Pendapatan Disposibel Disposible Income (DI) Pengertian Contoh Soal

Pengertian Disposible Income. Disposible Income adalah Personal Income (PI) setelah dikurangi pajak langsung. Pajak langsung misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya. Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.

Pada tabel dapat dilihat pendapat disposibel menurut rumah tangga Indonesia pada tahun 2000, 2005 dan tahun 2008. Pendapat disposibel rumah tangga menunjukkan peningkatan yang cukup besar, baik selama lima tahun dari tahun 2000 sampai tahun 2005 maupun selama tiga tahun dari tahun 2005 sampai tahun 2008.

nilai pendapatan-disposibel rumah tangga
nilai pendapatan-disposibel rumah tangga

Formulasi untuk menghitung Disposible Income adalah:

DI = PI – Pajak Langsung

Tabungan merupakan uang yang disisihkan dari hasil pendapatan yang tidak digunakan untuk belanja namun dikumpulkan sebagai cadangan masa depan. Tabugan ini disimpan di lembaga keuangan resmi seperti Bank. Tabungan ini dapat menambah pendapatan nasional karena, tabungan dapat dimanfaatkan untuk keperluan investasi. Melalui investasi inilah pendapatan nasional dapat meningkat. Penjelasan tentang pendapatan nasional dapat diuraikan dengan urutan seperti terlihat di bawah ini.

GDP > GNP > NNP > NNI > PI > DI

Perbandingan mengenai indikator pendapatan nasional akan lebih jelas bila kita menerapkan dalam angka:

  1. GDP Rp. 100.000,00

Pendapatan Neto dari LN Rp. 10.000,00 –

  1. GNP Rp. 90.000,00

Depresiasi/Penyusutan Rp. 5.000,00 _

  1. NNP Rp. 85.000,00

Pajak tidak langsung Rp. 3.000,00 _

  1. NNI Rp. 82.000,00
  • Laba ditahan Rp. 7.500
  • PPh Persh. Rp. 2.500
  • Iuran Sosial Rp. 1.000 + Rp. 11.000,00 _
  1. PI Rp. 71.000,00

Pajak Langsung Rp. 5.000,00 _

  1. DI Rp. 66.000,00

Konsumsi Rp. 47.000,00 _

Tabungan (saving) Rp. 19.000,00

    Daftar Pustaka:

    1. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
    2. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
    3. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.
    4. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
    5. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
    6. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
    7. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
    8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Disposible Income Disposible Income dan Contoh Personal Income (PI).  setelah Contoh pajak langsung dengan Pengertian  Pajak langsung.
    9. Ardra.Biz, 2019, “Pendapat disposibel rumah tangga Rumus menghitung Disposible Income dengan Contoh Soal Ujian Disposible Income. Tabungan adalah dan  Fungsi Tabungan Pendapatan Disposibel atau Tabungan pada pendapatan nasional.
    10. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan Pendapatan Nasional dengan Pengertian GDP dan Pengertian GNP dan Pengertian  NNP dan pengertian  NNI dengan Pengertian PI, Pengertian DI. Walaupun Pendapatan Neto dari LN atau Depresiasi/Penyusutan ,

    Peran Fungsi Pelaku Ekonomi Circular Flow Diagram, Pengertian Contoh Soal Ujian

    Pengertian. Pelaku ekonomi adalah subjek baik perorangan maupun badan (organisasi) atau pemerintah yang melakukan kegiatan ekonomi (produksi, konsumsi, dan distribusi).

    Pelaku kegiatan ekonomi terdiri dari empat kelompok atau komponen atau sector yaitu rumah tangga komsumsi biasa disebut konsumen, rumah tangga produksi disebut produsen, pemerintah dan masyarakat luar negeri.

    Peran Fungsi Pelaku Ekonomi

    Rumah Tangga Konsumsi sebagai Komsumen

    Rumah tangga konsumsi merupakan konsumen yang terdiri dari perorangan (individu) atau kelompok.

    Rumah tangga konsumsi akan melakukan kegiatan konsumsi terhadap barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri atau keluarga atau kelompok.

    Rumah tangga juga merupakan kelompok masyarakat sebagai pemilik faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal, dan wirausaha). Factor factor produksi yang dimiliki rumah tangga konsumsi merupakan sumber pendapatnya.

    Jenis Pendapatan Rumah Tangga Konsumsi

    Bentuk Pendapatan rumah tangga konsumsi diperoleh dari perusahaan adalah sewa, upah, bunga, dan laba.

    1. Sewa (rent), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi karena telah menyewakan tanahnya kepada pihak lain, misalnya perusahaan.
    2. Upah (wage), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi karena telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kegiatan produksi.
    3. Bunga (interest), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi dari perusahaan karena telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kegiatan produksi.
    4. Laba (profit), merupakan balas jasa yang diterima rumah tangga konsumsi dari rumah tangga produsen karena telah mengorbankan tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan sehingga perusahaan dapat memperoleh laba.

    Peran Fungsi Pelaku Rumah Tangga Komsumsi

    1). Sebagai penyediakan factor factor produksi yang digunakan olah produsen

    2). Mendapatkan imbalan atau balas jasa atas factor factor produksi disediakannya.

    3). Sebagai konsumen atau pengguna barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen

    4). Membayar pajak kepada pemerintah

    Rumah Tangga Produksi sebagai Produsen

    Rumah tangga produksi merupakan produsen yang terdiri dari perusahaan perusahaan yang melakukan kegiatan produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Adapau tujuan produksi adalah untuk mendapatkan keuntungan atau laba.

    Peran dan Fungsi Rumah Tangga Produksi atau Produsen

    1). Sebagai pengguna factor factor produksi yang disediakan oleh rumah tangga konsumsi untuk menghasilkan barang dan jasa

    2). Memberikan atau membayar balas jasa atas semua factor factor produksi yang telah digunakan untuk produksinya.

    3). Mendistribusikan dan menjual barang dan jasa hasil produksinya ke pasar output baik rumah tangga konsumsi, pemerintah atau masyarakat luar negeri.

    4). Mendapatkan atau menerima hasil penjualan atas barang dan jasa yang diproduksinya.

    5). Sebagai agen pembangunan, perusahaan dapat meningkatkan produksi melalui penelitian dan pengembangan. Setiap perusahaan selalu berusaha supaya tidak ketinggalan ilmu dan teknologi serta dapat mengembangkan diri sesuai dengan kemajuan zaman.

    Rumah Tangga Pemerintah.

    Pemerintah  bertugas untuk mengatur, mengendalikan, serta mengadakan kontrol terhadap jalannya roda perekonomian agar negara dapat tumbuh dan berkembang sehingga rakyat dapat hidup layak dan damai.

    Dalam kegiatan perekonomian suatu negara, pemerintah berperilaku sebagai produsen dan juga konsumen.

    Rumah tangga pemerintah berperan sebagai produsen untuk menyediakan dasilitas fasilitas umum. Memonopoli sector sector produksi seperti air, naha bakar, dan makanan.

    Rumah tangga pemerintah berperan sebagai konsumen dengan melakukan konsumsi dengan belanja rutin yang terdiri dari pembayaran  gaji pegawai pemerintah. Pemerintah penyediaan anggaran untuk pelaksanaan harian di instansi instansi peemerintah. Pemerintah juga melakukan konsumsi dengan belanja untuk infrastruktur berupa pembangunan fasilitas umum seperti jalan, sekolah, rumah sakit, pelabuhan, bendungan dan sebagainya.

    Peran Fungsi Pemerintah

    1). mengatur kegiatan ekonomi melalui peraturan dan perundang-undangan disertai berbagai tindakan nyata. Pemerintah dapat melaksanakannya sebab memiliki alat-alat untuk melaksanakannya baik alat pengendali, pengatur, maupun pemaksa.

    2). mengontrol kegiatan ekonomi, pemerintah mempunyai bank sentral yang berfungsi mengawasi lalu lintas keuangan, antara lain jumlah uang yang beredar, tinggi rendahnya suku bunga, lalu lintas kredit, dan sebagainya.

    Pemerintah juga satu-satunya yang mempunyai hak untuk mencetak uang serta mengedarkannya di masyarakat.

    3). Pemerintah sebagai Penguasa yang memiliki alat pemaksa bagi terselenggaranya ketertiban di dalam masyarakat, yaitu polisi. Pemerintah juga memiliki alat peradilan bagi terselenggaranya keadilan bagi seluruh rakyat.

    Masyarakat Luar Negeri

    Masyarakat luar negeri merupakan pelaku ekonomi yang berhubungan dengan transaksi perekonomian internasional. Contoh transaksi ekonomi internasional adalah perdagangan ekspor impor, penaman modal, pertukaran tenaga kerja, dan sebagainya.

    Masyarakat luar negeri menempati posisi yang cukup penting dalam pemenuhan kebutuhan yang tidak dapat disediakan atau dihasilkan di dalam negeri.

    Peran Fungsi Masyarakat Luar Negeri

    Adapun Peranan masyarakat luar negeri adalah sebagai berikut.

    a). Masyarakat Luar Negeri sebagai Konsumen dari produk barang dan jasa yang dihasilkan dari dalam negeri. Masyarakat luar negeri dapat mengimpor barang jasa ke negara mereka.

    b). Masyarakat Luar Negeri sebagai Produsen dapat menjual dengan mengekspor  produk barang dan jasa yang mereka hasilkan untuk digunakan di dalam negeri.

    c). Masyarakat Luar Negeri sebagai Investor dapat menanamkan modalnya di dalam negeri untuk kebutuhan produksi dalam negeri.

    d). Negara maju banyak memiliki tenaga ahli yang dibutuhkan di dalam negeri. Dengan demikian, masyarakat luar negeri sebagai tenaga ahli dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja khusus di dalam negeri.

    Circular Flow Diagram.

    Kegiatan perekonomian suatu negara dan pelaku pelaku ekonomi yang terlibat dalam perekonomian dapat dilihat dalam circular flow diagram. Keterkaitan antara pelaku-pelaku ekonomi tersebut dapat digambarkan dalam siklus aliran atau arus uang dan arus barang atau circular flow diagram.

    Siklus aliran uang adalah siklus yang menunjukan aliran uang yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian.

    Siklus aliran barang dan jasa adalah siklus yang menunujukkan aliran barang dan jasa yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian.

    Kegiatan Ekonomi Dua Sektor

    Kegiatan ekonomi dua sector yang melibatkan dua pelaku ekonomi yaitu rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen.

    Kegiatan ekonomi dua sector terdiri dari corak kegiatan ekonomi subsistem dan corak perekonomian modern.

    Kegiatan Ekonomi Subsistem

    Dalam kegiatan ekonomi subsistem, penerima pendapatan (yaitu rumah tangga konsumsi) tidak menabung dan para produen yaitu pengusaha atau perusahaan tidak menanamkan modal.

    Sector produksi menggunakan seluruh faktor produksi yang ada dalam perekonomian. Pengeluaran sektor rumah tangga konsumsi akan sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian.

    Kegiatan ekonomi subsistem dapat digambarkan dengan circular flow diagram seperti berikut.

    Sector rumah tangga konsumsi menjual faktor produksi kepada sektor perusahaan (rumah tangga produksi) agar memperoleh pendapatan berupa balas jasa.

    Sector rumah tangga konsumsi memberikan faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal atau keahlian pada perusahaan (pada gambar ditunjukkan oleh garis a).

    Garis a menunjukkan aliran factor factor produksi dari rumah tangga konsumsi sebagai penyedia kepada rumah tangga produksi sebagai pengguna.

    Sebagai balas jasa atas faktor produksi yang telah diberikan oleh sektor rumah tangga konsumsi, maka produsen sebagai sektor perusahaan akan memberikan balas jasa berupa sewa untuk tanah, upah atau gaji bagi tenaga kerja, bunga atau sewa untuk modal dan keuntungan bagi keahlian (ditunjukkan garis b).

    Garis b menunjukkan aliran uang dari rumah tangga produksi sebagai produsen ke rumah tangga konsumsi sebagai konsumen.

    Kegiatan transaksi factor factor produksi antara rumah tangga konsumsi dan produksi terjadi di pasar factor produksi yang disebut pasar input.

    Pasar Input adalah suatu pasar untuk transaksi jual beli terhadap factor factor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga konsumsi.

    Setelah sektor rumah tangga memperoleh balas jasa atas factor produksi yang mereka jual kepada perusahaan, maka sektor rumah tangga konsumsi memiliki pendapatan yang siap untuk dibelanjakan  pada sector perusahaan, berupa pembelian barang dan jasa (ditunjukkan garis c).

    Garis c menunjukkan aliran uang dari rumah tangga konsumsi ke rumah tangga produksi atas segala transaksi barang dan jasa.

    kemudian sektor rumah tangga produsi akan menyerahkan barang dan jasa tersebut kepada sektor rumah tangga konsumsi (ditunjukkan garis d).

    Garis c menunjukkan aliran barang dan jasa dari rumah tangga produksi ke atas rumah tangga konsumsi. Kegiatan transaksi ekonomi ini terjadi di pasar barang dan jasa yang disebut pasar output.

    Pasar output adalah suatu pasar untuk transaksi jual beli produk barang dan jasa sebagai hasil produksi perusahaan.

    Kegiatan Ekonomi Modern

    Pada kegiatan ekonomi modern, konsumen sebagai penerima pendapatan akan menyisihkan sebagian pendapatan yang diterimanya untuk ditabung. Tabungan para pemerima pendapatan ini akan dipinjam oleh para produsen untuk digunakan sebagai investasi seperti melakukan pembelian barang barang modal.

    Kegiatan ekonomi modern dapat digambarkan dengan circular flow diagram seperti berikut.

    Gambar …

    Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor

    Dalam kegiatan ekonomi tiga sektor, pelaku-pelaku ekonomi yang terlibat selain dari rumah tangga dan perusahaan, diperlihatkan juga peranan dan pengaruh pemerintah atas kegiatan perekonomian.

    Kegiatan Ekonomi Empat Sektor

    Kegiatan ekonomi empat sektor sering disebut perekonomian terbuka karena kegiatan ini tidak hanya melibatkan pelaku-pelaku ekonomi di dalam negeri, tetapi juga masyarakat ekonomi di luar negeri.

    Contoh Soal Ujian Pelaku Ekonomi Circular Flow Diagram.

    Soal 1. Di bawah ini yang bukan merupakan peran pemerintah dalam perekonomian adalah ….

    1. pengatur
    2. penguasa
    3. konsumen
    4. produsen
    5. distributor

    Soal 2. Di bawah ini yang bukan merupakan pendapatan rumah tangga adalah ….

    1. bunga
    2. laba
    3. sewa
    4. upah
    5. pajak

    Soal 3. Subjek yang melakukan kegiatan ekonomi disebut ….

    1. produsen
    2. konsumen
    3. distributor
    4. eksportir
    5. pelaku-pelaku ekonomi

      Daftar Pustaka:

      1. Mankiw, N., Gregory, 2003, “Teori Makroekonomi”, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
      2. Jhingan, M.L., 2008, “Ekonomi Pembangunan Perencanaan”, Edisi Pertama, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
      3. Samuelson, A., Paul. Nordhaus, D., William, 2004, “Ilmu Makro Ekonomi”, Edisi 17, PT Media Global Edukasi, Jakarta.
      4. Sukirno, Sadono, 2008, “Makroekonomi Teori Pengantar”, Edisi Ketiga, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
      5. Prasetyo, P., Eko, 2011, “Fundamental Makro Ekonomi”, Edisi 1, Cetakan Kedua, Beta Offset, Yogyakarta.
      6. Putong, Iskandar. Andjaswati, N.D., 2008, “Pengantar Ekonomi Makro”, Edisi Pertama, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
      7. Firdaus, R., Ariyanti, M., 2011, ”Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah”, Cetakan Kesatu, AlfaBeta, cv, Bandung.

      Cara Kerja Generator dan Transformator

      Pengertian. Generator atau biasa disebut dinamo berfungsi untuk mengubah energi mekanik (yaitu gerak) menjadi energi listrik.

      Generator merupakan peralatan teknologi yang bekerja berdasarkan induksi Faraday atau induksi elektromagnetik. Generator dibedakan menjadi dua, yaitu generator arus AC dan generator arus DC.

      Dalam kehidupan sehari hari, generator yang umum diperjual belikan disebut genset atau genset listrik. Genset merupakan kependekan dari kata Generator set. Generator set  merupakan alat atau mesin atau perangkat yang terdiri dari pembangkit listrik (yaitu generator) dan mesin penggerak.

      Generator dan mesin penggerak disusun menjadi satu kesatuan untuk menghasilkan tenaga listrik. Makannya sering disebut genset listrik atau dynamo listrik. Genset yang sering dipakai di rumah atau toko untuk pengganti ketika terjadi putus aliran listrik ukurannya relative kecil, makanya sering disebut genset mini.

      Mesin penggerak merupakan mesin yang menggerakan atau memutar rotor pada generator yang umumnya berupa motor yang melakukan pembakaran internal, atau mesin diesel. Mesin penggerak bekerja dengan bahan bakar solar atau bensin.

      Bagian Bagian Generator

      Pada prinsipnya generator terdiri dari kumparan kawat dan magnet tetap atau permanen. Kutub magnet dipasang dihadapkan saling berlawanan. Diantara kedua kutub magnet akan dihasilkan medan magnet.

      Generator terdiri dari dua bagian, yaitu rotor dan stator. Rotor adalah bagian generator yang bergerak yaitu kumparan yang berputar pada porosnya. Stator merupakan bagian generator yang diam yaitu magnet permanen yang kutubnya berhadapan saling berlawanan.

      Di dalam generator terdapat cincin luncur, yaitu bagian yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik keluar dan bagian ini adalah tempat untuk mengikatkan ujung-ujung kawat kumparan.

      Prinsip Kerja Generator Arus Bolak Balik AC

      Prinsip yang digunakan adalah perubahan sudut berdasarkan hukum Faraday sehingga terjadi perubahan fluks magnetik. Perubahan sudut ini dirancang dengan cara memutar kumparan pada generator.

      Gambar berikut menjelaskan secara sederhana bagian dan fungsi dari generator.

      Gambar Prinsip Kerja Fungsi Bagian Generator Arus Bolak Balik AC,
      Gambar Prinsip Kerja Fungsi Bagian Generator Arus Bolak Balik AC,

      Putaran kumparan pada pada medan magnet akan menyebabkan terjadinya perubahan fluks magnetik yang menembus kumparan. Perubahan fluks magnetik akan menyebabkan timbulnya arus listrik. Arus demikian dikenal dengan arus induksi.

      Sedangkan beda potensial antara ujung- ujung kumparan disebut sebagai gaya gerak listrik (GGL) induksi.

      Sifat dari arus listrik yang dihasilkan oleh generator listrik AC ini  berjenis bolak-balik AC dengan bentuk seperti gelombang. Amplitudonya yang dihasilkan tergantung pada kuat medan magnet, jumlah lilitan kawat, dan luas penampang kumparan. Frekuensi gelombang genarator sama dengan frekuensi putaran kumparan

      Untuk menyalurkan arus listrik yang dihasilkannya, pada kedua ujung kumparan dipasang cincin yang terpisah dan ditempelkan pada sikat karbon yang dihubungkan dengan kabel penyalur.

      Contoh Genarator Arus Bolak Balik AC

      Generator elektromagnetik merupakan sumber utama listrik dan dapat digerakkan oleh turbin uap, turbin air, mesin pembakaran dalam, kincir angin, atau bagian dari mesin lain yang bergerak. Pada pembangkit tenaga listrik, generator menghasilkan arus bolak-balik dan sering disebut alternator.

      Rumus Gaya Gerak Listrik Hukum Faraday

      Besarnya GGL induksi sebanding dengan laju perubahan fluks magnetic yang menembus kumparan. Hal tersebut dirumuskan oleh Michael Faraday yang dikenal dengan hukum Faraday. Secara matematis, hukum Faraday dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut.

      ε = εmak sin ωt

      εmak = BAN sin ω

      Dengan keterangan :

      ε = ggl induksi (Volt)

      B = induksi magnet (Wb/m-2)

      A = luas bidang kumparan (m2)

      N = jumlah lilitan kumparan

      ω = laju anguler (rad/s)

      εmax = ggl induksi maksimum (Volt)

      t = lamanya kumparan berputar

      Contoh Soal Ujian Perhitungan GGL Generator Hukum Faraday

      Sebuah genarator yang memiliki kumparan dengan luas penampang 200 cm2, terdiri atas 500 lilitan diputar dengan kecepatan sudut 1250 rad/s. Apabila kuat medan magnet pada generator tersebut 2.10-3 Wb/m2, tentukan berapa ggl maksimum yang dihasilkan generator tersebut!

      Penyelesaian :

      Diketahui :

      A = 200 cm2 = 2 x10-2 m2

      N = 500 lilitan

      ω = 1250 rad/s

      B = 2.10-3 Wb/m2

      diitanyakan :

      εmak = ….?

      Jawab :

      εmak = BAN w

      εmak = 2 x 10-3 x 2 x 10-2 x 500 x 1250 Volt

      εmak = 25 volt

      Jadi, besarnya gaya gerak listrik maksimum yang dihasilkan oleh generator adalah 25 volt.

      Contoh Soal Pembahasan Perhitungan Gaya Gerak Listrik Generator

      Kumparan berbentuk persegi panjang berukuran 20 cm x 10 cm memiliki 400 lilitan Kumparan ini bersumbu putar tegak lurus medan magnet sebesar 0,4 tesla.

      Jika kumparan berputar dengan kecepatan sudut 40 rad/s maka tentukan ggl induksi maksimum kumparan tersebut.

      Penyelesaian

      N = 400

      A = 20 x 10 cm2 = 2.10-2 m2

      B = 0,4 Wb/m2

      ω= 40 rad/s

      Ggl induksi maksimum kumparan dihitung dengan rumus berikut :

      εmak = B A N ω

      εmak = 400 x 0,4x 5.10-2 x 40 = 128 volt

      Generator Arus Searah (DC)

      Pada dasarnya prinsip kerja generator arus searah sama dengan prinsip kerja generator arus bolak balik AC. Adapun perbedaannya adalah: pada generator arus searah dipasang komutator berupa sebuah cincin belah.

      Fungsi komutataor adalah untuk mengatur agar setiap sikat karbon selalu mendapat polaritas gaya gerak listrik indiuksi yang konstan. Sehingga Sikat karbon yang satu bermuatan positif dan sikat yang lainnya negative.

      Gambar Prinsip Kerja Fungsi Bagian Generator Arus Searah DC
      Gambar Prinsip Kerja Fungsi Bagian Generator Arus Searah DC

      Dengan adanya komutator maka arus listrik induksi yang dialirkan ke rangkaian listrik berupa arus listrik DC, meskipun kumparan yang berada di dalamnya menghasilkan arus listrik AC. Contoh generator arus searah DC adalah dynamo sepeda

      Transformator Trafo

      Transformator atau yang sehari hari umum disebut dengan trafo merupakan alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan AC. Transformator   memindahkan energi listrik dari suatu rangkaian arus listrik bolak-balik ke rangkaian lain diikuti dengan perubahan tegangan, arus, fase, atau impedansi.

      Fungsi Transformator atau trafo adalah untuk mengubah besarnya tegangan arus bolak-balik.

      Gambar Trafo Cara Kerja Bagian Fungsi Transformator,
      Gambar Trafo Cara Kerja Bagian Fungsi Transformator,

      Arus Pusar Transformator.

      Cara Kerja Transformator Trafo

      Trafo terdiri atas dua kumparan kawat yang membungkus inti besi baja, yaitu kumparan primer dan sekunder.

      Transformator dirancang sedemikian rupa sehingga hampir seluruh fluks magnet yang dihasilkan arus pada kumparan primer dapat masuk ke kumparan sekunder.

      Ketika Tegangan bolak-balik diberikan pada kumparan primer, maka akan terjadi perubahan medan magnetic. Perubuhan medan magnet akan menginduksi tegangan bolak-balik yang frekuensi sama dengan kumparan sekunder. Tegangan yang dihasilkan pada kumparan sekundur akan tergantung pada jumlah lilitan,

      Jenis Transformator

      Trafo terdiri dari dua jenis , yaitu transformator step-up dan transformator step-down.

      Transformator step-up digunakan untuk memperbesar atau menaikkan tegangan arus bolak-balik. Pada transformator step-up jumlah lilitan sekunder (Ns) lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Np).

      Transformator step-down digunakan untuk menurunkan tegangan listrik arus bolak-balik, dengan jumlah lilitan primer (Np) lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Ns).

      Rumus Persamaan Transformator

      Perbandingan antara tegangan primer dan tegangan sekunder pada transformator sama dengan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan lilitan sekunder. Secara matematis dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus persamaan berikut

      VP/VS = NP/NS

      Dengan Keterangan

      VP = tegangan pada kumparan primer

      VS = tegangan pada kumparan sekunder

      NP = jumlah lilitan pada kumparan primer

      NS = jumlah lilitan pada kumparan sekunder

      Efisiensi Transformator

      Idealnya transfer energi tersebut tidak kehilangan energi, tetapi kenyataannya ada sebagian energi yang hilang menjadi energi kalor, sehingga pada transformator dikenal efisiensi transformator yaitu perbandingan antara daya pada kumparan sekunder dengan daya pada kumparan primer.

      Efisiensi Transformator dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus persamaan berikut

      η = PS/PP

      η = (IS x VS)/ (IP x VP)

      Dengan keterangan:

      IP = arus listrik yang mengalir pada kumparan primer

      IS = arus listrik yang mengalir pada kumparan sekunder

      PP = daya listrik pada kumparan primer

      PS = daya listrik pada kumparan sekunder

      η = efisiensi transformator yang biasanya dinyatakan dalam %

      Contoh Soal Ujian Perhitungan Efisiensi Transformator Trafo

      Sebuah transformator memiliki efisiensi 80 % dan kumparan primer dihubungkan pada tegangan 220 volt, ternyata pada kumparan sekunder timbul tegangan sebesar 10 Volt. Apabila pada kumparan primer mengalir arus sebesar 1 A, tentukan berapa ampere arus yang mengalir pada kumparan sekundernya!

      Penyelesaian :

      Diketahui :

      η = 80 %

      Vp = 220 Volt

      Vs = 22 Volt

      Ip = 1 A

      Ditanyakan :

      Is = …?

      Jawab:

      η = (IS x VS)/ (IP x VP)

      IS =  η (IP x VP)/VS)

      IS = 80% (1 x 220)/22)

      IS = 0,8 (10)

      IS = 8 A

      Jadi, besarnya arus yang mengalirkan pada kumparan sekunder adalah 8 Amper

      Contoh Soal Perhitungan Tegangan Arus Transformator

      Sebuah transformator dapat digunakan untuk menghubungkan radio transistor 22 volt AC, dari tegangan sumber 220 volt. Kumparan sekunder transistor terdiri atas 10 lilitan. Jika kuat arus yang diperlukan oleh radio transistor 1000 mA, hitunglah:

      1. jumlah lilitan primer,
      2. kuat arus primer,
      3. daya yang dihasilkan transformator!

      Penyelesaian:

      Diketahui:

      Vp = 220 V

      Ns = 10

      Vs = 22 V

      Is = 1000 mA = 1 A

      Ditanya: a.

      Np = … ?

      Ip = … ?

      P = … ?

      Jawab:

      VP/VS = NP/NS

      NP = (NS VP)/VS

      NP = (10 x 220)/22

      NP = 100 lilitan

      Jumlah lilitan primer adalah 100 lilitan

      (IP x VP) = (IS x VS)

      IP = (IS x VS)/VP)

      IP = (1 x 22)/220)

      IP = 0,1 A

      Jadi Arus yang mengalir pada lilitan primer dalah 0,1 Amper atau 100 mili Ampere

      PS = (IS x VS)

      PS = (1 x 22)

      PS = 22 W

      Jadi daya pada lilitan sekunder adalah 22 watt

        Daftar Pustaka:

        1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
        1. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
        2. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
        3. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
        4. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
        5. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,  Jakarta.
        6. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.

        Persamaan Hukum Bernoulli Fluida Dinamik, Pengertian Contoh Soal

        Pengertian Hukum Bernoulli. Fluida dinamik adalah fluida yang mengalami gerakan membentuk suatu aliran yang memiliki kecepatan tertentu.

        Jenis Aliran Fluida

        Ada dua jenis aliran pada fluida yang mengalir, yaitu aliran streamline dan turbulent.

        a). streamline atau aliran garis arus merupakan aliran yang mengikuti suatu garis lurus atau melengkung yang jelas ujung dan pangkalnya. Jadi, aliran tiap partikel yang melalui suatu titik dengan mengikuti garis yang sama seperti partikel-partikel yang lain yang melalui titik itu.

        Arah gerak partikel partikel pada aliran garis arus disebut garis arus. Aliran ini biasa disebut Aliran laminar. Dengan kata lain Aliran laminar merupakan aliran fluida yang kecepatan aliran pada setiap titik pada fluida terebut tidak berubah terhdap waktu.

        b). Aliran turbulent merupakan aliran berputar atau aliran yang arah gerak partikel partikelnya berbeda bahkan berlawanan dengan arah gerak fluida secara keseluruhan. Dengan kata lain Aliran turbulen merupakan aliran fluida yang kecepatan aliran setiap titik pada fluida tersebut dapat berubah.

        Aliran fluida laminar merupakan gambaran dari fluida ideal yang disebut aliran stasioner. Fuida ideal adalah fluida yang tidak terpengaruh oleh gaya tekan yang diterimanya. Artinya, volume dan masssa jenisnya tidak berubah walaupun ada tekanan.

        Ciri Fluida Ideal

        Fluida ideal memiliki ciri- ciri seperti berikut.

        1. Fluida tidak dapat dimampatkan (atau incompressible), yaitu volume dan massa jenis tidak berubah walaupun fluida tersebut diberi tekanan.
        2. Fluida tidak mengalami gesekan dengan permukaan dinding tempat fluida tersebut mengalir.
        3. Kecepatan aliran fluida bersifat laminar. Artinya tiap-tiap partikel mempunyai garis alir tertentu dan untuk luas penampang yang sama akan mempunyai kecepatan yang sama.

        Persamaan Debit Aliran Fluida

        Debit aliran adalah besaran yang menunjukkan volume fluida yang mengalir melalui suatu penampang setiap satuan waktu. Debit aliran fluida dapat dinyatakan secara matematis dengan menggunakan persamaan seperti berikut.

        Debit = Volume Fluida/waktu

        Q = A . v = V/t

        Dengan keterangan

        V = volume fluida yang mengalir (m3),

        t = waktu (detik, s),

        A = luas penampang (m2),

        v = kecepatan aliran (m/s),

        Q = debit aliran fluida (m3/s).

        Contoh Soal Perhitungan Rumus Debit Aliran Fluida

        Fluida Air mengalir dalam pipa yang berjari-jari 10 cm dengan laju 10 cm/det. Berapa laju aliran volumenya?

        Penyelesaian :

        Diketahui :

        r = 10 cm,

        v = 10 cm/det

        Jawab :

        Q = A . v

        Q= π (10)2 (10)

        Q = 3,14 x 100 x 10

        Q = 3140 cm3/det

        Persamaan Kontinuitas

        Jika fluida air yang tidak dapat dimampatkan mengalir, maka akan berlaku kekekalan debit atau aliran fluida yang disebut kontinuitas.

        Kontinuitas atau kekekalan debit ini dapat dinyatakan dengan rumus persamaan kontinuitas yang dituliskan sebagai berikut.

        Q1 = Q2

        A1 v1 = A2 v2

        Persamaan Kontinuitas, Kekekalan Debit Aliran Fluida
        Persamaan Kontinuitas, Kekekalan Debit Aliran Fluida

        Contoh Soal Ujian Fluida Dinamik, Perhitungan Rumus Debit Pipa

        Soal. Air mengalir dalam pipa yang berpenampang besar dengan luas 200 cm2 dan kecepatan alirnya 3 m/s, kemudian air mengalir ke pipa kecil yang Luas penampangnya 50 cm2. Tentukan:

        1. debit pada pipa kecil,
        2. kecepatan air pada pipa kecil!

        Penyelesaian

        A1 = 200 cm2 = 2.10-2 m2

        v1 = 3 m/s

        A2 = 50 cm2 = 5.10-3 m2

        1. Debitnya tetap berarti:

        Q2 = Q1

        Q2 = A1 v1

        Q2 = 2.10-2 . 3 = 6.10-2 m3/s

        1. Kecepatan di pipa kecil memenuhi:

        A2 v2 = A1 v1

        50 . v2 = 200 . 3

        v2 = 12 m/s

        Persamaan Hukum Bernoulli

        Hukum Bernoulli menyatakan bahwa jumlah tekanan, energi kinetik per satuan volume, dan energi potensial per satuan volume memiliki nilai yang sama di setiap titik sepanjang aliran fluida ideal.

        Hukum Bernoulli dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus seperti persamaan matematis berikut.

        p + ½ ρv2 +ρgh = konstan

        atau

        p1 + ½ ρ v12 + ρgh1 = p2 + ½ ρ v22 +ρgh2

        dengan keterangan

        p = tekanan (N/m2),

        v = kecepatan aliran fluida (m/s),

        g = percepatan gravitasi (m/s2),

        h = ketinggian pipa dari tanah (m), dan

        ρ = massa jenis fluida

        Contoh Soal Ujian Menghitung Rumus Hukum Bernoulli

        Bejana yang memiliki ketinggian 4 m diisi penuh dengan air. Pada bejana terdapat dua lubang yang berjarak 1 m dari atas dan satunya berjarak 1 m dari bawah. Tentukan kecepatan aliran air pada kedua lubang tersebut.

        Contoh Soal Ujian Menghitung Rumus Hukum Bernoulli Pada Tabung Berlubang
        Contoh Soal Ujian Menghitung Rumus Hukum Bernoulli Pada Tabung Berlubang

        Penyelesaian

        h1 = 1 m (dari bawah)

        h2 = (4 − 1) = 3 m (dari bawah)

        Kecepatan aliran air pada lubang di bawah

        v1 = √(2gh1)

        v1 = √(2x10x1)

        v1 =√(20) = 4,47 m/s

        kecapatan aliran air pada lubang di atas

        v2 = √(2gh2)

        v2 = √(2×10 x3)

        v2 =√(60) = 7,75 m/s

        Contoh Soal Ujian Perhitung dengan Rumus Hukum Bernoulli

        Perhatikan gambar berikut

        Contoh Perhitung dengan Rumus Hukum Bernoulli Pipa Berdiameter Besar Kecil
        Contoh Perhitung dengan Rumus Hukum Bernoulli Pipa Berdiameter Besar Kecil

        Besarnya diameter pipa besar dan kecil masing-masing adalah 5 cm dan 3 cm. Jika diketahui tekanan di A1 pada pipa besar adalah sebesar 16 x 104N/m2 dan memiliki kecepatan 3 m/s, maka hitunglah tekanan dan kecepatan di A2

        Diketahui :

        1. p1 = 16 × 104 N/m2
        2. r = 1 g/cm3 = 1.000 kg/m3
        3. v1 = 3 m/s
        4. d1 = 5 cm
        5. d2 = 3 cm

        Ditanyakan:

        1. v2 = … ?
        2. p2 = … ?

        Jawab

        Kecepatan di A2 adalah

        v2 = (A1v1)/A2

        v2 = (d12 v1)/d22

        v2 = (52 x 3)/32

        v2 = 8,3 m/s

        Tekanan di A2

        p2 = p1 + ½ r (v22 – v12)

        p2 = 16 x 104 +1/2 x1000 (8,32 – 32)

        p2 =  18,99 x 104 N/m2

        Penerapan Asas Bernoulli

        Beberapa peristiwa atau peralatan dalam kehidupan sehari hari yang menerapkan prinsip hukum Bernoulli, diantaranya adalah, tangki berlubang (penampungan air), alat penyemprot (obat nyamuk dan parfum), karburator, venturimeter, tabung pitot, dan gaya angkat pesawat terbang.

        Persamaan Hukum Bernoulli Pada Tangki Berlubang

        Persamaan Bernoulli dapat digunakan untuk menentukan kecepatan zat cair yang keluar dari lubang pada dinding tabung atau tangki. Dengan menganggap diameter tabung lebih besar dibandingkan diameter lubang, maka permukaan zat cair pada tabung turun perlahan-lahan.

        Pada permukaan fluida di titik A, kecepatan turunnya fluida relatif kecil sehingga dapat diabaikan atau dianggap nol (v1 = 0). Sedangkan tekanan p1 di permukaan fluida titik A1 dan tekanan p2 di lubang tangki adalah sama.  Oleh karena itu persamaan Bernoulli menjadi seperti berikut:

        p1 + ½ ρ v12 + ρgh1 = p2 + ½ ρ v22 +ρgh2

        p1 = p2

        v1  = 0

        Teori Torricelli

        Kecepatan aliran fluida pada lubang tangki dapat dihitung dengan menggunakan persamaan rumus seperti berikut

        p1 + ½ ρ 02 + ρgh1 = p1 + ½ ρ v22 +ρgh2

        ditulis ulang menjadi seperti berikut

        g(h1 – h2) = 1/2v22 atau

        v2 = v (kecepatan aliran pada lubang tangki)

        v = [2 g(h1 – h2)]0,5 atau

        v = √[2g(h1 – h2)] atau

        v = √(2gh)

        Persamaan  ini disebut dengan teori Torricelli, yang menyatakan bahwa kecepatan aliran zat cair pada lubang sama dengan kecepatan benda yang jatuh bebas dari ketinggian yang sama.

        Teori Torricelli Rumus Jarak Terjauh Jatuhnya Fliuda di Permukaan Tanah
        Teori Torricelli Rumus Jarak Terjauh Jatuhnya Fliuda di Permukaan Tanah

        Jarak titik C ke D merupakan jarak terjauh jatuhnya fliuda di permukaan tanah dan dinotasikan dengan huruf R. Jarak R dapat ditentukan dengan menggunakan rumus persamaan berikut.

        R = 2√(h.h2)

        Dengan kerterangan

        R = jarak horizontal fluida di tanah ke dinding tangki tabung (m)

        h = jarak lubang ke permukaan tangki atas (m)

        h2 = jarak lubang tangki tabung dari tanah (m)

        Atau dapat juga ditentukan dengan persamaan seperti berikut

        R = v.t

        Dengan keterangan

        v = kecepatan aliran fluida pada lubang tangki

        t = waktu tempuh fluida dari lubang tangki sampai ke permukaan tanah.

