Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel.

Pengertian Minyak Jelantah

Istilah minyak jelantah merujuk pada suatu jenis minyak yang diperoleh dari sisa penggorengan berbagai kebutuhan konsumen rumah tangga. Atau dengan kata lain minyak jelantah adalah minyak goreng bekas pakai. Minyak ini merupakan limbah yang mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik. Senyawa karsinogenik timbul ketika minyak dipakai atau dipanaskan pada temperatur penggorengan.

Minyak goreng dapat dikatakan sebagai minyak jelantah, jika sudah digunakan dua kali menggoreng.  Minyak ini dikatagorikan sebagai limbah mengingat minyak sudah mengandung zat karsinogenik yang membahayakan kesehatan tubuh manusia.

Minyak goreng hanya dapat digunakan untuk menggoreng makanan maksimum tiga kali. Setelah itu, minyak tidak lagi dapat digunakan untuk menggoreng, walaupun sudah disaring dan dijernihkan kembali.

Zat karsinogenik dapat menimbulkan berbagai keluhan dan penyakit seperti menimbulkan penyakit kanker, penyakit jantung, dan menghambat atau menurunkan kecerdasan generasi berikutnya.

Di indonesia minyak goreng merupakan komoditi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan demikian sisa pakainya, disadari atau tidak, dapat mengotori lingkungan, yang pada akhirnya dapat menggangu kesehatan dan lingkukngan.

Minyak jelantah sebagai limbah akan menjadi bahan yang bermanfaat jika diolah untuk penggunaan yang lain. Untuk itu dilakukan berbagai upaya agar dapat memanfatkan kembali dengan cara mengolahnya. Materi ini hanya manyajikan konsep pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel dengan metoda sederhana.

Proses Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel

Pada prinsipnya pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel adalah proses konversi trigliserida menjadi metil atau etil ester.  Proses konversi ini biasa disebut transesterifikasi. Proses transesterifikasi  merupakan reaksi antara minyak dengan alkohol untuk memutus tiga rantai gugus ester dari tiap cabang trigliserida.

Secara umum proses pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel ditunjukkan pada gambar di bawah.

Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel

Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel

Reaksi pada transesterifikasi membutuhkan panas sebagai energy dan katalis basa sebagai mediator konversi agar diperoleh mutu produk reaksi yang tinggi. Pada reaksi ini minyak jelantah dikonversi menjadi biodiesel dan gliserin.

Beberapa materi yang membahas pengolahan limbah menjadi produk-produk yang lebih bermanfaat dapat dibaca pada artikel di bawah. Limbah yang diolah diantaranya, limbah kotoran ternak, air kotor, limbah pertanian, dan lainnya. Untuk dapat membacanya Klik Judul yang sesuai:

1.  Konversi Limbah Organik Menjadi Biogas.

2. Pengolahan Air Minum Dengan Penyaringan, Filtrasi

3. Pengolahan Air Minum, Water Treatment

4. Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel.