Arsip Kategori: Ilmu Biologi Materi dan Soal

Fungsi Ginjal bagi manusia, fungsi asam lambung HCL bagi manusia, Fungsi manfaat alkohol, fungsi karbohidrat bagi manusia, fungsi protein bagi tubuh manusia

Sumber Makanan Beta Karoten Tinggi,

Beta Karoten dalam bahasa Inggris disebut sebagai Beta Carotene.  Beta Carotene merupakan karotenoid yaitu salah satu pigmen tanaman.  Senyawa yang bertanggung jawab terhadap warna jingga atau warna orange pada sejumlah buah – buahan dan sayur – sayuran.

Beta karoten merupakan senyawa anti oksidan kuat yang mampu mencegah penyakit kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat melindungi tubuh dari radiasi yang membahayakan.

Namun demikian, ada penelitian yang menyatakan bahwa Beta karoten dapat meningkatkan resiko kanker paru – paru bagi perokok. Beta karoten pada dasarnya merupakan vitamin yang larut dalam air, biasa disebut sebagai water soluble vitamin.

Sumber Makanan Yang Mengandung Beta Karoten Tinggi

Sumber Beta Karoten terkandung dalam  buah – buahan dan Sayur – sayauran segar seperti  Ubi manis yang dipanggang, wortel, daun bayam (Spinach), daun selada (Romaine Lettuce), Labu yang dimasak, buah melon, paprika merah, buah alpukat, kacang polong, dan brokoli.

Manfaat dan Sumber Makanan Beta Karoten Tinggi,

Manfaat dan Sumber Makanan Beta Karoten Tinggi,

Kandungan Beta Karoten Pada Makanan,

Besarnya Kandungan Beta Karoten dari 100 gram berbagai sumber makanan dapat dilihat pada tabel berikut:

1 Ubi Manis 11.509
2 Wortel 8.332
3 Daun Bayam (spinach) 6.288
4 Daun Selada (Romaine) 5.226
5 Labu dimasak 4.570
6 Buah Melon 2.020
7 Paprika Merah 1.624
8 Buah Aprikot 2.163
9 Kacang Polong 1.250
10 Brokoli 929

 

 

Makanan Sumber Vitamin C Tinggi

Vitamin C dalam bahasa kimia biasa disebut dengan Asam Askorbat atau Ascorbic Acid. Vitamin C ini merupakan jenis vitamin yang dapat larut dalam air atau water soluble.

Vitamin C Bagi Kesehatan Tubuh

Vitamin C merupakan salah satu jenis vitamin yang sangat penting bagi tubuh manusia. Vitamin C bermanfaat dalam meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara menangkal berbagai sumber penyakit dan radikal bebas.

Fungsi Vitamin C di dalam tubuh terkait dengan sifat alamiahnya yaitu sebagai antioksidan. Vitamin C berkontribusi dalam banyak proses metabolisme yang berlangsung pada tubuh. Beberapa Fungsi fisiologis yang telah diketahui membutuhkan Vitamin C adalah:

  • Berfungsi sebagai penjaga kesehatan subtansi matrik jaringan ikat
  • Integritas epitel melaui kesehatan zat perekat antar sel
  • Meningkatkan mekanisme immunisasi atau  meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai serangan penyakit dan toksin
  • Berfungsi sebagai penjaga kesehatan epithel pembuluh darah
  • Dapat membantu dalam penurunan kadar kholesteral,
  • Dapat membantu pertumbuhan tulang dan gigi.

Dampak Kekurangan Vitamin C Kesehatan Tubuh

Penyakit yang ditimbulkan oleh kondisi defisiensi atau kekurangan vitamin C disebut dengan skorbut.  Defisiensi ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada  jaringan yang terdapat pada rongga mulut, tulang, dan gigi. Selain itu dapat pula menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kapiler dan jaringan tulang.

Kekurangan  vitamin C   dapat pula menyebabkan terjadinya anemia atau gejala kekurangan darah.

Sumber Makanan Yang Mengandung Protein Tinggi,

Kebutuhan vitamin C bisa dipenuhi dengan mengkonsumsi  buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, dan hati

Sumber Vitamin C  terutama  terdapat pada  buah – buahan segar. Sedangkan Sayuran segar mengadung Vitamin C dalam jumlah sedang. Vitamin C ditemukan dalam jumlah yang sangat tinggi Pada kulit buah. Agak lebih rendah pada daging buah dan lebih rendah lagi di dalam bijihnya.

