dengan arang, sabut kelapa, atau batubatuan. Dalam teknik ini, sebaiknya ditambahkan unsur -unsur hara. Dalam teknik hidroponik yang perlu diperhatikan adalah kelembapan udara dan intensitas cahaya supaya tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengann baik.

Bioteknologi dalam Bidang Kedokteran

Bioteknologi di bidang kedokteran dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, di antaranya adalah pembuatan antibody monoclonal, terapi gen manusia, pembuatan obet dan vaksin,

Pembuatan Antibodi Monoklonal

Antibodi berupa protein yang dihasilkan oleh sel limfosit B atau sel T untuk melawan antigen atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Secara alami, tubuh memiliki kemampuan untuk memproduksi antibodi. Fusi atau penggabungan antara sel limfosit B dan sel myeloma menghasilkan sel hibridoma. Sel ini berfungsi untuk mengatasi penyakit kanker.

Terapi Gen Manusia

Rekayasa genetik mempunyai potensi untuk memperbaiki kelainan genetik secara individual. Terapi gen merupakan perbaikan kelainan genetik dengan memperbaiki gen. Untuk kelainan genetik yang diakibatkan oleh tidak berfungsinya satu alela, secara teoritis dapat diperbaiki dengan mengganti gen yang tidak normal dengan gen normal dengan menggunakan teknik rekombinasi DNA.

Alela yang baru dapat disisipkan ke dalam sel- sel somatis pada anak- anak dan dewasa, sel-sel germ (se l-sel yang memproduksi gamet), atau sel- sel embrio.

Pembuatan Obat dan Vaksin

Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak dapat diobati sehingga perlu dilakukan pencegahan dengan menggunakan vaksin. Ada dua jenis vaksin tradisional untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu Partikel virus dan virus aktf,. Kedua virus tersebut dapat merangsang tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan penyakit.

Bioteknologi telah mengembangkan dan melakukan modifikasi terhadap vaksin sehingga diperoleh vaksin yang lebih efektif melalui DNA rekombinan dan Rekayasa genetika.

DNA rekombinan dapat menstimulasi pembuatan suatu protein khusus dalam jumlah besar dari selubung protein virus, bakteri, dan mikroba lain. Protein ini dapat memicu terbentuknya respon kekebalan untuk melawan penyakit.

Rekayasa genetika dapat digunakan untuk memodifikasi genom patogen sehingga menjadi lemah. Vaksinasi dengan makhluk hidup yang lemah lebih efektif dari protein vaksin karena hanya dengan memasukkan sedikit saja akan menghasilkan respon kekebalan yang besar.

Bioteknologi dalam Bidang Industri

Dalam bidang industry, bioteknologi seperti Proses fermentasi digunakan untuk pembuatan anggur, antibiotik dan senyawa lain dapat ditingkatkan dan dikembangkan dengan menggunakan teknologi DNA rekombian. Sebagai contohnya adalah penambahan gen pada sintetis amilase ke dalam ragi Saccharomyces memungkinkan mikroorganisme ini untuk mengkonversi tepung menjadi alkohol.

Kegunaan lain adalah mikroba akan mampu melakukan penguraian selulose atau lignin, pembuatan bahan bakar, membersihkan lingkungan dari polutan, menambang logam dari bijih yang berkadar rendah. Strain bakteri Pseudomonas putida misalnya telah dikenal sebagai bakteri yang dapat mendegradasi komponen – komponen minyak yang tumpah di laut.

Pada industry logam, teknik leaching atau ekstraksi logam mulai dari bijih tembaga sampai ke uranium telah dilakukan dengan menggunakan bakteri tertentu dari genus Thiobacillus.

Bioteknologi dalam Bidang Energi

Bakteri yang berfungsi sebagai pengurai, seperti yang hidup di lambung sapi atau hewan memamah biak lainnya, dapat menghasilkan enzim selulosa yang mampu merombak selulosa menjadi karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4). Metana ini merupakan sumber energi yang kemudian disebut sebagai gas bio.

Dengan menggunakan metoda atau teknik sederhana, limbah pertanian atau limbah peternakan dan sampah – sampah yang mengandung selulosa dapat difermentasikan menggunakan bakteri pengurai berubah menjadi gas bio. Gas bio dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor. Adapun sisa limbahnya dapat digunakan untuk pupuk. Bakteri pengurai tersebut terdapat melimpah dan ditemukan di mana- mana.

Daftar Pustaka:

  1. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
  3. Ardra.Biz, 2019, “Kata dalam Artikel aplikasi penerapan bioteknologi konvensional atau tradisional dan bioteknologi modern. Ciri bioteknologi konvensional tradisional dan modern dan Contoh produk bioteknologi di bidang lingkungan dan perternakan.
  4. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
  5. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
  6. Ardra.Biz, 2019, “Contoh produk bioteknologi kesehatan dan kedokteran. Contoh produk bioteknologi konvensional tradisional dan modern. Contoh produk bioteknologi pangan makanan dan pertanian.
  7. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  8. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
  9. Ardra.Biz, 3Mikroorganisme dalam bioteknologi serta Pengertian antibodi monoklonal adalah peran bakteri dalam bioteknologi dan peran bioteknologi bidang pangan makanan dan pertanian.
  10. Ardra.Biz, 2019, “Peran bioteknologi dalam bidang kedokteran dan kesehatan atau peran bioteknologi di bidang lingkungan dan perternakan

Sumber Makanan Beta Karoten Tinggi,

Beta Karoten dalam bahasa Inggris disebut sebagai Beta Carotene.  Beta Carotene merupakan karotenoid yaitu salah satu pigmen tanaman.  Senyawa yang bertanggung jawab terhadap warna jingga atau warna orange pada sejumlah buah – buahan dan sayur – sayuran.

Beta karoten merupakan senyawa anti oksidan kuat yang mampu mencegah penyakit kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat melindungi tubuh dari radiasi yang membahayakan.

Namun demikian, ada penelitian yang menyatakan bahwa Beta karoten dapat meningkatkan resiko kanker paru – paru bagi perokok. Beta karoten pada dasarnya merupakan vitamin yang larut dalam air, biasa disebut sebagai water soluble vitamin.

Sumber Makanan Yang Mengandung Beta Karoten Tinggi

Sumber Beta Karoten terkandung dalam  buah – buahan dan Sayur – sayauran segar seperti  Ubi manis yang dipanggang, wortel, daun bayam (Spinach), daun selada (Romaine Lettuce), Labu yang dimasak, buah melon, paprika merah, buah alpukat, kacang polong, dan brokoli.

Manfaat dan Sumber Makanan Beta Karoten Tinggi,
Manfaat dan Sumber Makanan Beta Karoten Tinggi,

Kandungan Beta Karoten Pada Makanan,

Besarnya Kandungan Beta Karoten dari 100 gram berbagai sumber makanan dapat dilihat pada tabel berikut:

1 Ubi Manis 11.509
2 Wortel 8.332
3 Daun Bayam (spinach) 6.288
4 Daun Selada (Romaine) 5.226
5 Labu dimasak 4.570
6 Buah Melon 2.020
7 Paprika Merah 1.624
8 Buah Aprikot 2.163
9 Kacang Polong 1.250
10 Brokoli 929

 

Kata dalam artikel Kandungan Beta Karoten Pada Makanan dan Pengertian Beta Carotene. Pengertian karotenoid atau pengertian pigmen tanaman serta Pengertian senyawa anti oksidan kuat. Pengertian water soluble vitamin dengan  Contoh Sumber Makanan Yang Mengandung Beta Karoten Tinggi. Manfaat beta karoten untuk kesehatan tubuh.