Pengertian Korelasi Kurs Valuta Asing

Definisi Korelasi Kurs Valuta Asing

Korelasi kurs valuta asing menunjukkan hubungan satu kurs valuta asing dengan kurs valuta asing lainnya. Sebenarnya keterkaitan antara kurs valuta asing dapat ditinjau dari perilaku nasabah dengan aktivitas triangular arbitrase-nya. Selain itu dapat juga ditinjau dari keberadaan kurs silang yang terkait dengan perhitungan tiga kurs valuta yang berbeda. Kurs silang biasa juga disebut sebagai chain quotaions atau cross currency rate. Kurs silang yang didefinisikan sebagai kurs yang tidak melibatkan Dollar Amerika dapat digunakan untuk memprediksi apakah kurs yang lain akan berubah atau tidak. Pada bahasan ini akan dicoba bagaimana menggunakan Triangular arbitrase dan kurs silang secara bersama-sama untuk mencari korelasi antara kurs valuta asing.

Arbitrase Terhadap Kurs Valuta Asing.

Arbitrase dapat diartikan sebagai tindakan pembelian atau penjualan suatu mata uang asing di suatu tempat misal bank atau dealer, dan pada saat yang sama menjual atau membeli mata uang asing tersebut ditempat lain pada tingkat kurs yang menguntungkan. Arbitrase timbul karena adanya perbedaan kurs untuk mata uang yang sama pada beberapa bank atau dealer yang berbeda. Namun kegiatan arbitrase pada akhirnya akan menyebabkan perbedaan kurs menjadi hilang. Contoh berikut dapat memperjelas mengetian arbitrase.

arbitrase pada valuta asing

Tabel 1. Perbedaan Kurs USD/IDR Untuk Transaksi Arbitrase

Dengan menggunakan data Tabel 1. dapat ditentukan berapa keuntungan yang diperoleh jika melakukan transsaksi terhadap USD/IDR. Nasabah membeli satu Dollar Amerika di Bank Y dengan kurs jual USD/IDR 12.050 dan kemudian menjual satu Dollar Amerika tersebut ke Bank X dengan kurs beli USD/IDR 12.100. Nasabah akan memperoleh selisih dari dua transaksi tersebut sebesar:

USD/IDR 12.100 – USD/IDR 12.050 = USD/IDR 50  atau 50 point.

Artinya nasabah mendapatkan selisih dari dua transakasi sebesar IDR 50 per USD yang merupakan keuntungannya.

Metoda Perhitungan Silang

Arbitrase dapat juga ditentukan dengan metoda perhitungan silang dari tiga kurs mata uang asing yang berbeda. Biasa dikenal dengan istilah international triangular arbitrage, atau triangular spot cross rate. Contoh aplikasi dapat dijelaskan seperti pada Tabel 2.

triangular arbitrase

Tabel 2. Kurs EUR/USD, USD/JPY dan EUR/JPY Untuk Transaksi Triangular Arbitrase.

Perhitungan silang  untuk  ketiga kurs mata uang asing tersebut adalah:

EUR/USD x USD/JPY = EUR/JPY

untuk kurs beli EUR/JPY = 1,3000 x 100,00 = 130,00, ini merupakan kurs beli EUR/JPY hasil perhitungan

untuk kurs jual EUR/JPY = 1,3100 x 101,00 = 132,31, ini merupakan kurs jual EUR/JPY hasil perhitungan

Ada perbedaan antara kurs EUR/JPY hasil perhitungan dengan kurs EUR/JPY yang ada di pasar atau di Bank C. Hasil perhitungan menunjukkan kurs beli EUR/JPY 130,00, sedangkan di pasar, Bank C kurs beli EUR/JPY 128,00 begitupun dengan kurs jualnya. Ada peluang untuk mendapatkan keuntungan dari berbedaan ini. Contoh perhitungan:

Nasabah menjual satu Euro di Bank A dengan kurs beli EUR/USD 1,3000. Nasabah akan memperoleh Dollar Amerika sebesar:

EUR 1 x USD 1,3000/EUR =  USD 1,3.

Lalu jual USD 1,3 ke Bank B dengan kurs beli USD/JPY 100,00 sehingga akan didapat Yen Jepang sebesar:

USD 1,3 x JPY100/USD  = JPY 130.

Jual kembali JPY 130 ke Bank C dengan kurs jual EUR/JPY 129,00 sehingga akan diperoleh Euro sebesar:

JPY 130 x EUR 1/129 per JPY = EUR 1,00775.

Nasabah akan memperoleh selisih dari ketiga transaksi yaitu sebesar:

EUR 1,00775 – EUR 1,0 = EUR 0,00775.

Artinya nasabah akan mendapat keuntungan sebesar EUR 0,00775 untuk setiap satu Euro yang ditransaksikan.

Catatan untuk kurs di Bank C, kurs jual EUR/JPY 129,00 sama dengan kurs beli JPY/EUR 1/129,00 atau EUR 1/129,00 per JPY. Perhitungan dalam contoh ini belum memasukkan faktor biaya transaksi dan yang lainnya.

Kegiatan arbitrase akan terjadi ketika terdapat perbedaan kurs antara satu tempat dengan tempat lain atau perhitungan kurs silang tidak terpenuhi. Walaupun pada kenyataannya perbedaan nilai kurs di pasar antar bank sangat kecil dan hanya terjadi dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Pergerakan kurs di pasar antar bank berubah dengan sangat cepat. Jaringan infomasi antar bank dilakukan melalui teknologi telekomunikasi berbasis internet dan komputerisasi, sehingga peluang untuk arbitrase hanya bersifat sementara atau hampir tidak ada. Kalaupun masih terdapat perbedaan kurs, aktivitas international triangular arbitrage justru akan membawa dampak terhadap realigment atau terbentuknya keseimbangan cross rate pada tingkat kurs yang seharusnya, sesuai dengan perhitungan kurs silang.

Jika transaksi triangular arbitrase selalu terjadi maka ketiga kurs akan selalu memenuhi persamaan berikut:

EUR/USD x USD/JPY = EUR/JPY atau jika ditulis ulang menjadi persamaan 1 seperti berikut.

EUR/USD x USD/JPY x 1/( EUR/JPY) = 1.                                                     (1)

Artinya, jika salah satu kurs berubah, maka harus ada kurs lain yang berubah. Satu atau dua kurs yang lainnya harus berubah agar persamaan 1 memiliki nilai satu. Jika persamaan 1. tidak memiliki nilai sama dengan satu, maka nasabah akan melakukan arbitrase untuk mendapatkan keuntungan. Pada dasarnya transaksi arbitrase tidak memiliki resiko apapun dengan keuntungan yang sudah nyata. Yang dapat dipahami dari arbitsase ini adalah: bahwa apapun faktor ekonomi suatu negara, jika ada satu kurs yang berubah, maka harus ada kurs lain yang akan ikut berubah. Jika mata uang Euro terapresiasi atau sebaliknya terdepresiasi oleh USD, maka kurs USD/JPY dan atau EUR/JPY akan terpengaruh.

Perhitungan Antara Tiga Kurs Valuta Asing.

Pada Tabel 3. dapat dilihat hasil perhitungan kurs penutupan untuk kurs EUR/USD, EUR/JPY dan kurs USD/JPY. Perhitungan menggunakan persamaan 1. Data diambil dari trading platform Metatrader pada tangga 28 Desember 2011.  Data kurs adalah kurs penutupan tiap jam, pada timeframe H1.

Perhitungan Tiga Kurs Valas

Tabel 3. Perhitungan Tiga Kurs Valuta Asing

Dari Tabel 3 dapat diketahui bahwa setiap satu jam ketiga kurs akan selalu memberikan nilai persamaan 1 sama dengan satu. Ketiga kurs akan bergerak dan menyesuaikan pergerakannya sehingga persamaan satu selalu terpenuhi. Dari data ini dapat dikatakan bahwa kurs akan bergerak secara bersama-sama.

