Pengaruh Tingkat Inflasi Jepang Terhadap Kurs Yen Jepang, USD/JPY

Korelasi Kurs USD/JPY Dengan Tingkat Inflasi Jepang

Tingkat Inflasi Negara Jepang Dan Amerika.

Pergerakan  tingkat inflasi di negara Jepang dan Amerika selama kurun waktu dua tahun lebih, mulai dari bulan Januari tahun 2010 sampai dengan April tahun 2012 dapat dilihat pada grafik di bawah.

Tingkat Inflasi Jepang Dan Amerika Periode 2010-2012

Gambar 1. Tingkat Inflasi Jepang Dan Amerika Periode 2010-2012

Terlihat jelas bahwa sepanjang dua tahun lebih, tingkat inflasi di negara Amerika relatif lebih tinggi dibanding dengan pergerakan tingkat inflasi di negara Jepang. Inflasi di Amerika bergerak di atas satu persen, sedangkan tingkat inflasi di negara Jepang di bawah satu persen.

Pergerakan Nilai Tukar Yen Jepang Terhadap Dollar Amerika.

Kurva pergerakan kurs USD/JPY sepanjang Januari 2010 sampai dengan April 2012 dapat dilihat pada gambar di bawah. Secara keseluruhan, Kurs USD/JPY cenderung bergerak turun sepanjang kurun waktu tersebut.

Kurva Pergerakan Kurs USD-JPY Periode 2010-2012

Gambar 2. Kurva Pergerakan Kurs USD/JPY Periode 2010-2012

Mata uang Yen Jepang cenderung menguat  selama hampir dua tahun lebih. Walaupun pada bulan Februari dan Maret tahun 2012, Yen Jepang terdrepresiasi oleh Dollar Amerika.

Hubungan Kurs USD/JPY Dengan Tingkat  Inflasi Jepang.

Hubungan antara  nilai tukar Yen Jepang terhadap Dollar Amerika dengan tingkat inflasi negara Jepang untuk periode januari 2010 sampai dengan April  2012 dapat dilihat pada gambar di bawah. Terlihat bahwa tingkat inflasi Jepang dengan Kurs USD/JPY memiliki korelasi negatif dengan kekuatan yang medium.

 

Hubungan Kurs USDJPY Dengan Tingkat Inflasi Jepang

Hubungan Kurs USD/JPY Dengan Tingkat Inflasi Jepang

Hubungan antara tingkat inflasi Jepang dengan pergerakan Kurs  USD/JPY  memiliki nilai koefisien korelasi r sebesar -0,670. Sekitar 44,9 persen tingkat inflasi memiliki korelasi negatif dengan kurs USD/JPY. Artinya, ketika tingkat inflasi di negara Jepang bergerak naik, maka sekitar 44,9 persen kemungkinan kurs USD/JPY juga akan bergerak turun. Dengan kata lain, Nilai tukar Yen Jepang terhadap Dollar Amerika cenderung naik ketika inflasi Jepang naik.

Hubungan Kurs  USD/JPY Dengan Tingkat  Inflasi Amerika.

Korelasi antara  Kurs USD/JPY dengan tingkat inflasi Amerika untuk periode januari 2010 sampai dengan April 2012 dapat dilihat pada gambar di bawah. Terlihat bahwa hubungan Kurs USD/JPY dengan tingkat inflasi Amerika memiliki karakter yang relatif sama dengan hubungan Kurs USD/JPY dan tingkat inflasi Jepang.

Hubungan Kurs USD/JPY Dengan Tingkat Inflasi Amerika

Hubungan Kurs USD/JPY Dengan Tingkat Inflasi Amerika

Kurs USD/JPY bekorelasi negatif terhadap tingkat inflasi Amerika walaupun dengan kekuatan yang lemah. Hubungan kedua variabel ekonomi ini memiliki nilai koefisien korelasi r sebesar -0,439. Hanya sekitar 19,3 persen tingkat inflasi memiliki korelasi negatif dengan kurs USD/JPY. Artinya, ketika tingkat inflasi di Amerika naik, maka hanya  sekitar 19,3 persen kemungkinan kurs USD/JPY akan bergerak turun.

