Teori Efek Fisher Internasional, International Fisher Effect.

Pengertian Internasional Fisher Effect, IFE

Teori internasional fisher effect (IFE Theory) menjelaskan hubungan antara tingkat bunga dengan perubahan kurs mata uang asing. Teori ini menggabungkan teori PPP dengan teori Efek Fisher yang ditemukan oleh ekonom yang bernama Irving Fisher. Menurut teori IFE terjadinya perbedaan tingkat bunga antara dua negara disebabkan adanya perbedaan ekspektasi terhadap tingkat inflasi.

Fisher Efect menjelaskan bahwa tingkat inflasi akan menentukan tingkat bunga sesuai dengan formula berikut:

 

 

 

rd adalah tingkat bunga domestik

rf  adalah tingkat bunga negara asing

id adalah tingkat inflasi domestik

if  adalah tingkat inflasi negara asing

Jika Tingka bunga di Jepang dinyatakan dengan rJPY dan tingkat bunga di Amerika dinyatakan dengan rUSD. Sedangkan Inffasi di Jepang dapat dinyatakan dengan iJPY dan inflasi di Amerika dinyatakan dengan iUSD. Kemudian, jika negara domestik yang dimaksud adalah Jepang, dan negara asing adalah Amerika, maka persamaan Fisher Effect dapat dinyatakan sebagai berikut:

 

 

 

Penyederhanaan Persamaan Fisher Effect:

Persamaan Purchasing Power Parity atau PPP yang merepresentasikan nilai tukar Dollar Amerika terhadap Yen Jepang dengan inflasi di dua negara tersebut adalah:

 

 

 

USD/JPY(1) adalah kurs USD/JPY pada awal kesetimbangan dan USD/JPY(2) adalah kurs setelah mengalami perubahan inflasi. Hubungan tingkat bunga di Jepang dan Amerika dengan perubahan kurs USD/JPY dapat diformulasikan dengan mensubstitusikan persamaan PPP pada persamaan Fisher Effect. Sehingga kurs USD/JPY yang dipengaruhi oleh tingkat bunga di Jepang dan Amerika dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

 

 

 

Atau dapat pula ditulis seperti berikut:

 

 

 

Jika tingkat bunga di Jepang lebih tinggi daripada tingkat bunga di Amerika, maka Yen Jepang  akan mengalami depresiasi dan Dollar Amerika  mengalami apresiasi. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Jika tingkat bunga di Jepang lebih tinggi daripada tingkat bunga di Amerika, maka

rJPY > rUSD. Atau

(1 + rJPY) > (1 + rUSD) dengan demikian:

 

 

 

Jika rasio (1 + rJPY)/(1 + rUSD) lebih besar daripada  satu, maka USD/JPY(2)/USD/JPY(1) menjadi lebih besar daripada satu.

 

 

 

Jika rasio USD/JPY(2)/USD/JPY(1) lebih besar dari satu, maka, USD/JPY(2) lebih besar daripada USD/JPY(1).

USD/JPY(2) > USD/JPY(1)

Artinya kurs setelah terjadi perubahan akibat pengaruh inflasi akan naik. Atau kurs yang diharapkan mengalami penguatan. Jika USD/JPY menguat, artinya Dollar Amerika terapresiasi dan Yen jepang terdepresiasi.

Persamaan Fisher Effect International menjelaskan bahwa mata uang negara dengan tingkat bunga rendah diharapkan akan mengalami apresiasi terhadap mata uang dari negara dengan tingkat bunga tinggi.

Dengan kata lain tingkat bunga yang tinggi akan dikompensasi oleh turunnya nilai tukar mata uang negara tersebut, atau sebaliknya tingkat bunga yang rendah akan dikompensasi oleh menguatnya nilai tukar mata uang negara tersebut.

Jika tidak ada kompensasi melalui mekanisme apresiasi atau depresiasi terhadap mata uangnya, maka akan terjadi aliran modal dari negara dengan tingkat bunga rendah ke negara dengan tingkat bunga tinggi.

Contoh Aplikasi Perhitungan.

Misal Bank  memberi quotation untuk kurs pasangan USD/JPY seperti berikut:

Kurs USD/JPY 100,00

Tingkat bunga Bank di Amerika = 6 % per tahun

Tingkat bunga Bank di Jepang = 1 % per tahun

Nasabah dapat memperkirakan nilai kurs USD/JPY yang diharapkan untuk satu tahun ke dapan dengan memperhitungkan tingkat bunga dari kedua negara tersebut. Perhitungannya adalah:

 

 

 

Karena nilai rasio (1+ rJPY)/(1+ rUSD) kurang daripada satu, maka Nilai rasio USD/JPY(2)/USD/JPY(1) kurang dari satu.

 

 

 

Nilai rasio USD/JPY(2)/USD/JPY(1) kurang dari satu, sehingga kedua tingkat bunga tersebut cenderung menurunkan kurs USD/JPY dalam satu tahun ke depan. Perubahan kurs USD/JPY yang dipengaruhi oleh perbedaan tingkat bunga tersebut adalah:

USD/JPY(2) = USD/JPY(1) x 0,9528

USD/JPY(2) = (USD/JPY 100,00) x 0,9528

USD/JPY(2) = USD/JPY 95,28

Selama satu tahun ke depan kurs yang diharapan akan melemah dari USD/PJY 100,00 menjadi USD/JPY 95,28. Artinya Dollar Amerika akan melemah sebesar JPY 4,72 per USD. Besar pelemahan kurs dapat dihitung seperti berikut:

USD/JPY 100,00  –  USD/JPY 95,28 = USD/JPY 4,72

[pagelist_ext child_of=”parent” limit_content=”150″ number=”10″ ]

Pustaka:

  1. Hanafi. M. M., 2003,”Manajemen Keuangan Internasional”, BPFE, Yogyakarta.
  2. Hady. H., 2004,”Ekonomi Internasional, Teori dan Kebijakan Keuangan Internasional”, Ghalia Indonesia,  Buku 2, Edisi Revisi, Jakarta.
  3. Hady. H., 2008,”Manajemen Keuangan Internasional”, Yayasan Administrasi Indonesia,  Cetakan Keempat,Jakarta.