Proses Pengerjaan Dingin Pada Logam, Cold Working

Pengertian Definisi

Pengerjaan dingin pada logam merupakan proses deformasi pada yang dilakukan pada temperature di bawah temperature rekristalisasi. Pada temperature ini, deformasi akan menyebabkan benda kerja mengalami pengerasan regang dan perubahan struktur butiran. Benda kerja menjadi lebih keras dan kuat dengan Struktur yang  mengadung sejumlah regangan. Denda kerja kehilangan sebagian besar keuletannya sehingga menjadi getas.

Peningkatan kekuatan menyebabkan logam menjadi sulit dideformasi lebih lanjut. Dalam keadaan yang ekstrim benda kerja menjadi tidak dapat dibentuk dan menjadi sangat rapuh atau getas. Peningkatan kekuatan pada pengerjaan dingin terkait dengan peningkatan kerapatan dislokasi pada logamnya. Semakin besar deformasi yang diberikan, maka semakin tinggi kerapatan dislokasinya dan semakin keras logam yang dihasilkan.

Agar benda kerja hasil dari pengejaan dingin ini dapat di bentuk menjadi produk akhir, maka dilakukan proses perlakuan panas anil. Dengan melakukan proses anil, maka benda kerja hasil pengerjaan dingin dapat dibentuk sesuai dengan aplikasinya. Keuletan banda kerja yang hilang selama pengerjaan dingin dapat diperoleh kembali dengan proses anil. Namun demikian, peningkatan keuletan ini diikuti dengan menurunnya kekuatan dan kekerasan.

Pengaruh Pengerjaan Dingin Terhadap Sifat Mekanik Bahan Logam

Perubahan sifat mekanik akibat pengerjaan dingin dapat dilihat pada gambar 1 di bawah. Kekuatan benda kerja meningkat dengan meningkatnya tingkat atau persen pengerjaan dingin. Namun demikian, peningkatan ini diiringi dengan penurunan sifat keuletan benda kerjanya. Hal ini menunjukan bahwa benda kerja akan menjadi lebih getas setelah proses pengerjaan dingin.

Pengaruh Deformasi Terhadap Sifat Mekanik Bahan Logam

Gambar 1. Pengaruh Deformasi Terhadap Sifat Mekanik Bahan Logam

Pengaruh Pengerjaan Dingin Terhadap Struktur Mikro Bahan Logam

Gambar 2 menunjukkan pengaruh deformasi terhadap perubahan struktur mikro baja karbon seri 1008. Butir-butir awal yang semula adalah ekuiaksial (relative bulat) menjadi butir-butir yang memanjang atau pipih setelah dideformasi dengan tingkat reduksi 42 persen dan 64 persen. Semakin tinggi tingkat deformasinya, maka butir-butirnya menjadi semakin pipih.

Pengaruh Deformasi Terhadap Struktur Mikro Baja

Gambar 2. Pengaruh Deformasi Terhadap Struktur Mikro Baja