Faktor yang Mempengaruhi Evolusi

Pengertian Evolusi. Evolusi berasal dari kata evolve yang artinya perubahan. Dengan demikian, evolusi dapat diartikan sebagai perubahan atau perkembangan struktur makhluk hidup menjadi lebih adaptif dalam waktu yang lama. Evolusi ini terjadi secara perlahan dan terjadi pada populasi makhluk hidup.

Evolusi merupakan ilmu yang mempelajari perubahan- perubahan organisme yang berangsur angsur menuju kepada kesesuaian dengan waktu dan tempat. Dari definisi tersebut, evolusi tidak akan pernah membuktikan bagaimana kera berubah menjadi manusia.

Evolusi bukan proses perubahan dari suatu organisme (spesies) ke organisme (spesies) yang lain. Evolusi merupakan perubahan frekuensi alel suatu populasi per satuan waktu. Menurut teori evolusi, kera mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat dengan manusia. Teori evolusi tidak menerangkan bahwa kera adalah nenek moyang langsung dari manusia.

Pada dasarnya, teori evolusi menjelaskan bahwa perubahan frekuensi alel dari suatu populasi merupakan proses evolusi. Dengan demikian, semua organisme berevolusi dari waktu ke waktu

Evolusi merupakan perubahan makhluk hidup dalam jangka waktu yang lama dan berlangsung perlahan-lahan. Perubahan ini terjadi dalam satu populasi dan diturunkan dari generasi ke generasi.

Dalam suatu lingkungan, sifat- sifat genetik menentukan keanekaragaman makhluk hidup, keanekaragaman ini meliputi struktur, tingkah laku, dan lain-lain. Jika terjadi perubahan materi genetik, maka terjadi perubahan sifat pada keturunan keturunannya. Hal ini menyebabkan munculnya spesies baru. Perubahan materi genetik ini disebut mutasi.

Faktor yang Mempengaruhi Evolusi

Evolusi  dapat terjadi akibat  adanya pengaruh dari beberpa faktor seperti seleksi alam, migrasi dan rekombinasi gen.

Pengaruh Seleksi Alam Terhadap Evolusi

Evolusi melalui seleksi alami terjadi pada populasi suatu spesies yang berubah dari waktu ke waktu. Seleksi alami dapat memengaruhi populasi melalui tiga macam seleksi alam, yakni seleki alami mengarah, seleksi alami stabilisasi, dan seleksi alami disruptif.

Lingkungan atau Alam secara alami melakukan seleksi terhadap makhluk hidup yang ada di dalamnya. Hanya makhluk hidup yang dapat beradaptasi atau mengikuti perubahan alamnya yang dapat mampu bertahan hidup dan berkembang biak, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan punah dan gagal melangsungkan kehidupannya.

Dengan demikian Seleksi alam sebenarnya menyatakan bahwa makhluk hidup yang lebih mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan kondisi alam habitatnya akan mendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan hidup.

Sebaliknya, makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi akan punah. Sebagai contoh sekelompok rusa yang hidup di bawah ancaman dari hewan hewan pemangsa seperti macan, harimau, singa, dan citah, secara alamiah rusa- rusa yang mampu berlari kencang dapat bertahan hidup dan dapat melanjutkan keturunannya. Sebaliknya, rusa yang lemah, dan rusa yang sakit sakitan, atau rusa tidak dapat berlari dengan kencang akan mati dan tidak dapat meneruskan keturunannya.

Pengearuh Migrasi Terhadap Evolusi

Migrasi adalah perpindahan spesies- spesies dari tempat semula ke tempat tempat baru. Perpindahan tersebut menghasilkan pola kehidupan baru yang mendukung untuk terjadinya perubahan pada spesies- spesies tersebut.

Spesies yang menghuni atau menempati suatu daerah terpisah oleh geografis tertentu, misalnya lautan. Keadaan ini tidak memungkinkan terjadinya perpindahan secara normal dari satu daerah ke daerah yang lain.

Sebagai contoh, spesies Xylocopa nobilis (kumbang kayu) yang dapat ditemukan di berbagai daerah di Pulau Sulawesi dan sekitarnya. Kumbang- kumbang tersebut menunjukkan perbedaan genetik.

Generasi generasi yang terbentuk Pada tempat yang baru akan berbeda dari spesies- spesies nenek moyang asal- usulnya.

Pengaruh Rekombinasi Gen Terhadap Evolusi

Rekombinasi gen merupakan mekanisme penting untuk terjadinya evolusi. Rekombinasi genetik berlangsung melalui perkembangan generatif. Sehingga, reproduksi seksual merupakan faktor penting dalam proses evolusi.

Rekombinasi gen terjadi melalui perkawinan yang menyebabkan perubahan frekuensi gen pada generasi berikutnya. Melalui perkawinan silang, dimungkinkan akan dihasilkan varietas baru.

Varietas baru ini terjadi akibat pembuahan atau penyerbukan dari individu lain sehingga terjadi rekombinasi gen. Rekombinasi gen- gen yang disebabkan oleh perkawinan silang merupakan dasar terjadinya evolusi, karena melalui rekombinasi memungkinkan adanya variasi baru.

Jika varietas- varietas baru yang terbentuk menempati suatu daerah yang sangat berbeda dan tidak memungkinkan terjadinya interhibridisasi, maka kedua varietas baru tersebut akan mengalami perubahan- perubahan yang pada akhirnya dapat menjadi dua spesies yang berbeda.

Pengaruh Spesiasi Pada Evolusi

Suatu spesies terbentuk melalui mekanisme tertentu. Proses pembentukan spesies disebut spesiasi. Para ilmuwan membedakan spesies berdasarkan kemampuan organisme untuk dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil (subur) atau memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.

Memiliki kemampuan berarti kedua organisme tersebut dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan fertil, meskipun hal tersebut tidak terjadi di alam.

    Daftar Pustaka

    Pengertian Evolusi dengan Evolusi frekuensi alel dan Teori Evolusi atau Proses Evolusi. Evolusi makhluk hidup dengan Faktor yang Mempengaruhi Evolusi atau Yang menyebabkan terjadinya evolusi.

    Pengaruh Seleksi Alam Terhadap Evolusi dengan Contoh Evolusi seleksi alam dan Pengearuh Migrasi Terhadap Evolusi. Contoh Evolusi migrasi dan Pengaruh Rekombinasi Gen Terhadap Evolusi serta contoh evolusi rokombinasi gen. Evolusi perkawinan silang atau Pengaruh Spesiasi Pada Evolusi, contoh evolusi spesiasi.

    Jenis Jenis Evolusi

    Pengertian Evolusi. Evolusi berasal dari kata evolve yang artinya perubahan. Dengan demikian, evolusi dapat diartikan sebagai perubahan atau perkembangan struktur makhluk hidup menjadi lebih adaptif dalam waktu yang lama. Evolusi ini terjadi secara perlahan dan terjadi pada populasi makhluk hidup.

    Evolusi adalah suatu perubahan pada makhluk hidup yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang lama sehingga terbentuk spesies baru.

    Sedangkan, berdasarkan ilmu biologi, evolusi merupakan cabang biologi yang mempelajari sejarah asal-usul makhluk hidup dan keterkaitan genetik antara makhluk hidup satu dengan yang lain.

    Evolusi Secara Biologi.

    Evolusi biologi mencakup dua peristiwa, yaitu:

    1) evolusi anorganik merupakan evolusi mengenai asal-usul makhluk hidup yang ada di muka bumi, berdasarkan fakta dan penalaran teoritis;

    2) evolusi organik (evolusi biologis) merupakan evolusi filogenetis, yaitu mengenai asal-usul spesies dan hubungan kekerabatannya.

    Kajian yang membahas tentang kejadian makhluk hidup yang bisa beraneka ragam di bumi ini disebut dengan Teori Evolusi.

    Para ahli biologi telah mengakui bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk hidup pada masa lalu. Bukti adanya petunjuk kehidupan pada masa lalu yang berbeda terdapat pada tiap-tiap lapisan bumi dengan adanya perubahan yang nyata dari masa ke masa.

    Jenis Jenis Evolusi.

    Proses evolusi dapat dibedakan atas dasar faktor-faktor berikut.

    Evolusi berdasarkan arahnya

    Berdasarkan pada arahnya evolusi dapat dibedakan menjadi evolusi progresif dan evolusi regresif seperti berikut.

    Evolusi Progresif

    Evolusi progresif merupakan evolusi menuju pada kemungkinan yang dapat bertahan hidup (survival). Proses ini dapat dijumpai melalui peristiwa evolusi yang terjadi pada burung Finch.

    Evolusi Regresif

    Evolusi regresif merupakan proses menuju pada kemungkinan kepunahan. Hal ini dapat dijumpai melalui peristiwa evolusi yang terjadi pada hewan dinosaurus.

    Evolusi Berdasarkan Skala Perubahan

    Berdasarkan pada skala perubahannya evolusi dapat dikatagorikan menjadi makroevolusi dan mikroevolusi.

    Makroevolusi

    Makroevolusi adalah perubahan evolusi yang dapat mengakibatkan perubahan dalam skala besar. Adanya makroevolusi dapat mengarah kepada terbentuknya spesies baru.

    MikroEvolusi

    Mikroevolusi adalah proses evolusi yang hanya mengakibatkan perubahan dalam skala kecil. Mikroevolusi ini hanya mengarah kepada terjadinya perubahan pada frekuensi gen atau kromosom

    Evolusi Berdasarkan Hasil Akhir

    Berdasarkan hasil akhirnya evolusi dapat dibagi menjadi evolusi divergen dan evolusi konvergen.

    Evolusi Divergen

    Evolusi divergen merupakan proses evolusi yang perubahannya berasal dari satu spesies menjadi banyak spesies baru. Evolusi divergen ditemukan pada peristiwa terdapatnya lima jari pada vertebrata yang berasal dari nenek moyang yang sama dan sekarang dimiliki oleh bangsa primata dan manusia.

    Evolusi Konvergen Evolusi konvergen adalah proses evolusi yang perubahannya didasarkan pada adanya kesamaan struktur antara dua organ atau organisme pada garis sama dari nenek moyang yang sama. Hal ini dapat ditemukan pada hiu dan lumba-lumba. Ikan hiu dan lumba-lumba terlihat sama seperti organisme yang berkerabat dekat, tetapi ternyata hiu termasuk dalam pisces, sedangkan ikan lumba-lumba termasuk dalam mamalia.

      Daftar Pustaka

      Jenis Jenis Evolusi dengan Pengertian Evolusi dan Pengertian Evolusi Secara Biologi atau evolusi anorganik serta evolusi organik atau evolusi biologis. Evolusi filogenetis dan Evolusi berdasarkan arahnya atau Evolusi Progresif yang peristiwa evolusi burung Finch. Evolusi Regresif dan Evolusi Berdasarkan Skala Perubahan namun Pengertian Makroevolusi dan Pengertian MikroEvolusi.

      Evolusi Berdasarkan Hasil Akhir dengan Evolusi Divergen dan Evolusi Konvergen. Contoh evolusi divergen dan konvergen dan contoh makroevolusi dan mikroevolusi. Contoh evolusi organic dan anorganik atau contoh evolusi biologi.

      Biotik dan Abiotik Ekosistem

      Pengertian Ekosistem. Istilah ekosistem berasal dari kata oikos yang berarti rumah sendiri dan sistema yang berarti terdiri dari bagian- bagian yang utuh atau saling mempengaruhi. Sederhananya, ekosistem dapat diartikan sebagai sistem yang dibentuk di suatu daerah dan memiliki hubungan timbal balik antara komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik) atau dengan lingkungannya.

      Jadi Ekosistem merupakan kesatuan komunitas yang lingkungan hidupnya saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik. Oleh karenanya, ekosistem biasa disebut sebagai sistem lingkungan.

      Pengertian Ekosistem Alami dan Ekosistem Buatan

      Berdasarkan pada proses terjadinya, ekosistem dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami merupakan ekosistem yang terbentuk oleh adanya pengaruh alam sekitar, bukan karena dibentuk atau dibuat oleh manusia. Contoh ekosistem alami adalah sungai, laut, danau, hutan, dan gunung, sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibentuk atau diuat oleh manusia. Contoh ekosistem buatan adalah kolam ikan, akuarium, waduk, dan sawah.

      Pengertian Biosfer

      Ekosistem mempunyai ukuran dan bentuk yang bervariasi. Ekosistem yang kecil akan membentuk suatu ekosistem yang lebih besar. Seluruh ekosistem di muka bumi ini akan membentuk satu ekosistem yang lebih besar yang disebut sebagai biosfer.

      Komponen Ekosistem

      Ekosistem tersusun dari komponen hidup atau makhluk hidup atau benda hidup yang disebut sebagai biotik dan komponen tak hidup atau makhluk tak hidup atau benda tak hidup yang disebut sebagai abiotik.

      Pengertian Biotik

      Komponen biotik merupakan bagian ekosistem yang terdiri atas makhluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup pengurai. Berdasarkan fungsinya di dalam ekosistem, komponen biotik dibedakan menjadi tiga macam, yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer (pengurai).

      Masing-masing mempunyai fungsi yang berbedabeda. Produsen berfungsi sebagai penghasil makanan, konsumen sebagai pemakan, dan dekomposer menjadi pengurainya.

      Pengertian Produsen Ekositem Biotik

      Produsen merupakan makhluk hidup yang dapat menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup lainnya. Semua tumbuhan yang memiliki klorofil merupakan produsen karena dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis.

      Fotosintesis dapat terjadi dengan bantuan cahaya matahari. Hasil fotosintesis berupa gula yang kemudian dapat diurai menjadi lemak, protein, karbohidrat, dan vitamin yang dapat menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya.

      Pengertian Konsumen Ekosistem Biotik

      Konsumen merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai pemakan bahan organik atau energi yang dihasilkan oleh produsen yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Singkatnya, konsumen adalah pemakan.

      Manusia, hewan, dan tumbuhan tak berklorofil merupakan konsumen karena tidak dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik sehingga manusia, hewan, dan tumbuhan tak berklorofil disebut konsumen. Dengan demikian, kehidupan konsumen sangat bergantung kepada produsen.

      Pengertian Dekomposer atau Pengurai

      Mikroorganisme merupakan pengurai atau sering disebut dengan dekomposer. Sampah yang menumpuk akan diurai oleh bakteri pembusuk dan jamur. Sisa makanan, bangkai binatang, dan sisa bahan organik lainnya menjadi sumber makanan bagi bakteri pembusuk.

      Setelah diurai oleh bakteri, sisa bahan organic tersebut membusuk dan menjadi komponen penyusun tanah. Tanah menjadi subur dan baik untuk ditanami. Begitu seterusnya sehingga tanaman sebagai produsen dikonsumsi oleh konsumen primer dan sampai pada akhirnya konsumen akhir mati dan diuraikan oleh dekomposer.

      Berdasarkan sumber makanan makhluk hidup, komponen biotik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

      1. Makhluk Hidup Autotrof

      Makhluk hidup Autotrof merupakan makhluk hidup yang mampu membuat makanan sendiri dengan cara mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik (dapat membuat makanan sendiri).

      Makhluk hidup ini merupakan semua makhluk hidup yang mengandung klorofil sehingga dengan bantuan sinar matahari dapat melakukan fotosintesis. Contohnya, produsen atau tumbuhan hijau.

      Organisme autotroph dibedakan menjadi dua tipe Yaitu Fotoautotrop dan Kemoautotrop

      a) Fotoautotrop adalah organisme yang dapat menggunakan sumber energi cahaya untuk mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Contohnya tumbuhan hijau.

      b) Kemoautotrop adalah organisme yang dapat memanfaatkan energi dari reaksi kimia untuk membuat makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya bakteri nitrit dan nitrat

      2. Makhluk Hidup Heterotrof

      Makhluk hidup Heterotrof adalah makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri karena tidak dapat mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Makhluk hidup ini dapat memperoleh makanan dengan cara memakan makhluk hidup lain. Contohnya makhluk hidup herbivor, karnivor, dan omnivor.

