Pengolahan Air Minum, Water Treatment

Pengertian Pengolahan Air Minum

Pengolahan air minum merupakan proses pemisahan air dari pengotornya secara fisik, kimia dan biologi. Tujuan utama dari pengolahan ini adalah untuk mendapatkan air bersih dan sehat yang memenuhi standar mutu sehingga dapat digunakan sebagai air minum.

Secara fisik pengolahan air dapat dilakukan dengan metoda sedimentasi, filtrasi dan adsorpsi atau absorpsi. Proses pengolahan secara kimia umumnya dilakukan dengan metoda reduksi, oksidasi, aerasi,  dan koagulasi. Sedangkan secara biologi pengolahan dilakukan dengan cara mikrobiolgi bersama-sama dengan cara kimia dan fisik untuk mematikan pantogen.

Selain itu, secara biologi pengolahan dapat pula dilakukan dengan menambahkan bahan khusus yaitu disinfektan. Disinfektan ditambahkan untuk membunuh mikroorganisme yang terdapat dalam air. Metoda umum yang sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh hampir semua masyarakat adalah dengan memanaskan air  pada temperatur sekitar 100 celcius.

Tujuan Pengolahan Air Minum.

Pengolahan air dapat dilakukan secara kelompok atau individu dengan menggunakan teknologi sederhana atau dengan aplikasi teknologi modern. Namun pada prinsipnya, pengolahan air minum memiliki tujuan utama yang secara teknis adalah sebagai berikut:

  1. Menurunkan tingkat kekeruhan air
  2. Menurunkan dan mematikan mikroorganisme
  3. Menurunkan bau, rasa dan warna
  4. Menurunkan kesadahan
  5. Menurunkan zat, atau unsur-unsur yang terlarut
  6. Mengatur tingkat keasaman, atau pH

Kriteria Pengolahan Air Minum.

Untuk masyarakat perkotaan, air minum hasil pengolahan diperoleh dari Perusahaan Air Minum, PAM baik milik pemerintah atau swata atau kelompok. Namun, tidak demikian dengan penduduk yang tinggal di pedesaan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan air minum yang memenuhi standar mutu, maka perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

Beberapa kriteria umum yang harus diperhatikan pada pemgolahan air minum jika dibangun secara kolektif untuk masyarakat di pedesaan adalah:

  1. Instalasi pengolahan sederhana, sehingga mudah dibangun dan dioperasikan
  2. Bahan yang digunakan relative mudah didapat dengan harga yang murah
  3. Tepat sasaran, sesuai dengan kondisi lingkungan, baik alam maupun sosial budaya penduduk setempat.
  4. Instalasi pengolahan air memiliki Efisiensi tinggi. Dapat mengolah air dalam jumlah besar dengan tingkat kemurnian yang tinggi

Persyaratan Air Minum.

Mutu air yang dapat digunakan sebagai air minum atau keperluan rumah tangga harus memenuhi persyaratan secara fisik, kimia dan biologi. Di Indonesia standar mutu air minum ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Replubik Indonesia No. 907/MENKES/SK/VII/2002, tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.

Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan adalah.

  1. Secara fisik air tidak berwarna, tidak memiliki rasa, rasa air tawar, tidak berbau, jernih atau tidak keruh, tidak mengandung zat padatan.
  2. Secara kimia air harus memiliki keasaman atau pH 7, atau netral, tidak mengandung bahan kimia beracun, tidak mengandung garam atau io-ion logam, kesadahan rendah, tidak mengandung bahan organik.
  3. Secara mikrobiologi air tidak mengandung bakteri patogen, tidak mengandung bakteri nonpatogen.

Standarisasi mutu air pada prinsipnya bertujuan untuk melindungi, memelihara, dan mempertinggi tingkat kesehatan masyarakat. Standar ini akan menjamin air hasil pengolahan dapat dikonsumsi oleh masyarakat tanpa menimbulkan permasalahan kesehatan.

Beberapa materi yang membahas pengolahan limbah dan cara mengolah air minum dapat dibaca pada artikel di bawah. Klik judul yang sesuai:

1.  Konversi Limbah Organik Menjadi Biogas.

2. Pengolahan Air Minum Dengan Penyaringan, Filtrasi

3. Pengolahan Air Minum, Water Treatment

4. Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel.