Pengertian Jenis Dan Bentuk Pajak

Pengertian Istilah Dan Definisi

Secara garis besar jenis pajak yang dipungut oleh suatu pemerintahan dapat dikelompokkan menjadi dua jenis pajak, yaitu pajak langsung dan pajak tidak langsung.

Pajak Langsung

Pajak langsung merupakan jenis pungutan yang secara langsung  dikumpulkan oleh pemerintah dari pihak yang wajib membayar pajak. Yang menjadi  Wajib pajak adalah setiap individu yang bekerja dan perusahaan yang menjalankan kegiatan dan memperoleh keuntungan.

Dengan demikian, Pajak langsung akan dipungut secara langsung oleh pemerintah dari orang atau perusahaan yang berkewajiban untuk membayar pajak.

Pajak Tidak Langsung.

Pajak tidak langsung merupakan pajak yang bebannya dapat dipindah-pindahkan kepada pihak lain. Pajak impor merupakan salah satu dari Jenis pajak tidak langsung. Barang yang didatangkan dari luar negeri akan dikenai pajak. Pajak impor ini dibayar oleh perusahaan yang membeli barang impor tersebut. Kemudian pajak impor ini dipindahkan ke kosumen yang membeli barang impor tesebut.

Dengan demikian, Pajak ini menyebabkan harga jual dari barang impor menjadi lebih tinggi. Masyarakat atau konsumen secara tidak langsung dipungut pajak oleh pemerintah melalui produk-produk impor yang dibelinya.

Pajak penjual merupakan contoh lain dari jenis pajak tidak langsung. Besarnya pajak ini ditambahkan pada harga barang yang dijual. Beban pajak menjadi tanggungan pembeli atau konsumen. Pembeli harus membayar nilai barang dengan uang yang lebih tinggi.

Bentuk Jenis Pajak Pendapatan

Bentuk atau jenis pajak yang dipungut oleh pemerintahan dapat pula dikelompokkan menjadi pajak regresif, pajak proposional, dan pajak progresif.

Pajak Regresif

Pajak regresif merupakan system pajak yang jika pendapatannya meningkat atau menjadi lebih tinggi, maka persentase pungutan pajaknya menjadi lebih kecil.  Semakin besar pendapatan seseorang atau perusahaan, maka persentase pajak pendapatannya menjadi lebih kecil.

Untuk seseorang atau perusahaan yang memiliki pendapatan rendah, maka nilai pajak menjadi bagian yang relative tinggi dibandingkan dengan pendapantannya. Sedangkan, untuk meraka yang memiliki pendapatan besar, maka persentase pajaknya menjadi lebih kecil, dan menjadi bagian kecil dibandingkan dari pendapatan keseluruhannya.

Jika Nilai persentase pajak yang dipungut  dari  seseorang yang berpendapatan rendah dan orang-orang yang berpendapatan tinggi adalah sama, maka pajak tersebut dapat dikelompokkan sebagai pajak regresif.

Pajak impor dan pajak penjualan merupakan contoh dari pajak regresif. Pembeli yang memiliki pendapat rendah dan pembeli yang memiliki pendapat tinggi akan selalu membayar pajak dengan persentase yang sama setiap membeli barang impor atau membeli barang yang dikenai pajak penjualan.

Pajak Proposional

Pajak Proposional merupakan pajak yang prosentasenya sama untuk  pendapatan yang berbeda beda. Jadi, secara proporsi persentase pajak yang dipungut terhadap mereka yang berpenghasilan rendah dan tinggi adalah sama. Atau dengan kata lain, system pajak ini tidak membedakan penduduk yang miskin maupun yang kaya atau perusahaan besar atau kecil.

Setiap wajik pajak harus membayar pajak menurut persentase yang tetap. Namun demikian, secara nominal, semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi pula jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Di sejumlah Negara, system pajak proposional diterapkan untuk memungut pajak pendapatan atau keuntungan dari perusahaan-perusahaan yang berbentuk perseroan.

Pajak Progresif

Pajak progresif merupakan pajak yang persentasenya tergantung daripada besarnya pendapatan yang diterima oleh wajib pajak. Semakin tinggi pendapatan seseorang atau perusahaan, maka semakin tinggi pula persentase pajak yang harus dibayarkan.

System pajak ini menyebabkan nilai nominal pajak yang dibayarkan akan semakin tinggi apabila pendapatan semakin tinggi. Di sejumlah Negara, system pajak progresif diterapkan untuk memungut pajak pendapatan orang-orang yang berpenghasilan tinggi. Dari system pajak ini, pemerintah akan memperoleh pendapatan pajak menjadi lebih tinggi, dan akan lebih leluasa dalam melakukan pemerataan pendapatan.