Konsep Nilai Waktu Uang

Pengertian Definisi Konsep Nilai Waktu Uang

Nilai waktu dari uang menunjukkan perubahan nilai uang akibat berjalannya waktu. Atau nilai uang dapat berubah seiring berubahnya waktu. Uang satu juta saat ini akan berubah nilainya setelah satu tahun berjalan. Di sini waktu secara tidak langsung menjadi fungsi dari uang, atau waktu merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi perubahan nilai uang.

Sebagai contoh seorang pedagang meminjam uang di bank sebasar  Rp 1000.000,- untuk jangka pengembalian selama satu tahun. Bunga pinjaman bank adalah 10 persen. Maka pada akhir tahun, pedagang tersebut harus mengembalikan uang yang dipinjamnya sebesar  Rp 1.100.000,- . Pengembalian Uang tersebut terdiri dari pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp 1.000.000,- dan bunga sebesar Rp 100.000,-.

Dalam hal ini, pihak bank dan pedagang sepakat untuk memberikan penilaian terhadap uang Rp 1.100.000 untuk satu tahun ke depan sama dengan Rp 1.000.000,- pada saat ini.

Dengan kata lain, uang Rp 1.000.000,- yang dipegang saat ini memiliki nilai yang lebih besar dibanding dengan nilai Rp 1.000.000,- dikemudian hari. Jika saat ini uang sebesar Rp 1.000.000,- dapat dibelanjakan untuk membeli 100 kg beras, maka tahun depan, dengan  jumlah uang yang sama, beras yang akan diperoleh kurang daripada 100 kg.

Nilai Kemudian, Future Value

Karateristik nilai waktu uang memungkinkan jumlah uang yang dimiliki seseorang menjadi berlipat ganda dikemudian hari. Future value atau nilai kemudian dari uang dapat ditentukan dengan mengalikan tingkat bunga dengan pokok pinjaman untuk periode tertentu. Tingkat bunga biasanya ditentukan untuk periode satu bulan, satu kuartal, enam bulan, atau satu tahun. Di Indonesia dikenal juga bunga harian, walaupun tingkat bunga biasanya ditetapkan untuk satu tahun.

Contoh Aplikasi:

Nasabah menyimpan uang sebasar Rp 1.000.000 pada bank dengan tingkat bunga 10 persen. Maka setelah satu tahun uang nasabah menjadi:

Nilai kemudian, NK1 = Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000,- x 10 %)

NK1 = Rp 1.100.000,-

Di sini, nasabah menerima tambahan uang akibat bunga sebesar  Rp 100.000,-

Jika disimpan untuk jangka waktu dua tahun ke depan, maka nilai uang nasabah pada akhir tahun kedua adalah:

NK2 = Rp 1.100.000,- + (Rp 1.100.000,- x 10 %)

NK2 = Rp 2.210.000,-

Bunga yang diperoleh pada tahun kedua adalah Rp 110.000,- nilai ini diperoleh dari perhitungan pokok simpanan setelah satu tahun, yaitu Rp 1.100.000,-, yang merupakan nilai dari simpanan pokok sebesar Rp 1.000.000 dan ditambah dengan bunga tahun pertama sebesar Rp 100.000,-

Secara matematis dapat diturunkan sebagai berikut:

Pokok simpanan awal dinotasikan dengan X0, sedangkan nilai simpanan setelah jangka waktu n periode dinotasikan dengan Xn, dan tingkat bunga bank dinotasikan sebagai r, maka nilai kemudian untuk n periode dinotasikan NKn.

NK1 = X0 + ( X0 x r)1 = X0 (1 + r)1

NK2 = NK1 + (NK1 x r)1 = NK1 (1 +r)1

NK2 = X0 (1 + r)1 (1 + r)1 atau

NK2 = X0 (1 + r)2 dan jika ditulis secara umum menjadi:

NKn = X0 (1 +r)n

Contoh Aplikasi:

Nasabah menyimpan uang di bank sebesar Rp 100.000,- dengan tingkat bunga bank 10 % untuk disimpan selama 10 tahun. Hitung nilai uang setelah sepuluh tahun.

Jawab:

Pokok simpanan = Xo = Rp 100.000,00

Tingkat bunga = r = 10 %

Periode, = n = 10 tahun

Ditanyakan KN10

NKn = Xo (1 + r)n

Masukkan semua data yang diketahui, maka

NK10 = Rp 100.000 (1 + 0,10)10

NK10 = Rp 100.000 (2.59374) = Rp 259.374,25

Daftar Artikel Ekonomi Keuangan, Klik Judul Yang Sesuai Di Bawah:

1. Konsep Nilai Waktu Uang

2. Menentukan Bunga Yang Dihitung Lebih Dari Satu Kali

Pustaka:

  1. Sartono, A., 2001, “Manajemen Keuangan, Teori dan Aplikasi”, BPFE-Yogyakarta,  Edisi 4, Yogyakarta