Kandungan Protein Pada Makanan,

Besarnya Kandungan Vitamin C dari 100 gram sumber makanan dapat dilihat pada tabel berikut:

Sumber Makanan Vitamin C (miligram)
1 Jambu Biji 228
2 Paprika 184
3 Daun Kale yang dimasak 120
4 Kiwi 93
5 Brokoli 89
6 Pepaya 61
7 Kacang Mangetout 60
8 Strawberry 59
9 Jeruk 53
10 Tomat yang dimasak 23

 

 

 

 

Sumber Makanan Protein Tinggi

Protein merupakan zat penting yang dibutuhkan tubuh manusia dan berkontribusi baik dalam pertumbuhan maupun  perbaikan jaringan tubuh. Secara umum Angka Kebutuhan Gizi Harian terhadap Protein oleh seorang wanita berusia 19 sampai dengan 70 tahun adalah 46 gram. Sedangkan untuk pria dengan rentang usia yang sama dibutuhkan protein lebih tinggi yaitu 56 gram.

Dampak Kekurangan Protein Pada Kesehatan Tubuh Manusia.

Karena protein sangat penting untuk tubuh manusia, maka pemenuhannya menjadi suatu keharusan. Jika kebutuhan protein tidak terpenuhi maka akan terjadi beberapa gangguan kesehatan yang diantaranya adalah: kerontokan rambut, gangguan pada pertumbuhan, penyakit marasmus atau penurunan berat badan berlebihan, kwasiorkor (perut membesar, kelelahan berlebihan, kekurangan cairan dan emosi tidak stabil).

Makanan  Yang Mengandung Sumber Protein Tinggi.

Beberapa sumber makanan yang banyak mengandung protein diantaranya adalah: daging sapi tanpa lemak, biji – bijian seperti biji labu dan biji semangka, keju (non – fat Mozzarella), daging domba muda, ikan salmon dan tuna, daging ayam bagian dada, kacang – kacangan seperti kacang soya maang, telur bagian putih telur, tahu, susu, yogurt dan minuman soya.

Kandungan Protein Pada Makanan.

Besarnya Kandungan protein dari 100 gram sumber makanan dapat dilihat pada tabel berikut:

Sumber Makanan Protein (gram)
1 Daging Sapi 36
2 Biji Labu dan Biji Semangka 33
3 Keju, non fat Mozzarella 32
4 Daging Domba Muda 30
5 Ikan Salmon dan Tuna 26
6 Daging Ayam, Dada 18
7 Kacang Soya 17
8 Putih Telur 13
9 Tahu 7
10 Susu, Yogurt, Minuman Soya 6

 

 

 

 

 

Fungsi Sumsum Tulang Belakang Pada Sistem Saraf

Sistem Raraf.

System saraf adalah salah satu system yang berfungsi untuk mengontrol tubuh kita. Misalkan pengontrolan terhadap otot – otot, kelenjar – kelenjar, dan organ – organ tubuh. System saraf akan menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, dan memberikan respon terhadap rangsangan tersebut.

Rangsangan dapat berasal dari dalam tubuh atau internal, misalkan rasa haus, rasa lapar dan sakit. Tetapi dapat pula datangnya dari luar tubuh atau eksternal, misalkan suara, bau, panas dan cahaya.

Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu sebagai penerima dan penghantar rangsang ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan tanggapan terhadap rangsang tersebut. Sel saraf yang menerima rangsangan disebut reseptor. Reseptor dapat dibedakan menjadi eksteroseptor dan interoseptor.

Pada sistem koordinasi, sumsum dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu sumsum lanjutan (atau medulla oblongata) dan sumsum tulang belakang (atau medulla spinalis).

fungsi-sumsum-tulang-belakang-pada-sistem-saraf

fungsi-sumsum-tulang-belakang-pada-sistem-saraf

Sumsum Lanjutan, Medulla Oblongata

Sumsum lanjutan merupakan bagian paling belakang dari otak. Sumsum lanjutan paling atas disebut jembatan Varol. Sumsum lanjutan berfungsi mengatur denyut jantung, menyempitkan pembuluh darah, melakukan gerakan menelan, batuk, bersin, bersendawa, muntah, serta membantu pernapasan.