      Pengertian Komponen Abiotik

      Komponen abiotik suatu ekosistem merupakan keadaan fisik dan kimia yang menyertai kehidupan organisme sebagai media dan substrat kehidupan.

      Komponen abiotik terdiri dari segala sesuatu tak hidup dan secara langsung terkait pada keberadaan organisme, antara lain adalah cahaya matahari, temperature tanah, air, oksigen, udara dan sebagainya.

      Komponen Abiotik Cahaya Matahari

      Dalam berfotosintesis, tumbuhan hijau memerlukan cahaya matahari. Tanpa adanya cahaya matahari, tumbuhan hijau tidak dapat melakukan fotosintesis. Dengan kata lain, cahaya matahari adalah sumber energi utama dalam proses fotosintesis.

      Hasil fotosintesis yang berupa bahan organik dimanfaatkan oleh hewan dan manusia sebagai sumber makanan. Secara tidak langsung, cahaya matahari merupakan sumber energi utama dalam ekosistem.

      Selain itu, cahaya matahari juga berpengaruh terhadap keberadaan siang, malam, dan suhu lingkungan.

      Komponen Abiotik Oksigen dan Karbon Dioksida

      Oksigen diperlukan oleh hewan, tumbuhan, dan manusia dalam proses respirasi. Pada respirasi dikeluarkan gas karbon dioksida. Karbon dioksida diperlukan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis.

      Dalam proses fotosintesis akan dilepaskan oksigen. Dengan demikian, terjadi siklus oksigen dan karbon dioksida dalam proses pernapasan dan fotosintesis.

      Komponen Abiotik Air

      Untuk mempertahankan hidupnya, setiap makhluk hidup memerlukan air. Tubuh makhluk hidup terdiri dari 90% air. Air berfungsi sebagai pelarut zat makanan yang dimakan oleh makhluk hidup.

      Air juga diperlukan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Bagi hewan air, seperti ikan, katak, dan buaya, air diperlukan untuk tempat hidupnya.

      Komponen Abiotik Tanah

      Tanah merupakan tempat tumbuh makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Selain itu, tanah merupakan sumber makanan bagi hewan dan tumbuhan. Tanah merupakan tempat hidup berbagai makhluk hidup yang beraneka ragam.

      Pada tanah gembur terdapat lebih banyak makhluk hidup daripada pada tanah tandus. Bagi tumbuhan, tanah merupakan tempat tumbuh tanaman tersebut. Dapat dikatakan bahwa secara langsung atau tidak langsung, semua makhluk hidup untuk mempertahankan hidupnya bergantung pada tanah.

      Komponen Abiotik Suhu

      Seperti telah disebutkan di atas bahwa adanya cahaya matahari sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya suhu. Pada saat matahari bersinar terik dengan intensitas yang tinggi, suhu udara akan meningkat sehingga udara terasa panas.

      Sebaliknya, jika matahari tidak terik dan intensitas penyinarannya rendah, suhu udara akan menurun sehingga udara terasa sejuk sampai dingin. Terjadinya perubahan suhu dari panas ke dingin atau sebaliknya sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup yang ada di dalam suatu ekosistem karena perubahan suhu ini dapat mengakibatkan perubahan iklim dan curah hujan.

      Komponen Abiotik Kelembapan

      Daerah yang berhawa dingin seperti pegunungan lebih lembap daripada daerah yang berhawa panas seperti pantai. Tumbuhan yang hidup di dua daerah tersebut juga berbeda. Pada daerah lembap, lebih banyak terdapat tumbuhan yang memerlukan sedikit sinar matahari, seperti paku- pakuan, lumut, dan anggrek- anggrekan yang biasanya hidup secara epifit pada batu- batu lembap, batang kayu basah, dan lainnya.

      Di daerah panas, misalnya pantai, lebih banyak ditumbuhi tumbuhan, seperti bakau dan pohon kelapa.

      Komponen Abiotic Iklim

      Iklim merupakan kombinasi berbagai komponen abiotic pada suatu tempat, seperti kelembaban udara, suhu, cahaya, curah hujan dan lain-lain. Kombinasi abiotik ini berkaitan dengan kesuburan tanah dan komunitas tumbuhan pada suatu tempat.

      Komponen Abiotik Topografi

      Topografi merupakan variasi letak suatu tempat di permukaan bumi ditinjau pada ketinggian dari permukaan air laut, garis bujur, dan garis lintang. Perbedaan topografi menyebabkan jatuhnya cahaya matahari menjadi berbeda, menyebabkan suhu, kelembaban, dan tekanan udara maupun pencahayaan juga berbeda. Hal ini yang mempengaruhi persebaran organisme.

        Daftar Pustaka

        Biotik dan Abiotik Ekosistem dengan Pengertian Ekosistem dan Contoh Ekosisem. Sistem lingkungan atau Pengertian Ekosistem Alami dan Ekosistem Buatan serta Contoh ekosistem alami dan buatan. Pengertian Biosfer dan Contoh biosfer atau Pengertian Komponen Ekosistem dengan Contoh komponen Ekosistem. Pengertian biotik dengan Pengertian abiotic dan contoh makhluk biotik dan abiotic.

        Penyusun ekosistem biotik dan Penyusun ekosistem abiotic dengan Fungsi ekosistem biotik dan abiotic atau Pengertian Produsen Ekosistem Biotik. Contoh Produsen ekosistem biotik atau Fungsi Produsen ekosistem biotik tapi Pengertian Konsumen Ekosistem Biotik. Contoh makhluk Konsumen Ekosistem Biotik dengan Fungsi Konsumen Ekosistem Biotik serta Pengertian Dekomposer atau Pengurai.

        Contoh makhluk Dekomposer atau Pengurai dengan Fungsi Dekomposer atau Pengurai atau Pengertian  Makhluk Hidup Autotrof dan Contoh Dekomposer atau Pengurai. Fungsi Dekomposer atau Pengurai serta Pengertian Contoh dan Fungsi Fotoautotrop dan Kemoautotrop. Pengertian Makhluk Hidup Heterotrof dan Contoh Makhluk hidup Heterotrof.

        Pengertian Komponen Abiotik dan Fungsi Komponen Abiotik Cahaya Matahari serta Pengertian dan Fungsi Komponen Abiotik Oksigen dan Karbon Dioksida namun Pengertian dan Fungsi Komponen Abiotik Air. Contoh Komponen ekosistem abiotic dan Komponen Abiotik Tanah serta Komponen Abiotik Suhu. Komponen Abiotik Kelembapan Komponen Abiotic Iklim atau Komponen Abiotik Topografi.

        Respirasi Aerob dan Anaerob

        Pengertian Katabolisme. Katabolisme merupakan reaksi penguraian atau pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa senyawa yang lebih sederhana yang disertasi dengan pelepasan energi. Jadi pada proses katabolisme ada energi yang dihasilkan.

        Proses katabolisme yang terjadi pada makhluk hidup dibedakan menjadi respirasi aerob dan respirasi anaerob.

        Berdasarkan perubahan energinya, reaksi kimia dapat dibedakan menjadi reaksi eksergonik dan reaksi endergonik. Pada reaksi eksergonik, terjadi pelepasan energi. Reaksi pada Katabolisme adalah reaksi eksergonik. Jika energi yang dilepaskan berupa panas, maka reaksinya disebut sebagai  reaksi eksoterm.

        Sedangkan pada reaksi endergonik, terjadi penyerapan energi dari lingkungan, atau reaksi terjadi jika ada energi. Reaksi pada Proses Anabolisme merupakan reaksi endergonik karena prosesnya memerlukan energi. Jika energi yang digunakan dalam bentuk panas, maka reaksinya disebut reaksi endoterm.

        Pengertian Respirasi

        Respirasi adalah proses reduksi, oksidasi, dan dekomposisi, baik menggunakan oksigen maupun tidak dari senyawa organic kompleks menjadi senyawa lebih sederhana yang disertai dengan proses pelepasan sejumlah energi dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Phosphat).

