Dampak-Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Pengertian Definisi Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Pertumbuhan ekonomi umumnya digunakan untuk menyatakan perkembangan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan fundamental ekonomi  jangka panjang suatu Negara.

Pertumbuhan ekonomi  atau economic growth dapat didefinisikan sebagai pertambahan pendapatan nasional agregatif atau pertambahan output dalam periode tertentu, misal satu tahun. Atau dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa secara fisik dalam kurun waktu tertentu.

Salah satu parameter yang umum digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah pendapatan nasional atau  Gross Domestic Product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB). Dalam hal ini GDP dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun.

GDP yang dihitung berdasarkan pengeluaran terdiri dari empat komponen utama yaitu:

  1. C = konsumsi dinotasikan,
  2. I = investasi dinotasikan,
  3. G = pembelian oleh pemerintah dinotasikan,
  4. (X – M) = Ekspor neto, X = ekspor dan M = impor

(X – M) adalah Ekspor neto yang menunjukkan selisih antara nilai ekspor dan impor.

Bentuk aljabar dari GDP dapat ditulis sebagai berikut:

Y = C + I + G + (X – M)

Y = GDP

Pengertian Definisi Tingkat Pengangguran.

Pengangguran dapat diartikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan. Pengangguran yang termasuk ke dalam kriteria mencari pekerjaan adalah penduduk usia kerja yang belum pernah bekerja dan sedang berusaha untuk mendapatkan Pekerjaan atau sudah pernah bekerja, karena sesuatu hal berhenti atau diberhentikan dan sedang berusaha memperoleh pekerjaan;

Tingkat pengangguran dapat didefinisikan sebagai persentase individu-individu yang ingin bekerja namun tidak memiliki perkerjaan. Tingkat pengangguran ditentukan dengan menghitung rasio antara jumlah penganggur dengan angkatan kerja. Seseorang dianggap menganggur jika tidak bekerja namun menunggu untuk mendapatkan pekerjaan.

Sedangkan Angkatan kerja didefinisikan sebagai jumlah antara individu yang memiliki pekerjaan dengan pengangguran.

Angkatan Kerja = Jumlah Pekerja + Jumlah Pengangguran

Tingkat Pengangguran = (Jumlah Pengangguran/Angkatan Kerja) x 100%

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran

Konsep  yang mempelajari hubungan antara tingkat pengangguran dengan Gross Domestic Product, GDP dikenal dengan Hukum Okun yang dikemukakan oleh ekonom bernama Arthur Okun.  Konsep dari Hukum Okun didasari oleh hasil observasi terhadap data GDP Amerika Serikat. Hukum Okun menjelaskan bahwa tingkat pengangguran memiliki hubungan negatif dengan GDP riil.

Hubungan antara tingkat pengangguran dengan GDP rill Amerika Serikat berdasarkan Hukum Okun untuk tahun 1951-2000 dapat diformulasikan sebagai berikut:

∆Y/Y = 3% – 2x ∆u

Notasi ∆Y/Y menyatakan perubahan GDP rill, sedangkan notasi ∆u menyatakan  perubahan tingkat pengangguran.

Dari Persamaan Hukum Okun tersebut ketahui, bahwa tingkat pengangguran berkorelasi negatif dengan pertumbuhan GDP riil. Hal ini menjelaskan, jika GDP rill mengalami kenaikan, maka tingkat pengangguran akan turun.

Jika GDP riil tidak mengalami pertumbuhan, maka tingkat pengangguran akan tetap pada tingkat yang sama. Persamaan Hukum Okun untuk Kondisi perekonomian dengan GDP riil tidak berubah dapat dinyatakan sebagai berikut:

∆Y/Y = 0 atau jika ditulis lengkap menjadi:

∆Y/Y = 3% – 2 x ∆u = 0

Dan jika disusun ulang menjadi:

0 = 3% – 2x ∆u  atau

2 x ∆u = 3%  atau

∆u = 1,5 %,

Akan terjadi perubahan tingkat pengangguran sebesar 1,5 persen. Artinya, jika perekonomian tidak mengalami perubahan, yang ditunjukkan oleh  GDP riil sama dengan sebelumnya, maka tingkat pengangguran naik sebasar 1,5 % dari konsisi sebelumnya.

Namun demikian, dari persamaan Hukum Okun dapat ditentukan berapa minimal pertumbuhan GDP riil yang harus dicapai agar pengangguran berkurang. Secara matematis hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

jika pengangguran harus berkurang, maka ∆u harus lebih kecil daripada nol atau ∆u < 0%.

Jika ∆u < 0%, maka Persamaan Hukum Okun dapat ditulis ulang menjadi:

∆u = ½ x (3% – ∆Y/Y)

Karena ∆u < 0%, maka

1/2 x (3% – ∆Y/Y) <  0%, sehingga perubahan pertumbuhan atau ∆Y/Y menjadi:

∆Y/Y > 3 %

Dari bahasan ini diketahui, ketika tingkat penganguran yang diharapkan harus berkurang dari periode sebelumnya, artinya, ∆u harus lebih kecil daripada nol persen, maka pertumbuhan GDP rill yang dicapai harus lebih besar daripada tiga persen.

Pustaka:

  1. Mankiw, N. G., 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
  2. Samuelson, P.A., Nordhaus, W. D., 2004, “Ilmu Makroekonomi”, Edisi Tujuh Belas, PT. Media Global Edukasi, Jakarta