Sumsum Tulang Belakang, Medulla Spinalis

Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas – ruas tulang belakang yaitu lanjutan dari medulla oblongata memanjang sampai tulang punggung. Tepatnya sampai ruas tulang pinggang kedua atau canalis centralis vertebrae.

Di dalam tulang punggung terdapat sumsum punggung dari cairan serebrospinal yang menyerupai cairan yang ada pada otak.

Pada potongan melintang, bentuk sumsum tulang belakang tampak memiliki dua bagian yaitu bagian luar yang berwarna putih, sedangkan bagian dalamnya memiliki warna abu – abu.

Warna putih pada bagian luar disebabkan oleh kandungan dendrit dan akson yang berbentuk tiang. Sedangkan bagian dalam berwarna abu – abu berbentuk menyerupai sayap seperti huruf H.

Sayap  seperti huruf H yang mengarah ke perut disebut sayap ventral dan banyak neuron motoric dengan akson menuju ke efektor. Sedangkan sayap yang mengarah ke punggung disebut sayap dorsal, dan mengandung badan neuron sensorik.

Fungsi Sumsum Tulang Belakang.

Adapun beberapa fungsi utama dari sumsum tulang belakang di antaranya adalah:

  1. Sebagai pusat gerak reflex
  2. Penghantar impuls sensorik dari kulit atau otok ke otak
  3. Membawa impuls motoric dari otak ke efektor.

Daftar Pustaka:

Fungsi Jaringan Epitel, Jenis Jaringan Hewan

Pengertian.

Kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan membentuk jaringan. Hewan vertebrata mempunyai empat macam jaringan utama yaitu jaringan epitelium, jaringan otot, jaringan saraf, dan jaringan ikat.

Jenis – Jenis Jaringan Epitel.

Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh, rongga tubuh, atau permukaan saluran tubuh hewan serta kelenjar untuk ekskresi. Berdasarkan fungsinya Epitel dibagi menjadi epitel pelindung, epitel kelenjar, epitel penyerap, dan epitel indra.

fungsi-jaringan-epitel-hewan

fungsi-jaringan-epitel-hewan

Berdasarkan bentuk dan susunannya, jaringan epitel dapat dikompokkan menjadi epitel pipih selapis, epitel pipih berlapis, epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis banyak, epitel silindris berlapis semu, epitel kubus selapis, epitel kubus berlapis banyak, dan epitel transisi.

Fungsi Jaringan Epitel.

Adapun beberapa fungsi epitel di antaranya adalah:

Epitel memiliki fungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya, contoh epidermis atau kulit.

Epitel mempunyai fungsi sebagai kelenjar sekresi yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Pada Kelenjar eksokrin, hasil sekresinya dialirkan melalui saluran misalnya kelenjar keringat, kelenjar ludah.

Pada kelenjar endokrin, hasil sekresinya tidak dialirkan melalui saluran, tetapi langsung ke dalam darah, misalnya pada kelenjar tiroid, kelenjar adrenal dan kelenjar hormone yang lain.

Epitel berperan dalam proses penyerapan. Contohnya epitel usus halus dan epitel nefron ginjal.

Selain itu epitel juga berfungsi untuk menerima rangsangan dari luar. Epitel ini disebut juga epitel sensori tau neuroepitelium. Contohnya epitel pada alat – alat indra.

Contoh Soal Dan Pembahasan Materi Jaringan Hewan

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari jaringan hewan.

1.. mengatur segala aktivitas tubuh

2.. menerima rangsangan dari luar

3.. melakukan gerak pada berbagai bagian tubuh

4.. melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya

5.. sebagai alat sekresi

Yang merupakan fungsi dari jaringan epitel adalah:

A.. 1 dan 2.    .B.. 1 dan 4.

.C.. 2 dan 3.    .D.. 3 dan 5.

.E.. 4 dan 5.

Jawaban: E

Pembahasan:

Fungsi jaringa epitel adalah:

  1. Melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya, contohnya epidermis kulit.
  2. Sebagai alat sekresi, contohnya kelenjar tiroid.
  3. Melakukan penyerapan secara intensif, contohnya epitelium usus halus
  4. Menerima rangsangan dari luar, contohnya epitel pada alat indra.

Daftar Pustaka:

Fungsi klorofil Pada Tumbuhan, Manfaat Kloroplas Tanaman

Kloroplas

Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil. Plastida merupakan organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Plastida organel mengandung pigmen. Di dalam kloroplas inilah berlangsungnya proses fotosintesis.

Fotosintesis adalah peristiwa penggunaan energy cahaya untuk membentuk senyawa dasar karbohidrat dari karbon dioksida dan air.

Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman yaitu Palisade (sel – sel jaringan tiang) dan spon (sel – sel jaringan bunga karang). Kloroplas tersusun dari stroma, tilakoid, dan grana.

fungsi-klorofil-bagi-kehidupan-tumbuhan

fungsi-klorofil-bagi-kehidupan-tumbuhan

Susunan Kloroplas.

Stroma.

Stroma adalah struktur kosong di dalam kloroplas yang merupakan tempat glukosa dibentuk dari CO2 dan H2O.

Tilakoid.

Tilakoid merupakan struktur cakram yang terbentuk dari pelipatan membrane dalam kloroplas. Membrane tilakoid menangkap energy cahaya dan mengubahnya menjadi energy kimia.’

Grana.

Grana merupakan satu tumpukan tilakoid.

Pada sel tumbuhan, kloroplas umumnya dijumpai dalam bentuk cakram dengan diameter antara 5 – 8 μm dengan tebal 2 – 4 μm. Kloroplas mengandung matriks cair yang dibungkus oleh suatu membrane. Membrane ini disebut dengan stroma.

Klorofil

Di dalam stroma terdapat tilakoid yang mengandung klorofil. Tilakoid mempunyai struktur yang membentuk tumpukan yang disebut dengan granum, kalau jamak disebut grana. Klorofil terletak pada bagian yang disebut dengan kuantosom.

Fungsi Klorofil Pada Tumbuhan.

Warna hijau klorofil yang tergabung dalam membrane akan memberi warna hijau pada kloroplas dan sel serta jaringan tumbuhan yang terkena cahaya.

Klorofil menangkap energi matahari yang kemudian digunakan untuk proses fotosintesis zat makanan. Jadi sebenarnya,  kloroplas merupakan tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Pada proses fotosintesis terjadi reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi gelap berlangsung di dalam stroma. Sedangkan reaksi terang berlangsung di dalam membrane tilakoid.

Kloroplas mengandung pigmen klorofil dan karotenoid. Pigmen-pigmen fotosintesis tumbuhan tingkat tinggi dikelomopkan menjadi dua jenis, yaitu klorofil dan karotenoid. Kedua pigmen ini memiliki fungsi dalam penyerapan energi cahaya, kemudian mengubahnya menjadi energi kimia. Kedua pigmen ini terletak di membran kloroplas.

Klorofil berfungsi menyerap sinar merah dan biru-ungu, memantulkan sinar hijau, kecuali bila tertutup oleh pigmen warna lain.

Karotenoid merupakan pigmen berwarna kuning, oranye, merah atau coklat yang menyerap sinar bergelombang antara biru-ungu.

Daftar Pustaka

 

Fungsi Pembuluh Limfa Getah Bening

Selain pembuluh darah, manusia juga memiliki pembuluh limfa. Pembuluh limfa disebut juga pembuluh getah bening. Limfa adalah cairan yang menggenangi jaringan tubuh. Limfa memiliki sistem peredaran sendiri yang dimulai dari jaringan sampai ke vena. Peredaran limfa tidak selalu melalui pembuluh sehingga disebut peredaran terbuka.

Cairan limfa tidak mengandung eritrosit dan trombosit, namun banyak mengandung sel darah putih, yaitu limfosit. Limfa berperan dalam pengangkutan sisa metabolisme, lemak dari usus, dan berperan dalam melawan serangan  kuman.

fungsi-pembuluh-limfa-getah-bening

fungsi-pembuluh-limfa-getah-bening

Jenis – jenis Kelenjar Limfa

Beberapa getah bening yang besar adalah:

Kelenjar limfa lipat siku, lipat paha, ketiak, lutut, dan leher

Kelenjar selaput lender usus. Pembuluh limfa yang berasal dari selaput lender usus disebut pembuluh kil.

Kelenjar folikel bawah lidah

Kelenjar pada tonsil amandel dan adenoid.

Fungsi Limfa Getah Bening

Beberapa fungsi limfa di antaranya adalah:

Limfa mempunyai fungsi untuk mengabsorpsi lemak di usus halus dan kemudian mengangkutnya ke darah.

Limfa berfungsi mengambil kelebihan cairan jaringan dan mengembalikannya ke sistem peredaran darah.

Selain itu, limfa memiliki fungsi yang sangat penting dalam membantu tubuh untuk mempertahankan dari beragam penyakit.

Cara Kerja Limfa

Peredaran limfa dimulai dari jaringan dan berakhir pada pembuluh balik di bawah selangka. Limfa didistribusikan di dalam tubuh dengan mengandalkan kontraksi otot-otot rangka. Tubuh  manusia memiliki beberapa nodus limfa.

Nodus tersebut terdiri dari sinus-sinus, yaitu ruangan tempat penyaringan bahan-bahan yang sudah diabsorpsi atau dihilangkan dari jaringan oleh sel darah putih (makrofag).

Cairan limfa berasal dari plasma darah dalam kapiler darah yang keluar menuju jaringan tubuh. Kemudian, cairan limfa ini masuk ke dalam dua macam pembuluh getah bening, yaitu duktus limfatikus dekster dan duktus toraksikus sinister.

Duktus limfatikus dekster ialah pembuluh yang mengalirkan cairan limfa dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, dan tangan sebelah kanan masuk ke pembuluh balik bawah tulang selangka kanan.

Sedangkan, duktus toraksikus sinister ialah pembuluh yang mengalirkan cairan limfa dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, dan tangan sebelah kiri masuk ke pembuluh balik di bawah tulang selangka kiri.

Pembuluh limfa dada merupakan tempat bermuaranya pembuluh lemak atau pembuluh kil.  Lemak inilah yang menimbulkan cairan limfa berwarna kuning keputih – putihan. Di sepanjang pembuluh limfa terdapat kelenjar – kelenjar limfa atau nodus. Kelenjar ini berfungsi untuj menyaring kuman.

Daftar Pustaka:

Tahap Proses DNA Rekombinan, Rekayasa Genetika,

DNA (Deoxyribonucleic acid) bertanggung jawab dalam menentukan sifat – sifat yang dimiliki oleh makhluk hidup. DNA mempunyai susunan struktur yang khas untuk tiap organismenya.

Untaian DNA dapat diubah susunannya, sehingga akan diperoleh untaian baru yang mengekspresikan sifat – sifat baru yang diinginkan. Perubahan susunan DNA ini diperoleh dengan teknik atau metoda DNA rekombinan.

Manfaat Tahapan Teknologi dna-rekombinan-pengertian-penjelasan-contoh-soal-pembahasan

Manfaat Tahapan Teknologi dna-rekombinan-pengertian-penjelasan-contoh-soal-pembahasan

Tahap DNA Rekombinan.

Teknologi DNA rekombinan banyak melibatkan bakteri atau virus sebagai vektor (perantara). Proses DNA rekombinan dilakukan dengan 3 tahapan. Tahap pertama adalah mengisolasi DNA, tahap kedua memotong dan menyambung DNA (transplantasi gen atau DNA), dan tahap ketiga memasukkan DNA ke dalam sel hidup.

Isolasi DNA

Isolasi DNA dilakukan dengan tujuan untuk memilih dan memisahkan DNA maupun gen yang dikehendaki. Isolasi ini dilakukan dengan cara mengekstrak kromosom dari organisme donor. DNA dalam kromosom yang dipilih atau diambil  harus dipotong terlebih dahulu. Pemotongan gen dalam satu untaian DNA menggunakan enzim endonuklease restriksi. Enzim ini berperan sebagai gunting biologi.

Memotong Dan Menyambung DNA

DNA dari suatu organisme dapat diisolasi dengan memotongnya menjadi segmen-segmen kecil dengan  menggunakan enzim tersebut. Bagian Segmen DNA yang diperoleh, kemudian dimasukkan dalam suatu vektor.

Vektor ini harus dapat berikatan dengan gen, memperbanyak, dan mengekspresikan gen tersebut. Vektor (organisme pembawa) pada proses ini adalah plasmid atau virus.

Plasmid adalah rantai DNA melingkar di luar kromosom bakteri. Plasmid maupun DNA virus harus dipotong terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai vektor. Pemotongan ini menggunakan enzim endonuklease restriksi.