        Energi yang dihasilkan dari proses respirasi berasal dari energi potensial kimia yang berupa ikatan kimia.

        Respirasi pembentukan energi ini dilakukan di dalam sel. Oleh karena itu, prosesnya dinamakan respirasi sel. Organel sel yang berfungsi dalam menjalankan tugas pembentukan energi ini adalah mitokondria.

        Pengertian Respirasi Aerob.

        Respirasi aerob adalah respirasi yang memerlukan oksigen. Proses respirasi erat kaitannya dengan pembakaran bahan bakar (misal karbohidrat) berupa makanan menjadi energi. Kondisi optimal akan tercapai dalam kondisi aerob (reaksi dengan oksigen). Secara singkat, proses yang terjadi adalah sebagai berikut.

        Contoh Reaksi Pada Respirasi Aerob

        C6H12O6  + 6O2 –> 6CO2 + 6H2O + Energi

        Di dalam proses respirasi sel, bahan bakarnya adalah gula heksosa. Pembakaran tersebut memerlukan oksigen bebas, sehingga reaksi keseluruhan menghasilkan energi sebesar 38 ATP.

        Tahap Pembentukan Energi Pada Respirasi Aerob.

        Pembentukan energi yang siap pakai dihasilkan melalui beberapa tahapan reaksi dalam sistem respirasi sel pada mitokondria. Reaksi- reaksi tersebut, adalah:

        1) glikolisis, yakni proses pemecahan glukosa menjadi asam piruvat;

        2) dekarboksilasi oksidatif asam piruvat, yakni perombakan asam piruvat menjadi asetil Co-A;

        3) daur asam sitrat, yakni siklus perombakan asetil Ko-A menjadi akseptor elektron dan terjadi pelepasan sumber energi;

        4) transfer elektron, yakni mekanisme pembentukan energi terbesar dalam proses respirasi sel yang menghasilkan produk sampingan berupa air.

        Pengertian Respirasi Anaerob

        Respirasi anaerob adalah respirasi yang tidak memerlukan oksigen. Respirasi anaerob merupakan reaksi pemecahan bahan bakar (misal karbohidrat) untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen.

        Adapun zat lain yang dapat menggantikan peran oksigen antara lain NO3 dan SO4. Sejauh ini baru diketahui bahwa yang dapat menggunakan zat pengganti oksigen merupakan golongan mikroorganisme.  Dengan demikian, organisme tingkat tinggi tidak dapat melakukan respirasi anaerob.

        Respirasi anaerob dikenal juga dengan istilah fermentasi. Fermentasi adalah perubahan glukosa secara anaerob yang meliputi glikolisis dan pembentukan NAD. Fermentasi menghasilkan energi yang relatif kecil dari glukosa.

        Glikolisis berlangsung dengan baik pada kondisi tanpa oksigen. Fermentasi dibedakan menjadi dua tipe reaksi, yakni fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat. Fermentasi sering pula disebut sebagai peragian alkohol atau alkoholisasi.

        Fermentasi alkohol maupun fermentasi asam laktat diawali dengan proses glikolisis. Pada glikolisis, diperoleh 2 NADH + H+ + 2 ATP + asam piruvat. Pada reaksi aerob, hidrogen dari NADH akan bereaksi dengan O2 pada transfer elektron. Pada reaksi anaerob, ada akseptor hydrogen permanen berupa asetildehida atau asam piruvat.

        Contoh Reaksi Pada Respirasi Anaerob

        C6H12O6 –> 2 C2H5OH + 2 CO2 + Energi

        Respirasi anaerob dapat berlangsung di dalam udara bebas, tetapi proses ini tidak menggunakan O2 yang tersedia di udara. Reaksi Anaerob di atas menghsilkan energi sebesar 2 ATP. Tujuan fermentasi sama dengan respirasi aerob, yaitu mendapatkan energi. Hanya saja energi yang dihasilkan dalam respirasi anaerob jauh lebih sedikit daripada respirasi aerob.

        Respirasi anaerob hanya dapat dilakukan oleh kelompok mikroorganisme tertentu (bakteri), sedangkan pada organisme tingkat tinggi belum diketahui kemampuannya untuk melakukan respirasi anaerob.

        Dengan demikian bila tidak tersedia oksigen, organisme tingkat tinggi tidak akan melakukan respirasi anaerob melainkan akan melakukan proses fermentasi.

        Sementara itu, terdapat respirasi sempurna yang hasil akhirnya berupa COdan H2O dan respirasi tidak sempurna yang hasil akhirnya berupa senyawa organik.

        Tahap Pembentukan Energi Pada Respirasi Anaerob

        Peberntukan energi pada proses respirasi anaerob melibatkan tahap tahap sebagai berikut.

        1. Lintasan glikolisis.
        2. Pembentukan alkohol (fermentasi alkohol) atau pembentukan asam laktat (fermentasi asam laktat).
        3. Akseptor elektron terakhir bukan oksigen, tetapi molekul alkohol dan atau asam laktat.
        4. Energi dihasilkan adalah 2 molekul ATP untuk setiap molekul glukosa.

          Daftar Pustaka

          Respirasi Aerob dan Anaerob Pada Katabolisme dan Pengertian Katabolisme Karbohidrat dengan Pengertian Respirasi Aerob. Pengertian Respirasi Anaerob, Pengertian Respirasi dan Jenis jenis Respirasi Katabolisma atau Pengertian reaksi eksergonik dan reaksi endergonic. Contoh reaksi eksergonik dan reaksi endergonic beserta Reaksi eksergonik katabolisme dan Energi Respirasi aerob dan anaerob.

          Pengertian respirasi sel dengan fungsi organel sel dan fungsi mitokondria pada respirasi sel selama Contoh Reaksi Respirasi Aerob. Tahap Pembentukan Energi Pada Respirasi Aerob pada Proses glikolisis pada repirsi dan Proses dekarboksilasi oksidatif asam piruvat. Proses daur asam sitrat pada perspirasi adalah siklus perombakan asetil Ko-A menjadi akseptor electron yang proses transfer electron pada respirasi. Produk hasil respirasi aerob dan anaerob dan Zat pengganti oksigen pada anaerob.

          Tipe fermentasi pada respirasi anaerob dan Fermentasi alcohol tapi fermentasi asam laktat dengan  akseptor hydrogen respirasi anaerob. Contoh Reaksi Pada Respirasi Anaerob dan Tahap Pembentukan Energi Pada Respirasi Anaerob.

          Sistem Koloid, Pengertian Manfaat Contoh Soal Perhitungan

          Pengertian Sistem Koloid. System koloid atau lebih sering disebut koloid saja merupakan campuran yang terletak di antara larutan dan suspense. Contoh campuran koloid adalah susu, santan tinta pulpen, mentega, sabun Kasur busa.

          Koloid memiliki sifat dari heterogen sampai homogeny dengan ukuran diameter mulai dari 1 nano meter hingga 100 nano meter. Koloid termasuk campuran yang stabil. Partikel dapat disaring dengan penyaring ultra.

          jenis-manfaat-sistem-koloid
          jenis-manfaat-sistem-koloid

          Jenis – Jenis Koloid.

          Koloid terdiri dari fase terdispersi dengan jumlah lebih sedikit dan fase pendispersi atau medium pendispersi dalam jumlah lebih banyak dibanding dengan fasa terdispersi.

            • Sol merupakan koloid dengan fasa terdispersi padat. Contoh koloidnya adalah tinta, cat, sabun, kanji, deterjen.
            • Emulsi merupakan koloid dengan fase terdispersi cair. Contoh koloidnya adalah keju, mentega, jeli, susu, es krim, mayones. Emulsi terbentuk dengan syarat kedua jenis zat tidak saling melarutkan dan ada emulgator atau pengemulsi
            • Buih merupakan koloid dengan fase terdispersi gas. Contoh koloidnya adalah buih sabun, krim kocok, karet busa.
          • Aerosol merupakan koloid dengan fase pendispersinya gas. Contoh koloidnya adalah asap, debu, kabut, dan awan.

