Arsip Bulanan: Desember 2016

Osmosis, Difusi Mekanisme Transpor Zat Melalui Membran Plasma

Pengertian 

Gerakan atau mekanisme transpor zat melalui membrane dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gerakan  pasif yang tidak memerlukan energy dan gerakan aktif yang melibatkan energy. Gerakan pasif meliputi difusi dan osmosis, sedangkan yang termasuk katagori gerakan aktif adalah transport aktif, endositosis dan eksositosis.

Difusi.

Difusi adalah proses perpindahan zat dari lauratan berkonsentrasi tinggi (atau hipertonis) ke larutan yang berkonsestrasi rendah (atau hipotonis) baik melalui selaput pemisah maupun tidak. Perbedaan konsentrasi dalam suatu larutan disebut dengan gradien konsentrasi

Perpindahan zat dengan cara Difusi tidak melibatkan energy.  Dengan demikian difusi akan menghasilkan konsentrasi molekul menjadi sama pada semua bagian. Konsentrasi larutan menjadi homogeny.

proses-perpindahan-zat-dari-konsentrasi-tinggi-ke-konsestrasi-rendah

proses-perpindahan-zat-dari-konsentrasi-tinggi-ke-konsestrasi-rendah

Contoh Peristiwa Difusi

  • Maksudnya gas CO2 ke dalam tubuh tumbuhan dan keluarnya gas O2 dari tubuh tumbuhan.
  • Maksudnya air ke dalam akar, kemudian bergerak dari sel ke se, dan akhirnya meninggalkan tubuh tumbuhan dalam bentuk uap air.

Osmosis

Osmosis adalah perpindahan molekul atau zat dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui suatu membran selektif permeable (semipermeable). Larutan berkonsentrasi rendah biasa disebut larutan encer dan larutan berkonsentrasi tinggi disebut larutan pekat.

Membrane selektif permeable adalah selaput pemisah yang hanya dilewati oleh air dan molekul tertentu yang terlarut di dalamnya. Molekul – molekul yang mampu melewati membrane semipermeable adalah molekul – molekul gliserol, asam lemak, asam amino, gula sederhana, zat – zat tertentu yang larut dalam lemak, dan air.

Molekul yang memiliki ukuran cukup besar, misalnya polisakarida atau pati dan protein tidak mampu melewati membrane semipermeable. Larutan yang memiliki konsentrasi tinggi memiliki tekanan osmosis yang tinggi, dan sebaliknya. Setiap sel hidup merupakan system osmosis yang mengatur keseimbangan air di dalamnya.

Pemurnian Logam Cara Listrik, Electrowinning.

Pengertian.

Prinsip pemurnian logam cara listrik adalah dengan mengunakan dua elektroda dalam suatu larutan elektrolit. Elektrodanya adalah katoda dan anoda. Anoda adalah logam yang masih kotor yang akan dimurnikan.

Sedangkan Katoda adalah logam murni. Larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan yang mengandung kation logam yang akan dimurnikan, dalam hal ini larutan yang mengandung kation logam.

MIsal pemurnian logam tembaga, maka larutan yang digunakan adalah tembaga sulfat CuSO4.

Proses pemurnian logam atau refining cara listrik atau elecktrowinning banyak diaplikasikan dalam industri- industri logam, misal pada industri pengolahan logam tembaga. Beberapa aplikasi yang menggunakan bahan dasar logam tembaga mensyaratkan kemurnian tinggi.

Beberapa unsur pengotor yang umum terdapat pada logam tembaga sebelum dimurnikan adalah, besi, seng, timbal, silikon, alumunium, perak, platina dan emas. Unsur –unsur ini merupakan pengotor yang terdapat dalam bijih tembaga.

Kabel listrik merupakan salah satu contoh aplikasi tembaga sebagai konduktor yang mensyaratkan kemurnian yang tinggi. Argumennya adalah, semakin tinggi kemurnian logamnya, maka logam tersebut semakin konduktor.