        Sedangkan t dapat ditentukan dengan persamaan berikut

        Contoh Soal Ujian Perhitungan Rumus Hukum Bernoulli – Teori Torricelli

        Soal 1. Sebuah drum yang dalamnya 7,5 m disis penuh dengan air. drum tersebut  berada di atas permukaan tanah mendatar. Pada dinding drum terdapat lubang dengan jarak 2,5 m dari dasar drum, dan air memancar keluar dari lubang tersebut.

        Contoh Soal Ujian Perhitungan Rumus Hukum Bernoulli - Teori Torricelli
        Contoh Soal Ujian Perhitungan Rumus Hukum Bernoulli – Teori Torricelli

        Jika g = 10 m/s3, hitunglah:

        1. kecepatan air yang keluar dari lubang tangki
        2. jarak mendatar (horizontal) terjauh yang dicapai air pada permukaan tanah

        Penyelesaian

        Diketahui:

        Ketinggian drum h1 = 7,5 m ;

        Ketinggia lubang dari tanah h2 = 2,5 m ;

        g = 10 m/s2

        Ditanya:

        1. v
        2. R

        Jawab :

        a. jarak lubang dari permukaan fluida atas tangki tabung

        h = h1 – h2

        h = 7,5– 2,5

        h = 5 m

        kecepatan aliran dari lubang tangki dihitung dengan persamaa berikut

        v = √(2gh)

        v = √(2x10x5)

        v = √(100)

        v = 10 m/s

        jarak horizontal air jatuh R dari dinding tangki dihitung dengan persamaan berikut

        R = 2√h.h2

        R = 2√5 x 2,5

        R = 7,07 m

        Atau dapat dihitung dengan menggunakan persamaan rumus berikut:

        R = v . t

        Waktu tempuh air jatuh ke tanah dihitung dengan persamaan berikut

        t = √(2h2/g)

        t = √[(2x,2,5)/10]

        t = 0.707detik

        dan R dihitung dengan pesamaan berikut:

        R = v . t

        R = 10 x 0,707

        R = 7,07 m

        Venturimeter Tanpa Manometer

        Tabung venturi adalah venturimeter, yaitu alat yang dipasang pada suatu pipa aliran untuk mengukur kelajuan atau kecepatan zat cair. Ada dua venturimeter yaitu venturimeter tanpa manometer dan venturimeter menggunakan manometer yang berisi zat cair lain.

        Venturimeter Tanpa Manometer
        Venturimeter Tanpa Manometer

        Berdasarkan persamaan tekanan hidrostatik, maka tekanan pada titik 1 dan 2 adalah:

        P1 = P0 +rgh1

        P2 = P0 + rgh2

        P1– P2 = rg(h1 – h2 ) = rgh

        h = selisih tinggi permukaan zat cair dalam pipa kapiler di atas penampang besar dan penampang kecil.

        Kecepatan aliran fluida pada pipa besar adalah

        v1 = A2√[(2gh)/(A12 – A22)]

        Dengan keterangan

        v1 = laju aliran fluida pada pipa besar (m/s)

        A1 = luas penampang pipa besar (m2)

        A2 = luas penampang pipa kecil (m2)

        ρ = massa jenis fluida (kg/m3)

        h = selisih tinggi permukaan fluida pada manometer (m)

        g = percepatan gravitasi (m/s2)

        Contoh Soal Hukum Bernoulli untuk Venturimeter Tanpa Manometer

        Melalui pipa venturi seperti pada gambar mengalir air sehingga selisih tinggi permukaan air pada kedua pembuluh sempit yang dipasang pada pipa venturi adalah 5 cm. Jika luas penampang besar dan kecil pada pipa venturi masing-masing 100 cm2 dan 10 cm2 dan g = 10 m/s2 serta massa jenis air 1 gr/m3,

        Venturimeter Tanpa Manometer
        Venturimeter Tanpa Manometer

        a) hitunglah perbedaan tekanan di titik pada penampang besar dan kecil

        b) kecepatan air yang masuk ke pipa venturi

        Penyelesaian

        Diketahui:

        h = 5 cm

        g = 10 m/s2

        A1 = 100 cm2 ;

        ρ = 1 gr/m3

        A2 = 10 cm2

        Ditanya:

        1. a) P1 – P2
        2. b) v1

        Jawab :

        1. a) P1 – P2 = ρ . g . h

        P1 – P2 = 1. 1000 . 5 = 5000 dyne/cm2

        b). Kecepatan air masuk pipa venturi

        v1 = A2√[(2gh)/(A12 – A22)]

        v1 = 10√[(2x 10×5)/(1002 – 102)]

        v1 =10,05 cm/s

        Tabung Pitot

        Tabung pitot adalah alat yang digunakan untuk mengukur laju aliran gas atau udara di dalam tabung atau pipa. Pipa pitot terdiri dari pipa venturi yang berisikan air raksa. Ujung A terbuka ke atas, sedangan ujung B terbuka memanjang searah dengan datangnya udara.

        Pada saat keadaan sudah setimbang, bila ditinjau keadaan di titik Adan B, kecepatan di titik B vB = 0. Karena pipa mendatar, maka hA = hB.

        Perbedaan tinggi air raksa pada pipa pitot disebabkan oleh adanya tekanan di titk A dan titik B.

        Tabung Pitot Alat Untuk Mengukur Aliran Gas Udara
        Tabung Pitot Alat Untuk Mengukur Aliran Gas Udara

        Dengan menggunakan persamaan Bernoulli menjadi:

        PB + 0 = PA + 1⁄2 . ρf . vA2

        PB – PA = 1⁄2 . ρf . vA2

        Perbedaan tekanan ini sama dengan tekanan hidrostatika fluida (raksa) pada manometer.

        PB – PA = ρHg . h

        v = √[(2.rHg g.h)/rf]

        vA = kecepatan aliran fluida di titik A (m/s)

        ρf = massa jenis fluida yang mengalir (kg/m3)

        ρHg = massa jenis raksa dalam manometer (kg/m3)

        h = perbedaan tinggi permukaan raksa (m)

        g = percepatan gravitasi (m/s2)

        Contoh Soal Ujian Pipa Pitot Dengan Perhitungan Hukum Bernoulli,

        Sebuah pipa pitot digunakan untuk mengukur kelajuan udara yang melalui sebuah terowongan. Pipa pitot tersebut dilengkapi dengan manometer alkohol (ra = 800 kg/m3). Apabila beda tinggi antara kedua kaki manometer 18 cm dan massa jenis udara _u = 1,2 kg/m3, maka kelajuan aliran udara tersebut adalah?

         (g = 10 m/s2).

        Diketahui :

        1. ρu = 1,2 kg/m3
        2. ρa = 800 kg/m3
        3. h = 18 cm = 0,18 m
        4. g = 10 m/s2

        Ditanyakan :

        v = …?

        Jawab:

        Persamaan yang berlaku dalam pipa pitot.

        v = √[(2.ra g.h)/ru]

        v = √[(2x800x10x18)/1,2]

        v = √[2400]

        v = 20√6 m/s

        Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang

        Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang tajam dan sisi bagian atas lebih melengkung daripada sisi bagian bawah. Bentuk ini menyebabkan kecepatan aliran udara melalui sisi bagian atas pesawat v1 lebih besar daripada kecepatan aliran udara di bagian bawah sayap v2.

        Berdasarkan pada Hukum Bernoulli, tempat yang mempunyai kecepatan lebih tinggi tekanannya akan lebih rendah.

        Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang, Contoh Soal Ujian
        Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang, Contoh Soal Ujian

        Garis arus pada sisi bagian atas lebih rapat daripada sisi bagian bawahnya. Artinya, kelajuan aliran udara pada sisi bagian atas pesawat v2 lebih besar daripada sisi bagian bawah sayap v1.

        Sesuai dengan asas Bornoulli, tekanan pada sisi bagian atas p2 lebih kecil daripada sisi bagian bawah p1 karena kelajuan udaranya lebih besar.

        Dengan A sebagai luas penampang pesawat, maka besarnya gaya angkat dapat Adna ketahui melalui persamaan berikut.

        Pesawat terbang dapat terangkat ke atas jika gaya angkat lebih besar daripada berat pesawat. Jadi, suatu pesawat dapat terbang atau tidak tergantung dari berat pesawat, kelajuan pesawat, dan ukuran sayapnya.

        Makin besar kecepatan pesawat, makin besar kecepatan udara. Hal ini berarti gaya angkat sayap pesawat makin besar. Demikian pula, makin besar ukuran sayap makin besar pula gaya angkatnya.

        Supaya pesawat dapat terangkat, gaya angkat harus lebih besar daripada berat pesawat (F1 – F2) > m g. Jika pesawat telah berada pada ketinggian tertentu dan pilot ingin mempertahankan ketinggiannya (melayang di udara), maka kelajuan pesawat harus diatur sedemikian rupa sehingga gaya angkat sama dengan berat pesawat (F1 – F2) = m g.

        Contoh Soal Ujian Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang Perhitungan Hukum Bernoulli,

        Jika kecepatan udara di bagian bawah pesawat terbang yang sedang terbang 60 m/s dan tekanan ke atas yang diperoleh pesawat adalah 10 N/m2, hitunglah kecepatan aliran udara di bagian atas pesawat (P udara = 1,29 kg/m3)

        Penyelesaian

        Diketahui:

        P1 – P2 = 10 N/m2 ;

        h1 = h2

        v2 = 60 m/s ;

        ρu = 1,29 kg/m3

        Ditanya:

        v1

        Jawab :

        P1 + 1⁄2ρ . v12 + ρ . g . h1 = P2 + 1⁄2ρ . v22 + ρ . g . h2

        1⁄2ρ(v12 +v22) = P1 – P2

        v12 =v22 + 2(P2 – P1)/ρ

        v1 = √(3615,504)

        v1 = 60,129 m/s

        Contoh Soal Ujian Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang, Perhitungan Hukum Bernoulli Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang

        Sebuah pesawat terbang yang memiliki sayap dengan luas sayap 40 m2 bergerak sehingga menghasilkan perbedaan kecepatan aliran udara pada bagian atas sayap persawat dan bagian bawahnya, yang masing masing besarnya adalah 240 m/s dn 200 m/s.

        Berapakah besar gaya angkat pada sayap, jika massa jenis udara 1,3 kg/m3 ?

        Jawab:

        Diketahui

        A = 10m2

        v1 = 200 m/s

        v2 = 240 m/s

        ρu = 1,3 kg/m3

        F1 – F2 = ½ ρu A(v12 – v22)

        F1 – F2 = ½ x 1,3 x 40x [(240)2 –(200)2]

        F1 – F2 = 457,6 kN

        Jadi gaya angkat pada sayap pesawat adalah 457,6 kN

          Daftar Pustaka:

          1. Sears, F.W – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung,
          1. Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall.
          2. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons.
          3. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa: Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta.
          4. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa: Bambang Soegijono, Jakarta.
          5. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika,  Jakarta.
          6. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.

          Tulang Rangka Sistem Gerak Manusia

          Pengertian. Gerak merupakan tanggapan atau reaksi tubuh terhadap rangsangan baik dari dalam maupun dari luar tubuh. Gerak dapat berupa gerakan sebagian dari anggota tubuh maupun seluruh tubuh.

          Gerak merupakan hasil kerja kerja sama antara dua komponen, yaitu tulang dan otot. Tulang disebut sebagai alat gerak pasif sedangkan otot disebut alat gerak aktif.

          Tulang disebut sebagai alat gerak pasif karena tulang tidak dapat bergerak sendiri, namun harus digerakkan oleh otot. Otot harus berkontraksi agar tulang dapat bergerak.

          Fungsi Tulang

          Berikut adalah beberapa fungsi tulang pada manusia.

          1. Sebagai pelindung alat- alat organ vital tubuh
          2. Sebagai penyusun rangka tubuh
          3. Sebagai penunjang dan pemberi bentuk tubuh
          4. Sebagai tempat melekatnya otot
          5. Sebagai tempat pembentukan sel-sel darah
          6. Sebagai empat penyimpanan cadangan zat mineral (yaitu kalsium dan fosfor)
          7. Sebagai alat gerak bersama dengan otot;

           Jenis Tulang.

          Berdasarkan jaringan penyusunnya, tulang dibedakan menjadi tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (sejati).

          Tulang Rawan (Kartilago)

          Tulang rawan terdiri dari sel -sel tulang rawan (atau kondrosit), serabut kolagen, dan matriks. Sel tulang rawan dibentuk oleh bakal sel- sel tulang rawan yang disebut kondroblas. Sel-sel kondroblas ini berfungsi mengeluarkan matriks yang disebut kondrin.

          Dengan berjalannya waktu, kondroblas akan terlapisi oleh matriksnya sendiri dalam ruangan yang disebut lakuna. Di dalam lakuna terdapat kondroblas yang bersifat tidak aktif disebut kondrosit (sel tulang rawan).

          Lacuna berfungsi sebagai tempat kondroblas tidak aktif, sedangkan Kondrosit berfungsi sebagai sel tulang rawan.

          Tulang Rawan Anak Anak

          Tulang rawan pada embrio dan anak- anak berasal dari sel- sel mesenkim. Pada embrio, bagian dalam tulang rawan terdapat rongga rongga yang berisi sel- sel pembentuk tulang yang disebut osteoblas.

          Tulang rawan pada anak-anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan daripada matriksnya.

          Tulang Rawan Orang Dewasa

          Tulang rawan pada orang dewasa terbentuk dari selaput rawan yang disebut perikondrium, yang banyak mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan yang disebut kondrioblas.

          Tulang rawan pada orang dewasa lebih banyak mengandung matriksnya dari pada sel tulang rawannya.

          Jenis Tulang Rawan

          Berdasarkan susunan serabutnya, tulang rawan dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu Tulang rawan hialin, Tulang rawan elastis, Tulang rawan fibrosa,

          Tulang Rawan Hialin,

          Tulang rawan hialin merupakan tulang rawan yang mempunyai serabut tersebar dalam anyaman yang halus dan rapat. Tulang rawan hialin terdapat di ujung-ujung tulang rusuk yang menempel ke tulang dada

          Tulang Rawan Elastis,

          Tulang rawan elastis merupakan tulang rawan yang susunan sel dan matriksnya mirip tulang rawan hialin, tetapi tidak sehalus dan serapat tulang rawan hialin. Tulang rawan elastis terdapat di daun telinga, laring, dan epiglotis

          Tulang Rawan Fibrosa,

          Tulang rawan fibrosa merupakan tulang rawan yang matriksnya tersusun kasar dan tidak beraturan. Tulang rawan fibrosa terdapat di cakram antartulang belakang dan simfisis pubis (pertautan tulang kemaluan)

          Tulang Keras (Osteon)

          Tulang keras merupakan kumpulan sel tulang yang mengeluarkan matriks yang mengandung zat kapur dan fosfat. Kedua zat ini menyebabkan tulang menjadi keras.

          Pengerasan Tulang Osifikasi,

          Tulang terbentuk dari tulang rawan yang telah mengalami penulangan (atau osifikasi). Proses pengerasan tulang disebut penulangan atau osifkasi. Jenis osifkasi terdiri dari desmal dan kondral. Kondral meliputi perikondral dan enkondral. Desmal merupakan penulangan pada tulang keras, sedangkan kondral adalah penulangan pada tulang rawan.

          Ketika tulang rawan (kartilago) terbentuk, rongga- rongga matriksnya terisi oleh sel osteoblas. Osteoblas merupakan lapisan sel tulang muda. Osteoblas berasal dari monosit. Osteoblas berfungsi untuk merawat dan memperbaiki tulang serta berperan pada proses perkembangan

          Osteoblas akan menyekresikan zat interseluler seperti kolagen yang akan mengikat zat kapur. Zat kapur ini akan melapisi osteoblast. Kemudian osteoblast mengeras dan menjadi osteosit (sel tulang keras). Osteosit ini merupakan sel-sel tulang yang telah dewasa.

          Antara sel tulang yang satu dan sel tulang yang lain dihubungkan oleh juluran- juluran sitoplasma yang disebut kanalikuli. Fungsi kanalikuli adalah sebagai penghubung antar sel tulang.

          Setiap satuan sel osteosit akan mengelilingi suatu sistem saraf dan pembuluh darah sehingga membentuk suatu sistem Havers.

          Di dalam saluran Havers terdapat pembuluh kapiler yang berfungsi untuk mengangkut sari makanan dan oksigen pada sel tulang.

          Jenis Tulang Keras Osteon

          Berdasarkan matriksnya, bagian tulang dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu tulang kompak dan tulang spons.

          Tulang Kompak

          Tulang kompak memiliki matriks yang padat dan rapat, misalnya terdapat pada tulang pipa.

          Tulang Spons

          Tulang spons memiliki matriks yang berongga. Misalnya, terdapat pada tulang pipih dan pendek.

          Bentuk Bentuk Tulang

          Menurut bentuknya tulang dibagi menjadi tiga, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.

          Tulang Pipa

          Tulang pipa terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian ujung disebut epifisis, bagian tengah disebut diafisis tersusun atas tulang keras. Bagian antara epifisis dan diafisis disebut cakraepifisis atau metafisis yang terdiri dari tulang rawan dan mengandung banyak osteoblas.

          Bagian cakraepifisis merupakan bagian yang dapat bertambah panjang terutama dalam usia pertumbuhan.

          Cakraepifisis orang dewasa tidak tumbuh lagi karena sudah menulang semua. Sebaliknya, bagian tengah tulang pipa terdapat sel-sel osteoblas yang merusak tulang sehingga tulang menjadi berongga, kemudian rongga tersebut terisi sumsum tulang.

          Contoh tulang pipa adalah tulang paha, tungkai bawah, dan tungkai atas.

          Tulang Pipih

          Disebut tulang pipih karena tulangnya berbentuk pipih atau gepeng yang di dalamnya berongga seperti spons.

          Tulang pipih ini tersusun atas dua lempengan tulang, yaitu lempengan tulang kompak dan tulang spons. Tulang pipih banyak ditemukan sebagai bagian dari penyusun dinding rongga, sehingga fungsi tulang pipih sangat cocok sebagai pelindung atau memperkuat bagian tubuh.

          Tulang pipih mempunyai dua lapisan tulang kompak, yaitu lamina eksterna dan interna ossis karnii. Kedua lapisan dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa disebut diploe.

          Contoh tulang pipih adalah tulang belikat, tulang tengkorak, dan tulang rusuk.

          Tulang Pendek

          Disebut Tulang pendek karena bentuknya yang bulat dan pendek. Di dalam tulang pendek terdapat sumsum merah yang cukup banyak. Contoh tulang pendek adalah Pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang punggung.

          Jenis Rangka Tubuh Skeleton

          Tulang- tulang yang tersusun sedemikian rupa dengan system tertentu disebut rangka. Rangka tubuh dibedakan menjadi tiga jenis yaitu rangka hidrosttik, rangka eksoskleton, dan endoskeleton.

          Rangka Hidrostatik

          Rangka Hidrostatik merupakan Rangka yang terdapat pada hewan yang tubuhnya lunak, misalnya cacing tanah.