          Penggunaan atau Manfaat Koloid.

          Koloid digunakan dalam berbagai industry karena kestabilannya pada tingkat makroskopis dan homogenitasnya. Beberapa industry yang menerapkan koloid yaitu industry farmasi, kosmotika, makanan, dan pengolahan logam.

          Sifat adsorpsi koloid dimanfaatkan untuk:

          • Pemutih gula pasir
          • Penjernih air
          • Pewarnaan kain
          • Norit

          Sifat koagulasi dimanfaatkan untuk

          • Pengolahan asap dan debu
          • Pembentukan delta muara sungai
          • Penggumpalan karet dalam latex
          • Penjernihan air dengan tawas

          Sifat – Sifat Koloid.

          Sifat koloid yang membedakan dari larutan dan suspense di antaranya adalah:

          • Efek Tyndall

          Efek tyndall adalah gejala penghamburan sinar oleh partikel koloid. Koloid dapat menghamburkan sinar karena ukuran partikelnya.

          • Gerak Brown

          Gerak brown adalah gerak patah – patah (atau zig zag) partikel koloid secara terus menerus karena tumbukan yang tidak seimbang antara molekul medium pendispersi dengan partikel koloid.

          Arah gerakan partikel koloid berubah – ubah karena kecilnya ukuran partikel. Gerak brown dipengaruhi oleh ukuran partikel dan temperature. Makin kecil partikel dan tinggi temperature, gerak brown semakin cepat.

          • Muatan koloid

          Elektroforosis adalah gerakan partikel koloid di dalam medan listrik. Mulalui elektroforesisi muatan koloid dapat diketahui. Koloid bermuatan negative akan bergerak me arah elektroda positif atau anoda, sedangkan koloid bermuatan positif akan bergerak kea rah elektroda negative atau katoda

          Adsorpsi merupakan salah satu kemampuan dari koloid untuk menyerap ion dan muatan pada permukaannya. Kemampuan menyerap ini menyebabkan permukaan koloid menjadi bermuatan.

          • Koagulasi

          Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid karena penambahan suatu elektrolit atau pelucutan muatan partikel koloid. Koloid distabilkan oleh gerak Brown dan muatannya. Penambahan suatu elektrolit atau muatan yang berbeda dengan sifat koloid akan menyebabkan koagulasi.

          Koloid bermuatan positif akan lebih mudah terkoagulasi oleh elektrolit yang muatannya lebih negative. Sebaliknya, koloid bermuatan negative akan lebih mudah terkoagulasi oleh elektrolit bermuatan lebih positif.

          • Dialysis

          Dialysis adalah penghilangan Ion – ion pengganggu dari suatu koloid. Pemurnian koloid dari ion pengotor. Koloid yang akan dimurnikan dari pengotornya dimasukkan ke dalam kantong koloid yang terbuat dari selaput semipermeable.

          Katong koloid dimasukkan dalam bejana yang berisi air mengalir. Kantong ini dapat menahan partikel koloid, sedangkan ion pengotor dan molekul sederhana akan terbawa air.

          • Koloid Liofil dan Koloid Liofob

          Koloid liofil adalah koloid yang mempunyai gaya tarik menarik besar antara partikel terdispersi dengan pertikel pendispersinya.

          Koloid liofob adalah koloid yang tidak memiliki gaya tarik menarik antara partikel pendispersi dengan partikel terdispersi.

            Daftar Pustaka:

            Pengertian Sistem Koloid dan System koloid antara larutan dan suspense dengan Contoh campuran koloid. Ukuran diameter system koloid dan kestabilan system koloid dengan saringan ultra koloid. Sifat heterogen sampai homogen koloid dengan Jenis  contoh Koloid dan fase terdispersi koloid.  Koloid Sol fasa terdispersi padat dan koloid Emulsi fase terdispersi cair.

            Koloid Buih dengan fase terdispersi gas dan koloid Aerosol fase pendispersinya gas. Kegunaan atau Manfaat Koloid atau Koloid pada industry dengan Sifat adsorpsi koloid. Sifat koagulasi koloid dan Sifat – Sifat Koloid dan Sifat koloid  Efek Tyndall. Sifat koloid Gerak Brown dengan Sifat Muatan koloid atau Elektroforosis partikel koloid. Koloid bermuatan positif negative adalah Sifat koloid Dialysis dengan Koloid Liofil dan Koloid Liofob dan gaya Tarik pada koloid.

            Hormon Kelenjar Tiroid

            Pengertian Kelenjar Tiroid. Kelenjar tiroid atau biasa juga disebut sebagai kelenjar gondok merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara keduanya terdapat daerah yang tersusun berlapis seperti susunan genting pada atap rumah.

            Kelenjar ini berjumlah sepasang dan terletak pada bagian leher di sebelah kiri dan kanan trakea bagian atas (pangkal tenggorok).

            Hormon Kelenjar Tiroid.

            Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea. Kelenjar tiroid menghasilkan hormone  Tiroksin, Triidotironin dan hormone Kalsitonin.

            Fungsi Hormon Tiroksin

            Hormon tiroksin berfungsi dalam proses metabolisme, pertumbuhan fisik, perkembangan mental, kematangan seks, dan mengubah glikogen menjadi gula dalam hati.

            Fungsi Hormon Triidotironin

            Hormon triidotironin  berperan dalam distribusi air dan garam dalam tubuh (sama dengan peran hormone tiroksin.

            Fungsi Hormon Kalsitonin

            Hormon Kalsitonin berfungsi untuk menjaga kesimbangan kalsium dalam darah.

            Dampak Kekurangan dan Kelebihan Kelenjar Tiroid dan Hormonnya

            Tiroksin mengandung banyak yodium. Kekurangan yodium pada makanan dalam waktu yang cukup panjang dapat mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin.

            Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan menjadi lambat dan kecerdasan menurun.

            Bila ini terjadi pada anak-anak dapat mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan yodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam yodium pada makanan.

            Hiposekresi kelenjar tiroid pada orang dewasa mengakibatkan miksodema dengan ciri-ciri kegemukan (atau obesitas) dan kecerdasan menurun.

            Hipersekresi kelenjar ini dapat mengakibatkan hiperaktif, tetapi badan kurus (biasa disebut morbus basedowi) dengan tanda- tanda gugup, nadi dan napas cepat serta tidak teratur, mulut ternganga, mata lebar (eksoftalmus), meningkatnya metabolisme dan emosional.

            Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan kelenjar tiroid membesar.

            Kelenjar Paratiroid dan Fungsinya

            Kelenjar Parotiroid atau Kelenjar Anak Gondok menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan Hormon Paratiroid (HPT) atau parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah tubuh manusia. Adapun fungsi hormone ini adalah:

            Fungsi Hormon Paratiroid.

            Hormon ini memiliki fungsi, antara lain:

            1. menaikkan kadar kalsium di dalam darah dengan melepaskan kalsium itu dari tulang;
            2. menaikkan absorbsi kalsium dari makanan dalam usus;
            3. menaikkan reabsorbsi kalsium dalam tubulus ginjal.

            Dari fungsi ini dapat diketahui bahwa hormon ini sangat erat hubungannya dengan kalsium yang ada dalam tubuh.

            Dampak Kekurangan dan Kelebihan Kelenjar Paratiroid.

            Apabila jumlah hormon ini berlebih, akan mengakibatkan jumlah kalsium dalam darah bertambah sehingga dapat menyebabkan pengendapan kalsium di dalam ginjal.

            Kondisi seperti ini menyebabkan terjadinya pembentukan batu ginjal. Adapun kekurangan hormon ini akan menyebabkan kejang otot yang dinamakan tetanus.

            Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, rasa gelisah, sukar tidur, dan sering kesemutan.

            Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Hal ini mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urine banyak mengandung kapur dan fosfor.

            Orang yang terserang penyakit ini memiliki tulang yang mudah patah. Penyakit ini disebut dengan von Recklinghousen.

            Agar jumlah kalsium dalam tulang tetap stabil perlu bantuan penganti vitamin D. Vitamin D dapat merangsang penyerapan kalsium dalam usus halus, dan merangsang reabsorpsi ion kalsium pada tulang.

            Selain menstabilkan kadar kalsium dan fosfat dalam darah, Hormon Paratiroid, HPT juga merangsang proses osifikasi (atau pembentukan tulang) pada saat pembongkaran matriks tulang untuk menguraikan ion kalsium.

            Sambil membongkar matriks tulang, HPT melakukan perubahan pembentukan tulang agar tulang tumbuh semakin panjang atau semakin besar.

              Daftar Pustaka

              Hormon Kelenjar Tiroid dan Pengertian Kelenjar Tiroid atau Kelenjar gondok. Letak Kelenjar tiroid gondok dan Fungsi Hormon Kelenjar Tiroid serta Jenis Hormon Kelenjar Tiroid. Fungsi Hormon Tiroksin dan Fungsi Hormon Triidotironin dan Fungsi Hormon Kalsitonin serta Dampak Kekurangan dan Kelebihan Kelenjar Tiroid dan Hormonnya.

              Akibat Kekurangan yodium pada tubuh dan Akibat kekurangan Hormon tiroksin disertai Akibat Hiposekkresi kelenjar tiroid. Adapun Akibat hipersekresi kelenjar tiroid dan Penyeban Miksodema dan ciri ciri nya. Pengertian Morbus basedow dan penyebabnya dengan Pengertian eksofttalmus dan penyebabnya.

              Kelenjar Paratiroid dan Fungsinya serta Kelenjar Parotiroid atau Kelenjar Anak Gondok dan  Fungsi parathormone. Fungsi Hormon Paratiroid dengan akibat kekurangan kalsium atau Dampak Kekurangan dan Kelebihan Kelenjar Paratiroid. pengertian von Recklinghousen dan penyebabnya dan akibat kekurangan hormone paratiroid.

              Faktor Produksi Modal, Capital Resources

              Pengertian Produksi. Produksi adalah kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa baru sehingga dapat menambah jumlah, mengubah bentuk, atau memperbesar ukurannya. Produksi juga yang diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan atau menambah daya guna suatu barang sehingga lebih bermanfaat.

              Berdasarkan uraian di atas, secara keseluruhan pengertian produksi adalah setiap usaha atau kegiatan manusia untuk menciptakan atau menambah daya guna suatu benda dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.

              Tujuan Produksi.

              Bedasarkan pada kepentingan produsen, tujuan produksi adalah untuk menghasilkan barang yang dapat memberikan keuntungan laba. Tujuan tersebut dapat tercapai, jika barang atau jasa yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

              Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sasaran kegiatan produksi adalah melayani kebutuhan masyarakat atau untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat secara umum.

              Pengertian Faktor Produksi.

              Untuk dapat melaksakan kegiatan produksi diperlukan bahan- bahan yang memungkinkan dilakukannya produksi, seperti mesin, gedung, lahan atau tanah dan sumber daya alam, tenaga manusia, modal dalam segala bentuknya, serta kecakapan atau keterampilan tertentu.

              Semua bahan – bahan yang digunakan untuk dapat terlaksananya produksi dinamakan faktor- faktor produksi. Dengan kata lain, faktor produksi adalah semua unsur yang digunakan untuk menghasilkan atau memperbesar dan meningkatkan nilai guna suatu barang dan jasa.

              Pengertian Faktor Produksi Modal.

              Salah satu factor produksi adalah factor produksi modal atau Capital Resources. Modal adalah segala yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Modal dapat meliputi uang, teknologi, peralatan, mesin- mesin, tanah, informasi, dan sebagainya.

              Menurut ilmu ekonomi, modal adalah barang- barang modal (atau real capital goods) yang meliputi semua jenis barang yang digunakan untuk menunjang kegiatan produksi barang-barang lain.

              Jenis Jenis Modal Kerja.

              Modal Menurut Sumbernya

              Modal Sendiri, yaitu modal yang berasal dari kekayaan atau investasi perseorangan atau pemilik perusahaan.

              Contoh modal milik sendiri, Misalnya, gedung dan kendaraan atau Saham pemilik, laba yang diinvestasikan kembali, dan sebagainya.

              Modal Asing atau Pinjaman, yaitu modal yang berasal dari pihak lain yang biasanya berupa pinjaman

              Contoh Modal Asing adalah utang dagang, gaji yang belum dibayar, utang pajak, utang jangka panjang, dan sebagainya

              Modal Menurut Wujudnya

              Modal Konkret, artinya modal yang jelas wujudnya, tetapi dapat dilihat.

              Contoh Modal Konkret adalah gedung, mesin, dan peralatan.

              Modal Abstrak, artinya modal yang tidak terlihat, tetapi kegunaannya dapat dirasakan.

              Contoh Modal Abstrak adalah nama baik perusahaan, keahlian karyawan, dan hak cipta.

              Modal Menurut Sifatnya

              Modal Tetap (fixed capital), yaitu modal yang dapat digunakan untuk proses produksi dalam jangka waktu yang lama, atau beberapa kali proses produksi.

              Contoh Modal Tetap adalah tanah, gedung, mesin-mesin, kendaraan, komputer, dan sebagainya.

              Modal Lancar (variable capital), yaitu modal yang habis terpakai dalam satu kali proses produksi.

              Contoh Modal Lancar adalah bahan mentah atau bahan baku, bahan bakar, dan sebagainya

              Modal Menurut Pemiliknya

              Modal Perseorangan, yaitu modal tersebut dimiliki oleh perseorangan.

              Contoh Modal Perseorangan adalah, Gedung, peralatan, mesin, kendaraan dan sebagainya.

              Modal Masyarakat, yaitu modal tersebut dimiliki oleh banyak orang dan untuk kepentingan orang banyak.

              Contoh Modal Milik Masyarakat adalah jalan, jembatan, sarana umum dan sebagainya.

                Daftar Pustaka

                Faktor Produksi Modal (Capital Resources) dan Pengertian Produksi dengan Proses meningkatkan daya guna barang. Tujuan Produksi serta Pengertian Faktor Produksi dan Pengertian Faktor Produksi Modal. Pengertian Capital Resources dan Pengertian real capital goods atau Jenis Jenis Modal Kerja.

                 Modal Menurut Sumbernya dan Modal Sendiri atau Contoh modal milik sendiri dengan  Modal Asing atau Pinjaman. Contoh Modal Asing dengan Modal Menurut Wujudnya dan Modal Konkret beserta Contoh modal konkret. Modal Abstrak dengan Contoh modal abstrak dan Modal Menurut Sifatnya.  Modal Tetap (fixed capital) serta Contoh Modal Tetap.

                Modal Lancar (variable capital) dan Contoh Modal Lancar walaupun Modal Menurut Pemiliknya. Modal Perseorangan tapi Contoh Modal Perseorangan. Modal Masyarakat dan Contoh Modal Milik Masyarakat.

                Teori Perilaku Konsumen

                Pengertian Konsumen. Konsumen adalah masyarakat yang menerima pendapatan dalam bentuk uang dan kemudian mentransaksikannya dengan membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupya.

                Selain itu, yang termasuk sebagai konsumen adalah anggota masyarkat yang dependen terhadap penerima penghasilan seperti anak yang masih sekolah namun ikut menentukan anggaran rumah tangga. Setiap konsumen menetapkan permintannya untuk setiap barang dan jasa yang tersedia di pasar. Jumlah seluruh permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa dinyatakan sebagai permintaan pasar.

                Konsumen berusaha mengalokasikan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa yang tersedia di pasar dengan mengoptimalkan semua alternatifnya sehingga tingkat kepuasan yang diperolehnya menjadi maksimum.

                Sedangkan Perusahaan sebagai produsen yang penawarkan barang dan jasa akan mengoptimalkan proses produksinya agar menghasilkan barang dan jasa yang dapat memberikan kepuasan terhadap pelanggannya. Produsen yang dapat mengorganisir produksi secara efisien akan memperoleh keuntungan.

