Cara Menghitung Pivot Point Forex Margin Trading

Pengertian Harga Dari Metoda Pivot Point.

Pivot point merupakan suatu harga yang cukup penting dalam analisis teknikal untuk kondisi pasar keuangan dan/atau pasar valuta asing. Harga ini digunakan oleh banyak pelaku perdagangan valuta asing sebagai indikator untuk memprediksi pergerakan pasar di masa yang akan datang.

Pivot  point dihitung dengan cara merata-ratakan harga yang dianggap penting dari perioda pergerakan sebelumnnya yaitu harga tertinggi, terrendah, dan harga penutupan. Jika harga dalam perdagangan periode sekarang berada di atas harga pivot point, maka biasanya harga berikutnya diestimasi akan berada dalam kondisi atau sentimen bullish, atau harga akan bergerak naik, sebaliknya, jika harga perdagangan di bawah pivot point, maka akan dipandang sebagai kondisi bearish atau harga akan bergerak turun.

Ada Beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung pivot point, P dari pergerakan harga di pasar. Yang paling umum,  adalah merata-ratakan secara  aritmetika dari harga tertinggi yang dinotasikan H, harga terrendah dinotasikan L, dan harga penutupan dinotasikan C. Semua harga tersebut merupakan  harga pasar di periode perdagangan sebelumnya.

Rumus Pivot Point

Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut:

P = (H + L + C) / 3.

Formula lainnya dinyatakan sebagai berikut:

P = (H + L + C + O) / 4

Dari Persamaan tersebut diketahui bahwa pivot point merupakan nilai rata-rata dari tiga atau empat harga pada periode sebelumnya. Harga-harga yang digunakan tersebut menjadi wakil harga dari pergerakannya. Umumnya periode satu hari sebelumnya. Dengan demikian pivot point merupakan harga yang dapat merepresentasikan pergerakan harga secara keseluruhan pada periode sebelumnya.

Jika harga yang berlaku sekarang lebih tinggi dari nilai pivot point, maka akan diinterpretasikan sebagai harga yang lebih tinggi dari harga rata-rata periode sebelumnya. Dengan demikian, pergerakan harga selanjutnya diprediksi akan bergerak naik. Begitupun sebaliknya, jika harga terakhir lebih rendah daripada pivot point, maka akan dipersepsikan sebagai harga yang lebih rendah dari harga rata-rata perioda sebelumnya. Keadaan ini selanjutnya diinterpretasikan sebagai kondisi dengan kecenderungan turun.

Gambar di bawah menunjukkan pergerakan kurs EUR/USD dan nilai pivot point yang direpresentasikan dengan garis horizontal. Pada gambar juga ditunjukkan garis-garis penting lainnya. Garis-garis tersebut adalah garis resistance  dan support.

Pivot point

Garis Pivot Point, Resistance Dan Support  Pada Kurva Pergerakan Kurs EUR/USD

Harga Resistance  dan Support

Harga dari  garis support dan resistance merupakan kunci utama dalam perdagangan di pasar valuta asing. Definisi dari harga-harga ini masih sangat  fleksibel, atau bukan merupakan harga yang mutlak benar, tapi  masih tergantung pada harga di pasar apakah harga bergerak dalam kondisi  up-trending atau down-trending. Harga yang sesungguhan mungkin diturunkan dari banyak asumsi dan konvensi yang terjadi pasar valuta asing. Nilai ini juga tergantung pada factor geografis. Setiap kawasan akan memiliki harga pembukaan, penutupan, tertinggi dan terrrendah yang mungkin berbeda.

Pada analisis pivot point, terdapat beberapa tingkatan atau level harga yang menjadi batas atau garis psikologi.  Biasanya terdiri dari tiga level, yaitu tiga level di bawah pivot point yaitu harga support dan tiga level di atas nilai pivot pointnya yaitu harga resisteance . Semua  harga-harga itu dihitung dari pergerakan harga dalam periode perdagangan sebelumnya.

Resistance dinotasikan R dan Support  dinotasikan S. Notasi R1 adalah garis resistance yang pertama, R2 adalah garis resistance kedua dan seterusnya.  Notasi S1 adalah garis support pertama, S2 adalah garis support kedua dan seterusnya.
Level  pertama adalah support (S1) dan resistance (R1). Resistance pertama diperoleh dengan cara menambahkan nilai pivot  dengan  selisih harga pivot ke harga terrendah. Sedangkan Support pertama diperolah dengan cara mengurangkan nilai pivot dengan selisih harga tertinggi ke harga pivot. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut:

R1 = P + (P – L) = 2 × P – L

S1 = P – (H – P) = 2 × P – H

dari persamaan tersebut di atas diketahui bahwa harga resistance sama dengan dua kali nilai pivot dikurang harga terrendah. Dan harga support sama dengan dua kali harga pivot dikurang harga tertinggi.
Sedangkan resistensi kedua (R2) dan support kedua  (S2) dihitung dengan persamaan berukut:

R2 = P + (H – L)

S2 = P – (H – L)

Resistance  ketiga (R3) dan support ketiga (S3) dihitung dengan rumus berikut:

R3 = H + 2 × (P – L)

S3 = L – 2 x (H – P)

Arti Psikologis Dari Harga Resistance dan Support.

Harga resistance diinterpretasikan menjadi batas dari pergerakan suatu harga yang sedang dalam kondisi up-trend, atau trend naik. Kaidah ini didasari oleh pemahaman bahwa setiap kenaikan akan mencapai titik puncaknya kemudian berhenti dan berbalik arah. Sebaliknya, harga support dimaknai sebagai batas dari harga yang sedang bergerak turun. Harga akan tertahan di batas support dan kemudian berbalik harga.

Pada keadaan yang sangat umum, harga akan bergerak naik atau turun dengan menembus harga-harga batasnya. Ketika harga bergerak naik sangat kuat, maka batas resistance akan tembus dan harga bergerak naik terus. Begitu pula saat harga bergerak  turun dengan trend yang kuat. Harga akan menembus semua rintangan support dan begerak turun lebih jauh.

Baik dalam trend naik maupun trend turun, harga selalu bergerak naik turun. Pergerakan naik-turun ini akan membentuk resisten dan support. Kemudian harga bergerak menembus harga resisten atau support untuk mencapai harga lebih jauh. Setelah menembus harga resistance atau support, harga bergerak meneruskan trend. Selama dalam trend ini, harga bergerak naik turun, sehingga terbentuk harga resistance dan support baru. Keadaan ini akan turus berlangsung.

Menghitung, Menentukan Pivot, Resistance Dan Support.

Nilai dari Pivot, Resistance Dan Support untuk berbagai pasangan valuta asing untuk hari ini dapat dihitung dengan menggunakan lembar kerja di bawah. Data adalah realtime. Pilih pasangan valuta asing yang ingin diketahui nilai pivot point,  resistence dan supportnya, kemudian lihat hasilnya. Nilai Default-nya adalah untuk pasangan valuta asing EUR/USD, harga yang digunakan adalah harga pada periode hari kemarin.

 

The Pivot Calculator is powered by Investing.com

 

[pagelist_ext child_of=”parent” limit_content=”150″ number=”20″ ]