Contoh Reaksi Proses Pemurnian Logam Tembaga

Reaksi yang terjadi selama proses pemurniannya pada katoda dan anoda adalah sebagai berikut:

CuSO4 (l) → Cu2+ (l) + SO42- (l)

Katoda : Cu2+ (l) + 2e → Cu (s)

Anoda : Cu(s) → Cu2+ (l) + 2 e

Skematika proses pemurnian logam tembaga dapat dilihat pada gambar di bawah.

pemurnian-logam-tembaga-cara-elektrowinning

pemurnian-logam-tembaga-cara-elektrowinning

Logam tembaga kotor pada anoda mengalami reaksi oksidasi. Tembaga Cu larut menjadi ion Cu2+   kemudian masuk ke dalam larutan elektrolit CuSO4 (tembaga sulfat). Pada katoda terjadi reaksi reduksi ion tembaga dari larutan menjadi tembaga solid   yang terendapkan di permukaan katoda.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses ini adalah pengaturan tegangan dan arus yang tepat selama proses sehingga pengotor – pengotor tidak ikut terlarut menjadi ion, melainkan mengendap di landasan bak. Atau kalaupun secara kimia pasti terlarut, maka ion- ion pengotor harus diusahakan tidak ikut terendapkan di permukaan katoda.

Jenis, Penyebab, Dampak Mutasi Gen, Kromosom

Pengertian

Mutasi merupakan suatu perubahan sifat pada keturunan (F1) sehingga menghasilkan sifat keturunan yang berbeda dengan induknya (P). individu F1 tersebut akan menghasilkan keturunan yang sifatnya sama dengannya. Makhluk hidup atau Individu yang mengalami mutasi disebut dengan mutan.

Pada dasarnya mutasi merupakan perubahan struktur susunan materi genetic dalam hal ini DNA yang dapat diturunkan ke generasi berikutnya. Terjadinya perubahan susunan materi genetik akan mengakibatkan perubahan gen sehingga dapat menimbulkan perubahan fenotipenya.

jenis-penyebab-dampak-mutasi-gen-kromosom

jenis-penyebab-dampak-mutasi-gen-kromosom

Sedangkan penyebab terjadinya mutasi disebut sebagai mutagen. Berdasarkan besar atau kecilnya perubahan yang terjadi pada substansi genetika, mutasi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu mutasi gen dan mutasi kromosom (aberasi kromosom).

Mutasi Gen.

Mutasi gen biasa disebut juga sebagai mutasi titik atau point mutation. Mutasi ini terjadi akibat adanya perubahan pada satu pasang DNA pada suatu gen. Tipe Mutasi gen di antaranya adalah:

  • Mutasi tidak bermakna atau nonsense mutation, yaitu perubahan pada triple basa (kodon) tetapi perubahannya tidak menyebabkan kesalahan terhadap pembentukan protein.
  • Mutasi ganda (triple mutation) yaitu terjadi pengurangan atau penambahan tiga basa secara bersama – sama.
  • Mutasi bingkai (frame shift mutation) yaitu penambahan atau pengurangan basa nitrogen. Mutasi ini terdiri dari delesi (pengurangan basa nitrogen) dan duplikasi (penambahan basa nitrogen).
  • Mutasi penggantian basa, mutasi yang terdiri dari transisi dan transversi.

Mutasi Kromosom atau Aberasi Kromosom

Mutasi kromosom disebut juga mutasi besar atau aberasi. Mutasi kromosom merupakan mutasi yang terjadi karena adanya perubahan struktur dan jumlah pada kromosom.

Efek mutasi  kromosom lebih besar daripada mutasi gen, sehingga tampak ada fenotip individu yang mengalami mutasi tersebut.

Mutasi kromosom dapat dikelompokan menjadi dua yaitu mutasi kromosom yang diakibatkan terjadinya perubahan struktur kromosom atau aberasi dan mutasi kromosom akibat terjadinya perubahan jumlah kromosom.

Mutasi karena perubahan jumlah kromosom diantaranya:

  • Euploidi apabila pengurangan atau penambahan perangkat kromosm

Contoh: 2n → 4n, 2n →n

  • Aneuploidi apabila terjadi perubahan kromosom hanya pada salah satu atau lebih dari satu genom.

Mutasi karena perubahan struktur Kromosom diantaranya:

  • Delesi terjadi karena adanya fragmen kromosom yang patah dan hilang sehingga menyebabkan susunan kromosom mengalami perubahan.
  • Duplikasi karena adanya peristiwa penambahan suatu fragmen kromosom yang sama berasal dari homolog, sehingga mengakibatka perubahan susunan kromosom.
  • Inversi terjadi apabila fragmen pada suatu kromosom patah dan akan kembali lagi pada kromosom tersebut akan tetapi susunan fragmen kromosomnya terbalik, sehingga dapat menyebabkan terjadinya perubahan susunan kromosom.
  • Translokasi terjadi apabila terdapat dua

Penyebab Terjadinya Mutasi.

Beberapa penyebab terjadinya mutasi diantaranya adalah:

Mutasi Spontan atau mutasi alami. Mutasi ini terjadi secara alami. Diperkirakan akibat factor ama, seperti sinar uktraviolet, sinar kosmik, sinar radioaktif dan kesalahan DNA.

Mutasi Buatan. Mutasi ini merupakan mutasi yang sengaja dibuat oleh manusia. Mutasi ini melibatkan mutagen biologi seperti virus dan bakteri. Asam inti virus dapat menyebabkan mutasi.

Mutagen kimia yang sering digunakan adalah bahan kimia alami seperti asam nitrit, kolkisin, streptomisin. Bahan kimia sintesis seperti DDT, fumigant, formaldehid, gliserol.

Mutagen fisika yang dapat menyebabkan mutasi berupa temperature, sinar dan radiasi.

Dampak Mutasi.

Dampak Positif dari adanya mutasi di antaranya poliploid pada tanaman yaitu:

  • Dapat menghasilkan tanaman bibit yang sangat unggul.
  • Dapat menghasilkan tanaman dengan buah besar, tidak berbiji dan produksinya tinggi.
  • Dapat meningkatkan produksi antibody
  • Menambah keanekaragaman tanaman atau hayati

Dampak Negatif.

Selain dampak positif, mutasi juga dapat menimbulkan berbagai masalah yang merugikan, misalkan.

  • Memicu timbulnya berbagai penyakit berbahaya seperti kanker dan sindrom
  • Dapat menghasilkan perubahan sifat yang menjadikan mahluk hidup rentan terhadap berbagai serangan hama atau penyakit

Daftar Pustaka:

Konsep Kesetimbangan Reaksi Kimia

Pengertian

Keadaan setimbang adalah keadaan di mana laju reaksi pembentukan produk atau laju reaksi maju sama dengan laju pembetukan reaktannya atau reaksi balik. Walaupun secara makroskopis tidak dapat diamati, namun Secara mikroskopis keadaan setimbang menunjukkan reaksi maju dan reaksi balik memiliki kecepatan yang sama.

Syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai keadaan setimbang adalah reaksi merupakan reaksi reversible (reaksi dua arah), bersifat dinamis yaitu reaksi berjalan secara terus menerus dalam dua arah dengan laju yang sama. Reaksi dilakukan dalam system tertutup.

teori-konsep-kesetimbangan-reaksi-kimia-contoh-soal-perhitungan

teori-konsep-kesetimbangan-reaksi-kimia-contoh-soal-perhitungan

Reaksi reversible adalah reaksi yang terjadi pada dua arah atau reaksi yang terjadi secara bolak balik, yaitu reaksi yang terjadi dari zat reaktan membentuk zat produk disebut sebagai reaksi maju dan reaksi yang terjadi dari produk membentuk zat reaktan disebut reaksi balik. Zat – zat hasil reaksi selalu dapat bereaksi kembali membentuk zat pereaksi.

Contoh Reaksi Reversibel atau Dua Arah.

