Apresiasi Dan Depresiasi Kurs Mata Uang Asing

Pengertian Definisi Apresiasi Dan Depresiasi Kurs Valuta Asing.

Kurs berfluktuasi setiap saat sesuai dengan kondisi permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar valuta asing. Mata uang akan mengalami penguatan atau pelemahan terhadap mata uang lainnya. Mata uang yang mengalami penguatan relatif terhadap mata uang lainnya dinyatakan sebagai mata uang yang terapresiasi. Sedangkan mata uang yang nilainya turun terhadap mata uang lain disebut mata uang yang mengalami depresiasi. Istilah depresiasi dan apresiasi biasanya digunakan pada mata uang suatu negara yang menganut sistem kurs mengambang. Menguat dan melemahnya nilai tukar ditentukan oleh mekanisme yang terjadi di pasar valuta asing.

Misal kemarin kurs EUR/USD 1,3000 kemudian hari ini menjadi EUR/USD 1,3100, maka kurs EUR/USD menguat sebesar:

EUR/USD 1,3100 – EUR/USD 1,3000 = EUR/USD 0,010 atau seratus point.

Artinya Euro terapresiasi terhadap Dollar Amerika sebaliknya Dollar Amerika mengalami depresiasi terhadap Euro. Penguatan kurs EUR/USD mencerminkan bahwa nilai Euro naik atau Dollar Amerika turun. Euro menjadi lebih mahal atau Dollar Amerika menjadi lebih murah. Jumlah Dollar Amerika yang diperlukan untuk membeli Euro menjadi lebih banyak.

Pengertian Definisi Revaluasi dan Devaluasi

Selain dua definisi tersebut, ada dua definisi lain yang juga menyatakan penurunan dan kenaikan nilai tukar mata uang suatu negara yaitu revaluasi dan devaluasi. Revaluasi adalah naiknya nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang lainnya. Sedangkan devaluasi menunjukkan penurunan nilai suatu mata uang terhadap mata uang lainnya. Istilah devaluasi dan revaluasi biasanya digunakan pada mata uang suatu negara yang menganut sistem kurs tetap. Perubahan nilai tukar mata uang ini merupakan kebijakan moneter pemerintah, dalam hal ini Bank Sentral. Yuan China merupakan contoh mata uang yang menganut sistem kurs tetap.

Beberapa negara yang tercatat pernah melakukan devaluasi adalah negara Inggris pada tahun 1967, Prancis pada tahun 1957, dan 1969. Sedangkan negara yang pernah melakukan revaluasi adalah Jerman Barat pada tahun 1961 dan 1969.

Kebijakan devaluasi pada umumnya digunakan oleh negara-negara yang sedang berkembang dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari IMF, International Monetary Financial.  Indonesia merupakan negara yang pernah menggunakan kebijakan devaluasi tersebut sebanyak empat kali. Yang pertama pada tahun 1971, kedua pada tahun 1978, ketiga tahun 1983 dan pada tahun 1986.

IMF akan memberikan persetujuan kepada anggotanya yang mengalami defisit Balance Of Payment atau BOP yang berat untuk melakukan kebijakan devaluasi guna memperbaiki posisi BOP dan menjaga stabilitas nilai tukar mata uangnya.

Daftar Artikel Yang Membahas Tentang Valuta Asing. KLIK Judul Di Bawah.

1. Konsep Dasar Valuta Asing, Mata Uang Asing

2. Fungsi Dan Pelaku Pasar Valuta Asing

3. Transaksi Dan Perdagangan Valuta Asing

Pustaka:

  1. Hady. H., 2004,”Ekonomi Internasional, Teori dan Kebijakan Keuangan Internasional”, Ghalia Indonesia,  Buku 2, Edisi Revisi, Jakarta.
  2. Hady. H., 2008,”Manajemen Keuangan Internasional”, Yayasan Administrasi Indonesia,  Cetakan Keempat,Jakarta.