Korelasi Kurs USD/JPY Dengan Tingkat Inflasi Berdasarkan Teori PPP

Secara matematis hubungan tingkat inflasi di Jepang dan Amerika dengan nilai tukar mata uang Yen Jepang tehadap Dollar Amerika dapat diformulasikan sebagai berikut:

Persamaan Teori PPP Untuk KurscUSDJPY

Tingkat inflasi Jepang dinotasikan dengan iJPY dan tingkat inflasi Amerika dinotasikan iUSD, sedangkan nilai tukar Yen Jepang terhadap Dollar Amerika dinotasikan USD/JPY. Kurs USD/JPY menyatakan jumlah Yen Jepang yang dibutuhkan untuk membeli satu Dollar Amerika. Misal USD/JPY 100,0, artinya untuk mendapatkan satu Dollar Amerika harus ditukar dengan 100,0 Yen Jepang.

Dari persamaan tersebut dapat diketahui, jika tingkat inflasi Jepang lebih rendah daripada tingkat inflasi Amerika, maka kurs USD/JPY bergerak turun. Artinya nilai tukar mata uang Yen Jepang naik terhadap Dollar Amerika. Atau Yen Jepang terapresiasi sedangkan Dollar Amerika terdepresiasi.

Gambar di bawah menunjukkan posisi relatif kurs USD/JPY (2), kurva warna merah terhadap kurs USD/JPY (1), kurva warna biru. Kurs UISD/JPY (2) dihitung berdasarkan persamaan dari paritas daya beli, PPP.

Kurs USD/JPY Berdasarkan Teori PPP, Periode 2010-2012

Kurs USD/JPY Berdasarkan Teori PPP, Periode 2010-2012

Jika posisi kurva USD/JPY (2) di bawah kurva USD/JPY (1), hal ini menandakan, bahwa kurs USD/JPY (2) lebih kecil daripada kurs USD/JPY (1). Artinya, kurs USD/JPY yang diekspektasi dengan perbedaan tingkat inflasi lebih rendah daripada kurs spot USD/JPY. Sebaliknya jika posisi kurva USD/JPY (2) di atas kurva USD/JPY (1), artinya kurs USD/JPY yang diharapkan akibat perbedaan tingkat inflasi lebih tinggi daripada kurs spotnya.

Gambar 1. di atas memperlihatkan posisi kurva tingkat inflasi Jepang terhadap Tingkat inflasi Amerika mulai Januari 2010 sampai dengan April 2012.

Selama lebih dari dua tahun, tingkat inflasi Amerika lebih tinggi daripada tingkat inflasi Jepang. Sesuai dengan persamaan dari teori PPP, maka selama periode yang sama dapat  diperkirakan bahwa kurs USD/JPY seharusnya bergerak turun.

Pada gambar 2. dapat dilihat bahwa kurs USD/JPY selama periode bulan Januari 2010 sampai dengan April 2012 membentuk tren turun. Secara umum dapat dikatakan bahwa dalam periode tersebut tingkat inflasi Jepang dan Amerika dengan kurs USD/JPY memenuhi kaidah dari Purchasing Power Parity.

Pustaka:

  1. Hady. H., 2008,”Manajemen Keuangan Internasional”, Yayasan Administrasi Indonesia,  Cetakan Keempat,Jakarta.
  2. Hanafi. M. M., 2003,”Manajemen Keuangan Internasional”, BPFE, Yogyakarta.
  3. Yuliati. S. H., Prasetyo. H., 2005, “Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Internasional”, Andi, Edisi II, Yogyakarta.
  4. Hady. H., 2004,”Ekonomi Internasional, Teori dan Kebijakan Keuangan Internasional”, Ghalia Indonesia,  Buku 2, Edisi Revisi, Jakarta.