Forex Online Margin Trading, Pengertian Contoh Perhitungan

Pengertian MarginTrading

Margin trading merupakan suatu produk jasa perbankan yang dikelompokan sebagai produk derivatif atau instrumen derivatif.  Produk derivatif merupakan suatu kontrak atau transaksi yang harganya diturunkan atau didasarkan pada produk lain seperti nilai tukar, saham dan obligasi.

Dalam peraturan Bank Indonesia disebutkan bahwa transaksi derivatif merupakan transaksi yang didasari oleh suatu kontrak atau perjanjian pembayaran yang nilainya merupakan turunan dari nilai instrumen yang mendasarinya seperti nilai tukar, suku bunga, komoditi, ekuiti dan indeks yang diikuti dengan pergerakan atau tanpa pergerakan dana/instrumen.

Produk yang mendasarinya dikenal juga dengan istilah produk tradisional atau produk induk yang nilainya ditentukan oleh transaksi yang terjadi di pasar spot. Dengan demikian harga jual beli produk derivatif akan mengacu pada harga spot produk induknya.

Pengertian Margin Trading Valuta Asing

Margin trading mata uang asing dapat diartikan sebagai transaksi jula beli mata uang asing yang tidak melibatkan aliran dana dari mata uang yang ditransaksikannya. Dalam peraturan Bank Indonesia disebutkan bahwa margin trading merupakan transaksi derivatif tanpa pergerakan dana pokok (notional amount) sehingga yang bergerak hanya margin yang merupakan hasil perhitungan notional amount dengan selisih kurs dan atau selisih suku bunga.

Harga jual beli pada transaksi mata uang asing adalah kurs yang ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran pada pasar spot. Dengan demikian harga jual beli pada transaksi margin trading mengacu pada kurs spot yaitu kurs jual dan kurs beli.

Pada margin trading, transaksi bukan memperdagangkan satu mata uang ditukar dengan mata uang laninya. Namun transaksi hanya dilakukan terhadap nilai kurs mata uang asingnya. Karena tidak ada pertukaran mata uang asing, maka tidak ada aliran dana dari mata uang yang ditransaksikannya.

Ketika nasabah membuka transaksi dengan membeli EUR/USD artinya nasabah membeli suatu produk derivative yang nilainya diturunkan dari transaksi Euro terhadap Dollar Amerika. Ketika nasabah menutup transaksi dengan menjual EUR/USD artinya nasabah menjual produk derivative yang nilainya diturunkan dari transaksi Euro terhadap Dollar Amerika.

Harga jual nasabah adalah kurs pada saat nasabah melakukan transaksi jual. Harga beli nasabah adalah kurs pada saat nasabah melakukan transaksi beli. Pada pasar valuta asing harga jual nasabah adalah kurs beli dan harga beli nasabah adalah kurs jual.

Open Position Dan Close Position

Keuntungan atau kerugian dari transaksi margin trading adalah selisih antara harga atau kurs pada awal transaksi dengan harga atau kurs pada akhir transaksi. Awal transaksi biasa disebut sebagai open position atau membuka posisi transaksi dan akhir transaksi disebut close position atau menutup posisi transaksi.

Transaksi akan untung jika selisih harga jual dengan harga beli bernilai positif. Untuk itu harga jual harus lebih tinggi dari harga beli. Sebaliknya transaksi akan rugi jika harga jual lebih rendah dari harga beli.

Transaksi pada margin trading selalu melibatkan dua tindakan eksekusi. Tindakan pertama adalah open position yaitu membuka transaksi bisa membeli atau menjual pada kurs pasangan mata uang tertentu. Tindakan kedua yaitu menuntup posisi transaksi atau close posotion. Jika open position melakukan transaksi jual, maka close position adalah transaksi beli. Sebaliknya jika open position melakukan transaksi beli, maka close position adalah transaksi jual.

Transaksi Pada Margin Trading

Pada margin trading nasabah dapat melakukan transaksi beli maupun jual tanpa harus memperhatikan jenis mata uang yang ada dalam rekening margin-nya. Karakteristik ini merupakan ciri dari transaksi pada margin trading. Pada saat kurs menguat, nasabah dapat membuka posisi dengan melakukan transaksi beli.

Dan ketika kurs melemah, nasabah dapat membuka transaksi jual. Nasabah mempunyai dua kesempatan untuk memperoleh keuntungan jika prediksi benar atau mendapat kerugian jika prediksi salah. Transaksi jual pada saat kurs melemah disebut sebagai short selling. Dalam hal ini nasabah dapat menjual suatu produk derivatif yang tidak dimilikinya.

Misal kurs yang berlaku di pasar saat ini adalah:

EUR/USD 1,3100–1,3105

Nasabah memprediksi bahwa pergerakan kurs EUR/USD ke depan adalah turun. Euro akan terdepresiasi terhadap Dollar Amerika. Nasabah yang sudah memiliki margin acount (rekening margin) di Bank atau pialang segera membuka posisi transaksi (open position) untuk menjual EUR/USD pada harga kurs beli EUR/USD 1,3100.

Dalam peraturan Bank Indonesia disebutkan bahwa Bank dapat melakukan transaksi derivatif baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.

Beberapa jam kemudian kurs EUR/USD berubah menjadi:

EUR/USD 1,300–1,3005.

Dalam kasus ini prediksi nasabah benar, bahwa Euro terdepresiasi terhadap Dollar Amerika. Nasabah segera menutup posisi (close position) dengan membeli EUR/USD pada kurs jual EUR/USD 1,3005. Pada transaksi ini nasabah mendapatkan keuntungan atau capital gain dari selisih harga saat open position,  EUR/USD 1,3100 dengan harga close position, EUR/USD 1,3005 yaitu:

EUR/USD 1,3100 – EUR/USD 1,3005 = EUR/USD 0,0095

atau 95 point.

Jadi nasabah mendapatkan keuntungan sebesar:

USD 0,0095 per EUR 1.

Dikesempatan lain, nasabah memprediksi kurs GBP/USD akan menguat. Poundsterling Inggris akan terapresiasi terhadap Dollar Amerika. Posisi kurs di pasar valuta asing adalah:

GBP/USD 1,5000–1,5005

Nasabah segera membuka transaksi beli pada kurs jual GBP/USD 1,5005. Setelah beberapa jam kemudian kurs GBP/USD menguat. Prediksi nasabah benar, Poundsterling Inggris terapresiasi terhadap Dollar Amerika. Kurs di pasar menjadi:

GBP/USD 1,5200–1,5205

Nasabah menutup transaksi dengan menjual GBP/USD pada kurs beli GBP/USD 1,5200. Dari transaksi ini nasabah mendapat keuntungan dari selisih harga antara transaksi jual dan transaksi beli.

GBP/USD 1,5200 – GBP/USD 1,5005 = GBP/USD 0,0195

atau 195 point.

Nasabah mendapat keuntungan sebesar:

USD 0,0195 per GBP 1

Pada contoh transaksi di atas, nasabah tidak harus memiliki Euro ketika membuka transaksi jual EUR/USD atau tidak harus memiliki Poundsterling Inggris ketika menutup transaksi jual GBP/USD. Dalam hal ini nasabah dapat melakukan transaksi terhadap mata uang asing tanpa harus memiliki mata uang yang akan ditransaksikannya.

Nasabah hanya dipersyaratkan memiliki margin deposit yang dapat digunakan sebagai jaminan transaksi. Margin deposit biasanya dalam satuan Dollar Amerika.

Bursa Berjangka, Lembaga Kliring, Pialang Berjangka

Ringkasan Pada bursa berjangka tidak ada pasar sekunder untuk perdagangan kontrak berjangka. Semua kontrak adalah kontrak primer, dan setiap kontrak...

Contoh Perhitungan Transaksi Margin Trading Valuta Asing, Valas, Mata Uang Asing, Forex

Pada transaksi margin trading, nasabah dapat melakukan transaksi beli maupun jual tanpa harus memperhatikan jenis mata uang yang ada dalam rekening margin...

Initial Margin, Maintenance Margin, Margin Call, Margin Deposite

Initial Margin Nasabah bisa melakukan transaksi margin trading , jika dalam rekening margin terdapat sejumlah dana yang dianggap cukup yang dipersyaratkan...

Menghitung Nilai Point, Pip Dalam Forex Margin Trading

Menghitung Point Atau PIP Untuk Kurs Dengan Notasi XXX/USD Untuk mata uang yang ditransaksikan dengan Dollar Amerika, dan penulisan USD dibelakang...

Nilai Kontrak Dan Nilai Lot Pada Margin Trading

Ada dua Nilai kontrak atau contract size yang umum berlaku pada bank atau pialang untuk transaksi margin trading yaitu: reguler contract atau kontrak...

Pengertian Margin Trading

Margin trading merupakan suatu produk jasa perbankan yang dikelompokan sebagai produk derivatif atau instrumen derivatif.  Produk derivatif merupakan ...

Pengertian Transaksi Margin Trading Valuta Asing

Margin trading valuta asing atau mata uang asing atau forex dapat diartikan sebagai transaksi jula beli mata uang asing yang tidak melibatkan aliran dana...

Pengertian, Cara Menghitung, Menentukan Pivot Point Pada Trading Valas

Definisi, Pengertian Pivot Point Pivot point merupakan suatu harga yang dapat merepresentasikan pergerakan harga secara keseluruhan dari periode sebelumnya....

1. Bursa Berjangka, Lembaga Kliring, Pialang Berjangka

2. Initial Margin, Maintenance Margin, Margin Call, Margin Deposite

3. Menghitung Nilai Point Dalam Forex Margin Trading

4. Nilai Kontrak Dan Nilai Lot Pada Margin Trading