Devaluasi Dan Revaluasi Mata Uang Negara, Valuta Asing

Pengertian Definisi Devaluasi

Devaluasi dapat didefinisikan sebagai tindakan yang diambil oleh pemerintahan suatu Negara dengan menurunkan nilai mata uangnya (domestic currency) terhadap nilai mata uang asing (foreign currency).

Dalam jangka pendek kebijakan devaluasi bertujuan untuk mendorong ekspor dan membatasi impor. Sehingga dapat mendorong penggunaan produksi dalam negeri. Hal ini akan berdampak pada perbaikan posisi BOP, Balance Of Payment atau terjadinya kesetimbangan BOP atau mendekati kesetimbangan.

Pada umumnya kebijakan devaluasi lebih banyak dimanfaatkan oleh Negara-negara yang sedang berkembang. Kebijakan devaluasi ini harus mendapat izin dari IMF, International Monetary Fund.

Revaluasi

Revaluasi didefinisikan sebagai tindakan yang diambil oleh pemerintahan suatu Negara dengan menaikan nilai mata uangnya terhaap nilai mata uang asing. Kebijakan Revaluasi dilakukan karena kondisi perekonomian Negara sudah dinilai mencapai atau mendekati full employment atau terjadinya kecenderungan inflasi.

Sejak diberlakukannya Bretton Woods System, kebijakan devaluasi dan revaluasi sudah sangat jarang dilakukan oleh Negara anggota IMF. Hal ini karena kebijakan devaluasi dan revaluasi dinilai suatu kebijakan yang tidak popular. Alasannya adalah Negara yang deficit biasanya menolak melakukan devaluasi, karena akan menunjukkan kelemahannya. Sedangkan Negara yang surplus akan terus mengakumulasi cadangan internasionalnya.

Negara yang mengalami deficit neraca pembayaran tidak bersedia kehilangan nilai tukar mata uangnya, karena akan menyebabkan barang-barang impor menjadi lebih mahal di pasar domestic. Kenaikan harga barang impor di pasar domestic ini pada akhirnya akan memicu terjadi inflasi.

Sedangkan Negara yang mengalami surplus neraca pembayaran tidak akan bersedia melakukan apresiasi terhadap mata uangnya, karana hal ini akan menyebabkan harga barangnya menjadi lebih mahal di pasar internasional dan barang luar negeri menjadi lebih murah di pasar domestic.

Ketika harga barang luar negeri lebih murah dari barang domestic, maka produksi dalam negeri cenderung turun. Barang domestic kalah bersaing dengan barang impor. Pada akhirnya dapat menimbulkan turunnya perekonomian termasuk timbulnya pengangguran.

Daftar Pustaka:

[pagelist_ext child_of=”parent” limit_content=”150″ number=”10″ ]

Pustaka:

  1. Hady. H., 2004,”Ekonomi Internasional, Teori dan Kebijakan Keuangan Internasional”, Ghalia Indonesia,  Buku 2, Edisi Revisi, Jakarta.
  2. Hanafi. M. M., 2003,”Manajemen Keuangan Internasional”, BPFE, Yogyakarta.