Reaksi antara hydrogen dengan nitrogen. Gas hydrogen dan nitrogen yang dipanaskan dalam suatu wadah akan menghasilkan gas ammonia seperti reaksi berikut:

Contoh kesetimbangan reaksi dengan komponen reaksinya gas.

N2(g) +  3H2(g) → 2NH3(g)

Arah sebaliknya, gas ammonia yang dipanaskan akan terurai menjadi gas nitrogen dan gas hydrogen seperti persamaan reaksi berikut:

2NH3(g) → N2(g) +  3H2(g)

Dan jika digabungkan kedua reaksi tersebut menjadi seperti berikut:

N2(g) +  3H2(g) = 2NH3(g)

Jenis Reaksi Kesetimbangan.

Kesetimbagan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen. Perbedaan kedua kesetimbangan ini didasarkan kepada fasa – fasa tiap komponen yang terlibat pada reaksinya.

Reaksi Kesetimbangan Homogen.

Reaksi kesetimbangan homogen merupakan reaksi kesetimbangan dengan komponen reaksi berfase sama dapat berupa system gas atau larutan

Contoh kesetimbangan reaksi homogen dengan komponen reaksinya gas.

N2(g) +  3H2(g) = 2NH3(g)

Semua komponen baik reaktan maupun produk reaksi adalah berfase gas.

Reaksi Kesetimbangan Heterogen

Reaksi kesetimbangan heterogen merupakan reaksi dengan komponen reaksinya terdiri dari fase yang berbeda dapat dua atau lebih fase yang berbeda.

Contoh kesetimbangan reaksi heterogen adalah sebagai berikut

CaCO3(s) = CaO(s) + CO2(g)

Reaksi tersebut terdiri dari dua fase yaitu padatan dan gas. Reaktan terdiri dari senyawa yang berfase padat, sedangkan produk terdiri dari senyawa padat yaitu CaO dan fase gas yaitu CO2.

Daftar Pustaka:

 

Sistem Koloid, Pengertian Manfaat Contoh Soal Perhitungan

Pengertian

System koloid atau lebih sering disebut koloid saja merupakan campuran yang terletak di antara larutan dan suspense. Contoh campuran koloid adalah susu, santan tinta pulpen, mentega, sabun Kasur busa.

Koloid memiliki sifat dari heterogen sampai homogeny dengan ukuran diameter mulai dari 1 nano meter hingga 100 nano meter. Koloid termasuk campuran yang stabil. Partikel dapat disaring dengan penyaring ultra.

jenis-manfaat-sistem-koloid

jenis-manfaat-sistem-koloid

Jenis – Jenis Koloid.

Koloid terdiri dari fase terdispersi dengan jumlah lebih sedikit dan fase pendispersi atau medium pendispersi dalam jumlah lebih banyak dibanding dengan fasa terdispersi.

  • Sol merupakan koloid dengan fasa terdispersi padat. Contoh koloidnya adalah tinta, cat, sabun, kanji, deterjen.
  • Emulsi merupakan koloid dengan fase terdispersi cair. Contoh koloidnya adalah keju, mentega, jeli, susu, es krim, mayones. Emulsi terbentuk dengan syarat kedua jenis zat tidak saling melarutkan dan ada emulgator atau pengemulsi
  • Buih merupakan koloid dengan fase terdispersi gas. Contoh koloidnya adalah buih sabun, krim kocok, karet busa.
  • Aerosol merupakan koloid dengan fase pendispersinya gas. Contoh koloidnya adalah asap, debu, kabut, dan awan.

Penggunaan atau Manfaat Koloid.

Koloid digunakan dalam berbagai industry karena kestabilannya pada tingkat makroskopis dan homogenitasnya. Beberapa industry yang menerapkan koloid yaitu industry farmasi, kosmotika, makanan, dan pengolahan logam.

Sifat adsorpsi koloid dimanfaatkan untuk:

  • Pemutih gula pasir
  • Penjernih air
  • Pewarnaan kain
  • Norit

Sifat koagulasi dimanfaatkan untuk

  • Pengolahan asap dan debu
  • Pembentukan delta muara sungai
  • Penggumpalan karet dalam latex
  • Penjernihan air dengan tawas

Sifat – Sifat Koloid.

Sifat koloid yang membedakan dari larutan dan suspense di antaranya adalah:

  • Efek Tyndall

Efek tyndall adalah gejala penghamburan sinar oleh partikel koloid. Koloid dapat menghamburkan sinar karena ukuran partikelnya.

  • Gerak Brown

Gerak brown adalah gerak patah – patah (atau zig zag) partikel koloid secara terus menerus karena tumbukan yang tidak seimbang antara molekul medium pendispersi dengan partikel koloid.

Arah gerakan partikel koloid berubah – ubah karena kecilnya ukuran partikel. Gerak brown dipengaruhi oleh ukuran partikel dan temperature. Makin kecil partikel dan tinggi temperature, gerak brown semakin cepat.

  • Muatan koloid

Elektroforosis adalah gerakan partikel koloid di dalam medan listrik. Mulalui elektroforesisi muatan koloid dapat diketahui. Koloid bermuatan negative akan bergerak me arah elektroda positif atau anoda, sedangkan koloid bermuatan positif akan bergerak kea rah elektroda negative atau katoda

Adsorpsi merupakan salah satu kemampuan dari koloid untuk menyerap ion dan muatan pada permukaannya. Kemampuan menyerap ini menyebabkan permukaan koloid menjadi bermuatan.

  • Koagulasi

Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid karena penambahan suatu elektrolit atau pelucutan muatan partikel koloid. Koloid distabilkan oleh gerak Brown dan muatannya. Penambahan suatu elektrolit atau muatan yang berbeda dengan sifat koloid akan menyebabkan koagulasi.

Koloid bermuatan positif akan lebih mudah terkoagulasi oleh elektrolit yang muatannya lebih negative. Sebaliknya, koloid bermuatan negative akan lebih mudah terkoagulasi oleh elektrolit bermuatan lebih positif.

  • Dialysis

Dialysis adalah penghilangan Ion – ion pengganggu dari suatu koloid. Pemurnian koloid dari ion pengotor. Koloid yang akan dimurnikan dari pengotornya dimasukkan ke dalam kantong koloid yang terbuat dari selaput semipermeable.

Katong koloid dimasukkan dalam bejana yang berisi air mengalir. Kantong ini dapat menahan partikel koloid, sedangkan ion pengotor dan molekul sederhana akan terbawa air.

  • Koloid Liofil dan Koloid Liofob

Koloid liofil adalah koloid yang mempunyai gaya tarik menarik besar antara partikel terdispersi dengan pertikel pendispersinya.

Koloid liofob adalah koloid yang tidak memiliki gaya tarik menarik antara partikel pendispersi dengan partikel terdispersi.

Daftar Pustaka:

Tahapan Proses Sintesis Protein. Penjelasan Contoh Soal

Pengertian

Sintesis protein adalah proses penerjemahan kode genetic di dalam gen menjadi urutan asam amino. Proses tersebut dikenal dengan ekspresi gen yang berlangsung melalui dua tahap yaitu transkripsi dan translasi.

Transkripsi.

Transkripsi merupakan proses pencetakan mRNA oleh DNA di dalam nucleus. Saat transkripsi berlangsung terjadi pemindahan informasi genetic dari DNA ke RNA. Transkripsi terjadi dengan bantuan enzim polymerase.

tahap-proses-sintesis-protein

tahap-proses-sintesis-protein

Tahapan Transkripsi.

Adapun Tahapan Transkripsi untuk sintesis protein adalah sebagai berikut:

  • Enzim polymerase akan membuka double helix
  • Pita RNA dibentuk sepanjang pita DNA pencetak dengan urutan basa nitrogennya komplementer dengan basa nitrogen yang ada pada pita cetakan DNA.
  • Setelah pita RNA selesai menerima kode genetic dari pita DNA pencetak langsung meninggalkan inti nucleus menuju ribosom (tempat sistesis protein dalam sitoplasma). Dan pita RNA menempatkan diri pada leher ribosom.
  • RNA yang berada dalam sitoplasma bersiap –siap untuk berperan dalam proses sintesis protein berikutnya. setiap satu RNA ini, mengikat satu asam amino yang mengandung ATP.

Translasi.

Translasi merupakan penerjemahan kode – kode genetika  oleh tRNA yang dibawa oleh mRNA ke dalam urutan asam amino. Asam amino asam amino yang terbentuk akan berikatan dengan triple anticodon membentuk polipeptida.

Tahapan Translasi

  • Setelah mRNA dan tRNA sampai di ribosom, selanjutnya tiga basa nitrogen pada anticodon tRNA berpasangan dengan tiga basa nitrogen pada kodon mRNA. Missal AUG pada kodon mRNA berpasangan dengan UAC pada anticodon tRNA, sehingga asam amino yang aterikat oleh tRNA adalah metionin. Dengan demikian nama asam amino merupakan terjemahan dari basa – basa nitrogen yang ada pada mRNA.
  • Ribosom dengan mRNA bergerak satu dengan yang lainnya
  • Sebuah asam amino ditambahkan pada yang dibentuk.
  • Asam amino yang pertama yaitu metionin segera lepas dari tRNA kembali ke sitoplasma untuk mengulang fungsinya dengan cara yang sama. tRNA berikutnya dating untuk berpasangan dengan kodon mRNA berikutnya.
  • Proses keseluruhan ini berkesinambungan sampai terbentuk polipeptida tertentu yang terdiri dari asam amino dengan urutan basa nitrogen tertentu.

Daftar Pustaka:

Pendapatan Disposibel Disposible Income (DI) Pengertian Contoh Soal

Pengertian

Disposible Income adalah Personal Income (PI) setelah dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

Pada tabel dapat dilihat pendapat disposibel menurut rumah tangga Indonesia pada tahun 2000, 2005 dan tahun 2008. Pendapat disposibel rumah tangga menunjukkan peningkatan yang cukup besar, baik selama lima tahun dari tahun 2000 sampai tahun 2005 maupun selama tiga tahun dari tahun 2005 sampai tahun 2008.

nilai pendapatan-disposibel rumah tangga

nilai pendapatan-disposibel rumah tangga

Formulasi untuk menghitung Disposible Income adalah:

DI = PI – Pajak Langsung

Tabungan merupakan uang yang disisihkan dari hasil pendapatan yang tidak digunakan untuk belanja namun dikumpulkan sebagai cadangan masa depan. Tabugan ini disimpan di lembaga keuangan resmi seperti Bank. Tabungan ini dapat menambah pendapatan nasional karena, tabungan dapat dimanfaatkan untuk keperluan investasi. Melalui investasi inilah pendapatan nasional dapat meningkat. Penjelasan tentang pendapatan nasional dapat diuraikan dengan urutan seperti terlihat di bawah ini.

GDP > GNP > NNP > NNI > PI > DI

Perbandingan mengenai indikator pendapatan nasional akan lebih jelas bila kita menerapkan dalam angka:

  1. GDP Rp. 100.000,00

Pendapatan Neto dari LN Rp. 10.000,00 –

  1. GNP Rp. 90.000,00

Depresiasi/Penyusutan Rp. 5.000,00 _

  1. NNP Rp. 85.000,00

Pajak tidak langsung Rp. 3.000,00 _

  1. NNI Rp. 82.000,00
  • Laba ditahan Rp. 7.500
  • PPh Persh. Rp. 2.500
  • Iuran Sosial Rp. 1.000 + Rp. 11.000,00 _
  1. PI Rp. 71.000,00

Pajak Langsung Rp. 5.000,00 _

  1. DI Rp. 66.000,00

Konsumsi Rp. 47.000,00 _

Tabungan (saving) Rp. 19.000,00