          Rangka Luar (Eksoskeleton)

          Rangka Luar atau Eksoskeleton merupakan Rangka yang terdapat pada insekta berupa lapisan luar yang membungkus tubuh, dan terbuat dari zat kitin.

          Rangka Dalam (Endoskeleton)

          Rangka Dalam atau Endoskeleton adalah rangka hewan vertebrata yang merupakan kumpulan tulang rawan dan tulang keras yang membentuk suatu rangkaian menurut aturan tertentu.

          Tulang-tulang pembentuk kerangka (skeleton) tubuh pada manusia, dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikuler.

          Skeleton aksial

          Skeleton aksial merupakan rangka penyusun tubuh yang terdiri dari tengkorak, tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk.

          Kelompok tulang tengkorak

          Tengkorak disebut pula tulang kepala (cranium) memiliki hubungan antartulang yang disebut suture, artinya tidak dapat digerakkan. Tengkorak memiliki fungsi utama sebagai pelindung organ otak.

          Ruas tulang belakang

          Tulang belakang memiliki ruas-ruas tulang belakang yang berfungsi untuk menyangga berat dan memungkinkan manusia untuk melakukan berbagai jenis posisi dan gerakan, seperti berdiri, duduk, atau berlari

          Hioid

          Rangka tulang hioid dibentuk oleh tulang yang berbentuk huruf U, terletak pada laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otot, yaitu otot mulut dan lidah.

          Tulang dada dan rusuk

          Fungsi tulang dada dan rusuk adalah ber-samasama tulang dada dan rusuk membentuk rongga dada sebagai pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di dalam rongga dada, seperti paru-paru dan jantung.

          skeleton apendikuler

          Sedangkan, skeleton apendikuler (anggota tubuh) terdiri atas tungkai atas dan anggota gerak atas, serta tungkai bawah dan anggota gerak bawah.

          Rangka apendiks dibedakan menjadi rangka anggota tubuh bagian atas dan rangka anggota tubuh bagian bawah.

          Rangka anggota tubuh (apendikular) bagian atas

          Rangka anggota tubuh (apendikular) bagian atas tersusun oleh beberapa tulang yang terdiri dari tulang selangka, tulang belikat, tulang lengan atas, tulang pengumpil, dan tulang hasta, tulang pergelangan tangan, tulang jari tangan, serta tulang telapak tangan.

          Tulang apendiks bagian bawah

          Tulang apendiks bagian bawah adalah tulang-tulang yang membentuk anggota gerak bagian bawah, yaitu kaki. Bagian-bagian kaki terdiri dari tulang-tulang pembentuk kaki dan tulang-tulang pembentuk telapak kaki.

          Tulang kaki tersusun oleh tulang paha, tempurung lutut, tulang kering, dan tulang betis, sedangkan tulangtulang telapak kaki tersusun oleh tulang tumit, kalkanaeus, talus, kuboid, navikular, kuneiformis, dan jari-jari.

          Contoh Soal Ujian Fungsi Sistem Gerak Manusia Tulang dan Rangka

          Soal 1. Proses pembentukan tulang disebut ….

          1. kalsifikasi
          2. osteoklas
          3. osifikasi
          4. osteoblas
          5. osteosit

          Soal 2. Tulang yang berfungsi melindungi organ dalam adalah ….

          1. tulang dada dan tengkorak
          2. tulang dada dan tulang rusuk
          3. tulang rusuk dan tengkorak
          4. tengkorak dan tulang belakang
          5. tulang belakang dan tulang rusuk

          Soal 3. Yang tidak termasuk fungsi rangka tubuh adalah ….

          1. tempat melekatnya otot/daging
          2. sebagai pelindung organ-organ tubuh yang penting
          3. pemberi bentuk tubuh
          4. sebagai alat gerak aktif
          5. menahan dan menegakkan tubuh

          Daftar Pustaka

          1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
          2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
          3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
          4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
          5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
          6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
          7. Ardra.Biz, 2019, “============

          Pengangkutan Zat Tumbuhan Ekstravaskular Intravaskular

          Pengertian. Zat zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagian besar diambil dari lingkungan, misalnya mineral, air, karbon dioksida, dan oksigen.

          Tumbuhan mengambil oksigen dan karbon dioksida melalui daun. Air dan garam- garam mineral diserap oleh tumbuhan dari dalam tanah melalui rambut -rambut akar yang terdapat pada epidermis akar.

          Pada dasarnya, proses pengangkutan air, mineral atau zat lainnya dari tanah ke dalam tumbuhan melibatkan tiga proses yaitu proses osmosis, proses difusi, dan proses transpor aktif.

          Osmosis adalah perpindahan molekul atau zat dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui suatu membran selektif permeable (semipermeable).

          Difusi adalah proses perpindahan zat dari lauratan berkonsentrasi tinggi (atau hipertonis) ke larutan yang berkonsestrasi rendah (atau hipotonis) baik melalui selaput pemisah maupun tidak.

          Transpor aktif adalah transpor melalui membrane plasma dengan bantuan energi agar dapat mengeluarkan atau memasukkan molekul atau ion melalui membrane.

          Teori yang membahas tentang pengangkutan air dan mineral dari bawah ke atas tubuh tumbuhan melalui pembuluh xilem diantaranya adalah

          Teori vital

          Teori vital menyatakan bahwa perjalanan air dari akar menuju daun dapat terlaksana karena adanya sel- sel hidup, misalnya sel- sel parenkim dan jari- jari empulur di sekitar xilem.

          Teori Dixon Joly

          Teori Dixon Joly menyatakan bahwa naiknya air ke atas karena tarikan dari atas, yaitu ketika daun melakukan transpirasi. Air selalu mengalir atau bergerak dari daerah yang basah ke daerah kering.

          Teori Tekanan Akar

          Teori tekanan akar menyatakan bahwa air dan mineral naik ke atas karena adanya tekanan akar. Tekanan akar ini terjadi karena perbedaan konsentrasi air dalam air tanah dengan cairan pada saluran xilem.

          Tekanan akar paling tinggi terjadi pada malam hari dan dapat menyebabkan meresapnya tetes- tetes air dari daun tumbuhan (gutasi).

          Jenis Pengangkutan Tumbuhan

          Tumbuhan mempunyai sistem pengangkutan air dan garam mineral yang diperoleh dari tanah agar air tetap tersedia.

          Pada tumbuhan tingkat tinggi terdapat dua macam cara pengangkutan air dan garam mineral yang diperoleh dari tanah, yaitu ekstravaskular dan intravaskular.

          Pengangkutan Ekstravaskular Zat Tumbuhan

          Pengangkutan ekstravaskular adalah transpotasi atau pengangkutan zat air mineral yang dilakukan di luar berkas pembuluh. Pengangkutan zat ini dimulai dari permukaan akar menuju ke bagian- bagian yang letaknya lebih dalam dan menuju ke berkas pembuluh.

          Pada pengangkutan ekstravaskular, air akan masuk melalui sel epidermis akar dan bergerak di antara sel- sel korteks. Kemudian air harus melewati sitoplasma sel- sel endodermis untuk dapat memasuki silinder pusat (stele). Setelah berada di dalam  stele, air akan bergerak lebih leluasa di antara sel- sel.

          Transportasi zat air dan mineral secara ekstravaskular terbagi menjadi dua jenis, yaitu apoplas dan simplas.

          Transpor Zat Tumbuhan Ekstravaskular Intravskular Apoplas Simplas
          Transpor Zat Tumbuhan Ekstravaskular Intravaskular Apoplas Simplas

          Transportasi apoplas adalah transportasi dimana air tanah bergerak atau berpindah secara difusi bebas atau secara transpor pasif melalui semua bagian yang tidak hidup dari tumbuhan, contohnya adalah dinding sel dan ruang- ruang antarsel.

          Transportasi apoplas tidak dapat melewati atau menembus endodermis. Hal ini disebabkan sel- sel endodermis memiliki pita kaspari yang mampu menghalangi gerakan air masuk ke dalam xilem.

          Pita kaspari ini tersusun dari zat suberin (gabus) dan lignin. Oleh karena itu, apoplas dapat terjadi di semua bagian kecuali endodermis. Namun demikian, Air yang menuju endodermis ditranspor secara simplas melalui sel peresap

          Transportasi simplas yaitu pengangkutan air tanah dan zat terlarut melalui bagian hidup dari sel tumbuhan.

          Pada transportasi simplas ini, perpindahan zat terjadi secara osmosis dan transpor aktif melalui plasmodesmata. Transportasi simplas dimulai dari sel- sel rambut akar ke sel- sel parenkim korteks yang berlapis- lapis, kemudian ke sel- sel endodermis, terus ke sel- sel perisikel, dan akhirnya ke berkas pembuluh kayu atau xilem.

          Pada Pengangkutan zat atau mineral melalui transpor aktif, mineral mampu masuk ke dalam akar karena melawan gradien konsentrasi, yaitu dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah yang memiliki konsentrasi tinggi.

          Pengangkutan Intravaskular Zat Tumbuhan

          Pengangkutan intravascular adalah pengangkutan yang dilakukan melalui berkas pembuluh dari akar menuju bagian atas tumbuhan.

          Pengangkutan intravaskular merupakan pengangkutan yang menggunakan berkas pembuluh (xilem) dari akar menuju bagian atas tumbuhan.

          Pengangkutan air dan mineral dimulai dari xilem akar ke xylem batang menuju xilem tangkai daun dan ke xilem tulang daun.

          Pada tulang daun terdapat ikatan pembuluh. Air dari xilem tulang daun ini masuk ke sel-sel bunga karang pada mesofil.

          Ketika sudah mencapai sel-sel bunga karang, air dan garam- garam mineral kemudian disimpan untuk digunakan saar proses fotosintesis dan transportasi.

          Transportasi pada trakea lebih cepat daripada transportasi pada trakeida. beberapa jenis tumbuhan yang tidak mempunyai trakea sehingga trakeida merupakan satu-satunya saluran pengangkutan air tanah.

          Tumbuhan yang tidak mempunyai trakea misalnya pada tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji terbuka.

          Daftar Pustaka:

          1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
          2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
          3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
          4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
          5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
          6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
          7. Ardra.Biz, 2019, “ ===============

          Cara Berkembang Biak Bakteri

          Pengertian. Kata bakteri berasal dari kata bakterion yang artinya batang kecil. Kata awal Eu pada kata Eubacteria berarti sesungguhnya. Jadi, Eubacteria berarti bakteri yang sesungguhnya atau sebenarnya. Selanjutnya disebut bakteri saja atau bisa disebut dengan kuman atau basil.

          Bakteri termasuk organisme prokariotik dari kingdom monera. Organisme prokariotik merupakan organisme yang inti selnya tidak memiliki membran inti. Monera adalah makhluk hidup yang terdiri atas satu sel (uniselular) sesuai dengan asal kata dari bahasa Yunani, moneres yang berarti tunggal.

          Ciri-ciri Bakteri Eubacteria

          Adapun bakteri Eubacteria memiliki ciri- ciri sebagai berikut.

          1. Bersel tunggal, prokariotik, tidak berklorofil.
          2. Bersifat heterotroph atau autotroph
          3. Dinding sel mengandung peptidoglikan
          4. Mempunyai organel sel ribosom
          5. Membran plasmanya dari lipid dan ikatan ester
          6. Ukuran tubuh 1 – 5 mikron.
          7. Reproduksi vegetatif dengan membelah diri dan generatif dengan paraseksual.
          8. Adaptasi terhadap lingkungan buruk membentuk endospora.

          Struktur Bakteri Eubacteria

          Susunan bagian- bagian utama sel bakteri terdiri dari,

          Struktur dan Fungsi Bakteri, Pili, Membran Sel Ribosom Flagela
          Struktur dan Fungsi Bakteri, Pili, Membran Sel Ribosom Flagela

          Membran sel

          Membran sel atau membran plasma adalah selaput yang membungkus sitoplasma beserta isinya. Membran sel terletak di sebelah dalam dinding sel. Membran sel tidak terikat kuat dengan dinding sel.

          Membran sel merupakan batas antara bagian dalam sel dengan lingkungannya. Sehingga, jika membran sel pecah atau rusak, maka sel bakteri akan mati.

          Membran sel terdiri atas dua lapis molekul fosfolipid. Pada lapisan fosfolipid terdapat senyawa protein dan karbohidrat dengan kadar yang bervariasi untuk berbagai sel bakteri.

          Fungsi Membran Sel adalah mengendalikan keluar masuknya substansi atau zat  dalam larutan sel. Membran sel mampu mengambil dan menahan nutrien seperti gula, asam amino, mineral, dalam jumlah yang sesuai dan membuang kelebihan nutrien atau produk- produk buangannya.

          Membran sel berfungsi juga sebagai tempat perlekatan flagellum.

          Ribosom

          Ribosom merupakan bagian sel yang berfungsi sebagai tempat sintesa protein. Bentuknya berupa butir- butir kecil dan tidak diselubungi membran. Ribosom tersusun atas protein dan RNA.

          DNA (Deoxyribonucleic Acid)

          DNA merupakan materi genetic yang terdapat dalam sitoplasma. DNA bakteri berupa benang sirkuler (melingkar).

          Fungsi DNA Bakteri adalah sebagai pengendali sintesis protein bakteri dan pembawa sifat.

          DNA bakteri terdapat pada bagian menyerupai inti yang disebut nukleoid. Bagian ini tidak memiliki membran.

          Sitoplasma dan Struktur di Dalamnya

          Sitoplasma merupakan cairan yang bersifat koloid dan berisi semua zat yang diperlukan untuk kehidupan sel. Struktur Sitoplasma terdiri dari

          Daerah sitoplasma, berisi partikel- partikel RNA protein (ribosom). Ribosom ini merupakan biosintesis protein, dijumpai pada semua sel, baik eukariotik/ prokariotik.

          Daerah nukleus, bahan nukleus/ DNA di dalam sel bakteri menempati posisi dekat pusat sel dan terikat pada mesosom sitoplasma. Bahan ini sebagai alat genetik yang terdiri atas kromosom.

          Bagian zat alir, mengandung nutrien terlarut. Zat alir terdiri dari lipid, glikogen, polifosfat, dan pati. Jika zat zat ini menumpuk, maka akan membentuk granul/ globul. Contohnya pada bakteri Thiobacillus thioparus yang menumpuk sebagian sulfur yang tampak seperti granul.

          Sel bakteri tidak mengandung organel reticulum endoplasmik, badan golgi, mitokondria, lisosom, dan sentriol.

          Plasmid dan Endospora

          Pada umumnya bakteri memiliki plasmid berbentuk seperti cincin yang terletak di dalam sitoplasma.

          Fungsi Plasmid adalah untuk pertahanan sel bakteri terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Ketika lingkungan dalam keadaan buruk, bakteri akan membentuk endospora. Endospora ini sebenarnya adalah spora/struktur yang berdinding tebal, pembentukannya terjadi di dalam sel bakteri.

          Endospora tahan terhadap panas sekitar 120° C. Jika kondisi telah membaik, maka endospora akan tumbuh menjadi bakteri seperti semula. Endospora bakteri tidak berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, tetapi hanya sebagai alat perlindungan diri.

          Kapsul

          Kapsul merupakan suatu bahan kental berupa lapisan lender yang mehelubungi dinding sel bakteri. Pada umumnya kapsul tersusun atas senyawa polisakarida, polipeptida atau protein-polisakarida (glikoprotein).

          Ukurannya dipengaruhi oleh medium tempat tumbuhnya. Kapsul berfungsi sebagai penutup atau pelindung dan juga sebagai gudang makanan cadangan. Selain itu, berfungsi juga untuk menambah kemampuan bakteri untuk menginfeksi.

          Kapsul berfungsi untuk perlindungan diri terhadap antibodi yang dihasilkan sel inang. Oleh karenanya kapsul hanya didapatkan pada bakteri pathogen.

          Dinding sel

          Dinding sel bakteri tersusun atas makromolekul peptidoglikan yang terdiri dari monomer-monomer tetrapeptidaglikan (polisakarida dan asam amino).

          Berdasarkan susunan kimia dinding selnya, bakteri dibedakan atas bakteri gram-positif dan bakteri gramnegatif.

          Susunan kimia dinding sel bakteri gram-negatif lebih rumit daripada bakteri gram-positif. Dinding sel bakteri gram positif hanya tersusun atas satu lapis peptidoglikan yang relatif tebal, sedangkan dinding sel bakteri gram-negatif terdiri atas dua lapisan.

          Lapisan luar terbentuk dari protein dan polisakarida. Sedangkan lapisan dalamnya tersusun dari peptidoglikan yang lebih tipis dibanding lapisan peptidoglikan pada bakteri gram-positif.

          Fungsi Dinding Sel Bakteri adalah untuk memberi bentuk sel, memberi kekuatan, melindungi sel dan menyelenggarakan pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.

          Flagela Atau Flagel

          Bentuk flagela menyerupai rambut yang tipis, mencuat menembus dinding sel. Fungsi Flagela adalah  untuk pergerakan sel bakteri, meskipun tidak semua gerakan bakteri disebabkan oleh flagel.

          Flagel berpangkal pada protoplas, tersusun atas senyawa protein yang disebut flagelin, sedikit karbohidrat dan pada beberapa bakteri mengandung lipid.

          Jumlah dan letak flagel pada berbagai jenis bakteri bervariasi. Jumlahnya bisa satu, dua, atau lebih, dan letaknya dapat di ujung, sisi, atau pada seluruh permukaan sel. Jumlah dan letak flagel dijadikan salah satu dasar penggolongan bakteri.

          Flagela terdiri dari tiga bagian, yaitu tubuh dasar, struktur seperti kait, dan sehelai filamen panjang di luar dinding sel. Panjang flageal beberapa kali lebih panjang dari selnya, tetapi diameternya jauh lebih kecil dari diameter selnya.

          Pili atau Pilus (Fimbriae)

          Pili berbentuk seperti filamen, tetapi bukan flagela, banyak terdapat pada bakteri gram negatif. Ukurannya lebih kecil, lebih pendek, dan lebih banyak dari flagela.

          Fungsi Pili adalah sebagai pintu gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya perkawinan antarbakteri.

          Pili juga memiliki fungsi lain, yaitu sebagai alat untuk melekatkan pada berbagai permukaan jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan nutriennya. Contohnya, Sex pilus.

          Jenis Macam Bakteri Eubacteria

          Berdasarkan kebutuhan oksigen

          1) Bakteri Aerob

          Bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk mendapatkan energi. Bakteri yang hidup secara aerob dapat memecah gula menjadi air, CO2, dan energi, misalnya, bakteri Nitrosomonas, Nitrobacter, dan Nitrosococcus.

          2) Bakteri Anaerob

          Bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk mendapatkan energi, misalnya Micrococcus denitrificans.

          Berdasarkan cara memperoleh makanan (bahan organik)

          1) Autotrof

          Autotrop merupakan bakteri yang dapat memproduksi makanan sendiri dari bahan-bahan anorganik.

          Bakteri autotrop, berdasarkan sumber energinya dibedakan atas: fotoautotrop (sumber energi dari cahaya) dan kemoautotrop (sumber energi dari hasil reaksi kimia).

          Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari cahaya matahari. Bakteri ini adalah bakteri yang mengandung zat warna hijau sehingga dapat melakukan fotosintesis, seperti tumbuhan hijau.