Gambar 1 sampai gambar 3, menunjukkan kurva pergerakan kurs USD/JPY, EUR/USD dan EUR/JPY selama satu hari pada tanggal 28 Desember 2011.  Data diambil dari trading plaform metatrader, data kurs adalah kurs penutupan tiap jam pada timeframe H1.

USD-JPY

Gambar 1. Kurva Kurs USD-JPY

Selama empat belas jam, pukul 00.00 sampai 14.00, kurs USD/JPY bergerak turun. Artinya mata uang Yen Jepang terapresiasi terhadap Dollar Amerika. Pukul 14.00 sampai 18.00, selama empat berikutnya Yen Jepang terdepresiasi oleh Dollar Amerika.

EUR-USD

Gambar 2. Kurva Kurs EUR-USD

Selama empat belas jam pertama, kurs EUR/USD hampir tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Artinya kurs EUR/USD relatif tidak menunjukkan respon terhadap perubahan yang terjadi dari kurs USD/JPY. Namun pukul 14.00 sampai 18.00 kurs EUR/USD bergerak turun secara tajam. Pergerakan kurs ini berkorelasi negarif dengan pergerakan kurs USD/JPY. Hal ini menunjukkan, ketika Dollar Amarika terapresiasi terhadap Yen Jepang, maka Dollar juga terapresiasi terhadap Euro.

EUR-JPY

Gambar 3. Kurva Kurs EUR-JPY

Selama empat belas jam pertama, kurs EUR/JPY bergerak mengikuti pergerakan kurs USD/JPY. Pergerakan kedua kurs berkorelasi positif. Kedua kurs sama-sama bergerak turun. Artinya ketika Yen Jepang terapresiasi terhadap Euro, maka pada saat yang sama Yen juga terapresiasi terhadap Dollar Amerika.

Mulai pukul 14.00 sampai 18.00 ketiga kurs bergerak cukup tajam. Kurs EUR/USD dan EUR/JPY bergerak ke arah yang sama, yaitu bergerak turun, kedua kurs berkorelasi positif. Namun USD/JPY bergerak berlawanan, yaitu bergerak naik. Pada kondisi ini Euro secara besamaan terdepresiasi oleh Dollar Amerika dan oleh Yen Jepang. Dan pada saat yang sama Dollar Amerika terapresiasi terhadap Euro dan terhadap Yen Jepang.

Dari data pergerakan ini diketahui bahwa, jika kurs silang USD/JPY berubah, maka EUR/USD dan atau EUR/JPY harus berubah. Begitu pula dengan kurs EUR/USD dan EUR/JPY. Ketika kondisi pasar telah membuat JPY terapresiasi terhadap USD, sehingga kurs USD/JPY bergerak turun, sementara kondisi pasar Euro dan Dollar Amerika tidak merespon perubahan kurs USD/JPY, maka kurs EUR/JPY yang akan bergerak turun. Artinya Yen Jepang terapresiasi juga terhadap Euro.

Daftar Artikel Yang Terkait Dengan Korelasi Antara Kurs Valuta Asing. Klik Judul Di Bawah:

1. Kalkulator, Konversi Valatua Asing Ke Rupiah, IDR, Realtime

2. Korelasi Kurs Valuta Asing Hari Ini, Realtime

3. Kurs Rupiah, IDR Hari Ini, Realtime

4. Kurs Valuta Asing Hari Ini, Realtime

5. Overview Pasar Valuta Asing Hari Ini, Realtime

6. Tingkat Bunga Berbagai Negara Asing, Interest Rate, Realtime

7.  Korelasi Kurs  Berdasarkan Kekuatan Relatif  Antara Valuta Asing

8. Korelasi Kurs Berdasarkan Perhitungan Tiga Kurs Valas.

9. Korelasi Kurs Berdasarkan Koefisien Momen Product Pearson

Pustaka:

  1. ardraviz, 2011, “Simple Comcept Untuk Forex Online Trading”, ardra.biz