Analisis Rasio Keuangan Aktivitas

Pengertian, Definisi Rasio Keuangan Aktivitas,

Rasio Aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan sebuah perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa efisien perusahaan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti penjualan, penagihan piutang, pengelolaan persediaan, pengelolaan modal kerja, dan pengelolaan dari seluruh aktiva.

Rasio  Untuk Menghitung Aktivitas

Perputaran Piutang, Receivable Turnover

Pada dasarnya Perputaran Piutang merupakan Rasio yang menunjukkan nilai relative antara nilai penjualan kredit terhadap nilai rata-rata piutang. Penjualan kredit merupakan nilai penjualan dari barang dan atau jasa yang dikreditkan atau diangsur, atau dibayar dengan tempo tertentu. Sedangkan piutang adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain dalam jangka waktu kurang daripada satu tahun. Formula untuk menghitung Perputaran Piutang adalah sebagai berikut:

Receivable Turnover = Penjualan Kredit/Piutang

Dari formulanya dapat diketahui bahwa rasio ini menunujukkan pengulangan dana yang digunakan untuk piutang dalam setahun. Atau berapa kali dalam satu tahun dana yang tertanam dalam piutang berputar dari bentuk piutang menjadi uang tunai.

Nilai rasio 12 menunjukkan bahwa dana dalam piutang berputar dua belas kali dalam setahun. Artinya juga, nilai penjualan dalam satu tahun adalah dua belas kali dari nilai piutang.

Semakin tinggi rasio turnover ini menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah, sebaliknya jika rasio ini rendah, artinya ada over investment dalam piutang.

Perputaran Aktiva Tetap, Fixed Assets Turnover

Perputaran Aktiva Tetap adalah rasio antara penjualan dengan aktiva tetap neto. Rasio ini menunjukkan bagaimana penjualan perusahaan dikaitkan dengan penggunaan aktiva tetapnya, seperti gedung, kendaraan, mesin-mesin, dan perlengkapan kantor. Formula untuk menghitung Perputaran Aktiva Tetap adalah sebagai berikut:

Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan/ Aktiva Tetap

Dari formulanya dapat diketahui bahwa perputaran aktiva tetap menunjukkan sebarapa besar nilai penjualan yang diperoleh perusahan untuk setiap aktiva tetap yang dimilikinya.

Nilai rasio tiga menunjukkan bahwa perusahaan mampu mendapatkan penjualan yang nilainya tiga kali nilai aktiva tetapnya.

Perputaran Total Aktiva, Total Assets Turnover

Perputaran Total Aktiva adalah rasio keuangan yang mereprentasikan kemampuan perusahaan untuk menciptakan penjualan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimilikinya. Rasio ini juga memperlihatkan efektivitas perusahaan dalam mengelola perputaran komponen atau elemen aktiva itu sendiri. Formula untuk menghitung Perputaran Aktiva Total  adalah sebagai berikut:

Perputaran Aktiva Total  = Penjualan/ Aktiva Total

Dari formulanya dapat diketahui bahwa perputaran aktiva total menunjukkan seberapa besar perusahaan telah melakukan penjualan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimilikinya. Rasio ini memberikan informasi seberapa besar kontribusi setiap aktiva  untuk menciptakan penjualan.

Nilai Rasio 1,5 menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh penjualan yang nilainya 1,5 kali dari keseluruhan aktiva yang dimiliknya.

Perputaran Modal Kerja, Working Capital Turnover

Perputaran Modal Kerja merupakan rasio keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mandaya-gunakan modal kerja untuk menciptakan penjualan. Rasio ini merepresentasikan seberapa banyak modal kerja berputar dalam satu tahun. Formula untuk menghitung Perputaran Modal Kerja adalah sebagai berikut:

Perputaran Modal Kerja = Penjualan Bersih/Modal Kerja

Dari formulanya diketahui bahwa perputaran modal kerja menjelaskan besarnya kontribusi modal kerja dalam mendapatkan penjualan bersih. Rasio ini menunjukkan berapa kali modal kerja berputar dalam satu tahun.

Nilai rasio 4 menginformasikan bahwa modal kerja berputar empat kali dalam setahun. Ini juga berarti bahwa nilai penjualan bersih yang diperoleh adalah empat kali modal kerjannya.

rasio yang tinggi dapat diperoleh dengan meningkatnya penjualan atau dengan turunnya modal kerja. Sedangkan rendahnya rasio dapat diperoleh dengan turunnya penjualan atau naiknya modal kerja.

 

Pustaka:

Kasmir, 2011, “Analisis Laporan Keuangan”, Rajagrafindo Persada, Jakarta

Prihadi, T., 2008, “ 7 Deteksi Cepat kondisi Keuangan: Analisis Rasio Keuangan, Studi Kasus Perusahaan Indonesia”, Penerbit PPM., Jakarta.