                Tujuan utama dari konsumen dalam mengonsumsi suatu produk atau barang dan jasa adalah untuk memaksimalkan kepuasan total (total utility). Kepuasan total dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mencerminkan kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen dapat terpenuhi melalui produk, barang dan jasa yang dikonsumsinya.

                Kepuasan total konsumen dapat dioptimalkan jika barang tersebut memiliki nilai tukar dan nilai pakai yang tinggi. Ini artinya, jika suatu produk, barang dan jasa dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan mayarakat konsumen, maka konsumen akan bersedia membayar dengan harga yang lebih tinggi.

                Untuk menjelaskan perilaku konsumen dalam memperoleh kepuasan terhadap barang dan jasa yang dikonsumsinya dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal. Berikut ini penjelasan tentang kedua pendekatan tersebut:

                Pendekatan Kardinal, Pendekatan Utilitas

                Pendekatan kardinal berasumsi bahwa kepuasan konsumen yang diperoleh dari kegiatan konsumsi barang dan atau jasa dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif. Hal ini Artinya kepuasan konsumen dapat diukur dan dinyatakan dengan angka sebagaimana mengukur berat benda, tinggi benda dan seterusnya.

                Kepuasan konsumen yang didapat dari hasil kegiatan konsumsi barang dan jasa disebut dengan istilah utilitas (atau utility). Pendekatan kardinal dikenal juga dengan istilah lain yaitu pendekatan utilitas (atau utility approach).

                Adapun asumsi dari Pendekatan ini adalah:

                1. Tingkat utilitas total yang dicapai konsumen merupakan fungsi dari kuantitas barang yang dikonsumsi. Artinya tingkat kepuasan total konsumen dipengaruhi oleh jumlah berbagai barang. Hal ini sesuai dengan hukum Gossen bahwa tingkat kepuasan konsumen dipengaruhi oleh jumlah dan variasi barang yang dikonsumsinya
                2. Konsumen akan cenderung berusaha untuk mendapatkan kepuasannya yang maksimal sesuai dengan anggaran yang dimiliki atau dikeluarkannya. Hal ini mencerminkan bahwa anggaran yang dimiliki konsumen merupakan faktor penentu bagi pencapaian tingkat kepuasannya.

                Ini artinya konsumen tidak mudah untuk mendapat tingkat kepuasan yang setinggi-tingginya sesuai dengan yang diinginkan namun tergantung dari jumlah anggaran yang dimilikinya. Konsumen akan berusaha untuk mengalokasikan jumlah anggaran yang dimiliki tersebut untuk membeli berbagai jumlah barang yang memang mampu menghasilkan kepuasan yang maksimal.

                1. Tingkat kepuasan konsumen dapat diukur secara kuantitatif.
                2. Tambahan kepuasan dari setiap unit tambahan barang yang dikonsumsi akan menurun.

                Pendekatan Ordinal, Pendekatan Indiferens.

                Pendekatan ordinal menggunakan pengukuran ordinal (atau bertingkat atau skala) dalam menganalisis kepuasan konsumen. Ini artinya kepuasan konsumen tidak dapat diukur secara kuantitatif dengan angka tetapi hanya dapat diukur dengan peringkat yang sifatnya kualitatif, misalnya tidak puas, puas, lebih puas, sangat puas dan seterusnya.

                Pendekatan ini juga sering disebut dengan pendekatan indiferens. Pendekatan ordinal berasumsi bahwa tingkat utilitas total yang dapat dicapai oleh konsumen merupakan fungsi dari kuantitas barang. Asumsi ini sama dengan pendekatan cardinal. Selain itu asumsi lain yang juga sama adalah konsumen akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya sesuai dengan anggaran yang dimiliki atau dikeluarkannya.

                Namun demikian pendekatan ini memiliki asumsi yang berbeda dengan pendekatan kardinal. Pendekatan ordinal tidak menganggap bahwa tingkat utilitas dapat diukur secara kuantitatif dengan angka tetapi konsumen hanya memiliki skala preferensi.

                Skala preferensi adalah suatu kaidah dalam menentukan pilihan terhadap barang yang akan dikonsumsi. Skala preferensi tersebut memiliki ciri sebagai berikut:

                1. Konsumen mampu membuat peringkat kepuasan terhadap barang. Ini artinya konsumen mampu membedakan tingkat kepuasan dalam pemenuhan barang, misalnya minum kopi hangat lebih puas dibandingkan minum susu hangat.
                2. Peringkat kepuasan tersebut bersifat transitif artinya jika kopi hangat lebih disukai daripada susu hangat, sedangkan susu hangat lebih disukai daripada the hangat, maka kopi hangat lebih disukai daripada the hangat, bukan sebaliknya.
                3. Konsumen selalu ingin mengkonsumsi jumlah barang yang lebih banyak karena konsumen tidak pernah terpuaskan.

                  Daftar Pustaka

                  Teori Perilaku Konsumen dan Pengertian Konsumen dengan Tujuan Konsumen. Pengertian total utility dan Pengertian kepuasan total konsumen beserta Perilaku konsumen Pendekatan Kardinal. Pendekatan Utilitas dan Perilaku kepuasan konsumen secara kuantitatif atau Kepuasan konsumen utility approach.

                  Tingkat kepuasan Hukum Gossen sebagai Perilaku konsumen hukum Gossen atau Perilaku konsumen Pendekatan Ordinal dan Pendekatan Indiferens. Kepuasan konsumen secara bertingkat dengan Kepuasan konsumen secara kualitatif. Perilaku Kepuasan konsumen skala preferensi.

                  Pengertian Skala preferensi, Ciri ciri skala preferensi dan Contoh perilaku Kepuasan sacara kuantittif dengan Contoh kepuasan secara kulitatif atau Contoh skala preferensi.

                  Hukum Radiasi Planck

                  Pengertian Hukum radiasi Planck. Hukum radiasi benda hitam Planck menunjukkan distribusi atau penyebaran energi yang dipancarkan oleh sebuah benda hitam. Hukum ini memperkenalkan ide gagasan baru dalam ilmu fisika, yaitu bahwa energi merupakan suatu besaran yang dipancarkan oleh sebuah benda dalam bentuk paket paket kecil yang terputus-putus, bukan dalam bentuk pancaran molar.

                  Paket- paket kecil ini kemudian disebut dengan istilah kuanta dan hukum ini kemudian menjadi dasar teori kuantum. Rumus Planck menyatakan energi per satuan waktu pada frekuensi f per satuan selang frekuensi per satuan sudut tiga dimensi yang dipancarkan pada sebuah kerucut tak terhingga kecilnya dari sebuah elemen permukaan benda hitam, dengan satuan luas dalam proyeksi tegak lurus terhadap sumbu kerucut.

                  Max Planck menyatakan dua anggapan atau postulat mengenai energi radiasi sebuah benda hitam.

                  1. Energi radiasi yang dipancarkan oleh getaran molekul molekul (osilator) benda merupakan paket – paket (kuanta) energi. Besarnya energi dalam setiap paket merupakan kelipatan bilangan bulat suatu besaran E yang diformulasikan dengan rumus berikut:

                  E = n.h.f

                  dengan

                  f = frekuensi,

                  h = sebuah konstanta Planck yang nilainya 6,626 × 10-34 Js, dan

                  n = 1, 2, 3 bilangan bulat yang menyatakan bilangan kuantum.

                  Karen energi radiasi bersifat diskrit, dikatakan energinya terkuantisasi dan energi yang diperoleh dengan n = 1, 2, 3, … disebut tingkat energi.

                  2. Energi radiasi diserap dan dipancarkan oleh molekul molekul secara diskret yang disebut kuanta atau foton. Energi radiasi ini terkuantisasi, di mana energi untuk satu foton adalah:

                  E = h.f

                  Dengan h = konstanta perbandingan yang dikenal sebagai konstanta Planck. Nilai h ditentukan oleh Planck dengan menyesuaikan fungsinya dengan data yang diperoleh secara percobaan. Nilai yang diterima untuk konstanta ini adalah:

                  h = 6,626× 10-34 Js = 4,136× 10-34 eVs.

