Teori Model Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Ringkasan.

Bahasan ini menjelaskan bagaimana variabel investasi, tenaga kerja dan teknologi memainkan peran penting dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Melalui peningkatan faktor-faktor produksi diperoleh peningkatan kapasitas produksi, peningkatan GDP dan terciptanya lapangan kerja baru.

Pengertian Model Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Pada tahun1956, Abramovitz menulis makalah pertama yang kemudian diikuti oleh Kendrick dan Solow, dalam upaya mengukur kontribusi perubahan teknologi terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Asumsi yang diambil adalah bahwa perubahan teknologi bersifat tak berwujud. Perubahan teknologi tak berwujud  adalah murni bersifat organisasi yang memungkinkan diproduksi lebih banyak output dengan input yang sama, tanpa adanya investasi baru apapun.

Model pertumbuhan ekonomi yang menghubungkan tiga faktor produksi yaitu investasi, tenaga kerja dan teknologi dapat dinyatakan berdasarkan persamaan berikut:

ΔY/Y = α  ΔK/K + (1 – α)  ΔL/L + ΔA/A

ΔY/Y  adalah perubahan GDP riil

ΔK/K  adalah perubahan jumlah modal

ΔL/L adalah perubahan jumlah tenaga kerja

ΔA/A adalah perubahan produktifitas faktor total

α adalah faktor kontribusi dari modal

1 – α adalah faktor kontribusi dari tenaga kerja.

Persamaan tersebut memberikan penjelasan tentang pengaruh perubahan dari ketiga faktor poduksi tersebut terhadap pengeluaran barang dan jasa suatu negara secara keseluruhan. Variabel persediaan modal, tenaga kerja dan teknologi berkorelasi positif terhadap perubahan GDP riil. Meningkatnya faktor-faktor produksi ini berdampak positif terhadap pertumbuhan  GDP riil.

Sebagai catatan bahwa produktivitas faktor total dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang digunakan. Meningkatnya ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh para pekerja dapat meningkatkan pemahaman terhadap metode produksi, sedangkan penggunaan teknologi yang tepat dapat meningkatkan efisiensi produksi. Faktor kontribusi modal untuk Amerika Serikat untuk periode tahun 1960 sampai dengan tahun 2000 adalah sekitar 30 persen, atau α = 0,30. Sedangkan faktor kontribusi tenaga kerjanya  adalah sekitar 70 persen, atau (1 – α) = 0,70.

Dengan pemahaman yang sederhana, diketahui bahwa pertumbuhan GDP riil dapat dicapai dengan penambahan modal atau investasi tanpa harus dikuti oleh perubahan pada tanaga kerja dan teknologi. Sekitar 30 persen dari perubahan modal berkontribusi terhadap GDP riil. Jika perubahan modal adalah 10 persen, maka kontribusi modal terhadap perubahan GDP riil adalah tiga persen.

Jika α = 30 %  dan ΔK/K = 10 % maka kontribusi modal adalah:

α x ΔK/K = 0,30 x 10 % = 3 %.

GDP riil meningkat sebasar tiga persen dengan penambahan modal sebesar 10 persen.

Di sisi lain GDP riil dapat tumbuh dengan penambahan tenaga kerja tanpa diikuti dengan perubahan modal dan teknologi. Sekitar 70 persen dari perubahan tenaga kerja berkontribusi terhadap pertumbuhan GDP riil. Jika perubahan tenaga kerja 10 persen, maka kontribusi tenaga kerja terhadap perubahan GDP riil adalah tujuh persen.

Jika (1 – α) = 70 %  dan  ΔL/L= 10 % maka kontribusi tenaga kerja  adalah:

(1 – α) x ΔL/L = 0,70 x 10 = 7 %.

GDP riil meningkat sebesar tujuh persen dengan penambahan tenaga kerja sebesar 10 persen.

Selain itu, GDP riil dapat mengalami pertumbuhan hanya dengan perubahan teknologi tanpa harus menambahkan modal dan tenaga kerja. Seluruh perubahan produktivitas faktor total berkontribusi terhadap pertumbuhan GDP riil. Jika perubahan produktivitas 10 persen, maka pengaruh produktivitas terhadap perubahan GDP riil adalah 10 persen.

Jika ΔA/A= 10 % maka kontribusi faktor produktivitas adalah:

100 % x ΔA/A = 100% x 10 % = 10 %.

GDP riil meningkat sekitar 10 persen dengan penambahan produkivitas sebesar 10 persen.

Bahasan ini telah menjelaskan bagaimana variabel investasi, tenaga kerja dan teknologi memainkan peran penting dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Melalui peningkatan faktor-faktor produksi diperoleh peningkatan kapasitas produksi, peningkatan GDP dan terciptanya lapangan kerja baru.

Meningkatnya GDP yang diikuti dengan menurunnya pengangguran menunjukkan perubahan perekonomian suatu negara ke arah yang lebih baik. Bagi pelaku pasar valuta asing perubahan kesehatan ekonomi suatu negara akan diterjemahkan sebagai indikasi awal terjadinya perubahan mata uang negara tersebut. Jika tingkat pengangguran suatu negara turun, maka nilai tukar mata uang negara tersebut akan mengalami apresiasi.

Daftar Pustaka Ekonomi Makro, Klik Judul Di Bawah.

[pagelist_ext child_of=”parent” limit_content=”150″ number=”10″ ]

1. Model-Fungsi Permintaan Uang

Pustaka:

  1. Mankiw, N. G., 2003, ” Teori Makroekonomi”, Penerbit Erlangga, Gelora Aksara Pratama, Jakarta, Edisi Kelima
  2. Jhingan, M.,L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Dan Perencaan”, RajaGrafindo Persada, Jakarta