          Contoh bakteri fotoautotrof adalah bakteri bakteri yang mempunyai zat warna, antara lain, dari golongan Thiorhodaceae (bakteri belerang berzat warna).

          Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia, misalnya, proses oksidasi senyawa tertentu.

          Contoh bakteri kemoautotrof adalah bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH3, bakteri nitrat dengan mengoksidkan HNO2, bakteri belerang dengan mengoksidkan senyawa belerang, Nitosococcus, dan Nitrobacter.

          2) Heterotrof

          Heterotrop merupakan jenis bakteri yang tidak membuat makanan sendiri, sehingga memanfaatkan bahan organik jadi yang berasal dari organisme lain. Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan parasit.

          Bakteri biasa disebut sebagai bakteri pembersih karena mampu menguraikan sampah- sampah organik sehingga menguntungkan bagi manusia,

          Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati, misalnya, sampah, bangkai, atau kotoran.

          Contoh bakteri heterotrop adalah bakteri saprofit, yaitu bakteri yang mendapat makanan dengan menguraikan sisa-sisa organisme.

          Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. Bakteri ini biasanya bersifat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit.

          Contoh Bakteri parasite adalah bakteri Shigella dysenterriae, Treponema pallidum, Diplococcus pneumoniae.

          Cara Bakteri Eubacteria Berkembang Biak, Reproduksi

          Bakteri Berkembang Biak Aseksual

          Bakteri melakukan reproduksi aseksual melalui proses pembelahan sederhana yang disebut pembelahan biner melintang.  

          Pembelahan biner melintang adalah pembelahan secara langsung yang diawali dengan terbentuknya dinding melintang yang memisahkan satu sel bakteri menjadi dua sel anak.

          Sel anakan hasil pembelahan ini akan membentuk suatu koloni yang dapat dijadikan satu tanda pengenal untuk jenis bakteri. Misalnya, bakteri yang terdiri dari sepasang sel (diplococcus), delapan sel membentuk kubus (sarcina), dan berbentuk rantai (streptococus).

          Pada kondisi yang ideal, bakteri dapat membelah satu kali setiap 20 menit atau sekitar 1 × 1021 anakan baru setiap harinya.

          Proses pembelaha biner mampu mereproduksi salinan genetik dari sel induk secara tepat. Dua sel bakteri hasil pembelahan mempunyai bentuk dan ukuran sama (identik). Proses pembelahan biner diawali dengan proses replikasi DNA menjadi dua kopi DNA identik, diikuti pembelahan sitoplasma dan akhirnya terbentuk dinding pemisah di antara kedua sel anak bakteri.

          Bakteri Berkembang Biak Seksual

          Bakteri eubacteria dapat juga berkembangbiak secara seksual, Namun demikian Bakteri tidak melakukan pembiakan seksual yang sebenarnya, seperti yang terjadi pada makhluk hidup eukariot. Bakteri tidak mengalami penyatuan sel kelamin atau fertilisasi dan Meiosis.

          Meskipun demikian, pada bakteri terjadi pertukaran materi genetik dengan sel pasangannya. Perkembangbiakan bakteri yang terjadi dengan cara ini disebut perkembangbiakan paraseksual.

          Paraseksual bukan merupakan peleburan gamet jantan dan gamet betina, tetapi berupa pertukaran materi genetik yang disebut dengan rekombinasi genetik.

          Perkembangbiakan parasekual bakteri dapat terjadi dengan tiga cara, yaitu transformasi, konjugasi, dan transduksi

          Transformasi adalah pemindahan potongan atau sebagian materi genetik atau DNA dari luar ke dalam sel bakteri penerima. Pada transformasi akan terjadi perubahan suatu genotipe sel bakteri akibat mengambil DNA asing dari lingkungan sekitarnya. Dalam proses ini, tidak terjadi kontak langsung antara bakteri pemberi DNA dan penerima.

          Contoh bakteri yang melakukan transformasi seksual adalah bakteri Streptococcus  pneumoniae.

          Konjugasi adalah penggabungan antara DNA pemberi dan DNA penerima melalui kontak langsung. Jadi, untuk memasukkan DNA dari sel pemberi ke sel penerima, harus terjadi hubungan langsung.

          Beberapa konjugasi bakteri menggunakan pili seksual. Proses konjugasi dapat memproduksi kombinasi genetik baru dan menghasilkan bakteri dengan sifat baru.

          Contoh bakteri yang melakukan konjugasi adalah bakteri Gram negatip, misalnya: Escherichia, Shigella, Salmonella, Pseudomonas aeruginea.

          Transduksi adalah pemindahan DNA dari sel pemberi ke sel penerima dengan perantaraan virus. Reproduksi bakteri dengan cara transduksi tidak melalui kontak langsung dua bakteri, tetapi diperlukan adanya materi sebagai perantara yaitu virus yang hidup pada inang bakteri (Bacteriofage).

          Protein virus yang berfungsi sebagai cangkang digunakan untuk pembungkus dan membawa DNA bakteri pemberi menuju sel penerima.

          Peranan Manfaat dan Kegunaan Bakteri Bagi Kehidupan

          Beberapa bakteri yang menguntungkan bagi kehidupan diantaranya adalah:

          Bakteri Untuk Produksi Bahan Makanan:

          a) Lactobacillus casei dan Lactobacillus bulgaricus, untuk membuat yoghurt.

          b) Acetobacter xylinum, untuk membuat nata de coco

          c) Acetobacter, untuk membuat asam cuka.

          d) Streptococcus lactis, untuk membuat mentega.

          e) Lactobacillus sp untuk membuat terasi.

          Bakteri Penghasil Antibiotik:

          a) Streptomyces griceus, penghasil streptomisin.

          b) Stretomyces aureofacien, penghasil aureomisin.

          c) Streptomyces venezuele, penghasil kloramfenikol.

          Bakteri Penyubur Tanah:

          a) Rhizobium leguminosarum bersimbiosis pada akar tanaman kacang-kacangan dan dapat mengikat nitrogen. Azetobacter, Chlorococcum, Clostridium pasteurianum, Rhodospirillum rubrum yang hidup bebas dan dapat mengikat nitrogen.

          b) Nitrosomonas dan Nitrosococcus, dapat mengubah amonia menjadi nitrit, dan Nitrobacter, dapat mengubah nitrit menjadi nitrat.

          Bakteri Eubacteria yang Merugikan

          Bakteri yang merugikan bagi kehidupan manusia, antara lain, sebagai berikut:

          a) Salmonella typhosa penyebab penyakit tifus,

          b) Shigella dysenteriae penyebab penyakit disentri,

          c) Neisseria meningitidis penyebab penyakit meningitis,

          d) Neisseria gonorrhoeae penyebab penyakit kencing nanah,

          e) Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit tuberkulosis, dan

          f) Mycobacterium leprae penyebab penyakit lepra.

          Bakteri yang Merugikan Pada Hewan

          a) Actynomices bovis meyebabkan bengkak rahang pada sapi.

          b) Bacillus anthraxis menimbulkan penyakit antraks pada ternak.

          c) Streptococcus menyebabkan radang payudara sapi.

          d) Cytopage columnaris menimbulkan penyakit pada ikan.

          Bakteri yang Merugikan Pada tanaman

          a) Xanthomonas oryzae menyerang dan merusak pucuk batang padi.

          b) Xanthomonas campestris menyerang dan merusak tanaman kubis.

          c) Pseudomonas solanacearum menyebabkan layu pada terung-terungan.

          d) Erwina carotovora menyebabkan busuk pada buah-buahan.

          Bakteri Yang Merugikan dan Merusak Bahan Makanan:

          a) Acetobacter dapat merubah etanol (alkohol) menjadi asam cuka sehingga merugikan perusahaan anggur.

          b) Pseudomonas dapat membentuk asam bongkrek (racun) pada tempe bongkrek.

          c) Clostridium botulinum merupakan penghasil racun makanan.

          Contoh Soal Ujian Materi Fungsi Struktur Jenis Bakteri

          Soal 1. Kandungan spesifik dinding sel bakteri adalah ….

          1. peptidoglikan
          2. selulosa
          3. kitin
          4. pektin
          5. lignin

          Soal 2. Salah satu bakteri yang menguntungkan, antara lain mampu mengikat nitrogen yang hidupnya bersimbiosis dengan polongpolongan, yaitu ….

          1. Rhizobium
          2. Azotobacter
          3. Nitrobacter
          4. Nitrosomonas
          5. Agrobacterium

          Soal 3. Kelompok Eubacteria adalah kelompok bakteri pada umumnya yang mempunyai sel ….

          1. prokariot
          2. heterotrof
          3. eukariot
          4. autrotof
          5. bersel banyak

          Daftar Pustaka:

          1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
          2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
          3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
          4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
          5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
          6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
          7. Ardra.Biz, 2019, “============

          Cara Berkembang Biak Jamur Fungi

          Pengertian. Jamur merupakan makhluk hidup yang sudah mempunyai membran inti (eukariot), tetapi tidak dapat membuat makanan sendiri karena tidak mengandung klorofil. Jamur memperoleh makanan dari lingkungan di sekitarnya.

          Jamur merupakan organisme heterotrop, yaitu organisme yang cara memperoleh makanannya dengan mengabsorbsi nutrisi dari lingkungannya atau substratnya. Sebelum mengabsorbsi makanan yang masih berupa senyawa kompleks, jamur mensekresikan enzim hidrolitik ekstraseluler atau ferment untuk mengurai zat kompleks lebih dahulu di luar selnya

          Jamur hidup sebagai parasite dan bersifat saprofit. Sebagian jamur ada yang bersimbiosis dengan organisme lain secara mutualisme.

          Sebagai organisme parasit, jamur mengambil makanan langsung dari inangnya. Jamur jenis ini memiliki haustorium, yaitu hifa khusus untuk menyerap makanan langsung dari inangnya.

          Sebagai organisme saprofit, jamur mendapatkan makanan dari sisa- sisa organisme lain yang telah mati.

          Jamur yang bersimbiosis, mengambil nutrisi berupa zat organik dari organisme lain dan organisme itu mendapatkan zat tertentu yang bermanfaat dari jamur tersebut.

          Pada umumnya jamur merupakan organisme bersel banyak (atau multiseluler), tetapi ada juga yang bersel tunggal (atau uniseluler).

          Contoh jamur yang mempunyai sel banyak (multiseluler) adalah jamur penisilin (Penicillium notatum), jamur tempe (Rhizopus oryzae), dan jamur merang (Volvariella volvacea). Contoh jamur bersel satu adalah jamur ragi tape (Saccharomyces cerevisiae).

          Ciri Ciri Jamur Fungi

          Ciri Ciri yang Dimiliki Jamur Diantaranya adalah

          1. Tubuh bersel satu atau banyak.
          2. Tidak berklorofil, bersifat parasit atau saprofit dan mutualisme
          3. Dinding sel dari zat kitin.
          4. Tubuh terdiri dari benang-benang halus yang disebut hifa.
          5. Hifa bercabang-cabang membentuk anyaman yang disebut miselium.
          6. Keturunan diploid singkat.
          7. Reproduksi secara aseksual dan seksual
          8. Tumbuhan jamur merupakan generasi haploid (n).
          9. Bersifat heterotroph,
          10. Termasuk Organisme Memiliki membran inti (eukariotik)

          Struktur Tubuh Jamur

          Dinding sel jamur umumnya tersusun dari kitin. Jamur multiseluler memiliki morfologi atau bentuk tubuh yang bermacam- macam, ada yang seperti kuping, payung, bulat, ataupun setengah lingkaran.

          Jamur multiselular memiliki sel- sel memanjang menyerupai benang benang halus yang disebut hifa. Hifa akan membentuk cabang- cabang seperti anyaman yang disebut miselium. Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen (hifa). Miselium ada yang berdiferensiasi membentuk alat reproduksi yang disebut miselium generatif.

          Struktur dan Fungsi Hifa Septa Senositik Pada Jamur
          Struktur dan Fungsi Hifa Septa Senositik Pada Jamur

          Hifa jamur terdiri dari dua jenis hifa yaitu hifa bersekat dan hifa tidak bersekat. Hifa jamur yang bersekat disebut hifa septa.  Hifa jamur yang tidak bersekat (asepta) disebut hifa senositik.

          Jamur yang bersekat umumnya berinti satu dan disebut sebagai jamur monositik (atau monocytic).

          Jamur yang hifanya tidak bersekat disebut jamur senositik (atau coenocytic). Jamur senositik inti selnya tersebar di dalam sitoplasma dan berinti banyak.

          Selain itu ada pula hifa khusus yang dimiliki jamur parasit. Hifa pada jamur parasite  berfungsi untuk menyerap makanan dari inangnya. Hifa ini disebut hifa haustorium atau haustoria.

          Struktur dan Fungsi Hifa Haustorium Pada Jamur Fungi Parasit
          Struktur dan Fungsi Hifa Haustorium Pada Jamur Fungi Parasit

          Cara Berkembang Biak Jamur, Reproduksi Fungi

          Jamur fungsi dapat berkembangbiak dengan cara seksual maupun secara aseksual. Ketika bereproduksi secara aseksual, miselium terbagi- bagi menjadi bagian -bagian kecil yang nantinya tumbuh menjadi individu baru.

          Struktur Dan Fungsi Pembentuk Jamur Fungi Hifa dan Miselium
          Struktur Dan Fungsi Pembentuk Jamur Fungi Hifa dan Miselium

          Banyak spesies jamur yang melakukan reproduksi aseksual dan seksual menggunakan spora. Spora dibentuk di bagian atas miselium. Struktur ini memungkinkan spora menyebar dengan mudah, baik melalui angin atau perantara makhluk hidup lain.

          Terdapat juga jamur yang dapat menyemburkan sporanya meski oleh sentuhan air hujan, yaitu Gaestrum triple.

          Perkembangan secara aseksual dilakukan dengan pembelahan sel (fragmentasi) dan pembentukan spora. Pembentukan spora berfungsi untuk menyebarkan spesies dalam jumlah besar.

          Spora jamur dibedakan menjadi dua, yaitu spora aseksual dan spora seksual. Spora aseksual membelah secara mitosis dan spora seksual membelah secara meiosis. Contoh spora aseksual adalah zoospora, endospora, dan konidia. Beberapa tipe spora seksual adalah askospora, basidiospora, zigospora, dan oospora.

          Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua sel inti yaitu melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium menyebabkan terjadinya Singami, yaitu penyatuan sel dari dua individu.

          Singami terjadi dalam tiga tahap, yaitu plasmogami, kariogami, dan meiosis. Pada tahap plasmogami, terjadi penyatuan dua protoplas membentuk sel yang mengandung dua inti yang tidak menyatukan diri selama pembelahan sel (stadium dikariot).

          Pada saat bersamaan, terjadi pula pembelahan inti bersama. Setelah pembentukan benda buah, terjadilah peleburan sel haploid (kariogami) inti zigot yang diploid. Setelah ini, baru terjadi meiosis, yaitu pembelahan sel dan pengurangan jumlah kromosom menjadi haploid kembali.

          Klasifikasi Jamur

          Klasifikasi jamur terutama didasarkan pada ciri- ciri spora seksual dan tubuh buah selama tahap- tahap seksual dalam daur hidupnya.

          Jamur yang diketahui tingkat seksualnya disebut jamur perfek (sempurna). Jamur yang belum diketahui tingkat seksualnya disebut imperfek. Selama belum diketahui tingkat perfeknya digolongkan pada Fungi imperfecti atau Deuteromycotina.

          Berdasarkan cara reproduksinya Jamur diklasifikasikan  menjadi tiga divisi, yaitu Zygomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota.

          Zygomycota

          Ciri ciri Zygomycota adalah Tidak memiliki septa, spora seksual dengan zigospora, dan spora aseksual dengan sporangiospora. Contohnya, Rhizopus.

          Ascomycota

          Ciri Ciri Ascomycota adalah memiliki septa, spora seksual dengan askospora, dan spora aseksual dengan konidiospora. Contohnya, Saccharomyces.

          Basidiomycota

          Ciri Ciri Basidiomycota adalah memiliki septa, spora seksual dengan basidiospora, dan umumnya tidak memiliki spora aseksual. Contohnya, Auricularia.

          Peran Manfaat Fungsi Jamur bagi Kehidupan Manusia

          Bebarapa contoh Jamur yang menguntungkan diantaranya adalah

          1. Khamir Saccharomyces dimanfaatkan sebagai fermentor dalam industry keju, roti, dan bir.
          2. Penicillium notatum berfungsi sebagai penghasil antibiotik.
          3. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berperan sebagai dekomposer.
          4. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.
          5. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.

          Beberapa jamur yang merugikan diantaranya adalah

          1. Pneumonia carinii menimbulkan penyakit pneumonia pada paru paru manusia.
          2. Albugo bersifat parasit pada tanaman pertanian.
          3. Candida sp. mengakibatkan timbunya keputihan dan sariawan pada manusia.

          Contoh Soal Ujian Ciri Fungsi Struktur Jamur Fungi

          Soal 1. Saccharomyces adalah jamur bersel satu yang dapat berkembang biak secara vegetatif dengan cara . . . .

          1. membentuk tunas
          2. membentuk spora
          3. membentuk askospora
          4. membentuk konidiospora
          5. membelah diri

          Soal 2. Jenis jamur yang dimanfaatkan dalam pembuatan oncom adalah . . . .

          1. Saccharomyces ovale
          2. Aspergillus wentii
          3. Neurospora sitophila
          4. Penicillium requeforti
          5. Rhizopus stoloniferus

          Soal 3. Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri umum dari jamur, yaitu ….

          1. tidak berklorofil
          2. heterotrof
          3. eukariot
          4. berklorofil
          5. berproduksi secara aseksual dan seksual

          Soal 4. Absorpsi nutrien oleh jamur dengan cara menguraikan organisme mati disebut ….

          1. parasit
          2. dekomposer
          3. haustoria
          4. mutualisme
          5. saprofit

          Daftar Pustaka:

          1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
          2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
          3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
          4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
          5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
          6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
          7. Ardra.Biz, 2019, “===================

          Pernapasan Dada Perut

          Pengertian. Respirasi atau Pernapasan dapat diartikan sebagai suatu proses pengambilan oksigen O2 dari lingkungan luar ke dalam tubuh dan pelepasan karbon dioksida CO2 dari dalam tubuh ke lingkungan yang bertujuan untuk mendapatkan energi.

          Organ  Pernapasan Manusia

          Sistem pernapasan manusia memiliki organ-organ pernapasan yang menunjang proses pernapasan. Organ-organ pernapasan tersebut memiliki struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Organ-organ pernapasan manusia terdiri atas hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan alveous.

          Organ Pernapsan Hidung

          Hidung berfungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau. Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga hidung memiliki rambut, memiliki banyak kapiler darah, dan selalu lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa.

          Di dalam rongga hidung, udara akan disaring oleh rambut rambut kecil (silia) dan selaput lendir yang berperan untuk menyaring kotoran debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, maupun merespon adanya bau.

          Pada pangkal rongga mulut yang berhubungan dengan rongga hidung terdapat katup yang disebut anak tekak. Fungsi anak tekak adalah menutup rongga hidung saat menelan makanan sehingga makanan tidak dapat masuk ke dalam rongga hidung.

          Fungsi Hidung

          Hidung (atau rongga hidung) memiliki beberp fungsi diantaranya adalah menyaring udara yang masuk hidung, menghangatkan udara sehingga udara dari luar akan sama suhunya dengan tubuh dan melembapkan udara yang masuk saluran pernapasan.