Gen atau DNA yang telah diisolasi selanjutnya dicangkokkan ke dalam plasmid. Proses pencangkokan ini dikenal dengan sebutan transplantasi gen. Transplantasi dilakukan dengan cara mencangkokkan (atau menyambung) gen yang telah diisolasi ke dalam DNA plasmid vektor.

Penyambungan gen tersebut menggunakan enzim ligase yang mampu menyambungkan ujung- ujung nukleotida. Enzim ligase berfungsi  sebagai lem biologi. Setelah proses penyambungan ini, maka vektor mengandung DNA asli dan DNA sisipan (asing).

Dengan demikian, didapatkan organisme dengan rantai DNA gabungan atau kombinasi baru. Rantai DNA gabungan atau kombinasi baru ini disebut DNA rekombinan.

Memasukan Ke Sel Hidup

DNA baru yang telah membawa segmen DNA cangkokan kemudian memasuki tahapan akhir, yaitu dimasukkan ke dalam vektor sel bakteri maupun virus. Pemasukan ini melalui proses pemanasan dalam larutan NaCl atau melalui proses elektroporasi.

Kemudian, bakteri ini (misalkan saja: Escherichia coli) melakukan replikasi dengan cara membelah diri. Melalui proses pembelahan ini, didapatkan plasmid-plasmid hasil dari transplantasi gen (DNA rekombinan) dalam jumlah banyak.

DNA rekombinan merupakan teknik atau metoda yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan organisme transgenik (dengan melalui transplantasi gen). Selain menggunakan teknologi DNA rekombinan, dapat juga menggunakan prinsip lain yaitu dengan menggunakan prinsip fusi protoplasma.

Daftar Pustaka:

Adenosin Trifosfat (ATP) Fungsi Bagi Tubuh Manusia

Pengertian.

Adenosin Trifosfat (ATP) merupakan senyawa kimia yang memiliki energi tinggi. ATP tersusun dari ikatan adenin purin terikat pada gula yang mengandung 5 atom C, yaitu ribose dan tiga gugus fosfat. Meskipun digolongkan sebagai molekul berenergi tinggi, namun demikian ikatan kimianya labil dan mudah melepaskan gugus fosfatnya.

ATP terbentuk dari adenosina dan tiga gugus fosfat. Rumus empiris ATP adalah C10H16N5O13P3, sedangan rumus kimianya adalah C10H8N4O2NH2(OH)2(PO3H)3H. ATP memiliki massa molar  507.18 g mol−1.

fungsi-adenosin-trifosfat-atp-bagi-tubuh Manusia

fungsi-adenosin-trifosfat-atp-bagi-tubuh Manusia

Ketika sel memerlukan energi, maka ATP dapat segera dipecah atau dikonversi melalui reaksi hidrolisis (yaitu reaksi dengan air) dan terbentuk energi yang sifatnya mobil. Energi yang terbentuk ini dapat diangkut dan digunakan oleh seluruh bagian sel tersebut.

Energi yang terkandung dalam ATP baru dapat digunakan, jika ATP terlebih dahulu dipecah melalui reaksi hidrolisis dengan cara melepaskan 2 ikatan fosfat, yaitu antara ikatan fosfat kedua dan ketiga kemudian dihasilkan Adenosin Difosfat (ADP).

Energy yang dihasilkan dari reaksi hidrolisis digunakan oleh sel untuk melakukan berbagai aktivitasnya. Proses Konversi  ATP menjadi ADP disertai dengan pembebasan atau pelepasan energi sebesar 7,3 kalori/ mol.

Peristiwa perubahan atau konversi ATP menjadi ADP merupakan reaksi yang dapat balik atau reversible. Reaksi perubahannya dapat dituliskan sebagai berikut.

ATP = ADP + P + 7,3 kal/mol

Karena fungsi ATP sebagai penyimpan energi yang sewaktu-waktu siap digunakan dan bersifat universal (reaksi bolak balik), maka disebut sebagai universal energy carrier. Sel mampu menggunakan energi ATP tersebut dengan sangat efektif. Hal ini karena penggunaan energy ini hanya berlangsung satu sistem yaitu dengan hanya mengambil energi dari sumber ATP.