                  Planck belum dapat menyesuaikan konstanta h ini ke dalam fisika klasik, hingga Einstein menggunakan gagasan serupa untuk menjelaskan efek fotolistrik.

                  Jika molekul molekul menyerap atau memancarkan 1 foton, tingkat energinya bertambah atau berkurang sebesar hf. Gagasan Planck ini berlaku untuk benda hitam.

                  Contoh Soal Perhitugan  Hukum Radiasi Benda Hitam Planck

                  Hitung besarnya energi foton dari cahaya merah yang memiliki frekuensinya 3 x 1014 Hz

                  Penyelesaian

                  Diketahui

                  f = 3 x 1014 Hz

                  Jawab

                  E = h f

                  E = ( 6,63 x 10-34 ) x ( 3 x1014)

                  E = 1,989 x 10-19 J

                  Contoh Soal Perhitungan Rumus Hukum Radiasi Planck

                  Berapakah panjang gelombang sebuah radiasi foton yang memiliki energi 3,05 × 10-19 Js ?

                  Jika Diketahui konstanta Planck h = 6,626× 10-34 Js dan cepat rambat cahaya c = 3× 108 m/s)

                  Penyelesaian:

                  Diketahui:

                  E = 3,05 × 10-19 Js

                  h = 6,626 × 10-34 Js

                  c = 3× 108 m/s

                  Ditanya: λ = … ?

                  Jawab:

                  E = h.f

                  E = h (c/λ)

                  λ = (h c)/E

                  λ = [(6,626 x10-34 )(3 x 108 )]/(3,05 10-19)

                  λ = 6,52 × 10-7 m

                  λ = 652 nm

                    Daftar Pustaka

                    Hukum Radiasi Planck dan Pengertian Hukum radiasi Planck dengan Hukum radiasi benda hitam Planck. Kuanta radiasi benda hitam serta Rumus Radiasi Planck atau Energi radiasi Planck dan tingkat energi radiasi dengan Nilai konstanta Planck. Bilangan Kuantum radiasi Planck dengan Energi radiasi diskrit dan Energi terkuantisasi serta energi kuanta atau foton.

                    Rumus energi terkuantisasi Planck dengan Pengaruh Panjang gelombang terhadap energi radiasi. Energi Foton dan cara Menghitung energi yang dipanarkan atau diserap benda hitam. Contoh Soal Perhitugan  Hukum Radiasi Benda Hitam Planck. Contoh Soal Perhitungan Rumus Hukum Radiasi Planck.

                    Radiasi Benda Hitam

                    Pengertian Benda Hitam. Benda hitam adalah benda yang akan menyerap semua energi yang datang dan akan memancarkan energi dengan baik. Benda yang mempunyai sifat menyerap semua energi yang mengenainya disebut benda hitam.

                    Benda hitam jika dipanaskan akan memancarkan energi radiasi. Energi radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam disebut radiasi benda hitam. Ketika benda tersebut dipanaskan, energi radiasi yang dipancarkannya dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan Panjang gelombang berbeda beda.

                    Cahaya matahari merupakan contoh radiasi benda hitam yang dapat memunculkan energi sampai bumi.

                    Hukum Stefan – Boltzmann

                    Josef Stefan (1835-1873) seorang ahli fisika Austria, dapat menunjukkan gejala radiasi benda hitam melalui eksperimen. Hubungannya adalah daya total per satuan luas yang dipancarkan pada semua frekuensi oleh benda hitam sebanding dengan pangkat empat temperature mutlaknya.

                    Setiap benda memiliki kemampuan meradiasikan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang berbeda beda. Kemampuan meradiasikan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik disebut emisivitas. Nilai emisivitas dinotasikan dengan huruf e.

                    Nilai emisivitas mulai dari nol sampai dengan satu. Nilai ini bergangtung pada karakteristik bahan atau benda. Permukaan benda yang sangat hitam memiliki emisivitas mendekati 1. Sebaliknya benda yang permukaannya mengkilap memiliki emisivitas mendekati nol.

                    Kemampuan meradiasikan energi sama dengan kemampuan untuk menyerap radiasi energi. Benda hitam memiliki kemampuan meradiasikan dan menyerap energi sangat baik.

                    Sebalikya, benda mengkilap memiliki kemampuan meradiasikan dan menyerap radiasi energi sangat rendah. Jadi, dapat dikatakan bahwa pemancar energi yang baik juga merupakan penyerap energi yang baik.

                    Penemuan Stefan diperkuat oleh Boltzmann, kemudian dikenal sebagai hukum Stefan-Boltzmann. Dan konstanta pembanding universal σ dinamakan konstanta Stefan-Boltzmann. Persamaannya dapat dituliskan seperti di bawah.

                    I = e σ T4

                    P = I . A = e σ AT4

                    E = P . t = e σ t AT4

                    dengan :

                    I = intensitas radiasi ( watt/m2)

                    P = daya radiasi (watt)

                    E = energi radiasi (joule)

                    T = suhu mutlak benda (K)

                    A = luas penampang (m2)

                    t = waktu radiasi (s)

                    σ = konstanta Stefan-Boltzmann (5,67 x 10-8 Wm-2 K-4)

                    Contoh Soal Perhitungan Radiasi Benda Hitam

                    Tentukan daya radiasi yang dipancarkan oleh sebuah benda yang memiliki luas 400 cm2 yang temperaturnya 127oC, jika diketahui emisivitas benda itu 0,5.

                    Penyelesaian :

                    Diketahui :

                    A = 400 cm2 = 4 . 10-2 m2

                    T = 127oC = 273 + 127 K = 400 K

                    e = 0,5

                    σ = konstanta Stefan-Boltzmann (5,67 x 10-8 Wm-2 K-4)

                    Ditanyakan : P = ….?

                    Jawab :

                    P= e σ AT4

                    P = (0,5) . (5,67 . 10-8) . (4. 10-2) . (400)4

                    P = 29,0304 Watt

                    Jadi besarnya daya radiasi yang dipancarkan oleh benda adalah 29,0304 watt.

                    Contoh Soal Perhitungan Hukum Stefan – Boltzmann

                    Suatu benda hitam memiliki temperatur 27OC dan mengalami radiasi dengan intensitas 4.102 watt/m2. Luas penampang benda itu 5.10-4 m2 Tentukan :

                    1. daya radiasinya,
                    2. energi radiasi selama 5 sekon,
                    3. intensitas radiasinya jika benda tersebut dipanasi hingga temperaturnya mencapai 327OC

                    Penyelesaian

                    A = 5.10-4 m2

                    T1 = 27O C + 273 = 300 K

                    I1 = 4.102 watt/m2

                    T2 = 327OC + 273 = 600 K

                    1. daya radiasi memenuhi :

                    P = I.A = e σ T4 A

                    P = 4.102 . 5.10-4 = 0,2 watt

                    2. energi radiasi selama t = 5 detik adalah :

                    E = P. t

                    E = 0,2 . 5 = 1,0 joule

                    3. intensitas radiasi sebanding dengan temperature mutlak pangkat empat maka dapat diperoleh:

                    I ≈ T4

                    (I2/I1) = (T2/T1)4

                    I2 = I1 x (T2/T1)4

                    I2 = 4.102 watt/m2 x (600K/300K )4

                    I2=4.102 x (2)4 watt/m2

                    I2= 64.102 watt/m2

                      Daftar Pustaka

                      Radiasi Benda Hitam dengan Pengertian Benda Hitam dan  benda menyerap dan memancarkan semua energi. Cahaya matahari contoh radiasi benda hitam dengan Energi radiasi gelombang elektromagnetik benda hitam serta Hukum Stefan – Boltzmann. Kemampuan meradiasikan benda hitam dan Nilai emisivitas benda hitam adalah Emisivitas e = 0 dan e = 1.

                      Contoh soal perhitunan rumus hukum Stefan- Boltzmann dengan Rumus hukum Stefan-Boltzmann atau Nilai konstanta Stefan-Boltzmann. Contoh Soal Perhitungan Radiasi Benda Hitam dan Pengaruh suhu terhadap energi radiasi serta Pengaruh suhu pada intensitas radiasi benda hitam.