          Organ Pernapasan Faring atau Tekak

          Setelah melewati rongga hidung, udara selanjutnya masuk ke faring. Faring merupakan saluran penghubung antara rongga hidung dan tenggorokan. Faring memiliki panjang antara 12,5–13 cm. Faring terdiri atas tiga bagian, yaitu  nasofaring, orofaring, dan laringofaring.

          Faring merupakan pertemuan antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Oleh karena itu, ketika menelan makanan, suatu katup (epiglotis) akan menutup saluran pernapasan (glotis) sehingga makanan akan masuk ke saluran pencernaan.

          Fungsi Faring Tekak

          Epiglotis yang terdaat dalam farings berfungsi untuk  mengatur pergantian perjalanan udara pernapasan dan makanan pada persimpangan tersebut.

          Organ Pernapasan Laring

          Setelah melewati faring, udara akan menuju laring. Laring sering disebut sebagai kotak suara karena di dalamnya terdapat pita suara. Laring merupakan suatu saluran yang dikelilingi oleh sembilan tulang rawan.

          Salah satu dari sembilan tulang rawan tersebut adalah tulang rawan tiroid yang berbentuk menyerupai perisai. Pada laki-laki dewasa, tulang rawan tiroid lebih besar daripada wanita sehingga membentuk apa yang disebut dengan jakun.

          Organ Pernapasan Trakea (Batang Tenggorokan)

          Trakea merupakan tabung berbentuk pipa, seperti huruf C yang dibentuk oleh tulang tulang rawan yang berbentuk cincin yang terdiri atas 15 – 20 cincin.

          Trakea tersusun atas empat lapisan, yaitu lapisan mukosa, lapisan submukosa, lapisan tulang rawan, dan lapisan adventitia. Lapisan submukosa terdiri atas jaringan ikat. Lapisan tulang rawan terdiri atas kurang lebih 18 tulang rawan berbentuk huruf C. Lapisan adventitia terdiri atas jaringan ikat.

          Fungsi Trakea

          Lapisan mukosa terdiri atas sel-sel epitel berlapis semu bersilia yang mengandung sel goblet penghasil lendir (mucus). Silia dan lendir berfungsi menyaring debu atau kotoran yang masuk.

          Organ Pernapasan Bronkus (Cabang Batang Tenggorokan)

          Tenggorokan ( trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Kedua cabang tersebut dinamakan bronkus. Setiap bronkus terhubung dengan paru-paru sebelah kanan dan kiri. Bronkus bercabang-cabang lagi, cabang yang lebih kecil disebut bronkiolus. Dinding bronkus juga dilapisi lapisan sel epitel selapis silindris bersilia.

          Fungsi Bronkus

          Bronkus adalah saluran yang berfungsi menghubungkan trakea dengan paru paru. Bronkus kanan menghubungkan trakea dengan paruparu kanan dan bronkus kiri menghubungkan trakea dengan paru-paru kiri. Bronkus di dalam paru-paru bercabang-cabang yang semakin kecil disebut bronkiolus.

          Organ pernapasan Alveolus

          Bronkiolus bermuara pada alveoli (tunggal: alveolus), struktur berbentuk bola-bola ukuran kecil yang dikelilingi oleh pembuluh- pembuluh darah.

          Fungsi Alveolus

          Epitel pipih yang melapisi alveoli yang berfungsi memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus.

          Organ Pernapasan Paru Paru ( Pulmo)

          Paru- paru terletak di dalam rongga dada (thoraks). Rongga dada dan rongga perut dipisahkan oleh suatu selaput yang disebut diafragma. Paru- paru terdiri atas paru- paru kiri ( pulmo sinister) dan paru- paru kanan (pulmo dekster). Paru- paru kiri terdiri atas dua lobus, sedangkan paru- paru kanan terdiri atas tiga lobus.

          Paru- paru dilapisi oleh selaput atau membran serosa rangkap dua disebut pleura yaitu pleura parietalis dan pleura viseralis.

          Di antara kedua lapisan pleura itu terdapat eksudat untuk meminyaki permukaannya sehingga mencegah terjadinya gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang bergerak saat bernapas. Dalam keadaan sehat kedua lapisan itu saling erat bersentuhan. Namun dalam keadaan tidak normal, udara atau cairan memisahkan kedua pleura itu dan ruang di antaranya menjadi jelas.

          Tekanan pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil daripada tekanan udara luar (3 – 4 mmHg).

          Di bagian dalam paru-paru terdapat gelembung halus yang merupakan perluasan permukaan paru- paru yang disebut alveolus dan jumlahnya lebih kurang 300 juta buah. Dengan adanya alveolus, luas permukaan paru-paru diperkirakan mencapai 160 m2 atau 100 kali lebih luas daripada luas permukaan tubuh.

          Fase Inspirasi dan Ekspirasi

          Inspirasi merupakan proses ketika udara masuk ke dalam saluran pernapasan, sedangkan ekspirasi merupakan proses ketika udara keluar dari saluran pernapasan.

          Inspirasi terjadi ketika menghirup napas dan ekspirasi terjadi ketika mengembuskan napas atau mengeluarkan udara dari paru-paru.

          Terdapat dua macam pernapasan, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.

          Pernapasan Dada

          Otot yang berperan aktif dalam pernapasan dada adalah otot antartulang rusuk (interkostal). Otot ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu otot antartulang rusuk luar (intercostal eksternal) yang berperan mengangkat tulang-tulang rusuk, dan otot antartulang rusuk dalam (interkostal internal) yang berperan menurunkan tulang rusuk ke posisi semula.

          1). Fase Inspirasi atau Inhalasi Pernapasan Dada

          Fase inspirasi adalah fase terjadinya kontraksi otot antartulang rusuk sehingga volume rongga dada mengembang.

          Pengembangan volume rongga dada menyebabkan volume paru- paru juga mengembang. Akibat Perubahan volume ini, maka tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga  udara luar yang kaya oksigen masuk ke dalam salaura pernapasan.

          2) Fase Ekspirasi atau Ekshalasi Pernapassan Dada

          Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antartulang rusuk ke posisi semula yang dikuti dengan turunnya tulang rusuk sehingga volume rongga dada menjadi lebih kecil. Rongga dada yang mengecil menyebabkan volume paru-paru juga mengecil.

          Akibat perubahan volume ini, maka tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehinggal udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

          Pernapasan Perut

          Pada pernapasan perut, otot yang berperan aktif adalah otot diafragma dan otot dinding rongga perut. Otot -otot diafragma adalah otot yang membatasi rongga perut dan rongga dada.

          Adapun mekanisme pernapasan perut terdiri dari dua fase yaitu fase inspirasi dan fase ekspirasi

          1) Fase Inspirasi Pernapasan Perut

          Selama fase inspirasi otot diafragma berkontraksi sehingga posisi permukaan diafragma menjadi mendatar. Akibatnya, volume rongga dada dan paru-paru membesar. Membesarnya volume paru- paru menyebabkan tekanan udara di dalamnya menjadi lebih rendah daripada tekanan udara di luar paru-paru sehingga udara dari luar dapat masuk ke dalam paru-paru.

          2) Fase Ekspirasi Pernapasan Perut

          Fase ekspirasi merupakan fase relaksasi otot diafragma (kembali ke posisi semula) sehingga menyebabkan posisi permukaan diafragma menjadi melengkung ke atas.

          Akibat volume rongga dada dan paru paru mengecil dan tekanan udara di dalam paru paru lebih besar daripada tekanan udara luar, sehingga udara dapat keluar dari paru-paru.

          Volume Udara dalam Paru-paru

          Volume udara pernapasan dapat diukur menggunakan alat yang disebut dengan respirometer. Sedangkan besarnya volume udara di dalam paru- paru dapat dibagi menjadi volume tidal, volume komplementer, volume suplementer, kapasitas vital, dan volume residual.

          Volume Tidal (VT) (tidal volume),

          Volume tidal merupakan volume udara yang dapat diinspirasikan maupun diekspirasikan. Setiap pernapasan normal volume tidal adalah  lebih kurang 500 cc (cm3) atau 500 mL.

          Volume cadangan inspirasi (VCI)

          Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume) atau udara komplementer, yaitu volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

          Volume cadangan ekspirasi (VCE)

          Volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume) atau udara suplementer, yaitu volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

          Volume sisa (Volume Residu)

          Volume sisa/residu (residual volume), yaitu volume udara yang masih tersisa di dalam paru- paru setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) maksimal, yang besarnya lebih kurang 1.000 cc (cm3) atau 1.000 mL.

          Pada peristiwa pernapasan diperlukan penyatuan dua volume paru-paru atau lebih. Hal ini disebut kapasitas paruparu. Kapasitas paru-paru meliputi:

          Kapasitas vital (KV)

          Kapasitas vital (vital capacity), yaitu volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, yang besarnya lebih kurang 3.500 cc (cm3) atau 3.500 mL. Jadi, kapasitas vital adalah jumlah dari volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume cadangan ekspirasi.

          Jumlah KV + 4600 ml.

          KV = VCI + VCE + VT.

          Kapasitas total paru-paru (KTP)

          1. Volume total paru -paru (total lung volume), yaitu volume udara yang dapat ditampung paru- paru semaksimal mungkin, yang besarnya lebih kurang 4.500 cc (cm3) atau 4.500 mL. Jadi, volume total paru-paru adalah jumlah dari volume sisa + kapasitas vital.

          Jumlah KTP + 5800 ml. KTP = KV + VR.

          Mekanisme Pertukaran Gas Oksigen Karbon Dioksida

          Bernapas merupakan kegiatan mengambil dan mengeluarkan udara pernapasan melalui paru-paru. Arti yang lebih khusus yaitu pertukaran gas yang terjadi di dalam sel dengan lingkungannya.

          Jenis Pernapasan

          Pernapasan atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu pernapasan luar (eksternal) dan pernapasan dalam (internal).

          Pernapasan Eksternal (External Respiration),

          Pernapasan eksternal merupakan pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah dalam alveolus.

          Pernapasan eksternal terjadi di dalam paru- paru. Dalam proses ini, oksigen masuk ke dalam darah dan karbon dioksida keluar menuju atmosfer.

          Pada system pernapasan ekternal, O2 di dalam elveolus paru paru  masuk ke kapiler arteri darah dengan cara berdifusi.

          Proses difusi dapat berlangsung karena adaya perbedaan tekanan parsial antara O2 dalam alveolus dengan oksigen O2 dalam kapiler darah.

          Tekanan parsial oksigen O2 dalam alveolus lebih tinggi dibanding oksigen O2 dalam kapiler darah. Proses difusi akan terjadi dari daerah yang bertekanan parsial tinggi ke daerah yang bertekanan parsial rendah.

          Di dalam kapiler arteri darah O2 kemudian diikat oleh hemoglobin. Proses reaksi pengikatan oksigen O2 oleh hemoglobin melalui reaksi berikut.

          Hb + O2 HbO2

          Oksigen atau O2 yang diikat hemoglobin akan dibawa ke seluruh tubuh untuk diberikan ke sel (mitokondria) untuk proses oksidasi. Oksidasi dalam sel akan menghasilkan CO2 yang kemudian akan diangkut lewat kapiler vena darah menuju alveolus. Karbon dioksida CO2 dalam alvelous ini akan dikeluarkan lewat paru-paru. Karbon dioksida CO2 diangkut sebagai ion bikarbonat (HCO3). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

          H+ + HCO3 →   H2CO3 → H2O + CO2

          Proses Reaksi ini dibantu oleh enzim karbonat anhidrase, yang terdapat dalam sel-sel darah merah.

          Pernapasan Internal (Internal Respiration)

          Pernapasan internal, yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh (pertukaran gas di dalam jaringan tubuh). Oksigen dan karbon dioksida bergerak berlawanan. Oksigen berdifusi dari darah ke dalam sel. Sedangkan karbon dioksida berdifusi dari dalam sel menuju darah.

          Hemoglobin dalam darah berfungsi untuk mengikat dan melepaskan oksigen. Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel.

          Selanjutnya, oksi hemoglobin akan melepaskan O2 ke dalam jaringan tubuh atau sel. Sesuai reaksi berikut

          HbO2 → Hb+O2

          Kemudian O2 diterima oleh mitokondria untuk digunakan pada proses oksidasi. Proses oksidasi mengahasilkan karbon dioksida.

          Kemudian Karbon dioksida CO2 akan berdifusi masuk ke kapiler vena darah. Karbon dioksida CO2 ini akan diangkut oleh kapiler vena darah menuju alveolus dalam paru paru.

          Proses pengangkutan gas karbon dioksida CO2 melalui tiga cara berikut.

          1). Karbon dioksida CO2 larut dalam plasma dan membentuk asam karbonat. Mekanisme terjadinya reaksi ini hanya menggunakan 5 persen dari total karbon dioksida yang ada dalam plasma. Reaksinya seperti berikut.

          CO2 + H2O → H2CO3

          2). Karbon dioksida diangkut dengan membentuk karbominohemoglobin. Karbon dioksida ini berdifusi ke dalam sel darah merah dan berikatan dengan Amin (-NH2). Amin merupakan protein dari hemoglobin. Proses ini hanya memanfaatkan 30 persen dari total karbon dioksida yang ada. Secara sederhana,

          reaksi CO2 dengan Hb dapat ditulis sebagai berikut.

          CO2+ Hb → HbCO2

          3). Karbon dioksida diangkut dalam bentuk ion bikarbonat (HCO3). Proses ini berantai dan disebut pertukaran klorida. Karbon dioksida bersenyawa dengan air membentuk asam karbonat, yang mengurai menjadi H+ + HCO3. Reaksinya seperti berikut

           CO2 + H2O →H2CO3 + H+ + HCO3

          Reaksi ini dibantu oleh enzim karbonat anhydrase. Ion bikarbonat HCO3 akan keluar dari sel darah merah dan masuk plasma darah.

          Kedudukan HCO3 diganti dengan ion klorida. Proses reaksi memanfaatkan sekitar 65 persen dari total karbon dioksida.

          Pernapasan Selular (Cellular Respiration)

          Pernapasan  selular adalah proses kimia yang terjadi di dalam mitokondria sel-sel tubuh. Dalam proses ini, oksigen bereaksi dengan molekul makanan (glukosa) sehingga energi dihasilkan. Energi ini tersimpan dalam bentuk adenosin triphosphate, ATP. Pernapasan selular menghasilkan Karbon dioksida dan air.

          Contoh Soal Ujian Sistem Pernapasan Dada dan Perut, Pertugaran Gas Okigen Karbon Dioksida,

          Soal 1. Udara yang masuk atau keluar waktu kita bernapas normal disebut udara . . . .

          1. residu
          2. komplementer
          3. cadangan
          4. cadangan pernapasan
          5. tidal

          Soal 2. Di dalam hidung udara pernapasan akan mengalami hal-hal berikut . . . .

          1. pembebasan kuman
          2. penghangatan sesuai suhu tubuh
          3. penetralan zat racun
          4. pemisahan oksigen dan CO2
          5. pembebasan O2 dari uap air

          Soal 3. Pertukaran O2 darah dengan CO2 dalam sel-sel tubuh disebut pernapasan . . . .

          1. internal
          2. dada
          3. perut
          4. aerob
          5. anaerob

          Soal 4. Urutan saluran pernapasan manusia dari luar ke dalam adalah ….

          1. hidung–faring–laring–trakea–bronkus–alveolus
          2. hidung–laring–faring–trakea–bronkus–alveolus
          3. hidung–faring–laring–trakea–alveolus–bronkus
          4. hidung–laring–faring–alveolus–trakea–bronkus
          5. hidung–alveolus–bronkus–trakea–laring–faring

          Daftar Pustaka:

          1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
          2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
          3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
          4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
          5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
          6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
          7. Ardra.Biz, 2019, “===============
          8. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Pernapasan Respirasi, Respirasi, Pernapasan, pengambilan oksigen O2 dari luar ke dalam tubuh, pelepasan karbon dioksida CO2, Organ  Pernapasan Manusia, Organ-organ pernapasan manusia terdiri, Fungsi rambut rambut kecil (silia) Hidung. Fungsi selaput mukosa hidung,
          9. Ardra.Biz, 2019, “Organ Pernapsan Hidung, Fungsi Hidung, yang menyaring kotoran debu di hidung, Fungsi anak tekak, yang menutup rongga hidung saat menelan, Fungsi Fungsi Hidung pernapasan, saluran penghubung antara rongga hidung dan tenggorokan, Panjang Faring, epiglottis, pengertian epiglottis,
          10. Ardra.Biz, 2019, “fungsi epiglottis, Organ Pernapasan Faring atau Tekak, Penyusun,  nasofaring, orofaring, laringofaring, Fungsi Faring Tekak, Organ Pernapasan Laring, Fungsi Organ Pernapasan Laring, kotak suara faring, jumlah tulang rawan laring, tulang rawan tiroid, fungsi tiroid, tiroid pria dan wanita, jakun, jakun pria,  tulang rawan berbentuk huruf C,
          11. Ardra.Biz, 2019, “Organ Pernapasan Trakea (Batang Tenggorokan), Panjang trakea, jumlah cincin trakea, jumlah lapisan trakea, lapisan trekea adalah, Trakea tersusun atas empat lapisan, lapisan mukosa, lapisan submukosa, lapisan tulang rawan, lapisan adventitia, Fungsi Trakea, fungsi lapisan mukosa trakea, sel goblet, fungsi sel goblet, fungsi silia dan lendir mucus,
          12. Ardra.Biz, 2019, “Organ Pernapasan Bronkus (Cabang Batang Tenggorokan), Jumlah cabang Tenggorokan ( trakea), dua bagian bronkus kanan dan bronkus kiri,  pe ngertian bronkus,  cabang  Bronkus disebut, bronkiolus, pegertian bronkiolus, Fungsi Bronkus, menghubungkan trakea dengan paru paru,
          13. Ardra.Biz, 2019, “Organ pernapasan Alveolus, Bronkiolus bermuara pada alveoli, struktur alveolus berbentuk, Fungsi Alveolus, Organ Pernapasan Paru Paru ( Pulmo), Pemisah Rongga dada dan rongga perut, pulmo sinister, pulmo dekster, paru paru kiri pulmo sinister, paru paru kanan pulmo dekster,
          14. Ardra.Biz, 2019, “Jumlah lobus Paru- paru kiri terdiri, jumlah lobus  paru- paru kanan, gambar anatomi paru paru, gambar struktur paru paru, Pelapis Paru- paru,  selaput atau membran serosa , Fungsi selaput atau membran serosa, pleura parietalis, pleura viseralis, Fungsi pleura parietalis, Pengertian pleura viseralis, Tekanan rongga pleura atau intratoraks, jumlah alveolus, luas permukaan paru-paru,
          15. Ardra.Biz, 2019, “Fase Inspirasi dan Ekspirasi, Pengertian Fase Inspirasi, Fungsi Fase Inspirasi ,  macam pernapasan, pernapasan dada dan pernapasan perut, Pernapasan Dada, otot yang berfungsi pada pernapasan,
          16. Ardra.Biz, 2019, “otot antartulang rusuk luar (intercostal eksternal), fungsi otot antartulang rusuk luar (intercostal eksternal), otot antartulang rusuk dalam (interkostal internal), Fungsi otot antartulang rusuk dalam (interkostal internal),Fase Inspirasi atau Inhalasi Pernapasan Dada,
          17. Ardra.Biz, 2019, “kontraksi otot antartulang rusuk, yang menyebabkan rongga dada mengembang, yang menyebabkan oksigen masuk ke dalam paru paru, mekanisme Fase inspirasi, Fase Ekspirasi atau Ekshalasi Pernapassan Dada, fase relaksasi paru paru, menyebabkan volume paru-paru mengecil, Rongga dada yang mengecil,
          18. Ardra.Biz, 2019, “Pernapasan Perut, Fungsi  pernapasan perut, otot yang berperan aktif pernapasan perut, Fungsi otot diafragma dan otot dinding rongga perut, mekanisme pernapasan perut, fase inspirasi dan fase ekspirasi pernapasana perut, Fase Inspirasi Pernapasan Perut,  Fase Ekspirasi Pernapasan Perut, Fase ekspirasi merupakan, fase relaksasi otot diafragma,
          19. Ardra.Biz, 2019, “Volume Udara dalam Paru-paru, alat ukur volume udara, Fungsi respirometer,  volume tidal, volume komplementer, volume suplementer, kapasitas vital, volume residual, Pengertian Volume Tidal  (tidal volume), jumlah udara Volume Tidal, Volume cadangan inspirasi, Jumlah volume udara cadangan inspirasi, inspiratory reserve, volume,
          20. Ardra.Biz, 2019, “udara komplementer, Pengertian inspiratory reserve volume, Pengertian Volume cadangan ekspirasi, Volume cadangan ekspirasi, Jumlah volume udara expiratory reserve volume, udara suplementer, Jumlah Volume sisa (Volume Residu), Pengertian volume sisa/residu (residual volume),
          21. Ardra.Biz, 2019, “Volume sisa/residu (residual volume), kapasitas paru paru, Pengertian Kapasitas vital, Kapasitas vital (vital capacity), Jumlah Udara Kapasitas vital (vital capacity), cara hitung kapasitas total paru paru, rumus hitung kapasitas paru paru, Kapasitas total paru-paru,  Pengertian Volume total paru -paru (total lung volume), Cara hitung Volume total paru -paru (total lung volume),
          22. Ardra.Biz, 2019, “Rumus hitung Volume total paru -paru (total lung volume), gambar grafik kapasitas volume paru paru, Mekanisme Pertukaran Gas Oksigen Karbon Dioksida Paru Paru, Jenis Pernapasan, Pernapasan atau pertukaran gas, pernapasan luar (eksternal), pernapasan dalam (internal).
          23. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian Pernapasan Eksternal (External Respiration), Mekanisme Pernapasan Eksternal (External Respiration), Tempat Terjadiny Pernapasan Eksternal (External Respiration), pertukaran O2 udara dengan CO2 kapiler darah alveolus,  Pernapasan eksternal merupakan, Pernapasan eksternal terjadi di dalam paru- paru,
          24. Ardra.Biz, 2019, “proses oksigen masuk ke dalam darah,  proses karbon dioksida keluar menuju atmosfer, cara oksigen masuk ke kapiler arteri darah, Proses difusi karena perbedaan tekanan parsial antara O2 ,Tekanan parsial oksigen O2 dalam alveolus lebih tinggi dibanding oksigen O2 dalam kapiler darah,
          25. Ardra.Biz, 2019, “yang ngangkut oksigen dalam tubuh, yang ngangkut karbon dioksida dalam tubuh,  reaksi pengikatan oksigen O2 oleh haemoglobin,  contoh  reaksi pengikatan oksigen oleh darah, Hb + O2 → HbO2, Karbon dioksida CO2 diangkut sebagai ion bikarbonat (HCO3), Reaksi pengikatan karbon dioksida oleh darah, H+ + HCO3 →   H2CO3 → H2O + CO2,
          26. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi  enzim karbonat anhidrase, Pernapasan Internal (Internal Respiration), karbon dioksida berdifusi dari dalam sel menuju darah, Oksigen berdifusi dari darah ke dalam sel, Pengertian Pernapasan internal, Oksigen dan karbon dioksida bergerak berlawanan, Fungsi kapiler paru paru, fungsi homoglobin darah,
          27. Ardra.Biz, 2019, “oksihemoglobin, fungsi oksihemoglobin, bentuk oksigen dalam darah, Reaksi pelepasan oksigen oleh oksihemoglobin,  HbO2 → Hb+O2, Fungsi kapiler vena darah, yang ngankut karbon dioksida ke alveolus paru paru, Karbon dioksida CO2 larut dalam plasma,
          28. Ardra.Biz, 2019, “karbondioksida dalam darah, fungsi asam karbonat dalam darah, Mekanisme reaksi karbon dioksida dalam plasma,   Bentuk Karbon dioksida dalam darah, fungsi karbominohemoglobin, gugus yang berikuatan dengan karbon dioksida dalam darah,
          29. Ardra.Biz, 2019, “fungsi gugus Amin (-NH2), senyawa karbon dioksida dalam darah, seyawa oksigen dalam darah,  fungsi ion bikarbonat (HCO3) dalam darah, reaksi karbon dioksida dengan air membentuk asam karbonat, Proses reaksi berantai, pertukaran klorida, fungsi enzim karbonat anhydrase,
          30. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Ion bikarbonat HCO3  , Pernapasan Selular (Cellular Respiration), Fungsi Pernapasan  selular, Pengertian Pernapasan  selular, Contoh Soal Ujian Sistem Pernapasan Dada dan Perut, Contoh Reaksi Pertukaran Gas Okigen Karbon Dioksida,

          Usus Halus (Intestinum Tenue) Usus Besar (Kolon)

          Pengertian. Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar.

          Usus halus berfungsi sebagai alat pencernaan secara enzimatik dan penyerapan sari- sari makanan ke dalam sel darah.

          Pencernaan di dalam usus halus berlangsung secara kimiawi atau enzimatis. Usus halus terletak di atas pinggang.

          Usus halus membentuk struktur yang disebut dengan vili  atau jonjot dan mikrovili usus. Struktur vili berfungsi untuk memperluas permukaan dalam usus halus sehingga dapat meningkatkan penyerapan.

          Enzim- enzim yang bekerja di usus halus berasal dari hati, pankreas, dan sel- sel pada dinding usus halus tersebut. Enzim- enzim tersebut memecah molekul -molekul kompleks yang terkandung dalam makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dan mengabsorpsinya dalam aliran darah.

          Pada ujung usus halus terdapat katup yang disebut katup bauhini (atau katup ileosekal).  Katup ileosekal berfungsi mencegah makanan masuk kembali ke dalam usus halus.

          Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan).

          Gambar Anatomi Fungsi Usus Halus Intestinum Tenue, Duodenum, Jejunum, Ileum
          Gambar Anatomi Fungsi Usus Halus Intestinum Tenue, Duodenum, Jejunum, Ileum

          Duodenum (Usus Dua Belas 12 Jari)

          Duodenum disebut usus duabelas jari karena memiliki panjang sekitar 12 jari orang dewasa atau kira kira 30 cm..

          Usus duodenum (dua belas jari) bentuknya melengkung seperti ladam. Duodenum memliki dua saluran, yaitu saluran empedu (duktus koledukus) dan saluran pankreas (ductus pankreatikus).

          Saluran Empedu

          Pada saat proses pencernaan berlangsung, kantung empedu akan melepaskan cairan atau getah empedu menuju duodenum melalui saluran empedu. Hormon yang berfungsi untuk merangsang empedu adalah hormon kolesistokinin

          Getah Empedu dihasilkan oleh hati. Getah empedu mengandung zat warna empedu yang disebut dengan bilirubin dan garam empedu, yaitu natrium glukolat.

          Empedu tidak mengandung enzim, namun berperan dalam proses pengurangai lemak. Empedu berfungsi membantu memecah lemak agar mudah dicerna dan berfungsi untuk mengemulsi lemak. Selain itu cairan empedu memberi warna kuning pada feses.

          Saluran Pankreas

          Pada saat proses pencernaan berlangsung, pankreas akan melepaskan getah pancreas yang disebut dengan Pancreatic juice menuju duodenum melalui saluran pancreas atau saluran pankreatik. Pancreatic juice adalah sekresi pankreas yang bercampur dengan air.  Hormon yang berfungsi untuk merangsang getah pankreas adalah Hormon sekretin.

          Pankreas memiliki dua fungsi utama, yaitu menghasilkan hormon yang mengatur glukosa darah dan menghasilkan pancreatic juice.

          Pancreatic juice berfungsi untuk menetralkan kandungan asam pada makanan sebelum masuk ke usus halus. Pancreatic juice mengandung beberapa enzim pencernaan, yaitu lipase, amilase, tripsin, kemotripsin dan karbo peptidase.

          Dinding Usus Halus

          Dinding bagian dalam usus memiliki lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar-kelenjar bunner yang mensekresikan getah intestinum berupa musin dan enzim proteolisis (pemecah protein).

          Jejunum

          Jejunum disebut usus kosong karena pada orang yang telah meninggal dunia, bagian usus ini kosong. Jejunum (usus kosong) memiliki panjang kurang lebih 7 meter,

          Dinding usus jejenum ini memiliki kelenjar liberkuhn yang dapat mengeluarkan getah usus. Getah usus mengandung sejumlah enzim yang diantaranya adalah sebagai berikut.

          Tabel Jenis Enzim Pencernaan Usus Halus Dan Besar
          Tabel Jenis Enzim Pencernaan Usus Halus Dan Besar

          1) Erepsinogen yang diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin atau dipeptidase yang berfungsi untuk mengubah dipeptida menjadi asam amino.

          2) Maltase befungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa.

          3) Sakarase berfungsi untuk mengubah sakarosa menjadi glukosa dan fruktosa.

          4) Laktase berfungsi untuk laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

          5) Lipase berfungsi untuk mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

          6). Disakarase berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida.

          7). Peptidase berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino.

          8). Sukrase berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

          Zat Makanan yang masuk ke dalam usus jejenum akan berinterakasi dengan enzim enzim dari getah usus. Enzim akan bekerja sesuai dengan fungsinya masing masing. Enzim akan mecah senyawa amilum, protein, dan lemak sehingga dihasilkan komponen- komponen yang kecil sederhana.

          Ileum

          Ileum disebut usus penyerapan karena pada bagian tersebut zat-zat makanan diserap oleh tubuh. Ileum (usus penyerapan) memiliki panjang sekitar 1 meter. Permukaan dinding dalam ileum terdapat vili yang dapat memperluas daerah penyerapan zat makanan sehingga proses menjadi lebih sempurna.

          Zat- zat makanan di usus halus di absorpsi oleh pembuluh darah kapiler dan saluran limfa yang terdapat dalam permukaan vili. Zat atau molekul seperti Glukosa, asam amino, vitanium, air, dan mineral, diabsorpsi oleh pembuluh darah kapier. Kemudian zat zat ini dibawa menuju hati melalui vena porta hepatika. Fungsi vena porta hepatica adalah menyalurkan zat makanan yang telah diabsorpsi oleh pembuluh darah kapiler ke hati. Di dalam hati, sebagian mengalami perubahan bentuk dan sebagian lagi diditribusikan ke seluruh tubuh melalui vena hepatika.

          Fungsi Vena Porta Hepatika Pencernaan Usus Halus
          Fungsi Vena Porta Hepatika Pencernaan Usus Halus

          Asam lemak dan gliserol bersama dengan empedu membentuk senyawa berupa larutan yang disebut misel. Selanjutnya asam lemak dan gliserol dibawa oleh pembuluh getah bening (atau pembuluh kil) masuk ke dalam peredaran darah. Garam empedu yang masuk ke darah menuju ke hati dibuat empedu kembali.

          Vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan vitamin K diserap oleh usus halus dan disalurkan melalui pembuluh getah bening. Kemudian vitamin – vitamin tersebut masuk ke peredaran darah.

          Selain pencernaan secara kimia, usus halus melakukan pencernaan secara mekanik, yaitu dengan gerakan peristaltik. Gerakan peristaltik menyebabkan kim dapat bergerak dan meningkatkan absorpsi zat-zat makanan. Kim adalah makanan yang telah dicerna di dalam lambung yang memiliki tekstur halus.

          Sari zat makanan diserap ketika sampai di akhir usus halus. Sedangkan sisa zat makanan yang tidak diserap, secara perlahan akan bergerak ke usus besar.

          Usus halus memiliki ujung yang bermuara ke dalam sisi usus besar sehingga terbentuk usus buntu, yaitu suatu bagian pendek usus besar yang buntu.

          Usus halus mempunyai otot-otot polos yang letaknya bertumpuk dan bersilangan. Ketika otot-otot ini berkontraksi, kim teraduk dan bersentuhan dengan dinding usus sehingga terdorong melewati usus halus. Sebagian zat diserap, sedangkan zat yang tidak dapat diserap terdorong menuju usus besar akibat gerakan otot-otot usus halus.

          Usus Besar (Kolon)

          Usus besar merupakan alat pencernaan setelah usus halus. Usus besar disebut kolon. Kolon mempunyai panjang antara 1,5 sampai dengan 1,7 meter.

          Usus besar terdiri dari usus besar ascending (menaik), transvers (melintang), descending (menurun), dan berakhir pada rektum,

          Gambar Anatomi Fungsi Usus Besar Kolon, Rectum Sekum Ascending, transvers, Descending
          Gambar Anatomi Fungsi Usus Besar Kolon, Rectum Sekum Ascending, transvers, Descending

          Usus besar tidak memiliki vili, sehingga tidak terjadi penyerapan sari-sari makanan, tetapi terjadi penyerapan air sehingga feses menjadi lebih padat.

          Zat Makanan yang tidak dapat dicerna dan tidak dapat diserap oleh usus halus, seperti serat sayuran, serat buah- buahan atau lemak dan protein yang tidak dapat diurai, semuanya bercampur dengan air dan akan masuk ke dalam usus besar kolon.

          Fungsi utama usus besar adalah menyerap air yang masih tersisa pada makanan. Sisa makanan yang siap dikeluarkan dari tubuh disebut feses.

          Pada usus besar kolon terjadi proses pembusukan sisa pencernaan zat makanan yang tidak dapat diserap usus halus. Pembusukan terjadi oleh bakteri Escherichia coli. Bakteri E.coli menyekresikan beberapa zat seperti thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B3), vitamin B12, biotin (vitamin H), dan vitamin K. Zat-zat tersebut kemudian diserap oleh dinding usus besar kolon.

          Antara usus besar dan usus halus terdapat katub yang berfungsi mencegah sisa zat makanan yang sudah masuk ke dalam usus besar tidak kembali ke usus halus, Katup tersebut disebut katup ileosekal. Feses akan dikeluarkan oleh usus besar melalui rektum.

          Pangkal usus besar disebut sekum dan memiliki bagian memanjang yang disebut rumbai cacing (atau apendiks).

          Sekum berfungsi menyimpan makanan agak lama sehingga dalam sekum terjadi pencernaan makanan oleh bakteri, terutama pencernaan selulosa. Bakteri bakteri ini mengasilkan enzim selulosa untuk memecahkan selulosa menjadi glukosa.

          Feses dalam usus besar kolon akan terdorong sedikit demi sedikit oleh gerakan peristaltik sehingga mendekati poros usus (rektum). Di dalam rektum terjadi penyerapan air dan mineral yang masih dikandung feses semisolid tersebut. Hasilnya adalah feses yang solid.

          Ketika rektum penuh, akan timbul rangsangan ingin buang air besar (defekasi) sebagai mekanisme untuk membuang sisa makanan yang tidak dapat dicerna. Rangsangan itu disebut gastrokolik. Feses akhirnya dikeluarkan dri tubuh melalui anus.

          Contoh Soal Ujian Saluran Pencernaan Usus Halus atau Kecil dan Besar

          Soal 1. Enzim yang berfungsi mengubah zat tepung menjadi maltosa adalah ….

          1. lipase
          2. peptin
          3. amilase
          4. renin
          5. pepsin

          Soal 2. Di dalam duodenum terjadi absorpsi ….

          1. lemak
          2. protein
          3. asam amino
          4. air
          5. elektrolit

          Soal 3. Zat-zat makanan yang diserap oleh pembuluh darah kapiler di dalam usus halus seperti berikut, kecuali .…

          1. air
          2. asam amino
          3. gliserol
          4. vitamin
          5. glukosa

          Soal 4. Pembuluh kil menyerap zat makanan berupa .…

          1. mineral
          2. vitamin
          3. glukosa
          4. asam amino
          5. asam lemak

          Soal 5. Bakteri Escherchia coli di dalam kolon membantu proses .…

          1. penyerapan elektrolit
          2. penyerapan air
          3. penyerapan mineral
          4. pembentukan feses
          5. pembusukan sisa-sisa makanan

          Daftar Pustaka:

          1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
          2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
          3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
          4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
          5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
          6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
          7. Ardra.Biz, 2019, “=================
          8. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Usus Halus (Intestinum Tenue), Usus Besar Kolon, Saluran Pencernaan, Pengertian Usus halus atau usus kecil,  Letak usus halus antara, saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar,  Usus halus berfungsi,
          9. Ardra.Biz, 2019, “Cara kerja enzimatik usus halus,  Sistem Pencernaan usus halus secara,  Vili,  pengertian vili Usus halus atau jonjot, mikrovili usus, Fungsi mikrovili usus, Struktur vili berfungsi, Enzim yang berperan di usus halus berasal dari,
          10. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi enzim pada usus halus, Fungsi hati pada pencernaan usus halus, fungsi pancreas pada usus halus, Tabel enzim pencernaan pada usus halus, katup antara usus halus usus besar, fungsi katup bauhinia, fungsi katup ileosekal, ileosekal, bauhinia, berfungsi mencegah makanan masuk kembali ke dalam usus halus,
          11. Ardra.Biz, 2019, “Usus halus terdiri dari,  duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), ileum (usus penyerapan), Duodenum (Usus 12 Dua Belas Jari), Duodenum disebut usus duabelas jari karena,   panjang usus halus,  Bentuk Usus duodenum (dua belas jari), Saluran pada Duodenum, saluran empedu (duktus koledukus),
          12. Ardra.Biz, 2019, “saluran pankreas (ductus pankreatikus), Fungsi Saluran Empedu, fungsi hormone kolesistokinin, hormone yang merangsang empedu, Pengertian  kolesistokinin, Fungsi getah empedu, Organ yang menghasilkan getah empedu, kandungan getah empedu, zat warna empedu disebut,
          13. Ardra.Biz, 2019, “penjelasan bilirubin, fumgsi bilirubin, contoh garam empedu, Saluran Pankreas, saluran yang dilalui carian pancreas, Pengertian Pancreatic juice, Fungsi Pancreatic juice, Organ penhasil Pancreatic juice, kandungan Pancreatic juice, saluran pankreatik, Fungsi saluran pankreatik,
          14. Ardra.Biz, 2019, “Getah Pankreas, Fungsi getah pancreas pada pencernaan,  fungsi pancreas, Enzim pada Pancreatic juice, Yang  menetralkan kandungan asam makanan sebelum masuk ke usus halus, Dinding Usus Halus,  kelenjar bunner, yang mensekresikan getah intestinum,  fungsi musin dan enzim proteolisis (pemecah protein),
          15. Ardra.Biz, 2019, “yang menghasilkan kelenjar burner, Jejunum, Jejunum disebut usus kosong karena, Panjang Jejunum (usus kosong), Letak kelenjar liberkuhn, Fungsi kelenjar liberkuhn, enzim pada kelenjar liberkuhn, kelejar yang mengeluarkan getah usus, Kandungan kelenjar liberkuhn,
          16. Ardra.Biz, 2019, “Kandungan Getah usus, Enzim yang mengubah dipeptida menjadi asam amino, Erepsinogen Diaktifkan oleh, Fungsi enterokinase, Fungsi erepsin, Fungsi dipeptidase, yang diaktifkan oleh enterokinase, Fungsi erepsin atau dipeptidase, Fungsi Maltase,unt Enzim yang berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa, Fungsi Sakarase,
          17. Ardra.Biz, 2019, “Enzim yang  berfungsi mengubah sakarosa menjadi glukosa dan fruktosa, Fungsi Laktase, Enzim yang  berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa, Fungsi Lipase, Enzim yang berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol,
          18. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Disakarase, Enzim yang berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida, Fungsi Peptidase, Enzim yang  berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino, Fungsi Sukrase, Enzim yang  berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, Jenis enzim getah usus, Contoh Ezim getah usus,
          19. Ardra.Biz, 2019, “fungsi enzim getah usus, Ileum, Fungsi ileum, Panjang ileum, misel, Fungsi misel, Pembuluh yang menyerap zat makanan, fungsi pembuluh darah kapiler, pembuluh yang bawa sari makanan ke hati, fungsi vena porta hepatica, Pembuluh yang absorp sari makanan,
          20. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi pembuluh getah bening, fungsi pembuuh kil, pembuluh yang bawa asam lemak dan gliserol, pembuluh yang bawa larutan misel, Garam empedu, fungsi garam empedu, yang buat empedu, vitamin A, D, E, dan vitamin K diserap oleh, vitamin yang diserap di absorp usus halus, pembuluh yang bawa vitamin,
          21. Ardra.Biz, 2019, “cara usus halus melakukan pencernaan mekanik, fungsi gerak peristaltic, gerak yang menyebabkan kim bergerak, pegertian kim chyme, Usus Besar (Kolon), Fungsi Usus besar kolon, Panjang usus besar kolon, Usus besar terdiri dari,  usus besar ascending (menaik), transvers (melintang), descending (menurun), rectum,
          22. Ardra.Biz, 2019, “Penususn Usus besar, Fungsi usus besar ascending (menaik), Fungsi transvers (melintang), Fungisi descending (menurun), Fungsi rectum, Usus besar tidak memiliki vili, Contoh makanan yang tidak diserap absorpsi oleh usus halus, proses pembusukan pada usus besar,
          23. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi Escherichia coli, Bakateri yang membusukan sisa makanan di usus besar, hasil sekresi bakteri Escherichia coli, Contoh zat yang disekresikan oleh bakteri Escherichia coli, bakteri di usus besar, contoh bakteri di usus besar, katup antr usus besar dan usus halus,
          24. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi katup ileosekal, fungsi rectum, Pangkal usus besar, fungsi sekum, rumbai cacing, apendiks, fungsi rumbai cacing apendiks, bakteri penghasil enzim selulosa, fungsi enzim selulosa, enzim yang mengubah selulosa menjadi glukosa,
          25. Ardra.Biz, 2019, “penyebab fases terdorong ke poros usus rectum, fungsi Gerakan peristaltic di rectum, rangsangan ingin buang air besar (defekasi), fungsi gastrokolik,

          Peredaran Darah Kecil Pulmonalis dan Besar Sistemik

          Pengertian. Pada prinsipnya, sistem peredaran darah memiliki empat komponen utama sebagai berikut.

          1. Darah berfungsi sebagai medium pengangkut untuk nutrisi, udara, dan zat buangan.
          2. Jantung berfungsi memompa darah sehingga dapat beredar ke seluruh tubuh.
          3. Pembuluh darah merupakan saluran tempat darah beredar ke seluruh tubuh.
          4. Sistem lainnya yang berfungsi menambah atau mengurangi kandungan darah. Contoh system lain sebagai pendukung adalah usus halus dalam sistem pencernaan tempat darah mendapatkan nutrisi yang akan dibawa ke seluruh tubuh, atau ginjal tempat darah mengurangi konsentrasi urea yang dikandungnya.

          Fungsi Sistem Peredaran Darah Manusia

          Beberapa fungsi yang dimiliki oleh sistem peredaran darah adalah sebagai berikut

          1). Mengangkut zat makanan dan zat sisa hasil metabolisme.

          2). Mengangkut zat buangan dan substansi beracun menuju hati untuk didetoksifikasi (atau dinetralkan) atau ke ginjal untuk dibuang.

          3). Mendistribusikan hormon dari kelenjar dan organ yang memproduksinya ke sel-sel tubuh yang membutuhkannya.

          4). Mengatur suhu tubuh melalui aliran darah.

          5). Mencegah hilangnya darah melalui mekanisme pembekuan darah.

          6). Melindungi tubuh dari bakteri dan virus dengan mensirkulasikan antibodi dan sel darah putih.

          Organ Peredaran Darah Manusia

          Organ peredaran darah pada manusia terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Fungsi utama jantung sebagai pemompa darah, sedangkan pembuluh darah berfungsi mengedarkan darah ke seluruh tubuh.

          Struktur Jaringan Penyusun Jantung

          Jantung memiliki empat ruangan, yaitu atrium sinister atau serambi kiri, atrium dexter atau serambi kanan, ventrikel sinister atau bilik kiri, dan ventrikel dexter atau bilik kanan.

          Jantung bagian kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat berupa otot padat yang disebut septum cordi. Sekat yang memisahkan serambi dan bilik disebut Septum atrio ventriculorum.

          Sekat antara serambi kiri dan serambi kanan pada fetus masih terdapat lubang yang disebut foramen ovale dan akan tertutup dengan sendirinya setelah kelahiran.

          Serambi berfungsi sebagai tempat masuknya aliran darah sebelum darah masuk ke bilik dan dipompa ke seluruh tubuh atau ke paru-paru. Serambi akan berkontraksi agar darah mengalir menuju bilik.

          Struktur Jantung dan Peredaran Darah Kecil Pulmonalis, arteri pulmonalis
          Struktur Jantung dan Peredaran Darah Kecil Pulmonalis, arteri pulmonalis

          Antara serambi kanan dengan bilik kanan terdapat katup atrioventrikuler, yang berfungsi mencegah aliran balik dari bilik kanan ke serambi kanan saat bilik berkontraksi. Katup atrioventrikuler kanan memiliki tiga lembar (daun) katup yang disebut katup valvula trikuspidal.

          Sedangkan, antara serambi kiri dan bilik kiri terdapat dua lember katup yang disebut katup valvula bikuspidal. Katup ini berfungsi mencegah darah dalam bilik kiri agar tidak mengalir kembali ke serambi kiri saat jantung berkontraksi.

          Pada pangkal aorta dan pangkal arteri pulmonalis (pembuluh nadi paruparu) terdapat katup berbentuk bulan sabit yang disebut katup valvula semilunaris. Fungsi katup valvula semilunaris adalah untuk mencegah aliran darah tidak kembali ke jantung.

          Dinding jantung tersusun dari otot otot jantung yang disebut miokardium. Otot jantung memiliki kemampuan berkontraksi sehingga menjadikan jantung dapat berdenyut.

          Jantung bagian luar dilapisi oleh selaput jantung yang disebut perikardium. Perikardium tersusun dari 2 lapisan yaitu lapisan luar disebut lamina panistalis dan lapisan dalam yang menempel pada dinding jantung disebut lamina viseralis.

          Di antara kedua lapisan tersebut terdapat cairan yang berfungsi untuk mencegah gesekan permukaan luar jantung dengan organ-organ lainnya karena gerak jantung yang terus-menerus sebagai pemompa darah

          Otot jantung mendapatkan zat-zat makanan dan oksigen dari darah melalui arteri koroner yang bercabang ke seluruh bagian jantung. Jika arteri koroner mengalami penyumbatan, maka kerja otot jantung menjadi terganggu atau bahkan terhenti. Peristiwa penyumbatan pada arteri coroner disebut koronariasis. Kondisi terhentinya aliran darah dari arteri koroner  disebut infark miokardium.

          Otot jantung memiliki saraf tak sadar yang menempel ke jantung bagian tengah di antara dua bilik sebagai berkas yang menyebar. Berkas saraf ini disebut berkas Hiss.

          Otot jantung memiliki satu siklus kontraksi – relaksasi yang disebut siklus jantung. Periode relaksasi disebut diastol, yaitu ketika serambi jantung menguncup dan bilik jantung mengembang (otot bilik relaksasi). Adapun periode kontraksi disebut sistol, terjadi ketika otot bilik berkontraksi (ruang bilik menguncup) dan darah terdorong keluar.

          Selama satu denyut jantung terjadi perubahan tekanan darah pada dinding aorta. Pada orang dewasa dalam keadaan normal tekanan yang tertinggi, yaitu tekanan sistol sekitar 120 mm Hg. Tekanan darah ini dapat diukur dengan menggunaka tensimeter atau sphygmomanometer dan hasilnya biasa dituliskan sistol/diastol = 120/80 mm Hg.

          Jenis Peredaran Darah Manusia

          Darah mengalir melewati jantung dua kali sehingga disebut pembuhuh darah ganda. Peredaran darah terdiri atas peredaran darah besar atau peredaran darah sistemik dan sistem peredaran darah kecil atau peredaran darah paru.

          Peredaran Darah Kecil (Peredaran Darah Pulmonalis)

          Peredaran dimulai ketika Ventrikel atau bilik kanan memompa darah agar mengalir ke paru- paru. Aliran darah ini akan melewati arteri pulmonalis. Ketika darah masuk ke dalam paru-paru melewati kapiler, terjadi pertukaran antara CO2 dengan O2 di dalam darah.

          Pertukaran antara CO2 dengan O2 ini akan membuat darah yang masuk ke atrium kiri menjadi kaya dengan kandungan O2. Darah mengair dari paru- paru ke atrium atau serambi kiri melalui vena pulmonalis. Kemudian darah yang kaya dengan O2 akan masuk ke ventrikel kiri.

          Ventrikel kiri memiliki dinding yang lebih tebal dibandingkan dengan dinding ventrikel kanan. Hal ini sesuai dengan fungsi dari ventrikel kiri yaitu untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

          Peredaran Darah Besar (Peredaran Darah Sistemik)

          Peredaran darah besar adalah peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh, kecuali paru paru. Peredaran darah besar dimulai dari bilik kiri jantung menuju ke tubuh bagian atas dan bagian bawah dengan membawa oksigen ke seluruh sel- sel tubuh. Selanjutnya, darah masuk kembali ke jantung melalui serambi kanan dengan membawa karbon dioksida.

          Peredaran Darah Besar Sistemik, Aorta, Vena, Arteri
          Peredaran Darah Besar Sistemik, Aorta, Vena, Arteri

          Peredaran darah besar dimulai ketika vertikel kiri memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh.  Darah yang kaya O2 akan meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta. Aorta adalah pembuluh darah terbesar yang bercabang tiga. Cabang pertama aorta adalah arteri koronaria yang akan membawa aliran darah menuju otot -otot jantung.

          Cabang kedua aorta adalah arteri yang menuju ke anggota tubuh bagian atas yaitu kepala, dada, dan lengan. Adapun cabang ketiga aorta adalah arteri yang menuju ke anggota tubuh bagian bawah yaitu perut dan kaki.

          Pada setiap organ tubuh, memiliki jaringan jaringan kapiler yang berhubungan dengan venula yang akan mengembalikan darah menuju jantung melalui vena.

          Darah yang kaya dengan kandungan CO2 yang berasal dari anggota tubuh bagian atas akan masuk ke jantung melalui vena cava superior. Sedangan darah yang kaya dengan kandungan CO2 yang berasal dari anggota tubuh bagian bawah akan masuk ke jantung melalui vena cava inferior. Kedua vena cava tersebut mengalirkan darah menuju atrium kanan. Dari atrium kanan, darah akan kembali ke ventrikel kanan.

          Pada sistem peredaran darah besar, ada suatu sistem peredaran darah yang disebut sistem porta hepatica. Dalam sistem porta ini, sebelum darah kembali ke jantung darah terlebih dahulu masuk ke dalam hati untuk dibersihkan dari racun-racun yang diserap oleh usus halus. Selanjutnya, darah kembali ke jantung melalui pembuluh balik (vena).

          Contoh Soal Ujian Sistem Peradaran Manusia

          Daftar Pustaka:

          1. Starr, Cecie. Taggart, Ralph. Evers, Christine. Starr, Lisa, 2012, “Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup”, Edisi 12, Buku 1, Penerbit Salemba Teknika, Jakarta.
          2. Fatehiyah. Arumingtyas, Laras, Estri. Widyarti, Sri. Rahayu, Sri, 2011, “Biologi Molekular, Prinsip Dasar Analisis”, PT Penerbit Erlangga Jakarta.
          3. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri,1983, “Biologi”, Jilid 1, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.
          4. Kimballl, J.W., Siti Soetarmi Tjitro dan Nawangsari Sugiri. 1983, “Biologi”, Jilid 2, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
          5. Schlegel, H.G., 1994, “Mikrobiologi Umum”, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
          6. Hartanto, L.N., 2004, “Biologi Dasar”, Edisi Ketiga, Penerbit Penebar Swadaya, Yogyakarta.
          7. Ardra.Biz, 2019, “================
          8. Ardra.Biz, 2019, “Sistem Peredaran Darah Manusia, Pengertian Peredarah darah, Peredarana darah, Komponen Peredaran Darah Manusia, empat komponen utama peredaran darah, Fungsi Peredaran Darah, Fungsi jantung pada peredaran darah,
          9. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi pembuluh pada peredaran darah, Organ Peredaran Darah, Jenis Organ peredaran darah, Fungsi utama jantung,  Fungsi pembuluh darah, Struktur Jaringan Penyusun Jantung, Jantung memiliki empat ruangan, atrium sinister atau serambi kiri, atrium dexter atau serambi kanan, ventrikel sinister atau bilik kiri, ventrikel dexter atau bilik kanan,
          10. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi atrium sinister, Fungsi serambi kiri, Fungsi atrium dexter, Fungsu serambi kanan, Fungsi ventrikel sinister, Fungsi bilik kiri, Fungsi ventrikel dexter, Fungsi bilik kanan, foramen ovale, Pengertian Fungsi foramen ovale, Sekat Pemisah Jantung bagian kiri dan kanan,
          11. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian  Fungsi septum cordi, Fungsi septum cordi, Sekat pemisah serambi dan bilik, Fungsi Septum atrio ventriculorum, septum cordi, Septum atrio ventriculorum, Pengertian Fungsi foramen ovale, Fungsi Serambi, Gambar bagian dan fungsi jantung, katup atrioventrikuler, Fungsu katup atrioventrikuler,
          12. Ardra.Biz, 2019, “Pengertian katup atrioventrikuler, Jumlah katup atrioventrikuler,  Fungsi katup valvula trikuspidal, Jumlah  katup valvula trikuspidal, Pengertian katup valvula trikuspidal,  Katup antara serambi kanan dengan bilik kanan,  katup valvula bikuspidal, Jumlah katup valvula bikuspidal, Fungsi katup valvula bikuspidal,
          13. Ardra.Biz, 2019, “Katup antara serambi kiri dan bilik kiri, katup valvula semilunaris, Pengertian katup valvula semilunaris, Fungsi katup valvula semilunaris, Jumlah katup valvula semilunaris, katup antara aorta dan bilik kiri, katup antara bilik kanan dengan arteri pulmonalis, Miokardium,
          14. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi miokardium, Pengertian miokardium, otot penyusun jantung adalah, Pericardium, Pengertian Pericardium, Fungsi Pericardium, selaput jantung, lamina panistalis, lamina viseralis, Fungsi lamina panistalis, Fungsi lamina viseralis, Pengertian lamina panistalis, Pengertian lamina viseralis, Lapisan pericardium, jumlah lapisan pericardium,
          15. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi arteri coroner, Pengertian arteri coroner, arteri coroner, pembuluh zat makanan ke jantung, pembuuh jantung, penyumbatan arteri coroner, penyebeb koronariasis, pengertian koronariasis,
          16. Ardra.Biz, 2019, “Kondisi terhentinya aliran darah dari arteri koroner, infark miokardium, Penyebab infark miokardium, Pengertian infark miokardium, Pencegahan infark miokardium, Pencegahan koronariasis, berkas Hiss, Pengertian berkas Hiss, Fungsi berkas Hiss, saraf pada jantung,
          17. Ardra.Biz, 2019, “satu siklus kontraksi – relaksasi, siklus jantung, Pengertian dan Fungsi siklus jantung, Penjelasan Periode relaksasi, Pengertian dan Fungsi diastol, Penjelasan periode kontraksi, Pengertian dan fungsi sistol,
          18. Ardra.Biz, 2019, “Alat ukur tekanan darah, tensimeter, sphygmomanometer, Pengertian Fungsi tensimeter, Pengertian dan fungsi sphygmomanometer, cara penulisan tekanan darah, sistol/diastole = 120/80, Pengertian sistol/diastole = 120/80,
          19. Ardra.Biz, 2019, “Peredaran Darah Kecil, Peredaran Darah Pulmonalis, Penjelasan pengertian Peredaran Darah Kecil, Penjelasan pengertian Peredaran Darah Pulmonalis, Fungsi Peredaran Darah Kecil, Fumgsi Peredaran Darah Pulmonalis, Jenis Peredaran Darah Manusia,
          20. Ardra.Biz, 2019, “Penjelasan peredaran darah ganda, Mekanisme Peredaran Darah Keci Cara kerja Peredaran Darah Pulmonalis, Cara kerja jantung, aliran darah kaya CO2 karbon dioksida, Aliran darah kaya kandungan O2 oksigen, atrium kiri kaya kandungan O2, tempat pertukaran CO2 dengan O2, darah kaya O2 masuk ke ventrikel kiri,
          21. Ardra.Biz, 2019, “dinding Ventrikel kiri lebih tebal dibandingkan dinding ventrikel kanan, Peredaran Darah Besar, Peredaran Darah Sistemik, Penjelasan Fungsi Peredaran Darah Besar, Penjelasan Fungsi Peredaran Darah Sistemik, Contoh Soal Ujian Sistem Peradaran Darah Manusia,
          22. Ardra.Biz, 2019, “Gambar peredaran darah dan fungsi, Fungsi Aorta, Jumlah cabang aorta, Fungsi vena cava superior, Penjelasan vena cava superior, Pembuluh darah kotor, pembuluh darah bersih, pembuluh kaya oksigen, pembuluh kaya karbon dioksida, Pembuluh ke otot jantung,
          23. Ardra.Biz, 2019, “Fungsi vena cava inferior, Fungsi vena cava, Pembuluh darah bagian bawah tubuh, Pembuluh darah bagian atas tubuh, porta hepatica, Pengertian porta hepatica, Fungsi porta hepatica, Contoh Soal Ujian Sistem Peredaran Darah Manusia,