Sifat Mampu Cor Bahan Logam, Castability

Pengertian Definisi Dan Istilah

Sifat mampu cor atau castability adalah sifat yang dimiliki oleh bahan yang menunjukkan kemampuan bahan logam untuk diolah dengan proses pengecoran menjadi suatu produk. Pada saat Proses pengecoran, logam yang sudah dicairkan kemudian dituangkan ke dalam rongga cetakan yang mempunyai bentuk yang sesuai dengan bentuk benda atau produk yang dirancang.

Penuangan  dan pengisian logam cair ke dalam rongga cetakan dapat dilakukan dengan beberapa metoda seperti dengan cara gravitasi, yaitu logam cair dialirkan atau dituangkan ke dalam rongga cetakan hanya dengan bantuan gaya gravitasi. Logam cair dapat juga  dituang untuk mengisi rongga cetakan dengan cara injection. Pada Metoda ini, Logam cair dipaksa masuk ke dalam rongga cetakan dengan suatu tekanan tertentu.

Kesempurnaan dari suatu produk hasil pengecoran dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti proses pembekuan, aliran logam cair ke dalam cetakan, proses perpindahan panas pada saat terjadi pembekuan dan pendinginan, serta tergantung pada jenis bahan cetakan yang digunakan.

Hasil pengecoran akan sangat tergantung pada kombinasi dan optimasi dari semua faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Temperatur Logam Cair.

Logan dengan mampu cor yang baik akan menghasilkan bentuk yang sempurna dan bebas dari cacat coran seperti penyimpangan bentuk akibat rongga cetakan yang tidak terisi semuanya, dan tidak terdapatnya porositas yang ditimbulkan oleh gelembung gas yang tidak sempat  keluar dari rongga cetakan.

Selama proses pengecoran, temperatur logam cair harus berada di atas titik leburnya. Saat penuangan, temperatur  logam cair akan segera turun. Penurunan temperatur akan menjadi sangat cepat ketika logam yang yang dicor memiliki titik lebur sangat tinggi. Penurunan temperatur yang terlalu cepat akan mengalibatkan pembekuan yang terlalu dini dan akibatnya bentuk produk menjadi tidak sempurna.

Umumnya, untuk menghindari terjadinya penurunan temperatur  yang terlalu cepat, maka cetakan dipanaskan terlebih dahulu untuk mengurangi perbedaan temperatur logam cair dengan cetakan. Selain itu, mengatur temperatur logam cair pada waktu penuangan dan membuat cetakan yang dapat mengalirkan logam cair secara cepat kesemua bagian cetakan.

Viskositas Logam Cair

Sifat lain yang dapat mempengaruhi mampu cor adalah viskositas dari logam cair. Logam harus mampu mengalir dengan baik kesemua bagian cetakan dengan cepat. Viskositas yang terlalu tinggi akan menyebabkan waktu pengisian menjadi lebih lama. Dalam kasus yang ekstrim, logam cair dapat membeku sebelum mencapai dan mengisi rongga sepenuhnya.

Viskositas yang terlalu tinggi dapat pula menyebabkan terjebaknya udara dalam bentuk gelembung. Gelembung yang terjebak pada logam padat merupakan poros.

Fluiditas Logam Cair

Faktor lainnya yang juga berfengaruh terhadap keberhasilan proses pengecoran adalah fluiditas logam cair. Sifat fluiditas ini sangat tergantung pada viskositas dan temperatur logam cair. Temperatur logam cair yang tinggi akan memberikan viskositas yang lebih rendah. Hal ini akan memberikan fluiditas yang baik.

Jika fluiditas logam cair baik, maka seluruh bagian dari cetakan akan dapat dicapai oleh logam cair dengan mudah dan cepat. Logam cair yang memiliki Fluiditas yang baik akan mampu melewati saluran yang berbelok-belok tajam dan bentuk saluran yang tipis sekalipun.

Uji fluiditas logam cair dapat dilakukan dengan menggunakan cetakan uji yang berbentuk spiral seperti tampak pada gambar di bawah. Dari hasil uji ini dapat diketahui berapa banyak lingkaran spiral yang dapat diisi oleh logam cair. Semakin banyak bagian spiral yang terisi semakin tinggi nilai indeks fluiditasnya.

Bentuk Cetakan

Bentuk catakan yang sulit memerlukan kondisi logam cair yang sangat baik, yaitu harus memiliki viskositas dan fluiditas yang baik pula. Sedapat mungkin dibuat cetakan yang relatif sederhana. Untuk mendapatkan bentuk yang lebih presisi dapat diperoleh dengan proses finshing melalui proses pemesinan. Dengan demikian saat proses pengecorannya tidak diperlukan logam cair yang memiliki sifat yang terlalu baik.

Material Cetakan

Material cetakan yang memiliki konduktivitas panas yang baik akan mampu dengan segera menyerap panas dari logam cair. Temperatur logam cair akan segera turun dengan cepat yang pada akhirnya menyebabkan fluiditas logam cair menjadi turun dan pembekuan terjadi terlalu cepat sebelum logam cair dapat mengisi rongga secara sempurna.

Pembekuan yang terlalu cepat akan menyebabkan rongga cetakan tidak terisi semuanya. Hal ini akan mengakibatkan produk coran akan memiliki cacat bentuk, cacat rongga atau porosistas.