Daftar Pustaka:

Energi Yang Dibutuhkan Untuk Kontraksi Otot

Fungsi Otot Manusia

Fungsi utama otot manusia adalah sebagai alat gerak aktif. Hal ini dikarenakan adanya kemampuan dari sel – sel otot untuk berkontraksi. Kontraksi sel – sel otot dikendalikan oleh sel –sel saraf. Otot rangka melekat pada tulang melalui tendon. Tendon ini merupakan jaringan ikat padat.

Tendon yang melekat pada tulang yang bergerak disebut insersi. Tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo. Ukuran Otot dapat berubah sesuai dengan seberapa sering otot dilatih atau digerakan.

Energi Untuk Konstraksi Otot, Cara Otot Berkontraksi, Pembahasan Contoh Soal Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot.

Energi Untuk Kontraksi Otot, Cara Otot Berkontraksi, Pembahasan Mekanisme Kontraksi Otot Manusia. Fungsi Utama Otot.

Otot yang sering dilatih akan membesar dan sebaliknya yang jarang dilatih akan mengecil. Otot yang membesar disebut hipertrofi sedangkan yang mengecil disebut atrofi.

Mekanisme Kontraksi Otot

Mekanisme kontraksi otot dipengaruhi oleh aktivitas protein aktin dan myosin. Pergeseran filament aktin yang tipis pada filament myosin yang tebal menyebabkan otot berkontraksi. Mekanisme kontraksi otot berlangsung dalam beberapa tahapan.

  • Pusat motoric di otak mengirimkan impul atau rangsangan menuju otot melalui saraf motoric atau saraf kranial dan saraf spinal.
  • Sesampainya di ujung akson saraf motoric, rangsang dilanjutkan oleh neorohumor (atau hormone saraf) berupa asetilkolin atau epinefrin (adrenalin) menuju ke otot (atau reseptor pada otot) yang memiliki aktin.
  • Setelah rangsang sampai di reseptor, energy akan dilepaskan. Aktin akan bergesar. Zona H mengecil bahkan dapat menghilang dan sarkomer memendek. Garis saling mendekat dan otot berkontraksi atau berkerut. Jarak anta garis Z satu dengan garis Z lainnya disebut sarkomer.
  • Setelah kontraksi, ujung saraf motoric mengeluarkan suatu zat yang dapat menetralisasi atau menghambat kerja neurohumor yang dihasilkan sebelumnya. Selain itu terjadi kolinesterasi untuk menghambat asetil kolin dan mono amina oksida (MAO) serta menghambat epinefrin adrenalin. Sehingga aktin (atau miofilamen tipis) dan myosin (miofilamen tebal) merenggang. Zona H terbuka. Garis Z satu dan Garis Z lainnya saling menjauh. Otot kembali relaksasi.

Energi Yang Digunakan Untuk Kontraksi Otot.

Energy awal yang dibutuhkan untuk berkontraksi berasal dari penguraian ATP (adenosine trifosfat) dan CP (kreatin fosfat) yang tersedia di dalam otot. ATP dan CP yang dapat digunakan adalah ATP dan CP yang memiliki energi tinggi. Energy ini akan menggerakan filament penghubung antara aktin dan myosin.

Adapun proses penguraian ATP- nya adalah sebagai berikuti:

ATP → ADP + P + Energi

ADP → AMP + P + Energi

Proses penguraian kratin fosfatnya adalah sebagai berikut:

Kreatin fosfat → Kreatin + P + Energi

Energy dari penguraian ATP dan Kreatin dalam otot ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan otot selama 15 detik. Jika aktivitas otot berlanjut dan persediaan kreatin habis, maka energinya diperoleh dari penguraian glukogen yang ada di otot.

Selain dari penguraian glukogen, glokosa darah juga dimanfaatkan sebagai sumber energy untuk kontraksi otot.

Jika energy untuk kegiatan otot secara aerob tidak mencukupi, maka proses glukolisis akan dipercepat dan terjadi proses pembentukan asam laktat.  Adapun reaksinya adalah sebagai berikut:

Asam Piruvat + 2 NADH2 → Asam Laktat + 2 NAD

Asam Laktat + O2 → CO2 + H2O

Asam laktat yang terbentuk dalam otot akan dirubah menjadi karbon dioksida dan air. Penguraian asam laktat ini berlangsung dengan adanya oksigen.

Daftar Pustaka: